cover
Contact Name
Iwan Setiawan
Contact Email
setiawan@widuri.ac.id
Phone
+6221-5480552
Journal Mail Official
jurnal@widuri.ac.id
Editorial Address
Jalan Palmerah Barat No. 353 Jakarta Selatan 12210
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
INSANI
Published by STISIP Widuri Jakarta
ISSN : 24076856     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmiah INSANI diterbitkan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Widuri, Jakarta. Redaksi INSANI menerima artikel secara terbuka dari berbagai kalangan dalam Ilmu Komunikasi dan Ilmu Kesejahteraan Sosial, serta bidang kemasyarakatan lainnya. Artikel yang masuk akan direview oleh reviewer internal dan eksternal sesuai bidang ilmunya
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2018): INSANI" : 6 Documents clear
Pengaruh Pelaksanaan Ceramah dengan Dukungan Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Wanita Pekerja Seks Langsung Untuk Pencegahan Penularan HIV/AIDS David Marthen Salakory; Demsi Wattimena
INSANI Vol 5 No 1 (2018): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.375 KB)

Abstract

Penelitian ini bertolak dari adanya keprihatinan masyarakat umumnya terhadap HIV/AIDS yang telah berkembang menjadi fenomena sosial yang mencemaskan banyak keluarga khususnya di Kota Ambon. Peningkatan jumlah sebarannya sangat menggelisahkan karena angka prevalensinya terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan sebab HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es, artinya satu kasus yang terlaporkan dapat mewakili sekian banyak orang dengan kasus sama. Upaya pencegahan melalui promosi kesehatan telah banyak dilakukan di Kota Ambon oleh berbagai pihak melalui kegiatan ceramah dan pembagian leaflet atau brosur di Lokalisasi Wanita Pekerja Seksual Langsung (WPSL) Tanjung Batu Merah Kota Ambon, dengan tujuan mereka memiliki pengetahuan dan perubahan sikap untuk melakukan pencegahan demi menurunkan risiko penularan HIV/AIDS. Prinsipnya, setiap orang berhak memperoleh pengetahuan agar dapat melindungi diri sendiri maupun orang lain. Namun, dalam realitasnya prevalensi HIV/AIDS di Maluku umumnya dan khusus Kota Ambon tetap tinggi.Sebenarnya resiko penularan dapat dikurangi apabila WPSL sebagai komunitas beresiko tinggidapat melakukan pencegahan penularan itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode uji statistik.Teknik pengumpulan datapenelitian ini menggunakan kuesioner tertutup, dengan skala pengukuran pengetahuan dan skala pengukuran sikap. Data dianalisis dengan komputer program SPSS versi 20 dengan taraf signifikansi P= 0,05 untuk menguji hipotesa demi pencapaian tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan nilai korelasi sebesar 39,6% pengetahuan terhadap perubahan sikap Wanita Pekerja Seks Langsung (WPSL). Sedangkan pelaksanaan ceramah dengan dukungan leaflet memberikan pengaruh yang signifikan sebesar 60,4% terhadap pengetahuan dan sikap dari WPSL untuk pencegahan penularan HIV/AIDS.
Pengorganisasian Forum Warga Sebagai Strategi Memperkuat Partisipasi Perempuan dalam Pelaksanaan Undang-Undang Desa Hastin Trustisari
INSANI Vol 5 No 1 (2018): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.394 KB)

Abstract

Mandat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 82 mengatur secara jelas tentang pentingnya partisipasi warga dalam tata kelola desa. Pasal ini membawa peluang dan tantangan, karena ruang partisipasi menjadi terbuka lebar bagi seluruh warga desa tak terkecuali perempuan untuk menyampaikan aspirasi, saran, dan pendapat lisan maupun tertulis dalam proses pembangunan desa. Penelitian ini dilakukan selama periode Juni sampai Desember 2017. Melalui studi penelitian lapangan di Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, ditemukan bahwa ruang partisipasi bagi perempuan dalam pengambilan keputusan pada proses pembangunan desa, menjadi sesuatu yang tidak mudah diwujudkan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal, misalnya dominasi elite desa, stigma tentang peran perempuan di desa, dan minimnya pengetahuan terkait dengan hak perempuan dalam pembangunan desa. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin menunjukkan bahwa pengorganisasian forum warga desa dapat dijadikan strategi memperkuat partisipasi perempuan dalam pembangunan desa sehingga terwujud tata kelola desa yang partisipatif dan berkeadilan sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Forum Warga menjadi ruang strategis untuk diorganisir menjadi ruang transaksi sosial dalam membangun kapasitas warga terutama perempuan agar terlibat aktif menjadi subyek dalam proses pembangunan di desa. Kesimpulannya, Forum Warga menjadi mutlak dioptimalkan fungsinya bukan saja sebagai ruang berkumpul warga, namun menjadi arena pendidikan dan transfer pengetahuan untuk perempuan agar mendapat kesempatan mengambil peran, berbicara di depan publik, dan mampu menyuarakan aspirasi dan kebutuhan sebagai warga yang memiliki hak dan kesempatan dalam membangun desanya.
Struktur Sosial Ekonomi Keluarga, Kapital Sosial, dan Prestasi Belajar Siswa di SMA LABSCHOOL Jakarta, Rawamangun Jakarta Timur Marsono; Robert Markus Zaka Lawang
INSANI Vol 5 No 1 (2018): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.384 KB)

Abstract

Keluarga memiliki peran dan fungsi dalam memproduksi kapital sosial. Perubahan struktur keluarga akan menghilangkan kapital sosial, hal ini dikarenakan ketidakhadiran orang tua yang bekerja diluar rumah. Jika kapital manusia yang dimiliki orang tua kebanyakan dihabiskan di tempat kerja dan di tempat lain di luar rumah, maka keluarga tidak mampu berperan dalam memproduksi kapital sosial yang dibutuhkan anak dalam pencapaian prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh struktur sosial ekonomi keluarga dan kapital sosial dengan prestasi belajar anak. Alat analisis yang digunakan adalah regresi logistik, karena variabel dependen (Y) dalam penelitian ini bersifat biner yang terdiri atas dua (2) kategori yaitu 0 dan 1. Hasil penelitian berdasarkan hasil analisis logistik menunjukan bahwa secara simultan menunjukan variabel struktur sosial ekonomi keluarga dan kapital sosial dapat menjelaskan variabel prestasi belajar sebesar 30,6 % sedangkan 69,4% faktor lain yang menjelaskan variabel prestasi belajar. Hasil uji odds ratio menunjukan bahwa siswa yang memiliki struktur sosial ekonomi keluarga tinggi memiliki peluang untuk mendapatkan prestasi belajar tinggi sebesar 1,942 - 16,981 kali dibandingkan dengan siswa yang memiliki struktur sosial ekonomi keluarga rendah. Siswa yang memiliki kapital sosial keluarga tinggi memiliki peluang untuk mendapatkan prestasi belajar tinggi sebesar 2,239 - 38,846 kali dibanding siswa yang memiliki kapital sosial keluarga rendah.
Pengungkapan-diri dalam Komunikasi Nelson Holong Parapat
INSANI Vol 5 No 1 (2018): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.368 KB)

Abstract

Tulisan ini menyajikan deskripsi tentang konsep pengungkapan-diri dalam komunikasi. Setiap orang suka atau tidak suka, sengaja atau tidak sengaja, selalu melakukan pengungkapan-diri kepada orang lain. Setiap perilaku kita yang mengomunikasikan berbagai makna kepada orang lain itu disebut sebagai pengungkapan-diri. Pengungkapan-diri adalah membeberkan informasi tentang diri kita. Hal apapun mengenai diri kita yang tadinya kita sembunyikan sebagai rahasia kita saja, jika hal tersebut terungkap sehingga diketahui orang lain maka berarti kita sudah melakukan pengungkapan-diri. Pembahasan tentang pengungkapan-diri mencakup faktor penentu pengungkapan-diri, manfaat pengungkapan-diri, dan risiko pengungkapan-diri. Faktor penentu pengungkapan-diri adalah: perasaan menyukai, besar kelompok, efek diadik, kompetensi, kepribadian, topik, dan seks. Adapun manfaat dari pengungkapan-diri adalah: pengetahuan tentang diri, kemampuan mengatasi kesulitan, efisiensi komunikasi, dan kedalaman hubungan. Kemudian, risiko pengungkapan-diri adalah: penolakan pribadi dan sosial, kerugian material, kesulitan intrapribadi, dan kehilangan kesejahteraan diri.
Wajah Penyiaran Telivisi Digital Indonesia: Tinjauan Revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran Jaka Sindu
INSANI Vol 5 No 1 (2018): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.399 KB)

Abstract

Perserikatan Bangsa-bangsa–PBB melalui International Telecommunication Union menetapkan tanggal 17 Juni 2015 sebagai batas waktu negara-negara di seluruh dunia untuk melakukan migrasi dari Penyiaran Televisi Analog ke Penyiaran Televisi Digital-Analog Switch Off (ASO) (The Geneva 2006 Frequency PlanGE 06 Agreement). 99 persen wilayah dunia telah mengimplementasikan hal tersebut. Namun hingga kini Indonesia belum bisa melaksanakan kewajiban tersebut karena masih terkendala regulasi yang belum ada. Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran tidak secara tegas mengatur masalah tersebut. Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informasi kemudian menerbitkan dua peraturan menteri, yaitu: Peraturan Menteri No. 22/2011, tentang Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (Free To Air) dan Peraturan Menteri No. 23 Tahun 2011 tentang Rencana Induk (Master Plan) Frekuensi Radio untuk Keperluan Televisi Siaran Digital Terestrial Pada Pita Radio 478 – 694 MHz. Kedua peraturan tersebut kalah dalam judicial review di Mahkamah Konstitusi oleh Institute of Community and Media Development (Incode) dan juga kembali kalah dalam Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) oleh Asosiasi Televisi Jaringan Indonesia (ATJI). Kemudian pemerintah mengubah paradigma frekuensi milik publik menjadi milik negara, spektrum frekuensi radio (digunakan sebagai kanal penyiaran televisi) merupakan sumber daya alam terbatas dan kekayaan nasional yang dikuasai negara dan dikelola oleh pemerintah untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat sesuai dengan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, dan menunjuk LPP TVRI sebagai operator tunggal penyelenggara frekuensi digital. Kementerian Komunikasi dan Informasi mengajukan revisi UU No.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran untuk mengakomodir regulasi tersebut, tetapi meskipun sudah diputuskan melalui voting di Badan Legislasi DPR RI, beberapa fraksi partai yang kalah tetap tidak bisa menerima keputusan tersebut karena dianggap sebagai tindakan monopoli terhadap penyiaran televisi Indonesia, dan menghambat demokratisasi penyiaran.
Etika Profesi Dan Implementasinya Di Indonesia Yerah Melita
INSANI Vol 5 No 1 (2018): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.367 KB)

Abstract

Etika merupakan pedoman, acuan atau penuntun manusia dalam bersikap dan bertingkah laku. Etika dibuat bukan hanya diketahui dan dipahami, tetapi juga yang lebih penting dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat, baik di keluarga, maupun ketika menjalankan tugas dan tanggung jawab serta pekerjaan sesuai dengan profesi yang digelutinya. Mengetahui dan memahami etika profesi bukan hal yang terlalu sulit, tetapi mengimplementasikannya tidak mudah. Dibutuhkan kesadaran moral yang kuat dari para praktisi atau orang-orang yang menjalankan profesinya. Hal ini juga berlaku pada profesi jurnalis di Indonesia yang memiliki Kode Etik Jurnalistik yang telah disepakati bersama di kalangan jurnalis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6