cover
Contact Name
Jhon Hardy Purba
Contact Email
daiwiwidya1@gmail.com
Phone
+6287762695157
Journal Mail Official
daiwiwidya1@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/DW/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Daiwi Widya : Jurnal Pendidikan FKIP Unipas
ISSN : 2406730X     EISSN : 26227169     DOI : https://doi.org/10.37637
Core Subject : Education,
"Daiwi Widya" is a journal of education that is managed by the Faculty of Teacher Training and Education, University of Panji Sakti. It aims at accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of education. Daiwi Widya publishes research results that review educational processes in terms of educational methods, educational models, case studies particularly educational studies and classroom action research. The incoming articles are reviewed by Expert Editors who are accordance with the field of educational scholarship totaling five people. Daiwi Widya is published twice each volume that is June, December and special edition. The purpose of this educational journal is to publish conceptual thoughts or ideas and research results obtained in the field of education. The major focus of this journal is in the development of science particularly in the field of education.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2025)" : 12 Documents clear
PENINGKATAN PENGELOLAAN DIRI SISWA TAHFIDZUL QUR’AN SMPIT TQ ULIL ALBAB KARANGANYAR MELALUI KONSELING BEHAVIORAL TEKNIK SELF-MANAGEMENT I Nyoman Mudarya; Rofi'ud Darojatin Nisaa; Yusron . Aminulloh
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2731

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana penerapan konseling behavioral dengan teknik self management dapat meningkatkan pengelolaan diri siswa kelas IX putra pada program tahfidzul Qur’an di SMPIT TQ Ulil Albab Karanganyar tahun pelajaran 2024/2025. Latar belakang penelitian didasari fakta bahwa sebagian siswa mengalami kesulitan dalam mengatur waktu, menjaga konsistensi hafalan, dan mempertahankan motivasi. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan dua siklus, melibatkan lima siswa kelas IX putra yang dipilih melalui pra-penelitian. Instrumen utama berupa kuesioner pengelolaan diri mencakup empat aspek: pendorongan diri, penyusunan diri, pengendalian diri, dan pengembangan diri. Analisis dilakukan menggunakan rumus persentase keberhasilan. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 49,62% (pra-siklus, kategori rendah) menjadi 64,40% (siklus I, kategori sedang), dan 80,28% (siklus II, kategori tinggi). Peningkatan terjadi pada seluruh aspek, dengan kemajuan signifikan pada pengendalian diri dan pengembangan diri. Faktor pendukung meliputi dukungan guru BK, guru tahfidz, dan lingkungan pondok yang terstruktur, sedangkan hambatan mencakup pengaruh teman sebaya dan rasa jenuh. Temuan ini menegaskan bahwa teknik self management dapat membentuk kebiasaan positif, disiplin, dan motivasi internal siswa dalam proses tahfidz.
SKOR-Z SEBAGAI PENENTU POSISI SUATU SKOR MENTAH I Gusti Ngurah Puger
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2727

Abstract

Dalam membandingkan dua skor yang berasal dari distribusiskor yang berbeda yang dimiliki oleh seseorang, kita tidak bisamembandingkan skor mentah tersebut secara langsung. Keduaskor tersebut harus ditransformasi dulu ke skor-z atau skorstandar. Nilai z yang diperoleh merupakan jarak suatu skorsebesar z.SD dari rerata hitungnya ( X ). Makin berada disebelah kanan nilai z.SD dari rerata hitungnya ( X ) berartimakin lebih tinggi posisinya bila dibandingkan dengan skoryang lainnya. Jika hal ini diaktualisasikan berarti suatu skormentah (X1) yang memiliki nilai z.SD lebih tinggi dari skormentah (X2) yang lainnya, maka kemampuan seseorang dalambidang tertentu yang disimbulkan oleh skor mentah (X1)tersebut lebih tinggi.
PENGARUH BROKEN HOME TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MADRASAH ALIYAH 45 GIANYAR I Nyoman Mudarya; Putu Abda Ursula; Purwanto . .
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2732

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh broken home terhadap motivasi belajar siswa di Madrasah Aliyah 45 Gianyar. Keluarga yang tidak utuh dapat mempengaruhi kondisi emosional, sosial, dan akademik anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei berbasis kuesioner pada 52 siswa, yang dipilih melalui teknik total sampling. Data diukur menggunakan skala Likert dan dianalisis dengan Korelasi Pearson, Regresi Linier, dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif tetapi lemah antara broken home dan motivasi belajar (r = 0,2152), dengan kontribusi broken home sebesar 4,63% terhadap motivasi belajar, sementara 95,37% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil regresi linier (b = -0,15) menunjukkan bahwa peningkatan broken home berkorelasi dengan penurunan motivasi belajar. Uji t menunjukkan pengaruh signifikan pada tingkat 90% (α = 0,10) tetapi tidak signifikan pada 95% atau 99%.Temuan ini menekankan perlunya intervensi pendidikan yang lebih komprehensif, seperti strategi pembelajaran yang inklusif dan dukungan sosial, guna membantu siswa dari keluarga broken home tetap termotivasi dalam belajar.
CIRI-CIRI, FAKTOR PENYEBAB DAN DAMPAK ALEXITHYMIA Gitta Citra Wedhayanti
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2728

Abstract

Alexithymia merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan kesulitan individu dalam mengenali, memahami, dan mengekspresikan emosi. Istilah ini semakin mendapat perhatian dalam kajian psikologi dan kesehatan mental karena keterkaitannya dengan berbagai gangguan psikologis dan kondisi psikosomatis. Seseorang dengan alexithymia memiliki beberapa ciri-ciri seperti cenderung cuek terhadap orang lain dan sulit mengekspresikan sesuatu dengan kata-kata. Alexithymia dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu faktor penyebab adalah faktor psikogenik yang terdiri dari gaya kelekatan dengan keluarga atau orang tua, trauma, dan nyeri atau sakit kronis. Alexithymia bukanlah suatu gangguan mental, tetapi jika tidak ditangani akan berdampak pada kualitas hubungan interpersonal dan intrapersonal, serta dapat memunculkan perilaku cenderung melukai diri sendiri hingga bunuh diri.
HUBUNGAN ANTARA STRES AKADEMIK DENGAN REGULASI EMOSI PADA SISWA KELAS VII SMP N 1 SERIRIT TAHUN AJARAN 2024/2025 I Gusti Ngurah Puger; Rofi'ud Darojatin Nisaa; Putu Ary Sastrawan
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dan regulasi emosi pada siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Seririt. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya tekanan akademik yang dialami siswa serta pentingnya kemampuan regulasi emosi dalam menghadapi tantangan tersebut. Regulasi emosi yang efektif diyakini dapat membantu siswa mengelola stres yang muncul akibat tuntutan akademik yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Seririt, dengan jumlah sampel sebanyak 108 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala stres akademik dan skala regulasi emosi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara stres akademik dan regulasi emosi, dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,478 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat stres akademik yang dialami siswa, maka semakin baik kemampuan regulasi emosi yang dimiliki. Sebagian besar siswa (76%) berada pada kategori stres akademik sedang dan memiliki regulasi emosi dalam kategori sedang. Berdasarkan temuan ini, disarankan kepada pihak sekolah untuk menyediakan program bimbingan dan kegiatan pembelajaran yang mendukung pengelolaan emosi siswa sehingga mereka lebih mampu mengatasi stres akademik secara positif.
EFEKTIVITAS TEORI BEHAVIORAL DENGAN STRATEGI SELF-MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR SISWA Kadek Widya Handayani; Gede Danu Setiawan; Dyah . Siswanti
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2724

Abstract

Tanggung jawab belajar merupakan kesadaran siswa dalam melaksanakan kewajiban akademik secara mandiri, disiplin, dan penuh inisiatif. Kajian ini bertujuan menguji apakah teori behavioral dengan strategi saat manajemen efektif dalam menumbuhkan tanggung jawab belajar siswa kelas VII G di SMP Negeri 1 Seririt. Kajian ini termasuk penelitian eksperimen yang pendekatannya secara pra-eksperimental menggunakan penelitian one group pretest-posttest. Kajian yang dilaksanakan mengambil subjek sejumlah 5 siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2024/2025 dengan tingkat tanggung jawab belajar dalam kategori rendah. Metode pengumpulan data mempergunakan angket dan teknik analisis datanya yakni analisis deskriptif serta statistik inferensial. Hasil dari kajian ini adalah terdapat kenaikan skor tanggung jawab belajar siswa sebelum serta setelah memperoleh perlakuan dalam bentuk layanan konseling individual menggunakan strategi self management. Skor pretest dan posttest menunjukkan perubahan kategori dari rendah menjadi sedang dan tinggi. Uji hipotesis dibantu SPSS didapat nilai thitung yang lebih tinggi dari ttabel yakni 8,390 ≥ 2,776 yang berarti bahwa penerapan strategi self-management berbasis teori behavioral efektif dalam meningkatkan tanggung jawab belajar siswa kelas VII G SMP Negeri 1 Seririt.
FAKTOR DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI TINGKAT STRES KARYAWAN BUMDesa “KARTIKA LESTARI” (STUDI EX- POST FACTO PADA UNIT PENGELOLAAN SAMPAH) I Gusti Ngurah Puger; Gede Danu Setiawan; Kadek Putri Anggaraningtiasih
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2729

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor dominan yang mempengaruhi tingkat stres kerja karyawan Unit Pengelolaan Sampah BUMDesa “Kartika Lestari”. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel berjumlah 28 orang dengan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh populasi karyawan pada unit tersebut dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui Angket atau kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya guna menjamin. instrumen dapat mengukur variabel secara tepat. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson untuk melihat keeratan hubungan antarvariabel, serta Uji t digunakan untuk menilai signifikansi pengaruh setiap faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan interpersonal merupakan faktor paling dominan yang mempengaruhi tingkat stres kerja, sedangkan beban kerja dan dukungan sosial memiliki pengaruh relatif lebih rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun interaksi yang positif, komunikasi yang efektif, dan dukungan emosional antarpegawai maupun antara pegawai dengan atasan. Peningkatan kualitas hubungan interpersonal diyakini mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif, mengurangi konflik, serta menurunkan tingkat stres karyawan secara signifikan.
INTEGRASI MODEL PENGOLAHAN INFORMASI DAN METODE INQUIRY DALAM MENDUKUNG DEEP LEARNING PADA KURIKULUM MERDEKA Putu Risa Asti Wandani; Kadek Yati Fitria Dewi
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2723

Abstract

Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pembelajaran bermakna (deep learning) yang berorientasi pada pengembangan nalar kritis, kemandirian belajar, dan karakter peserta didik. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan keselarasan antara filosofi pendidikan, model pembelajaran, dan metode yang digunakan guru di kelas. Artikel ini bertujuan mengkaji integrasi Model Pengolahan Informasi dan Metode Inquiry sebagai pendekatan yang relevan dalam mendukung deep learning pada Kurikulum Merdeka. Kajian dilakukan melalui studi pustaka terhadap jurnal-jurnal ilmiah sepuluh tahun terakhir. Pembahasan difokuskan pada kesesuaian model dengan filosofi Pendidikan yang Memerdekakan Ki Hadjar Dewantara, pergeseran peran guru, tantangan implementasi di sekolah, serta bentuk asesmen formatif yang tepat. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kedua pendekatan tersebut mampu menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Artikel ini diharapkan menjadi rujukan konseptual bagi guru dalam merancang pembelajaran yang bermakna dan reflektif.
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL TERHADAP PENURUNAN PERILAKU MENYIMPANG PADA SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 4 BUSUNGBIU TAHUN AJARAN 2024/2025 I Nyoman Mudarya; Putu ABDA URSULA; Kadek Vioni Veronika
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling behavioral dalam menurunkan perilaku menyimpang pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 4 Busungbiu. Latar belakang penelitian ini berangkat dari hasil observasi saat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), di mana ditemukan perilaku menyimpang seperti membolos, berkata kasar, dan tidak mengerjakan tugas sekolah. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 32 siswa, dan dipilih 10 siswa dengan skor perilaku menyimpang tertinggi sebagai sampel. Intervensi dilakukan melalui tiga sesi konseling behavioral kelompok menggunakan teknik modeling. Data dianalisis dengan paired sample t-test dan menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest dengan penurunan rata-rata 24,6 poin (p < 0,05). Hasil ini membuktikan bahwa konseling behavioral efektif untuk mengurangi perilaku menyimpang pada siswa SMP.
PENERAPAN PENDEKATAN RASIONAL EMOTIF DENGAN TEORI ABCD UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PELAKU BULLYING Gede Danu Setiawan; Dyah Siswanti Sukardhi; I Gusti Ayu Sri Susanti
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan Pendekatan Rasional Emotif dengan teori ABCD dapat meningkatkan Regulasi Emosi Siswa pelaku Bullying pada siswa kelas VIID di SMP Negeri 1 Seririt. Hipotesis penelitian ini jika pendekatan Rasional Emotif dengan teori ABCD dapat diupayakan dengan maksimal maka Regulasi Emosi Siswa dapat ditingkatkan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling. Subjek penelitian ini adalah sebanyak 20 orang siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan Teori ABCD melalui metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari identifikasi, diagnosa, prognosa, konseling, evaluasi dan tahap refleksi. Pencapaian untuk meningkatkan Regulasi Emosi pada siswa di siklus I sampai siklus II menunjukkan peningkatan Regulasi Emosi siswa yaitu pada siklus I diperoleh peningkatan Regulasi Emosi terhadap 20 orang siswa yaitu sebesar 48,8% menjadi 29,3%. Dari data tersebut, ternyata 12 orang siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan sehingga dilanjutkan siklus II. Pada siklus II pencapaian Regulasi Emosi siswa meningkat yaitu sebesar 48,8% menjadi 12,2% dengan dengan rata-rata peningkatan sebesar 10%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Rasional Emotif dengan teori ABCD dapat untuk meningkatkan Regulasi Emosi Siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 12