Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Potensi Wisata dan Preferensi Visual Lanskap Wisatawan untuk Pengembangan Pariwisata Pesisir (Kasus : Pantai Angin Mamiri dan Tanjung Bayang Kota Makassar) Feri Fadlin; Muh Aris Marfai
Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3727.217 KB) | DOI: 10.22146/mgi.15613

Abstract

Diagnosis Penyakit Tanaman Padi Menggunakan Metode Promethee Eny Maria; Feri Fadlin; Medi Taruk
Informatika Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 15, No 1 (2020): Informatika Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.715 KB) | DOI: 10.30872/jim.v15i1.2844

Abstract

Pertanian mempunyai arti yang penting bagi kehidupan manusia, selama manusia hidup, selama itu juga pertanian tetap akan ada. Hal itu disebabkan karena makanan merupakan kebutuhan manusia paling pokok selain udara dan air. Makanan merupakan hasil dari pertanian yang mana setiap tahun kebutuhan akan makanan semakin meningkat karena populasi manusia terus bertambah. Secara khusus beras merupakan hasil dari tanaman padi yang digunakan sebagai makanan pokok manusia. Penyebab kurangnya perkembangan teknologi pertanian padi yaitu karena setiap tumbuhan memiliki Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) seperti hama, penyakit dan gulma atau tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian. Hama merupakan organisme perusak tanaman (serangga) pada bagian tanaman sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan sempurna. Penyakit adalah hasil dari beberapa gangguan dalam proses kehidupan tanaman yang disebabkan oleh jamur, virus dan bakteri. Biasanya perkembangan populasi OPT dikendalikan secara alami oleh musuh alaminya melalui pendekatan agro-ekosistem.
ANALISIS INDEKS KEKRITISAN LINGKUNGAN DI KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT 8 OLI/TIRS Feri Fadlin; Nia Kurniadin; Astrolabe Sian Prasetya
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 3, No 01 (2020): Volume 03 Issue 01 Year 2020
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1452.591 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2020.6232

Abstract

Indeks Kekritisan Lingkungan (ECI) didefinisikan sebagai kondisi kritis lingkungan akibat peningkatan suhu permukaan tanah (LST) dan berkurangnya indeks kerapatan vegetasi (NDVI). Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa ECI berbanding lurus dengan peningkatan suhu dan berbanding terbalik dengan tutupan vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ECI di Kota Makassar dengan memanfaatkan citra satelit landsat 8 OLI/TIRS perekaman tahun 2013-2018. Metode penelitian untuk analisa ECI selain menggunakan algoritma LST dan NDVI juga dilakukan dengan menggunakan persamaan deduktif modifikasi dengan penambahan algoritma indeks kawasan terbangun (NDBI) dan indeks kebasahan (NDWI) untuk meningkatkan akurasi klsifikasi ECI di wilayah Kota Makassar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi tren peningkatan LST dan NDBI serta penurunan NDVI di wilayah Kota Makassar tahun 2013 – 2018. . Algoritma indeks kebasahan NDWI juga dapat digunakan sebagai tambahan dalam formula deduktif ECI dan mampu meningkatkan akurasi klasifikasi dengan mengeliminasi tubuh air sebagai kategori lingkungan kritis. Hasil klasifikasi indeks kekritisan lingkungan ECI menunjukkan bahwa 46,69% wilayah Kota Makassar termasuk dalam kategori tidak kritis, 51,55% masuk kategori kritis dan 1,76% termasuk kategori sangat kritis. Wilayah dengan kategori sangat kritis tersebar di Jalan Tamalate, wilayah Jalan Maccini Raya, Jalan Teuku Umar 11, Jalan Tinumbu Jalan Abdul Rahman Hakim, Jalan Manuruki, dan sekitar jalan Tol Reformasi.
Pemetaan Daerah Rawan Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Suli Kabupaten Luwu Radik Khairil Insanu; Feri Fadlin; F.V. Astrolabe Sian Prasetya
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P2M Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.389 KB) | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1001

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu masalah klasik yang sangat sering melanda Indonesia, khususnya di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Salah satu aspek yang menjadi bagian dari kajian kebencanaan banjir adalah unsur kerawanan/ ancaman/ bahaya (hazard). Komponen kerawanan/ bahaya dapat didefinisikan sebagai sebuah ancaman yang memiliki potensi menyebabkan kerugian pada manusia baik kerugian materil maupun jiwa. Penelitian ini mengkaji aspek kerawanan bencana banjir pada DAS Suli Kabupaten Luwu. Ruang lingkup substansial dari penelitian ini mencakup penyusunan dan pembuatan peta topografi, perhitungan debit banjir rencana dan data historis kejadian banjir, serta penyusunan peta daerah rawan banjir pada DAS Suli Kabupaten Luwu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hidrologi dan hidrolika serta memetakan daerah rawan banjir DAS Suli Kabupaten Luwu. Metode yang digunakan penelitian ini adalah survei pengumpulan data ketinggian banjir historis dan simulasi numerik 2D Hec-Ras. Hasil analisis debit banjir rencana menunjukkan bahwa, banjir yang terjadi di DAS Suli Kabupaten Luwu termasuk dalam kejadian kala ulang 50 tahun, sedangkan kapasitas tampung maksimum sungai suli adalah pada debit kala ulang 5 tahun. Pemetaan daerah rawan banjir dilakukan dengan mengkombinasikan hasil simulasi numerik 2 dimensi hec ras dengan data primer hasil survei dan pengukuran elevasi banjir historis pada DAS Suli. Hasil analisis menunjukkan korelasi yang kuat antara data kedalaman banjir hasil simulasi dengan kedalaman banjir historis dengan nilai korelasi 96,03%. Hasil pemetaan daerah rawan banjir menunjukkan bahwa kelurahan Suli Kecamatan Suli sebagai daerah dengan luas wilayah terbesar terkena banjir. luas genangan untuk klasifikasi tingkat bahaya banjir rendah (<0.76m) adalah 172,96 Ha, Tingkat bahaya banjir sedang (0.76m – 1.5m) adalah 84,70 Ha, dan Tingkat bahaya banjir tinggi (>1.5m) adalah 87,09 Ha.
Monitoring Perubahan Penggunaan Lahan Menggunakan Citra Satelit Sentinel 1 di DAS Wanggu Kota Kendari Feri Fadlin; Muhammad Arsyad Thaha; Farouk Maricar; Mukhsan Putra Hatta
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (Desember 2021)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1821.276 KB) | DOI: 10.56860/jtsda.v1i2.5

Abstract

Perubahan penggunaan lahan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu isu penting bagi penyusun kebijakan. Monitoring perubahan penggunaan lahan pada DAS membutuhkan data dan informasi spasial dan bersifat multitemporal. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan pemanfaatan citra satelit Sentinel 1 yang dapat diperoleh secara gratis. Sentinel 1 merupakan satelit milik Europan Space Agency (ESA) yang diluncurkan pada tahun 2014 dengan membawa sensor Synthetic Aperture Radar (SAR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola efektifitas pemanfaatan SAR untuk pemantauan perubahan penggunaan lahan di DAS Wanggu. Pengumpulan dan analisis awal data dilakukan menggunakan Google Earth Engine (GEE) yang merupakan platform berbasis cloud data dengan arsip data berskala dunia yang memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mengakses dan menganalis data secara online dan gratis. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pemanfaatan teknologi SAR dapat digunakan untuk pemantauan perubahan penggunaan lahan pada DAS. Hasil dari pengolahan citra SAR memberikan informasi terkait rona, warna dan pola penggunaan lahan tanpa dipengaruhi oleh kondisi cuaca khususnya tutupan awan. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan citra satelit resolusi tinggi diperoleh bahwa citra satelit Sentinel 1 memiliki akurasi 76,13% khususnya pada klasifikasi penggunaan lahan permukiman. Kata Kunci: Sentinel-1, Synthetic Aperture Radar (SAR), Google Earth Engine (GEE), Maximum Likelihood
ANALISIS SPASIOTEMPORAL INDEKS KEKRITISAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA LAND SURFACE TEMPERATURE DAN NORMALIZED DIFFERENCE VEGATATION INDEX DI KOTA MAKASSAR Feri Fadlin; Suparjo Suparjo; Adha Mashur Sajiah; Natalis Ransi; Jumadil Nangi
semanTIK Vol 6, No 1 (2020): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.325 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v6i1.8643

Abstract

Pembangunan infrastruktur dan jumlah penduduk yang terus meningkat di wilayah Kota Makassar memberikan dampak negatif berupa penurunan kualitas lingkungan dan peningkatan suhu udara yang dikenal dengan fenomena Urban Heat Island (UHI). Peningkatan suhu udara akibat fenomena UHI berdampak pada kualitas hidup manusia, kesehatan, kenyamanan masayarakat kota, dan peningkatan kekritisan lingkungan/Environmental Criticality Index (ECI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara spasial dan multitemporal ECI di Kota Makassar menggunakan algoritma Land Surface Temperature dan Normalized Difference Vegetation Index. Penelitian ini menggunakan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS perekaman tahun 2013 – 2018 path 114 row 64 untuk menghitung suhu permukaan dan kerapatan vegetasi menggunakan algoritma Land Surface Temperature (LST) dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Indeks kekritisan lingkungan dihitung dan dianalisis menggunakan persamaan deduktif ECI dan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan adanya tren peningkatan LST pada wilayah dengan tutupan lahan bangunan dan indeks kerapatan vegetasi NDVI rendah dan membentuk formasi pulau bahang perkotaan (UHI). Hasil analisis ECI juga menunjukkan adanya tren peningkatan area lahan teridentifikasi kritis di Kota Makassar yaitu sebesar 20,69 Km2 dalam rentang waktu 2013 - 2018.Kata kunci; Land Surface Temperature (LST), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Environmental Criticality Index (ECI), Sistem Informasi Geografis (SIG)
Identifikasi Perubahan Penggunaan Lahan Pada Sub DAS Karang Mumus Provinsi Kalimantan Timur Miftahul Jannah; Feri Fadlin; Dyah Widyasasi; Suparjo Suparjo
Journal of Geomatics Engineering, Technology, and Science Vol. 2 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/gets.v2i1.33

Abstract

This research is motivated by the growth of population and its activities. The increasing population and the more intensive activities of people in a place have an impact on changes in land use. One thing shown is changes in the Karang Mumus River Watershed (DAS) sub-area in Samarinda. Samarinda is one of the cities that is developing with a population that is increasing every day and has a variety of urban activities which are not small, causing the need for space is also not small. This research aims to identify land use and land use changes in the Karang Mumus sub-watershed. The method used in this research is the Geographic Information System (GIS) method, to process and analyze data so as to obtain information, types of land cover, area and changes in land use in the Karang Mumus sub-watershed in 1990, 2000, 2011 and 2020. Results from this research, over the past three decades, there has been a significant decrease in the area of dry land forests, while residential areas and the mining sector have seen rapid growth. The loss of dry land forests potentially disrupts ecological functions, including carbon absorption and serving as habitats for various species, which can impact ecosystem health and biodiversity. The expansion of residential areas and mining without proper management and planning poses environmental risks, including erosion, pollution, and potential degradation of water resources and air quality.
Pemetaan Deforestasi dan Perubahan Tutupan Lahan di Wilayah Pertambangan Nikel Kecamatan Pomalaa Memanfaatkan Teknologi Penginderaan Jauh Andi Baso Sofyan A. P.; Feri Fadlin; Dawamul Arifin; Radik Khairil Insanu; Ahmad Aris Mundir Sutaji
Journal of Geomatics Engineering, Technology, and Science Vol. 2 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/gets.v2i2.35

Abstract

Pomalaa District, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Province, is one of the regions in Indonesia which has quite large mining potential, especially for nickel commodities. The stages of nickel mining activities consist of land clearing activities which can cause deforestation or reduction of forest area. The aim of this research is to map deforestation and land cover changes that occur in the nickel mining area of Pomalaa District. It is expected that the results of this research can be used as consideration in formulating policies for efforts to rehabilitate land damaged by mining activities in Pomalaa District, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Province. The method used in this research is multi-time remote sensing image data analysis. The data used are Landsat 8 images in 2014, 2018 and 2023 to analyze changes in forest areas and changes in land cover at the research location during that time period. The results of the research show that there has been a decrease in the area of forest and vegetated areas, that is in 2014 the area reached 17,207.9 hectares to 16,178.4 hectares in 2018 and 16,110.1 hectares in 2023. Meanwhile, the mine excavation area has increased from 1,792.3 hectares in 2014 to 2,005.4 hectares in 2023. Likewise, the area of built-up land and open land has increased from 3,509.3 hectares in 2014 to 4,370.7 hectares in 2023.
Perbandingan Hasil Pengolahan Data GPS Geodetic Menggunakan Aplikasi Compass Solution dan Aplikasi Trimble Business Center Dawamul Arifin; Nadira Ayu Herliana; Feri Fadlin; Radik Khairil Insanu
Journal of Geomatics Engineering, Technology, and Science Vol. 2 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/gets.v2i2.37

Abstract

The background of this research is as an effort to determine the level of accuracy in the Compass Solution and Trimble Business Center software. So that you can find software with a better level of accuracy. The purpose of this study is to find out the results of processing static observation data using Compass Solution and Trimble Business Center software to obtain a report on the processing results in the form of point coordinate values. The methods used in measurement activities are absolute and differential methods which are then processed using Compas Solution Software and Trimble Business Center software. The results obtained in this study are the availability of the difference in coordinates X, Y and Z when processing using Compass Solution and Trimble Business Center software. The results of differential method data processing using the Trimbel Business Center application (strategy 3) are closest to the fixed BM coordinate values ​​that have been determined, namely with an average difference in the X value of 7.75 mm, Y value of 17.5 mm, and the average difference The Z value is 266.25 mm. Meanwhile, the results of absolute method data processing using the Compass Solution application (strategy 2) are closest to the fixed BM coordinate values, namely with an average difference in the X value of 1,129 mm, Y value of 229.25 mm, and an average difference in Z value is 1,131 mm.
Development of Ecotourism Scenario Based on Seawater Quality Evaluation La Harudu; La Ode Nursalam; Nurlansi Nurlansi; Agus Sugiarto; Ahmad Tarmizi Abdul Karim; Fahrudi Ahwan Ikhsan; Andri Estining Sejati; Masri Ridwan; Liyushiana Liyushiana; Feri Fadlin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 5 (2024): September 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.5.1377-1387

Abstract

There were various activities in the Bungkutoko Island Kali Biru Bathing area by PT. Pelindo Nusantara and community settlements can unwittingly impact the quality of the water environment. This study aimed to determine the quality of seawater in the Kali Biru bathing area and develop a sustainable tourism-based environmental engineering concept. This research method uses surveys and laboratory analysis. Examination of water samples is carried out directly. Seawater analysis is descriptive with quality data from the results of water quality tests in testing laboratories whose feasibility levels were determined based on Indonesia's government rule number 22 of 2012. The results showed that three elements had laboratory test values exceeding the threshold value, namely: nitrite (NO2-N), sulfate (SO4), and iron (Fe), which should not be present, but during the study, there were already values for nitrite (NO2-N) of 0.12, 0.006, and 0.0006, sulfate (SO4) of 2.3, 1.4, and 4.8 and iron (Fe) of 0.0012, 0.0019, and 0.001 while the other six elements starting from pH (degree of acidity), salinity (%), nitrate (NO3-N), oil and grease, arsenic (As), and total coliform were within the regional quality threshold sea tourism. Scenarios for developing tourism activities through ecotourism activities.