Matlamat Minda
Matlamat Minda adalah jurnal ilmiah peer review yang diterbitkan oleh Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis, Indonesia. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menerbitkan artikel berkualitas tinggi yang didedikasikan untuk bidang manajemen dakwah. Ruang lingkup jurnal meliputi manajemen dakwah, strategi dakwah, administrasi dakwah, manajemen haji dan umrah, manajemen zakat, donasi dan sedekah, dan Manajemen Keuangan Syariah. Jurnal Manajemen Dakwah terbit dua kali setahun pada bulan Juli dan Desember. Pengajuan terbuka sepanjang tahun. Sebelum mengirimkan, pastikan naskah sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal Manajemen Dakwah, ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, dan mengikuti pedoman penulis dan template naskah kami
Articles
60 Documents
Dakwah Dalam Seni; Analisis Pesan Dalam Tari Zapin Meskom
Jefrizal rizal;
Zul fila ilham
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 1 No 2 (2021): Vol.1, No.2 Desember 2021
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v1i2.281
Kajian ini dilatar belakangi oleh kondisi dimana sebagian masyarakat terutama generasi muda kurang memahami tentang nilai-nilai yang terdapat didalam tari Zapin Meskom. oleh karena itu kajian ini ingin melihat fungsi serta pesan yang terdapat didalam tarian tersebut. Sebagai penelitian deskriptif kualitatif, maka penulis menggunakan dokumentasi, wawancara serta observasi terhadap masyarakat sebagai informan yang dipilih. Hasil kajian didapati bahwa didalam tari Zapin Meskom ternyata memiliki fungsi sebagai media silaturahmi, media seni pertunjukan, media edukasi dan media olahraga yang terdapat pada syair lagu, pada gerak tari, pada penampilan, maupun pada saat proses pelatihan. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat tiga pesan dakwah yang terkandung didalam tari Zapin Meskom seperti pesan syariah, pesan akidah, dan pesan akhlak.
Perencanaan Dakwah Dalam Menghadapi Perubahan Sosial Di Era Globalisasi
Mentari Tri Indah Rahmayani;
Fakhrurrozi Bin Ahmad
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 1 No 2 (2021): Vol.1, No.2 Desember 2021
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v1i2.286
Perencanaan dakwah merupakan suatu hal yang menentukan keberhasilan dalam dakwah. Perencanaan yang dipersiapkan secara matang, akan menghasilkan penyelenggaran dakwah berjalan secara terarah dan teratur. Sehingga segala sumber daya manusia, tenaga dan waktu yang ada tidak disia-siakan. Kelemahan dakwah yang selama ini dilaksanakan salah satu penyebanya adalah karena tidak terencana secara matang sesuai dengan kebutuhan sosial masa kini. Dakwah Terkesan bahwa penyelenggaraan dakwah yang terjadi selama ini hanya seadanya atau biasa-biasa saja hanya menurut selera da’i semata tanpa mempedulikan situasi dan kondisi jama’ah. Lembaga-lembaga dakwah atau para penyelenggara dakwah perlu melakukan perencanaan dakwah yang strategis dengan metode yang tepat supaya dakwah dapat diterima sesuai dengan kondisi psikologis terkini yang dihadapi oleh masyarakat. Perencanaan dakwah yang akan dirumuskan harus menelaah pada konsep perubahan sosial yang terjadi saat ini, di tengah derasnya arus globalisasi dengan harapan agar dakwah yang akan dilakasanakan kelak lebih mengarah pada tujuan dan sasran secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif penulis ini mencoba menyelesaikan permasalahan yang menjadi tujuan penelitian ini, yakni bagaimana perencanaan dakwah dalam menghadapi perubahan sosial di era globalisasi.
Analisis Strategi Pemasaran Di Era New Normal Pada Biro Perjalanan Umrah
ade yuliar;
Nike Novita Sari Fadhilah
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 1 No 2 (2021): Vol.1, No.2 Desember 2021
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v1i2.289
Munculnya kebijakan pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang menghentikan sementara kedatangan jamaah umrah akibat imbas dari Covid-19 turut dirasakan biro perjalanan umrah dan haji khusus di Indonesia. Merespon situasi pandemi, maka pemerintah Indonesia membuat kebijakan di era new normal dan tentunya menjadi tantangan bagi biro perjalanan umrah ditengah belum dibukanya jemaah umrah di luar Kerajaan Arab Saudi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pemasaran biro perjalanan umrah di era new normal. Penelitian ini dilakukan pada PT Samira Ali Wisata Tour & Travel Cabang Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Responden penelitian adalah pimpinan, admin dan mitra PT Samira Ali Wisata Tour & Travel Cabang Sukoharjo. Hasil penelitian terdapat strategi pemasaran di era new normal yang diterapkan oleh PT Samira Ali Wisata Cabang Sukoharjo yaitu home meet dan merilis aplikasi M-Samira.
Nilai-Nilai Dakwah Dalam Film Animasi Nussa Dan Rara (Analisis Semiotik Roland Barthes)
Hikmah Muftiana;
Tri Wulandari
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 1 No 2 (2021): Vol.1, No.2 Desember 2021
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v1i2.312
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana nilai-nilai dakwah dalam film animasi Nussa dan Rara dengan menggunakan analisis semiotika yang dikemukakan oleh Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan teknik analisis semiotik dengan melihat makna dari tanda-tanda terhadap film yang diteliti yaitu film animasi Nussa dan Rara episode 1-16. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau library research. Sumber data primer yaitu video film Nussa dan Rara yang diperoleh melalui youtube dan sumber data sekunder penelitian ini yaitu berupa buku-buku, jurnal dan dari internet yang dianggap relevan dengan penelitian ini sehingga dapat memperkuat pendapat dan melengkapi hasil penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi dan teknik analisis data menggunakan pendekatan analisis semiotik teori Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat nilai-nilai dakwah dalam film animasi Nussa dan Rara. Dari sepuluh nilai-nilai dakwah yang dikemukakan oleh Imam Al-Ghazali hanya terdapat tujuh nilai-nilai dakwah yang berhubungan dengan enam belas episode Nussa dan Rara yang peneliti teliti. Yaitu meliputi : Nilai taubat, nilai sabar, nilai zuhud, nilai mahabbah, nilai ikhtiar, nilai ridho dan nilai niat.
Kesejahteraan Sosial Petugas Masjid Kota Bengkalis dan Sekitarnya: Ragam Tugas, Upah dan UMK
Abu Hurairah;
Mahsuri Suri
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 1 No 2 (2021): Vol.1, No.2 Desember 2021
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v1i2.323
Abstrak: Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesejahteraan sosial petugas masjid Kota Bengkalis dan sekitarnya dengan cara membandingkan upah petugas masjid dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kabupaten Bengkalis 2020. Kesejahteraan Sosial yang difokuskan pada penelitian ini adalah pemenuhan kebutuhan material agar dapat hidup layak, dan belum membahas pemenuhan kebutuhan spiritual dan sosial. Dari 16 masjid yang diteliti hanya upah imam masjid Istiqomah Kabupaten Bengkalis yang berada di atas UMK. Bahkan masih ada masjid yang tidak memberikan upah secara perbulan.
Manajemen Zakat Produktif dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat
Askana Fikriana
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 2 No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 Juli 2022
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v2i1.324
Penelitian ini dilakukan dengan memfokuskan kepada pendistribusian zakat produktif yang dilakukan oleh BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) sebagai salah satu bentuk upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui seberapa besar pengaruh zakat produktif dalam meningkatkan perekonomian bagi masyarakat yang menerimanya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dan pengumpulan data berdasarkan literatur-literatur zakat produktif. Sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendistribusian zakat produktif berdampak kepada meningkatnya perekonomian masyarakat karena bentuk dari pendistribusiannya tidak dalam bentuk bantuan sekali habis, seperti makanan pokok. Akan tetapi berupa bantuan yang terus berkembang, seperti modal usaha, kemudian tidak sebatas diberikan modal saja, namun juga diberikan pelatihan-pelatihan agar bagaimana usaha yang diberikan modal tadi akan terus berkembang.
Meninjau Kembali Ilmu Makki-Madani (Refleksi Filosofis)
Nadana Mardhotillah;
Junaidi junaidi;
Reno Firdaus
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 2 No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 Juli 2022
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v2i1.374
Upaya untuk mempelajari al-Quran secara menyeluruh merupakan suatu dorongan yang kuat bagi ulama-ulama kaum muslimin terdahulu, bahkan hingga sekarang. Ranting-ranting ilmu yang menopang agar al-Qur’an bisa dikaji secara keseluruhan menjadi perhatian dan dikembangkan, termasuk ilmu Makki dan Madani. Sebagai ranting dari ilmu ulumul Qur’an, tentunya ia dapat ditelaah berdasarkan ilmu pengetahuan yang bertumpu pada tiga cabang filsafat yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Landasan ontologi berkaitan dengan pemahaman seseorang tentang kenyataan, landasan epistemologi memberikan pemahaman tentang sumber dan sarana pengetahuan manusia, dan aksiologi yang memberikan suatu pemahaman tentang nilai hubungan kualitas objek dengan subjek. Dalam kajian ini didapati bahwa ilmu Makki dan Madani walaupun secara teori tidak didapati definisi sekaligus pengertian yang final, namun justru di situlah letak keunikan dan kemanfaatannya yang tidak bisa dinafikan. Pada gilirannya, kajian tentang ayat Makki dan Madani masih relevan untuk dibahas hingga hari ini.
Tradisi Sosial Keagamaan Masyarakat Pulau Bengkalis dalam menyambut serta memeriahkan Ramadhan dan Idul Fitri
Abu Hurairah;
Triana Susanti
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 2 No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 Juli 2022
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v2i1.378
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tradisi sosial keagamaan yang ada di Pulau Bengkalis dalam menyambut serta memeriahkan Ramadhan dan Idul Fitri. 3 orang narasumber dari setiap desa dan kelurahan diwawancarai untuk mengetahui ragam, cara dan tujuan tradisi tersebut diadakan. Di temukan 8 macam tradisi sosial keagamaan yang dilakukan masyarakat pulau bengkalis yaitu kenduri, ziarah kubur, petang megang/balimau kasai, gotong royong, memasang lampu colok, nuzulul qur’an, takbiran dan bara’an. Untuk setiap kegiatan disertakan dalil Al-Qur’an atau Hadis yang mungkin berkaitan atau bahkan menjadi motivasi pelaksanaan tradisi tersebut.
SUSUR GALUR STUDI ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT MELAYU DESA KELAPAPATI KABUPATEN BENGKALIS
Prayugo yugo;
Asruari Misda;
Desi Pajrianti
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 2 No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 Juli 2022
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v2i1.391
Islam sebagai agama yang universal (rahmatan lil’alamin) memiliki sifat mudah beradaptasi untuk tumbuh di segala tempat dan waktu, salah satunya dalam perkawinan. Bagi suku bangsa yang memiliki adat dan budaya, perkawinan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi manusia dalam kehidupan yang dilaksanakan dalam suatu upacara yang terhormat serta mengandung unsur sakral di dalamnya termasuk adat perkawinan Masyarakat Melayu. Perkawinan adalah sebuah institusi sosiobudaya dalam Adat Melayu, yang berfungsi utama untuk melanjutkan generasi Masyarakat Melayu agar berkembang dan mengikuti sunatullah. Ini juga sejalan dengan konsep Tidak Melayu hilang di Bumi. Begitu pentingnya perkawinan ini dalam Adat- Istiadat Melayu, sehingga upacaranya sendiri memiliki tahapan-tahapan yang begitu rinci, unik, menarik, dan eksotik. Tujuan dari studi Adat perkawinan Masyarakat Melayu ini adalah untuk mengetahui prosesi adat perkawinan malayu di Desa Kelapapati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif diskriptif, yaitu peneliti melakukan wawancara kepada masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama yang mengetahui tentang adat istiadat perkawinan melayu. Hasil penelitian menununjukan bahwa dalam Adat Perkawinan Masyarakat Melayu terdapat tiga tahapan yaitu tahap sebelum perkawian, Prosesi Adat Persiapan Perkawinan dan tahap setelah perkawinan.
Nilai Dakwah yang Terkandung dalam Surah Ali-Imran Ayat 159; Studi Komparatif Tafsir al-Azhar Karya H.Abdul Malik Karim Amrullah dan Tafsir al-Mishbah Karya Muhammad Quraish Shihab
Muhammad Hafiz;
Amrizal Rizal
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 2 No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 Juli 2022
Publisher : STAIN Bengkalis
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56633/jdki.v2i1.393
Tulisan ini membahas tentang nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam surat Ali Imran ayat 159 menurut tafsir Tafsir al-Azhar Karya H.Abdul Malik Karim Amrullah dan Tafsir al-Mishbah Karya Muhammad Quraish Shihab. Metode kajian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan teknik analisis data analisis isi (content analyisis) dan komparasi. Hasil kajian ini adalah ada empat nilai dakwah yang terkandung dalam surat Ali Imran ayat 159, yaitu sikap lemah lembut, pemaaf, bermusyawarah dan bertawakal. Dalam kaitannya dengan tafsir ayat ini, ada persamaan dan perbedaan yang ditemukan antara Hamka dan Quraish Shihab, keduanya sama-sama menyatakan bahwa sikap lemah lembut itu merupakan anugerah dari Allah, tapi Quraish Shihab mengelaborasi lebih jauh bahwa sifat tersebut sudah terbentuk sejak dini pada diri Nabi sementara Hamka tidak menguraikannya. Demikian pula dalam memahami konsep musyawarah, penafsiran Quraish Shihab jauh lebih kontekstual ketimbang Hamka.