Journal of Health and Medical Science
Journal of Health and Medical Science, secara umum mencakup semua kajian tentang medis dan kesehatan. termasuk kedalamnya adalah kajian Kedokteran, Kesehatan, Farmasi, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan. 1. Kedokteran, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi bedah penyakit dalam, kardiologi, ortopedi, penyakit menular, dan HIV/AID, obstetri dan ginekologi, onkologi, dan neurologi, imunologi, anestesi, kedokteran kardiovaskular, pengobatan komplementer, kedokteran gigi dan kedokteran mulut dan penelitian lain tentang medis. 2. Kesehatan Masyarakat, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Epidemiologi, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik, Kesehatan Seksual dan Reproduksi, Manajemen Rumah Sakit, Ilmu Gizi, Sistem Informasi Kesehatan, dan penelitian lain tentang publik kesehatan. 3. Kebidanan, ruang lingkup topik yang dicakup meliputi Kebidanan Dasar, Manajemen Kesehatan, Medis-bedah, Perawatan Kritis, Gawat Darurat dan Trauma, Onkologi, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Mental, Kesehatan Geriatri, Kesehatan Keluarga, Kesehatan Bersalin, Kesehatan Wanita, Kesehatan Anak, Kebencanaan Keperawatan, Pendidikan kebidanan dan lain-lain penelitian tentang kebidanan. 4. Keperawatan, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Manajemen Keperawatan, Keperawatan Medikal-Bedah, Keperawatan Critical Care, Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Geriatri, Keperawatan Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Keluarga, Keperawatan Maternitas, Kesehatan Wanita, Keperawatan Anak, Pendidikan di Keperawatan, Kebijakan Keperawatan, Keperawatan Hukum, Keperawatan Praktik Lanjutan, Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan penelitian lain tentang keperawatan. 5. Farmasi, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Farmasi, Penemuan Obat, Farmakokinetik, Biologi Farmasi, Obat Herbal, Farmasi, Mikrobiologi Farmasi, dan Bioteknologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, serta Pharmaceutical Care dan penelitian lain tentang farmasi
Articles
149 Documents
Uji Sitotoksisitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L.) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)
Mutiara Sampoerna, M. Pandapotan Nasution
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pisang kepok merupakan tanaman hortikultura asli Indonesia dan merupakan salah satu jenis pisang yang mempunyai banyak khasiat salah satunya sebagai obat antikanker. Oleh karena itu, dirasa perlu untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui nilai LC 50 ekstrak kulit buah pisang kepok dan menjajaki kemungkinan sifat toksik ekstrak kulit buah pisang kepok terhadap Artemia salina Leach. Pada penelitian ini dilakukan pengujian skrining fitokimia dan pengujian karakteristik kulit buah pisang kepok. Pengujian sitotoksik ekstrak etanol kulit buah pisang kepok menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test dilakukan dengan beberapa konsentrasi : 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm ,400 ppm, 500 ppm, 600 ppm, 700 ppm, 800 ppm, 900 ppm, 1000 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil skrining kulit buah pisang kepok mengandung flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Hasil pengujian karakterisasi kulit buah pisang kepok pada kadar air 7,33 %, kadar sari larut air 33,75 %, kadar sari larut etanol 19,08 %, kadar abu total 6,44 %, dan kadar abu tidak larut asam 0,65 %. Hasil karakterisasi ini menunjukkan hasil yang sesuai dengan standarisasi dalam materia medika indonesia. Hasil pengujian dengan metode Brine Shrimp Lethality Test memberikan nilai LC50: 393,5500 µg/ml,sehingga ekstrak etanol kulit buah pisang kepok bersifat toksik dan berpotensi sebagai antikanker, karena senyawa uji dikatakan toksik jika harga LC50 lebih kecil dari 1000 µg/mL.
Optimasi Pembuatan Tepung Jagung Termodifikasi (Modified Corn Flour) Berdasarkan Kadar Protein Secara Fermentasi Dengan Bakteri Asam Laktat (BAL)
Feby Masyrifah Lubis, A.S Daulay, Haris Munandar Nasution, Ridwanto
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemanfaatan tepung jagung sebagai bahan pangan produk baru, spesifik dan bermutu tinggi memerlukan modifikasi. Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel terjadi secara anaerob yang mengubah gula menjadi gula sederhana dan protein menjadi peptide dan asam amino.Waktu fermentasi adalah salah satu faktor terpenting yang perlu dipertimbangkan pada penelitian ini. Salah satu indikator bahwa fermentasi untuk menghasilkan tepung jagung termodifikasi akan berlangsung optimal apabila mikroba aktif mampu memproduksi enzim protease. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi pembuatan tepung jagung termodifikasi (Modified Corn Flour) berdasarkan kadar protein secara fermentasi dengan bakteri asam laktat (BAL). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan dua optimasi waktu fermentasi yaitu fermentasi 48 jam dan fermentasi 72 jam dan karakterisasi yaitu organoleptis, kadar air, kadar abu dan kadar protein. Metode titrasi formol adalah larutan protein dinetralkan dengan basa (NaOH) lalu ditambahkan formalin (formaldehid) akan membentuk dimethilol. Hasil penelitian ini menunjukkan uji organoleptis tepung mocaf, tepung jagung, tepung jagung modifikasi 48 jam dan 72 jam dengan rasa tawar, warna putih dan kuning, bau sedikit asam, Kadar air mocaf yaitu 11,31%, tepung jagung 7,23%, Tepung Jagung termodifikasi 72 jam 8,41%, Kadar Abu tepung mocaf 1,13%, tepung jagung 0,37%, tepung jagung modifikasi 0,12% telah memenuhi syarat SNI 7622:2011. Kadar protein tepung mocaf yaitu 2,17%, tepung jagung 1,37%, tepung jagung termodifikasi 48 jam 2,21%, dan Tepung jagung termodifikasi 72 Jam 2,30%. Hasil ini diperoleh tepung jagung termodifikasi fermentasi 72 jam memiliki kadar protein tertinggi.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Covid-19 Dikembang Tanjong Kabupaten Pidie Provinsi Aceh Tahun 2022
Azniar, Vera Nazhira Arifin, Radhiah Zakaria
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Coranavirus Disease (COVID-19) telah dinyatakan oleh WHO sebagai global di Indonesia dinyatakan sebagai jenis penyakit yang menimbulkan kedarutan Kesehatan masyarakat serta bencana non alam, yang tidak hanya menyebabkan kematian tapi menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar ,sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan termasuk pencegahan dan pengendaliannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan covid-19 di Kembang Tanjong Kabupaten Pidie Provinsi Aceh tahun 2022. Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu rumah tangga di Kembang Tanjong Kabupaten Pidie sebanyak 84 ibu rumah tangga dari seluruh populasi. Pengumpulan data dilaksanakan pada tangal 26 Februari 2022 sampai 4 Maret 2022. Melalui penyebaran kuesioner, selanjutnya dilakukan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan baik (87,8%), sikap (87,5%), pendidikan(100,0%), sosial budaya (75,0%) dan lingkungan (56,4%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p=0,000) , sikap (p=0,001) , Pendidikan ( p= 0,000%) , sosial budaya ( adat) ( p= 0,028) dan lingkungan ( p= 0,530) dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan covid-19. Kesimpulannya adalah keptuhan protokol kesehatan covid-19 berhubungan dengan pengetahuan, sikap dan pendidikan. Untuk meningkatkan peran tenaga kesehatan terhadap masyarakat tetap memberi bimbingan atau penyuluhan kesehatan serta bekerjasama dengan pihak terkait pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang baik dan benar.
Determinan Perilaku Personal Hygiene Pada Pekerja Informal Kebersihan Di TPA Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh Tahun 2022
Olvan Frangkisan Jaya, Dedi Andria, Zulkifli
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Data TPA pada tahun 2019 di TPA Regional Blang Bintang sampah yang masuk sebanyak 49,777,98 ton, tahun 2020 sebanyak 67, 633.55 ton, tahun 2021 66,467.17 ton dan di TPA Kota Banda Aceh yang masuk sebanyak 19,602.93 ton, tahun 2020 6,94.88 ton tahun 2021 sebanyak 8,419.412 ton TPA Gampong Jawa ini menggunakan penghitungan jumlah sampah dengan satuan kubik karena TPA Gampong Jawa belum memakai sistem penghitungan jumlah sampah yang masuk dengan satuan kilogram, masih banyak para pekerja kebersihan yang kurang informasi, dan tidak terpelihara personal hygiene dengan baik dalam melaksanakan kegiatannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan perilaku personal hygiene pada pemulung di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, Desain atau rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja informal kebersihan di TPA Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja yaitu 32 orang. Sampel terdiri dari sampel berjumlah 32 responden. Pengumpulan data dilakukan 27 Januari s/d 2 Februari 2022. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistic chi-square dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pada pekerja informal kebersihan di TPA pengetahuan Baik sebesar 46,9%, pengetahuan Kurang baik 53,1%, paparan informasi sering 34,4%, paparan informasi kadang-kadang 34,4%, dan paparan informasi tidak pernah 31,2%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pekerja informal kebersihan (p=0,011), paparan informasi (p=0,013), status sosial ekonomi (p=0,031). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa tiga variabel tersebut memiliki hubungan dengan pekerja informal kebersihan di TPA Gampong Jawa Kecamatan Kutaraja Kota Banda Aceh tahun 2022. Disarankan kepada ketua dari Gampong Jawa, Kasi. Pengelolaan Limbah B3 agar lebih meningkatkan hubungan dengan masyarakat misalnya dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan yang rutin kepada masyarakat tentang pengetahuan prilaku personal hygiene. Diharpakan juga kepada dinas kebersihan untuk merencanakan serta meningkatkan prilaku personal hygiene serta Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar meneliti variable lain yang belum diteliti seperti Status kesehatan, citra tubuh, dan kebiasaan.
Factors Associated With The Level Of Compliance In The Use Of Masks In The Community During The Covid-19 Pandemic In The Village Reuhat Tuha District Aceh Besar In 2021
Nur Rahmi, Asnawi Abdullah, Fahrisal Akbar
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masks are one of the important personal protective equipment during the COVID-19 pandemic to avoid the spread of the virus. COVID-19 cases are increasing every day. However, community compliance with the use of masks is still not optimal, one of which is in Aceh Province, community compliance with masks tends to decrease, the lowest district is Aceh Besar District with a compliance rate of 53.3%. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, attitudes, sources of information, monitoring systems, and barriers to the use of masks with adherence to the use of masks in the community during the COVID-19 pandemic, Reuhat Tuha Village, Aceh Besar District in 2021. Methods: This study was conducted using a descriptive analytical method. with a cross sectional approach. The sample in this study was the people of Reuhat Tuha Village as many as 80 respondents, with the sampling technique of Simple Random Sampling. This research was conducted on 19 to 26 August 2021. Data analysis used Chi-Square statistical test with SPSS version 22.0 program. Results: The results showed that there was a significant relationship between knowledge (p-value 0.001), attitude (p-value 0.001), supervision system (p-value 0.005), and barriers to using masks (p-value 0.001) with adherence to the use of masks. in the community during the COVID-19 pandemic. While the source of information (p-value 0.219) has no relationship with the compliance of the use of masks in the community during the COVID-19 pandemic. Suggestion: It is hoped that the community will prioritize the benefits of using masks rather than discomfort for safety and health during the COVID-19 pandemic, and increase their sense of caring for fellow community members to remind each other if there are still people who do not comply with wearing masks. Because the use of masks has now become a new habit that must always be applied.
Skrining Fitokimia Dan Uji Sitotoksisitas Ekstrak Etanol Daun Tapak Dara (Catharanthus Roseus L.) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (Bslt)
Alfiani Prima Putri;
M. Pandapotan Nasution
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tanaman tapak dara (Catharanthus roseus L.) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman ini tumbuh liar maupun dibudidayakan sebagai tanaman hias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak etanol daun tapak dara dapat memiliki potensi sebagai senyawa antikanker dengan penentuan LC50 dan juga senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada daun tapak dara. Pada penelitian ini dilakukan pengujian skrining fitokimia dan pengujian karakteristik daun tapak dara. Pengujian sitotoksititas ekstrak etanol daun tapak dara menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dilakukan dengan beberapa konsentrasi : 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm ,400 ppm, 500 ppm, 600 ppm, 700 ppm, 800 ppm, 900 ppm, 1000 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil skrining fitokimia daun tapak dara mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Hasil pengujian karakterisasi daun tapak dara pada kadar air 6,66 %, kadar sari larut air 38,23 %, kadar sari larut etanol 24,85 %, kadar abu total 6,29 %, dan kadar abu tidak larut asam 0,66 %. Hasil karakterisasi ini menunjukkan hasil yang sesuai dengan standarisasi dalam materia medika indonesia. Hasil pengujian dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) memberikan nilai LC50: 305,1406 µg/ml,sehingga ekstrak etanol daun tapak dara bersifat toksik dan berpotensi sebagai antikanker, karena senyawa uji dikatakan toksik jika harga LC50 lebih kecil dari 1000 µg/mL.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Alue Bili Kabupaten Nagan Raya Tahun 2022
Nada Sari, Agustina, Vera Nazirah Arifin
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 1 Januari 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan dengan metode Kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 125 ibu yang mempunyai bayi umur < 12 bulan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden. Penelitian ini dilakukan di bulan Maret tahun 2022, Analisis data menggunakan uji Chi Square program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ibu yang memberikan imunisasi dasar secara lengkap pada bayinya adalah 45,3%. Berdasarkan hasil statistik bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna tehadap kelengkapan imunisasi dasar yaitu pengetahuan ibu (0,000) dan pekerjaan ibu (0,004) di Puskesmas Alue Bilie Kabupaten Nagan Raya Tahun 2022.Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel (sikap ibu, peran keluarga dan peran petugas kesehatan) dengan kelengkapan imunisasi dasar untuk bayi di Puskesmas Alue Bilie Kabupaten Nagan Raya. Adanya faktor lain yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar, misalnya kesehatan ibu, sosial budaya, pengaruh media sosial dan kepercayaan ibu Diharapkan kepada pihak petugas kesehatan untuk melakukan kerja sama antar lintas program dan lintas sektor untuk memberikan inovasi yang membuat masyarakat untuk melengkapi imunisasi dasar bayi dengan cara memberikan vaksin sesuai dengan kebutuhan dan umur bayi.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Patch Transdermal Yang Mengandung Ekstrak Daun Mint (Mentha piperita L.) Sebagai Antidiare
Ahmad Lelo Hasibuan, Gabena Indrayani Dalimunthe
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Daun mint mengandung menthol yang dapat berfungsi mempercepat sirkulasi, meringankan kembung, mual dan kram. Daun mint mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu tanin dan flavonoid yang berpotensi memperlancar sistem pencernaan. Menurut Winarno dan sundari (1996) tanin dapat menciutkat (menyusutkan) permukaan usus dan dapat melindungi mukosa usus. Dan flavonoid mempunyai kemampuan dalam menghambat motilitas usus,dan sekresi air dan elektrolit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan variabel bebas yaitu simplisia daun mint (Mentha piperita L), serbuk simplisia, ekstrak daun mint, sedangkan variabel terikat meliputi karakterisasi simplisia dan kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol daun mint adapun uji yang dilakukan meliputi uji patch transdermal terhadap mencit (Mus musculus). Hasil dari ke empat formula sediaan patch transdermal ekstrak daun mint yaitu F0 memiliki bentuk sediaan cair, tidak berbau,warna coklat. F1 sediaan sedikit kental, berbau spesifik, berwarna coklat. F2 sediaan kental, ada bau spesifik, warna coklat.F3 sediaan kental, ada bau spesifik, warna coklat. pH pada formula 0 yaitu 6, formula 1 yaitu 6, formula 2 yaitu 6,dan formula 3 yaitu 6. Uji efektifitas antidiare yang paling efektif adalah dengan konsentrasi daun mint sebesar 40%.
Formulasi Sediaan Hidrogel Dari Ekstrak Daun Afrika (Gymnanthemum Amygdalinum Del.) Sebagai Plester Penurun Panas
Aisyah Putri Lubis, Gabena Indrayani Dalimunthe
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 1 Januari 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Demam adalah suatu keadaan dimana suhu tubuh diatas normal, yaitu diatas 37,6°C. Pada prinsipnya demam dapat menguntungkan dan dapat pula merugikan. Pada tingkat tertentu demam merupakan bagian dari pertahanan tubuh yang bermanfaat karena timbul dan menetap sebagai respon terhadap suatu penyakit, namun suhu tubuh yang terlalu tinggi juga akan berbahaya. Tujuan penelitian untuk mengetahui Tumbuhan afrika (Gymnanthemum amygdalinumDel.) sebagai obat demam. Metode penelitian ini Ekstrak dibuat dalam tiga formulasi, komposisi setiap 30 g sediaan mengandung ekstrak daun afrika F1 untuk 3 g, F2 untuk 5 g, dan F3 untuk 10 g. Dari ketiga formula ini diananlisa sifat fisik hidrogel untuk melihat karakterisasi dari hidrogel yang meliputi uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji homogenitas, dan uji penurunan suhu pada hewan uji mencit. Dari hasil penelitian data dianalisis menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) dengan uji ANOVA dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil dari ketiga formula hidrogel ekstrak daun afrika yaitu F1, F2, dan F3 memiliki karakterisasi yang sama yaitu bentuk semi padat, bau khas dan warna hijau kehitaman, Ph hidrogel yaitu 4,6-5,3 viskositas 3000-24.000 cP dan homogen. Pada uji penurunan suhu tubuh hewan uji mencit paling efektif pada F3 yaitu plester hidrogel dengan komposisi 10 g ekstrak dalam 30 g sediaan dapat menurunkan suhu tubuh mencit dalam waktu 60 menit.
Analisis Risiko Keselamatan Kerja Mengunakan Metode Hazard Identification, Risk Assesment Dan Risk Control (HIRARC) Pada Divisi Mechanical Engineering PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh Tahun 2022
Mariah Qibti, Wardiati, Dedi Andria
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecelakaan akibat kerja adalah kecelakaan yang terjadi disebabkan oleh pekerjaan atau pada waktu pelaksanaan kerja di suatu perusahaan. Keselamatan kerja beresiko pada segala tempat kerja, baik di darat, di permukaan air, di dalam tanah di dalam air maupun di udara. Dalam hal ini tempat kerja yang mengunakan mesin, pesawat, alat perkakas, peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat berisiko mengakibatkan kecelakaan, kebakaran atau ledakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar risiko dan mengetahui pengendalian risiko mengunakan metode Hazard Identification, Risk Assesment Dan Risk Control (HIRARC) pada Divisi Mechanical Engineering PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasional dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja yang bekerja di bagian mechanical engginering. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total populasi sampel sebanyak 3 pekerja untuk diwawancarai yang mampu mewakilo dari seluruh pekerja. Proses pendataan selama empat hari, mulai 23-26 November 2021. Analisis risiko dilakukan dengan metode HIRARC. Hasil dari penelitian indetifikasi bahaya aktivitas water intake terdapat pada pembersihan dan perbaikan saringan sampah dan pergantian pompa intake, penilaian tingkat risiko pada paling banyak terdapat pada kategori risiko high sebesar 42,8%, pada kategori risiko extreme dan risiko medium seimbang yaitu sebesar 28,5% pengendaliannya yaitu rekayasa engineering, pengendalian administratif dan APD. Identifikasi bahaya aktivitas mesin distribusi terdapat pada pergantian dan pengecekan mesin distribusi, tingkat risiko paling banyak terdapat kategori risiko extreme sebesar 60% sedangkan risiko high sebesar 40% pengendaliannya yaitu pengendalian administratif dan APD. Identifikasi bahaya aktivitas workshop terdapat pada gerenda, bekerja di ketinggian, perawatan mesin, housekeeping ingkat risiko pada paling banyak terdapat kategori risiko high sebesar 71,4% sedangkan untuk risiko extreme dan medium seimbang sebesar 14,2% pengendaliannya yaitu rekayasa engineering, pengendalian administratif dan APD. Berdasarkan temuan di lapangan banyak pekerja yang tidak mengunakan alat pelindung diri (APD) disarankan untuk wajib mengunakan alat pelindung diri saat bekerja, perusahaan harus menyediakan alat pelindung diri sesuai kebutuhan pekerja serta memasang rambu-rambu K3 di zona berbahaya.