cover
Contact Name
Asep Harhar Muharam
Contact Email
jtsda@hathi.id
Phone
+6281284830523
Journal Mail Official
jtsda@hathi.id
Editorial Address
Gedung Direktorat Sumber Daya Air Lt. 8 Jl. Patimura No 20 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta - 12110
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sumber Daya Air
ISSN : 24071048     EISSN : 29628105     DOI : -
Jurnal Teknik Sumber Daya Air (JTSDA) adalah jurnal berbahasa Indonesia yang memuat naskah ilmiah dalam bidang Teknik Sumber Daya Air dengan proses review secara double-blind peer-reviewed. JTSDA terbit 2 (dua) kali dalam setahun, open access, menerima berbagai tipe naskah, baik naskah penelitian (research articles), naskah kasus teknik (technical notes), ataupun naskah ulasan (review articles). Ketiga tipe naskah JTSDA tersebut mencakup aspek konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, pengendalian daya rusak sumber daya air, sistem informasi sumber daya air, serta kelembagaan sumber daya air.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (Desember 2021)" : 6 Documents clear
Simulasi Debit untuk Pola Pengoperasian PLTA Sibundong dengan Menggunakan Model Tangki Sugawara Rahmah Dara Lufira; Suwanto Marsudi; Riyanto Haribowo; M Amar Sajali
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.289 KB) | DOI: 10.56860/jtsda.v1i2.4

Abstract

Kabupaten Tapanuli Utara adalah salah satu wilayah dataran tinggi Sumatra Utara yang mengalami penurunan kondisi sumber daya alam, terutama sumber daya tanah dan air di sekitar DAS. Pada DAS Sibundong dengan semakin meningkatnya penduduk di pulau Sumatra menyebabkan pasokan tenaga listrik mengalami penurunan daya. Studi ini bertujuan unuk menentukan debit andalan pada sungai yang nantinya digunakan sebagai pasokan listrik menggunakan model tangki dan untuk menganalisa potensi daya pola pengoperasian PLTA Sibundong. Metode yang digunakan dalam mencari data hujan yang hilang adalah Normal Ratio Method dengan ketentuan minimal 2 stasiun yang selanjutnya menggunakan lengkung massa ganda untuk melakukan uji konsistensi data hujan. Perhitungan curah hujan rerata daerah menggunakan metode rerata aljabar. Data curah hujan rerata daerah yang dihitung adalah pada tahun 2004-2013. Data hujan rerata daerah digunakan sebagai input data pada simulasi debit model tangki. Untuk mencari debit di DAS Sibundong digunakan model tangki. Data yang digunakan adalah data curah hujan 6 tahun dimulai dari tahun 2006 hingga tahun 2011, data klimatologi dan luas DAS Sibundong yaitu 282 km2. Hasil debit andalan adalah Q = 9,29 m3/dt dan hasil daya untuk pola pengoperasian PLTA adalah 2 x 6,26 MW.
Monitoring Perubahan Penggunaan Lahan Menggunakan Citra Satelit Sentinel 1 di DAS Wanggu Kota Kendari Feri Fadlin; Muhammad Arsyad Thaha; Farouk Maricar; Mukhsan Putra Hatta
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1821.276 KB) | DOI: 10.56860/jtsda.v1i2.5

Abstract

Perubahan penggunaan lahan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu isu penting bagi penyusun kebijakan. Monitoring perubahan penggunaan lahan pada DAS membutuhkan data dan informasi spasial dan bersifat multitemporal. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan pemanfaatan citra satelit Sentinel 1 yang dapat diperoleh secara gratis. Sentinel 1 merupakan satelit milik Europan Space Agency (ESA) yang diluncurkan pada tahun 2014 dengan membawa sensor Synthetic Aperture Radar (SAR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola efektifitas pemanfaatan SAR untuk pemantauan perubahan penggunaan lahan di DAS Wanggu. Pengumpulan dan analisis awal data dilakukan menggunakan Google Earth Engine (GEE) yang merupakan platform berbasis cloud data dengan arsip data berskala dunia yang memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mengakses dan menganalis data secara online dan gratis. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pemanfaatan teknologi SAR dapat digunakan untuk pemantauan perubahan penggunaan lahan pada DAS. Hasil dari pengolahan citra SAR memberikan informasi terkait rona, warna dan pola penggunaan lahan tanpa dipengaruhi oleh kondisi cuaca khususnya tutupan awan. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan citra satelit resolusi tinggi diperoleh bahwa citra satelit Sentinel 1 memiliki akurasi 76,13% khususnya pada klasifikasi penggunaan lahan permukiman. Kata Kunci: Sentinel-1, Synthetic Aperture Radar (SAR), Google Earth Engine (GEE), Maximum Likelihood
Optimalisasi Pemanfaatan Air Sungai untuk Pemenuhan Kebutuhan Irigasi Liany Hendratta; Dave Steve Kandey
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.2 KB) | DOI: 10.56860/jtsda.v1i2.12

Abstract

Polimaan weir that utilizes water of the Polimaan River, is used to irrigate rice fields covering an area of 297.96 Ha. As a result of decrease in the discharge of Polimaan River, there was water shortage within the service area of Polimaan weir. In one planting season, half the total service area did not get sufficient water supply. so there is urgency to evaluate water availability of Polimaan river to keep up the performance of the irrigated padi-field. This study aimed at assessing the water availability of the Polimaan River at the point of the weir and calculating the water balance in order to optimally meet irrigation water needs. Analysis of water availability and demand were carried out using secondary data and direct observation at the study site. Water availability was evaluated using the NRECA model. The closest calibration result was with the accuracy level calculated using the Nash-Sutcliffe Coefficient (E) of 0.731. Water requirements were examined by simulating the cropping system ie.: varying the cropping pattern and changing the rotation coefficient of tertiary plots. After 18 variations of cropping pattern only 3 patterns did not show that the patterns experienced water shortages. They included: 2 cropping patterns which used a water distribution system for 3 groups and 1 other pattern which implemented it for 2 groups. The three cropping patterns were carried out only 1 planting season for each group with different scheduling and rotation was carried out for each tertiary plot. Consequently, only half the irrigated land can be utilized in each planting season.
Analisis Perubahan Dasar Sungai Akibat Penambangan Pasir Berbasis Fotogrametr Paula Swastika
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.113 KB) | DOI: 10.56860/jtsda.v1i2.20

Abstract

Kehadiran gunung api dengan aktivitas vulkaniknya dapat memberikan pengaruh positif dan negatif pada kehidupan manusia. Lingkungan sekitar gunung api umumnya merupakan lahan yang subur dan udara yang sejuk dengan panorama yang indah. Namun pada sisi yang lain dimana aktivitas vulkanik sangat intensif kehadiran erupsi dapat mengkontribusi bencana dengan dampak negatif yang signifikan. Erupsi gunung api dapat mengeluarkan material berupa hujan abu, pasir dan kerikil juga menghasilkan lahar dan aliran piroklastik yang menimbulkan bencana alam, namun juga memberikan manfaat bagi kesuburan tanah dan material untuk bahan bangunan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Erupsi G. Merapi yang terjadi pada tahun 2010 telah mengkontribusi material vulkanik sebanyak kurang lebih 140 juta m3 yang tersebar di sungai-sungai di sekitarnya, termasuk Sungai Gendol. Penelitian ini berisi uraian tentang teknik pemantauan dan evaluasi perubahan dasar sungai akibat fenomena alam dan kegiatan penambangan pasir, khususnya pada ruas di sebelah hulu sabo dam GE-D5 sepanjang + 1,849 km. Metode yang digunakan untuk menentukan variasi dasar sungai dan perubahan volume melalui teknik fotogrametri secara temporal dalam dua waktu pengambilan data melalui perangkat lunak Global Mapper v2.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan dasar sungai pada ruas sungai yang ditinjau dari 23 Oktober 2019 sampai 22 Januari 2020 sebesar 1-20 m. Volume penambangan tanpa memperhitungkan pasokan dari hulu adalah sebesar 344.486 m3, sedangkan volume penambangan dengan memperhitungkan pasokan dari hulu adalah sebesar 389.174 m3, atau selisih sebesar 11,48%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa teknik pemantauan dan evaluasi dengan metoda fotogrametri sangat bermanfaat untuk membantu penyusunan rekomendasi terkait pengelolaan sedimen.
Pengaruh Penambangan Pasir terhadap Laju Degradasi Agradasi Dasar Sungai Progo Rudi Saputra; Jazaul Ikhsan; Hakas Prayuda
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.148 KB) | DOI: 10.56860/jtsda.v1i2.24

Abstract

Sungai Progo merupakan sungai alami yang memiliki salah satu hulu yang bersumber di Gunung Merapi. Kondisi tersebut mengakibatkan Sungai Progo menerima dampak dari material yang terbawa oleh lahar dingin. Sedimentasi lahar dingin Gunung Merapi menghasilkan salah satu bahan bangunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi yakni pasir. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penambangan pasir di beberapa titik Sungai Progo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume penambangan pasir, nilai ekonomis penambangan pasir, menghitung besaran angkutan sedimen, dan mengkaji dampak penambangan pasir terhadap stabilitas sungai progo (agradasi/ degradasi). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui data penambang pasir dan dampak ekonomi dari penambangan pasir, jumlah angkutan sedimen, dan nilai agradasi/degradasi Sungai Progo. Metode penelitian dilakukan dengan survei wawancara untuk mendapatkan data volume penambang pasir yang diambil setiap hari, kemudian angkutan sedimen dihitung dengan formula Englund dan Hansen (1950). Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah penambangan pasir sebesar 76680 m3/tahun, dampak ekonomi akibat penambangan pasir salah satunya adalah terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar lokasi penambangan, nilai ekonomis yang dihasilkan oleh penambangan pasir per tahun senilai Rp. 6.129.000.000,- dengan jumlah penambang sekitar 198 orang, angkutan sedimen titik Jembatan Kebon Agung II sebesar 548.700,24 m3/tahun, titik Jembatan Kebon Agung I sebesar 485.977,69 m3/tahun, titik Jembatan Bantar sebesar 763.913,10 m3/tahun. Pias 1 (titik Jembatan Kebon Agung II sampai ke Jembatan Kebon Agung II) mengalami kecenderungan agradasi, dengan nilai degradasi sebesar 0,1537 m/tahun. Sedangkan, pias 2 (titik Jembatan Kebon Agung I sampai ke Jembatan Bantar) mengalami kecenderungan degradasi, dengan nilai degradasi sebesar -0,5218 m/tahun.
Aplikasi Metode Nash Pada Perhitungan Limpasan Langsung Menggunakan Data Hujan GPM 3IMERGHH Studi Kasus SubDAS Winongo Hulu Puji Harsanto; Hanan Eko Prihatmanti; Bayu Krisna Wisnulingga
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.386 KB) | DOI: 10.56860/jtsda.v1i2.27

Abstract

Data hujan terukur dari sisi jumlah dan interval waktu pendek masih belum tersedia secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Data hujan merupakan data utama yang dapat ditransformasi menjadi data debit aliran sebagai pengganti data debit terukur untuk analisis hidrologi, sehingga keterbatasan data hujan terukur merupakan hambatan yang cukup besar. Perkembangan teknologi saat ini memberikan opsi lain sebagai pengganti data hujan terukur untuk dapat dimanfaatkan dalam analisis hidrologi. Salah satu teknologi modern yang dirasa dapat mengganti ketidak-tersediaan data hujan terukur adalah data hujan satelit. Data hujan satelit telah mencakup secara merata di seluruh wilayah Indonesia dengan interval waktu pendek. Salah satu data hujan satelit yang dapat dimanfaatkan dan ditransformasi menjadi debit aliran adalah data hujan satelit GPM 3IMERGHH. Penelitian dilakukan di sub DAS Winongo hulu pada tanggal 19 s/d 21 Februari 2017 dengan menerapkan Metode Nash pada data hujan satelit GPM 3IMERGHH yang ditinjau berdasarkan grid spasialnya untuk mengetahui perbandingan hidrograf limpasan langsung dari data hujan satelit GPM 3IMERGHH di sub DAS Winongo hulu dan data terukur dari sub DAS lain dengan karakteristik serupa. Perbandingan debit limpasan langsung sub DAS Winongo hulu dan sub DAS Code hulu menunjukkan hasil yang cukup sejajar, dengan demikian metode satuan Nash dianggap dapat digunakan untuk menganalisis hidrograf.

Page 1 of 1 | Total Record : 6