cover
Contact Name
Sepli Yandri
Contact Email
sepli.yandri.09@gmail.com
Phone
+6285715913589
Journal Mail Official
rustic.ars.itb.ad@gmail.com
Editorial Address
Lt. 4 Gedung ITB Ahmad Dahlan Jakarta, Kampus Ciputat Jl. Ir. H. Juanda No. 77 Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Arsitektur
ISSN : -     EISSN : 27757528     DOI : https://doi.org/10.32546/rustic.v5i2.2971
Core Subject : Social, Engineering,
RUSTIC: Jurnal Arsitektur publishes scientific research and reviews in the fields of architecture,Urban areas and reviewing environmental and community problems. This journal is published twice a year, namely in December and June.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2021): RUSTIC" : 5 Documents clear
PENGEMBANGAN MODEL SHOPPING CENTER STRATA DI INDONESIA Raden Ahmad Nur Ali
RUSTIC Vol 1 No 1 (2021): RUSTIC
Publisher : ITB Ahmad Dahlan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.531 KB) | DOI: 10.32546/rustic.v1i1.884

Abstract

Fokus penelitian ini adalah mencari sebuah model shopping center strata yang tepat. Kekosongan kios pada shopping center strata dirasakan terus meluas sehingga merugikan pemilik kios dan shopping center itu sendiri. Setelah melakukan pengamatan terhadap dua bentuk desain shopping center strata, diketahui bahwa kekosongan kios disebabkan karena dua faktor yaitu status kepemilikan strata pada shopping center yang menyebabkan terbatasnya pengelolaan terhadap kios yang kosong dan penerapan desain yang menciptakan posisi kios menjadi tidak strategis, suasana berbelanja yang tidak nyaman dan mempengaruhi harga sewa atau jual yang tidak sesuai dengan kondisi yang sedang berkembang. Pencarian solusi terhadap permasalahan tersebut digambarkan ke dalam bentuk skenario pengembangan situasi yang menggambarkan tindakan terhadap kemungkinan yang terjadi. Dari analisis tersebut didapatkan bahwa pengelolaan sebagian jumlah kios pada shopping center masih lebih baik daripada tidak sama sekali, dan untuk mengatasi terbatasnya pengelolaan akibat status kepemilikan strata, maka diperlukan perjanjian serah kelola pemilik kios dengan pihak pengelola, dan fleksibilitas pada design shopping center, sehingga pengelolaan dapat dilakukan secara menyeluruh.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA KAWASAN HOTEL ALAM ASRI RESORT Risnan Nazarudin; Anisa Anisa
RUSTIC Vol 1 No 1 (2021): RUSTIC
Publisher : ITB Ahmad Dahlan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.706 KB) | DOI: 10.32546/rustic.v1i1.885

Abstract

Kawasan Resort merupakan tempat rekreasi yang dituju oleh masyarakat kota. Pesatnya perkembangan kota mempunyai dampak yang besar pada daerah di sekitar kota. Daerah sekitar kota menjadi arah pembangunan yang kadangkala tidak terkontrol sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan yang ditandai dengan penurunan kualitas udara, air, tanah, punahnya flora dan fauna liar dan rusaknya ekosistem. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu penerapan arsitektur ekologi pada pembangunan fasilitas pendukung kota, antara lain resort. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapanprinsip prinsip arsitektur ekologi pada kawasan resort dan mengidentifikasi material apa saja yang mendukung arsitektur ekologi pada kawasan resort. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif, yang menganalisis menggunakan prinsip arsitektur ekologi. Diharapkan dengan adanya penerapan arsitektur ekologi pada kawasan resort ini bisa membuat lingkungan terjaga ekosistemnya dan meminimalisirkan pengaruh buruk pada lingkungan yang di timbulkan karena desain arsitektur yang tidak tepat. Hasil dari penelitian ini adalah, prinsip ekologi bisa diterapkan dalam kawasan resort antara lain mengatur massa bangunan untuk menciptakan ruang terbuka hijau aktif, memanfaatkan kontur dan keistimewaan fisik alamiah, mendesain bangunan supaya hemat energy dengan bukaan yang cukup dan arah hadap yang tepat, dan menggunakan material lokal. Kawasan Resort merupakan tempat rekreasi yang dituju oleh masyarakat kota. Pesatnya perkembangan kota mempunyai dampak yang besar pada daerah di sekitar kota. Daerah sekitar kota menjadi arah pembangunan yang kadangkala tidak terkontrol sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan yang ditandai dengan penurunan kualitas udara, air, tanah, punahnya flora dan fauna liar dan rusaknya ekosistem. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu penerapan arsitektur ekologi pada pembangunan fasilitas pendukung kota, antara lain resort. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapanprinsip prinsip arsitektur ekologi pada kawasan resort dan mengidentifikasi material apa saja yang mendukung arsitektur ekologi pada kawasan resort. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif, yang menganalisis menggunakan prinsip arsitektur ekologi. Diharapkan dengan adanya penerapan arsitektur ekologi pada kawasan resort ini bisa membuat lingkungan terjaga ekosistemnya dan meminimalisirkan pengaruh buruk pada lingkungan yang di timbulkan karena desain arsitektur yang tidak tepat. Hasil dari penelitian ini adalah, prinsip ekologi bisa diterapkan dalam kawasan resort antara lain mengatur massa bangunan untuk menciptakan ruang terbuka hijau aktif, memanfaatkan kontur dan keistimewaan fisik alamiah, mendesain bangunan supaya hemat energy dengan bukaan yang cukup dan arah hadap yang tepat, dan menggunakan material lokal.
KAJIAN KOMPATIBILITY GREEN TRANSPORTATION UNTUK KOTA BOGOR Marselly Dwiputri; Isro Saputra; Iklima Alimah; Nurjannah Hamdani
RUSTIC Vol 1 No 1 (2021): RUSTIC
Publisher : ITB Ahmad Dahlan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.886 KB) | DOI: 10.32546/rustic.v1i1.886

Abstract

Transportasi merupakan infrastruktur utama yang menjadi bagian penting dalam pemenuhan aktivitas manusia. Kota Bogor merupakan salah satu kota dengan jumlah kendaraan tinggi. Berdasarkan data dari dari badan pusat statistik, diketahui bahwa jumlah kendaraan bermotor di Kota Bogor pada tahun 2019 adalah berjumlah 480.100 kendaraan dan pertumbuhan kendaraan bermotor meningkat rata – rata sebesar 15%. Semakin berkembangnya pertumbuhan kendaraan di Kota Bogor akan semakin meningkatkan konsumsi bahan bakar minyak serta memberikan kontribusi terhadap pencemaran udara. Dalam mengantisipasi dampak buruk yang ditimbulkan, diperlukan suatu konsep pengembangan transportasi yaitu green transportation yang merupakan suatu konsep untuk mewujudkan transportasi ramah lingkungan dalam upaya memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan konsep pengembangan green transportation yang sesuai dalam pengembangan transportasi berkelanjutan di Kota Bogor. Dalam penulisan ini metode yang dilakukan adalah metode kualitatif, sedangkan untuk cara analisis yang akan dilakukan peneliti menggunakan suatu metode deskriptif komparatif, dimana dilakukan suatu kajian perbandingan literatur yang akan digunakan untuk melihat pengembangan konsep green transportation.Hasil yang didapatkan menunjukkanbahwa penerapan green transportation Kota Bogor masih belum dapat diterapkan dengan baik, karena kondisi transportasi di Kota Bogor belum memenuhi seluruh indikator dari green transportation.
KAJIAN PENDATAAN KAWASAN PERMUKIMAN BERBASIS SIG DI KOTA TANGERANG Wakyudi Wakyudi; Pudji Widjanarko; Hanifa Fijriah
RUSTIC Vol 1 No 1 (2021): RUSTIC
Publisher : ITB Ahmad Dahlan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.819 KB) | DOI: 10.32546/rustic.v1i1.887

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan akan permukiman di suatu wilayah semakin tinggi. Ketersedian lahan yang terbatas sehingga mengakibatkan pembangunan bergerak ke pinggiran kota untuk memenuhi kebutuhan permukiman. Permukiman merupakan salah satu sarana yang penting bagi manusia untuk tempat tinggal. meningkatnya kebutuhan perumahan dan permukiman yang jika tidak dikelola dengan manajemen pemanfaatan ruang akan menimbulkan suatu wilayah perumahan dan permukiman yang tida teratur. Kota Tangerang Selatan salah satu wilayah urban yang berbatasan langsung dengan wilayah Ibukota DKI Jakarta yang keberadaanya sangat strategis untuk wilayah permukiman sehingga terus mengalami pertumbuhan penduduk. Pada tahun 2020 sebesar 1.279.052 jiwa sehingga kebutuhan akan lahan permukiman akan semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi perkembangan permukiman berdasarkan hasil pemetaan berbasisSIG di Kota Tangerang Selatan dan (2) mengetahui tingkat perubahan lahan permukiman di Kota Tangerang Selatan berdasarkan Peta Tataguna Lahan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Tumpang susun (superimpose overlay) peta Tata guna lahanKota Tangerang Selatan dengan peta Kawasan Permukiman berdasarkan RTRW Kota Tangerang Selatan dengan menggunakan sofhwere ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas penggunaan lahan permukiman Kota Tangerang Selatan sebesar 9211,91 Ha. Sedangkan berdasarkan hasil overlay peta permukiman eksisiting dan peta rencana permukiman berdasarkan RTRW Kota Tangerang Selatan terjadi penyimpangan sebesar 2675,30 Ha.
RENCANA PENGEMBANGAN LANSKAP EKOWISATA KAWASAN PENYANGGA TAMAN NASIONAL UJUNG KULON (TNUK) PROVINSI BANTEN Wakyudi Wakyudi; Ardiansyah Ardiansyah; Annisa Marwati
RUSTIC Vol 1 No 1 (2021): RUSTIC
Publisher : ITB Ahmad Dahlan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.455 KB) | DOI: 10.32546/rustic.v1i1.888

Abstract

Ekowisata diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian sumberdaya alam. Pengembangan ekowisata di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) harus terintegrasi dengan kawasan penyangga yang menghubungkan antara aktivitas masyarakat dan konservasi, untuk itu, dilakukan penelitian agar diketahui karakteristik dan potensi obyek dan daya tarik wisata alam (ODTWA) di dalamnya. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif terhadap potensi obyek dan daya tarik wisata guna menghasilkan rencana lanskap ekowisata. Hasil analisis bahwa kawasan penyangga TNUK memiliki potensi obyek dan daya tarik wisata alam yang layak untuk dikembangkan. Potensi objek dan atraksi wisata tersebar di 10 desa penyangga yang memiliki kategori sangat potensial dan potensial dari 15 desa yang menjadi fokus penelitian dengan berbagai jenis keragaman objek dan atraksi wisata. Daya dukung efektif (ECC) Daerah Penyangga TNUK untuk ekowisata adalah sebesar 31.090 orang/hari, dengan faktor koreksi kelerengan, kepekaan erosi tanah, potensi lanskap, dan iklim. Berdasarkan analisis kawasan menghasilkan konsep rencana pengembangan ekowisata wisata, ruang, aktifitas dan fasilitasnya. Zona pengembangan meliputi zona intensif, semi intensif dan ektensif. Sedangkan ruang wisata yang dihasilkan adalah ruang utama meliputi ruang wisata akuatik dan ruang wisata terestrial dan ruang penunjang meliputi ruang penerimaan, ruang transisi dan ruang pendukung.

Page 1 of 1 | Total Record : 5