cover
Contact Name
Muhammad Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar No. K-2/22, Pos: 20222, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Khazanah : Journal of Islamic Studies
ISSN : 28298225     EISSN : 28280458     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Fokus penerbitan artikel riset pada jurnal Khazanah : Journal of Islamic Studies : 1. Ilmu-Ilmu Keislaman 2. Pendidikan Islam 3. Pemikiran Islam 4. Hukum Islam 5. Islam politik 6. Ekonomi Islam 7. Ilmu dakwah 8. Komunikasi Islam
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Volume 2 Nomor 4 November (2023)" : 9 Documents clear
Metode Pembelajaran Bahasa Arab di MI: (Studi Kasus Metode Eklektik di MI Swasta Terpadu Al-Hidayah Medan Tembung) Selvyra Azhara, Sapri, Riska Kalidya Alga, Khairan Nur Panggabean, Ifah Auliah Sinaga, Dewi Sundari,
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 4 November (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i4.1652

Abstract

The purpose of this study is to ascertain how Arabic language instruction is implemented at the madrasah level using a range of media. This information will subsequently affect the four competences that students need to master: reading (Qira'ah), writing (scroll), speaking (kalam), and listening (Istima'). This study employed a qualitative approach as its technique, gathering data through observation and interviews. The study's findings indicate that: 1. Arabic language learning resources are available at Medan Private Al Hidayah Integrated Madrasah Ibtida'iyah, including teaching aids, LCDs, blackboards, and Arabic language package books. Additionally, Arabic teachers have created support materials like vocabulary cards, picture cards, short stories, Arabic boards, grammar boxes, learning videos, and Arabic language packages with songs. 2). How to use Arabic language learning media at Medan Integrated Private MI A l Hidayah varies, such as adjustments to the learning objectives, the material taught, the learning methods used, and even the use of learning media, which are also varied according to the student's condition, so that it has an impact on providing understanding to students regarding the material that has been taught, the emergence of student motivation, eroding students' boredom, improving memory, and increasing students' creativity in the learning process.
Pendidikan Karakter Dalam Proses Pembelajaran Matematika Lailatun Nur Kamalia Siregar, Riska Kalidya Alga, Selvyra Azhara, Azka Amalia Ashari Hsb, Emi Herliz
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 4 November (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i4.1653

Abstract

In this instance, learning occurs outside of the traditional classroom setting through remote online learning, which offers instructors additional duties and responsibilities in addition to challenges in developing students' character. The study's goal is to explain character education as it relates to math instruction in schools. Qualitative research methodology is used. In this study, documentation, literature reviews, observation, and interviews were employed as data collection methods. This study's data analysis consists of data reduction, data visualization, conclusion, and verification. The research's conclusions center on the following ideals, which are fostered when students study mathematics in Class V at SDIT Private Al Irsyad Medan: 1) Spiritual, 2) Orderly, 3) Accountable, 4) Precise, 5) Ingenious, 6) Truthful, 7) Honorable, 8) Curiosity, and 9) Confidence. Character education in Mathematics learning in Class V SDIT Swasta Al Irsyad Medan is applied by integrating character values in curriculum content that has been formulated into learning, especially in RPP.
Penerapan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Terhadap Motivasi Dalam Pembelajaran Pada Mapel PAI Asy’ari, M.
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 4 November (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i4.1657

Abstract

The minimum competency assessment is an assessment of the basic competencies required by all basic students who are able to develop their own capacities and participate positively in society. There are two fundamental competencies measured by AKM, namely reading literacy and numeracy. This research aims to determine the improvement in student learning outcomes by using AKM. The form of research uses a riched library approach, whuch uses the literature study method. The results of this research are that minimum competency assessment can also be used as a reference for the PAI map in its application of calculating competence. Literacy competency represents cognitive abilities that are oriented toward High order thinking skills (HOTS) characteristhic of AKM which are based on CBT and use more varied types of Questions applied to the application of PAI. Seen from the aim of AKM, namely improving the quality of education through assessment to develop student’s abilities and character at school, motivation and intereset in learning students in each subject which is needed to support student learning achievement as well s behavior in daily life.
Kedudukan Doi’ Menre’ Dalam Perkawinan Adat Bugis Perspektif Fikih Syafi’i : (Studi Kasus di Desa Mombi Kecamatan Tutallu Kabupaten Polewali Mandar) Sakinah, Sakinah; Aspandi, Aspandi
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 4 November (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i4.1751

Abstract

Perkawinan sebagai salah satu sendi kehidupan masyarakat tidak lepas dari tradisi yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan ajaran agama yang mereka anut, baik sebelum atau sesudah upacara perkawinan dilaksanakan. Perkawinan merupakan sumbu kehidupan masyarakat. Perkawinan pada suatu masyarakat biasanya diikuti oleh berbagai rangkaian acara adat dan upacara adat. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti bahwa perkawinan masyarakat Mandar di Desa Mombi, Kecamatan Tutallu, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, tradisi Doi? Menre? merupakan suatu tradisi yang mengharuskan calon mempelai laki-laki untuk memberikan mahar kepada calon mempelai wanita, Doi? Menre? tersebut merupakan ketentuan tradisi dari suku Mandar- Makassar yang harus ditentukan bahwa calon suami harus memberikan suatu pemberian kepada seorang mempelai wanita yang jumlahnya sesuai dengan kesepakatan antara pihak laki-laki dan pihak perempuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Doi? Menre? merupakan uang hantaran yang diberikan oleh pihak laki- laki kepada pihak perempuan yang besar nominal pemberiannya sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Doi? Menre' dan mahar (sompa) adalah dua hal yang berbeda dalam segi penerapan hukumnya tetapi dalam perkawinan adat bugis sudah mempunyai kedudukan yang sama yaitu sama-sama menjadi syarat sebelum melangsungkan perkawinan. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan Doi? Menre? yaitu pertama tujuan Doi? Menre?, adapun tujuan Doi? Menre? adalah sebagai hadiah untuk pihak perempuan dan nantinya akan digunakan untuk keperluannya. Kedua faktor-faktor yang dapat mempengaruhi besarnya nominal pemberian Doi? Menre? dalam adat Bugis. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi adalah sebagai berikut : (a) Status sosial masyarakat adat Bugis menjadi hal yang paling utama dan mendasar penyebab tingginya jumlah Doi? Menre? yang harus diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Ketika orang tua dan keluarga besarnya dari pihak perempuan dianggap orang yang terpandang, maka pasti berbeda halnya dengan seseorang yang status pendidikan, ekonomi, jabatan dan masih dari garis keturunan yang terpandang pula. Maka Doi? Menre? yang harus diberikan oleh pihak laki-laki harus tinggi pula. (b) Pendidikan, Tingkat pendidikan dari pihak perempuan juga mempengaruhi tingginya jumlah Doi? Menre? yang harus diberikan. Tetapi lain halnya dengan status sosial, tingkat pendidikan yang tinggi belum tentu ia berasal dari keluarga yang terpandang dan ekonominya tinggi pula, hanya saja dalam tingkat pendidikan merupakan suatu nilai tambah tersendiri bagi pihak laki-laki. (c) Kondisi fisik calon istri, Kondisi fisik calon istri juga dapat mempengaruhi tingginya jumlah Doi? Menre? yang harus diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Karena calon laki-laki beranggapan apabila wanita yang cantik mestinya akan mempengaruhi keturunannya kelak. (2) Dalam Hukum Islam, tidak disyari?atkan mengenai pemberian Doi? Menre?. Hanya saja pemberian Doi? Menre? menurut hukum Islam hukumnya adalah mubah (boleh) karena kedudukannya sebagai hibah (hadiah) untuk pihak perempuan.
Harfu Al-Wawi Dalam Surah Yunus: (Analisis Sintaksis) Suci Nuraisyah, Kacar br Ginting,
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 4 November (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i4.1763

Abstract

Penelitian ini membahas tentang ?arfu w?w dalam surah Yunus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, kedudukan dan makna ?arfu w?w dalam surah Yunus dengan menggunakan pendekatan sintaksis. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research). Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang di dalamnya terdapat ?arfu w?w pada surah Yunus. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari Al-Qur’an tepatnya dalam surah Yunus. Data dikumpulkan melalui metode simak dan teknik catat, lalu data dianalisis menggunakan model analisis interaktif melelui proses reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 162 ?arfu w?w. Jenis w?w `?milah ditemukan 110 w?w yakni 109 w?w `a?af dan 1 w?w qasam. Sedangkan dari jenis w?w `??ilah ditemukan 52 w?w yakni 40 w?w isti‘n?fiyyah dan 12 w?w ??liyyah. W?w berkedudukan sebagai `a?af memiliki makna menggabungkan antara ma`??f dengan ma`??f `alaih dalam hal hukum maupun i`r?b. W?w berkedudukan sebagai isti‘n?f memiliki makna mengawali kalimat sempurna. W?w berkedudukan sebagai ??l memiliki makna rabit (penghubung) yang menerangkan keadaan s?hibul ??l dengan ??l. W?w berkedudukan sebagai qasam memiliki makna adatul qasam yakni perangkat atau alat untuk bersumpah yang berarti ‘demi’. Temuan dalam penelitian ini dimaksudkan dapat memberikan pemahaman dan berkontribusi sebagai referensi ilmiah dalam pembelajaran ilmu Nahwu, khususnya berkenaan dengan ?arfu w?w yang nantinya dapat meningkatkan pemahaman dan wawasan peminat bahasa dan sastra Arab.
Metode Pembelajaran Bahasa Arab di MI: (Studi Kasus Metode Eklektik di MI Swasta Terpadu Al-Hidayah Medan Tembung) Alga, Riska Kalidya; Panggabean, Khairan Nur; Sinaga, Ifah Auliah; Sundari, Dewi; Hsb, Azka Amalia Ashari; Harahap, Widya Amelita Dewi Asri; Nadeak, Siti Rahayu; Azhara, Selvyra; Sapri, Sapri
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 4 November (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i4.1652

Abstract

The purpose of this study is to ascertain how Arabic language instruction is implemented at the madrasah level using a range of media. This information will subsequently affect the four competences that students need to master: reading (Qira'ah), writing (scroll), speaking (kalam), and listening (Istima'). This study employed a qualitative approach as its technique, gathering data through observation and interviews. The study's findings indicate that: 1. Arabic language learning resources are available at Medan Private Al Hidayah Integrated Madrasah Ibtida'iyah, including teaching aids, LCDs, blackboards, and Arabic language package books. Additionally, Arabic teachers have created support materials like vocabulary cards, picture cards, short stories, Arabic boards, grammar boxes, learning videos, and Arabic language packages with songs. 2). How to use Arabic language learning media at Medan Integrated Private MI A l Hidayah varies, such as adjustments to the learning objectives, the material taught, the learning methods used, and even the use of learning media, which are also varied according to the student's condition, so that it has an impact on providing understanding to students regarding the material that has been taught, the emergence of student motivation, eroding students' boredom, improving memory, and increasing students' creativity in the learning process.
Pendidikan Karakter Dalam Proses Pembelajaran Matematika Alga, Riska Kalidya; Azhara, Selvyra; Hsb, Azka Amalia Ashari; Hakim, Emi Herliza; Sarlina, Shavika; Hasibuan, Intan Syhara; Siregar, Lailatun Nur Kamalia
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 4 November (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i4.1653

Abstract

In this instance, learning occurs outside of the traditional classroom setting through remote online learning, which offers instructors additional duties and responsibilities in addition to challenges in developing students' character. The study's goal is to explain character education as it relates to math instruction in schools. Qualitative research methodology is used. In this study, documentation, literature reviews, observation, and interviews were employed as data collection methods. This study's data analysis consists of data reduction, data visualization, conclusion, and verification. The research's conclusions center on the following ideals, which are fostered when students study mathematics in Class V at SDIT Private Al Irsyad Medan: 1) Spiritual, 2) Orderly, 3) Accountable, 4) Precise, 5) Ingenious, 6) Truthful, 7) Honorable, 8) Curiosity, and 9) Confidence. Character education in Mathematics learning in Class V SDIT Swasta Al Irsyad Medan is applied by integrating character values in curriculum content that has been formulated into learning, especially in RPP.
Kedudukan Doi’ Menre’ Dalam Perkawinan Adat Bugis Perspektif Fikih Syafi’i : (Studi Kasus di Desa Mombi Kecamatan Tutallu Kabupaten Polewali Mandar) Sakinah, Sakinah; Aspandi, Aspandi
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 4 November (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i4.1751

Abstract

Perkawinan sebagai salah satu sendi kehidupan masyarakat tidak lepas dari tradisi yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan ajaran agama yang mereka anut, baik sebelum atau sesudah upacara perkawinan dilaksanakan. Perkawinan merupakan sumbu kehidupan masyarakat. Perkawinan pada suatu masyarakat biasanya diikuti oleh berbagai rangkaian acara adat dan upacara adat. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti bahwa perkawinan masyarakat Mandar di Desa Mombi, Kecamatan Tutallu, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, tradisi Doi? Menre? merupakan suatu tradisi yang mengharuskan calon mempelai laki-laki untuk memberikan mahar kepada calon mempelai wanita, Doi? Menre? tersebut merupakan ketentuan tradisi dari suku Mandar- Makassar yang harus ditentukan bahwa calon suami harus memberikan suatu pemberian kepada seorang mempelai wanita yang jumlahnya sesuai dengan kesepakatan antara pihak laki-laki dan pihak perempuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Doi? Menre? merupakan uang hantaran yang diberikan oleh pihak laki- laki kepada pihak perempuan yang besar nominal pemberiannya sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Doi? Menre' dan mahar (sompa) adalah dua hal yang berbeda dalam segi penerapan hukumnya tetapi dalam perkawinan adat bugis sudah mempunyai kedudukan yang sama yaitu sama-sama menjadi syarat sebelum melangsungkan perkawinan. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan Doi? Menre? yaitu pertama tujuan Doi? Menre?, adapun tujuan Doi? Menre? adalah sebagai hadiah untuk pihak perempuan dan nantinya akan digunakan untuk keperluannya. Kedua faktor-faktor yang dapat mempengaruhi besarnya nominal pemberian Doi? Menre? dalam adat Bugis. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi adalah sebagai berikut : (a) Status sosial masyarakat adat Bugis menjadi hal yang paling utama dan mendasar penyebab tingginya jumlah Doi? Menre? yang harus diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Ketika orang tua dan keluarga besarnya dari pihak perempuan dianggap orang yang terpandang, maka pasti berbeda halnya dengan seseorang yang status pendidikan, ekonomi, jabatan dan masih dari garis keturunan yang terpandang pula. Maka Doi? Menre? yang harus diberikan oleh pihak laki-laki harus tinggi pula. (b) Pendidikan, Tingkat pendidikan dari pihak perempuan juga mempengaruhi tingginya jumlah Doi? Menre? yang harus diberikan. Tetapi lain halnya dengan status sosial, tingkat pendidikan yang tinggi belum tentu ia berasal dari keluarga yang terpandang dan ekonominya tinggi pula, hanya saja dalam tingkat pendidikan merupakan suatu nilai tambah tersendiri bagi pihak laki-laki. (c) Kondisi fisik calon istri, Kondisi fisik calon istri juga dapat mempengaruhi tingginya jumlah Doi? Menre? yang harus diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Karena calon laki-laki beranggapan apabila wanita yang cantik mestinya akan mempengaruhi keturunannya kelak. (2) Dalam Hukum Islam, tidak disyari?atkan mengenai pemberian Doi? Menre?. Hanya saja pemberian Doi? Menre? menurut hukum Islam hukumnya adalah mubah (boleh) karena kedudukannya sebagai hibah (hadiah) untuk pihak perempuan.
Harfu Al-Wawi Dalam Surah Yunus: (Analisis Sintaksis) Suci Nuraisyah, Kacar br Ginting,
Khazanah : Journal of Islamic Studies Volume 2 Nomor 4 November (2023)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/khazanah.v2i4.1763

Abstract

Penelitian ini membahas tentang ?arfu w?w dalam surah Yunus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, kedudukan dan makna ?arfu w?w dalam surah Yunus dengan menggunakan pendekatan sintaksis. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research). Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang di dalamnya terdapat ?arfu w?w pada surah Yunus. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari Al-Qur’an tepatnya dalam surah Yunus. Data dikumpulkan melalui metode simak dan teknik catat, lalu data dianalisis menggunakan model analisis interaktif melelui proses reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 162 ?arfu w?w. Jenis w?w `?milah ditemukan 110 w?w yakni 109 w?w `a?af dan 1 w?w qasam. Sedangkan dari jenis w?w `??ilah ditemukan 52 w?w yakni 40 w?w isti‘n?fiyyah dan 12 w?w ??liyyah. W?w berkedudukan sebagai `a?af memiliki makna menggabungkan antara ma`??f dengan ma`??f `alaih dalam hal hukum maupun i`r?b. W?w berkedudukan sebagai isti‘n?f memiliki makna mengawali kalimat sempurna. W?w berkedudukan sebagai ??l memiliki makna rabit (penghubung) yang menerangkan keadaan s?hibul ??l dengan ??l. W?w berkedudukan sebagai qasam memiliki makna adatul qasam yakni perangkat atau alat untuk bersumpah yang berarti ‘demi’. Temuan dalam penelitian ini dimaksudkan dapat memberikan pemahaman dan berkontribusi sebagai referensi ilmiah dalam pembelajaran ilmu Nahwu, khususnya berkenaan dengan ?arfu w?w yang nantinya dapat meningkatkan pemahaman dan wawasan peminat bahasa dan sastra Arab.

Page 1 of 1 | Total Record : 9