cover
Contact Name
I Gede Sandiasa
Contact Email
sandiasagede1970@gmail.com
Phone
+6281338724721
Journal Mail Official
sandiasagede1970@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/LOCUS/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Locus : Majalah Ilmiah FIA
ISSN : 24067695     EISSN : 26229552     DOI : https://doi.org/10.37637/locus.v14i2
Core Subject : Humanities, Social,
Locus : Majalah Ilmiah FIA Aim and Scope: accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of public administration, social science, and political science.
Articles 128 Documents
GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU SMP NEGERI 3 SINGARAJA Komang Sukerti; Ni Ketut Sudianing
Locus Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i1.1241

Abstract

Gaya kepemimpinan Transformasional kepala sekolah merupakan gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan yang mendorong semua unsur sekolah untuk bekerja atas dasar sistem nilai sehingga semua unsur yang ada di sekolah tersebut bersedia untuk berpartisipasi secara optimal dalam mencapai visi sekolah. Peneliti merumuskan beberapa permasalahan, yaitu : 1. Bagaimana gaya kepemimpinan Transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 3 Singaraja? 2. Bagaimanakah peran kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 3 Singaraja?  3. Bagaimanakah kinerja guru di SMP Negeri 3 Singaraja. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, digunakan metode penelitian kualitatif, dengan  maksud  agar memperoleh gambaran  secara mendalam  mengenai  gaya kepemimpinan Transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 3 Singaraja. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa : 1. Gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 3 Singaraja sudah mencerminkan keempat ciri tersebut yaitu pertimbangan individual, motivasi inspirasional, pengaruh ideal dan stimulasi intelektual. 2. Peran kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 3 Singaraja sudah berjalan dengan baik karena kepala sekolah sudah mampu menjalankan perannya sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, innovator dan motivator. 3. Kinerja guru di SMP Negeri 3 Singaraja sudah sangat baik.
PERAN PELATIH DALAM PEMBINAAN PRESTASI ATLET SEPAK TAKRAW DI KABUPATEN BULELENG Kadek Ratnadi; I Nyoman Mudarya
Locus Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i1.1237

Abstract

Prestasi yang dicapai oleh atlet sepak takraw kabupaten Buleleng tidak bisa dilepaskan dari peran pelatih. Pelatih dalam hal ini bertindak sebagai pemimpin dan pembina atlet dalam latihan maupun dalam pertandingan guna mencapai prestasi yang diharapkan. Dalam penelitian ini, beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu : 1) bagaimanakah peran pelatih sebagai pemimpin dalam pembinaan prestasi atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng ?;2) bagaimanakah peran pelatih sebagai motivator dalm pembinaan atlet sepak takraw di  Kabupaten Buleleng. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang peran pelatih dalam pembinaan prestasi atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan secara sirkuler dimana analisis dilakukan sepanjang proses penelitian,dengan tahapan ;pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta sebagai pemimpin, peran pelatih dalam pembinaan prestasi atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng adalah : memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam bidang olahraga sepak takraw, memiliki keseimbangan emosional terutama dalam menghadapi situasi tertekan, memiliki imajinasi dalam menemukan hal-hal baru dalm program latihan dan strategi dalam pertandingan, serta memiliki cita rasa humor yang tinggi.  Sedangkan sebagai motivaor maka seorang pelatih harus mampu melakukan hal-hal sebagai berikut : memberikan contoh-contok tentang teknik permainan sepak takraw, memberikan pujian kepada atlet anak didiknya ketika berhasil meraih prestasi, dan menghubur serta membesarkan jiwa atlet ketika mengalami kekalahan dalam suatu pertandingan.
DAMPAK PEMBERIAN BEASISWA MISKIN PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 SAWAN KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG Luh Suryani; Dewa Made Joni Ardana
Locus Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i1.1238

Abstract

Pembangunan  Nasional yang menjadi prioritas negara salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Salah satu penghambat dalam hal pendidikan yakni masalah ekonomi yang menyebabkan ketidak mampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah melalui kebijakan yang dapat membantu meringankan beban keluarga  kurang  mampu  yaitu  pemberian  bantuan  beasiswa  miskin  berupa Program Indonesia, peneliti merumuskan masalah : 1)   Bagaimanakah dampak pemberian beasiswa miskin Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Sawan Kec. Sawan,  Kab. Buleleng ? 2)  Bagaimana pemecahan masalah terhadap dampak negatif dari pemberian beasiswa miskin program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Sawan Kec.Sawan, Kab. Buleleng. Untuk mengkaji masalah penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mengumpulkan dan mengolah  data hasil wawancara dengan hasil observasi dan hasil dokumentasi serta menjelaskan dengan mendeskripsikan hasil pengolahan data tersebut sehingga mudah dipahami.  Analisis data menggunakan analisis kualitatif.   Analisis ini dilakukan sepanjang berlangsungnya penelitian dan dilakukan secara terus-menerus dari awal sampai akhir penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Dampak pemberian beasiswa miskin Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Sawan  Kec.  Sawan  Kab.  Buleleng  memberikan  dampak  positif  bagi  guru, orangtua siswa, dan siswa 2) Pemecahan masalah terhadap dampak negatif dari pemberian beasiswa miskin Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Sawan Kec.Sawan Kab.Buleleng sudah berjalan baik dan jelas dikaji Rekomendasi yang dihasilkan  dari peneliti ini yaitu : 1) Agar SMP Negeri 4 Sawan  dalam  menangani  dampak  negatife  terhadap  masalah  pemberian beasiswa  miskin  Program Indonesia Pintar (PIP)proses  pendataan  benar-benar selektif, 2) Agar SMP Negeri 4 Sawan lebih sering lagi mengadakan sosialisasi dan  evaluasi  secara  rutin  terhadap  pegawai  dan  petugas  pengelola    beasiswa miskin Program Indonesia Pintar memberikan layanan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SECARA ELEKTRONIK (E-PPDB) TINGKAT SMP BERBASIS PEMETAAN ZONASI DI SATUAN PENDIDIKAN SMP NEGERI 4 SAWAN Ni Luh Santrining; Gede Sandiasa
Locus Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i1.1234

Abstract

Perkembangan teknologi di bidang pemerintahan yang disebut e- government semakin gencar dilaksanakan. Salah satunya dalam implementasi Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru Secara Elektronik (E-PPDB). Peneliti merumuskan masalah: 1) Bagaimanakah implementasi E-PPDB pada satuan pendidikan SMP Negeri 4 Sawan? 2) Apakah faktor pendukung dan penghambat implementasi E-PPDB pada satuan pendidikan SMP Negeri 4 Sawan? 3)  Bagaimanakah  dampak  penggunaan E-PPDB  pada  satuan  pendidikan  SMP Negeri 4 Sawan. Peneliti dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan  mengumpulkan dan mengolah data hasil wawancara, hasil observasi dan hasil dokumentasi dan dijelaskan melalui diskripsi  hasil pengolahan data tersebut untuk mudah dipahami, analisis data menggunakan analisis kualitatif sepanjang berlangsungnya penelitian secara terus menerus dari awal sampai akhir penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Implementasi E-PPDB pada satuan pendidikan SMP Negeri 4 Sawan, dari indikator komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, namun masih ada beberapa kekurangan pada disposisi atau ketanggapan sikap dari pelaksana kebijakan; 2) Faktor pendukung dari implementasi E-PPDB ini adalah didukung oleh sumber daya yang baik dan memadai, manajemen kepala sekolah yang baik, pemanfaatan sistem yang user friendly atau mudah dimengerti pengguna, dan kerjasama yang baik antar pelaksana dan kelompok sasaran; 3) Implementasi E-PPDB memberi dampak pada sebagian besar hasil memperlihatkan dampak positif dari pelaksana dan kelompok sasaran yaitu sistem pendaftaran siswa menjadi lebih efektif dan efesien bagi kelompok sasaran, proses pembelajaran menjadi lebih mudah; kemudahan dalam mengakses kegiatan sekolah; kemudahan dalam membina siswa, dan meringankan biaya transportasi bagi peserta didik.  Rekomendasi yang dihasilkan adalah 1) Penggunaan E-PPDB dapat diterapkan secara menyeluruh di semua tingkat satuan pendidikan, 2) Agar dapat dikembangkan peningkatan validasi pada data alamat peserta didik; 3) Pelaksana agar memiliki rasa komitmen dan disiplin yang lebih baik; 4) Sistem E- PPDB agar dapat juga digunakan sampai pada proses pendaftaran kembali.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMA NEGERI 4 SINGARAJA Dewa Nyoman Redana; I Nyoman Suprapta
Locus Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i1.1239

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik mempunyai waktu yang cukup untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Adapun tujuan dari kurikulum merdeka belajar adalah mengembalikan otoritas sekolah dan pemerintah daerah untuk mengelola sendiri pendidikan yang sesuai dengan kondisi di daerahnya. Beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu : 1) bagaimanakah Implementasi Merdeka di SMA Negeri 4 Singaraja ?;  2) apakah faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 4 Singaraja. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan dengan tahapan ;pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 4 Singaraja dipengaruhi oleh empat variabel yaitu : komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Adanya keempat faktor tersebut menyebabkan kurikulum merdeka dapat diimplementasikan dengan baik di SMA Negeri 4 Singaraja. Adapun faktor pendukung dari implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 4 Singaraja adalah tersedianya sumber daya yang cukup memadai untuk melaksanakan kurikulum merdeka. Juga karena isi dari kurikulum tersebut cukup mudah untuk dipahami. Sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya adalah masih minimnya kemampuan implementor dalam hal ini masih banyaknya guru-guru di SMA Negeri 4 Singaraja yang belum memahami isi dari kurikulum merdeka sehinga mereka agak sulit untuk melaksanakannya dalam proses pembelajaran.>
DAMPAK REVITALISASI PASAR TRADISIONAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PARA PEDAGANG DI PASAR KEDIRI KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN I Nyoman Alit Badrika; I Gst Ngurah Agus Bagus Widiana
Locus Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i1.1235

Abstract

Pasar Kediri merupakan salah satu pasar tradisional yang menjadi target revitalisasi. Ada beberapa alasan mengapa perlu diadakannya revitalisasi pada Pasar Kediri yaitu terkait kondisi Pasar Kediri yang tidak bisa berkembang dengan baik. Kondisi Pasar Kediri terkesan kumuh, kotor, pengap, dan daya tampung pasar untuk pedagang tidak memadai. Selain adanya faktor tersebut, Pemerintah merevitalisasi Pasar Kediri dengan tujuan untuk melakukan penataan pedagang dan pengembangan pasar tradisional dengan konsep semi modern. Dalam proses revitalisasi diperlukan adanya inovasi pasar dengan mengubah cara bisnis yang dilakukan.Berdasarkan perkembangan yang terjadi hingga saat ini, ternyata proses revitalisasi pasar tradisional di Kabupaten Tabanan belum mampu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di dalam pasar itu sendiri. Latar belakang penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak revitalisasi pasar tradisional terhadap pendapatan pedagang di Pasar Kediri Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan.  Hasil menunjukan bahwa mayoritas pedagang di Pasar Kediri merupakan penduduk asli Kabupaten Tabanan. Revitalisasi tidak mengubah hubungan sosial antar pedagang, maupun pedagang dengan aparat yang selama ini terjalin dengan baik. Setelah revitalisasi kondisi bangunan Pasar Kediri Tabanan menjadi lebih bersih dan rapi. Setelah direvitalisasi pendapatan pedagang mulai mengalami sedikit peningkatan akan tetapi karena pademi covid-19 yang melanda dunia dan juga Indonesia mengakibatkan Pendapatan Pedagang mengalami penurunan hampir 50 (Lima Puluh Persen).
IMPLEMENTASI DIGITALISASI PENGELOLAAN PASAR BANJAR DI KABUPATEN BULELENG I Komang Suparjorustam; I Nyoman Sukraaliawan
Locus Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i1.1240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Digitalisasi Pengelolaan Pasar Banjar di Kabupaten Buleleng, di samping itu juga untuk mengetahui apa saja hambatan baik internal dan eksternal serta dampak yang ditimbulkan pada implementasi kebijakan ini.  Untuk mengkaji masalah di atas, penelitian ini menggunakan metode deskriptif  kualitatif  yaitu  mengumpulkan  dan  mengolah  data  hasil wawancara dengan  informan  serta menjelaskan dengan  mendeskripsikan  hasil  pengolahan data tersebut sehingga mudah dipahami. Tehnik pengujian keabsahan data didasarkan pada 4 (empat) kriteria, yaitu: Kepercayaan, Keteralihan,. Ketergantungan, dan Kepastian.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  Implementasi  Digitalisasi Pengelolaan Pasar Banjar masih terbatas pada pungutan pasar dan secara umum pelaksanaannya sudah berjalan dengan baik. Hambatan utama dalam digitalisasi pasar ini adalah SDM (Sumber Daya  Manusia) di internal maupun eksternal. Dampak positifnya adalah transparansi, meningkatnya pendapatan, dan akuntabilitas perusahaan, sedangkan negatifnya masih ada yang belum mengikuti perubahan. Melihat hasil penelitian ini disarankan kepada pengelola pasar kedepannya pada implementasi di pasar agar memperhatikan kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia) sehingga persiapannya lebih baik.
MANAJEMEN INSTALASI GIZI DALAM RANGKA PEMENUHAN GIZI PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BULELENG Komang Edi Sriantara; Putu Agustana
Locus Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i1.1236

Abstract

Terpenuhinya kebutuhan gizi pasien dengan menu makanan yang sehat dan bergizi akan sangat membantu proses kesembuhan pasien. Untuk itu manajemen yang baik harus dilakukan oleh Instalasi Gizi yang menangani langsung permasalahan tersebut.  Dalam penelitian ini, beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu : 1) bagaimanakah manajemen Instalasi Gizi RSUD Kabupaten Buleleng ?; 2) faktor-faktor apakah yang menjadi pendukung dan penghambat manajemen Instalasi Gizi RSUD Kabupaten Buleleng  ? Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang manajemen Instalasi Gizi RSUD Kabupaten Buleleng. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan secara sirkuler dimana analisis dilakukan sepanjang proses penelitian,dengan tahapan ;pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta bahwa manajemen Instalasi Gizi RSUD Kabupaten Buleleng meliputi perencanaan yang merupakan fungsi dasar manajemen, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang merupakan fungsi terakhir dari proses manajemen.  Faktor pendukung manajemen Instalasi Gizi RSUD Kabupaten Buleleng dari sisi internal adalah tersedianya SDM yang berkompeten serta adanya sarana dan prasarana yang mendukung pelayanan. Faktor pendukung eksternalnya adalah adanya kerjasama dengan perusahaan penyedia bahan makanan untuk keperluan Instalasi Gizi . Sedangkan faktor penghambatnya internal adalah minimnya anggaran yang disediakan untuk satu porsi makanan pasien. Sedangkan faktor penghambat eksternalnya adalah pernah terjadinya kurang akuratnya data yang diberikan oleh Instalasi lain yakni Instalasi Rawat Inap tentang data pasien sehingga terjadi kekeliruan dalam menyajikan makanan pasien.
KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KANTOR PERBEKEL DESA KUBUTAMBAHAN, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG Gede Hendra Susila; I Nyoman Suprapta
Locus Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i2.1485

Abstract

Desa sebagai bagian terkecil dari sistem pemerintahan administratif di Indonesia,dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi dan meningkatkan kemampuannya di dalam mengelola data administrasi kependudukan. Dengan demikian seluruh perangkat desa hendaknya memberikan pelayanan yang berkualitas baik kepada masyarakat, sehingga dapat memberikan kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan. Pada penelitian ini, beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut 1. bagaimana kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Perbekel Desa Kubutambahan?; 2. bagaimana upaya meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Perbekel Desa Kubutambahan?. Metode penelitian yang digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah penelitian kualitatif dengan maksud untuk memberikan gambaran penyajian serta berupaya untuk menjelaskan objek yang diteliti berdasarkan fakta yang terdapat di lapangan. Penentuan informan menggunakan teknik purposif. Berikutnya pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilaksanakan dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Perbekel Desa Kubutambahan sudah berpedoman pada tolok ukur kualitas pelayanan yang disebut TERRA (Tangible, Empathy, Responsivness, Reliability, dan Assurance). Secara keseluruhan kualitas pelayanan administrasi kependudukan sudah baik, namun perlu adanya peningkatan untuk dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengidentifikasi determinan utama kualitas layanan, mengelola ekspektasi pelanggan, mengelola bukti kualitas layanan, mendidik pelanggan tentang layanan, dan menumbuhkan budaya kualitas.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN INOVASI UMKM DI DAERAH. (STUDI DI BADAN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN INOVASI DAERAH KABUPATEN BULELENG) I Gede Robby Setiawan; Ni Ketut Sudianing
Locus Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i2.1490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran Badan Penelitian,Pengembangan Dan Inovasi Daerah Kabupaten Buleleng dalam meningkatkan InovasiUMKM di Daerah, dan untuk mengetahui faktor penghambat pada Badan Penelitian,Pengembangan Dan Inovasi Daerah Kabupaten Buleleng.Metode pengumpulan data yang digunakan kualitatif dengan instrumentpengumpulan data berupa observasi yakni, teknik pengumpulan data dengan caramelakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap obyek yang diteliti,wawancara/interview yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan caramengadakan wawancara atau tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematis danberlandaskan pada tujuan penelitian, dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data dengancara melihat dokumentasi yang ada pada organisasi dan relevansinya dengan penelitian.Hasil penelitian Penerapan Prinsip-prinsip Good Governance (Pemerintahan yangbaik) dalam meningkatkan inovasi UMKM di Daerah yang meliputi transparansi,supremasi hukum, akuntabilitas, kesetaraan dan mengembangkan inovasi UMKM didaerah.Untuk mengetahui peran Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi DaerahKabupaten Buleleng dalam meningkatkan Inovasi UMKM di Kabupaten Buleleng yangmeliputi partisipasi masyarakat melalui pembinaan inovasi organisasi prangkat daerah(OPD), membina kecamatan dalam mengembangkan inovasi desa sesuai dengan potensisumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), mengadakan kompetisiinovasi dalam bentuk lomba kreasi inovasi tingkat Kabupaten Buleleng, sebagai fasilitatordalam mendukung produk UMKM masyarakat dalam proses pengurusan legalitas atauperijinan sebagai inovasi.Beberapa faktor penghambat yang ditemukan, secara internal terbatasnya anggaranpemerintah Kabupaten Buleleng, kualifikasi pendidikan pegawai masih belum sesuai,terbatasnya sarana dan prasarana kantor dan eksternal seperti kurangnya perhatian dariperangkat desa maupun kecamatan terkait dengan inovasi, kurangnya pemahaman inovasidari masyarakat, dan kurangnya kemampuan / pengetahuan teknologi untukmempublikasikan inovasi.Rekomendasi yang disampaikan agar Pemerintah Kabupaten Buleleng bisameningkatkan anggaran untuk masyarakat yang memiliki inovasi, dapat menyesuaikankualifikasi pendidikan para pegawai, memberikan sarana dan prasarana kantor yangcukup, memberikan perhatian dan pemahaman yang lebih untuk masyarakat sertamemberikan pengetahuan atau pelatihan kepada masyarakat dalam bidang teknologi.

Page 9 of 13 | Total Record : 128