cover
Contact Name
I Gede Sandiasa
Contact Email
sandiasagede1970@gmail.com
Phone
+6281338724721
Journal Mail Official
sandiasagede1970@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/LOCUS/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Locus : Majalah Ilmiah FIA
ISSN : 24067695     EISSN : 26229552     DOI : https://doi.org/10.37637/locus.v14i2
Core Subject : Humanities, Social,
Locus : Majalah Ilmiah FIA Aim and Scope: accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of public administration, social science, and political science.
Articles 128 Documents
Upaya Perbekel Menumbuhkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pencegahan Penularan Covid-19 di Desa Pemaron Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Nyoman Setiawan; Gede Sandiasa
Locus Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.118 KB) | DOI: 10.37637/locus.v14i1.927

Abstract

Upaya pencegahan penularan Covid-19, Perbekel sebagai ujung tombak pemerintahan memiliki peran yang sangat penting khususnya dalam menumbuhkan partisipasi masyarakat supaya mau terlibat aktif dalam penanganan Covid-19, karena pandmi Covid-19 adalah masalah bersama yang harus dihadapi secara bersama-sama juga Beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu : 1) bagaimanakah upaya perbekel menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19 di Desa Pemaron ?; 2) apa sajakah hambatan yang ditemui perbekel dalam upaya menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19 di Desa Pemaron ? ; dan 3) bagaimanakah solusi yang dilakukan oleh perbekel untuk mengatasi hambatan menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19 di Desa Pemaron ? Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan secara sirkuler dimana analisa dilakukan sepanjang proses penelitian dengan tahapan ;pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa upaya perbekel menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19 adalah dengan komunikasi yang intens dengan Satgas Covid-19, sosialisasi penerapan protokol kesehatan, dan membrdayakan masyarakat dengan membentuk relawan desa lawan Covid-19. Hambatan yang ditemui dalam upaya tersebut berupa hambatan internal yakni rasa lelah, bosan dan jenuh dari masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun. Sedangkan hambatan eksternalnya adalah lokasi Desa pemaron yang bisa dimasuki dari segala arah dan kebijakan pemerintah yang sering berubah-ubah. Solusi internalnya dengan sosialisasi yang rutin,pemberian sanksi pada masyarakat yang melanggar prokes. Solusi eksternalnya yakni melakukan penjagaan dan pengawasan disetiap jalan masuk menuju Desa Pemaron, dan menghimbau kepa pemerintah supaya fokus dan konsisten menerapkan kebijakan terkait penanganan Covid-19.
PENTINGNYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI STRATEGI DALAM PEMBANGUNAN SOSIAL Putu Agustana
Locus Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.274 KB) | DOI: 10.37637/locus.v12i1.288

Abstract

Hakikat pembangunan masyarakat adalah community base development atau pembangunan masyarakat dari bawah (bottom-up). Ditinjau dari sisi pemerintah (government), pembangunan masyarakat merupakan hasil dari perencanaan yang sistematis dari atas yang menempatkan masyarakat sebagai pelaksana (subjek pembangunan). Kendati demikian, dalam perencanaan pembangunan masyarakat ada klausul yang menyatakan bahwa masyarakat adalah subjek pembangunan,namun pada akhirnya keterlibatan dalam proses perencanaan dari bawah sulitsekali dilaksanakan.
Peranan PLKB dalam Penyebaran Informasi Tentang KB Kepada Masyarakat di Desa Sudaji Kecamatan Sawan Luh Karyani; Dewa Made Joni Ardana
Locus Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.078 KB) | DOI: 10.37637/locus.v9i1.78

Abstract

Perkembangan Gerakan Keluarga Berencana Nasional (GKBN) yang demikian cepatnya, menuntut suatu kondisi pelayanan yang harmonis dan berkualitas terutama menyangkut penyebaran berbagai informasi tentang Keluarga Berencana. PLKB sebagai ujung tombak pelaksanaan Gerakan KB Nasional tersebut dituntut untuk berperan maksimal dalam proses tersebut. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa peran PLKB sebagai komunikator dan motivator dapat dilihat dari sudut pengelolaan pelaksanaan kegiatan program KB, menggerakkan partisipasi masyarakat dalam program KB, pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam pelaksanaan program KB, serta mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program KB. Selanjutnya ditemukan pula adanya beberapa hambatan yang bisa mengganggu kelancaran pelaksanaan program KB di Desa Sudaji. Hambatan internal berupa jumlah petugas PLKB yang hanya seorang, kualitas SDM PLKB Desa Sudaji yang hnaya tamatan SMA dengan pengalaman hidup yang minim. Hambatan eksternal adalah adanya sikap cuek dari sebagian masyarakat terhadap program KB. Solusi untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut adalah dengan memperbanyak merekrut kader-kader yang nantinya bisa ditugaskan di Posyandu untuk memberikan informasi tentang KB kepada masyarakat. Selanjutnya melakukan pendekatan secara persuasif seintensif mungkin untuk menyadarkan masyarakat bahwa informasi tentang KB sangat penting bagi masyarakat khususnya PUS.
PERAN RADIO REPUBLIK INDONESIA (RRI) SINGARAJA DALAM SOSIALISASI PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI KOTA SINGARAJA Irnawati Giri; Dewa Made Joni Ardana
Locus Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.085 KB) | DOI: 10.37637/locus.v13i2.767

Abstract

Radio memiliki kemampuan mengirimkan transmisi dengan jangkauan yang sangat luas sehingga menjangkau daerah-daerah secara luas. Radio tidak hanya berperan sebagai penyebar informasi dan peristiwa yang terjadi di berbagai belahan dunia, akan tetapi media radio berperan sebagai media sosialisi.  Banyak media massa khususnya media radio memberitakan mengenai masalah Covid-19. Covid-19 menjadi masalah kesehatan dunia. Pemerintah terus berusaha maksimal untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona. Berbagai upaya telah dilakukan. Namun seruan itu belum sepenuhnya optimal. Berdasarkan diuraikan di atas, maka penelitian ini merumuskan permasalahan penelitian yaitu Peran RRI Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 serta Kendala dan Upaya dalam Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19. Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan maksud agar memperoleh gambaran secara mendalam mengenai peran RRI dalam sosialisasi. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling, dan selanjutnya menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa RRI Singaraja dalam Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid-19 di Kota Singaraja telah berperan dengan baik melalui Sosialisasi Pencegahan penularan pada individu dan Sosialisasi Perlindungan kesehatan pada masyarakat yang diselenggarakan melalui Program Tanggap Bencana Covid-19 dalam bentuk Dialog Interaktif, Ad Libs, liputan terkait penanganan Covid-19, serta ajakan atau himbauan disetiap program siaran dan sosialisasi melalui media siaran iklan lewat siaran maupun media sosial. Kendala Internal yang dihadapi yaitu terbatasnya anggaran dan masih kurangnya SDM dan kendala eksternal yaiu kegiatan kegiatan diluar studio yang tidak dapat dilaksanakan karena adanya pembatasan kegiatan. Sedangkan upaya Internal yaitu dengan menghubungi narasumber via telephon serta juga kegiatan sosialisasi melalui iklan atau brosur melalui media sosial dan memfokuskan penyiar-penyiar unggulan untuk mengisi acara dialog. Sedangkan upaya eksternal yaitu melalui kegiatan daring dan luring dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
PERAN KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DESA MUNDUK KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Putu Edi Putrawan; Dewa Made Joni Ardana
Locus Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.521 KB) | DOI: 10.37637/locus.v11i2.279

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu andalan dalam pembangunan di Bali. Pokdarwis merupakan salah satu unsur pemangku kepentingan yang berasal dari masyarakat yang tentunya memiliki peran strategis dalam mengembangkan serta mengelola potensi kekayaan alam dan budaya yang dimiliki suatu daerah untuk menjadi daerah tujuan wisata, khususnya di Desa Munduk Kecamatan Banjar. Penelitian ini memfokuskan pada pokok permasalahan yaitu : 1.Bagaimana Peran Pokdarwis dalam pengembangan pariwisata di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng? 2.Apakah hambatan Pokdarwis dalam pengembangan pariwisata? 3.Apakah Upaya yang dilakukan dalam menghadapi hambatan peran Pokdarwis dalam pengembangan pariwisata.Teknik analisis data menggunakan penelitian kualitatif, dengan maksud agar memperoleh gambaran secara mendalam mengenai peran Pokdarwis dalampengembangan pariwisata di Desa Munduk. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling, dan selanjutnya menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Peran Pokdarwis dalam pengembangan Pariwista di Desa Munduk sudah berjalan sesuai dengan harapan melalui a. Peningkatan pengetahuan dan wawasan para anggota Pokdarwis dalam bidang kepariwisataan. b). Peningkatan kemampuan dan ketrampilan para anggota dalam mengelola bidang usaha pariwisata dan usaha terkait lainnya.c). Mendorong dan memotivasi masyarakat agar menjadi tuan rumah yang baik dalam mendukung kegiatan kepariwisataan di daerahnya. d). Mendorong dan memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan daya tarik pariwisata setempat melalui upaya-upaya perwujudan Sapta Pesona. e). Mengumpulkan, mengolah dan memberikan pelayanan informasi kepariwisataan kepada wisatawan dan masyarakat setempat. 2). Hambatan Pokdarwis dalam pengembangan pariwisata, yaitu mengkoordinir masyarakat atau pelaku-pelaku pariwisata dan kurangnya sarana fasilitas parkir dan fasilitas untuk lahan acara tradisional. 3). Upaya yang dilakukan menghadapi hambatan dalam pengembangan pariwisata yaitu dengan melakukan sosialisasi dan berkoordinasi dengan desa adat serta berupaya melakukan negosiasi pertukaran lahan dengan penduduk lokal dan pihak Provinsi.
KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN BULELENG TAHUN 2018 I Gde Made Metera
Locus Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.665 KB) | DOI: 10.37637/locus.v11i1.270

Abstract

Perencanaan strategis Pemerintah Kabupaten Buleleng tahun 2017-2022 memiliki 18 Sasaran dengan 41 Indikator Kinerja, dengan target yang terusditingkatkan yang ingin dicapai setiap tahun selama periode rencana strategis. Tahun 2018 Bupati Buleleng telah membuat Perjanjian Kinerja untuk mencapai target 18 Sasaran dengan 41 Indikator Kinerja tersebut.Berdasarkan pengukuran kinerja atas capaian target 18 Sasaran dengan 41 Indikator Kinerja sasaran maka diperoleh nilai capaian Indikator Kinerja dan nilairata-rata capaian Sasaran Strategis. Nilai-nilai itu diberi predikat, supaya memiliki makna. Predikat nilai capaian Sasaran kinerjan tahun 2018 dikatagorikan sebagaiberikut.>100% Melampaui Target=100% Sesuai Target
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN PARIWISATA DI DESA UMEANYAR KECAMATAN SERIRIT KABUPATEN BULELENG Ketut Mei Ardika; Putu Agustana
Locus Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.587 KB) | DOI: 10.37637/locus.v13i1.705

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu andalan dalam menunjang perkembangan pembangunan di Bali. Desa Umeanyar merupakan salah satu desa yang menjadikan pariwisata sebagi andalan dalam membangun desanya. Untuk itu dalam pengelolaannya mensinergikan kebijakan antara desa dinas dengan desa adat, dengan menjadikan panorama alam dan budaya lokal sebagai daya tarik wisata. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa kebijakan pengelolaan pariwisata di desa Umeanyar merupakan sinergi antara kebijakan desa dinas dan desa adat. Kedua lembaga tersebut berusaha memanfaatkan sebaik mungkin sumber daya pariwisata yang dimiliki. Hal-hal yang menjadi faktor pendukung pariwisata diantaranya adalah objek-objek wisata yang menarik dengan keindahan alam yang ada, proses perijinan yang tidak rumit serta tersedianya sarana fasilitas pariwisata yang memadai. Faktor penghambatnya adalah adanya pembagian yang tidak adil terhadap hasil pungutan restribusi pariwisata yang dirasakan oleh desa dinas. Juga kurangnya kesadaran masyarakat mematuhi aturan yang telah ditetapkan serta kurangnya promosi dan pemasaran terhadap objek-objek wisata yang ada. Selanjutnya, perkembangan pariwisata di desa Umeanyar berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. Secara ekonomi terjadi peningkatan taraf kehidupan bagi mereka yang bekerja di sektor pariwisata. Terjadinya perkawinan transnasional antara warga desa Umeanyar dengan warga negara asing. Juga adanya pembagian sembako kepada para lansia setiap bulannya dan adanya pemberian les bahasa Inggris oleh tamu asing kepada anak-anak sekolah.
PENGAWASAN CAMAT DALAM RANGKA PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG Putu Agustana; I Nyoman Sukraaliawan
Locus Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.672 KB) | DOI: 10.37637/locus.v14i2.1017

Abstract

Pelaksanaan setiap bidang pekerjaan apapun yang sebaik-baiknya tentu memerlukan sekali perencanaa dan pengontrolan/pengawasan. Perencanaan dan pengawasan merupakan dua kutup dari suatu proses penyelenggaraan untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan menjadi taraf permulaan dari proses itu dan mengandung aktifitas-aktifitas melihat kemuka, memikirkan jauh sebelumnya dan menggambarkan lebih dahulu sebagai landasan untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan mencapai tujuan yang diinginkan. Sedang pengontrolan/pengawasan berikut tindakan-tindakan mencapai pembetulannya adalah tahap akhir dari proses penyelenggaraan tersebut. Pengawasan adalah keseluruhan aktifitas mengawasi, mencocokkan, memeriksa dan mengendalikan segenap aktifitas kegiatan agar berlangsung sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan hasil yang dikehendaki.Dalam penelitian ini diajukan sebuah permasalahan yakni bagaimanakah pengawasan Camat dalam rangka pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng.Penelitian ini menggunakan pendekatan dalam kualitatif, Teknik penentuan informan yang digunakan adalah purposive sampling, adalah Teknik penentuan informan dengan pertimbangan tertentu yaitu Camat, Sekretaris Camat, staf kecamatan , Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Buleleng 1, Kepala desa dan wajib pajak.Analisis interaktif Miles & Huberman digunakan untuk melakukan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data, mencapai kedalam pemahaman, katagori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan makna dalam penelitian.Hasil penelitian menimpulkan bahwa Camat selaku Kepala Wilayah dalam hal pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan tidak mempunyai kewenangan penuh untuk AInspektorat Kabupaten. Akan tetapi Camat dalam hal ini melaksanakan kewenangan hanya sebatas pada upaya pembinaan dan melaksanakan koordinasi dengan Unit Pelaksanan Teknis Daerah maupun kepada Kepala Desa dalam rangka pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan.Mengacu kepada simpulan yang disampaikan di atas, maka dalam hal ini disarankan bahwa Camat selaku Kepala Wilayah mempunyai tanggung jawab yang besar berkenaan dengan segala sesuatunya yang ada di wilayahnya. Demi kelancaran dan keberhasilannya seperti apa yang diharapkan oleh kita semua, maka sebaiknya Camat diberikan kewenangan yang lebih dalam hal pengawasan karena Camat yang paling memahami dan mengetahui segala sesuatunya yang ada diwilayahnya termasuk keberhasilan dalam rangka pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan.
PEMANFAATAN DANA DESA DALAM MENUNJANG PROGRAM INOVASI DESA (DI DESA UMA ANYAR DAN DESA TEJAKULA) Ni Ketut Sudianing; Gede Sandiasa
Locus Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.592 KB) | DOI: 10.37637/locus.v12i2.600

Abstract

Pelaksanaan Dana Desa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik serta pemerataan hasil-hasil pembangunan, langsung pada tingkat desa. Terbitnya Undang-undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa, diharapkan desa menjadi  maju, kuat, mandiri dan berdikari. Pembangunan mengalami perubahan paradigma dari “membangun desa” menjadi “desa membangun. Desa dapat mengalami peningkatan kemampuan secara administrasi, kapasitas dalam melaksanakan pelayanan publik dan optimalisasi potensi desa, dengan melibatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat desa. Dalam penelitian ini diajukan tiga permasalahan, yaitu bagaimana proses pelaksanaan Program Inovasi Desa melalui Penggunaan Dana Desa; Pengaruh Program Inovasi Desa dalam Pengembangan Potensi Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa; dan bagaimana Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Program Inovasi Desa. Penelitian ini dilaksanakan pada Pelaksanaan Program Inovasi Desa di Desa Tejakula dan Uma Anyar Kabupaten Buleleng. Melalui pendekatan ilmiah kualitatif, berusaha memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian menyangkut perilaku, persepsi, motivasi, tindakan yang dapat digambarkan  secara holistik berkenaan dengan permasalahan penelitian. Analisis interaktif Miles & hubermen digunakan untuk melakukan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data, mencapai kedalam pemahaman inquiri, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan merumuskan hipotesis kerja secara tepat, dan ilmiah. Hasil penelitian menyimpulkan ; 1) pelaksanaan program inovasi desa melalui penggunaan dana desa adalah mewujudkan pembangunan desa terpadu, berbasis sumberdaya alam dan daya kreatif masyarakat, bersifat selektif dan berkelanjutan; 2) Peran Program Inovasi Desa dalam pengembangan desa dan pemberdayaan masyarakat adalah 1) pengembangan ekonomi masyarakat, 2) peningkatan kualitas sumber daya manusia; dan 3) pemenuhan dan peningkatan infrastruktur perdesaan; dan 4) partisipasi masyarakat dalam pengembangan program inovasi desa sangat tinggi dalam bentuk kegiatan meliputi: pengembangan lembaga swadaya masyarakat, memberikan kontribusi pemikiran dan pelaksanaan program inovasi desa, memberi kontribusi dalam bentuk iuran dan melaksanakan kegiatan solidaritas dan pengembangan swadaya gotong royong. Hasil temuan merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1) percepatan pengembangan inovasi desa diperlukan perubahan struktur anggaran, yang khusus untuk mengerjakan satu proyek inovasi desa, sehingga  mengangkat citra spesifik pembangunan desa. Satu program inovasi desa dalam sekala besar yang dapat digunakan sebagai daya saing dalam pengembangan desa. 2) peningkatan daya dukung dan partisipasi masyarakat harus diimbangi dengan kemampuan pemerintahan desa dan fasilitator, maupun anggaran sehingga program inovasi desa dapat berjalan cepat sesuai dengan harapan dan daya dukung masyarakat, 3) infrastruktur yang dibangun selalu berlandaskan pada pengembangan potensi desa, untuk mempercepat tercapainya tujuan pengembangan program inovasi desa, yaitu tata kelola potensi desa yang dapat meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat desa.
Peran Petugas Pengelola File Rekam Medis Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Kabupaten Buleleng I Gede Padma; Gede Sandiasa
Locus Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.639 KB) | DOI: 10.37637/locus.v10i1.83

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng merupakan lembaga yang mempunyai tugas pokok dan fungsi memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, untuk dapat melaksanakan pelayanan dengan cepat dan tepat, harus didukung oleh proses administrasi yang benar. Administrasi layanan pasien dapat berwujud dalam bentuk rekam medis rumah sakit, sehingga rumah sakit mempunyai kewajiban administrasi untuk membuat dan memelihara berkas rekam medis pasien secara baik. Hal ini ditegaskan dalam Undang-undang Praktek Kedokteran Nomor 29 Tahun 2004 pasal 46 ayat 1 yaitu “setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktek kedokteran wajib membuat rekam medis”. Pembuatan rekam medis sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan melalui pencatatan dan pendokumentasian/filling hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Dalam memberikan pelayanan kepada pasien harus dilakukan kerjasama yang baik antara dokter dengan petugas filing rekam medis. Berdasarkan hal tersebut di atas, dirumuskan pokok permasalahan penelitian yaitu: 1) Bagaimana peran petugas pengelola file rekam medis rawat jalan di RSUD Kabupaten Buleleng? 2) Bagaimana proses pengelolaan file rekam medis rawat jalan di RSUD. Kabupaten Buleleng ?. Peneliti melakukan penelitian di bagian file rekam medis rawat jalan RSUD Kabupaten Buleleng, dengan menggunakan metode diskripsi kualitatif, dengan maksud agar peneliti mendapat gambaran secara jelas mengenai peran petugas pengelola file rekam medis rawat jalan di RSUD Kabupaten Buleleng. Temuan penelitian menunjukkan bahwa petugas file rekam medis sudah perperan aktif dalam menjalankan kewajiban sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, namun dalam pelaksanaan tugas-tugas tersebut masih ada permasalahan yang menghambat, disebabkan kurangnya sarana dan prasarana dan kurangnya komunikasi antara petugas dengan manajemen. Proses file rekam medis tidak dapat dipisahkan dengan peran yang dilakukan oleh petugas, hal ini merupakan satu kesatuan karena proses file rekam medis juga dilaksanakan oleh petugas yang sama. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, disarankan komunikasi petugas dengan pihak manajemen masih perlu ditingkatkan, agar pelayanan dapat berjalan sesuai harapan, dan perlu adanya monitoring dan evaluasi untuk dapat meningkatkan kualitas rekam medis.

Page 7 of 13 | Total Record : 128