Journal of Health and Medical Science
Journal of Health and Medical Science, secara umum mencakup semua kajian tentang medis dan kesehatan. termasuk kedalamnya adalah kajian Kedokteran, Kesehatan, Farmasi, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan. 1. Kedokteran, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi bedah penyakit dalam, kardiologi, ortopedi, penyakit menular, dan HIV/AID, obstetri dan ginekologi, onkologi, dan neurologi, imunologi, anestesi, kedokteran kardiovaskular, pengobatan komplementer, kedokteran gigi dan kedokteran mulut dan penelitian lain tentang medis. 2. Kesehatan Masyarakat, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Epidemiologi, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik, Kesehatan Seksual dan Reproduksi, Manajemen Rumah Sakit, Ilmu Gizi, Sistem Informasi Kesehatan, dan penelitian lain tentang publik kesehatan. 3. Kebidanan, ruang lingkup topik yang dicakup meliputi Kebidanan Dasar, Manajemen Kesehatan, Medis-bedah, Perawatan Kritis, Gawat Darurat dan Trauma, Onkologi, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Mental, Kesehatan Geriatri, Kesehatan Keluarga, Kesehatan Bersalin, Kesehatan Wanita, Kesehatan Anak, Kebencanaan Keperawatan, Pendidikan kebidanan dan lain-lain penelitian tentang kebidanan. 4. Keperawatan, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Manajemen Keperawatan, Keperawatan Medikal-Bedah, Keperawatan Critical Care, Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Geriatri, Keperawatan Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Keluarga, Keperawatan Maternitas, Kesehatan Wanita, Keperawatan Anak, Pendidikan di Keperawatan, Kebijakan Keperawatan, Keperawatan Hukum, Keperawatan Praktik Lanjutan, Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan penelitian lain tentang keperawatan. 5. Farmasi, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Farmasi, Penemuan Obat, Farmakokinetik, Biologi Farmasi, Obat Herbal, Farmasi, Mikrobiologi Farmasi, dan Bioteknologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, serta Pharmaceutical Care dan penelitian lain tentang farmasi
Articles
185 Documents
Hubungan Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Persepsi Sadari (Pemerikasaan Payudara Sendiri) Pada Remaja Putri SMP Negeri 1 Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues Tahun 2022
Nopa Arlianti, Putri Ariscasari, Rizki Mestiara,
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 4 Oktober 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1222
SADARI merupakan pemeriksaan payudara sendiri untuk mengetahui kemungkinan adanya kanker payudara atau benjolan yang memungkinkan adanya kanker payudara. Permasalahan dari SADARI yaitu rendahnya pengetahuan remaja putri untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan persepsi SADARI (pemeriksaan payudara sendiri pada remaja putri. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri SMP Negeri 1 Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues yang berjumlah 110 responden dari tigas kelas. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional ramdom sampling yaitu pengambilan acak sederhana. Sampel sebanyak 52 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 s/d 21 Juli 2022. Pengumpulan Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, selanjutnya dilakukan uji statistic dengan uji Chi-Square data dianalisis dengan menggunakan SPSS. Hasil analisis univariat pada penelitian menunjukkan bahwa presentase persepsi SADARI buruk 23,1% dan persepsi SADARI baik 76,9%, tidak mendapat informasi SADARI 78,8% dan dapat informasi SADARI pernah 21,2%, praktik SADARI tidak pernah 42.3% dan praktik SADARI pernah 57,7, pengetahuan kurang baik 78,8% dan pengetahuan baik 21,2%, sikap negatif 23,1% dan sikap positif 76,9%. Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan antara persepsi SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) dengan informasi SADARI (p-value = 0,216), pengetahuan (p-value = 0,081), dan tidak ada hubungan antara persepsi SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) sikap (p-value = 0,601) dengan persepsi SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). Diharapkan kepada petugas Puskesmas Rikit Gaib untuk dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) pada remaja putri.
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Masyarakat Tentang Program Vaksinasi Covid-19 Di Gampong Matang Mesjid Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen Tahun 2021
Nopa Arlianti, Wardiati, Ayu Roshalia,
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 4 Oktober 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1231
Pada awal tahun 2020 dunia dikejutkan dengan munculnya pandemi covid-19 yang telah menginfeksi hampir seluruh negara di dunia. Hal ini menimbulkan kewapadaan pemerintah Indonesia untuk mengendalikan penyebaran wabah, salah satunya dengan melaksanakan program vaksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi masyarakat tentang program vaksin covid-19 di gampong Matang Mesjid . Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara secara mendalam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik triangulasi dan metode penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat tentang program vaksin covid-19 di desa Matang Mesjid kecamatan peusangan Kabupaten Bireuen adalah masyarakat sudah paham terkait pandemi covid-19 baik dari penyebabnya, bahaya yang akan ditimbulkan serta cara pencegahan dari wabah covid-19, yaitu dengan menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Masyarakat menilai pentingnya melakukan vaksinasi covid-19 sebagai tindakan preventif terhadap efek yang ditimbulkan oleh virus ini dan tokoh referensi memegang peranan krusial terhadap suksesnya pelaksanaan program vaksinasi.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Gandarusa (Justicia gendarussa Burm. F.) di Daerah Sibolga, Sumatera Utara Dengan Metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazil)
Harahap, Ade Try Atwinda;
Ridwanto, Ridwanto
Journal of Health and Medical Science Volume 3 Nomor 1 Januari 2024
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v3i1.1874
Tumbuhan gandarusa yaitu untuk pengobatan. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan akar baik yang segar ataupun yang telah dikerinbgkan. Daunnya berkhasiat untuk mengatasi batuk, asma, nyeri lambung, rematik sendi, nyeri pinggang (encok), obat pening dan obat untuk haid yang tidak teratur. Kegunaan yang lain untyuk obat luka trpukul (memar), patah tulang, reumatik pada persendian, bisul, borok dan korengan. Tujuan:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun Gandarusa dan untuk mengetahui golongan senyawa dalam daun gandarusa dan juga nilai IC50. Ekstrak didapat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Metode: Ekstrak etanol daun Gandarusa diuji menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazil), dan menggunakan spektrofotometri UV - Visible untuk menentukan panjang gelombangnya. Hasil skrining fitokimia bahwa serbuk simplisia daun Gandarusa mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, triterpenoid, dan tannin. Hasil pengujian aktivas antioksidan dalam meredam radikal bebas DPPH menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Gandarusa memiliki aktivitas antioksidan kategori kuat dimana ekstrak etanol daun Gandarusa memiliki nilai IC50 sebesar 59,46 ppm. Kesimpulan:Hasil pengujian aktivasi antioksidan dalam meredam radikal bebas DPPH menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Gandarusa memiliki aktivitas antioksidan kategori kuat.
Penentuan Kadar Vitamin C Pada Sediaan Krim Pemutih Wajah yang Beredar di Pasar Online Dengan Metode Titrasi 2,6-Diklorophenol Indophenol
Anugrah, Bayu;
Lubis, Minda Sari;
Dalimunthe, Gabena Indrayani;
Daulay, Anny Sartika
Journal of Health and Medical Science Volume 3 Nomor 1 Januari 2024
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v3i1.1963
Krim pemutih wajah merupakan produk yang tersusun dari beberapa bahan kimia atau bahan lainnya yang mampu memutihkan wajah dalam waktu yang singkat. Untuk mengetahui kadar Vitamin C yang terdapat pada sediaan krim wajah yang beredar di pasar online diuji dengan metode analisis kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Vitamin C pada sediaan krim pemutih wajah yang beredar di pasar online. Tujuan penggunaannya dalam jangka waktu lama agar dapat mengurangi hiperpegmentasi pada kulit. Tetapi penggunaan yang terus-menerus justru akan menimbulkan pigmentasi dengan efek permanen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode 2,6-Diklorophenol Indophenol. Metode ini merupakan metode yang paling baik digunakan pada penetapan kadar Vitamin C karena spesifik sehingga tidak dipengaruhi oleh senyawa lainnya. Kelebihan metode ini yaitu reaksi yang terjadi secara kauntitatif sehingga dapat diketahui jumlah atau kadarnya. Dari hasil penelitian menunjukkan kadar Vitamin C pada sampel kosmetik pemutih wajah yaitu Amos Siang dan Amos Malam, Collagen Siang dan Collagen Malam, Walet Siang dan Walet Malam, Temulawak Siang dan Temulawak Malam. Perolehan kadar Vitamin C pada Amos Siang 0,0298% sedangkan kadar Vitamin C pada Amos Malam 0,0245% kadar Vitamin C pada Collagen Siang 0,0355% kadar Vitamin C pada Collagen Malam 0,0350% kadar Vitamin C pada Walet Siang 0,0298% kadar Vitamin C pada Walet Malam 0,0528% kadar Vitamin C pada Temulawak Siang 0,023% kadar Vitamin C pada Temulawak Malam 0,023%.
Efektifitas Perawatan Payudara Dengan Tehnik Pijat Oketani Terhadap Kelancaran Produksi ASI
Br Sembiring, Desi
Journal of Health and Medical Science Volume 3 Nomor 1 Januari 2024
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v3i1.2029
Permasalahan gizi di Indonesia merupakan salah satu persoalan utama dalam pembangunan manusia. salah satu permasalahannya adalah kurangnya pemenuhan gizi pada bayi disebabkan kurangnya pemberian ASI. United Nation Childrens Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO) merekomendasikan sebaiknya anak hanya disusui ASI selama paling sedikit enam bulan. ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam enam bulan pertama kehidupannya. Banyak Wanita dapat merasakan payudaranya terperas saat menyusui, itu menunjukkan bahwa ASI mulai mengalir dari alveoli ke ductus latiferous namun tidak semua ibu postpartum langsung mengeluarkan ASI. Untuk merangsang pengeluaran hormon prolaktin dan oksitosin di Indonesia ada banyak jenis metode yang dapat dijadikan pilihan bagi ibu yang mengalami masalah selama menyusui, seperti pijat oksitosin, pijat prolaktin, pijat marmet, perawatan payudara dan lain sebagainya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas perawatan payudara dengan tehnik pijat oketani terhadap kelancaran produksi ASI. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian one groups pretest—posttest design. Sampel penelitian dijadikan sebagai accidental sampling sebanyak 16 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada perbedaan produksi ASI yang signifikan antara sebelum dan sesudah pijat oketani diperoleh nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 Kesimpulan: Ada pengaruh pijat oketani tehadap kelancaran produksi ASI.
Potensi Antidiabetes Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Inkubasi Terhadap Aktivitas Modulasi Glukosa in Vitro
Haryanto, Haryanto;
Ulfaidah, Novi
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 3 Juli 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v4i3.2937
Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi antidiabetes ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) secara in vitro dengan memantau modulasi kadar glukosa. Ekstrak diuji pada tiga konsentrasi (15%, 30%, 60%) dan tiga waktu inkubasi (10, 20, 30 menit) menggunakan metode spektrofotometri dengan reagen DNS. Daun salam dipilih berdasarkan penggunaan etnobotani yang didukung oleh kandungan fitokimia, seperti flavonoid, yang berperan menghambat -glukosidase. Hasil pengujian menunjukkan adanya potensi antidiabetes yang signifikan, terutama pada waktu 20 menit. Pada menit ini, teramati hubungan dosis-respons yang jelas, di mana konsentrasi 60% memberikan aktivitas terkuat (nilai perhitungan terendah: 2,508). Namun, terdapat inkonsistensi data pada waktu pengamatan 10 dan 30 menit, serta fluktuasi tinggi pada kelompok kontrol, yang mengindikasikan perlunya optimasi metode eksperimental. Secara keseluruhan, ekstrak daun salam berpotensi sebagai agen antidiabetes, namun validasi metode lebih lanjut dan replikasi penelitian sangat disarankan. Penelitian lanjutan harus fokus pada isolasi senyawa aktif dan pengujian in vivo.
Metabolomic Profiling of Kenitu Leaves (Chrysophyllum cainito L.) A Blind Screening Approach
Haryanto, Haryanto;
Pratama, Noval;
Fachira, Nadya;
Aulia A, Nur;
Mahrud, A. Febi Aulia;
Ramadani, Nur Annisa;
Hairunnisa, Hikmar;
Zahrah, Nurul Azisa As;
Fadilah, Meilani Fanny
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 4 Oktober 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v4i4.2940
Penelitian ini bertujuan untuk mencari efek dari ekstrak daun kenitu (Chrysophyllum cainito L.) terhadap aktivitas neurofarmakologi dengan perhitungan persen efek dari PSM, SSSP, DSSP, SL, RO, SM, PSL, dan ANA. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan tiga perlakuan konsentrasi, yaitu 1%, 2%, dan 4%. Pengamatan dilakukan untuk menilai persentase aktivitas yang dihasilkan setiap konsentrasi sampel, kemudian dianalisis secara deskriptif-kuantitatif untuk menentukan pola respons dosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kenitu memberikan respons yang bervariasi pada setiap konsentrasi. Empat persen efek (SSSP, SL, RO, dan PSL) menunjukkan aktivitas tertinggi pada konsentrasi 2%, sedangkan tiga persen efek yang lainnya (PSM, DSSP, dan SM) mengalami penurunan aktivitas seiring peningkatan konsentrasi. Menariknya, sampel ANA menunjukkan pola dosis positif dengan aktivitas tertinggi sebesar 66,66% pada konsentrasi 4%. Secara keseluruhan, efektivitas ekstrak daun kenitu bergantung pada tingkat konsentrasinya. Konsentrasi 2% menjadi titik optimal bagi sebagian besar efek neurofarmakologi, sementara konsentrasi 4% paling efektif hanya untuk ANA. Hasil ini menegaskan pentingnya pengujian multikonsentrasi dalam menentukan dosis efektif bahan alam untuk aplikasi biologis serta pengujian lebih lanjut.
Uji Aktivitas Farmakologis Ekstrak Daun Awar-awar (Ficus Septica) Terhadap Hewan Uji Mencit (Mus Musculus)
Haryanto, Haryanto;
Yunasti, A. Audia;
Ramadhani, Besse;
Roudhina, Arisya;
Putri, Elma Fanilam;
Angreni, Sri Ratna;
M, Ananda Miskiyah;
Yulianti, Fira;
Ramadhani, Nia;
Nabil, Muhammad Khairul Rasyid Aufa
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 4 Oktober 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v4i4.2945
Daun awar-awar (Ficus septica) merupakan tanaman obat tradisional Indonesia yang telah lama digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti peradangan, infeksi, dan gangguan kulit. Efektivitas biologis tanaman ini sangat dipengaruhi oleh metode perlakuan dan konsentrasi bahan, karena senyawa bioaktif yang dikandungnya-antara lain flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan steroid-bersifat sensitif terhadap kondisi ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai jenis perlakuan dan tingkat konsentrasi terhadap efektivitas biologis daun awar-awar serta mengidentifikasi perlakuan yang paling optimal. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorik menggunakan delapan jenis perlakuan (PSM, SSSP, DSSP, SL, RO, SM, PSL, dan ANA) pada tiga tingkat konsentrasi, yaitu 1%, 2%, dan 4%. Setiap perlakuan diuji untuk menilai pengaruhnya terhadap parameter efektivitas biologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi variasi signifikan antarperlakuan dan antar konsentrasi. Perlakuan SL memberikan respons tertinggi sebesar 66,26% pada konsentrasi 4%, yang menunjukkan efektivitas terbaik dalam mengekstraksi dan mengaktifkan senyawa bioaktif daun awar-awar. Sebaliknya, perlakuan ANA menghasilkan nilai terendah, yaitu 3,70% pada konsentrasi 4%, dengan pola penurunan efektivitas seiring peningkatan konsentrasi. Pola hasil menunjukkan bahwa hubungan antara konsentrasi dan efektivitas tidak selalu linier, mengindikasikan adanya fenomena kejenuhan atau interaksi kompleks antar senyawa aktif.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Bungur (Lagerstroemia speciosa) Terhadap Parameter Kuantitatif Neurofarmakologi
Haryanto, Haryanto;
Darwis, Dinda Rahmadani;
Ulfaidah, Novi;
Rori, Zahra Hairana;
Dini, Sukma Saputri;
Salsabila, Nur;
Ramli, Raihan Rusyidi;
Suhrah, Siti;
Zahra, Syifa Az;
Nurwahida, Nita
Journal of Health and Medical Science Volume 4 Nomor 4 Oktober 2025
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v4i4.2979
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun bungur (Lagerstroemia speciosa L.) terhadap berbagai parameter neurofarmakologi kuantitatif guna menentukan konsentrasi optimum yang memberikan efektivitas tertinggi. Daun bungur diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti asam korosolat, tanin, flavonoid, dan komponen fenolik yang berperan dalam aktivitas antioksidan, antidiabetes, dan anti-inflamasi. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium menggunakan rancangan posttest-only design, di mana ekstrak etanol daun bungur diuji pada tiga konsentrasi (1%, 2%, dan 4%) terhadap delapan parameter, yaitu PSM, SSSP, DSSP, SL, RO, SM, PSL, dan ANA. Hasil pengamatan menunjukkan adanya variasi respons antarparameter dan antar konsentrasi. Parameter SL menunjukkan nilai tertinggi sebesar 60% pada konsentrasi 2%, sedangkan RO menurun drastis hingga 0% pada konsentrasi 4%. Beberapa parameter seperti DSSP dan SM memperlihatkan peningkatan linear terhadap dosis, sementara PSL dan ANA menampilkan pola fluktuatif dengan efektivitas tertinggi pada konsentrasi 2%. Pola ini mengindikasikan bahwa hubungan dosis-respon ekstrak daun bungur bersifat nonlinier, di mana peningkatan dosis tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan aktivitas biologis. Fenomena penurunan aktivitas pada konsentrasi tinggi diduga berkaitan dengan presipitasi senyawa aktif, perubahan konformasi metabolit, atau efek antagonisme antar komponen fitokimia. Dengan demikian, konsentrasi 2% dapat diidentifikasi sebagai titik optimum bagi sebagian besar parameter bioaktivitas.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kiri Desa Belegen Mulia Kota Subulussalam Tahun 2021
Juliandara, Risa;
Aramico, Basri;
Ramadhaniah, Ramadhaniah
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 3 Juli 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51178/jhms.v1i1.813
Stunting adalah salah satu masalah kesehatan yang dialami oleh balita di seluruh dunia ini. Pada tahun 2017, sekitar 22,2% atau 150,8 juta anak balita mengalami stinting di dunia. Namun, angka ini sudah menurun jika dibandingkan dengan tahun 2000, yaitu 32,6%. Berdasarkan uraian diatas, di Puskesmas Simpang Kiri Desa Belegen Mulia Kota Subulussalam masih sangat tinggi angka stunting dan masih belum terpecahkan bagaimana cara mencegah atau menurunkan angka stunting di Desa Suka Makmur Kota Subulussalam tersebut, maka dapat disimpulkan ada banyak sekali faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Sehingga peneliti tertarik dengan melakukan penelitian tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan Penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu yang memilki balita 24- 59 bulan dengan jumlah populasi 95 balita. Lokasi penelitian ini dilaksanan di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kiri Desa Belegen Mulia Kota Subulussalam. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 1 s/d 7 februari 2022. Teknis pengumpulan data dengan cara pengumpulan data primer. Pengolahan data dilakukan dengan cara editing, coding, trasfering dan tabulating dengan analisis data univariat dan bivariat. Hasil penelitian terdapat umur balita 2 tahun sebanyak 44,2 % dan umur balita 3 tahun sebanyak 55,7%, sedangan kategori stunting sebanyak 57,9 % dan yang normal sebanyak 42,1%, asupan polamakan dengan kategori cukup sebesar 35,8% dan yang tidak cukup sebesar 64,2%, riwayat asi ekskusif yang asi eksklusif sebanyak 37,9% dan yang tidak asi eksklusif sebanyak 62,1%, dan riwayat penyakit infeksi yang pernah sakit sebanyak 58,9% dan yang tidak pernah sakit sebanyak 41,1%. Kesimpulan dari beberapa variabel asi eksklusif, pola makan dan riwayak penyakit infeksi memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas simpang kiri desa belegen mulia kota subulussalam tahun 2021. Saran dapat melakukan penyuluhan kesehatan terhadap ibu-ibu tentang bagaimana seseorang harus berperilaku hidup sehat dan supaya terhindar dari gejala anak stunting.