cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+62247474750
Journal Mail Official
editor@ift.or.id
Editorial Address
Gedung B Lantai 3 Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979892     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Teknologi Pangan memuat artikel ilmiah di bidang teknologi pangan yang meliputi bidang: mikrobiologi pangan, kimia dan gizi pangan, bioteknologi pangan, rekayasa pangan dan hasil pertanian. Bidang ilmu lain yang terkait dengan pangan juga akan dimuat dalam jurnal ini selama fokus utama artikel adalah tentang teknologi pangan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021)" : 7 Documents clear
Isolasi Dan Identifikasi Fenotipik Bakteri Asam Laktat (BAL) Indigenous Asal Air Susu Ibu (ASI) Nosa Septiana Anindita
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.839 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2021.22289

Abstract

Currently the use of probiotic food is growing rapidly, especially in Indonesia along with the development of fermentation technology. Most of the probiotic isolates come from abroad which has an impact on the high price of probiotic food products. Mother's milk is one source of lactic acid bacteria (LAB), which serves to maintain the balance of the digestive tract microflora and enhance the immune system. Lactic acid bacteria as probiotics have the chance to live in the digestive tract if they come from the human body. Based on this matter, it is necessary to conduct research as an effort to obtain indigenous BAL isolates from ASI. This study aims to obtain local BAL isolates from ASI through phenotypic identification. Phenotypic identification includes the morphology of colonies and cells, Gram, catalase test, motility and spore formation and biochemical identification including test of the ability to grow at various growth temperatures, low pH, salt content and formation of CO2 from glucose. Based on biochemical identification results, out of 38 BAL isolates that were successfully identified biochemically consisted of several genera of BAL namely Lactobacillus (9 isolates), Pediococcus (3 isolates) and Weisella (20 isolates).
Karakteristik Kimia dan Tingkat Kesukaan Beras Analog “GATOT KACA” dari Gatot dan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) dengan Variasi Konsentrasi CMC (Carboxymethyl Cellulose) Astari Ratnaduhita; Yoga Pratama; Yoyok Budi Pramono
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.427 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2021.23402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi konsentrasi CMC terhadap sifat kimia, yaitu kadar air dan tingkat hedonik dari beras analog “Gatotkaca”. Materi yang digunakan adalah gatot (singkong fermentasi) 80%, kacang merah 20% dan CMC. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan konsentrasi CMC yang ditambahkan yaitu T1 (0%); T2 (1%); T3 (2%) dan T4 (3%). Analisis data yang digunakan adalah (ANOVA) dengan menggunakan taraf signifikansi 5% untuk kadar air, sedangkan parameter tingkat kesukaan menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi CMC yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap kadar air beras analog dengan kadar air tertinggi 3,51%. Dari segi kesukaan, penambahan konsentrasi CMC berpengaruh (P<0,05) pada tekstur, rasa dan overall, tetapi tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap aroma dan warna beras analog. Perlakuan dengan penambahan konsentrasi CMC sebesar 1% dikatakan sebagai perlakuan terbaik dilihat dari hasil yang telah dilakukan.
Pengaruh Oksidasi Menggunakan Ozon Terhadap Sifat Fisik Pati Mega Silvia Pratiwi; Anang Mohamad Legowo; Yoga Pratama
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.299 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2021.23461

Abstract

Review ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai pengaruh perubahan struktur pati akibat dari proses oksidasi pati menggunakan ozon terhadap sifat fisik pati, seperti daya kembang, kelarutan, viskositas, dan freeze-thaw stability. Pati alami yang selama ini banyak digunakan sebagai bahan pengental, pengisi, pembentuk gel pada berbagai produk memiliki banyak kelemahan, seperti kelarutan terbatas, viskositas tidak seragam, dan tidak tahan suhu tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan modifikasi pada pati alami untuk mendapatkan pati dengan karakteristik yang diinginkan. Ozon merupakan salah satu zat oksidan yang dapat digunakan untuk memodifikasi pati melalui proses oksidasi. Selama proses oksidasi, terjadi perubahan gugus hidroksil dari molekul pati menjadi gugus karbonil dan karboksil sehingga berpengaruh terhadap peningkatan daya kembang, kelarutan, dan freeze-thaw stability serta penururnan viskositas pati.
Studi Apoptosis Pada Daging Itik dan Ayam melalui Perubahan pH Julia Ester Lumbantoruan; Bhakti Etza Setiani; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri; Sutopo Sutopo; Edy Kurnianto
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.857 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2021.20268

Abstract

             Apoptosis merupakan kematian sel yang terjadi saat pengkonversian daging yang berkaitan erat dengan kualitas daging. Salah satu parameter studi apoptosis adalah perubahan pH. Analisis pH dilakukan dengan menggunakan pH meter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai pH pada daging itik dan ayam yang disimpan selama 8 jam pada suhu ruang. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui bahwa nilai pH pada daging itik secara berturut-turut sebesar 6,70±0,21; 6,66±0,13; 6,64±0,31; 6,51±0,25 dan 6,50±0,19 sedangkan pada daging ayam sebesar 5,66±0,16; 5,59±0,11; 5,56±0,25; 5,52±0,16 dan 5,45±0,16. Penyimpanan daging pada suhu ruang menyebabkan penurunan nilai pH daging itik sebesar 0,20% dan daging ayam sebesar 0,21%.         Apoptosis is a death cell that occurs when meat conversion is closely related to meat quality. One of the parameters of study apoptosis is pH change. pH analysis was performed using pH meter. This study aims to analyze the pH value of duck and chicken meat stored for 8 hours at room temperature. Based on this research it can be seen that the pH value in duck meat in a row is 6.70 ± 0.21; 6.66 ± 0.13; 6.64 ± 0.31; 6.51 ± 0.25 and 6.50 ± 0.19 whereas chicken meat was 5.66 ± 0.16; 5.59 ± 0.11; 5.56 ± 0.25; 5.52 ± 0.16 and 5.45 ± 0.16. Storage of meat at room temperature caused a decrease in the value of pH of duck meat by 0.20% and chicken meat by 0.21%. 
Aplikasi Teknologi Ozon Pada Bahan Pangan Kheptin Mentary Farizha; Anang Mohamad Legowo; Yoga Pratama
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.962 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2021.23616

Abstract

Review ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pemanfaatan penggunaan teknologi ozon pada bahan pangan, seperti pada buah, sayur dan produk pati atau tepung. Aplikasi teknologi ozon pada penanganan buah, sayuran dan produk tepung atau pati memiliki prospek yang baik karena dirasa aman, tidak meninggalkan residu pada bahan serta mudah terurai kembali menjadi oksigen. Potensi oksidasi yang tinggi yang dimiliki ozon dapat dimanfaatkan sebagai desinfektan dan sebagai bahan pengoksidasi. Pemanfaatan ozon sebagai desinfektan umumnya diterapkan pada air pencucian buah dan sayur. Ozon sebagai agen pengoksidasi juga dapat diterapkan pada proses modifikasi pati secara oksidasi, dimana mampu meningkatkan kualitas pati alami yang umumnya memiliki sifat tidak tahan panas, kelarutan rendah serta viskositas yang tinggi
Deteksi Enzim Peroksidase dari Lobak Putih (Raphanus sativus L.) Berdasarkan Kadar Proteinnya Mauly Nabia Susanto; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri; Anang Mohamad Legowo
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.48 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2021.20323

Abstract

Enzim peroksidase telah banyak digunakan sebagai reagen di bidang farmasi, industri maupun pangan. Lobak putih (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman yang dikenal dengan kandungan enzim peroksidase dan senyawa bioaktif lainnya yang baik untuk kesehatan, namun pemanfaatannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk  mendeteksi enzim peroksidase dari lobak putih berdasarkan kadar proteinnya dengan teknik pertukaran ion. Fraksi hasil elusi diukur absorbannya pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 280 nm. Jumlah fraksi yang didapat sebanyak 29 fraksi. Berdasarkan pengamatan absorban, maka didapat hasil bahwa fraksi dengan urutan ke-5 merupakan fraksi yang mempunyai nilai absorbansi terbesar dan perkiraan kadar protein sebesar 1,387%, melalui uji Bradford kadar protein yang diperoleh sebesar 0,152%. Penelitian ini telah berhasil untuk melakukan pengambilan enzim peroksidase dan dapat digunakan sebagai informasi mengenai penelitian lebih lanjut.Peroxidase enzyme has been widely used as reagent in pharmacy, industrial, and also food. Radish (Raphanus sativus L.) is a plant that has been known to contain peroxidase and other bioactive compounds that are good for health, but its applications are still limited. This study aims to detect peroxidase enzymes contained in radish based on its protein content by ion exchange techniques. The elution fraction was measured by absorbance on a spectrophotometer with a wavelength of 280 nm. Total obtained fraction from elution was 29 fractions. Based on absorbance observation, it was found that fraction with the order of-5 is the fraction that has the greatest absorbance value which has protein content estimation of 1,387%, protein content obtained through Bradford test was 0,152%. This study has succeeded in conducting peroxidase enzyme taking and particularly useful for advanced research.
Profil Fitokimia, Proksimat dan Organoleptik Tepung Kulit Pisang Musa sapientum pada Pembuatan Donat Titin Aryani; Isnin Aulia Ulfah Mu&#039;awanah; Aji Bagus Widyantara
Jurnal Teknologi Pangan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.632 KB) | DOI: 10.14710/jtp.2021.21181

Abstract

AbstrakPada dasarnya, semua jenis kulit pisang dapat diolah menjadi tepung, namun yang terbaik adalah kulit Pisang Musa sapientum. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari profil fitokimia, proksimat dan organoleptik tepung kulit pisang Musa sapientum pada pembuatan donat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif. Profil fitokimia dan proksimat diperoleh dari hasil analisis laboratorium, sedangkan profil organoleptik tepung kulit pisang pada pembuatan donat diperoleh dari hasil uji daya terima donat terhadap 60 orang panelis. Profil fitokimia yang dianalisis adalah aktivitas antioksidan, kadar antosianin dan karoten. Profil organoleptik tepung kulit pisang Musa sapientum yang dianalisis pada pembuatan donat adalah rasa, warna, tekstur dan aroma. Profil proksimat yang dianalisis adalah kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, serat dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan tepung kulit pisang Musa sapientum adalah 61,26 %, kadar antosianin adalah 15,62 mg/100g, kadar karoten adalah 136,61 ppm, kadar air adalah 6,92 %, kadar abu adalah 1,89 %, kadar lemak adalah 2,82 %, kadar protein adalah 5,31 %, kadar karbohidrat adalah 73,98 %, kadar serat adalah 40,58 % dan rendemen adalah 40,05 %. Profil organoleptik tepung kulit pisang Musa sapientum pada pembuatan donat dengan substituen tepung kulit pisang sebanyak 25 % pada skala 1-5, parameter rasa memperoleh nilai yaitu 4,37, warna 3.36, tekstur 3,54, aroma 3,68. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tepung kulit pisang raja relatif efektif sebagai substituent tepung kulit pisang pada pembuatan donat dengan jumlah substituent sebanyak 25 %. Saran penelitian ini adalah dilakukan variasi subtituen tepung kulit pisang Musa sapientum pada pembuatan donat. Kata kunci: tepung, kulit pisang, donat Basically, all types of banana peel can be processed into flour, but the best is Musa sapientum Banana peel. This study aimed to study the phytochemical profile, proximate and organoleptic of banana peel flour of Musa sapientum on the making of donuts. The research method used was quantitative analysis method. Phytochemical and proximate profiles were obtained from laboratory analysis, while organoleptic profile of banana peel flour on donut production was obtained from donut acceptance test result on 60 panelists. Phytochemical profiles analyzed were antioxidant activity, anthocyanin and carotene levels. Organoleptic profile of banana peel flour Musa sapientum analyzed on the making of donuts are flavor, color, texture and aroma. Proximate profiles analyzed were moisture content, ash, fat, protein, carbohydrate, fiber and yield. The results showed that antioxidant activity of Musa sapientum banana flour was 61,26%, antocyanin content was 15,62 mg / 100g, carotene content was 136,61 ppm, water content was 6,92%, ash content was 1,89%, fat content was 2 , 82%, protein content was 5,31%, carbohydrate level was 73,98%, fiber content 40,58% and yield 40,05%. Organoleptic profile of banana peel flour Musa sapientum on making donut with 25% banana peel flour substituents on scale 1-5, taste parameter got value was 4,37, color was 3,36, texture was 3,54, aroma was 3,68. The conclusion of this research was banana peel flour was relatively effective as substituent of banana peel flour on the making of donut with the amount of substituent as much as 25%. Suggestion of this research was done variation subtituen of banana peel flour Musa sapientum on making donut. Keyword: flour, banana peel, donut 

Page 1 of 1 | Total Record : 7