cover
Contact Name
I Gede Sandiasa
Contact Email
sandiasagede1970@gmail.com
Phone
+6281338724721
Journal Mail Official
sandiasagede1970@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/LOCUS/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Locus : Majalah Ilmiah FIA
ISSN : 24067695     EISSN : 26229552     DOI : https://doi.org/10.37637/locus.v14i2
Core Subject : Humanities, Social,
Locus : Majalah Ilmiah FIA Aim and Scope: accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of public administration, social science, and political science.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2026)" : 8 Documents clear
The Head Of Department's Strategy In Improving Civil Servant Performance In The Environmental Department Tabanan Regency (Strategi Kepala Dinas Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Negeri Sipil Di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan) Artha Wibawa, I Ketut Sukantha
Locus Vol 18, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v18i1.2680

Abstract

This research aims to analyze the strategies implemented by the Head of the Tabanan Regency Environmental Agency to improve the performance of Civil Servants (PNS). The research focuses on leadership roles, including interpersonal, informational, and decisional roles. The research method used was a qualitative case study approach. Data collection was conducted through in-depth interviews, non-participant observation, and document review with the Head of the Agency, structural officials, and civil servants within the agency. The results indicate that the Head of the Agency has effectively implemented all three leadership roles. The strategies implemented include the application of participatory and transformational leadership styles, competency development through training, increased motivation through a reward system, and strengthening work culture and organizational communication. The implementation of these strategies has had a positive impact on improving discipline, responsibility, service quality, and organizational performance. However, several inhibiting factors exist, including budget constraints, variations in human resource (HR) quality, uneven employee discipline, suboptimal use of information technology, and complex bureaucratic procedures. This study concludes that the strategic role of the Head of the Department is crucial in creating a conducive work environment and improving civil servant performance through transformative leadership and appropriate HR development policies. Recommendations: Immediately prepare a data-driven and strategic proposal to advocate for increased funding to the Regency Government, particularly for training programs, procurement of work facilities, and a motivating incentive system.
KOMUNIKASI ORGANISASI DAN SEMANGAT KERJA PEGAWAI (STUDI PADA BAGIAN UMUM SUB.BAGIAN PERLENGKAPAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BULELENG) Ariasa, Putu Oka; Suprapta, I Nyoman
Locus Vol 18, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v18i1.2676

Abstract

Semangat kerja pegawai salah satunya ditentukan oleh adanya komunikasi yang baik diantara sesama pegawai maupun dengan pimpinan. Dengan komunikasi yang baik antara sesama pegawai atau antara pegawai dengan pimpinan diharapkan akan meningkatkan semangat kerja pegawai yang bersangkutan. Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa pokok permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimanakah komunikasi organisasi yang terjadi di Bagian Umum Sub.Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng ? ; 2) bagaimanakah semangat kerja pegawai di Bagian Umum Sub.Bagian perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng ? ; 3) apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat komunikasi organisasi di Bagian Umum Sub.Bagian perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng ? Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta bahwa komunikasi organisasi di Bagian umum Sub.bagian Perlengkapan Setda.kabupaten Buleleng berupa komunikasi vertikal, komunikasi horisontal, dan komunikasi diagonal. Komunikasi berfungsi sebagai kendali, motivasi, pengungkapan emosional, dan informasi. Selanjutnya efek komunikasi berupa efek kognitif, efek afektif, dan efek konatif. Semangat kerja pegawai di Bagian Umum sub.bagian Perlengkapan Setda.Kabupaten Buleleng dapat dilihat dari : hubungan yang harmonis antara atasan dan bawahan, suasana dan iklim kerja yang bersahabat, rasa kemanfaatan bagi terciptanya tujuan organisasi, tingkat kepuasan ekonomi dan kepuasankepuasan materi lainnya, dan adanya ketenangan jiwa dan jaminan kepastian.. Faktor-faktor yang mendukung komunikasi adalah penguasaan bahasa, sarana komunikasi, kemampuan berpikir pelaku komunikasi, dan lingkungan yang baik. Sedangkan faktor penghambat komunikasi terdiri dari hambatan dari pengirim pesan, hambatan dalam penyandian/simbol, hambatan media komunikasi, hambatan dalam bahasa sandi, hambatan dari penerima pesan, dan hambatan psikologis dan sosial.
KOMPETENSI SDM BIROKRASI DI ERA DIGITAL (Suatu Tinjauan Akademik) Mudarya, I Nyoman; Siswanti S., Dyah
Locus Vol 18, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v18i1.2681

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Era digital menuntut tenaga kerja untuk memiliki kompetensi baru yang meliputi kemampuan teknologis, berpikir kritis, komunikasi efektif, serta kemampuan adaptif terhadap perubahan. Selain itu transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan telah menjadi keharusan dalam mewujudkan birokrasi yang adaptif, efisien, dan transparan. Era digital menuntut SDM birokrasi di Indonesia dalam penguasaan teknologi informasi, komunikasi digital, dan kemampuan inovatif dalam pelayanan public. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi yang dibutuhkan aparatur birokrasi di era digital, tantangan yang dihadapi dalam proses transformasi, serta strategi pengembangan kompetensi aparatur negara agar mampu mendukung terwujudnya Digital Government. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi birokrasi sangat ditentukan oleh kesiapan SDM yang berorientasi pada kinerja, teknologi, dan integritas.
PERAN TERMINUS MEDIUS DALAM FIGURA SILOGISME Agung, I G A Maheri; Puger, I Gusti Ngurah
Locus Vol 18, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v18i1.2677

Abstract

Dalam cakupan logika, logika deduktif sering juga dikenal dengan silogisme. Silogisme merupakan proses penarikan konklusi yang dimulai dari premis mayor menuju pada premis minor. Premis mayor bisa berhubungan dengan premis minor karena adanya term medius. Dengan demikian, term medius merupakan penghubung premis mayor dengan premis minor di dalam menarik konklusi suatu figura silogisme. Term medius muncul pada premis mayor dan premis minor, dan tidak boleh muncul pada konklusi. Subjek pada konklusi diambil dari term minor dan predikatnya diambil dari term mayor. Hal inilah yang menyebabkan konklusi suatu bangunan silogisme tidak boleh lebih luas cakupannya bila dibandingkan dengan premis mayor.
EFEKTIVITAS ADMINISTRASI PEMBANGUNAN DESA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA ANTAPAN KECAMATAN BATURITI KABUPATEN TABANAN Suardana, I Ketut
Locus Vol 18, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v18i1.2682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas administrasi pembangunan desa dalam mendukung pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Efektivitas administrasi diukur melalui lima dimensi: kesesuaian perencanaan, ketepatan prosedur, akuntabilitas pengelolaan keuangan, koordinasi kelembagaan, dan partisipasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Perangkat Desa, Kelompok Pemberdayaan, dan masyarakat, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas administrasi pembangunan desa di Desa Antapan berada pada kategori ”cukup efektif”. Aspek perencanaan dan koordinasi menunjukkan kinerja yang baik dengan melibatkan musyawarah desa. Namun, efektivitas masih terhambat oleh beberapa faktor, yaitu: (1) Keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dalam pengadministrasian yang digital; (2) Prosedur yang berbelit pada aspek pelaporan; (3) Partisipasi masyarakat yang masih bersifat pasif dalam monitoring; dan (4) Keterbatasan anggaran operasional untuk pendampingan program. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan administrasi modern, penyederhanaan prosedur pelaporan, penguatan fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam kontrol, serta optimalisasi alokasi dana desa untuk peningkatan kapasitas kelembagaan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah desa dan kabupaten dalam meningkatkan tata kelola administrasi untuk percepatan pemberdayaan masyarakat.
Peran Perbekel Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Di Desa Wisata Antapan Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan Sri Candrawati, Anak Agung Ketut
Locus Vol 18, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v18i1.2678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Perbekel dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Wisata Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Perbekel sebagai pemimpin pemerintahan desa memiliki peran strategis dalam merancang dan mengimplementasikan program pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbekel menerapkan gaya kepemimpinan transformasionalsituasional yang efektif, dengan peran sebagai inisiator, fasilitator, dinamisator, dan katalisator. Program-program seperti pengembangan UMKM, pelatihan kewirausahaan, dan pemanfaatan potensi pertanian lokal telah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan Pendapatan Asli Desa (PAD). Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur, dan koordinasi masih perlu diatasi. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner dan kelembagaan yang kuat dalam menciptakan pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan dan inklusif. Saran utamanya yaitu kunci keberlanjutan ekonomi Desa Wisata Antapan terletak pada kepemimpinan transformasional Perbekel yang mampu menjadi fasilitator, dinamisator, dan inovator. Perlu ada sinergi yang kuat antara pemerintah desa, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat dalam kerangka tata kelola desa wisata yang baik (good governance). Fokus harus bergeser dari sekadar meningkatkan jumlah kunjungan (mass tourism) kepada meningkatkan kualitas pengalaman wisata dan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal (quality and sustainable tourism).
ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN DI INDONESIA: STUDI LITERATUR TENTANG EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI DAN TANTANGAN Kartika Yanti, Ni Nyoman
Locus Vol 18, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v18i1.2683

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi kebijakan pengelolaan sampah perkotaan di Indonesia melalui pendekatan studi literatur sistematis. Metode penelitian menggunakan desain kualitatif dengan teknik library research yang mengeksplorasi publikasi ilmiah periode 2020-2024 dari berbagai basis data akademik nasional dan internasional. Analisis konten deskriptif-interpretatif diterapkan untuk mengidentifikasi pola efektivitas implementasi kebijakan dan tantangan struktural dalam pengelolaan sampah perkotaan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Indonesia masih menghadapi kesenjangan signifikan antara formulasi regulasi dengan realisasi operasional di lapangan. Meskipun kerangka kebijakan telah komprehensif dengan adopsi paradigma Zero Waste dan prinsip 3R, efektivitas implementasi terhambat oleh keterbatasan kapasitas kelembagaan, fragmentasi koordinasi antarsektor, minimnya alokasi anggaran daerah, inadekuasi infrastruktur pengolahan sampah, rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah dari sumber, serta lemahnya penegakan hukum lingkungan. Optimalisasi kebijakan memerlukan pendekatan integratif melalui penguatan kapasitas institusional, intensifikasi program edukasi berkelanjutan, pengembangan infrastruktur alternatif berbasis teknologi ramah lingkungan, implementasi sistem informasi manajemen sampah digital, serta pembangunan kolaborasi multipihak dalam tata kelola pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan. Meskipun studi mengenai pengelolaan sampah di Indonesia sudah banyak dilaksanakan, namun sebagian besar masih bersifat parsial dan berfokus pada efektivitas satu wilayah tertentu. Masih terdapat celah literatur (research gap) dalam pemetaan sistematis mengenai tantangan kebijakan di level makro yang menghubungkan antara regulasi nasional dengan kapasitas fiskal daerah. Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mengisi celah tersebut dengan melakukan analisis literatur sistematis yang mensintesis berbagai hambatan implementasi menjadi sebuah model solusi yang terintegrasi.
Membangun Kepemimpinan Publik Yang Berdampak: Integrasi Nilai Tri Hita Karana Dalam Menjawab Tantangan Kepemimpinan Kontemporer Di Tabanan Widiana, I Nyoman Gede
Locus Vol 18, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v18i1.2679

Abstract

This study aims to analyze the essential qualities and contemporary challenges in building impactful public leadership in Tabanan Regency. Using a qualitative approach through a literature review, five core qualities were identified: (1) transformational vision, (2) effective communication, (3) social concern, (4) ethical courage, and (5) integrity. The main challenges include systemic corruption, socio-economic crises, and digital disruption. Academically, this research proposes a public leadership model that integrates these qualities with the local philosophy of Tri Hita Karana as an operational ethical framework. The findings indicate that integrating the values of Parahyangan, Pawongan, and Palemahan not only strengthens leadership legitimacy but also serves as a contextual foundation for sustainable development. The strategic implications emphasize the need for developing value-based and adaptive leadership capacities to create transformative and responsive leaders at the local level.

Page 1 of 1 | Total Record : 8