cover
Contact Name
Moh. Ashif Fuadi
Contact Email
moh.ashiffuadi@staff.uinsaid.ac.id
Phone
+6285645920566
Journal Mail Official
prodi.spi@uinsaid.ac.id
Editorial Address
Published by Fakultas Adab dan Bahasa (FAB) UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia Jln. Pandawa No. 1, Pucangan, Kartasura, Central Java, Indonesia, 57168 Website: https://uinsaid.ac.id/
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
ISSN : 2798186X     EISSN : 27983110     DOI : https://doi.org/10.22515/isnad.v3i1
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities aims to serve research report of various topic relating to Islamic Civilization History and Humanities. The articles published would refer not only directly to the Islamic Civilization History itself, but also to the various perspectives, in terms of social sciences and humanities. Embodies research articles including: History of Islamic Civilization and its development Humanities studies and its development Teaching of the Islamic Civilization History
Articles 93 Documents
Tradisi Buka Luwur Punden Mangkubumi Joyo Kusumo dalam Perspektif Pendidikan di Desa Menawan Kudus Rudi Setyawan; Nusrotus Sa’idah
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 7 No. 01 (2026): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v7i01.14800

Abstract

Tradisi Buka Luwur Punden Mangkubumi Joyo Kusumo dalam perspektif Pendidikan Agama Islam (PAI) di Desa Menawan, Kudus. Tradisi ini merupakan warisan budaya lokal yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh leluhur sekaligus pelestarian situs bersejarah yang di dalamnya terdapat Candi Lingga dan Yoni. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan etnografi realis. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh adat, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Buka Luwur memiliki makna sosial, budaya, dan religius. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus media mempererat solidaritas masyarakat melalui kegiatan doa bersama, tahlil, pengajian, dan gotong royong. Keberadaan Lingga dan Yoni dipahami masyarakat sebagai simbol sejarah dan budaya, bukan sebagai objek pemujaan. Dalam perspektif Pendidikan Agama Islam, tradisi ini mengandung nilai aqidah, ibadah, akhlak, ukhuwah Islamiyah, dan moderasi beragama. Tradisi Buka Luwur juga berperan sebagai media internalisasi nilai-nilai Islam kepada generasi muda melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Kata Kunci: Tradisi Buka Luwur; Lingga Yoni; Pendidikan Agama Islam; Kearifan Lokal
Filosofi Tri Dharma Raden Mas Said dalam Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi UIN Surakarta Muh. Fajar Shodiq fajar; maslamah maslamah; Riki Irawan
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 7 No. 01 (2026): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v7i01.14288

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi filosofi Tri Dharma Raden Mas Said yang meliputi Rumangsa Melu Handarbeni (merasa ikut memiliki), Wajib Melu Hangrungkebi (wajib ikut membela), dan Mulat Sarira Hangroso Wani (berani introspeksi diri) ke dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat) di UIN Raden Mas Said Surakarta. Tujuan penelitian adalah: (1) memahami konsep filosofi Tri Dharma Raden Mas Said dalam perspektif pendidikan Islam; (2) menganalisis relevansi nilai-nilai tersebut dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi; dan (3) merumuskan strategi integrasi yang aplikatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap literatur serta dokumen institusional. Analisis data mengikuti model interaktif Miles & Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi). Hasil temuan menunjukkan bahwa filosofi Tri Dharma Raden Mas Said memiliki relevansi kuat dengan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dan dapat memperkaya dimensi moral, kultural, dan spiritual dalam pendidikan tinggi Islam. Implementasi yang efektif memerlukan strategi struktural, peningkatan kapasitas sivitas akademika, dukungan kebijakan institusional, serta kolaborasi aktif antara kampus dan komunitas lokal. Implikasi penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum, penelitian partisipatif, dan pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: Tri Dharma; Kearifan Lokal; Perguruan Tinggi; Integrasi Nilai
Antara Ulama dan Bangsawan: Kontribusi dalam Ekspansi Tarekat Syattariyah di Kasunanan Surakarta pada Abad ke-19 Zaki Azmirrijali; Abi Ahmad Yusuf; Muhammad Lazuardi Krisantya; Islahuddin
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 7 No. 01 (2026): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v7i01.14943

Abstract

Kajian tentang perkembangan kelompok tarekat merupakan suatu hal yang penting untuk dikaji lebih dalam. Hal ini karena ajaran-ajaran dari tarekat terus mengalami perkembangan, namun juga masih mampu menjaga akar nilai ajarannya. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memahami beberapa hal. Pertama, Tarekat Syattariyah adalah salah satu kelompok tarekat yang ajarannya berkembang di Surakarta. Kedua, Perkembangan Tarekat Syattariyah memiliki hubungan erat dengan keberadaan para bangsawan di kasunanan. Ketiga, secara alami, dalam tubuh Tarekat Syattariyah terbentuk sebuah strata sosial yang memiliki perannya masing-masing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah historiografi, sebuah metode yang dilaksanakan dengan melalui empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan penulisan. Dalam empat proses tahapan ini,tahapan pertama dan kedua menjadi yang paling penting, karena pada dua tahapan awal inilah sumber dikumpulkan dan divalidasi kebenaran serta kesesuaiannya. Hasil yang ditemukan adalah: Pertama, perkembangan Tarekat Syattariyah di Surakarta melalui sanad-sanad dari para Ulama di Nusantara, sehingga dalam hal ini ditemukan adanya jaringan ulama yang kuat. Kedua, ajaran Tarekat Syattariyah yang berkembang di Surakarta pada abad ke-19, banyak mengalami penyesuaian dengan ajaran maupun kebudayaan lokal. Ketiga, peran bangsawan menjadi penting dalam perkembangan Tarekat Syattariyah. Bangsawan menjadi pendorong masyarakat lain untuk ikut masuk ke dalam kelompok tarekat. Kata Kunci: Ulama; Bangsawan; Tarekat Syattariyah; Kasunanan Surakarta

Page 10 of 10 | Total Record : 93