Journal of Health and Medical Science
Journal of Health and Medical Science, secara umum mencakup semua kajian tentang medis dan kesehatan. termasuk kedalamnya adalah kajian Kedokteran, Kesehatan, Farmasi, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan. 1. Kedokteran, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi bedah penyakit dalam, kardiologi, ortopedi, penyakit menular, dan HIV/AID, obstetri dan ginekologi, onkologi, dan neurologi, imunologi, anestesi, kedokteran kardiovaskular, pengobatan komplementer, kedokteran gigi dan kedokteran mulut dan penelitian lain tentang medis. 2. Kesehatan Masyarakat, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Epidemiologi, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik, Kesehatan Seksual dan Reproduksi, Manajemen Rumah Sakit, Ilmu Gizi, Sistem Informasi Kesehatan, dan penelitian lain tentang publik kesehatan. 3. Kebidanan, ruang lingkup topik yang dicakup meliputi Kebidanan Dasar, Manajemen Kesehatan, Medis-bedah, Perawatan Kritis, Gawat Darurat dan Trauma, Onkologi, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Mental, Kesehatan Geriatri, Kesehatan Keluarga, Kesehatan Bersalin, Kesehatan Wanita, Kesehatan Anak, Kebencanaan Keperawatan, Pendidikan kebidanan dan lain-lain penelitian tentang kebidanan. 4. Keperawatan, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Manajemen Keperawatan, Keperawatan Medikal-Bedah, Keperawatan Critical Care, Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Geriatri, Keperawatan Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Keluarga, Keperawatan Maternitas, Kesehatan Wanita, Keperawatan Anak, Pendidikan di Keperawatan, Kebijakan Keperawatan, Keperawatan Hukum, Keperawatan Praktik Lanjutan, Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan penelitian lain tentang keperawatan. 5. Farmasi, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Farmasi, Penemuan Obat, Farmakokinetik, Biologi Farmasi, Obat Herbal, Farmasi, Mikrobiologi Farmasi, dan Bioteknologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, serta Pharmaceutical Care dan penelitian lain tentang farmasi
Articles
149 Documents
Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Simpang Jaya Kabupaten Nagan Raya Tahun 2022
Sawita Utami, Fauzi Ali Amin, Nova Khairunnisa
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.078 KB)
Laporan Puskesmas Simpang Jaya menunjukkan 52,38% balita di wilayah kerjanya mengalami stunting, dampak stunting adalah 12 tahun yang akan datang lebih dari 50% anak SLTA disini bertubuh pendek dengan kecerdasan rendah, produktivitas dan stamina rendah dan kapasitas belajar mengalami penyakit degenerative pada masa dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko apa yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita di Puskesmas Simpang Jaya Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi sebanyak 891 balita dan sampel yaitu 100 balita. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa balita yang mengalami stunting (67%), umur ibu beresiko (66%), ibu pendek (66%), pendidikan menengah (64%), balita BBLR (66%), balita tidak eksklusif (64%), biaya beli pangan rendah (61%), ibu KEK (66%), balita asupan energy kurang cukup (64%), dan balita asupan protein kurang cukup (63%). Hasil uji statistik bivariate diperoleh ada hubungan umur ibu ( p = 0,001), tinggi badan ( p= 0,001), pendidikan (p= 0,001), BBLR ( p= 0,001), pemberian ASI ( p= 0,001), biaya beli pangan ( p= 0,008), KEK(p= 0,001), asupan energi ( p= 0,002), dan asupan protein ( p= 0,011) dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Simpang Jaya Tahun 2022.Kesimpulan dari penelitian ini adalah umur ibu, tinggi ibu, pendidikan Ibu, BBLR, pemberian ASI eksklusif, biaya beli pangan, KEK, asupan energy, dan asupan protein menjadi faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Simpang Jaya Tahun 2022.Disarankan pada petugas puskesmas dalam pencegahan promosi kesehatan dengan melakukan strategi promosi kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan perorangan di posyandu saja.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Sosial Budaya Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi 7-12 Bulan Diwilayah Kerja Puskesmas Sukajaya Kecamatan Sukajaya Kota Sabang Tahun 2021
Rana Rizka Maulidza, Fauzi Ali Amin, Nova Khairunnisa
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.493 KB)
ASI Eksklusif merupakan pemberian ASI saja selama 6 bulan tanpa tambahan cairan apapun atau makanan apapun. Masalah dari pemberian ASI Eksklusif pada wilayah kerja Puskesmas Sukajaya Kota Sabang sebagian dari ibu yang menyusui masih kurang pengetahuan tentang pemberian ASI Eksklusif dan pengaruh ibu atau mertua tentang budaya sosial yang berlaku dilingkungan tempat tinggal. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sosial budaya dengan pemberian ASI Eksklusf pada bayi 7-12 bulan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi 7-12 bulan diwilayah kerja Puskesmas Sukajaya berjumlah 110 bayi. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Sebanyak 52 responden kelompok kasus dan 52 responden kelompok kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 s/d 20 September 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, selanjutnya dilakukan uji statistic dengan uji Chi-Square data dianalisis dengan menggunakan STATA. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 50% responden tidak memberikan ASI Eksklusif, 35% responden memiliki produksi ASI tidak cukup, 38% mengalami KEK, 20% memiliki paritas berisiko, 34% mendapat dukungan keluarga kurang baik, 35% pengetahuan kurang baik, 35% bekerja, 38% pendapatan tinggi dan 34% memiliki sosial budaya mendukung. Hasil bivariat dapat disimpulkan adanya hubungan antara produksi ASI (p- value=0,000 dan OR=4,6), status gizi ibu hamil (p-value=0,007 dan OR=0,3), paritas (p- value=0,009 dan OR=2,7), dukungan keluarga (p-value=0,003 dan OR=3,2), pengetahuan (p- value=0,001 dan OR=3,6), pekerjaan (p-value=0,001 dan OR= 0,2), pendapatan (p-value= 0,000 dan OR= 0,1) dan sosial budaya (p-value=0,054 dan OR=0,4). Hal ini menunjukkan bahwa produksi ASI, status gizi ibu hamil, paritas, dukungan keluarga, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan dan sosial budaya merupakan variabel yang paling tidak memberikan ASI Eksklusif.
Optimasi Formula Dan Uji Aktivitas Antioksidan Minuman Instan Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Roscoe) Dengan Metode DPPH
Ayu Khairunnisa;
Debi Meilani
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.066 KB)
Jahe merah sebagai bahan baku obat tradisional diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang kuat berkhasiat menghangatkan badan, mengatasi radang tenggorokan dan meningkatkan stamina tubuh. Gula aren diketahui mempunyai aktivitas antioksidan dan tidak menaikkan gula darah secara drastis. Peneliti ingin mencoba memformulasikan jahe merah dengan gula aren sebagai minuman serbuk instan sebagai minuman kesehatan yang berkhasiat antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi dan untuk memeriksa apakah sediaan serbuk minuman jahe merah memiliki aktivitas antioksidan danĀ untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan aktivitas antioksidan dari variasi formula. Serta memeriksa mutu sediaan meliputi parameter organoleptis, kadar air dan uji kesukaan yang dibandingkan dengan standar mutu serbuk minuman tradisional SNI 01-4320-1996. Variasi 4 formula dibedakan oleh konsentrasi gula pasir dan aren sebagai bahan pengisi dan bahan pemanis pada sediaan yaitu F1 dengan konsentrasi gula pasir 100% b/b, F2 gula pasir dan gula aren (75%:25%), F3 gula pasir (50%:50%), dan F4 gula pasir dan gula aren (25%:75%). Selanjutnya, dilakukan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dengan menghitung nilai IC50 dari masing-masing formula sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan serbuk minuman jahe merah instan mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat lemah yaitu secara berturut-turut dengan IC50 tertinggi pada F1 sebesar 6.190,7071 ppm, kemudian F2 sebesar 3.399,6433 ppm, dan F3 sebesar 3.172,1301 ppm dan nilai IC50 terendah pada F4 sebesar 3.067,2530 ppm. Analisis kadar air sediaan memenuhi syarat parameter serbuk minuman tradisional yaitu ? 3%. Hasil uji kesukaan (hedonic test) menunjukkan bahwa F4 paling disukai oleh panelis dengan range skor tertinggi 4,4 - 4,8. Maka disimpulkan minuman jahe merah instan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat lemah. Terdapat perbedaan aktivitas antioksidan dari variasi formula yang dipengaruhi oleh konsentrasi gula aren. Hasil evaluasi organoleptis dan kadar air sediaan memenuhi syarat parameter serbuk minuman tradisional yang ditetapkan SNI 01-4320-1996.
Pengaruh Pantangan Makanan Dari Budaya Dan Pendapatan Terhadap Status Gizi Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2021
Maya Zulfiani, Syarifah Masthura, Cut Oktaviyana
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.988 KB)
Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. data yang diperoleh dari Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar periode Januari sampai Mei 2021 jumlah ibu hamil sebanyak 161 orang, jumlah ibu hamil denganĀ LILA (lingkar lengan atas < 23,5 cm) sebanyak 28 orang (45,9%) dan yang mendapat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebanyak 19 orang (67,8%). Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pantangan makanan dari budaya dan pendapatan terhadap status gizi ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar tahun 2021. Jenis Penelitin ini bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 62 orang ibu hamil. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 14-29 September 2021 di Puskesmas Krueng Barona Jaya. Hasil Penelitian diketahui ada pengaruh pantangan makanan dari budaya terhadap status gizi dengan p value 0,008 dan ada pengaruh pendapatan terhadap status gizi dengan p value 0,005. Kesimpulan ada pengaruh pantangan makanan dari budaya dan pendapatan terhadap status gizi ibu hamil. Diharapkan bagi ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan bergizi saat kehamilan untuk kesehatan ibu dan janin agar ibu tidak mengalami gizi kurang.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Lansia Pada Kegiatan POSBINDU Di Wilayah Kerja PUSKESMAS Bintang Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2022
Sintia, Nazhira Arifin, Tiara Mairani
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.346 KB)
Posbindu for the elderly is an integrated service post for the elderly at the village/kelurahan level within the work area of each public health center. Elderly who are not active in participating in the activities of the elderly posbindu, then the health condition of the elderly is not monitored properly and it is feared that it will threaten the lives of the elderly with various kinds of diseases, both infectious and non-communicable, which are very dangerous for the body. The purpose of the study: to find out the factors related to the participation of the elderly in posbindu activities in the Working Area of the Bintang Health Center in 2022. This type of research is descriptive analytic with cross-sectional. The sampling technique in this study was simple random sampling (simple random sample. The sample in this study amounted to 87 elderly people aged ? 60 years. The study was carried out on March 20 to March 30, 2022. Data collection was done by interview using a questionnaire, then Statistical tests were carried out with the chi-square test, the data were analyzed using SPSS version 22. The results of the univariate study showed that 57.5% of early advanced age (55-64 years), the last education category was not in school at 50.6%, occupation in the household category was 41.4%, the participation of the elderly in the inactive category was 63.2%, knowledge in the category of less good 60.9%, access from home to posbindu in the unreachable category 62.1%, the role of cadres in the non-existent category 59.8%, the family role in the non-existent category 58.6%, the motivation in the non-existent category 59.8% and the type of female sex 70.1%. From the results of the bivariate statistical test, it was found that there was a knowledge relationship (p value = 0.012), access from home to posbindu (p value = 0.026), cadre role relationship (p value = 0.020), family role relationship (p value = 0.032), relationship motivation (p value = 0.020), and the relationship between sex (p value = 0.007) with the participation of the elderly in Posbindu activities in the Bintang Puskesmas Work Area, Central Aceh Regency in 2022. The conclusion of this study is that knowledge, access from home to posbindu, role of cadres, family role, motivation, and gender are factors related to elderly participation in posbindu activities in the Working Area of the Bintang Health Center, Central Aceh Regency in 2022. It is recommended that health workers can implement Posbindu for the elderly according to the mechanism for Posbindu for the elderly.
Keadaan Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus Di PUSKESMAS Tuntungan Tahun 2020-2021
Rahmawani Fauza
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.542 KB)
Diabetes does not only affect the old age group, but has shifted to the young and productive age group, including pregnant women. Under normal conditions, blood sugar levels in the body are regulated by the hormone insulin. Most maternal deaths are known to be caused by other causes that are not detailed and the exact cause is known (63 people), due to bleeding (67 people), due to hypertension (51 people), due to infection (8 people), due to circulatory system disorders ( 8 people), as well as due to metabolic disorders (5 people). The purpose of this study was to determine the condition of pregnant women with a history of diabetes mellitus. The method in the study of pregnant women with a history of diabetes mellitus at the Tuntungan Health Center in 2020-2021 was descriptive quantitative, by collecting data from medical records at the Tuntungan Health Center and collected as many as 20 mothers with diabetes mellitus. The entire population was taken for the sample in this study. In the study of pregnant women with Diabetes Mellitus at the Tuntungan Health Center, the average effect on maternal age, mother's education, mother's weight, mother's condition with a family history of Diabetes Mellitus, and maternal glycosuria. From the results of this study, researchers have suggestions for health centers to provide health education to pregnant women who have diabetes to check their health regularly, and provide health education so that their diabetes does not get worse.
Hubungan Teknik Menyusui Yang Benar Dengan Kejadian Puting Susu Lecet Di Desa Paku Kec.Galang Tahun 2021
Debora Lestari Simamora, Fitriana Ritonga, Wellina Sebayang
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (227.406 KB)
Air Susu Ibu (ASI) yang berkualitas akan membuat bayi menjadi sehat dan lincah. Data WHO memperkirakan setiap tahun terdapat 1-1,5 juta bayi meninggal dunia karena tidak diberi ASI .Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan teknik menyusui yang benar dengan kejadian puting susu lecet di Desa Paku tahun 2021. Penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang menyusui dan teknik pengambilan sampel yaitu total populasi sebanyak 35 orang. Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 35 orang dengan sampel mengunakan teknik total pupulasi sebanyak 35 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan statistik uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan dari 35 responden, sebanyak 14 responden (40,0%) melakukan teknik menyusui secara baik dan selanjutnya sebanyak 16 responden (45,7%) mengalami putting susu tidak lecet. Berdasarkan hasil analisis uji chi-square teknik menyusui yang benar memiliki hubungan dengan putting susu lecet di Desa Paku Kec.Galangtahun 2021 dengan nilai sig-p = 0,000 < ? = 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan teknik menyusui yang benar dengan puting susu lecet di Desa Paku Kec .Galangtahun 2021. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dalam rangka meningkatkan mutu atau kualitas dalam memperbaiki sistem pelayanan kesehatan serta sebagai bahan evaluasi kepada masyarakat tentang hubungan teknik menyusui yang benar dengan kejadian putting susu lecet.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Terhadap Pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sayur Matinggi Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun Tahun 2022
Ayu Jani Puspita Sari, Susilawati
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (187.059 KB)
WHO data in 2018 showed that the use of modern contraception slightly increased from 54% in 1990 to 57.49% in 2015. The achievement of active family planning participants in the District of Sayur Matinggi Health Center, Ujung Padang District has increased until 2016 (76.38%). and experienced a slight decline and had not yet reached the target in 2017 which was 76%. The Family Planning Program (KB) has been inaugurated nationally since 1970. However, population density in Indonesia remains a problem that has not been fully resolved until now. As a step to overcome population problems in Indonesia, BBKBN took action to promote family planning programs in the top ten provinces that account for the largest population in Indonesia. The purpose of this study was to determine the effect of health education on long-term contraceptive methods (MKJP) on knowledge of couples of childbearing age (EFA) in the work area of ??Sayur Matinggi Health Center, Ujung Padang District, Simalungun Regency in 2022. This type of research was quantitativel with a pre-post test design. of 122 Couples of Childbearing Age (EFA). Statistical analysis using paired sample T-test. The results of statistical tests obtained a value of 0.028 (p <0.05) so it can be concluded that there is a significant difference or influence between knowledge of EFA before and after being given counseling. The conclusion of this study is that there is an effect of health education on the level of knowledge of couples of childbearing age (EFA) in the use of long-term contraceptive methods. This can be seen through the change in the level of knowledge between before and after the provision of health education. These changes are in the form of increasing knowledge of couples of childbearing age about long-term contraceptive methods.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Hipertensi Pada Lansia Di Desa Alue Bili Geulumpang Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022
Sri Wahyuni, Ibrahim, Agustina
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.408 KB)
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyarakat. Hipertensi sekarang jadi masalah utama kita semua, tidak hanya di Indonesia tapi di dunia, karena hipertensi ini merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, stroke.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada lansia di Desa Alue Bili Geulumpang Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara tahun 2022. Desain penelitian ini dalam bentuk descriptive analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien hipertensi yang berjumlah 60 responden di Desa Alue Bili Geulumpang Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara tahun 2022. Pengambilan sampel secara total populasi berjumlah 60 lansia. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden dengan hipertensi sebesar 63,3%, riwayat hipertensi di keluarga sebesar 65,0%, aktivitas fisik ringan sebesar 58,3%, jenis kelamin laki-laki sebesar 51,7% dan berat bdan normal sebesar 51,7%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan antara riwayat keluarga p = 0,005, ada hubungan antara aktivitas fisik p = 0,021, ada hubungan antara obesitas p = 0,014 dengan hipertensi dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan hipertensi p = 0,087. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel memiliki hubungan dengan hipertensi dan satu variabel tidak memiliki hubungan dengan hipertensi di Desa Alue Bili Geulumpang Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara tahun 2022. Diharapkan kepada petugas kesehatan setempat dalam memberikan penyuluhan kepada para pasien hipertensi mengenai bahaya hipertensi
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Penanganan Kejang Demam Pada Anak Usia 0-5 Tahun Di Rstentara Pematangsiantar
Julwansah Saragih, Lismawati, Santi Maria
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kejang demam atau febrile convulsion ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal diatas 38?C) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Menurut WHO diperkirakan 6,8 juta orang meninggal tiap tahun akibat ganguan syaraf. Kejadian kejang demam diperkirakan 2-4% di Amerika Serikat, Amerika Selatan dan Eropa Barat. Kejadian kejang demam di Asia lebih tinggi kira-kira 20% kasus merupakan kejang demam komplek. Di Jepang bahkan mendapatkan angka kejadian (insidensi) yang lebih tinggi, yaitu, Maeda dkk, 1993 mendapatkan angka 9,7% (pada pria10,5% dan pada wanita 8,9%) dan Tsuboi mendapat angka sekitar 7% (Lumbantobing, 2007). Lumban Tobing juga melaporkan di Indonesia terdapat 5 (6,5%) diantara 83 pasien kejang demam menjadi Epilepsi pada tahun 2012. Sedangkan insidensi di RS. Tentara Pematang Siantar terjadi kejang demam sekitar 148 anak per tahun pada tahun 2015. Jenis penilitian ini adalah penelitian dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah semua ibu yang memiliki anak usia 0-5 tahun di RS. Tentara P.Siantar. Sampel adalah seluruh ibu yang membawa anaknya datang kerumah sakit untuk imunisasi di ruangan BKIA di RS. Tentara P.Siantar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu dalam penanganan kejang demam pada anak di RS. Tentara P. Siantar mayoritas dengan kategori baik sebanyak 28 responden (77%), berpengetahuan cukup sebanyak 9 responden (24,3%) dan minoritas pengetahuan dengan kategori buruk sebanyak 0 responden (0%). Kesimpulan hasil penelitian adalah responden di RS. Tentara Pematang Siantar tergolong berpengetahuan baik. Hal ini dipengaruhi oleh pendidikan keluarga yang mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 18 responden (49%), responden berpendidikan D-3, sebanyak 7 orang (19%), responden berpendidikan SMP sebanyak 6 orang (16%), responden berpendidikan S1 sebanyak 4 orang (11%), dan responden minoritas berpenididkan SD sebanyak 2 orang (5%). Dan juga motivasi ibu untuk mencari berbagai sumber informasi tentang penenganan kejang demam pada anaknya apabila terjadi kejang demam. yang mayoritas dari keluarga berjumlah 22 responden (59%). Saran kepada ibu agar dapat menambah pengetahuannya tentang kejang demam pada anak usia 0-5 tahun, baik faktor penyebab, pencegahan, pengobatan dan perawatannya. Sehingga ibu dapat memberikan penanganan, pengobatan dan perawatan yang terbaik bagi anaknya yang apabila terjadi kejang demam tiba-tiba pada anaknya.