Matlamat Minda
Matlamat Minda adalah jurnal ilmiah peer review yang diterbitkan oleh Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis, Indonesia. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menerbitkan artikel berkualitas tinggi yang didedikasikan untuk bidang manajemen dakwah. Ruang lingkup jurnal meliputi manajemen dakwah, strategi dakwah, administrasi dakwah, manajemen haji dan umrah, manajemen zakat, donasi dan sedekah, dan Manajemen Keuangan Syariah. Jurnal Manajemen Dakwah terbit dua kali setahun pada bulan Juli dan Desember. Pengajuan terbuka sepanjang tahun. Sebelum mengirimkan, pastikan naskah sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal Manajemen Dakwah, ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, dan mengikuti pedoman penulis dan template naskah kami
Articles
60 Documents
SUSUR GALUR STUDI ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT MELAYU DESA KELAPAPATI KABUPATEN BENGKALIS
Prayugo yugo;
Asruari Misda;
Desi Pajrianti
Matlamat Minda Vol 2, No 1 (2022): VOL. 2 NO. 1 JULI 2022
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (469.768 KB)
|
DOI: 10.56633/jdki.v2i1.391
Islam sebagai agama yang universal (rahmatan lil’alamin) memiliki sifat mudah beradaptasi untuk tumbuh di segala tempat dan waktu, salah satunya dalam perkawinan. Bagi suku bangsa yang memiliki adat dan budaya, perkawinan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi manusia dalam kehidupan yang dilaksanakan dalam suatu upacara yang terhormat serta mengandung unsur sakral di dalamnya termasuk adat perkawinan Masyarakat Melayu. Perkawinan adalah sebuah institusi sosiobudaya dalam Adat Melayu, yang berfungsi utama untuk melanjutkan generasi Masyarakat Melayu agar berkembang dan mengikuti sunatullah. Ini juga sejalan dengan konsep Tidak Melayu hilang di Bumi. Begitu pentingnya perkawinan ini dalam Adat- Istiadat Melayu, sehingga upacaranya sendiri memiliki tahapan-tahapan yang begitu rinci, unik, menarik, dan eksotik. Tujuan dari studi Adat perkawinan Masyarakat Melayu ini adalah untuk mengetahui prosesi adat perkawinan malayu di Desa Kelapapati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif diskriptif, yaitu peneliti melakukan wawancara kepada masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama yang mengetahui tentang adat istiadat perkawinan melayu. Hasil penelitian menununjukan bahwa dalam Adat Perkawinan Masyarakat Melayu terdapat tiga tahapan yaitu tahap sebelum perkawian, Prosesi Adat Persiapan Perkawinan dan tahap setelah perkawinan.
Metode Dakwah Dalam Didikan Subuh Di Masjid Jamik Desa Kuala Alam Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis
intan safitri;
Prayugo yugo
Matlamat Minda Vol 1, No 1 (2021): Matlamat Minda
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (40.775 KB)
|
DOI: 10.56633/jdki.v1i1.249
Penelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya kegiatan keagamaan yang dilakukan di sekolah dan keluarga di Desa Kuala Alam Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini dilakukan di Masjid Jami’ Desa Kuala Alam Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Penulis ingin melihat metode dakwah yang dilakukan dalam kegiatan didikan subuh dan dampak yang ditimbulkan dari didikan subuh Di Masjid Jami’ Desa Kuala Alam. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan selama tiga bulan dengan melibatkan empat orang sebagai narasumber untuk menganalisa data dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode dakwah yang dilakukan di dalam Kegiatan Didikan Subuh menggunakan Metode Bil Hikmah (bijaksana), Mau’izhah Hasanah (pendidikan, ilmu pengetahuan), dan Mujadalah (tukar pendapat). Metode-metode diterapkan di dalam kegiatan Didikan Subuh baik untuk kelancaran program maupun keberlangsungan program ke depannya. Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan Didikan Subuh ini adalah anak-anak mempunyai ilmu pengetahuan agama yang lebih, mereka menjadi lebih terampil dari segi kegiatan keagamaan dan praktek lainnya. Selain itu, kegiatan didikan subuh ini juga membantu anak-anak yang minim ilmu pengetahuan agama di sekolah.Kata Kunci : Metode Dakwah; Kegiatan Keagamaan; Didikan Subuh
Perencanaan Dakwah Dalam Menghadapi Perubahan Sosial Di Era Globalisasi
Mentari Tri Indah Rahmayani;
Fakhrurrozi Bin Ahmad
Matlamat Minda Vol 1, No 2 (2021): Vol.1, No.2 Desember 2021
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (506.188 KB)
|
DOI: 10.56633/jdki.v1i2.286
Perencanaan dakwah merupakan suatu hal yang menentukan keberhasilan dalam dakwah. Perencanaan yang dipersiapkan secara matang, akan menghasilkan penyelenggaran dakwah berjalan secara terarah dan teratur. Sehingga segala sumber daya manusia, tenaga dan waktu yang ada tidak disia-siakan. Kelemahan dakwah yang selama ini dilaksanakan salah satu penyebanya adalah karena tidak terencana secara matang sesuai dengan kebutuhan sosial masa kini. Dakwah Terkesan bahwa penyelenggaraan dakwah yang terjadi selama ini hanya seadanya atau biasa-biasa saja hanya menurut selera da’i semata tanpa mempedulikan situasi dan kondisi jama’ah. Lembaga-lembaga dakwah atau para penyelenggara dakwah perlu melakukan perencanaan dakwah yang strategis dengan metode yang tepat supaya dakwah dapat diterima sesuai dengan kondisi psikologis terkini yang dihadapi oleh masyarakat. Perencanaan dakwah yang akan dirumuskan harus menelaah pada konsep perubahan sosial yang terjadi saat ini, di tengah derasnya arus globalisasi dengan harapan agar dakwah yang akan dilakasanakan kelak lebih mengarah pada tujuan dan sasran secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif penulis ini mencoba menyelesaikan permasalahan yang menjadi tujuan penelitian ini, yakni bagaimana perencanaan dakwah dalam menghadapi perubahan sosial di era globalisasi.
Tradisi Sosial Keagamaan Masyarakat Pulau Bengkalis dalam menyambut serta memeriahkan Ramadhan dan Idul Fitri
Abu Hurairah;
Triana Susanti
Matlamat Minda Vol 2, No 1 (2022): VOL. 2 NO. 1 JULI 2022
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (545.46 KB)
|
DOI: 10.56633/jdki.v2i1.378
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tradisi sosial keagamaan yang ada di Pulau Bengkalis dalam menyambut serta memeriahkan Ramadhan dan Idul Fitri. 3 orang narasumber dari setiap desa dan kelurahan diwawancarai untuk mengetahui ragam, cara dan tujuan tradisi tersebut diadakan. Di temukan 8 macam tradisi sosial keagamaan yang dilakukan masyarakat pulau bengkalis yaitu kenduri, ziarah kubur, petang megang/balimau kasai, gotong royong, memasang lampu colok, nuzulul qur’an, takbiran dan bara’an. Untuk setiap kegiatan disertakan dalil Al-Qur’an atau Hadis yang mungkin berkaitan atau bahkan menjadi motivasi pelaksanaan tradisi tersebut.
Manajemen Perkumpulan Mubaligh (Pmb) Dalam Pengembangan Dakwah Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya
khairul izham;
Jarir jarir
Matlamat Minda Vol 1, No 1 (2021): Matlamat Minda
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (35.363 KB)
|
DOI: 10.56633/jdki.v1i1.254
Penelitian ini dilakukan dengan memfokuskan pada manajemen pengembangan dakwah di salah satu lembaga dakwah yaitu Perkumpulan Mubaligh Bengkalis (PMB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman manajemen PMB dan apa faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen pengembangan dakwah pada Perkumpulan Mubaligh Bengkalis (PMB) di Kecamatan Bengkalis. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Setelah peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan teknik yang disebutkan sebelumnya, maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan dakwah yang dilakukan oleh Manajemen PMB (Perkumpulan Mubaligh Bengkalis) di Kecamatan Bengkalis terdiri dari beberapa langkah yaitu: Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan Pengendalian. Dan juga ada dua sisi positif dan negatif dengan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen pengembangan dakwah pada Perkumpulan Mubaligh Bengkalis (PMB)Kata Kunci : Manajemen PMB, Pengembangan Dakwah
Persepsi Masyarakat Terhadap Majelis Zikir Al-Hidayah Dalam Pembinaan Akhlak Remaja Di Desa Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
Fakhrurrozi Bin Ahmad;
Syahrul Nizam
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 1 No 1 (2021): Vol.1, No.1 Juli 2021
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v1i1.246
Penelitian ini dilatar belakangi oleh opini yang berkembang di masyarakat Desa Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis yang menganggap Majelis Zikir Al-Hidayah tidak baik untuk diikuti karena jadwal kegiatannya hingga larut malam serta lokasi kegiatan yang tergolong jauh dari pemukiman penduduk. Penelitian ini menjelaskan tentang persepsi masyarakat terhadap Majleis Zikir Al-Hidayah dan minimnya remaja di Desa Pangkalan Jambi mengikuti kegiatan majelis zikir tersebut. Sebagai kajian deskriptif kualitatif, penulis melakukan penelitian ini selama tiga bulan di Desa Pangkalan Jambi. Adapun teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Untuk pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian, ternyata persepsi masyarakat terhadap Majelis Zikir Al-Hidayah adalah cukup baik karena pada umunya mereka sangat mendukung terhadap kegiatan yang dilaksanakan, terutama dalam pembinaan akhlak remaja. Minimnya remaja mengikuti kegiatan tersebut disebabkan jadwal kegiatannya hingga larut malam dan kurangnya minat remaja terhadap kegiatan sebagaimana dimaksud.
Strategi Dakwah Terhadap Masyarakat Pesisir Desa Bukit Batu Dari Perpsektif Samsul Munir Amin
Sumiati Sumi;
Asruari Ari misda
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 1 No 1 (2021): Vol.1, No.1 Juli 2021
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v1i1.247
Penelitian ini dilakukan untuk melihat kondisi ekonomi, sosial, budaya, hukum, dan agama di desa dengan kecenderungan yang ada seperti adanya kriminalitas, penggunaan obat-obat terlarang, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk melihat konsep strategi dan relevansi dakwah menurut Samsul Munir Amin. Untuk mendapatkan data penulis telah melakukan penelitian selama tiga bulan di desa Bukit Batu Kecamatan Bukit Batu dengan menggunakan teknik dokumentasi dan wawancara terhadap beberapa narasumber sebagai informan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi dakwah menurut Samsul Munir Amin terdiri dari pendekatan struktural dan kultural. Dari kedua pendekatan tersebut menunjukkan adanya relevansi kegiatan keagamaan yang cenderung sesuai dengan pendekatan struktural seperti LPTQ, MTQ dan pendekatan kultural seperti LAM, rebana, kompang, majelis ta’lim, majelis sholawat.
Metode Dakwah Dalam Didikan Subuh Di Masjid Jamik Desa Kuala Alam Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis
intan safitri;
Prayugo yugo
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 1 No 1 (2021): Vol.1, No.1 Juli 2021
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v1i1.249
Penelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya kegiatan keagamaan yang dilakukan di sekolah dan keluarga di Desa Kuala Alam Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini dilakukan di Masjid Jami’ Desa Kuala Alam Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis. Penulis ingin melihat metode dakwah yang dilakukan dalam kegiatan didikan subuh dan dampak yang ditimbulkan dari didikan subuh Di Masjid Jami’ Desa Kuala Alam. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan selama tiga bulan dengan melibatkan empat orang sebagai narasumber untuk menganalisa data dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode dakwah yang dilakukan di dalam Kegiatan Didikan Subuh menggunakan Metode Bil Hikmah (bijaksana), Mau’izhah Hasanah (pendidikan, ilmu pengetahuan), dan Mujadalah (tukar pendapat). Metode-metode diterapkan di dalam kegiatan Didikan Subuh baik untuk kelancaran program maupun keberlangsungan program ke depannya. Dampak yang ditimbulkan dari kegiatan Didikan Subuh ini adalah anak-anak mempunyai ilmu pengetahuan agama yang lebih, mereka menjadi lebih terampil dari segi kegiatan keagamaan dan praktek lainnya. Selain itu, kegiatan didikan subuh ini juga membantu anak-anak yang minim ilmu pengetahuan agama di sekolah.Kata Kunci : Metode Dakwah; Kegiatan Keagamaan; Didikan Subuh
Strategi Dakwah Dalam Pembinaan Mualaf Rumah Saudara Baru (DMDI) di Desa Jangkang Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis
Muhammad safuan;
Amrizal rizal
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 1 No 1 (2021): Vol.1, No.1 Juli 2021
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v1i1.252
Kajian ini dilatarbelakangi dari satu kondisi Mualaf di Rumah Saudara Baru Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Desa Jangkang Kecamatan Bantan yang kurang di perhatikan secara maksimal. Kenyataannya Mualaf sangat memerlukan pembinaan spiritual dan mentalitas ketauhidan agama Islam. Kondisi ini menyebabkan banyak diantara Mualaf jarang mengikuti pembinaan yang telah dan adanya pengelolaan sarana dakwah dan pendidikan belum menunjukan proses seharusnya. Penulis ingin mendapatkan data bagaimana strategi dakwah digunakan dalam pembinaan Mualaf, faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat proses pembinaan, serta sejauh mana hasil pembinaan yang dilaksanakan para da’i/da’iyah (guru) terhadap mualaf Rumah Saudara Baru Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Desa Jangkang Kecamatan Bantan. Untuk menjelaskan kajian kulitatif deskriftif yang penulis lakukan, maka langkah-langkah untuk mendapatkan data tersebut penulis menggunakan obsevasi, wawancara dan dokumentasi sebagai metode dalam pengumpulan data. Hasilnya strategi yang digunakan dalam pembinaan menggunakan dakwah formal dan non-formal serta pendekatan individual. Sedangkan sarana yang mendukung ada juga mualaf yang enggan belajar disebabkan jarak tempuh yang jauh dan kondisi ekonomi. Disamping itu, pembinaan belum terlaksana, hal ini juga ditunjukan dengan belum minimnya strategi yang digunakan sebagaimana diharapkan.Kata Kunci: Dakwah Dan DMDI
Manajemen Perkumpulan Mubaligh (Pmb) Dalam Pengembangan Dakwah Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya
khairul izham;
Jarir jarir
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 1 No 1 (2021): Vol.1, No.1 Juli 2021
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v1i1.254
Penelitian ini dilakukan dengan memfokuskan pada manajemen pengembangan dakwah di salah satu lembaga dakwah yaitu Perkumpulan Mubaligh Bengkalis (PMB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman manajemen PMB dan apa faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen pengembangan dakwah pada Perkumpulan Mubaligh Bengkalis (PMB) di Kecamatan Bengkalis. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Setelah peneliti melakukan pengumpulan data dengan menggunakan teknik yang disebutkan sebelumnya, maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan dakwah yang dilakukan oleh Manajemen PMB (Perkumpulan Mubaligh Bengkalis) di Kecamatan Bengkalis terdiri dari beberapa langkah yaitu: Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan Pengendalian. Dan juga ada dua sisi positif dan negatif dengan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen pengembangan dakwah pada Perkumpulan Mubaligh Bengkalis (PMB)Kata Kunci : Manajemen PMB, Pengembangan Dakwah