cover
Contact Name
Mentari Tri Indah Rahmayani
Contact Email
mentari.tri@gmail.com
Phone
+6285375862896
Journal Mail Official
mentari.tri@gmail.com
Editorial Address
jl. Lembaga senggoro Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Matlamat Minda
ISSN : -     EISSN : 28076753     DOI : 10.56633
Core Subject : Religion,
Matlamat Minda adalah jurnal ilmiah peer review yang diterbitkan oleh Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis, Indonesia. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menerbitkan artikel berkualitas tinggi yang didedikasikan untuk bidang manajemen dakwah. Ruang lingkup jurnal meliputi manajemen dakwah, strategi dakwah, administrasi dakwah, manajemen haji dan umrah, manajemen zakat, donasi dan sedekah, dan Manajemen Keuangan Syariah. Jurnal Manajemen Dakwah terbit dua kali setahun pada bulan Juli dan Desember. Pengajuan terbuka sepanjang tahun. Sebelum mengirimkan, pastikan naskah sesuai dengan fokus dan ruang lingkup Jurnal Manajemen Dakwah, ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, dan mengikuti pedoman penulis dan template naskah kami
Articles 60 Documents
STRATEGI DAKWAH MAJELIS PENGAJIAN MUHAMMAD DUNG DI DESA KEMBUNG LUAR KECAMATAN BANTAN KABUPATEN BENGKALIS Julisyafika; Amrizal
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jdki.v5i2.1302

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi dakwah “majelis pengajian Muhammad Dung di Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi dakwah yang diterapkan oleh majelis pengajian Muhammad Dung dan mengevaluasi dampak positifnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kajian pustaka dan dokumentasi secara langsung dengan jumlah informan 10 orang meliputi pimpinan majelis Pengajian, Pengurus yang termasuk di dalam struktur kepengurusan, serta jama’ah majelis pengajian. Beberapa variabel utama akan digunakan untuk mengukur efektivitas dakwah, seperti perencanaan dan pelaksanaan dakwah yang meliputi beberapa indikator, yaitu perumusan tujuan dakwah, identifikasi sasaran dakwah (mad’u), penyusunan materi dakwah, penjadwalan kegiatan, pemilihan metode dakwah, Rapat koordinasi sebelum kegiatan, pelaksanaan kegiatan pengajian sesuai jadwal, penyampaian materi oleh da’i, Penerapan metode dakwah, penggunaan media dakwah, partisipasi jama’ah, dan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis pengajian Muhammad Dung menerapkan strategi dakwah terpadu dengan pendekatan multimetodologis, yakni menggunakan berbagai macam metode atau cara secara bersamaan atau bergantian untuk mencapai tujuan tertentu. Meskipun dihadapkan dengan berbagai kendala seperti kurangnya partisipasi masyarakat dan keterbatasan sarana prasarana, kegiatan dakwah tetap konsisten dilaksanakan. Strategi ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran keagamaan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Dengan demikian, strategi dakwah terpadu dengan pendekatan multimetodologis yang diterapkan oleh majelis pengajian Muhammad Dung di Desa Kembung Luar Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, dapat menjadi model dalam pengembangan dakwah.
Analisis Program Dakwah Penggiat Penyuluh Agama Islam Desa SeKecamatan Bantan Muhammad
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pelaksanaan program dakwah yang dilakukan oleh penggiat penyuluhagama Islam di desa-desa wilayah Kecamatan Bantan secara mendalam dan komprehensif.Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, danstudi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pelaksanaan programdakwah sudah berjalan cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman keagamaan dan praktiksosial masyarakat, terdapat sejumlah kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia,kurangnya partisipasi aktif masyarakat, dan tantangan dalam penyesuaian metode dakwahterhadap kebutuhan beragam masyarakat. Penelitian ini memberi wawasan strategis untukpengembangan program dakwah yang lebih adaptif, inklusif, dan berdampak luas bagimasyarakat Kecamatan Bantan.
DAKWAH DALAM TRADISI POTONG JAMBUL (WALIMAH TASMIYAH) DESA BANTAN AIR KECAMATAN BANTAN KABUPATEN BENGKLAIS Rizal, Amrizal; Prayugo; Imam Hakim
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Juli 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembacaan Kitab Al-Barzanji merupakan salah satu tradisi keagamaan yang syarat nilai-nilai spiritual dan budaya dalam masyarakat Muslim, khususnya di pulau bengkalis. Pembacaan Kitab Al-Barzanji adalah kegiatan melantunkan teks berisi pujian (shalawat), kisah kelahiran, nasab, dan akhlak Nabi Muhammad ﷺ yang disusun oleh Syekh Ja‘far bin Hasan Al-Barzanji. Dalam acara potong jambul (puputan), pembacaan Al-Barzanji dilakukan sebagai bagian dari rangkaian doa dan syukuran atas kelahiran seorang anak, sekaligus sebagai sarana dakwah dan pendidikan keagamaan. Tradisi potong jambul atau puputan merupakan budaya lokal yang menandai fase awal kehidupan bayi, biasanya setelah tali pusar lepas. Ketika Islam berkembang di Nusantara, para ulama dan wali menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan kultural, yaitu mengislamkan tradisi tanpa menghilangkan nilai adat yang baik. Salah satu bentuknya adalah memasukkan pembacaan Al-Barzanji ke dalam acara potong jambul. Pembacaan Kitab Al-Barzanji dalam acara potong jambul (puputan) mengandung berbagai nilai dakwah yang penting dan relevan bagi kehidupan umat Islam. Pembacaan Kitab Al-Barzanji memiliki relevansi yang kuat dengan tradisi potong jambul (puputan) karena keduanya sama-sama mengandung makna spiritual, sosial, dan edukatif. Pembacaan Kitab Al-Barzanji dalam acara potong jambul (Walimah Tasmiyah) mengandung beberapa bentuk dakwah yang disampaikan secara halus dan efektif.
NILAI-NILAI DAKWAH ETHNO PARENTING MASYARAKAT MELAYU KEARIFAN LOKAL DALAM POLA ASUH, DI PULAU BENGKALIS Jarir, Jarir Jarir; Prayugo; Pajrianti, Desi
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam praktik ethnoparenting (pola asuh berbasis etnis) pada masyarakat Melayu. Ethnoparenting bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan merupakan instrumen dakwah yang efektif dalam menanamkan fondasi karakter religius sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan orang tua, serta studi dokumentasi terhadap tradisi lisan seperti syair, pantun, dan petuah "Tunjuk Ajar Melayu". Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dakwah ditanamkan secara halus (soft approach) melalui tiga dimensi utama. Pertama. Dimensi Akidah, melalui pengenalan kalimat tauhid dan puji-pujian kepada Allah dalam syair pengantar tidur. Kedua. Dimensi Syariah, melalui pembiasaan ibadah dan pengenalan "pantang larang" yang bersumber dari hukum Islam; dan Ketiga.  Dimensi Akhlak, melalui penekanan pada adab sopan santun dan penghormatan kepada orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ethnoparenting di masyarakat Melayu merupakan wujud akulturasi yang tuntas antara agama dan budaya, di mana setiap tahapan pengasuhan anak difungsikan sebagai media transmisi nilai-nilai Islam untuk membentuk generasi yang berakal budi dan berakhlakul karimah.
NILAI-NILAI DAKWAH PADA TRADISI KENDURI TURUN SAMPAN DI DESA TELUK LANCAR KECAMATAN BANTAN KABUPATEN BENGKALIS Sarina; Misda, Asruari
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan prosesi tradisi kenduri turun sampan serta mengungkapkan nilai-nilai dakwah yang terkandung di dalamnya. Jenis pendekatan menelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan metode purposive sampling melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menemukan bahwa rangkaian kegiatan kenduri dimulai dari menentukan hari, mengundang orang, meyiapkan makanan, berkumpul, dilanjutkan pembacaan do'a, kemudian makan bersama disertai ngobrol santai, lalu diakhiri dengan penyiraman air doa dan menurunkan sampan ke sungai. Tradisi kenduri turun sampan juga terdapat tiga unsur nilai dakwah, diantaranya terdapat nilai aqidah, yang tampak saat pembacaan bismillah, doa bersama, dan tidak ada unsur syirik serta praktik yang menyimpang dari ajaran Islam. Nilai akhlak, yang terlihat dari sikap saling menghormati, sopan santun, dermawan, disiplin, menjaga kebersihan lingkungan, dan memiliki sikap gotong royong. Nilai syari'ah melalui penerapan kepatuhan syariat Islam seperti berpakaian sopan menutup aurat, bersikap amar ma'ruf nahi mungkar, dan mempererat tali persaudaraan. Tradisi ini juga selaras dengan prinsip Islam dan berfungsi sebagai media dakwah berbasis budaya lokal. meskipun ketiga nilai dakwah tersebut ada dalam tradisi kenduri turun sampan, nilai akhlak memiliki peran yang paling menonjol, karena tampak secara nyata dalam perilaku keseharian masyarakat.
Gerakan Dakwah Wahabi Dalam Bingkai Moderasi Beragama: Antara Purifikasi Akidah Dan Tantangan Pluralitas Julisyafika
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Juli 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan dakwah Wahabi berlandaskan pada semangat pemurnian akidah, yakni usahamengembalikan ajaran Islam kepada kemurnian tauhid sebagaimana dicontohkan oleh RasulullahSAW dan generasi salafus shalih. Gagasan ini dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahhab padaabad ke-18 sebagai gerakan reformasi terhadap praktik keagamaan yang dianggap telahmenyimpang dari prinsip tauhid, seperti bid’ah dan khurafat. Tujuan utamanya adalah menegakkankembali kemurnian ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, tanpa campuran tradisi ataupraktik yang tidak memiliki dasar syar‘i. Di Indonesia, pemikiran Wahabi berkembang melalui jalurdakwah, pendidikan, serta lembaga sosial-keagamaan. Namun, kehadirannya sering kalimenimbulkan dinamika dan perdebatan karena adanya perbedaan pendekatan antara Islam kulturalNusantara yang akomodatif terhadap tradisi lokal dengan ajaran Wahabi yang lebih tekstual danpuritan. Ketegangan ini menjadi semakin kompleks ketika dihadapkan pada paradigma moderasiberagama yang digagas oleh pemerintah Indonesia untuk menjaga keseimbangan, toleransi, dankeharmonisan sosial di tengah kemajemukan masyarakat. Penelitian ini berupaya menelaah posisigerakan Wahabi dalam konteks moderasi beragama di Indonesia dengan menyoroti dialektika antarasemangat purifikasi akidah dan nilai-nilai moderasi. Melalui pendekatan kualitatif dan studikepustakaan (library research), kajian ini menafsirkan relasi antara prinsip teologis Wahabi danrealitas sosial masyarakat Indonesia yang plural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipunberbeda dalam orientasi dan metode dakwah, Wahabi dan moderasi beragama dapat menemukantitik temu dalam penegakan tauhid, amar ma’ruf nahi munkar, serta dakwah yang bijaksana dankontekstual.
Komunitas Islami Sebagai Ruang Pertumbuhan Identitas Dan Kesehatan Psikologis Gen Z Urban Palembang al kahfi
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Juli 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urban Generation Z in Palembang faces increasingly fluid and flexible religious identity dynamics in response to the pressures of city life, intense digital exposure, and the demand for more freedom of self-expression. In this context, Islamic communities emerge as social spaces that not only provide religious activities but also serve important psychological functions for the development of this generation. This study aims to describe how Islamic communities contribute to shaping religious identity, providing emotional support, and strengthening the psychological well-being of urban Generation Z in Palembang. Using a descriptive qualitative method, data were collected through in-depth interviews and observations in several active Islamic communities with significant engagement with young people in Palembang. The results show that Islamic communities serve as platforms for Generation Z to find meaning in life, reinforce spiritual values, reduce psychological stress caused by urban pressures, and build emotionally safe social networks. Moreover, these communities help them cope with tendencies such as FOMO, confusion about life direction, and emotional instability that often arise in fast-paced digital life. Islamic communities also provide spaces for self-actualization through creative activities, preaching, mentoring, and peer support. This study concludes that Islamic communities play a significant role as supportive ecosystems for the psychological health and religious identity development of urban Generation Z, and they are relevant to be developed as models for religious guidance in increasingly complex digital and urban contexts.
Pengembangan Potensi Makam Mbah Keramat Depok Kota Semarang Sebagai Daya Tarik Wisata Religi Shabrina; Uswatun Niswah
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Desember 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan sumber data yang diperoleh dari pengurus, dan pengunjung ziarah Makam Mbah Keramat Depok. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pengembangan potensi Makam Mbah Keramat Depok agar menjadi daya tarik wisata religi Kota Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan potensi Makam Mbah Keramat Depok pada aspek internal di antaranya melengkapi  fasilitas, sarana dan prasarana objek wisata, seperti mendirikan pusat oleh-oleh dan memberikan pendampingan kepada para pengunjung atau peziarah. Sedangkan pengembangan potensi Makam Mbah Depok pada aspek eksternal meliputi adanya kerjasama yang baik antara pengelola makam dengan media sosial, seperti meningkatkan penyediaan sarana informasi pada makam dan branding Makam Mbah Keramat Depok sebagai destinasi wisata religi Kota Semarang.
Strategi Dakwah K. H. Muntaha Al-hafidz Dalam Meningkatkan Religiusitas Masyarakat Kalibeber Wonosobo Mukhamad Khusni Mutoyyib; Uswatun Niswah
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Juli 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan historical research yaitu penelitian yang menggunakan pendekatan sejarah atau studi kasus (biografi tokoh). Penelitian ini bertujuan untuk membuat rekontruksi masa lampau secara sistematis dan objektif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi (buku, arsip, tulisan tokoh, karya) dan wawancara dengan orang terdekat (triangulasi sumber). Metode pengumpulan data, peneliti lakukan melalui : pertama, eknik wawancara, peneliti melakukan wawancara terhadap keturunan K.H. Muntaha Al-Hafidz, santri Pondok Pesantren Al-Asy’ariyah dan masyarakat Kalibeber Wonosobo di lingkungan sekitarnya. Teknik wawancara ini digunakan untuk mengetahui stratetegi dakwah dan aktivitas dakwah yang dilakukan KH Muntaha Al-Hafidz semasa hidupnya dalam meningkatkan religiusitas masyarakat Kalibeber Wonosobo. Kedua, teknik observasi, dalam hal ini peneliti mengamati dan mencatat langsung kegiatan di Pondok Pesantren Al-Asyariyyah. Ketiga, teknik dokumentasi, metode pengumpulan data ini penulis gunakan untuk mengumpulkan dokumen-dokumen tentang kegiatan dakwah K.H. Muntaha Al-Hafidz dalam meningkatkan religiusitas masyarakat Kalibeber Wonosobo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dakwah yang dilakukan K.H. Muntaha Al-Hafidz dalam meningkatkan religiusitas masyarakat Kalibeber Wonosobo adalah strategi sentimental (Al Manhaj Al Athifi), Strategi rasional (Al Manhaj Al Aqli), Strategi Indrawi (Al-Manhaj Al-hissi). Strategi dakwah tersebut diimplementasikan dalam aktifitas dakwahnya melaui praktek keagamaan dan keteladanan bagi santri maupun masyarakat di sekitarnya. Strategi dakwahnya mampu mengubah dan mentransformasi pola pikir dan pola hidup masyarakat Kalibeber Wonosobo dalam memandang dan memahami agama untuk kehidupan sehari - hari.
NU Online sebagai Model Dakwah Digital Berbasis Moderasi Islam Rohman97; M. Faisal Zam-Zami; Faradis Amara Nisa
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 5 No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Juli 2025
Publisher : IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran NU Online sebagai media dakwah digital resmi Nahdlatul Ulama sejak pendiriannya pada tahun 2003. Fokus kajian diarahkan pada strategi konten, kanal dakwah, serta efektivitas interaksi audiens dalam memperkuat citra NU sebagai organisasi Islam moderat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif, dengan sumber data berupa artikel jurnal, buku, dokumen resmi NU, serta konten yang dipublikasikan di website NU Online. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan analisis konten tematik, dengan kategorisasi berdasarkan jenis kanal dakwah, relevansi pesan, dan konsistensi prinsip moderasi Islam. Kriteria pemilihan sumber ditetapkan pada publikasi sepuluh tahun terakhir yang relevan dan kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU Online berhasil memanfaatkan kanal-kanal konten seperti Warta, Keislaman, Khutbah, Hikmah, dan Tausiyah untuk menyampaikan dakwah yang terstruktur, moderat, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern. Strategi ini tidak hanya memperluas jangkauan dakwah, tetapi juga meningkatkan literasi keagamaan dan membangun komunikasi dua arah dengan audiens. NU Online terbukti menjadi model dakwah digital yang berkelanjutan, karena mampu mengintegrasikan nilai spiritual, sosial, dan budaya dalam satu platform. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan NU Online terletak pada konsistensi konten, relevansi dengan kebutuhan masyarakat, serta kemampuan menjaga citra organisasi sebagai lembaga Islam moderat yang mampu menjawab tantangan era digital.