cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 319 Documents
Pengaruh Core Stability Dan William Exercise Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah Pada Kuli Panggul Beras Di Daerah Sumberjo, Masaran Kabupaten Sragen Retno Putri Wijayanti - Universitas Sebelas Maret
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 1 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.1 KB)

Abstract

Abstract : This research aims to know the influence of core stability and william exercise against a decrease lower back pain in the pelvic area of rice on labour Teak Brackets Sragen Regency.The research method used is the type of experimental research with approach of a quasi experimental design research pre test and post test with control group design. The sample used in this study as many as 20 respondents with a grouping of 10 respondents group control and 10 respondents group experiments. To practice Core Stability is given for 3 times a week is funded for 4 weeks, with 10 counts with 3 times the repetition exercise Exercise exercise dose William 3 times a week for 4 weeks. Technique of data analysis used in this study by Univariate analysis menggunkanan and Bivariat analysis menggunkanan with the Wilcoxon.The results showed there is the influence of core stability exercise therapy against a decrease in pain, improved balance and functional capabilities of the patient's lower back pain which shows sig (0.004) < 0.05. There is Pengarug which means administering the treatment william exercise against a decrease lower back pain in the pelvic area in rice kuli Teak Brackets Sragen Regency which shows sig (0.007) < 0.05.Keywords: Core Stability, William Exercise, Back Pain Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh core stability dan william exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah  pada kuli panggul beras di daerah Sumberjo, Masaran Kabupaten Sragen. Metode penelitian yang digunakanan adalah jenis penelitian eksperimental dengan pendekatan quasi eksperimendengan desain penelitian pre test and post test with control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 responden dengan pengelompokan 10 responden kelompok control dan 10 responden kelompok eksperimen. Untuk Latihan Core Stability diberikan  selama 3 kali dalam seminggu di laksanakan selama 4 minggu, dengan  10 hitungan dengan 3 kali pengulanganuntuklatihan William Exercisedosis latihan 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunkanan analisis Univariat dan Bivariat dengan menggunkanan analisis Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan Ada pengaruh terapi latihan core stability terhadap penurunan nyeri, peningkatan keseimbangan dan kemampuan fungsional pasien nyeri punggung bawah yang menunjukkan sig (0,004) < 0,05.Terdapat Pengarug yang berarti pemberian perlakuan william exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah  pada kuli panggul beras di daerah Sumberjo, Masaran Kabupaten Sragen yang menunjukkan sig (0,007) < 0,05.Kata Kunci:  Core Stability, William Exercise, Nyeri Punggung
Pengaruh Gel Kombinasi Ekstrak Kulit Semangka ( Citrullus Lanatus( Thunb.)) Dan Ekstrak Kulit Manggis (GarciniaMangostana L.) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Kelinci Yosephine Vania Prima Aryati; Iwan Setiawan; Nofi Risa Ariani; Diah Dwi Hastuti - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 1 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.061 KB)

Abstract

Abstract : Burns caused by damage or loss of tissue due to contact with heat sources. Treatment of burns is done by restoring the function and shape of skin tissue back. The use of herbal plants as an alternative treatment of burns increased due to the lack of side effects caused. Watermelon skin (Citrullus lanatus (Thunb.)) Has an alkaloid content of sitrulin that plays a role in the healing process of wound and mangosteen skin (Garcinia mangostana L.) contains xanton flavonoids that have anti-inflammatory effect by triggering the formation of collagen which plays an important role in the maintenance of structures and wound healing. The aim of this research is to know the effect of gel combination of skin watermelon extract and mangosteen skin which has anti-inflammatory effect on burn on rabbit's back and quality control of gel preparation. Testing of physical quality of gels made include organoleptic test, pH, homogeneity, viscosity, adhesion, dispersion, protection and acceptability at 0 days storage until the 28th day. The gel activity test was performed on 7 rabbits divided into 7 treatment groups consisting of negative control, positive control, KS (100), KM (100), KSKM (25:75), KSKM (50:50), KSKM (75 : 25). Each rabbit is burned using a hot metal plate 2 cm in diameter. Wound diameter was measured for 14 days. The results showed that gel combination of watermelon extract and mangosteen skin can decrease burn diameter. The effective formula is the 75:25 KSKM formula with an average diameter of 1.29 cm.Keywords : Burns, Citrullus lanatus, Garcinia mangostana, Gel Abstrak : Luka bakar disebabkan karena kerusakan atau kehilangan jaringan akibat kontak dengan sumber panas. Pengobatan luka bakar dilakukan dengan mengembalikan fungsi dan bentuk jaringan kulit kembali. Penggunaan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan luka bakar meningkat karena minimnya efek samping yang ditimbulkan. Kulit semangka (Citrullus lanatus (Thunb.)) mempunyai kandungan alkaloid berupa sitrulin yang berperan dalam proses penyembuhan luka serta kulit manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki kandungan flavonoidberupa xanton  yang memiliki efek anti inflamasi dengan memicu pembentukan kolagen yang berperan penting dalam pemeliharaan struktur dan penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh gel kombinasi ekstrak kulit semangka dan kulit manggis yang memiliki efek antiinflamasi pada luka bakar yang terdapat pada punggung kelinci serta kontrol kualitas sediaan gel yang dibuat. Pengujian mutu fisik gel yang dilakukan meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, viskositas, daya lekat, daya sebar, daya proteksi dan aseptabilitas pada penyimpanan hari ke-0 sampai hari ke-28. Uji aktivitas gel dilakukan pada 7 ekor kelinci yang dibagi dalam 7 kelompok perlakuan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif, KS (100), KM (100), KSKM(25:75), KSKM (50:50), KSKM (75:25). Setiap kelinci dibuat luka bakar menggunakan lempeng logam panas berdiameter 2 cm. Pengukuran diameter luka dilakukan selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel kombinasi ekstrak kulit semangka dan kulit manggis dapat menurunkan diameter luka bakar. Formula efektif yaitu formula KSKM 75:25 dengan rata-rata diameter 1,29 cm.Kata kunci : Luka bakar, Citrullus lanatus, Garcinia mangostana, Gel
Pengaruh Motivasi, Dukungan Keluarga Dan Peran Kader Terhadap Perilaku Pengendalian Hipertensi Ratna Setiyaningsih; Surati Ningsih - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 1 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.949 KB)

Abstract

Abstract: Hypertension still occupies the largest proportion of all reported Non-Communicable Diseases (PTM), which amounted to 57.87% (Central Java Health Office, 2015). Data on the health profile of Sukoharjo district in 2014 stated that the number of hypertensive patients in Sukoharjo district was 20,516 cases and in 2015 there were 36,827 cases. Hypertension is a chronic disease that requires continuous control. In order for hypertensive patients to be obedient in controlling hypertension, self motivation, family support and also the role of health cadres are needed. The purpose of this study was to analyze the effect of motivation, family support and the role of health cadres on hypertension control behavior. Design of observational analytic research. The study was conducted in Sukoharjo Village, Sukoharjo Community Health Center working area from April to May 2018. The population was residents who experienced hypertension in Sukoharjo Village, the subjects used were 60 research subjects carried out by simple random sampling. Data collection using a questionnaire. The independent variables in the study are motivation, family support and the role of cadres. The dependent variable is hypertension control behavior. Data analysis was performed by multiple logistic regression analysis. The results showed 1) there was a positive and statistically significant effect of motivation on hypertension control behavior (OR = 9.48, p= 0.008). 2) there is a positive and statistically significant effect of family support for hypertension control behavior (OR = 11.10, p=0.006). 3) there is a positive and statistically significant influence of the cadre's role on hypertension control behavior (OR = 5.10, p= 0.05).Keywords: motivation, family support, cadre role, hypertension control behavior Abstrak: Penyakit hipertensi masih menempati proporsi terbesar dari seluruh Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dilaporkan yaitu sebesar 57.87% (Dinkes Jateng, 2015). Data profil kesehatan kabupaten Sukoharjo tahun 2014 menyebutkan jumlah penderita hipertensi di kabupaten Sukoharjo sebesar 20.516 kasus dan tahun 2015 tercatat sebanyak 36.827. Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengendalian terus menerus. Agar penderita hipertensi dapat patuh dalam pengendalian hipertensi maka dibutuhkan motivasi dalam diri,dukungan keluarga dan juga peran dari kader kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh motivasi, dukungan keluarga dan peran kader kesehatan terhadap perilaku pengendaian hipertensi. Desain penelitian analitik observasional. Penelitian dilakukan di Kelurahan Sukoharjo wilayah kerja Puskesmas Sukoharjo pada bulan April sampai Mei 2018. Populasinya adalah warga yang mengalami hipertensi di Kelurahan Sukoharjo, subjek yang digunakan sebanyak 60 subjek penelitian dilakukan secara simple random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Variabel bebas dalam penelitian adalah motivasi, dukungan keluarga dan peran kader. Variabel terikatnya adalah perilaku pengendalian hipertensi. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi logistic ganda. Hasil penelitian menunjukkan 1) ada pengaruh positif dan secara statistic signifikan motivasi terhadap perilaku pengendalian hipertensi (OR = 9.48, p= 0.008). 2) ada pengaruh positif dan secara statistic signifikan dukungan keluarga terhadap perilaku pengendalian hipertensi (OR = 11.10, p=0.006). 3) ada pengaruh positif dan secara statistic signifikan peran kader terhadap perilaku pengendalian hipertensi (OR = 5.10, p= 0.05).Kata kunci: motivasi, dukungan keluarga, peran kader, perilaku pengendalian hipertensi.
Uji Aktivitas Antidiabetes Infusa Daun Kemuning (Murraya Paniculata L Jack.) Pada Mencit Putih Jantan Yang Diinduksi Glukosa Sri Rejeki Handayani; Pramesti Tiwi Mahanani - Universitas Setia Budi
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 1 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.008 KB)

Abstract

Abstract: Orange Jessamine or Kemuning (Murraya Paniculata L. Jack) is known to be useful treat various diseases, one of which is diabetes mellitus. This study aimed to determine the antidiabetic activity of kemuning infusion on glucose-induced male white mice and find out the most effective dose.Kemuning dry leaves were extracted using a water solvent by the infusion method. The antidiabetic test was carried out using the glucose tolerance method. Test animals were divided into 5 groups, each group consisting of 5 mice. Group I (diabetes control) CMC 0.5%, group II (drug control) glibenclamide, group III (2,5% of infusion of kemuning leaves), group IV (5% infusion of kemuning leaves), and V (10% of infusion leaves). Measurement of glucose levels was carried out 4 times every 30 minutes. The obtained data were then analyzed by ANOVA with a confidence level of 95% followed by a Post Hoc test. The results showed that infusion of yellow leaves had antidiabetic activity in male white mice given a glucose load. The effective dose of infusion of yellow leaves which gives an antidiabetic effect is a concentration of 5%.Key words: kemuning leaves, infusion, antidiabetic. Abstrak: Tanaman kemuning (Murraya Paniculata L. Jack) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi berbagai macam penyakit, salah satunya diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes infus daun kemuning terhadap mencit putih jantan yang diinduksi glukosa serta mengetahui dosis yang paling efektif.Kemuning diekstrasi menggunakan pelarut air dengan metode infus. Metode uji antidiabetes menggunakan metode toleransi glukosa. Hewan uji dibagi 5 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit. Kelompok I (kontrol diabetes) CMC 0,5%, kelompok II (kontrol obat) glibenklamid, kelompok III (infus daun kemuning konsentrasi dosis 2,5%), kelompok IV (infus daun kemuning konsentrasi dosis 5%), dan V (infus daun kemuning konsentrasi dosis 10%). Pengukuran kadar glukosa dilakukan pada menit ke-30, ke-60, ke-90, ke-120. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% dilanjutkan dengan uji Post Hoc test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infus daun kemuning mempunyai aktivitas antidiabetes pada mencit putih jantan yang diberi beban glukosa. Dosis efektif infus daun kemuning yang memberi efek antidiabetes yaitu konsentrasi dosis 5%.Kata kunci: Daun kemuning, infus, antidiabetes.
Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antidiabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Apotek Sehat Kabupaten Boyolali Truly Dian Anggraini; Novita Puspasari - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.308 KB)

Abstract

Abstract : Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when the body cannot produce enough insulin or cannot use insulin effectively. Based on data from IDF (2015), Indonesia ranks 7th with the highest diabetes mellitus in the world. In long-term diseases such as diabetes mellitus, adherence to drug use is one of the factors in the success of therapy. This study was conducted with the aim to describe the level of adherence to the use of antidiabetic drugs in patients with type 2 diabetes mellitus at the Healthy Pharmacy Banyudono Boyolali. This type of research is descriptive research conducted prospectively. Data retrieval uses the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) questionnaire on 67 respondents. Data analysis was performed statistically and presented in the form of a percentage. The results obtained by the level of adherence to the use of antidiabetic drugs in patients with type 2 diabetes mellitus in the Healthy Pharmacy Banyudono Boyolali was in the category of low adherence level as many as 34 respondents (50.7%), moderate adherence level category as many as 21 respondents (31.3%), and the high adherence level category was 12 respondents (17.9%). Based on the results of the study, most patients with type 2 diabetes mellitus at the Sehat Pharmacy Banyudono Boyolali had a low level of adherence to the use of antidiabetic drugs, namely 34 respondents (50.7%).Key words : antidiabetic, diabetes mellitus, level of adherence Abstrak : Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulinyang cukup atau tidak bisa menggunakan insulin dengan efektif. Berdasarkan data dari IDF (2015), Indonesia menempati peringkat ke 7 dengan penderita diabetes melitus tertinggi di dunia. Pada penyakit jangka panjang seperti diabetes melitus, kepatuhan penggunaan obat merupakan salah satu faktor keberhasilan terapi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Apotek Sehat Banyudono Boyolali.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara prospektif. Pengambilan data menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) terhadap 67 responden. Analisis data dilakukan secara statistik dean disajikan dalam bentuk presentase . Hasil penelitian diperoleh tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Apotek Sehat Banyudono Boyolali adalah pada kategori tingkat kepatuhan rendah sebanyak 34 responden (50,7%), kategori tingkat kepatuhan sedang sebanyak 21 responden (31,3%), dan kategori tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 12 responden (17,9%). Berdasarkan hasil penelitian sebagian besarpasien diabetes melitus tipe 2 di Apotek Sehat Banyudono Boyolali mempunyai tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik kategori rendah yaitu sebanyak 34 responden (50,7%).Kata kunci : antidiabetik, diabetes melitus, tingkat kepatuhan
Korelasi Penggunaan Media Sosial terhadap Sikap Antisosial pada Remaja Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Sukoharjo Bangkit Ary Pratama - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.626 KB)

Abstract

Abstract : The advantage of social media is being able to provide information quickly so as to make users more dynamic and additive. The presence of social media has led to a change in adolescent attitudes. Teenagers as one of the users of social media have not been able to use wisely. Teenagers tend to be easily influenced by the environment without first considering the positive or negative impacts that will be received when using social media. Adolescent dependence on the use of social media can trigger antisocial attitudes in the community because they enjoy communicating through social media rather than face to face with friends. Research design using observational analytic research with cross sectional approach. Data collection techniques used to collect primary data using a structured questionnaire. The data obtained were then analyzed using the univariate formula (frequency distribution formula) and bivariate (Pearson product moment formula). The results showed that the use of social media is associated with the emergence of antisocial attitudes in adolescents. Correlation value of 0.528 and significance value of p (<0.001) <0.05 with the direction of a positive relationship so that the higher the level of use of social media, the more antisocial attitudes of adolescents.Keywords: use of social media, antisocial attitudes  Abstrak : Keunggulan media sosial adalah mampu memberikan informasi secara cepat sehingga membuat penggunanya semakin dinamis dan adatif. Kehadiran media sosial telah membawa kepada perubahan sikap remaja. Remaja sebagai salah satu pengguna media sosial belum mampu menggunakan secara bijak. Remaja cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu dampak positif atau negatif yang akan diterima saat meggunakan media sosial. Ketergantungan remaja terhadap penggunaan media sosial dapat memicu timbulkan sikap antisosial di lingkungan masyarakat karena mereka lebih menikmati berkomunikasi melalui media sosial daripada bertatap lagsung dengan teman. Desain penelitian dengan menggunakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data primer dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan rumus univariat (rumus distribusi frekuensi) dan bivariat  (rumus Pearson product moment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berhubungan dengan munculnya sikap antisosial pada remaja. Nilai korelasi 0.528 dan nilai signifikansi p(<0.001) < 0.05 dengan arah hubungan positif sehingga semakin tinggi tingkat penggunaan media sosial maka sikap remaja semakin antisosial.Kata Kunci : penggunaan media sosial, sikap antisosial
Tablet Hisap Sari Buah Tomat (Licopersicon esculentum Mill.) sebagai Penangkal Radikal Bebas Anasthasia Pujiastuti; Paulina Maya Octasari; Siska Setyorini - Politeknik Katolik Mangunwijaya
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.615 KB)

Abstract

Abstract : Free radicals are atoms or molecules that are unstable and very reactive because they contain one or more unpaired electrons in their outer orbitals. The body needs an important substance, an antioxidant that is capable of capturing free radicals so that it cannot induce a disease. Antioxidants are contained in various types of food, especially fruits and vegetables. One fruit that contains a lot of antioxidants is tomatoes (Lycopersicum esculentum Mill). Tomatoes have lycopene, flavonoids and vitamin C as antioxidants. Tomato pollen can be made lozenges. The most important material in determining the dissolution time of the lozenges after is the binder, among others, Polyinylpyrrolidone K-30 (PVP K-30). Making tomato lozenges using wet granulation method with the content of PVP K-30 binder used is 1%, 2%, and 3%. The evaluation results of physical characteristics of lozenges were analyzed statistically using ANOVA and Kruskall-Wallis test with a confidence level of 95%, then tested the antioxidant activity of tomato juice lozenges using the DPPH method. Based on the results of the study, it was found that the levels of PVP K-30 had an effect on the physical characteristics of tomato pollen lozenges which included organoleptic, hardness, friability, and dissolution time but had no effect on uniformity of weight and uniformity of size. Antioxidant activity produced by lozenges of tomato juice at a concentration of 300 ppm, formula I of 2.295%; formula II is 2.606%; and formula III 2,391%.Key words: tomato lozanges, tomato juice, PVP K-30, physical characteristics, antioxidant activity  Abstrak: Radikal bebas adalah atom atau molekul yang tidak stabil dan sangat reaktif karena mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital terluarnya. Tubuh memerlukan suatu substansi penting yaitu antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas sehingga tidak dapat menginduksi suatu penyakit. Antioksidan terkandung dalam berbagai jenis makanan, terutama buah dan sayuran. Salah satu buah yang banyak mengandung antioksidan adalah tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Buah tomat memiliki kandungan likopen, flavonoid dan vitamin C sebagai antioksidan. Serbuk sari buah tomat dapat dibuat sediaan tablet hisap. Bahan yang paling penting dalam penentuan waktu melarut dari tablet hisap setelah adalah bahan pengikat antara lain Polivinilpirolidon K-30 (PVP K-30). Pembuatan tablet hisap sari buah tomat dengan metode granulasi basah dengan kadar bahan pengikat PVP K-30 yang digunakan adalah 1%, 2%, dan 3%. Hasil evaluasi karakteristik fisik tablet hisap dianalisis statistik menggunakan uji anova dan Kruskall-Wallis dengan taraf kepercayaan 95%, selanjutnya diuji aktivitas antioksidan tablet hisap sari buah tomat menggunakan metode DPPH. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kadar PVP K-30 berpengaruh terhadap karakteristik fisik tablet hisap serbuk sari buah tomat yang meliputi organoleptis, kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut tetapi tidak berpengaruh pada keseragaman bobot dan keseragaman ukuran. Aktivitas antioksidan yang dihasilkan oleh tablet hisap sari buah tomat pada konsentrasi 300 ppm, formula I sebesar 2,295 % ; formula II sebesar 2,606 %; dan formula III sebesar 2,391 %. Kata kunci: tablet hisap, sari buah tomat, PVP K-30, karakteristik fisik, aktivitas antioksidan
Hubungan Motivasi Dan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Stres Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Pandan Arang Boyolali Kanthi Suratih; Wahyuni Wahyuni; Zusyaifah Nur A’ini Suharyati - STIKES ‘Aisyiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.704 KB)

Abstract

Abstract: Acute Renal Failure is malfunction process of kidney or loses its ability over a span of three months. Acute renal failure patient needs psychology response to reduce level of stress, such by giving motivation and family support. The purpose is to know the correlation between motivation and family support toward stress level of acute renal failure patient’s hemodialysis at RSUD Pandan Arang Boyolali. The type of this research is quantitative research and the sample is 90 respondents. The technique of sampling uses purposive sampling. The instrument of this research is questionnaire sheet. In analyzing the data, the researcher uses Kendal Tau tested o the Kendal Tau which correlates between motivation and family support toward level of stress shows that there is significant number p<0,05 divided motivation 0,030 and family support 0,001. Based on the analysis, it can be concluded that there is significant correlation between motivation and family support toward level of stress.Keywords: motivation, family support, stress levels of hemodialysis patient Abstrak: Gagal Ginjal Kronik merupakan proses kerusakan fungsi organ ginjal yang menurun atau tidak berfungsi selama rentang waktu lebih dari tiga bulan. Seseorang dengan gagal ginjal kronik membutuhkan respon psikologis untuk mengurangi tingkat stres, salah satu cara adalah dengan pemberian motivasi dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan dukungan keluarga dengan tingkat stres pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Pandan Arang Boyolali. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, sampel sebanyak 90 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian dengan lembar kuesioner. Analisa data menggunakan uji Kendal Tau. Hasil uji Kendal Tau yang menghubungkan antara motivasi dan dukungan keluarga dengan tingkat stres menunjukan ada hubungan bermakna/signifikan dengan nilai p<0,05 yaitu motivasi 0,030 dan dukungan keluarga adalah 0,001. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna/signifikan antara motivasi dan dukungan keluarga dengan tingkat stres. Kata Kunci : motivasi, dukungan keluarga, tingkat stres pasien hemodialisis
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keaktifan Kader Kesehatan dalam Penemuan Kasus Tuberkulosis di Kelurahan Sonorejo Sukoharjo Novi Indah Aderita; Erna Zakiyah - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.856 KB)

Abstract

Abstract: The discovery of tuberculosis cases in Sukoharjo District in 2015 was 242 cases out of 3466 estimates of the number of cases or only reached 6.96%, a decrease compared to 2014 which reached 8.62%. The new case finding rate (CDR) is still far from the target of 70%. The competency factor of human resources and the completeness of medical facilities are one of the keys to success. Health cadres are considered as a reference in handling various health problems including TB, cadres are expected to actively cope with the spread of TB. The purpose of this study was to determine the factors that influence the activeness of health cadres in the discovery of tuberculosis cases in Sonorejo Village Sukoharjo. The design of this study using observational analytic. The study was conducted in May - June 2018 in Sonorejo Sukoharjo Village. The research subjects were 60 health cadres who were selected by the fixed disease sampling technique. Independent variables include attitudes, motivation, socio-economic status, and family environment. Dependent variable is the activity of health cadres. The instrument used in data collection was a questionnaire and analyzed by multiple logistic regression tests. The results of this study are: there is a positive and significant relationship between attitudes and activeness of health cadres in TB case finding (p = 0.05, OR = 4.5), there is a relationship between family environment and activity of health cadres in finding TB cases (p = 0.00, OR = 27.2). The results show that positive attitudes and a good family environment increase the activeness of cadres in efforts to find TB cases. Collaboration between health cadres and health workers is needed in finding TB cases in the community. Keyword: Activity of cadres in finding TB, attitude, motivation, socio-economic, family environment  Abstrak: Penemuan kasus tuberkulosis di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2015 sebanyak 242 kasus dari 3466 perkiraan jumlah kasus atau baru mencapai 6,96%, menurun dibanding tahun 2014 yang mencapai 8,62%. Angka penemuan kasus (CDR) yang baru masih jauh dari target yaitu 70%.  Faktor kompetensi sumber daya manusia dan kelengkapan sarana prasarana medis menjadi salah satu kunci kesuksesan. Kader kesehatan dianggap sebagai rujukan dalam penanganan berbagai masalah kesehatan termasuk TB, kader diharapkan untuk aktif menanggulangi persebaran TB. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan kader kesehatan dalam penemuan kasus tuberculosis di Kelurahan Sonorejo Sukoharjo. Desain penelitian ini dengan menggunakan analitik observasional. Penelitian dilaksanakan pada Mei – Juni 2018 di Kelurahan Sonorejo Sukoharjo. Subjek penelitian berjumlah 60 kader kesehatan yang dipilih dengan teknik fixed disease sampling. Variabel independen meliputi sikap, motivasi, status sosial ekonomi, dan lingkungan keluarga. Variabel dependen yaitu keaktifan kader kesehatan. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner dan dianalisis dengan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian ini adalah: terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap dengan keaktifan kader kesehatan dalam penemuan kasus TB (p = 0.05, OR = 4.5), terdapat hubungan antara lingkungan keluarga dengan keaktifan kader kesehatan dalam penemuan kasus TB (p = 0.00, OR = 27.2). Hasil menunjukkan bahwa sikap yang positif dan lingkungan keluarga yang baik meningkatkan keaktifan kader dalam upaya penemuan kasus TB. Kerjasama antara kader kesehatan dengan tenaga kesehatan diperlukan dalam penemuan kasus TB di masyarakat.Kata Kunci:  Keaktifan kader dalam penemuan TB, Sikap, Motivasi, Sosial Ekonomi, Lingkungan Keluarga
Aktivitas Antioksidan Fraksi Etil Asetat dan Fraksi Air Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) dengan Metode DPPH (1,1 Difenil- 2 pikrilhidrazil) Susilowati Susilowati; Sari Wulandari - STIKES Nasional
Indonesian Journal on Medical Science Vol 6 No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.121 KB)

Abstract

Abstrack: Salam plants are one of the plants that are often used by the community for alternative medicine. The part of the greeting plant commonly used as a treatment is the leaves. Bay leaves contain flavonoids, alkaloids, terpenoids / steroids, and tannins. The content of flavonoids contained in bay leaves can act as natural antioxidants. This study aims to determine the potential of antioxidant activity of ethyl acetate fraction and bay leaf water fraction. Fractionation is done in stages using n-hexane, ethyl acetate, and water solvents. The ethyl acetate fraction and water fraction obtained were tested for its compound content using phytochemical examination. The antioxidant activity of ethyl acetate fraction and water fraction was carried out using the DPPH method. The results of phytochemical examination of ethyl acetate fraction and water fraction contain flavonoids, alkaloids, tannins, and terpenoids. The results of the measurement of antioxidant activity of bay leaf ethyl acetate fraction has the potential to be very strong with an IC50 value of 47.7709 ppm and the potential fraction of bay leaf water with a IC50 value of 52.3957 ppm.Key word: bay leaf, antioxidant, ethyl acetate fraction and water fraction, DPPH, IC50. Abstrak:Tanaman salam merupakan salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan masyarakat untuk pengobatan alternatif. Bagian tanaman salam yang biasa digunakan sebagai pengobatan adalah daunnya. Daun salam memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, terpenoid/steroid, dan tanin. Kandungan senyawa flavonoid yang terdapat pada daun salam dapat berperan sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan dari fraksi etil asetat dan fraksi air daun salam. Fraksinasi dikerjakan secara bertingkat dengan menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, da air. Fraksi etil asetat dan fraksi air yang didapatkan diuji kandungan senyawanya dengan menggunakan pemeriksaan fitokimia. Uji aktivitas antioksidan fraksi etil asetat dan fraksi air dilakukan dengan metode DPPH. Hasil pemeriksaan fitokimia fraksi etil asetat dan fraksi air mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, dan terpenoid. Hasil pengukuran aktivitas antioksidan fraksi etil asetat daun salam berpotensi sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 47,7709 ppm dan fraksi air daun salam berpotensi kuat dengan nilai IC50 sebesar 52,3957 ppm.Kata kunci : daun salam, antioksidan, fraksi etil asetat dan fraksi air, DPPH, IC50.