cover
Contact Name
Rahmiyati
Contact Email
hutantropisunlam@gmail.com
Phone
+6281348623216
Journal Mail Official
hutantropisunlam@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Jl. A. Yani KM 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JURNAL HUTAN TROPIS
ISSN : 23377771     EISSN : 23377992     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jht.v10i2
Jurnal Hutan Tropis (JHT) adalah blind peer-reviewed yang mempublikasikan artikel ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan mencakup kajian manajemen hutan, ekonomi dan bisnis kehutanan, pengelolaan DAS, hidrologi, silvikultur, penginderaan jauh, ekologi, ekowisata, ilmu tanah hutan, agroforestri, perhutanan sosial, kebijakan kehutanan, perencanaan hutan, penyuluhan kehutanan, teknologi hasil hutan, konservasi sumberdaya hutan, dan perlindungan hutan.
Articles 589 Documents
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN HUTAN MANGROVE DI DESA MUARA PANTUAN KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Oon Darmansyah; Erwiantono Erwiantono
Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 2 Edisi Juli 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v6i2.5401

Abstract

Mangrove forests are one of the vital ecosystem components for coastal areas. Therefore, conservation efforts are required for mangrove forests to prevent damage to the broader mangrove forests. The study of local communities through a perception and participation approach was conducted to identify the problem of mangrove forests damage. Aspects of community perception play an essential role in the formulation of mangrove forest management to ensure the sustainability of mangrove forests and maintain community welfare. The survey was conducted from September to December 2017. Respondents in this study are fishers and fish farmers in Muara Pantuan village, Anggana Sub-district, Kutai Kartanegara Regency whom their occupation directly related to the utilization of mangrove forests. Results showed that about 50% of respondents recognized the existence and function of mangrove forests. 15% of respondents did not know about the rules of mangrove forests. Even 30% of them very did not recognize. Regarding law enforcement, 43% of respondents did not know about the law enforcement of mangrove forests although almost 85% of them stated that the regulation of sustainable mangrove forests was required. Furthermore, for the participation of the community, about 57% of respondents were actively involved in the conservation of mangrove forests.Hutan mangrove adalah salah satu komponen ekosistem penting bagi kawasan pesisir. Dalam rangka mencegah kerusakan hutan mangrove yang lebih luas lagi maka perlu upaya pelestarian terhadap hutan mangrove yang masih tersisa melalui pendekatan persepsi dan partisipasi melalui kajian masyarakat lokal. Hal ini penting mengingat aspek persepsi masyarakat memegang peranan penting dalam perumusan pengelolaan hutan mangrove agar sumberdaya tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan sehingga dapat menjamin keleslarian dan kepentingan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi serta tingkat partisipasi masyarakat dalam pelestarian hutan mangrove di Desa Muara Pantuan Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan penelitian di lapangan dilakukan selama 2 (dua ) bulan dari bulan September 2017 sampai dengan Desember 2017. Populasi dalam penelitian adalah masyarakat yang terkait langsung dengan pemanfaatan hutan mangrove yaitu nelayan dan petambak. Persepsi masyarakat Desa Muara Pantuan Kecamatan Anggana mengenai hutan mangrove dimana 50% mengetahui keberadaan dan fungsi hutan mangrove. Tetapi masyarakat tidak mengetahui mengenai peraturan hutan mangrove sebesar 15%, bahkan 30% sangat tidak mengerti atau sangat tidak memahami mengenai peraturan hutan mangrove. Demikian pula mengenai sangsi dimana 43% menyatakan tidak tahu mengenai sanksi pemanfaatan hutan mangrove, Namun demikian 85% responden menyatakan perlunya peraturan untuk pelestarian hutan mangrove. Kemudian tingkat partisipasi masyarakat dalam pelestarian hutan mangrove di Desa Muara Pantuan adalah sebesar 57%, yang berarti bahwa masyarakat sudah cukup aktif untuk mendukung pelestarian hutan mangrove.
VARIASI PERTUMBUHAN AWAL BEBERAPA KLON TANAMAN JATI PADA TANAH MASAM DENGAN PEMBERIAN DOLOMIT C. Andriyani Prasetyawati
Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 No 3 Edisi November 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v2i3.2246

Abstract

Jati (Tectona grandhis L.) merupakan salah satu jenis yang bernilai jual tinggi karena kualitas kayunya yang kuat dan awet. Tanaman jati banyak dikembangkan di Sulawesi, bahkan di beberapa daerah yang bertanah masam. Indonesia memiliki tanah masam dalam luasan yang cukup besar dan perlu dimanfaatkan tanaman kehutanan agar lebih produktif, dapat memperbaiki kesuburan kimia tanah dan karakteristik tapak. Penanaman pada tanah masam pada umumnya mempunyai kendala pada  pH yang rendah dan toleransi tanaman terhadap pH rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi pertumbuhan tinggi dan diameter klon tanaman jati pada tanah masam. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Acak Lengkap Berblok, dengan 25 klon dan 4 treeplot dengan jumlah blok 3. Penelitian dilaksanakan di KHDTK Malili, Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan. Lokasi ini terletak pada ketinggian 100 m dpl, rerata curah hujan tahunan 3.497 mm dengan temperatur 26 °C -  32 °C dan kelembaban relatif 64 % - 92 %.  Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan tinggi dan diameter antar klon tanaman jati pada umur 11 bulan setelah tanam. Pertumbuhan tertinggi dicapai klon No. 009 (187,72 cm) dan pertumbuhan diameter terbesar pada klon No. 13  (36,92 mm) keduanya berasal dari Pulau Muna. Tanaman jati hasil penelitian sampai dengan umur 11 bulan pada tanah masam di KHDTK Malili menunjukkan hasil pertumbuhan yang cukup baik.Teak (Tectona grandis L.) is one of hardwood tree that has high economic value due to strong and durable wood. Teak has been planted widely in Sulawesi, even on several acid soil. Indonesia has wide enough acid soil area. It is necessary to plant it with tress in order to make it more productive, fix the soil chemical fertility and also fix site characteristic. Plantation on the acid soil area commonly has constraint in low pH and the lower tolerance of the plants. The objectives of this research were to determine variation of height and diameter of growth at 11th months age of some clones of teak. Complete Randomized Block Design was applied in this research with 25 clones, 4 treeplots and 3 blocks. This study was carried out in KHDTK Malili, Luwu Timur Regency, South Sulawesi Province. The research location was  about 100 m above sea level, with the rainfall average is 3,497 mm per year, the range temperature is 26 0C – 32 0C and the humidity range is 64 % - 92 %. The research results showed that some clones teak had different significantly on height and diameter growth at 11th months. Highest growth was presented by Clone No. 009 (187.72 cm) and biggest diameter was presented by Clone No. 13 (36.92 mm) both from Muna Island. Results of the teak research at 11th months on acid soils in KHDTK Malili showed favorable growth results.
PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI BERBASIS MASYARAKAT DAN PERAN STAKEHOLDER DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DI TAMAN WISATA ALAM LAUT PULAU MARSEGUKABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT PROPINSI MALUKU Henderina Lelloltery; Satyawan Pujiatmoko; Chafid Fandelli; M. Baiquni
Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 3 (2018): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 6 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v6i3.6011

Abstract

The research objective was to determine the development of marine ecotourism based on community participation and stakeholder involvement. The research method used is a survey method by observing and inventorying the forms of community involvement by means of interviews and Focus Group Disscusion (FGD). Data were analyzed qualitatively qualitative.The results showed that the potential of marine ecotourism in Marsegu Island Nature Tourism Park (NTP) was very diverse, especially in coastal and aquatic ecosystems including mangrove forest ecosystem in the bay of Pelita Jaya and Kotania and the potential of aquatic resources including seagrass, coral reefs, reef fish and beautiful underwater charm. Cultural potential includes dances, traditional ceremonies and local wisdom “Sasi Laut” activities. Natural and cultural potential and community and stakeholder support, is in demand by domestic tourists and foreign tourists,especially beachattraction, snorkeling and diving. Communities around the area are generally coastal communities who have a dependency on water resources. Livelihoods are generally fishermen (51%) with a dominant education level of elementary school (45%), and people with high productive age (74.95%). Community participation in marine ecotourism activities includes sea and land transportation, lodging and homestay, Restaurant and Culinary, shop and tour guide. This community participation contributes to the economic value derived from foreign tourist expenditure of Rp.884,947 / day. The results of stakeholder identification show that each stakeholder still carries out its functions and roles separately, both key stakeholders, and key stakeholders. For this reason, collaboration and coordination between stakeholders is needed by collaborative management (Collaborative management).Tujuan penelitian adalah mengetahui pengembangan ekowisata bahari berbasis partisipasi masyarakat dan keterlibatan stakeholder. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan melakukan observasi dan inventarisasi bentuk keterlibatan masyarakat dengan cara wawancara dan Focus Group Disscusion (FGD). Data dianalisis secara diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi ekowisata bahari di TWA Pulau Marsegu sangat beragam terutama pada ekosistem pesisir maupun perairan meliputi komunitas hutan mangrove di teluk pelita jaya dan teluk kotania dan potensi sumberdaya perairan meliputi padang lamun, terumbu karang, ikan karang serta pesona bawah laut yang indah. Potensi budaya meliputi tari-tarian, upacara adat dan kearifan lokal”Sasi Laut”. Potensi alam dan budaya serta dukungan masyarakat dan stakeholder, diminati oleh wisatawan nusantara dan mancanegara, terutama atraksi wisata pantai, snorkeling dan diving. Masyarakat sekitar kawasan umumnya merupakan masyarakat pesisir, yang memiliki ketergantungan terhadap sumberdaya perairan. Mata pencaharian umumnya nelayan (51 %) dengan tingkat pendidikan dominan SD (45%),dan masyarakat dengan usia produktif tinggi (74,95%). Partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekowisata bahari meliputi jasa transportasi laut dan darat, jasa penginapan dan homestay, Jasa Rumah Makan dan Kuliner, Jasa toko dan pemandu wisata. Partisipasi masyarakat ini memberikan kontribusi nilai ekonomi yang berasal dari pengeluaran wisatawan mancanegara sebesar Rp.884.947/hari. Hasil identifikasistakeholder menunjukkan bahwa masing-masing stakeholder masih menjalankan fungsi dan perannya secara terpisah, baik stakeholder kunci, maupun stakeholder utama. Untuk itu diperlukan kerjasama dan koordinasi antar stakeholder dengan melakukan pengelolaan yang bersifat kolaboratif (Collaboratif management).
IDENTIFIKASI JENIS POHON HASIL ILLEGAL LOGGING DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG Nurul Ihsan Fawzi; Agus Novianto; Agus Supianto; Mahardika Putra Purba
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 2 EDISI JULI 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v9i2.11294

Abstract

Deforestation makes a loss of 30.2% of the forest on Borneo from 1973 – 2010. Information about tree species has been logged still few. The aim of this study is to identify the types of trees that are sought and logged on Gunung Palung National Park. The method used was interviews with 45 loggers who had joined the UMKM program in collaboration between Yayasan ASRI, Health in Harmony, and Gunung Palung National Park Office. A field survey was conducted to find out the number of active loggers cutting down on Gunung Palung National Park. The result identified 15 families as tree species which mostly logged inside the park. Bengkirai (Shorea laevis Ridl.) and meranti (Shorea Roxb. Ex C.F.Gaertn.) are the most logged trees species. The frequency of logging can cut down a tree on average 10.6 trees per week or 533 trees a year for one logger. On 2018, the park already lost 34,286 trees from logging activity. The information about logged trees species is important for the conservation effort. Especially how to save species that are vulnerable and endangered.
SIFAT FISIKA DAN KETEGUHAN PATAH PAPAN SEMEN PARTIKEL DARI PELEPAH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jack) Violet Burhanuddin
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 1 Edisi Maret 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i1.1499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku papan semen partikel dan untuk mengetahui sifat fisika dan mekanika papan semen partikel pada berbagai perbandingan semen dan partikel dari dua merek semen (Tonasa dan Tiga Roda). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 2 x 3 sebanyak 5 kali ulangan, dimana faktor A adalah merek semen yaitu semen tonasa dan semen Tiga Roda kemudian faktor B adalah perbandingan antara partikel dan semen. Hasil pengujian sifat fisika dan mekanika masing-masing menunjukan pengaruh yang sangat berbeda nyata, hal ini disebabkan karena semakin banyak penambahan jumlah perekat semen maka semakin baik pula sifat fisika dan mekanika papan semen yang dibuat, sedangkan untuk faktor merek semen tidak menunjukan perbedaan yang nyata.Kata kunci : Pelapah kelapa sawit, sifat fisika dan mekanika, papan semen partikel
SIFAT FISIKA DAN NILAI KETEGUHAN REKAT KAYU KECAPI (Sandoricum koetjape Merr) Violet Burhanuddin; Diana Ulfah; Rika Emelya
Jurnal Hutan Tropis Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 2 Edisi Juli 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v4i2.3601

Abstract

The research  aim was to determine the physical properties and bonding strenght value of Kecapi wood, and the relationship between the above both parameters, as well.  The above knowledge will be implemented in producing wood products. The ASTM D 143-52 dan ASTM D 1759-64 standard (1975) were used in order to test the physical properties and the bonding strength value.  The research result showed as followed average value of density based on the volume of dried air was 0,42; density based on the volume of dried kiln 0,43; wood moisture content 15,90%; radial shrinkage 2,75%; tangential shrinkage 4,22% and longitudinal shrinkage 0, 13%; anisotropy value was 2,37%; bonding strength value 64,11 kg/cm2 and timber damage 2,0%.The strenght of the wood is III – IV, and durability class as IV-V.  The wood has a high level of defect free and different shrinkage on the three-way cross-section.  Also, the research result showed that the bonding strenght complied with standard and timber damage was low.  So, koetjape wood may be recommended to be products by using glue-bond technology.  Meanwhile the relationships between physical properties and the bonding strength showed that only moisture content which had strong relation with bonding strength, namely r = 0,916.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisika dan nilai keteguhan rekat kayu Kecapi (Sandoricum koetjape Merr) serta mengetahui hubungan antara sifat fisika dengan nilai keteguhan rekat kayu. Sifat fisika dan keteguhan rekat ini akan diaplikasikan untuk pemanfaatan produk kayu yang cocok berdasarkan sifat dasar dan besarnya kekuatan kayu tersebut. Pengujian sifat fisika dan nilai keteguhan rekat ini menggunakan standar ASTM D 143-52 dan ASTM D 1759-64 (1975). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai berat jenis berdasarkan volume kering udara 0,42, berat jenis berdasarkan volume kering tanur 0,43, nilai kadar air 15,90%, penyusutan radial 2,75%, penyusutan tangensial 4,22% dan penyusutan longitudinal 0,13%, nilai anisotropi 2,37%.  Rata-rata nilai keteguhan rekat 64,11 kg/cm2 dan rata-rata kerusakan kayu 2,00%. Berdasarkan nilai berat jenis, kayu ini termasuk kategori berat sedang yang memiliki kelas kuat (III-IV) dan kelas awet (IV-V). Kayu kecapi memiliki tingkat bebas cacat yang tinggi dengan nilai penyusutan kayu pada tiga arah penampang memiliki penyusutan yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa keteguhan rekat memenuhi standar dengan nilai kerusakan kayunya rendah, jadi kayu Kecapi dapat digunakan sebagai kayu yang memiliki kekuatan rekat yang baik untuk dijadikan produk dengan menggunakan teknologi perekatan. Berdasarkan hasil analisis regresi linear hubungan sifat fisika (berat jenis, kadar air dan penyusutan kayu) dengan keteguhan rekat kayu menunjukkan hanya kadar air yang berpengaruh nyata terhadap nilai keteguhan rekat (r = 0,916). Hal tersebut diduga adanya perlakuan terhadap posisi kayu dalam batang yang tidak sama.
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN EKOWISATA BIRDWATCHING DI PUSAT LATIHAN GAJAH TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS Akhmad Kamaluddin; Winarno, G. D Winarno, G. D; Dewi, B. S Dewi, B. S; Harianto, S. P Harianto, S. P
Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 3 Edisi November 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v7i3.7582

Abstract

Burung merupakan salah satu jenis satwaliar yang memiliki keunikan yang tinggi, baik secara ekologi, ilmu pengetahuan, serta wisata dan budaya. Keindahan suara dan bulunya menjadikan burung sebagai komponen ekosistem yang dapat menjadisumber inspirasi dan dapat memberikan kesenangan kepada masyarakat Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung, kekayaan jenis burung, kemerataan jenis burung dalam mendukung kegiatan ekowisata birdwatching, mengetahui pengaruh tipe vegetasi terhadap keberadaan burung dan mengetahui persepsi masyarakat dalam pemanfaatan burung untuk kegiatan ekowisata birdwacthing. Penelitian ini dilaksanakan di Pusat Latihan Gajah Taman Nasional Way Kambas selama bulan Januari sampai Februari 2018 dengan menggunakan metode kombinasi yaitu metode point count dan line transect. Metode untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap burung untuk mendukung kegiatan ekowisata birdwatching digunakan kuesioner one score one indicator. Data dianalisis menggunakan indeks shannon-wiener, margalef, dan evennes. Analisis persepsi dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam grafik. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman jenis (H’) sebesar 2,408 yang berarti sedang, kekayaan jenis (R) sebesar 4,702 yang berarti tinggi, dan kemerataan jenis (J) sebesar 0,688 yang berarti komunitas labil. Persepsi masyarakat terhadap burung dalam mendukung kegiatan ekowisata birdwatching dinilai cenderung positif.
Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 1 Edisi Maret 2022 Jurnal Hutan Tropis
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2022): JURNAL HUTAN TROPIS VOL 10 NO 1 EDISI MARET 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i1.13129

Abstract

PENINGKATAN BOBOT ISI TANAH GAMBUT AKIBAT PEMANENAN KAYU DI LAHAN GAMBUT Yuniawati Yuniawati; Sona Suhartana
Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 3 Edisi November 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v1i3.1546

Abstract

Pemanenan kayu di hutan rawa gambut memberi efek negatif terhadap kerusakan tanah gambut. Salah satunya terjadinya peningkatan pemadatan tanah yang ditandai dengan meningkatnya bobot isi tanah gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bobot isi tanah gambut pada areal umur tegakan 2,3,4,5 tahun (sebelum pemanenan kayu) dan 0 tahun (setelah pemanenan kayu) di lahan gambut. Metode penelitian yang digunakan adalah mengambil contoh tanah gambut menggunakan bor dan ring sample. Analisis contoh tanah gambut menggunakan metode Agus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Rata-rata kadar air pada kondisi tanah gambut umur tegakan 2,3,4,5 dan 0 tahun masing-masing yaitu 602,978%, 734,850%, 415,708%, 364,478% dan 291,118%; (2).Rata-rata bobot isi pada kondisi tanah gambut umur tegakan 2,3,4,5 dan 0 tahun masing-masing yaitu 0,173 gr/cm3, 0,164gr/cm3, 0,155gr/cm3, 0,158 gr/cm3 dan 0,177 gr/cm3; (3). Tingginya rata-rata bobot isi pada areal lahan gambut pada umur tegakan 0 tahun (setelah pemanenan kayu) mengindikasikan tingginya pemadatan tanah; dan (4). Hasil uji t menunjukkan bahwa t hitung = 28,723 > t tabel = 2,069 artinya tolak Ho yaitu ada perbedaan bobot isi tanah gambut pada kegiatan sebelum pemanenan kayu (umur tegakan 2,3,4 dan 5 tahun) dan sesudah pemanenan kay(umur tegakan 0 tahun).Kata Kunci : Pemanenan kayu, Hutan rawa gambut, bobot isi tanah, pemadatan tanah
ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA ZONASI PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL BUKIT TIGA PULUH MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT Eva Achmad; Hamzah Hamzah; Albayudi Albayudi; Priambodo Priambodo
Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 2 edisi Juli 2020
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v8i2.9047

Abstract

Bukit Tiga Puluh National Park is one of the important Nature Conservation Areasin central Sumatra because it has a variety of protected flora and fauna. The aim of this research was to observe the rate of change of land cover in the period 2002-2016 in Bukit Tiga Puluh National Park. The research used remote sensing methods by utilizing satellite imagery data to generate land cover data. This study used the classification of supervised images, where the image classes are self-defined based on field data in the form of coordinate points marked with GPS. The study found that land cover has changed from 2002-2016, where thearea of primary forest has decreased 5.422,80 hectares or with average rate 387,34 hectares/year, secondary forest had an increase of 103,00 hectares or with average rate of 7.35 hectares / year, open land increased 2,243.13 hectares or at an average rate of 160.22 hectares / year, dryland agriculture increased 1,929.69 hectares with an average rate of 137, 83 hectares / year, dryland farming mixed with shrubs increased 641.32 hectares or with an average rate of 45.80 hectares / year, and shrubs increased 505.66 hectares or with an average rate of 36.11 hectares / year. The results of the classification in the management zone, the core zone is dominated by primary and secondary forests while in the jungle zone there is a closure other than forests such as agriculture, shrubs and open land as much as 0.05%.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 4 Edisi Desember 2025 Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 1 Edisi Maret 2025 Vol 12, No 4 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 4 Edisi Desember 2024 Vol 12, No 3 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 3 Edisi September 2024 Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 2 Edisi Juni 2024 Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 1 Edisi Maret 2024 Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023 Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi September 2023 Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 2 Edisi Juni 2023 Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023 Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 3 Edisi November 2022 Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 2 Edisi Juli 2022 Vol 10, No 1 (2022): JURNAL HUTAN TROPIS VOL 10 NO 1 EDISI MARET 2022 Vol 9, No 3 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2021 Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 2 EDISI JULI 2021 Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Hutan Tropis Volume 9 No 1 Edisi Maret 2021 Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 3 edisi November 2020 Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Hutan Tropis Vol 8 No 2 edisi Juli 2020 Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Hutan Tropis Volume 8 No 1 Edisi Maret 2020 Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 3 Edisi November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 2 Edisi Juli 2019 Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Hutan Tropis Volume 7 No 1 Edisi Maret 2019 Vol 6, No 3 (2018): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 6 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 2 Edisi Juli 2018 Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 1 Edisi Maret 2018 Vol 5, No 3 (2017): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 5 NOMER 3 EDISI NOVEMBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 2 Edisi Juli 2017 Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Hutan Tropis Volume 5 Nomer 1 Edisi Maret 2017 Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 3 Edisi November 2016 Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 2 Edisi Juli 2016 Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Hutan Tropis Volume 4 Nomer 1 Edisi Maret 2016 Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 No 3 Edisi November 2015 Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 2 Edisi Juli 2015 Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Tropis Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2015 Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 No 3 Edisi November 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 2 Edisi Juli 2014 Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Hutan Tropis Volume 2 Nomer 1 Edisi Maret 2014 Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 3 Edisi November 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 2 Edisi Juli 2013 Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Hutan Tropis Volume 1 Nomer 1 Edisi Maret 2013 Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012 Vol 13, No 1 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 1 Edisi Maret 2012 Vol 12, No 32 (2011): Jurnal Hutan Tropis Volume 12 Nomer 32, Edisi September 2011 Vol 12, No 31 (2011): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 12 Nomer 31 Tahun 2011 More Issue