cover
Contact Name
Didik Sumanto
Contact Email
jipmi@unimus.ac.id
Phone
+6282221586617
Journal Mail Official
jipmi@unimus.ac.id
Editorial Address
Jalan Kedungmundu Raya No. 18 Tembalang Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 28295617     DOI : https://doi.org/10.26714/jipmi
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI) mewadahi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dan temuan inovasi teknologi terapan diutamakan yang berhubungan dengan bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2022): April" : 10 Documents clear
Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan Covid-19 Melalui Pelatihan Dan Media Promosi Kesehatan Di Kelurahan Sendangguwo RW.01 Mifbakhuddin Mifbakhuddin; Sri Haryani
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.466 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.1

Abstract

Latar belakang: Covid-19 adalah penyakit menular yang menyerang pada manusia dan angka kematian Covid-19 sebanyak 3%. Kegiatan penyuluhan tentang Covid-19 merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang pencegahan penularan Covid-19. Berdasarkan hasil survei dengan kuesioner yang telah dilakukan pada warga RW 01 RT 05 bahwa dari 26 KK ada 7 KK ( 26,9% ) tidak pernah di datangi oleh pelayanan kesehatan, namun 19 KK pernah di datangi oleh pelayanan kesehatan tidak mengenai edukasi Covid-19 dan protokol kesehatan. Tujuan: Tujuan PKM ini adalah upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan peran warga RW 001 RT 05 Kelurahan Sendangguwo, Kota Semarang. Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan metode 1) penyuluhan untuk edukasi Covid-19, 2) pelatihan membuat masker kain tanpa sentuhan benang dan jarum jahit, 3) membuat liflet edukasi singkat mengenai Covid-19, 4) pengiriman video edukasi Covid-19 dan cara membuat masker kain secara praktis. Hasil: Pengetahuan tentang Covid-19 warga RT. 05 mengalami peningkatan hingga 100% setelah mendapatkan penyuluhan dan pelatihan. Pembagian liflet mendapat respon yang baik dari warga RT 05, seperti langsung membaca liflet untuk mengetahui isi dari liflet tersebut. Media KIE Covid-19 berupa video (cara membuat masker kain secara praktis) telah disebarkan melalui whatsapp grup RT.05 dan mendapatkan respon baik. Kesimpulan: Seluruh rencana kegiatan terlaksana dengan baik. Meningkatkan pendekatan kepada masyarakat untuk selalu mengingatkan protokol kesehatan yang sudah diberikan pada saat penyuluhan kesehatan, agar tidak terjadi penularan covid- 19. Kata kunci: warga, penyuluhan, liflet, media KIE, edukasi ______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Covid-19 is an infectious disease that attacks humans and the Covid-19 mortality rate is 3%. Counseling activities about COVID-19 are activities carried out to provide knowledge about preventing the transmission of COVID-19. Based on the results of a survey with a questionnaire that has been conducted on residents of RW 01 RT 05 out of 26 families there are 7 families (26.9%) who have never been visited by health services, but 19 families have been visited by health services not regarding COVID-19 education. and health protocols. Objective: The purpose of this PKM is an effort to increase knowledge, and skills and develop the role of residents of RW 001 RT 05 Sendangguwo Village, Semarang City. Results: The results of counseling and training have increased reaching 100%, the level of knowledge is obtained from the post-test given by residents of RT 05 during the Covid-19 education counseling. The distribution of the leaflets received a good response from the residents of RT 05, such as directly reading the leaflet to find out the contents of the leaflet. The KIE Covid-19 media in the form of a video (how to make a practical cloth mask) has been distributed via Whatsapp group RT 05 and received a good response. Conclusion: All planned activities were carried out well. Increasing the approach to the community to always remind the health protocols that have been given during health counseling, so that there is no transmission of Covid-19. Keywords: inhabitant, counseling, leaflet, KIE media, education
Sosialisasi Kebiasaan Cuci Tangan Sebagai Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 Di Kelurahan Bulusan Kota Semarang Ulfa Nurullita; Mugram Rashid Samual; Fiki Imania; Wulandari Meikawati
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.683 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.2

Abstract

Latar belakang: COVID -19 menular melalui  droplets yang keluar saat seseorang yang terinfeksi berbicara, bersin atau batuk. Di RT 5 RW 3 Timoho Timur Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang Kota Semarang, pada  awal September 2020 telah tercatat 1 kasus Covid-19. Upaya pencegahan yang  dapat  dilakukan dengan mudah adalah mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, tidak menyentuh area wajah dan menggunakan masker dengan baik. Tujuan: mencegah penularan COVID-19 di wilayah tersebut dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya kebiasaan mencuci tangan yang baik dan benar. Metode: sosialisasi praktek cuci tangan yang baik dan benar dengan pemberian leaflet, pemasangan poster dan pemberian fasilitas cuci tangan di tempat yang strategis. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat ini adalah disampaikannya sosialisasi cuci tangan yang benar kepada ketua RT, penyerahan leaflet kepada ketua RT, distribusi media sosialisasi berupa leaflet oleh ketua RT, pemasangan poster di tempat yang strategis, dan penyediaan fasilitas cuci tangan untuk warga. Leaflet telah diterima oleh tiap kepala keluarga, dan warga telah memanfaatkan fasilitas cuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas. Kesimpulan: Pemberian sosialisasi dan fasilitas sarana prasarana dapat meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat. Kata kunci: sosialisasi, kebiasaan cuci tangan, pencegahan, penularan covid-19 ___________________________________________________________________________________________ Abstract Background: COVID -19 is transmitted through droplets that come out when an infected person talks, sneezes, or coughs. In RT 5 RW 3 East Timoho, Bulusan Village, Tembalang District, Semarang City, at the beginning of September 2020, 1 Covid-19 case was recorded. Prevention efforts that can be done easily are washing hands using soap or hand sanitizer, not touching the face area, and using masks properly. Objective: prevent the transmission of COVID-19 in the area by implementing clean and healthy living behaviors, especially proper and correct habits of washing hands. Methods: socialization/education on proper and correct handwashing practices by giving leaflets, placing posters, and providing hand-washing facilities in strategic places. Results: The results of this community service are the delivery of proper handwashing socialization to the local neighborhood chair, the handover of leaflets to the local neighborhood chair, the distribution of leaflets by the local neighborhood chair, poster installation in strategic places, and the provision of hand washing facilities for residents. Leaflets have been received by each family head, and residents have used the hand-washing facilities before and after activities. Conclusion: The provision of socialization and infrastructure facilities can increase knowledge and encourage changes in community behavior. Keywords: Socialization, hand washing habits,  preventive, covid-19 transmission
Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pembukaan Kembali Layanan Posyandu dan PAUD RW.2 Tegalkangkung Kedungmundu Semarang Rahayu Astuti; Vira Suci Kurniasari
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.394 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.3

Abstract

Latar belakang: Posyandu di kota Semarang mulai Januari 2022 secara bertahap dibuka. Salah satu Posyandu yang akan buka adalah Posyandu Angrek 1 yang terletak di Tegalkangkung (RW 2), juga rencana buka PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Sebelum buka, maka perlu dilakukan sosialisasi hal-hal yang harus diperhatikan bagi pengelola posyandu maupun PAUD dan kepada ibu-ibu. Tujuan: 1). Melakukan sosialisasi kepada ibu balita, ibu hamil dan WUS tentang penerapan protokol kesehatan dan apa yang harus dilakukan jika posyandu dan PAUD dibuka . 2). Melakukan kerjasama dengan kader posyandu Anggrek 1 terkait informasi yang diperoleh dari Puskesmas Kedungmundu untuk disosialisasikan ke masyarakat. Metode: langkah-langkah dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan yaitu : 1) Audiensi kepada pengurus Posyandu Anggrek 1 dan pengelola PAUD dalam identifikasi masalah terkait kesiapan sarana dan prasarana yang harus ada pada saat buka posyandu dan PAUD. 2) Sosialisasi kepada ibu balita, ibu hamil dan WUS 3) Sosialisasi oleh kader tentang hasil penyuluhan yang diperoleh dari Puskesmas. Hasil: 1) Pada audensi hasil identifikasi masalah untuk kelengkapan sarana dan prasarana untuk buka posyandu, hampir semua sudah ada namun sarana yang belum disiapkan adalah ketersediaan masker cadangan dan perlengkapan desinfeksi. Pengelola PAUD belum menyiapkan semua sarana protokol Kesehatan. 2) Pada saat sosialisasi ibu-ibu antusias dan tertarik. Kesimpulan: 1). Ibu-ibu, pengelola posyandu dan PAUD antusias dalam kegiatan sosialisasi 2). Telah dilakukan kerjasama dengan kader posyandu Anggrek 1. Kata kunci: Sosialisasi, Penerapan protokol kesehatan, Posyandu, PAUD _________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Posyandu in Semarang city starting in January 2022 gradually opened. One of the Posyandu that will open is the Anggrek 1 Posyandu located in Tegalkangkung (RW 2), as well as plans to open PAUD (Early Childhood Education). Before opening, it is necessary to conduct socialization of things that must be considered for Posyandu and PAUD managers and for mothers. Objectives: 1) Conduct socialization with mothers of children under five, pregnant women, and WUS about the implementation of health protocol and what to do if posyandu and PAUD are opened. 2) Collaborating with Anggrek 1 Posyandu cadres regarding information obtained from the Kedungmundu Health Center to be disseminated to the public. Methods: the steps in implementing the solution offered are: 1) Audience to Anggrek 1 Posyandu management and PAUD managers in identifying problems related to the readiness of facilities and infrastructure that must be available at opening time posyandu and PAUD. 2) Socialization to mothers of children under five, pregnant women, and WUS 3) Socialization by cadres about the result of counseling obtained from Puskesmas. Result: 1) The results of the identification of problems for the completeness of facilities and infrastructure to open posyandu almost all of them already exist but the facilities that have not been prepared are the availability of spare masks and availability of disinfection equipment. PAUD management has not prepared all the health protocol facilities 2) At the time of socialization, mothers were enthusiastic and interested. Conclusion: 1) Mothers, posyandu, and PAUD managers were enthusiastic about the socialization activities. 2) A collaboration with Anggrek 1 Posyandu cadres has been carried out. Keywords: Socialization, Implementation of health protocol, Posyandu, PAUD
Penyuluhan Jajanan Sehat Untuk Anak Indonesia Sehat Tahara Dilla Santi; Aditya Candra
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.869 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.4

Abstract

Latar belakang: Anak usia sekolah dasar (7-13 tahun) belum mampu menentukan hal yang baik untuk kesehatan tubuhnya, termasuk dalam hal memilih jajanan yang sehat. Banyaknya pedagang yang menjajakan makanan cepat saji di lingkungan sekolah merupakan masalah bagi kesehatan anak. Upaya dini yang harus dilakukan adalah memberikan penyuluhan kepada anak terkait jajanan sehat. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan anak tentang jajanan sehat. Metode: Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di aula SDN 49 Banda Aceh yang diikuti oleh perwakilan siswa kelas II, III, IV dan V. Tim pengabdian memberikan pretest sebelum pelaksanakaan penyuluhan tentang jajanan yang sehat dan tidak sehat yang disajikan melalui power point. Selanjutnya pemutaran film bertemakan dampak salah memilih jajanan pada anak. Tim memberikan posttest dan membagikan bingkisan makanan sehat terdiri dari susu kotak, air mineral, biskuit dan kue.  Hasil: Kegiatan pengabdian meningkatkan pengetahuan siswa dengan nilai posttest (83.62±2.83) dan nilai pretest (66.73±3.42). Keaktifan siswa mencapai 90% dalam menjawab pertanyaan yang disampaikan tim.  Kesimpulan: Penyuluhan jajanan sehat dapat meningkatkan pengetahuan dan melatih kemampuan anak dalam memilih jajanan yang dijual lingkungan sekolah. Selanjutnya diharapkan kepada pihak sekolah dapat membimbing siswa saat memilih jajanan. Selain itu kantin sekolah lebih diberdayakan dalam penyediaan jajanan sehat untuk anak. Kata kunci: penyuluhan, jajanan sehat, anak __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Elementary school-age children (7-13 years) have not been able to determine what is good for their body health, including choosing healthy snacks. The number of traders selling fast food in the school environment is a problem for children's health. An early effort that must be done is to provide counseling to children regarding healthy snacks. Objective: To increase children's knowledge about healthy snacks. Methods: The counseling activity was carried out in the hall of SDN 49 Banda Aceh which was attended by representatives of class II, III, IV, and V students. The service team gave a pretest before the implementation of counseling about healthy and unhealthy snacks presented through power points. Furthermore, the screening of the film with the theme of the impact of choosing the wrong snacks on children. The team gave a posttest and distributed healthy food packages consisting of boxed milk, mineral water, biscuits, and cakes. Results: Service activities increased students' knowledge with posttest scores (83.62±2.83) and pretest scores (66.73±3.42). The activeness of students reached 90% in answering questions submitted by the team. Conclusion: Counseling on healthy snacks can increase knowledge and train children's abilities in choosing snacks that are sold in the school environment. Furthermore, it is hoped that the school can guide students when choosing snacks. In addition, the school canteen is more empowered in providing healthy snacks for children.  Keywords: counseling, healthy snacks, children
Edukasi Bahaya Asap Rokok Melalui Komik ASETARO Di SD N Jembrak Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Trixie Salawati; Nurina Dyah Larasaty; Rachma Laila Zein
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.136 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.6

Abstract

Latar belakang: Perlindungan terhadap anak-anak dari bahaya merokok penting untuk dilakukan, karena anak-anak berpeluang untuk menjadi perokok aktif dan pasif. Tidak hanya di perkotaan, anak-anak di pedesaan juga memiliki peluang yang sama untuk terkena penyakit akibat rokok. Analisis situasi di SD N Jembrak Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang menunjukkan bahwa para siswa membutuhkan informasi tentang bahaya asap rokok bagi kesehatan mereka. Tujuan: para siswa mengetahui bahaya asap rokok bagi kesehatan, sehingga dapat melindungi dari dari bahaya asap rokok. Metode: Edukasi kesehatan menggunakan media komik ASETARO, yang diawali dengan pre-test dan diakhiri dengan pos-test dan tanya jawab. Pre-test dan post-test digunakan untuk evaluasi hasil edukasi. Hasil: Para siswa menyukai edukasi melalui komik ASETARO karena mereka memperoleh informasi secara menyenangkan melalui gambar-gambar yang menarik dan mudah dipahami. Pada hasil pre-test hanya 8% siswa yang memperoleh nilai pengetahuan dalam kategori baik, namun pada hasil post-test telah meningkat menjadi 83%. Hal ini menunjukkan bahwa setelah memperoleh informasi tentang bahaya asap rokok melalui komik ASETARO pengetahuan siswa mengalami peningkatan. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan media komik ASETARO pada siswa di SDN Jembrak Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang mengenai bahaya asap rokok dapat meningkatkan pengetahuan sasaran. Kata kunci: Edukasi kesehatan, bahaya asap rokok, komik ASETARO __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: It is important to protect children from the harm of smoking because children have the opportunity to become active and passive smokers. Not only in urban areas, but children in rural areas also have the same opportunity to get diseases caused by smoking. Analysis of the situation at SD N Jembrak, Pabelan District, Semarang Regency, showed that students needed information about the harmful of cigarette smoke on their health. Objective: students know the harm of cigarette smoke to health, so they can protect themselves from the harm of cigarette smoke. Method: Health Education using ASETARO Comic media, which begins with a pre-test and ends with a post-test and question and answer. Pre-test and Post-test are used to evaluate educational outcomes. Result: The students liked education through ASETARO comics because they got information in a fun way through interesting and easy-to-understand. In the pre-test results, only 8% of students obtained knowledge scores in the good category, but the post-test results increased to 83%. This shows that after obtaining information about the harmful of cigarette smoke through ASETARO Comics, students' knowledge has increased. Conclusion: Community service activities using ASETARO Comics media to students at SDN Jembrak, Pabelan District, Semarang Regency about the harmful of cigarette smoke can increase children's knowledge. Keywords: Health education, the harmful of cigarette smoke, ASETARO comics
Pendampingan Program Berhenti Merokok Pada Siswa SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara Kabupaten Klaten Sutaryono Sutaryono; Rezyana Budi Syahputri
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.303 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.7

Abstract

Latar belakang: Proporsi perokok pada usia di atas 15 tahun mengalami peningkatan setiap tahunnya, khususnya pada remaja laki-laki. Kebiasaan merokok pada pelajar disebabkan karena kesalah pahaman informasi, pengaruh iklan dan pengaruh teman. Pengetahuan yang cukup akan memotivasi remaja untuk berperilaku hidup sehat karena individu dapat mempersepsikan informasi tersebut sesuai dengan predisposisi psikologisnya. Pengetahuan yang memadai tentang bahaya rokok bagi kesehatan diharapkan membuat orang yang belum merokok tetap tidak merokok dan para perokok bisa menghentikan kebiasaan yang sangat berbahaya ini. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa untuk berhenti merokok. Metode: Pendampingan ini dilakukan dengan persiapan yang melibatkan optimalisasi komunitas sekolah (OSIS), penyuluhan dengan metode participatory training, pelatihan pengurus dan kader berhenti merokok. Hasil: Peserta menunjukkan tingkat pengetahuan setelah kegiatan lebih tinggi daripada tingkat pengetahuan sebelum kegiatan yaitu sebesar 40%. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukkannya program pendampingan berhenti merokok terhadap pengetahuan siswa tentang bahaya rokok di SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara. Kata kunci: program berhenti merokok, penyuluhan, bermain peran ______________________________________________________________________________________ Abstract Background: The proportion of smokers over the age of 15 years has increased every year, especially in teenage boys. Smoking habits in students are caused by misunderstanding information, the influence of advertisements, and the influence of friends. Sufficient knowledge will motivate adolescents to behave in a healthy life because individuals can perceive the information according to their psychological predisposition. Adequate knowledge about the dangers of smoking to health is expected to keep people who have not smoked from smoking and smokers can stop this very dangerous habit. Objective: It aims to determine the knowledge of students to stop smoking. Methods: This is carried out with preparations that involve optimizing the school community (OSIS), counseling using participatory training methods, and training administrators and cadres of smoking cessation programs. Results: Participants showed that the level of knowledge after the activity was higher than the level of knowledge before the activity, which was 40%. Conclusion: There was an increase in knowledge after the smoking cessation mentoring program was carried out by students' knowledge about the dangers of smoking at SMK Muhammadiyah 3 Klaten Utara. Keywords: smoking cessation program, counseling, roleplay
Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Penerapan Keilmuan Guna Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat di Desa Tegalwaton Desy Aviolina; Dzuriyah Muwafiqoh; Ahmed Sajid Sabiq; Nabella Puji Astuti; Zehan Baihaqi; Firdaus Bani Adam; Putri Nova Della; Astrie Yuniartha; Diah Ayu Dwi Yanti; Ana Afilya; Niken Aulia Ramanda; Naumilla Hamaq; Asmarani Asmarani; Sabrina Putri Darmawan; Muhammad Amar Ma’ruf As Salami
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.275 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.9

Abstract

Latar belakang: Desa Tegalwaton adalah Salah satu desa yang berada di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Jumlah penduduk di Desa Tegalwaton berjumlah 4.783 jiwa. Jumlah Taman Kanak-Kanak berjumlah 2, Madrasah Ibtida’iyah berjumlah 2 dan Sekolah Dasar berjumlah 2. Berdasarkan observasi, di temukan beberapa masalah yaitu kurangnya minat belajar siswa sekolah dasar akibat terlalu lamanya sekolah online yang dilaksanakan selama masa pandemi ini serta kurangnya minat siswa pada pelajaran sains. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memotivasi siswa Sekolah Dasar mengenai pentingnya belajar dan sains di masa pandemi Covid-19. Metode: Program pengabdian di desa Tegalwaton berfokus pada dua program kerja yaitu Rumah Belajar dan Sains Asik yang dilakukan selama kurun waktu 27 Januari – 28 Februari 2022.  Metode kegiatan yang digunakan pada Rumah Belajar adalah Metode Ceramah dan Tanya Jawab, sedangkan pada program Sains Asik menggunakan metode Perlombaan dan Praktik. Hasil: Indikator keberhasilan dari kegiatan Rumah Belajar sebesar 100% yang mencakup meningkatnya pemahaman siswa dalam belajar dan antusias siswa mengikuti kegiatan Rumah Belajar. Sedangkan kegiatan Sains Asik merupakan kegiatan untuk menumbukan jiwa bertanya seperti seorang ilmuan dengan menerapkan Sain pada kehidupan sehari hari ini di ikuti oleh 15 anak dari Dusun Rekesan Desa Tegalwaton. Kegiatan ini sains ini telah memberikan  stimulus  dan  mengarahkan  siswa untuk bisa meningkatkan  minat serta mengembangkan   kemampuan   berpikir   kritisnya. Kesimpulan: Dengan adanya kegiatan Rumah Belajar dan Sains Asik meningkatkan kemampuan belajar dari siswa dan meningkatkan rasa ingin tahu siswa terhadap sains dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Kata kunci: anak-anak, rumah belajar, sains asik, Tegalwaton, Salatiga _________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Tegalwaton Village is one of the villages located in Tengaran District, Semarang Regency, Central Java Province. The total population of Tegalwaton Village is 4,783 people. The number of Kindergartens is 2, Madrasah Ibtida'iyah is 2, and Elementary Schools is 2. Based on observations, several problems were found, namely the lack of interest in learning for elementary school students due to too long online schooling during this pandemic period and the lack of student interest in science lessons. Objective: This community service aims to motivate elementary school students about the importance of learning and science during the Covid-19 pandemic.  Results: The success indicator of the Learning House activity was 100% which included increasing students' understanding of learning and enthusiastic students participating in Learning House activities. While the Fun Science activity is an activity to cultivate a questioning spirit like a scientist by applying science to everyday life, 15 children from Rekesan Hamlet, Tegalwaton Village, participated in this activity. This science activity has provided a stimulus and directed students to be able to increase their interest and develop their critical thinking skills. Conclusion: With the fun Learning and the Science House activities, it will improve the learning abilities of students and increase students' curiosity about science and apply it in everyday life. Keywords: children, schoolhouse, science fun, Tegalwaton, Salatiga
Pemberdayaan Masyarakat Desa Mluweh Kecamatan Ungaran Timur Dalam Menurunkan Hipertensi Untuk Mencegah Timbulnya Penyakit Non-Menular Irfanul Chakim; Hanif Elsa Fitriana; Abiva Alodia Rafi Yuniza; Hesti Anisatul Asqia; Nafisatul Alawiyah; Diana Afifah Rihhadatul A; Kuntie Ernawati; Yanti Rahayu
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.902 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.12

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data tahun 2021 yang didapatkan dari Puskesmas Kalongan, ada beberapa penyakit yang menjadi masalah kesehatan yang tecatat dari bulan Januari-Desember 2021. Diketahui bahwa penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Kalongan yaitu Hipertensi dengan jumlah kasus sebanyak 28,7 % (1.176)  kasus pada tahun 2021. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran desa mluweh akan pentingnya mengendalikan hipertensi di lingkungan sekitar. Metode: Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini yaitu: senam sehat pada usia dewasa umur 40-50 tahun, penyuluhan tentang pola makan yang baik dan melakukan skrining hipertensi di desa mluweh dan tegalsari pada lansia. Hasil: Berdasarkan kegiatan pemeriksaan tekanan darah, peserta yang berada pada kategori tekanan darah normal (≤ 120 mmHg dan ≤ 80 mmHg) sebanyak 2 orang, untuk kategori pre-hipertensi (120/80 mmHg – 139/89 mmHg) sebanyak 5 orang. Sedangkan yang berada pada kategori hipertensi (140/90 mmHg atau lebih ) sebanyak 10 orang. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test jumlah pengetahuan peseta mengetahui peningkatan, sebanyak 16 orang mengaalami peningkatan atau 94,11%. Selain itu, pelaksanaan senam sehat bertujan agar masyarakat dapat melakukan aktivitas fisik secara aktif untuk meregangkangram yang diagram otot, meningkatkan stamina, menambah kebahagiaan warga, dan mengurangi stress, sehingga diharapkan dapat menjadi upaya preventif kondisi hipertensi. Kesimpulan: Hasil penyuluhan yaitu peserta mengalami peningkatan pengetahuan yang ditunjukan dengan hasil pengetahuan tentang hipertensi sebeleum penyuluhan sebesar 11,76 %, sedangkan rata-rata pengetahuan setelah diberikan penyuluhan sebesar 70,59 %. Kata kunci: hipertensi, program pencegahan, Mluweh, Ungaran Timur _______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Based on 2021 data obtained from the Kalongan Health Center, there are several diseases that became health problems recorded from January-December 2021. It is known that the most common disease in the working area of ​​the Kalongan Health Center is Hypertension with a total of 28.7% (1,176 cases) case in 2021. Objective: This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of Mluweh village on the importance of controlling hypertension in the surrounding environment. Results: Based on blood pressure examination activities, there were 2 participants in the normal blood pressure category (≤ 120 mmHg and 80 mmHg), and for the pre-hypertension category (12/80 mmHg – 139/89 mmHg) as many as 5 people. While those in the category of hypertension (140/90 mmHg or more) were 10 people. Based on the results of the pre-test and post-test, the number of participants' knowledge of the increased, as many as 16 people experienced an increase of 94.11%. In addition, the implementation of healthy gymnastics aims so that people can do physical activity actively to stretch muscle diagrams, increase stamina, increase resident happiness, and reduce stress so it is expected to be a preventive effort for hypertension. Conclusion: The results of the counseling were that participants experienced an increase in knowledge as indicated by the results of knowledge about hypertension before counseling at 11.76%, while the average knowledge after being given counseling was 70.59%. Keywords: hypertension, prevention program, Mluweh, East Ungaran
Kampanye Pelayanan Kesehatan Berbasis Komunitas Sebagai Upaya Self-Care Pencegahan Covid-19: Sebuah Edukasi Protokol Kesehatan Dewi Puspito Sari; Nine Elissa Maharani; Nur Aini; Wartini Wartini; Hanifah Dina Aulia
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.13 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.14

Abstract

Latar belakang: Pencegahan menjadi salah satu kunci keberhasilan transmisi virus corona dan variannya. Masyarakat saat ini mengalami dampak negatif dari pandemi Covid-19 seperti stres, beban kerja berlebih dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan diri. Self-care adalah pilihan yang efektif untuk meminimalisir dampak negatif Pandemi. Desa Ketitang, Nogosari, Boyolali merupakan Desa dengan resiko tingkat penularan Covid-19 sangat rendah, diperlukan upaya dan inovasi dalam mempertahanankan kondisi tersebut melalui upaya self-care dengan edukasi protokol kesehatan melalui kampanye pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Tujuan: Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar masyarakat dapat melakukan upaya self-care sehingga dapat mempertahankan kehidupan, kesehatan dan kesejahteraan individu dalam keadaan sehat dan sakit secara mandiri. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam 3 tahap, tahapan pertama sosialisasi, edukasi dan kampanye pelayanan kesehatan kepada anggota Forum Kesehatan Desa (FKD) secara daring yang diukur keberhasilannya dari tingkat pemahaman terhadap materi dengan menggunakan instrumen berbasis Google Form, tahap kedua pembentukan program kegiatan terkait dengan upaya self-care dengan indikator terbentuknya program dan tahapan ketiga program dilaksanakan oleh masyarakat selama ±3bulan, kegiatan pendampingan, monitoring dan evaluasi kegiatan pada individu dan masyarakat. Hasil: Terjadi peningkatan pemahaman peserta sebesar 42,11%, terbentuk program kegiatan yang diberi nama Gotong Royong dimana kegiatan sosialisasi self-care disampaikan oleh anggota FKD kepada masyarakat dan mendampingi selama kegiatan. Kesimpulan: Anggota FKD dan masyarakat dapat memahami self-care dan melakukan secara mandiri melalui program Gotong royong pencegahan Covid-19 dan pendampingan oleh anggota FKD. Diharapkan peningkatan peran Puskesmas untuk memperkenalkan self- care dan manfaatnya kepada kader kesehatan dan masyarakat. Kata kunci: Self – care, Covid-19, Kampanye kesehatan, Preventif dan promotif, Desa Ketitang __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Prevention is the key to the successful transmission of the coronavirus and its variants. The pandemic has a negative impact on society such as stress, excessive workload, and lack of understanding of personal health. Self-care is an option to minimize the negative impact of the pandemic. Ketitang Village, Nogosari, Boyolali is a village with a low risk of Covid-19 transmission, efforts and innovation are needed to maintain this condition through self-care with health protocol education and community-based health service campaigns. Objective: so that people make efforts to self-care independently so that they can maintain their life, health, and well-being. Methods: The activity is carried out in 3 stages, the first stage is socialization, education, and health service campaigns to members of the Village Health Forum (FKD) online. program for ±3 months, mentoring, monitoring, and evaluation of activities. Results: There was an increase in participants' understanding by 42,11%, an activity program was formed under the name Gotong Royong which included self-care socialization activities delivered by FKD members to the community along with mentoring. Conclusion: FKD members and the community can understand self-care and do it independently through the Covid-19 prevention mutual cooperation program and assistance by FKD members. It is hoped that the role of the Puskesmas will increase to introduce self-care to health cadres and the community. Keywords: Self–care, Covid-19, Health campaign, Preventive and promotive, Ketitang Village
Edukasi Penggunaan Kelambu Berinsektisida Di Daerah Pre Eliminasi Malaria Dengan Pendekatan Kunjungan Rumah Wahyu Aji Safrudin; Didik Sumanto; Wahyu Handoyo; Sayono Sayono
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.214 KB) | DOI: 10.26714/jipmi.v1i2.22

Abstract

Latar belakang: Penyakit malaria yang disebabkan genus Plasmodium masih menjadi masalah kesehatan global. Penularan dan penyebarannya sangat dipengaruhi oleh keberadaan vektor  Anopheles. Salah satu upaya untuk mereduksi kasus adalah dengan program pembagian kelambu berinsektisida pada penduduk daerah endemik malaria.  Tujuan: Untuk memantau penggunaan kelambu berinsektisida pada masyarakat setelah tiga tahun pembagian sekaligus melakukan edukasi ulang sebagai upaya optimalisasi fungsi kelambu. Metode: Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Ngadirejo RT.01 RW.02 Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo dalam bentuk kegiatan edukasi kunjungan rumah. Hasil: Seluruh responden mendapatkan pembagian kelambu berinsektisida masing-masing sebanyak 2 helai, kecuali satu keluarga yang baru memisahkan diri dari keluarga inti. Kelambu yang dibagikan sudah digunakan oleh responden walaupun tidak semua anggota keluarga tidur dalam kelambu. Pencucian kelambu telah dilakukan oleh seluruh responden menggunakan detergen dan sebagian menjemurnya di panas matahari langsung.  Kesimpulan: Seluruh responden masih menggunakan kelambu pembagian walaupun tidak digunakan untuk semua anggota keluarga. Sebaiknya dilakukan pencelupan insektisida ulang agar kelambu tetap berfungsi baik, serta dilakukan edukasi berkala agar pemakaian kelambu tetap berjalan sesuai harapan program. Kata kunci: edukasi, kelambu berinsektisida, daerah pre-eliminasi, malaria __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Malaria caused by the genus Plasmodium is still a global health problem. The presence of the Anopheles vector strongly influences transmission and spread. One of the efforts to reduce cases is the distribution of insecticide-treated mosquito nets to residents of malaria-endemic areas. Objective: To monitor the use of insecticide-treated mosquito nets in the community after three years of distribution as well as to conduct re-education in an effort to optimize the function of the mosquito nets. Methods: This service was carried out in Ngadirejo Village, RT.01 RW.02, Kaligesing District, Purworejo Regency in the form of home visit education activities. Results: All respondents received 2 pieces of insecticide-treated mosquito nets each, except for one family who had just separated from the nuclear family. The mosquito nets distributed have been used by the respondents although not all family members sleep under the mosquito nets. All respondents washed the mosquito nets using detergent and some of them dried them in direct sunlight. Conclusion: All respondents still use distribution nets even though they are not used for all family members. It is advisable to re-dip the insecticide so that the mosquito nets continue to function properly, and periodic education is carried out so that the use of the mosquito nets continues as expected by the program. Keywords: education, insecticide mosquito net, pre-elimination area, malaria

Page 1 of 1 | Total Record : 10