cover
Contact Name
Moh. Ashif Fuadi
Contact Email
moh.ashiffuadi@iain-surakarta.ac.id
Phone
+6285645920566
Journal Mail Official
spi.fab@iain-surakarta.ac.id
Editorial Address
Published by Fakultas Adab dan Bahasa (FAB) UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia Jln. Pandawa No. 1, Pucangan, Kartasura, Central Java, Indonesia, 57168 Website: https://uinsaid.ac.id/
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
ISSN : 2798186X     EISSN : 27983110     DOI : https://doi.org/10.22515/isnad.v3i1
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities aims to serve research report of various topic relating to Islamic Civilization History and Humanities. The articles published would refer not only directly to the Islamic Civilization History itself, but also to the various perspectives, in terms of social sciences and humanities. Embodies research articles including: History of Islamic Civilization and its development Humanities studies and its development Teaching of the Islamic Civilization History
Articles 74 Documents
MENGUNGKAP KISAH TERSEMBUNYI: KARANTINA HAJI DI PULAU ONRUST 1911-1933 M Bagas Kurniawan; Mahfudin Setiawan, Agus; Hamid, Abd Rahman
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i01.9407

Abstract

Pada masa kolonial di Indonesia, ibadah haji dipengaruhi oleh faktor-faktor kompleks yang berhubungan dengan politik, sosial, dan kesehatan. Pemerintah memainkan peran penting dalam mengatur dan mengelola ibadah haji. Dari tahun 1911 hingga 1933, karantina di Pulau Onrust menjadi penting dalam mempersiapkan dan mengawasi jamaah sebelum perjalanan mereka ke Tanah Suci. Dengan menggunakan metode sejarah termasuk heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dokumen dan buku arsip digunakan. Temuan mengungkapkan Pulau Onrust berfungsi sebagai tempat karantina untuk mencegah penyebaran penyakit di kalangan jamaah haji dan dari luar negeri. Selain tindakan kesehatan, karantina juga mempunyai implikasi politik dan sosial. Pemerintah kolonial Belanda memanfaatkannya untuk memperkuat kontrol atas haji dan menjaga stabilitas di Hindia Belanda. Selain itu, karantina mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap pemerintahan kolonial dan berdampak pada keyakinan dan praktik keagamaan komunitas Muslim.   Kata Kunci: Karantina haji; Kisah Tersembungi; Pulau Onrust
ALIH STATUS DAN MEKANISME PERAYAAN YAA QOWIYYU DI JATINOM KLATEN TAHUN 1986-2022 Arya Bagus Nur Ajiyanto; Muh Fajar Shodiq; Nor Huda Ali; Irma Ayu Kartika Dewi
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i01.9566

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Sejarah alih status dan mekanisme perayaan Yaa Qowiyyu dari tahun ke tahun dalam kurun waktu 1986-2022. Permasalahan yang penulis bahas ialah eksistensi tradisi Yaa Qowiyyu dalam sudut pandang politik, ekonomi, dan pariwisata di Jatinom Klaten, proses alih status perayaan Yaa Qowiyyu di Jatinom Klaten, dampak dan pengaruh yang terjadi pasca alih status di Jatinom Klaten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yakni pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi dan penulisan sejarah. Penulis menitikberatkan pada sumber primer berupa arsip sekertariat yayasan P3KAG dan koran sezaman. Perpaduan hasil penelitian dari masa lampau dan masa kini yang dikomparasikan oleh penulis menjadikan suatu pandangan yang mengkerucut bahwa terdapat perbedaan dalam perayaan Yaa Qowiyyu di beberapa aspek-aspek tertentu yang dikaji oleh peneliti dari tahun 1986 hingga 2022. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan perkembangan dari Tradisi Yaa Qowiyyu seiring berjalannya waktu memiliki catatan tersendiri di setiap zaman dalam peristiwanya, hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pasca pemerintah turut andil dalam penyelenggaraan Yaa Qowiyyu kemudian memberikan pengaruh baik yang signifikan terhadap penyelenggaraan kegiatan yang selalu diadakan setiap tahunnya. Kata Kunci: Yaa Qowiyyu Jatinom; Alih Status; Mekanisme
RELASI INTELEKTUAL KASUNANAN SURAKARTA DENGAN PESANTREN GEBANG TINATAR TEGALSARI, JETIS, PONOROGO TAHUN 1800-1862 Dewa Alfaquin Faturangga; Moh. Ashif Fuadi; Hamdan Maghribi; Aly Mashar
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 01 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i01.9624

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang sejarah terbentuknya relasi itelektual antara Kasunanan Surakarta dengan Pondok Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang dimulai dari pemilhan topik, pengumpulan sumber, memverifikasi sumber, interpretasi atau penafsiran dan penulisan sejarah. Penulis mendapatkan manuskrip berupa kitab Ihya’ Ulumuddin di Masjid Agung Surakarta, Kitab Primbon Jawa milik Ahmad Wahyu Sudrajat, Kitab Sittin Adliyah, Kitab Bahjatul Ulum fi Syarh Aqidatul Ushul, dan arsip kolonial, buku, dan wawancara. Metode penelitian sejarah yang dimulai dari pemilihan topik, pengumpulan sumber, memverifikasi sumber, interpretasi atau penafsiran dan penulisan sejarah. Penulis menitikberatkan pada sumber-sumber primer dan sekunder berupa manuskrip kitab Ihya’ Ulumuddin di Masjid Agung Surakarta, Kitab Primbon Jawa milik Ahmad Wahyu Sudrajat, Kitab Sittin, Kitab Bahjatul Ulum fi Syarh Aqidatul Ushul, Arsip Kolonial, buku, artikel, dan wawancara. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa dengan adanya relasi intelektual ini mampu mengembangkan khazanah sejarah islam mengenai jaringan ulama yang berdasarkan sanad keilmuan bukan hanya nasab keluarga saja. Terbukti dengan munculnya beberapa tokoh yang berpengaruh berasal dari sanad keilmuan ini. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembaca guna mengembangkan kembali sejarah dari jaringan keulamaan di wilayah masing-masing terutama di bidang sanad keilmuan. Kata Kunci: Relasi Intelektual; Kasunanan Surakarta; Pesantren Gebang Tinatar Tegalsari
Kiai Ageng H. Abdurrahman Tegalrejo: Islamisasi dan Penyebaran Tarekat Syattariyah Di Tegalrejo, Magetan Pra-Pasca Perang Jawa (1820-1875 M) Susan Diqrul Illahiyah; Nurul Baiti Rohmah
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 02 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i02.9547

Abstract

Kajian ini membahas peran Kiai Ageng H. Abdurrahman dalam proses islamisasi dan penyebaran Tarekat Syattariyah di Magetan pada periode 1820-1875 M. Penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah utama: pertama, bagaimana proses islamisasi yang dilakukan oleh Kiai Ageng H. Abdurrahman, dan kedua, bagaimana penyebaran Tarekat Syattariyah di Magetan melalui peran beliau. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan utama: heuristik untuk pengumpulan data, verifikasi untuk menilai keabsahan sumber, interpretasi untuk menganalisis makna data, dan historiografi untuk menyusun hasil penelitian secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kiai Ageng H. Abdurrahman memainkan peran penting dalam islamisasi melalui berbagai langkah strategis. Beliau mendirikan desa sebagai basis sosial, membangun masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, serta mendirikan pesantren yang berfungsi sebagai institusi pembelajaran ajaran Islam. Sebagai seorang mursyid Tarekat Syattariyah, beliau membimbing sejumlah murid yang kemudian menjadi guru washitah. Para murid ini berkontribusi dalam menyebarkan ajaran tarekat di Magetan dan wilayah sekitarnya. Penelitian ini mengungkap bahwa melalui kombinasi ajaran tasawuf dan aktivitas berbasis komunitas, Kiai Ageng H. Abdurrahman berhasil membentuk identitas keislaman yang kuat di Magetan, menjadikan tarekat sebagai elemen penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Kata Kunci: Islamisasi; Kiai Ageng H. Abdurrahman; Tarekat Syattariyah.
HUBUNGAN ISLAM DAN YAHUDI: MEMETAKAN MIGRASI BANGSA YAHUDI DAN POSISI BAITUL MAQDIS DALAM PANDANGAN TIGA AGAMA BESAR Sapsuha, Mubasysyyratul Ummah; Hasaruddin
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 02 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i02.9554

Abstract

Hubungan antara Islam dan Yahudi telah menjadi salah satu aspek paling kompleks dan dinamis dalam sejarah peradaban manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis hubungan antara kedua agama ini, mulai dari masa Nabi Ibrahim a.s. hingga era kontemporer saat ini. Melalui pendekatan studi kepustakaan studi ini menyelidiki garis keturunan bangsa Yahudi, memetakan perjalanan bangsa Yahudi atau bani Israel, dan mengkaji posisi baitul maqdis dalam pandangan tiga agam abesar yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa hubungan Islam-Yahudi telah mengalami fluktuasi signifikan sepanjang sejarah, ditandai oleh periode-periode koeksistensi damai, pertukaran intelektual yang produktif, serta konflik dan ketegangan. Pada masa-masa awal Islam, terdapat interaksi yang relatif harmonis, dengan komunitas Yahudi menikmati status dhimmi di bawah pemerintahan Islam. Di temukan juga bahwa asal mula bangsa Yahudi dimulai dari garis keturunan Nabi Ibrahim a.s. tepatnya dari keturunan Nabi Ya’qub a.s. Selanjutnya dalam perjalanannya, bangsa Yahudi telah mengalami banyak kemalangan dan pengusiran dari beberapa wilayah, hingga akhirnya bangsa Yahudi tedistorsi ke seluruh wilayah di dunia dan akhirnya membangun Israel yang sedang berkonflik dengan palestina. Menurut pandangan tiga agama besar, baitul maqdis mempunyai keterkaitan historis dan spiritual (termasuk politik) dengan agama masing-masing, sehingga timbullah upaya untuk memperebutkan baitul maqdis sampai saat ini Kata Kunci: Baitul Maqdis; Bangsa Yahudi; Garis Keturunan; Posisi.
History of Muammar Qaddafi’s Political Pragmatism: His Thought of Arab Unity and Israel – Palestine Matter Pratama, Fikri Surya
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 02 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i02.9654

Abstract

Qaddafi's political policies in the Middle East were closely tied to the Israeli-Palestinian conflict. This article aims to explore Qaddafi's political ideology regarding Arab unity, support for Palestine, and condemnation of Israel and Zionism. The research conducted for this article is qualitative, using an analytical and descriptive approach to character study. The political history approach is used to understand Qaddafi's political thought. The research results indicate that Qaddafi employed the Israeli card to strengthen his position as a revolutionary leader in the Arab world and as a defender of the Palestinian people. He also used it to compete with the leaders of Syria and Egypt, whom he considered political rivals. Despite having close trade ties with Israel, he stated that this did not affect his political vision. From Qaddafi's perspective, recognizing the legitimacy of the Jewish state would betray one of the fundamental principles of the revolution he had championed.
Analisis Hikayat Sebagai Sumber Historiografi Islam di Indonesia Fajarul, Ahmad Anas; Pratiwi, Linda; Haqqul Yaqqin, Ahmad Tatag; Humayroh, Iftilah; Saputra, Aldi
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 02 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i02.9693

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang perkembangan hikayat dalam historiografi Islam di Indonesia dan bagaimana kedudukan hikayat sebagai sumber sejarah serta bagaimana bentuk fakta dan mitos di dalam hikayat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan heuristik, verifikasi sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan Hikayat mengandung ciri-ciri yang dapat dikenal seperti istana sentris yang menceritakan kisah heroik raja atau sultan, sehingga hikayat dijadikan sebagai alat untuk melegitimasi kekuasaan dan kedudukan raja atau sultan. Dalam konteks historiografi, hikayat sering kali berfungsi sebagai sumber sejarah yang mencatat berbagai peristiwa penting, legenda dan tokoh-tokoh bersejarah dengan gaya penceritaan yang khas. Hikayat memiliki kedudukan yang penting meskipun biasanya sulit dianggap sebagai sumber sejarah primer. Kemudian, baik fakta maupun mitos dalam hikayat sama-sama memiliki nilai-nilai budaya dan dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang kepercayaan dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat pada masa itu. Untuk mendapatkan keilmiahan dari pada sumber Historiografi Tradisional seperti Hikayat, harus diimbangi dengan menggunakan sumber sumber lain seperti catatan Tiongkok, Portugis, Barat, dan bukti arkeologis yang saling keterkaitan. Kata kunci: Hikayat, Historiografi, Islam, Indonesia
AKULTURASI BUDAYA PADA MASJID DJAMI’ PEKOJAN DALAM PENGEMBANGAN TOLERANSI DI SEMARANG 1892-1913 M Ravita Laelatul Kurniawati
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 02 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i02.9917

Abstract

Masjid Djami’ Pekojan merupakan bangunan bersejarah dan terdapat akulturasi budaya di dalamnya yang terletak di Kampung Pekojan Semarang. Akulturasi terlihat setelah masjid mengalami pemugaran pada tahun 1892, disebabkan oleh interaksi beberapa etnis di Semarang dengan berlandaskan sikap toleransi. Wujud akulturasi di Masjid Djami’ Pekojan tidak mengubah budaya asli sebelumnya, hal ini menjadi salah satu topik yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah dari Masjid Djami’ Pekojan yang mengalami akulturasi dan dampak dari akulturasi tersebut terhadap perkembangan toleransi di Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan dipandu dengan metode penelitian sejarah. Hasil dari penelitian ini yaitu, Masjid Djami’ Pekojan tidak diketahui secara pasti kapan berdirinya, tetapi pada tahun 1892 masjid mengalami pemugaran dan terdapat akulturasi budaya. Dampak akulturasi yaitu, bangunan masjid terdapat ornamen dan mimbar yang terpengaruh budaya Cina serta adanya tradisi keagamaan pembagian takjil Bubur India selama bulan Ramadhan. Dampak selanjutnya yaitu toleransi di Kampung Pekojan secara khusus dan Semarang secara umum mengalami perkembangan. Hal ini menunjukan masjid menjadi pusat interaksi antar etnis, memperkuat persaudaraan, dan solusi bagi permasalahan masyarakat. Kata Kunci: Akulturasi budaya; Masjid Djami’ Pekojan; Toleransi.
Dari Poerwosari Weg Menjadi Jalan Slamet Riyadi Nur Aeni, Nur Aeni; Nina Witasari
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 02 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i02.10052

Abstract

Artikel ini membahas perubahan lingkungan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, yang sebelumnya dikenal sebagai Poerwosari Weg atau Jalan Purwosari, pada periode 1893-1966. Perubahan signifikan di sepanjang jalan ini mencakup transformasi bentuk dan fungsi lahan serta bangunan, yang mencerminkan perkembangan sosial, budaya, dan politik pada masa kolonial hingga pascakemerdekaan. Selain itu, sejumlah peristiwa bersejarah menjadikan Jalan Slamet Riyadi memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas masyarakat Solo. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan utama: heuristik untuk pengumpulan data, kritik sumber untuk mengevaluasi keabsahan data, interpretasi untuk menganalisis makna, dan historiografi untuk menyusun hasil penelitian secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan Slamet Riyadi tidak hanya berfungsi sebagai jalan utama di Kota Solo, tetapi juga menjadi simbol integrasi tiga kekuatan pemerintahan: Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran sebagai pemerintahan pribumi, serta Residen Surakarta sebagai representasi pemerintah kolonial. Jalan ini juga memainkan peran penting sebagai jendela modernitas bagi Kota Solo, menggambarkan dinamika transformasi yang terjadi di berbagai bidang kehidupan masyarakat, termasuk arsitektur, infrastruktur, dan budaya. Dengan demikian, Jalan Slamet Riyadi menjadi representasi penting dalam sejarah perkembangan Kota Solo, tidak hanya sebagai ruang fisik tetapi juga sebagai simbol identitas dan dinamika kehidupan masyarakat. Jalan ini mencerminkan perjalanan panjang perubahan yang menyatukan elemen tradisional dan modern dalam satu ruang yang terus berkembang. Kata Kunci: jalan; perubahan; lingkungan; Solo.
MAKNA DAN SIMBOL TUGU PENA SEBAGAI ICON KOTA METRO Ladya Azzahra; Karsiwan
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 02 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i02.10129

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Tugu Pena sebagai ikon penting Kota Metro, yang makna dan simbolismenya belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan makna serta simbolisme Tugu Pena sebagai identitas Kota Metro, sekaligus menggali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan masyarakat sekitar, observasi langsung di kawasan Tugu Pena, serta dokumentasi dari berbagai sumber sekunder yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diverifikasi menggunakan triangulasi untuk meningkatkan validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tugu Pena memiliki lima makna utama: (1) sebagai simbol identitas Kota Metro yang mencerminkan ciri khas masyarakatnya, (2) representasi semangat belajar yang menginspirasi masyarakat untuk terus menuntut ilmu, (3) simbol kebebasan berpendapat yang mencerminkan hak warga dalam menyampaikan aspirasi, (4) dorongan untuk mengembangkan budaya literasi, seperti membaca dan menulis, yang sejalan dengan visi Kota Metro sebagai kota pendidikan, serta (5) fungsi praktis sebagai penunjang manajemen lalu lintas di pusat kota. Kesimpulannya, Tugu Pena bukan hanya berfungsi sebagai landmark Kota Metro, tetapi juga sebagai simbol identitas, semangat, dan inspirasi, yang menggambarkan nilai-nilai pendidikan, kebebasan, dan literasi yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat. Hal ini menjadikan Tugu Pena sebagai representasi budaya dan simbol perkembangan sosial Kota Metro. Kata Kunci: Icon Metro; Simbolisme; Tugu Pena.