cover
Contact Name
Awaludin Arifin
Contact Email
awaludin.arifin@unimal.ac.id
Phone
+6285275801071
Journal Mail Official
ojs.lppm@unimal.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Kampus Bukit Indah Jln. Sumatera No.8, Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe, Prov. Aceh, Indonesia
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Jurnalisme
ISSN : 2502048X     EISSN : 28072537     DOI : https://doi.org/10.29103/jj.v11i1.6637
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Jurnalisme is a peer-review journal published by Progtam Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, Lhoseumawe, Aceh Indonesia, in collaboration with LPPM Universitas Malikussaleh. We welcome all contributions on the following topics media, journalism, strategic communication and all field related to communication studies. The article that uses critical theories/perspectives and encourages the spirit of empowerment would be more preferred.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 7 Documents clear
REPRESENTASI BUDAYA DALAM FILM SALAWAKU Cindenia Puspasari; Masriadi Masriadi; Rahmah Yani
Jurnal Jurnalisme Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v9i1.3097

Abstract

Film merupakan bentuk karya seni yang berisi informasi, dan hiburan, serta mengandung representasi atau pemaknaan terhadap sesuatu yang ditampilkan. Skripsi ini bertujuan untuk mengrepresentasi atau memaknai budaya lokal Maluku dalam Film Salawaku, yang merepresentasikan mengenai budaya pariwisata Provinsi Maluku dengan subjek penelitian yang meliputi adegan dan teks dialog dalam film Salawaku. Jenis pendekatan penelitian dalam skripsi ini menggunakan kualitatif dengan teknik analisis kandungan berdasarkan model budaya menurut Edgar H. Schein, yang mengkategorikan model budaya menjadi dua yaitu budaya benda dan budaya bukan benda. Hasil penelitian skripsi ini menunjukkan bahwa dalam Film Salawaku ditemukan representasi dua tanda kebudayaan antara lain budaya benda yang terdiri dari : (a) Seni Budaya (b) Bahasa (c) Produk Makanan dan Minuman Lokal(Pappeda dan Sopi) dan budaya bukan benda, yaitu : (a) Kepercayaan/Upacara Adat (b) Hubungan Personal
STRATEGI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI GURU DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN ANAK-ANAK CACAT Subhan AB; Viana Safrida Harahap
Jurnal Jurnalisme Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v9i1.3102

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui strategi komunikasi antar pribadi guru dalam perkembangan kepribadian anak-anak cacat. Untuk mengetahui kendala komunikasi antar pribadi guru dalam perkembangan kepribadian anak-anak cacat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi guru komunikasi antar pribadi guru dalam perkembangan kepribadian anak-anak cacat yaitu dalam proses belajar mengajar antara guru dengan siswa berbentuk komunikasi sehari-hari. Dalam hal ini komunikasi memiliki peranan yang sangat penting terutama dalam perkembangan kepribadian siswa. Bentuk komunikasi yang efektif digunakan dalam kegiatan belajar mengajar adalah bentuk komunikasi antarpersonal. Karena dalam proses tersebut dapat menghasilkan (timbal balik) yang dimana dapat mengetahui apakah komunikasi dapat diterima dengan baik atau tidak. Selain itu kedua proses tersebut dapat memaksimalkan penyampaian informasi dari guru kepada siswanya. Agar informasi yang diberikan oleh guru dapat diterima dan dicerna dengan baik oleh siswanya. Dengan demikian Guru telah memberikan upaya yang baik melalui menggunakan jenis komunikasi. Pendekatan ini telah berhasil dilakukan namun belum mencapai hasil secara maksimal. Kemudian faktor yang mendukung dan menghambat  komunikasi antar pribadi guru dalam perkembangan kepribadian anak-anak cacat. Faktor yang mendukung komunikasi guru terhadap siswa dalam perkembangan kepribadian siswa adalah adanya respon yang baik dalam proses pembelajaran di dalam kelas maupun ketika latihan di dalam kelas. Ketika terdapat respon dari siswa maka komunikasi antara guru dengan siswa dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan. Adapun faktor penghambat adalah ada beberapa siswa yang senantiasa melakukan kenakalan didalam kelas sehingga menggangu proses komunikasi yang terlaksana sebagaimana harapan
OTONOMI KHUSUS DAN KEMISKINAN DI ACEH: Gambaran Kemiskinan Pelaku Usaha Batu Bata di Desa Ulee Pulo Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Teuku Alfiady; Risna Dewi
Jurnal Jurnalisme Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v9i1.3098

Abstract

Dalam rangka pengentasan kemiskinan. Besarnya jumlah dana yang dikucurkan melalui dana otonomi khusus tidak secara otomatis memberikan solusi atas kemiskinan yang sebenarnya sebagai sumber disintegrasi pada masa itu. Kegagalan pemanfaatan dana otsus terlihat jelas dari posisi Aceh sebagai sepuluh daerah termiskin di Indonesia dengan jumlah masyarakat miskin sebanyak 839 ribujiwa atau 15,97 persen pada tahun 2018. Lebih buruknya kemiskinan justru tidak menurun, dimana kemiskinan justru semakin meningkat. Pada tahun 2017 masyarakat miskin di Aceh 829 ribu jiwa atau naik 10 ribu jiwa pada tahun selanjutnya. Ini merupakan fakta empirik yang memperlihatkan adanya kesalahan dalam tata kelola keuangan. Melimpahnya kekayaan dan kucuran uang ternyata tidak semana-mena menjadikan Aceh lebih baik. Penelitian ini mencoba untuk menjelaskan fenomena di atas. Dengan mememahmi realita kemiskinan yang dihadapi oleh masyarakat sebagai buruh pada usaha-usaha pembuatan batu bata di Desa Ulee Pulo Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Mereka bekerja tanpa ada jaminan sosial dan upah yang layak, sedangkan pekerjaan yang dijalani berhadapan dengan resiko yang besar. Secara praktis pemberian otonomi khusus dapat menanggulangani persoalan disintegrasi, namun otonomi khusus belum dapat menjawab persoalan yang substansial yaitu penanganan kemiskinan secara absulot. Penelilitian ini menggunakan pendekatan kulaitatif deskriptif dimana informasi digali secara mendalam mungkin dari sumber yang kredibel dan relevan yang dapat menjawab persoalan yang diajukan.
KONSTRUKSI IDENTITAS KOMUNIKASI PEMASARAN PARIWISATA HALAL ACEH Ade Muana Husniati; Maryam Maryam
Jurnal Jurnalisme Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v9i1.3099

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana identitas komunikasi pariwisata halal Aceh yang mulai diperkenalkan kepada publik sejak tahun 2016 dikonstruksikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh beserta tim pariwisata halal Aceh yang terdiri dari banyak elemen baik swasta, akademisi maupun pemerintahan Aceh itu sendiri. Brand pariwisata Aceh ini mengusung tema Islam yang Rahmatan Lil’alamin (rahmat bagi semesta alam) sebagai semangat bersama untuk memajukan industri pariwisata Aceh, sebagai cahaya benderang yang mengajak pada nilai-nilai kebaikan, kemakmuran, dan memberikan manfaat serta kebaikan bagi semua pihak yang tercermin melalui program-program pariwisatanya. Semangat dalam membentuk identitas pariwisata Aceh dengan tagline the light of Aceh atau Cahaya Aceh secara perlahan ingin merubah pandangan publik terhadap citra buruk syariah yang digambarkan oleh media selama ini yang dikemas dalam sebuah branding baru “the light of Aceh”. Penelitian dengan paradigma konstruktivisme ini menjadikan pihak internal Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh beserta tim publikasi, tim pariwisata halal dan stakeholders eksternal lainnya yang ada di industri pariwisata Aceh sebagai informan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dijalankan oleh Disbudpar Aceh dalam mengkonstruksi destinasi wisata halal aceh dengan memanfaatkan social media terutama Instagram sangat kekinian dan tepat sasaran, disamping penggunaan media lainnya serta dibantu dengan bentuk komunikasi tatap muka. Hal ini tampak pada beberapa prestasi yang diperoleh baik pada tingkat nasional, maupun internasional atas upaya yang telah dilakukan tersebut.
MODEL PARIWISATA ISLAMI DI KABUPATEN ACEH SINGKIL Anismar Anismar
Jurnal Jurnalisme Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v9i1.3100

Abstract

Kabupaten Aceh Singkil merupakan sebuah daerah  di Propinsi Aceh yang mempunyai potensi alamnya sangat mempesona bila dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Aceh. Namun sampai sekarang usaha pengembangan kepariwisataannya di Kabupaten tersebut seperti “kura-kura berjalan di atas batu”. Hal ini dapat dilihat dari proses pembangunannya yang sangat lambat malah nyaris tidak terlihat, pada hal dari potensi alam dan letak wilayahnya sangat strategis.Hal ini dapat diduga karena tidak didukung dengan sumber daya manusia (SDM), mengingat daerah ini masih tergolang muda menjadi Kabupaten yang ada di Aceh, sehingga sampai sekarang belum ada arah atau konsep apapun dalam pengembangan kepariwisataan  di Kabupaten Aceh Singkil. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Data dianalisis dalam bentuk langsung secara terus menerus, dengan cara mengelompokkan data sesuai dengan permasalahan penelitian. Setelah data diperoleh pola, bentuk bahkan tema baru dalam penelitian. Selanjutnya semua data dianalisis berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh di lapangan melalui pendekatan observasi, dokumentasi dan wawancara dari seluruh informan sasaran penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Karena penelitian ini bertujuan menggambarkan sifat-sifat, keadaan, serta gejala individu atau kelompok tertentu dalam kaitannya dengan hubungan budaya dan sosial kemasyarakatan.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA PEMERINTAHAN GAMPONG (DESA) DI WILAYAH PESISIR KOTA LHOKSEUMAWE Muhammad Fazil; Awaluddin Arifin
Jurnal Jurnalisme Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v9i1.3096

Abstract

Pemerintah mendukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemerintahanan dari kota sampai ke desa (gampong). Tidak terlepas dalam wilayah pesisir yang selama ini dirasakan tertinggal. Studi mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di tingkat gampong dalam wilayah pesisir kota Lhokseumae menjadi suatu hal yang perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan memberikan deskripsi dan menganalisa realisasi serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada pemerintahan gampong di wilayah pesisir kota Lhokseumawe. Fokus pada pemerintahan gampong Hagu Barat Laut Kota Lhokseumawe. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dilakukan dalam penelitian ini pada pemerintahan gampong di wilayah pesisir Kota Lhokseumawe, dimana penentuan informan penelitian dilakukan secara purposive sampling dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mendapati bahwa realisasi dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi pada pemerintahan gampong di wilayah pesisir kota Lhokseumawe telah mengalami beberapa perubahan dengan kehadiran teknologi komputer dan internet. Pemanfaatan aplikasi Microsoft office berfungsi sebagai pusat pengolahan, penyimpanan dan percetakan. Peningkatan produktivitas dan kecepatan dalam mengolah dokumen, surat menyurat dan laporan serta membagikannya kepada seluruh stakeholder dengan cepat (realtime). Selanjutnya pemanfaatan internet telah meningkatkan kualitas dan konsistensi hasil, memudahkan dalam mengedit, mengolah data, menghemat tenaga, dan sangat dipermudah pada administrasi perkantoran. Terutama dalam penerapan aplikasi e-Planning dan aplikasi Sistem Keuangan Desa (SisKeuDes).
QUALITY ASSURANCE DAN KOMUNIKASI PUBLIK PENANGANAN KESEHATAN PENYAKIT HIV AIDS DI KABUPATEN ACEH UTARA Cut Suknawati; Boby Rahman; Murniati Murniati; Hidayatul Fitri
Jurnal Jurnalisme Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jj.v9i1.3101

Abstract

Pelayanan dasar adalah pelayanan publik untuk memenuhi keperluan dasar warga negara.  Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 100 Tahun 2018 menyebutkan bahwa pelayanan dasar itu terdiri dari pelayanan bidang  pendidikan. kesehatan. pekerjaan umum dan penataan ruang. perumahan rakyat dan daerah permukiman. ketentraman. ketertiban umum dan perlindungan masyarakat serta sosial. Kesehatan menjadi fokus utama dalam penelitian ini. karena banyaknya kasus yang berhubungan dengan kesehatan belum dilayani baik oleh Pemerintah daerah Aceh Utara. khususnya kasus HIV AIDS. Adanya kasus penderita HIV AIDS 103 orang menjadi preseden buruk yang menodai sistem pelayanan publik di Kabupaten Aceh Utara. Perlakuan yang diskriminatif yang terjadi kepada penderita HIV AIDS. Sosialisasi yang tidak meyeluruh memperburuk persepsi masyarakat terhadap penyakit ini terutama bagi penderita HIV AIDS atau sering disebut dengan dengan orang dengan HIV AIDS (ODHA). Jika isu ini tidak dikendalikan serius. maka dihawatirkan akan menimbulkan efek-efek negatif seperti pelayanan yang terus menerus lambat, tenaga kesehtaan yang tidak profesional. dan ongkos kesehatan yang mahal. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Utara, menggunakan pendekatan kualitatif, melalui wawancara mendalam, FGD, observasi dan telaah dokumen. Penelitian ini memperlihatkan bahwa mereka yang terindikasi penyakit ini menjadi kelompok dalam masyarakat. Mereka akan dikucilkan karena dianggap membawa penyakit yang dapat ditularkan kepada masyarakat lainnya. Semestinya masyarakat berkontribusi untuk memulihkan mereka, namun yang terjadi sebaliknya. Masyarakat yang apatis dan sinis menimbulkan persoalan psikologis bagi penderita. Karenanya pemulihan masyarakat yang menderita penyakit ini mesti melibatkan tokoh masyarakat juga tokoh agama sebagai wujud dukungan psikologis kepada mereka.

Page 1 of 1 | Total Record : 7