cover
Contact Name
I Gede Sandiasa
Contact Email
sandiasagede1970@gmail.com
Phone
+6281338724721
Journal Mail Official
sandiasagede1970@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/LOCUS/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Locus : Majalah Ilmiah FIA
ISSN : 24067695     EISSN : 26229552     DOI : https://doi.org/10.37637/locus.v14i2
Core Subject : Humanities, Social,
Locus : Majalah Ilmiah FIA Aim and Scope: accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of public administration, social science, and political science.
Articles 128 Documents
IMPLEMENTASI APLIKASI E-SURAT DALAM TATA KELOLA BIROKRASI PADA DINAS PERTANIAN KABUPATEN BULELENG Kadek Mira Diana; Gede Sandiasa
Locus Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i2.1486

Abstract

Teknologi informasi memiliki peran penting dalam memperbaiki kualitaspelayanan suatu instansi. Dalam pengelolaan organisasi instansi pemerintah, aktivitaskomunikasi memegang peranan yang sangat penting. Dengan kemajuan teknologi,administrasi persuratan juga harus dilakukan peningkatan secara kualitas.Pengelolaan surat dengan media elektronik salah satunya dengan diciptakannya mediasurat digital oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng yang disebut dengan Aplikasi ESurat Buleleng. Pada penelitian ini, pokok permasalahan dapat dirumuskan sebagaiberikut: 1. Bagaimanakah implementasi aplikasi e-surat buleleng pada DinasPertanian Kabupaten Buleleng?; 2.Bagaimanakah dampak aplikasi e-surat bulelengterhadap percepatan birokrasi pada Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng?; 3.Apakahfaktor pendukung dan faktor penghambat implementasi aplikasi e-surat buleleng padaDinas Pertanian Kabupaten Buleleng ?.Metode penelitian yang digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebutadalah penelitian kualitatif dengan maksud untuk memberikan gambaran penyajianserta menjelaskan objek yang diteliti berdasarkan fakta yang terdapat di lapangan.Penentuan informan menggunakan teknik purposif. Berikutnya pengumpulan datamenggunakan teknik wawancara, observasi, dan pemanfaatan dokumen. Analisis datadilaksanakan dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, sertapenarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaimplementasi aplikasi e-surat buleleng dari indikator komunikasi, sumber daya,disposisi dan struktur birokrasi sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuanyang diharapkan. Dampak implementasi aplikasi e-surat buleleng sebagian besarmemperlihatkan dampak positif seperti waktu dan tempat mengirim dan waktumembaca surat bersifat fleksibel; kerahasiaan surat terjamin; dapat menyimpan suratotomatis; dapat mengirim surat ke beberapa tujuan sekaligus; dan mengurangipenggunaan kertas serta biaya lainnya. Faktor pendukung implementasi aplikasi esurat buleleng sudah sebagian besar dimiliki oleh pelaksana, namun untuk faktorpenghambat masih dapat diatasi oleh pelaksana sehingga tidak mengganggu hasilyang sesuai harapan. Rekomendasi yang dihasilkan adalah 1) Agar semua staf DinasPertanian dibuatkan akun e-surat buleleng; 2) Agar aplikasi e-surat buleleng bisadikembangkan sehingga bisa menjangkau semua instansi di Buleleng; 3) Agar dinaspertanian bisa menambah router wifi sehingga kedepannya jaringan wifi bisa stabil.
PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK RADIO REPUBLIK INDONESIA SINGARAJA Gusti Ngurah Mardika Seputra; Dewa Made Joni Ardana
Locus Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i2.1487

Abstract

Pengadaan barang/jasa berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah meliputi pengadaan barang, pekerjaan konstruksi,jasa konsultansi dan jasa lainnya yang dilaksanakan dengan swakelola dan/atau penyedia.Penelitian ini meneliti: pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, kendala yangdihadapi, dan upaya.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, informan adalah Pengelola PengadaanBarang dan Jasa LPP RRI Singaraja, penelitian menggunakan sumber data informan dan datacatatan, dokumen, dan laporan, fokus penelitian ini adalah pelaksanaan Pengadaan Barangdan Jasa, kendala serta upaya penyelesaian, lokasi penelitian di LPP RRI Singaraja, tiga carayang digunakan mengumpulkan data yaitu wawancara, observasi, dan metode dokumentasi,analisis data adalah metode kualitatif.Dalam pelaksanaan pengadaan barang jasa pada LPP RRI Singaraja menggunakandasar pelaksanaan yaitu Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang PengadaanBarang/Jasa dan pelaksanaannya mengikuti petunjuk teknis. Dalam proses pengadaanbarang/jasa ada tahapan yaitu analisis kebutuhan, melaksanakan rapat perencanaan, KPA danPPK menugaskan kepada operator SIRUP untuk melaksanakan penginputan data, PPBJmembuat HPS untuk melakukan Pengadaan, Kendala yaitu sering terjadi trouble systemdikarenakan ada perbaikan system, kurangnya sumber daya manusia yang berkompeten.Upaya penyelesaian masalah yaitu dengan mengikutkan beberapa karyawan untuk mengikutiberbagai pelatihan dibidang pengadaan barang dan jasa pemerintah, berupaya memfasilitasipegawai yang akan mengikuti pelatihan.
KUALITAS PELAYANAN PEMBUATAN SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN (SIUP) PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN GIANYAR I Nyoman Alit Badrika
Locus Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i2.1483

Abstract

Penelitian ini mengambil judul Kualitas Pelayanan Pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu(DPMPTSP) Kabupaten Gianyar. Dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Kualitas dari Parasuraman. Menurut Parasuraman dkk, (dalam Tjiptono, 1996: 70) kualitas terdiri dari 5 (lima) indikator yaitu: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan rancang bangun observasional deskriptif. Teknik penelitian yang dilakukan dengan cara survei lapangan, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menyatakan bahwa Dari lima indikator yang dijadikan kajian dalam Kualitas Pelayanan Pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Kabupaten Gianyar sudah berjalan baik dan dapat dikatakan efektif. Dari faktor penghambat dalam pelaksanaan Pelayanan Pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) DI Kabupaten Gianyar penulis dapat simpulkan bahwa masih kurangnya Sarana prasarana, selain itu kurang disiplinnya beberpa pegawai dalam meyelesaikan surta izin sehingga memerlukan waktu tunggu yang lama bagi masyarakat.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI SD NEGERI 2 TINGA-TINGA, KECAMATAN GEROKGAK, KABUPATEN BULELENG Ni Putu Sutini; I Nyoman Mudarya
Locus Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i2.1488

Abstract

Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia maka upaya yang paling utama adalah melalui pendidikan. Sekolah Dasar adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang Pendidikan Dasar. Dan guru adalah unsur utama untuk keberhasilan atau kegagalan dalam peningkatan mutu pendidikan. Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru memiliki peran yang penting sebagai pendidik, manajer, administrator,supervisor, leader, inovator dan motivator dalam mengelola sumberdaya, menggerakkandan mempengaruhi para guru agar proses pembelajaran dalam membentuk peserta didik yang berkualitas dan berkarakter dapat diwujudkan. Berdasarkan hal tersebut dapat dirumuskan pokok-pokok permasalahan dalam penelitian ini yaitu : 1) Bagaimana Kepemimpinan Kepala Sekolah di SD Negeri 2 Tinga-Tinga?; 2) Bagaimanakah Kompetensi Guru di SD Negeri 2 Tinga- Tinga?; 3) Bagaimana kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi Guru di SD Negeri 2 Tinga- Tinga? dan 4)Apakah faktor pendukung dan penghambat Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi Guru di Sekolah Dasar Negeri 2 Tinga-Tinga.Untuk menjawab permasalahan tersebut, digunakan metode penelitian kualitatif dengan maksud mendapatkan gambaran yang mendalam tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru di SD Negeri 2 Tinga – Tinga.Dari hasil penelitian ditemukan bahwa: 1) kepemimpinan kepala sekolah SDNegeri 2 Tinga – Tinga sudah berperan dengan maksimal sesuai dengan tugasnya. 2)Kompetensi guru di SD Negeri 2 Tinga- Tinga sudah baik. 3) Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru di SD Negeri 2 Tinga – Tinga dengan fungsinyanya sebagai pendidik, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator sudah berupaya dilasanakan dengan baik. 4) faktor pendukung kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru di SD Negeri 2 Tinga- Tinga yaitu: faktor yang pertama adalah sumber daya manusia yaitu kemampuan kepala sekolah danpara guru dalam meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik di SD Negeri 2 TingaTinga., sarana dan prasarana yang memadai dan hubungan dengan pihak ketiga. Adapun faktor penghambat yang dihadapi kepala SD Negeri 2 Tinga- Tinga dalam meningkatkan kompetensi guru yaitu sulitnya merubah pola pikir paradima lama para guru.
MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA DI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN BULELENG Made Jaka Arisudana; Dewa Nyoman Redana
Locus Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i2.1484

Abstract

Wilayah Kabupaten Buleleng yang sangat luas dengan potensi terjadinya bencanacukup tinggi memerlukan kesiapsiagaan berbagai pihak untuk mengantisipasinya. Berkaitandengan hal tersebut perlunya manajemen penanggulangan bencana demi meminimalisirresiko yang ditimbulkan oleh bencana yang terjadi.Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa pokok permasalahan yang muncul dalampenelitian ini adalah : 1) bagaimanakah manajemen penanggulangan bencana di BPBDKabupaten Buleleng ? ; 2) apa sajakah faktor pendukung dan faktor penghambat manajemenpenanggulangan bencana di BPBD Kabupaten Buleleng ? ;Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitiandeskriptif kualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang manajemenpenanggulangan bencana di BPBD Kabupaten Buleleng. Pengambilan informanmenggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakanteknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan,dengantahapan ;pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta bahwa manajemen penanggulanganbencana di BPBD Kabupaten Buleleng dilaksanakan dengan empat langkah yakniperencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakkan (actuating), danpengawasan/pengendalian (controlling).Faktor pendukung internal manajemen penanggulangan bencana di BPBDKabupaten Buleleng adalah adanya SOP dan pedoman tentang tatacara penanggulanganbencana yang menjadi acuan bagi para pegawai di BPBD Kabupaten Buleleng dalammelaksanakan tugas dan tanggung jawabnya melakukan penanggulangan bencana.Pendukung eksternalnya adalah terbentuknya beberapa komunitas relawan serta kerjasamadengan Undiksha dengan membentuk Kampus Siaga Bencana. Faktor penghambatinternalnya adalah masih kurangnya jumlah SDM dan sarana prasarana yang dimiliki untukpenanggulangan bencana. Sedangkan faktor penghambat eksternalnya adalah masihminimnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang penanggulangan dan mitigasibencana.
INOVASI PELAYANAN PUBLIK PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL (DISDUKCAPIL) KABUPATEN BULELENG I Nyoman Sukraaliawan; Putu Agustana
Locus Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i2.1489

Abstract

Seiring dengan perkembangan tuntutan kebutuhan dan kepentingan masyarakat,instansi penyelenggara pelayanan publik dituntut untuk dapat memberikan pelayanan prima yang merupakan harapan bagi setiap masyarakat, Dalam upaya memberikan pelayanan publik yang prima, sangat diperlukan inovasi pelayanan publik untuk memberikan akses yang lebih luas serta menciptakan keanekaragaman metode pelayanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ragam inovasi pelayanan publik serta kendala yang dihadapi serta solusi yang dilakukan pada Disdukcapil Kabupaten Buleleng Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan beberapa informan untuk memperoleh data primer dan juga melalui metode observasi serta studi dokumen. Selanjutnya dilakukan pengolahan data serta analisis data Analisis data akan dilakukan dengan menggunakan analisis kualitatif yaitu mengorganisasikan data,memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencaridan menemukan pola, sehingga diperoleh suatu kesimpulan.Adapun simpulan dari penelitian ini adalah dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan sebagai bentuk tanggung jawab dalam pelayanan publik, maka Disdukcapil Kabupaten Buleleng melakukan inovasi pelayanan publik secara online dan offline. Secara online inovasi pelayanan dilakukan melalui pengadaptasian perkembangan teknologi yang semakin maju dalam bentuk inovasi layanan Layon Sari Kecapil, Aku Online dan Digital ID. Inovasi pelayanan online baik melalui website maupun aplikasi mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat dan murah. Pada Inovasi pelayanan offline terdapat inovasi Simelik dan Sidakep, kedua inovasi pelayanan ini dilakukan dengan jemput bola langsung ke desa dan kerumah penduduk.Pada penelitian ini disarankan agar Disdukcapil Kabupaten Buleleng terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan dapat meningkatkan jangkauan penyebaran informasi melalui sosialisasi ke masyarakat.
PERANAN KOMUNIKSI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI DI RSUD KABUPATEN BULELENG Widiastuti, Luh Rai; Joni Ardana, Dewa Made
Locus Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v16i2.1969

Abstract

Prestasi kerja pegawai salah satunya ditentukan oleh adanya komunikasi yang baik diantara sesama pegawai maupun dengan pimpinan. Dengan komunikasi yang baik antara sesama pegawai atau antara pegawai dngan pimpinan diharapkan akan meningkatkan prestasi kerja pegawai yang bersangkutan.Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa pokok permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimanakah peran komunikasi dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai di RSUD Kabupaten Buleleng ? ; 2) bagaimanakah prestasi kerja pegawai di RSUD Kabupaten Buleleng ? ; 3) apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat komunikasi dalam meningkatkan semangat kerja pegawai di RSUD Kabupaten Buleleng ?Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang peran komunikasi dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai di RSUD Kabupaten Buleleng. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan,dengan tahapan ;pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta bahwa komunikasi dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai di RSUD Kabupaten Buleleng berperan dalam timbulnya kemahiran dalam pelaksanaan pekerjaan, timbulnya dorongan semangat kerja, dan sebagai alat untuk bekerjasamaPrestasi kerja pegawai di RSUD Kabupaten Buleleng dapat dilihat dari kuantitas dan kualitas kerja,serta ketepatan waktu. Faktor-faktor yang mendukung komunikasi adalah penguasaan bahasa, sarana komunikasi, kemampuan berpikir pelaku komunikasi, dan lingkungan yang baik. Sedangkan faktor penghambat komunikasi terdiri dari hambatan dari pengirim pesan, hambatan dalam penyandian/simbol, hambatan media komunikasi, hambatan dalam bahasa sandi, hambatan dari penerima pesan, dan hambatan psikologis dan sosial.
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NO. 17 TAHUN 2008 TENTANG PELAYARAN DI PELABUHAN BENOA DENPASAR Badrika, I Nyoman Alit
Locus Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v16i1.1712

Abstract

Keamanan dan keselamatan pelayaran adalah hal yang paling diutamakansebelum melakukan pelayaran guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.Kecelakaan yang dapat terjadi dilaut tidak dapat dipungkiri dan hal tersebut bisadiakibatkan oleh alam, cuaca dan kelalaian manusia itu sendiri misalnya sepertikapal tenggelam karena kelebihan muatan, kebakaran kapal dan hal lainnya. PeranKPLP sangat dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan kecelakaan di laut.Namun pada kenyataannya peran KPLP itu sendiri kurang efisien karena KPLPdalam menjalankan tugasnya mengalami hambatan berupa sarana yang kurangmemadai, sehingga untuk melakukan pengawasan tidak bisa dijalankan secaramaksimal. Maka KPLP dalam melaksanakan tugasnya sebagaimana yangtercantum dalam UU Pelayaran bekerjasama dengan instansi lain terkait dalamlingkungan maritim guna menjaga keselamatan pelayaran. Instansi lain tersebutantara lain Patkamla (Patroli Keamanan Laut), SAR (Search And Resque), TNIAL, Satpol Air dan lainnya. Kerjasama yang dilakukan masing-masing instansimembuat peran dari KPLP itu sendiri tidak terlihat sehingga dianggap sia-sia.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana implentasiundang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran di Pelabuhan BenoaBali serta untuk mengetahu factor penghambat dari implemetasi undang-undangnomor 17 Tahu 2008 tersebut. Guna pembatasan dalam penelitian ini makapeneliti memilih untuk menyajikan teori yang dianggap relevan dengan materipembahasan dari objek yang diteliti, yaitu implementasi kebijakan model GeorgeEdward C. III. Edward III dikutip dari Leo Agustino (2012:41). George EdwardIII mengemukakan beberapa hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan suatuimplementasi, yaitu: 1. Comunication/komunikasi, 2. Resources/sumber daya, 3.Disposition/disposisi, 4. Bureaucratic Structure/struktur birokrasi.Dari hasil penelitian, masing-masing indicator tersebut implemetasiundang-undang nomor 17 Tahu 2008 tentang pelayaran di Pelabuhan Benoa sudahberjalan baik, walaupun masih ada kendala-kendala yang menjadi factor-faktorpenghambat jalannya implementasi kebijakan tersebut diantaranya yaituPermasalahan teknis sistem yang timbul tidak dapat diselesaikan oleh petugassetempat hanya dapat diselesaikan oleh petugas yang berada di pusat (DirektoratJenderal Perhubungan Laut Jakarta) sehingga membutuhkan waktu yang lebihlama untuk tindaklanjut penyelesaiannya, serta Masih terdapat petugas terkaitlangsung dalam proses pelayanan belum memiliki kompetensi didalam bidangnyasehingga proses pelayanan dapat terkendala apabila terjadi permasalahan.
MANAJEMEN PELAYANAAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BULELENG Pramita, Kadek Milda; Ardana, Dewa Made Joni
Locus Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v16i1.1718

Abstract

Pelayanan administrasi kependudukan di Disdukcapil merupakan suatu kegiatandalam rangka tertib administrasi kependudukan dan kepemilikan dokumen kependudukanbagi setiap warga negara. Untuk itulah petugas harus mengedepankan manajemenpelayanan untuk mencapai kualitas pelayanan supaya masyarakat mau dan sadar terhadaptertib administrasi kependudukan dan memiliki dokumen kependudukan.Dalam penelitian ini, beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu : 1)bagaimanakah manajemen pelayanan administrasi kependudukan di DisdukcapilKabupaten Buleleng ?;2) faktor-faktor apakah yang menjadi pendukung dan penghambatmanajemen pelayanan administrasi kependudukan di Disdukcapil Kabupaten Buleleng ?Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan jenis penelitiankualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang manajemenpelayanan administrasi kependudukan di Disdukcapil Kabupaten Buleleng. Pengambilaninforman menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanyamenggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis datadilakukan sepanjang proses penelitian,dengan tahapan :pengumpulan data, reduksi data,penyajian data, serta simpulan dan verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta bahwa manajemen pelayananadministrasi kependudukan di Disdukcapil Kabupaten Buleleng meliputi perencanaanyang merupakan fungsi dasar manajemen, pengorganisasian, pengarahan,pengkoordinasian, dan pengendalian yang merupakan fungsi terakhir dari prosesmanajemenFaktor pendukung manajemen pelayanan administrasi kependudukan diDisdukcapil Kabupaten Buleleng dari sisi internal adalah adanya SOP pelayanan dantersedianya SDM yang berkompeten serta adanya sarana dan prasarana yang mendukungpelayanan. Faktor pendukung eksternalnya adalah adanya dukungan dan kejasamadengan instansi lain khususnya pemerintah desa/kelurahan. Faktor penghambatinternalnya adalah masalah teknis yaitu adanya gangguan jaringan internet dan peralatankhususnya printer mengalami kerusakan. Sedangkan faktor penghambat eksternalnyaadalah masih adanya masyarakat yang belum mengetahui persyaratan yang harusdilengkapi dan dibawa ketika mengurus dokumen kependudukan.
PENGELOLAAN PROGRAM BEDAH RUMAH DI DESA JAGARAGA KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG Suprapta, I Nyoman
Locus Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v16i2.1970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan Program Bedah Rumah di Desa Jagaraga Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng. Program tersebut merupakan salah satu program dalam upaya pengentasan kemiskinan.Sehubungan dengan hal tersebut, dalam penelitian ini, beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu : 1) bagaimanakah pengelolaan program bedah rumah di Desa Jagaraga ?; 2) bagaimanakah dampak pelaksanaan program bedah rumah di Desa Jagaraga ?Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta bahwa pengelolaan program bedah rumah di Desa Jagaraga diawali dengan proses perencanaan yang meliputi proses penyusunan proposal dan sosialisasi kepada panitia pelaksana dan penerima bantuan. Pelaksanaan program bedah rumah dilaksanakan dengan menyusun RAB, mengirim bahan-bahan bangunan ke lokasi bedha rumah, pengerjaan bangunan dengan cara gotong royong / swadaya, melaksanakan pembangunan selama jangka waktu 90 hari, dan setelah selesai dilakukan serah terima kepada penerima bantuan.Dalam pelaksanaannya, juga dilakukan pengawasan dan monitoring yang dilakukan oleh pengawas yang ada di desa dan pengawas dari tim Dinas Sosial Propinsi Bali. Pada akhir kegiatan dilaksanakan evaluasi terhadap keseluruhan pelaksanaan program bedah rumah tersebut.Program bedah rumah di Desa Jagaraga berdampak positif pada peningkatan taraf kehidupan baik secara sosial maupun ekonomi dari warga penerima bantuan. Program bedah rumah juga berdampak negatif yakni membuat masyarakat menjadi malas, manja dan tidak mau bekerja keras. Mereka kebanyakan hanya menunggu uluran bantuan dari pemerintah.

Page 10 of 13 | Total Record : 128