Articles
1,239 Documents
Perancangan dan Realisasi Antena Mikrostrip 4x4 MIMO Berbahan Material Dielektrik Artifisial dengan Menggunakan Mode Gelombang TM11 (Pola Crepes) untuk Meningkatkan Gain Antena Repeater pada Aplikasi LTE
Cucun Noviyanti;
Hepi Ludiyati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1167.333 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1417
Abstrak - Antena merupakan salah satu elemen yang penting pada sistem komunikasi tanpa kabel, dimana tidak ada sistem komunikasi wireless yang tidak menggunakan antena. Dengan adanya teknologi LTE, kebutuhan tidak hanya terbatas pada komunikasi suara saja, akan tetapi juga dilakukan untuk komunikasi wireless. Penulis mengusulkan sebuah antena mikrostrip berbahan material elektromagnetik artifisial untuk aplikasi LTE. Antena ini nantinya dirancang dengan menggunakan substrat jenis FR4 epoxy. Flame Retardant-4 epoxy ini penyerapan airnya mendekati nol, bahan ini dikenal mempertahankan nilai mekanis yang tinggi dan kualitas isolasi listrik baik dalam kondisi kering maupun lembab. Pada material dielektrik artifisial ini memiliki struktur dasar persegi. Mode gelombang yang digunakan adalah transverse magnetic TM, keuntungan dengan meggunakan mode gelombang ini yaitu dapat meminiaturisasi ukuran perangkat pada mode gelombang TM yang diinginkan.Teknik yang akan dilakukan adalah memasang sejumlah kawat konduktor tegak lurus pada host material. Kawat yang telah ditembuskan berada di posisi medan listrik maksimum dari mode TM yang akan diaktifkan pada perangkat telekomunikasi. Pada perealisasian nantinya pengusul akan menggunakan material elektromagnetik inovatif ini pada antena mikrostrip persegi berbahan host material FR4 epoxy serta mode gelombang yang akan digunakan pada antena ini adalah mode TM11 pola crepes. Perealisasian antena ini tidak akan mengeluarkan biaya yang mahal karena tidak melalui proses pabrikasi melainkan hand made. Diharapkan pada perealisasian ini penulis dapat menciptakan antena mikrostrip berupa purwarupa material elektromagnetik inovatif dengan bahan dasar FR4 epoxy untuk meningkatkan gain antena pada aplikasi LTE.
Analisa Karakteristik Resonator Rongga Circular Menggunakan Material Dielektrik Artifisial Floral Foam
Frieta Rizki Andhita;
Regina Aprilia Maharani Yusuf;
Muhammad Hilman Maulana;
Hepi Ludiyati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (685.697 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1418
Keberadaan material elektromagnetik di dalam resonator rongga dapat memengaruhi nilai frekuensi resonansi. Material elektromagnetik yang dapat digunakan di antaranya material dielektrik alami floral foam. Floral foam dapat menurunkan frekuensi resonansi apabila memiliki nilai permitivitas yang tinggi. Untuk meningkatkan nilai permitivitas maka sifat elektromagnetis floral foam akan diganggu dengan cara menambahkan kawat-kawat konduktor sesuai dengan informasi sebaran magnitudo medan listrik maksimum dari suatu mode gelombang elektromagnetik Transverse Magnetic atau disingkat TM. Selain dapat meningkatkan nilai permitivitas, penambahan kawat-kawat konduktor ke dalam dielektrik alami dapat memperkecil diameter resonator rongga. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dua buah resonator yang berbeda dimensi namun memiliki frekuensi kerja yang sama. Metode Transverse Magnetic yang digunakan adalah mode gelombang TM01. Hasil implementasi menunjukkan bahwa resonator rongga dengan perbedaan jari-jari sebesar 31,4% dapat memiliki frekuensi kerja yang sama. Resonator rongga yang disisipi material dielektrik alami memiliki jari-jari sebesar 26mm sedangkan resonator rongga yang disisipi material dielektrik artifisial memiliki jari-jari sepanjang 17,8mm. Kedua resonator ini bekerja pada frekuensi 5,2 GHz
Pengaruh Penerapan E-Procurement Terhadap Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dan Implikasinya Terhadap Penyerapan Anggaran Belanja Modal di Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Beryl Kathryn;
Hendi Rohendi
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.329 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1419
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik (e-procurement) bertujuan untuk mempercepat dan meningkatkan realisasi belanja daerah serta meningkatkan transparansi, akuntabilitas, persaingan yang sehat, efektif dan efisien dalam melakukan pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penerapan e-procurement terhadap pelaksanaan pengadaan barang/jasa dan implikasinya terhadap penyerapan anggaran belanja modal sebagai variabel intervening di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 OPD dengan jumlah responden sebanyak 90 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disampaikan secara langsung. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-procurement berpengaruh terhadap pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Pelaksanaan pengadaan barang/jasa berpengaruh terhadap penyerapan anggaran belanja modal. Penerapan e-procurement tidak berpengaruh secara langsung terhadap penyerapan anggaran belanja modal, dibutuhkan pelaksanaan pengadaan barang/jasa sebagai media untuk mempengaruhi penyerapan anggaran belanja modal di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, seluruh hasil penelitian ini mendukung hipotesis penerapan e-procurement berpengaruh terhadap penyerapan anggaran belanja modal melalui pelaksanaan pengadaan barang/jasa.
Realisasi Antena BTS Mini 1800 MHz Menggunakan Antena Mikrostrip Lingkaran Artifisial dengan Pencatuan Proximity Coupling dan Mode Gelombang TM01
Dania Farahiyah;
Hepi Ludiyati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (873.385 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1420
Letak geologis Indonesia yang berada diantara pertemuan tiga lempeng utama dunia menjadi salah satu faktor seringnya terjadi bencana alam. Ketika bencana alam terjadi, banyak bangunan-bangunan yang hancur termasuk tower-tower Base Transceiver Station (BTS). Hal tersebut menyebabkan jaringan komunikasi menjadi terhambat. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan penyediaan BTS Mini yang memiliki ukuran yang relatif kecil sehingga portable dan dapat digunakan dalam kondisi darurat. Salah satu komponen penting dalam sebuah BTS adalah antena. Pada makalah ini, telah dirancang dan direalisasikan antena mikrostrip lingkaran pada frekuensi 1800MHz dengan pencatuan proximity coupling. Antena diimplementasikan menggunakan substrat material dielektrik artifisial, yaitu akrilik yang telah dimodifikasi sifat-sifat permitivitasnya melalui proses elektromagnetisasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai permitivitasnya sehingga ketika digunakan sebagai substrat pada antena mikrostrip yang dibuat akan menghasilkan dimensi yang lebih kecil. Proses elektromagnetisasi dilakukan dengan menanamkan kawat-kawat tipis pada konfigurasi mode gelombang TM01 di arah propagasi gelombang pancaran antena. Selanjutnya antena ini dinamakan antena mikrostrip artifisial. Dari hasil pengukuran diperoleh bahwa antena mikrostrip artifisial dengan pencatuan proximity coupling memiliki frekuensi kerja 1800.4MHz, bandwidth 168.6MHz, return loss 38.27dB, pola radiasi direksional, dan gain ⪰ 5dBi. Antena ini memiliki dimensi lebih kecil 11.11% dibandingkan dengan antena mikrostrip konvensional yang digunakan untuk BTS pada umumnya.
Partisipasi Masyarakat Kelompok Sadar Wisata dalam Pembangunan Kepariwisataan di Kabupaten Trenggalek
Sindi Pembayuning Puji Rahayu;
Sapja Anantanyu;
Mulyanto Mulyanto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.37 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1421
Kegiatan pembangunan kepariwisataan melibatkan peran dari seluruh pemangku kepentingan yang ada dan terkait, yaitu: pemerintah, swasta dan masyarakat. Masyarakat sebagai salah satu pemangku kepentingan memiliki kedudukan dan peran penting. Keberhasilan jangka panjang suatu industri pariwisata sangat tergantung pada tingkat penerimaan dan dukungan dari peran masyarakat atau komunitas lokal. Untuk mendukung pelaksanaan pembangunan kepariwisataan, sebuah penelitian dibutuhkan untuk: (1) Mengkaji partisipasi masyarakat kelompok sadar wisata dalam pembangunan kepariwisataan; dan (2) Mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat kelompok sadar wisata dalam pembangunan kepariwisataan. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja di Kabupaten Trenggalek dengan pertimbangan bahwa jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Trenggalek tergolong lebih rendah daripada tiga Kabupaten lain di Jawa Timur, yang secara bersamaan mendapat penghargaan dalam komitmen mengembangkan potensi pariwisata daerah. Metode pengambilan sampel adalah proportional random sampling dengan jumlah sampel 80 orang. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Partisipasi masyarakat kelompok sadar wisata dalam pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Trenggalek sangat tinggi pada pengambilan keputusan dan perencanaan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, sedangkan pada pemanfaatan hasil adalah tinggi. (2) Pendidikan formal dan motivasi masyarakat berpengaruh signifikan terhadap partisipasi, sedangkan pendapatan dan kebijakan pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap partisipasi masyarakat kelompok sadar wisata dalam pembangunan kepariwisataan.
Alat Pengukur Tanda Vital Pada Tubuh dan Tingkat Stres Menggunakan Metode Sensor Fusion
Febian Syahbarudin;
Noor Cholis Basjaruddin;
Ediana Sutjiredjeki
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.195 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1422
Dewasa ini tingkat kesadaran masyarakat dalam melakukan pengecekan kesehatan cenderung masih kurang. Pengecekan kesehatan di sini mengacu pada dua parameter penting yaitu kesehatan fisik dan jiwa. Kesehatan fisik dapat diukur berdasarkan parameter kesehatan tanda-tanda vital seseorang sedangkan kesehatan jiwa dapat diukur berdasarkan prevalensi gangguan emosional seseorang seperti depresi, cemas dan stres. Namun pada saat ini umumnya perangkat medis yang digunakan untuk mengukur kedua parameter tersebut masih berbentuk terpisah sehingga dinilai kurang efektif. Oleh karena itu, Alat yang dibuat ini mampu membaca detak jantung, suhu tubuh, saturasi oksigen, dan GSR(Galvanic Skin Response). Alat yang dibuat menggunakan data dari pembacaan sensor sumber yang berbeda tersebut untuk memutuskan status kesehatan tanda vital dan tingkat stres pengguna. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah tersebut digunakan metode sensor fusion agar dapat menentukan keputusan akhir atau keluaran yang lebih unggul. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat realisasi dapat mengukur status kesehatan tanda vital dan tingkat stres menggunakan algoritma IF-THEN dan logika fuzzy dengan waktu pengukuran selama ±25 detik. Alat ini memiliki tingkat presisi pengukuran saturasi oksigen sebesar 99,7%, suhu tubuh sebesar 99,926% dan GSR sebesar 97,402%.
Perancangan dan Realisasi Sistem Komunikasi Suara dengan Penjelasan Suara yang Ditransmisikan dari Cahaya Lampu Penerangan LED
Maria Agustini;
Shella Oktaviani;
Fathir Muhammad;
Eril Mozef
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (886.609 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1423
Komunikasi cahaya merupakan teknologi komunikasi yang memanfaatkan sumber cahaya sebagai pemancar sinyal dan sebuah fotodioda sebagai komponen untuk menerima sinyal. Sumber cahaya lampu LED salah satunya yang sering dimanfaatkan untuk komunikasi dan sudah dalam proses pengembangan. Namun dalam pengembangannya masih terdapat kendala terhadap gangguan cahaya lain maupun kehandalan dari setiap alat yang dikembangkan untuk komunikasi. Upaya untuk mengembangkan teknologi tersebut maka penulis mencoba untuk mengembangkan suatu sistem komunikasi dengan pengiriman informasi melalui cahaya. Komunikasi cahaya pada sistem ini akan dimanfaatkan untuk komunikasi suara. Sistem komunikasi suara menggunakan cahaya tampak lampu penerangan LED dengan input data berupa suara yang berasal dari perangkat DF Player Mini yang telah dikontrol menggunakan mikrokontroler dimana output dari DF Player akan masuk ke input pengirim. Kemudian dimodulasi dengan teknik modulasi PWM untuk mengkonversi sinyal suara ke cahaya dengan cara sinyal suara ditumpangkan ke dalam sinyal pembawa dimana kedua sinyal tersebut menjadi satu dan dapat mengontrol intensitas cahaya yang dipancarkan. Pentrasnmisian dilakukan dengan memancarkan cahaya lampu LED termodulasi ke bagian penerima sejauh 3m. Pada bagian penerima terdapat sensor cahaya fotodioda serta rangkaian pengolah sinyal lainnya untuk memperbaiki kualitas sinyal yang diterima kemudian disalurkan melalui output berupa headset. Dalam sistem komunikasi suara ini perangkat keluaran headset dibagian penerima dapat mengeluarkan informasi yang sama dengan informasi yang dikirim. Cahaya lampu penerangan LED sebagai media transmisi dapat mengirimkan informasi suara hingga jarak 3m.
Program Pengembangan Kewirausahaan Untuk Menciptakan Pelaku Usaha Sosial Yang Kompetitif
Didip Diandra
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (430.214 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1424
Program pengembangan kewirausahaan adalah program jangka panjang yang ditujukan untuk menciptakan pelaku usaha sosial yang kompetitif dan berdaya saing tinggi. Metode pengembangan kewirausahaan melewati tiga tahapan yaitu pengetahuan kewirausahaan, kemampuan kewirausahaan, serta mental kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan metode naratif deskriptif dimana penjelasan utamanya menitik beratkan pada hasil analisa dan pembahasan teori yang sesuai dengan masalah topik penelitian. Data penelitian diambil dari data sekunder dan dari beberapa literatur yang dianggap mendukung topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap penciptaan pelaku usaha baik pelaku usaha konvensional maupun khususnya pelaku usaha sosial yang kompetitif dan berdaya saing tinggi yang didukung oleh kemampuan teknis (hardskills) dan kemampuan lunak (softskills).
Loyalitas Wisatawan terhadap Kota Bandung sebagai Destinasi Belanja: Studi Kasus Produk Pakaian
Ramanda Rizki Ekaputra
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1104.902 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1425
Kunjungan konsumen sangat penting bagi industri pariwisata karena menurut data menunjukan bahwa konsumen mulai berpindah pada media daring daripada harus mengunjungi destinasi belanja tertentu yang memerlukan lebih banyak usaha. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor apa yang dapat membuat konsumen lebih memilih destinasi belanja ketika membeli produk pakaian daripada melalui media daring. Maka, penelitian penting untuk mengungkap faktor-faktor apa yang sebenarnya dapat membuat konsumen merasa puas dan berkunjung lagi di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kepuasan belanja dan citra destinasi terhadap kepuasan pelanggan secara keseluruhan dan loyalitas konsumen terhadap tujuan wisata. Desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari konsumen yang telah mengunjungi tujuan wisata belanja di Bandung. Penelitian ini mengukur bagaimana pengaruh variabel kepuasan pelanggan dan citra tujuan mempengaruhi loyalitas konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan paradigma diskonfirmasi untuk mengukur kepuasan pelanggan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa citra destinasi dan empat atribut kepuasan belanja mempengaruhi total kepuasana konsumen yaitu nilai atraktif, kenyamanan, lingkungan, dan pelayanan. Sedangkan dua atribut lainnya yaitu akses dan nilai tidak berpengaruh secara signifikan. Selain itu, citra destinasi dan kepuasan konsumen secara keseluruhan berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas konsumen.
Sistem Informasi Pengisian Borang Akreditasi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado
Stephy Beatrix Walukow;
Fanny Jouke Doringin;
Olga Melo;
Alfrets Wauran
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 10 No 1 (2019): Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (588.891 KB)
|
DOI: 10.35313/irwns.v10i1.1426
Sistem Pengisian Borang di Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado saat ini masih bersifat manual baik dalam pengisian data maupun dalam pembuatan laporan akhir. Keadaan ini membuat pengimputan dan pelaporan data akreditasi sering mengalami kesulitan karena data yang tersimpan tidak dapat diakses dengan mudah oleh pengelola data akrditasi. Oleh sebab itu sangatlah dibuat suatu sistem informasi pengisian borang akreditasi yang dapat mengatur dan menyimpan data kelengkapan borang akrditasi. Dengan demikian akan sangat memudahkan team pengisian borang akreditasi dalam menginput data maupun mengevaluasi kekurangan data borang akreditasi. Pada penelitian ini dibuat suatu aplikasi pengisian boarang akreditasi dengan menggunakan XAMPP yang merupakan suatu tools yang dapat membuat suatu aplikasi berbasis Web. Dengan demikian system informasi ini dapat dengan mudah dan fleksible digunakan oleh semua user/ pengguna. Dalam system informasi ini user dibatasi pada Admin, Pimpinan Prodi, Tim Penilai akreditasi Internal dan Tim Penyusun Borang Akreditasi. Sebagai hasil akhir dari aplikasi yang dibuat, Tim penyusun borang akreditasi dapat mengimput data dengan sangat mudah dan tim penilai internal dapat melakukan evaluasi dengan cepat dan akurat sehingga pimpinan program studi dapat mengetahui nilai akreditasi sementara dan kekurangan dari data yang dibuat.