cover
Contact Name
Jhon Hardy Purba
Contact Email
daiwiwidya1@gmail.com
Phone
+6287762695157
Journal Mail Official
daiwiwidya1@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/DW/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Daiwi Widya : Jurnal Pendidikan FKIP Unipas
ISSN : 2406730X     EISSN : 26227169     DOI : https://doi.org/10.37637
Core Subject : Education,
"Daiwi Widya" is a journal of education that is managed by the Faculty of Teacher Training and Education, University of Panji Sakti. It aims at accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of education. Daiwi Widya publishes research results that review educational processes in terms of educational methods, educational models, case studies particularly educational studies and classroom action research. The incoming articles are reviewed by Expert Editors who are accordance with the field of educational scholarship totaling five people. Daiwi Widya is published twice each volume that is June, December and special edition. The purpose of this educational journal is to publish conceptual thoughts or ideas and research results obtained in the field of education. The major focus of this journal is in the development of science particularly in the field of education.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2021)" : 12 Documents clear
CYBER COUNSELING BERBASIS COGNTIVE BEHAVIORAL Gede Danu Setiawan
Daiwi Widya Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.114 KB)

Abstract

Pada masa revolusi industry 4.0 internet menjadi bagian kehidupan masyarakat modern, termasuk siswa. Media internet digunakan oleh para siswa untuk berkomunikasi, mencari sumber belajar, bermain, menonton video, youtube, mendengarkan musik, bisnis, dan lain sebagainya. Media tersebut mudah digunakan, memiliki asas kerahasiaan, praktis, dan dapat diakses dari mana saja, bahkan dapat diaplikasikan dalam layanan bimbingan dan konseling. Teramati terdapat kendala di sekolah yaitu keterbatasan waktu konselor dalam memberikan layanan konseling, sedangkan beban belajar siswa sangat padat, sehingga mereka kurang mendapat pelayanan konseling secara face to face. Oleh karena itu layanan konseling online atau disebut cybercounseling menjadi pilihan utama konselor sekolah. Model konseling yang dipilih di antaranya Konseling Kognitif Perilaku atau disebut dengan Cognituive Behavioral.
PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PELAKSANAAN SPMI (SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL) MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SEKOLAH BINAAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Nuryani Nuryani
Daiwi Widya Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.52 KB)

Abstract

Hasil penilaian pra tindakan tentang kinerja guru dalam pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) di dapatkan data kinerja guru dalam pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) masih rendah. Data penelitian tindakan sekolah yang diperoleh dari hasil observasi kinerja guru dalam pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) pada siklus I, hasilnya termasuk katagori “baik” dengan rata-rata aspek 1 yakni 2, aspek 2 yakni 2, aspek 3 yakni 1, dan aspek 4 yakni 1. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja guru dalam pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) sudah baik, akan tetapi perlu peningkatan. Dengan adanya hasil observasi dan penilaian pada kegiatan siklus I maka peneliti melakukan refleksi. Dari refleksi terhadap seluruh kegiatan pada siklus I, maka ditemukan beberapa hambatan yang mengakibatkan belum optimalnya kinerja guru dalam pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal).Dapat disimpulkan bahwa upaya pengawas sekolah sebagai Supervisor dalam menerapkan SPMI yang diukur dengan menggunakan tiga indicator. Dari hasil wawancara supervisor dalam menerapkan SPMI tidak ditemukan masalah yang berarti sehingga pelaksanaan penerapan SPMI dalam rangka pemenuhan mutu yang telah berjalan dengan baik, Hal ini didukung dengan hasil observasi pengawas sekolah sebagai seorang supervisor dalam menerapkan SPMI yang telah dilakukan. Kinerja guru dalam pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal), masing-masing juga ada peningkatan yang ke arah yang lebih baik yaitu: penilaian kinerja guru dalam pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) berada pada katagori “sangat baik. Dengan melihat hasil pada siklus II, maka refleksi terhadap hasil yang diperoleh peneliti pada siklus II ini adalah adanya peningkatan kinerja guru dalam pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal). Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata yang diperoleh dalam penilaian hasil kinerja guru dalam pelaksanaan SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal). Sedangkan dari jumlah guru, 100% sudah mencapai kriteria yang ditetapkan.
PENGUJIAN VALIDITAS ISI TES HASIL BELAJAR YANG DINILAI OLEH SUBJECT MATTER EXPERT (SME) I Gusti Ngurah Puger
Daiwi Widya Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.105 KB)

Abstract

Dalam menguji validitas isi (content validity) tes hasil belajar, jika menggunakan sekelompok ahli (subject matter experts) biasanya dapat ditentukan mengenai content validity ratio (CVR) dan content validity index (CVI). Koefisien CVR menunjukkan boleh atau tidak boleh suatu item digunakan sebagai penyusun tes hasil belajar. Semua koefisien CVR yang lebih besar dari 0 bisa digunakan sebagai penyusun tes hasil belajar. Sedangkan CVI merupakan indikasi langsung dari rerata banyaknya suatu item yang memiliki kemampuan sebagai penyusun suatu instrumen. Oleh karena itu, koefisien CVI baru bisa ditentukan setelah semua item yang boleh digunakan sebagai penyusun suatu tes hasil belajar berbasiskan atas koefisien CVR. Dari koefisien CVR dan CVI yang diperoleh, sebetulnya yang menentukan validitas isi (content validity) tes hasil belajar adalah koefisien CVI.
MENGENAL LAYANAN KONSELING ONLINE Putu Abda Ursula
Daiwi Widya Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.194 KB)

Abstract

Layanan konseling online merupakan salah satu inovasi dalam pelayanan di bidang konseling. Saat ini sudah banyak berkembang layanan konseling online melalui beberapa aplikasi-aplikasi khusus bagi masyarakat. Pelayanan konseling ini biasanya dilakukan melalui media telepon, chat, email, videocall, maupun melalui platform. Secara umum pelayanan konseling online menggunakan teknik yang sama dengan konseling konvensional lainnya. Namun perbedaannya terdapat pada pelaksanaan layanan yang mempergunakan media digital sebagai sarana utamanya, jadi masyarakat bisa melakukan konseling dimana saja dan kapan saja. Hambatan yang biasanya dialami pada saat melakukan konseling online adalah gangguan sinyal, gangguan teknis, dan ketidakmampuan konselor dalam menunjukkan empati secara langsung. Layanan konseling online ini sangat efektif pada saat pandemi. Karena pada saat pandemi kita diminta untuk lebih banyak melakukan aktifitas di dalam rumah. Semoga dengan adanya layanan konseling berbasis online, konselor tetap dapat membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan secara cepat dan tepat.
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN JIGSAW MELALUI PENDAMPINGAN GURU Abdul Rahman
Daiwi Widya Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.525 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih kurangnya pemahaman guru tentang pembelajaran kooperatif, khususnya Jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru dalam mengimplementasikan pembelajaran Jigsaw melalui pendampingan guru pada semester I tahun pelajaran 2019/2020. Berdasarkan hasil observasi, diperoleh data awal kompetensi guru-guru dalam mengimplementasikan pembelajaran Jigsaw dengan nilai rata-rata 64,33 terkategori Cukup. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 8 Bintan, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan dengan subjek penelitian guru-guru di SMP Negeri 8 Bintan sebanyak 12 orang. Bentuk penelitian adalah penelitian tindakan sekolah dengan dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, kompetensi guru-guru dalam mengimplementasikan pembelajaran Jigsaw telah meningkat yang memperoleh nilai rata-rata 78,17 terkategori Baik. Pada siklus II dilakukan perbaikan-perbaikan sehingga kompetensi guru-guru lebih meningkat yang memroleh nilai rata-rata 92,27 terkategori Amat Baik. Simpulan yang diperoleh dari kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah kompetensi guru-guru SMP Negeri 8 Bintan dalam mengimplementasikan pembelajaran Jigsaw dapat ditingkatkan melalui pendampingan guru.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA Ni Luh Yaniasti
Daiwi Widya Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.285 KB)

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan manusia. Setiap individu tidak akan lepas dari kegiatan komunikasi, khusunya komunikasi interpersonal dengan individu lain. Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang dilakukan secara tatap muka, yang memungkinkan setiap individu mampu memaknai reaksi orang lain secara langsung. Adanya perubahan yang dinamis, menyebabkan siswa sebagai remaja rentan untuk menghadapi permasalahan yang cukup kompleks. Siswa mencari bantuan untuk penyelesaian masalahnya pada teman sebayanya. Adanya siswa bermasalah yang berkonsultasi pada temannya, dapat memberikan efek positif namun bisa juga memberikan efek negatif. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dikembangkan model layanan bimbingan dan konseling yang mampu melayani siswa serta meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Salah satu yang dapat dikembangkan adalah konseling sebaya. Pengembangan konseling sebaya diprediksi dapat menjadi alternatif solusi permasalahan yang sering dihadapi oleh siswa khususnya remaja. Langkah yang dapat ditempuh dalam upaya pengembangan kemampuan komunikasi interpersonal melalui peer counseling yaitu meliputi pemilihan calon ―konselor sebaya, pembekalan calon ―konselor sebaya dan pengorganisasian pelaksanaan konseling sebaya.
SUPERVISI KUNJUNGAN KELAS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU DALAM MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION Sudiono Sudiono
Daiwi Widya Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.549 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dengan mendiskripsikan keterampilan guru-guru SMP Negeri 26 Bintan dalam menerapkan model pembelajaran Problem Based Instruction melalui supervisi kunjungan kelas. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan sekolah dengan melibatkan 8 orang guru mata pelajaran. Dari hasil observasi sebelumnya mereka belum terampil dalam menerapkan model pembelajaran Problem Based Instruction dalam proses pembelajaran dan hanya memperoleh nilai rata-rata 71,75 terkategori Cukup. Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan, yaitu Juli sampai September 2018. Jumlah siklus dalam penelitian ini adalah 2 siklus dengan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan datanya adalah observasi dan metode analisis datanya adalah analisis deskriptif. Ternyata terjadi peningkatan keterampilan guru-guru dalam menerapkan model pembelajaran Problem Based Instruction melalui supervisi kunjungan kelas, yaitu pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 81,75 terkategori Baik, meningkat pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 93,88 terkategori Amat Baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa supervisi kunjungan kelas dapat meningkatkan keterampilan guru-guru SMP Negeri 26 Bintan dalam menerapkan model pembelajaran Problem Based Instruction pada semester I tahun pelajaran 2018/2019.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN METODE EKSPERIMEN Titin Kartina
Daiwi Widya Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.477 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 17 Bintan pada siswa kelas VIIIC semester I tahun pelajaran 2019/2020 yang nilai rata-rata kelas dan ketuntasan belajarnya masih belum mencapai kriteria ketuntasan belajar IPA yang ditentukan sekolah. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran Discovery Learning dan metode eksperimen dalam proses pembelajaran akan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah dengan memberikan tes hasil belajar kepada siswa subjek penelitian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Discovery Learning dan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Ini terbukti dari hasil yang diperoleh nilai rata-rata siswa yang pada saat observasi awal hanya mencapai 62,06 persentase ketuntasan belajar 36%, pada siklus I meningkat menjadi 68,12 persentase ketuntasan belajar 48% dan pada Siklus II meningkat menjadi 77,00 persentase ketuntasan belajar 94%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Discovery Learning dan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIIIC SMP Negeri 17 Bintan.
ANALISIS PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN Luh Putu Ary Sri Tjahyanti
Daiwi Widya Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.815 KB)

Abstract

Media sosial merupakan media komunikasi berbasis online yang memungkinkan penggunanya dapat saling berbagi informasi baik dalam bentuk gambar, foto maupun video. Perkembangan media sosial membuat kinerja menjadi lebih cepat, tepat, akurat sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang dihasilkan. Salah satu pengguna media sosial sekarang adalah pelajar, karena dengan menggunakan media sosial pelajar dapat dengan mudah berkomunikasi jarak dekat maupun jarak jauh tanpa harus bertatap muka atau bertemu. Media sosial bagi para pelajar merupakan hal yang penting tidak hanya sebagai tempat memperoleh informasi yang menarik tetapi juga sudah menjadi lifestyle atau gaya hidup. Pemanfaatan media sosial sebagai media belajar telah menunjang sebuah teori klasik mengenai teori pembelajaran sosial. Teori ini mengatakan bahwa proses belajar sosial berfokus pada bagaimana seorang individu belajar dengan menjadikan orang lain sebagai subjek belajarnya (Bandura, 2001). Dalam dunia pendidikan media mempunyai peranan penting terhadap prestasi belajar siswa. Dengan pemanfaatan media dalam proses pembelajaran, siswa dimudahkan dalam belajarnya sehingga dapat menerima pelajaran dengan baik. Media juga mampu membuat siswa menjadi semakin termotivasi dan bersemangat dalam mengikuti pelajaran.
PENERAPAN FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENGIMPLEMENTASIKAN PENDEKATAN SAINTIFIK Idris Idris
Daiwi Widya Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.896 KB)

Abstract

Seiring dengan perubahan yang terjadi pada kurikulum yang berlaku, beberapa hal juga turut mengalami perubahan, seperti langkah-langkah proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 001 Mantang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Tujuan penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan guru-guru SD Negeri 1 Mantang semester I tahun pelajaran 2018/2019 dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik dapat ditingkatkan melalui focus group discussion. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Metode analisis datanya adalah deskriptif untuk data kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah bahwa kemampuan guru-guru dalam implementasi pendekatan saintifik dapat ditingkatkan melalui focus group discussion. Hal ini terlihat dari rata-rata kemampuan guru dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik pada prasiklus sebesar 73,75, setelah tindakan pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 89,00 dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 96,25. Kesimpulan penelitian ini adalah kemampuan guru-guru SD Negeri 1 Mantang semester I tahun pelajaran 2018/2019 dalam implementasi pendekatan saintifik dapat ditingkatkan melalui focus group discussion.

Page 1 of 2 | Total Record : 12