cover
Contact Name
Delfitriani
Contact Email
delfitriani@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.agroindustrihalal@unida.ac.id
Editorial Address
Jl. Tol Ciawi 01 P.O. Box Ciawi 35 Bogor 16720 Jawa Barat Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL
ISSN : 24423548     EISSN : 25500163     DOI : https://doi.org/10.30997/jah.v8i1
Jurnal Agroindustri Halal Merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan dan pertukaran informasi hasil penelitian di bidang teknologi pertanian secara umum dan kehalalan secara khusus. Publikasi yang termasuk di dalamnya dapat berupa hasil penelitian dengan tema kimia pangan, biokimia pangan, pengolahan pangan halal, teknologi industri pertanian, manajemen dan pemodelan agroindustri, teknik dan sistem industri, teknik manajemen lingkungan agroindustri, rekayasa dan bioproses produk biomaterial halal.
Articles 295 Documents
Review: Pemanfaatan α-Amilase pada Modifikasi Pati Singkong Sebagai Substitusi Gelatin pada Produk Marshsmallow Ainezzahira Ainezzahira; Hafiza Dwi Multri; Warsono El Kiyat; Nursyawal Nacing
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.207 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i2.1594

Abstract

Cassava is one of the Indonesian local commodities. Cassava contains a high amount of starch which can be used as an alternative to gelatin in making marshmallow. This study aimed to analyze: 1) the enzymatic process of starch modification using α-amylase, 2) the effect of incubation time and enzyme concentration on the yield of maltodextrin which close to gelatin, and 3) to utilization of cassava starch maltodextrin as an ingredient of marshmallow product. The result showed that application of marshmallow gelatin substitution using cassava starch has been done. There were three ways of cassava starch hydrolysis, one of them is enzymatic hydrolysis using α-amylase which produces of maltodextrin. This enzyme was an endoamylase that cleaves the α-1,4 glycosidic linkage of the amylose or amylopectin chain. Besides, Bacillus amyloliquefaciens was one of the microbes that can produce α-amylase with good thermostability, about 100-110°C. The exact enzyme concentration and incubation time of starch hydrolysis could produce maltodextrin optimally. However, maltodextrin as a foaming agent and the prevention of crystalline formation had functional properties that approach gelatin, so it can be concluded that maltodextrin was developed further as an alternative to the use of gelatin in marshmallow products.
PENGARUH PEMBERIAN SERBUK EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) TERHADAP SISTEM IMUN TIKUS SPRAGUE DAWLEY Mardiah Mardiah; Dwi Aryanti Nur’utami; Arti Hastuti
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.217 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian serbuk ekstrak kelopak bunga rosela terhadap sistem imun tikus Sprague Dawley. Parameter yang diamati adalah leukosit, differensial leukosit, organ limfoid (limpa dan hati), total serum protein dan serum albumin dari darah tikus Sprague Dawley. Hewan uji dibagi atas 4 kelompok yang masing-masing terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok pertama adalah kelompok normal, kelompok 2 diberikan stimuno forte dosis 1,35 mg/KgBB, kelompok 3 diberikan serbuk ekstrak rosela I dosis 40,5 mg/KgBB, dan kelompok 4 diberikan serbuk ekstrak rosela II dosis 81 mg/KgBB secara sonde selama 28 hari. Pada hari ke-0 dan hari ke-29 dilakukan pengambilan darah. Analisa data menggunakan perhitungan selisih, yang hasilnya dibandingkan dengan nilai normal tikus kondisi sehat. Berdasarkan hasil penelitian pemberin serbuk ekstrak rosela I dosis 40,5 mg/KgBB KgBB dapat mempertahankan fungsi sistem imun pada tikus Sprague Dawley dengan peningkatan nilai rata-rata jumlah neutrofil segmen sebesar 42,2%, total serum protein sebesar 10,99g/dl, bobot limpa relatif sebesar 0,22% dan bobot hati relatif sebesar 3,27% yang masih dalam batas normal hewan coba dalam kondisi sehat sehingga dapat memberikan efek protektif terhadap serangan antigen. Kata kunci :  Serbuk ekstrak,  rosela, sistem imun
Potensi Mucilage Talas (Colocasia esculenta) Sebagai Bahan Pengganti Gelatin Halal dengan Menggunakan Metode Presipitasi Pendinginan Sri Rejeki Retna Pertiwi; Mardiah Mardiah; Distya Riski Hapsari
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.955 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1677

Abstract

Talas mengandung mucilage yang larut dalam air panas, membentuk larutan kental dalam air dingin, dan tidak larut dalam pelarut organik.  Penelitian tentang isolasi mucilage telah banyak dilakukan dengan menggunakan pelarut organik seperti alkohol dan aceton.  Titik kritis keharaman dan keamanan isolasi mucilage adalah residu pelarut organik yang digunakan pada tahap presipitasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui metode presipitasi  yang mampu menghasilkan mucilage berpotensi sebagai pengganti gelatin halal.  Pada penelitian ini, isolasi mucilage dilakukan melalui tiga tahap, yaitu ekstraksi dengan air panas, diikuti dengan presipitasi dan pengeringan.  Metode presipitasi yang diteliti ada tiga, yaitu pendinginan, alkohol, dan aceton. Mucilage yang dihasilkan kemudian dianalisis sifat-sifatnya, yaitu sifat sensori, fitokimia, dan fisikokimia. Sifat-sifat Gelatin bloom 200 juga dianalisis dan digunakan sebagai standar.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mucilage yang dihasilkan dengan presipitasi pendinginan memiliki sifat-sifat lebih baik dibandingkan mucilage dengan presipitasi alkohol maupun aceton dan mendekati sifat-sifat gelatin.  Metode presipitasi dengan pendinginan pada isolasi mucilage talas berpotensi menghasilkan mucilage sebagai pengganti gelatin halal. Kata kunci: aceton, alkohol, pendinginan, mucilage, talas.
Analisis Finansial Biaya Produksi Minuman Cokelat Menggunakan Cocoa Butter Substitute Dari Minyak Inti Sawit Endrianur Rahman Zain; Mutia Ramadayanti
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.727 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1678

Abstract

Cocoa butter substitute (CBS) merupakan salah satu lemak pengganti cocoa butter (CB). CBS diperoleh dari proses modifikasi minyak inti sawit yaitu dengan cara hidrogenisasi sehingga karakteristiknya mirip secara fisik dengan CB. Produk cokelat dalam pembuatannya membutuhkan lemak yang biasanya diperoleh dari lemak kakao. Tetapi, lemak kakao biasanya sulit diperoleh dan harganya relatif lebih mahal, maka digunakanlah CBS sebagai pengganti CB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan  secara finansial  serta menganalisis aspek tingkat kepekaan (sensitivitas) pada pembuatan produk minuman cokelat skala industri. Kriteria Analisis yang digunakan meliputi  perhitungan NPV, IRR, Net B/C, PP dan Sensitivitas menggunakan Ms. office excel. Berdasarkan hasil perhitungan aspek finansial dengan tingkat suku bunga 10% layak untuk dilaksanakan dengan nilai NPV yang dihasilkan selama 10 tahun  Rp. 892.138.919.349-, dengan kapasitas produksi 25 ton per hari dengan bobot kemasan masing masing 1000gr, 5000gr dan 25000 gr. Nilai IRR yang didapat  94,97% dimana nilai IRR yang dihasilkan lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku yaitu 10%. Net B/C yang diperoleh sebesar Rp. 9,45 hal ini berarti setiap Rp. 1 yang dikeluarkan untuk investasi akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp. 9,45 dan payback period yaitu 1.6 tahun . Hasil analisis sensitivitas penurunan harga jual sebesar 20% dan kenaikan biaya operasional sebesar 20% berpengaruh terhadap kelayakan usaha sedangkan kenaikan bahan baku sebesar 20% sangat berpengaru terhadap kelayakan usaha.Kata Kunci: Analisis finansial, Studi kelayakan, Cocoa Butter Substitute.
ANALISIS PENGARUH FAKTOR UDARA RUANG PRODUKSI TERHADAP MUTU CANGKANG KAPSUL KOSONG SECARA MIKROBIOLOGI Endrianur Rahman Zain; Yansya Rafaid
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.201 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1679

Abstract

Pengendalian kondisi udara di ruang produksi perlu dilakukan untuk menjaga kualitas dari produk yang dihasilkan khususnya di industri farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengawasan mutu cangkang kapsul kosong secara mikrobiologis, mendeskripsikan metode yang digunakan pada pengukuran kualitas udara di ruang produksi, menganalisis pengaruh faktor udara terhadap mutu cangkang kapsul yang diproduksi, dan meramalkan mutu produk (nilai TAMC (Y)) berdasarkan variabel-variabel udara (suhu (X1), kelembaban (X2), dan cemaran mikroba udara (X3)). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode time series, metode settle plate, uji TAMC, dan metode regresi linear berganda. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode regresi liniear berganda dengan taraf nyata 5 persen didapatkan persamaan Y = 19.47 + 5.838X1 – 5.622X2 – 0.054X3 + e, dari model regresi tersebut menghasilkan nilai P (sig. F) sebesar 0.079 dengan nilai koefisien determinasi (R) sebesar 0.284. Dari hasil perhitungan tersebut dapat dinyatakan bahwa faktor udara di ruang produksi tidak berpengaruh nyata secara simultan terhadap nilai mutu produk, serta menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel suhu yang berpengaruh signifikan dengan arah hubungan yang positif.Kata kunci: ruang produksi, sistem AHU, Total Aerobic Microbial Count, regresi linier
Karakteristik Minuman Fungsional Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dengan Penambahan Ekstrak Jahe Titi Rohmayanti; Noli Novidahlia; Sartika Widianingsih
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.239 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1683

Abstract

Buah alpukat (Persea americana Mill.) merupakan salah satu buah yang banyak digemari karena memiliki rasa yang enak. Buah alpukat terdiri dari 70% daging buah dan 30% biji. Penelitian terkini mengungkapkan bahwa biji alpukat terbukti memiliki berbagai macam senyawa bioaktif dan senyawa-senyawa ini terbukti memiliki efek yang menguntungkan bagi tubuh, sehingga dilakukan diversifikasi produk yaitu minuman fungsional. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan minuman fungsional terbaik, mengetahui minuman fungsional  yang disukai dan mengetahui pengaruh konsentrasi perbandingan ekstrak biji buah alpukat dan ekstrak jahe terhadap minuman fungsional yang dihasilkan. Metode analisis yang digunakan adalah metode rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan perbandingan (ekstrak biji buah alpukat dan ekstrak jahe) yaitu 60%:40%, 70%:30%, 80%:20% dengan 2 kali ulangan. Analisis data yang digunakan yaitu ANOVA dan uji lanjut Duncan. Minuman fungsional terpilih adalah A1 (ekstrak biji buah alpukat 60% dan ekstrak jahe 40%) memiliki kadar air 83,81%, abu 0,04%, lemak 0,52%, protein 10,34%, karbohidrat 5,29%, total padatan terlarut sebesar 16,1 oBrix, nilai pH 7,6, antioksidan dengan nilai IC50 8,04 mg/mL dan positif mengandung senyawa fitokimia yaitu tanin, flavonoid dan saponin.
Karakteristik Fisikokimia Jelly Drink Daging Semangka, Albedo Semangka, dan Tomat dengan Penambahan Karagenan dan Tepung Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Noli Novidahlia; Titi Rohmayanti; Yuni Nurmilasari
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.183 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan karagenan dan tepung porang terhadap jelly drink. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu A1 (karagenan dan tepung porang 0.10%), A2 (karagenan dan tepung porang 0.15%), A3 (karagenan dan tepung porang 0.20%), dan A4 (karagenan dan tepung porang 0.20%). Analisis data yang digunakan yaitu ANOVA dan uji lanjut Duncan. Analisis produk yang digunakan yaitu uji sensori (mutu sensori dan hedonik), uji kimia (kadar air dan pH) dan fisik (total padatan terlarut). Analisis terhadap produk jelly drink terpilih yaitu kadar serat pangan dan antioksidan. Jelly drink terpilih adalah A3 (karagenan dan tepung porang 0.20%), jelly drink ini memiliki kadar air 89.92%, pH 6.4, total padatan terlarut 8.9 °Brix,  serat pangan  4.09%, antioksidan dengan nilai IC50130.42 mg/mL.Kata kunci: karagenan, tepung porang, semangka, tomat,  jelly drink
Karakteristik Tortilla Chips dengan Penambahan Tepung Ampas Kecap Titi Rohmayanti; Noli Novidahlia; Imay Damayanti
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.873 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1695

Abstract

Ampas kecap merupakan sisa pembuatan kecap dengan bahan dasar kedelai yang memiliki kandungan protein cukup tinggi. Proses pembuatan ampas kecap melalui beberapa tahap sebelum diperoleh hasil utama kecap dan hasil samping berupa ampas kecap yang berwarna coklat kehitaman. Untuk menambah jenis olahan pangan berbahan ampas kecap ini dilakukan pembuatan tortilla chips. Ampas kecap dapat dijadikan tepung untuk ditambahkan kedalam bahan tortilla chips. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan persentase masa jagung dengan tepung ampas kecap pada pembuatan tortilla chips dengan perbandingan persentase A1 (44,4% : 10%), A2 (36,4% : 18,2%), A3 (33,3% : 25%) dengan dua kali ulangan. Analisis yang digunakan meliputi organoleptik (uji mutu sensori dan skala hedonik), uji kadar protein, dan untuk tortilla chips terpilih yaitu nilai gizi dan uji serat pangan. Perbandingan persentase masa jagung dengan tepung ampas kecap pada tortilla chips berpengaruh terhadap sifat organoleptik tortilla chips. Tortilla chips dengan penambahan tepung ampas kecap yang terpilih adalah tortilla chips dengan formulasi A2 (36,4% : 18,2%) memiliki kadar air 2.35%, abu 5.78%, lemak 19.94%, protein 14.76%, karbohidrat 57.17%, nilai energi 467.18 kkal/100gr, dan serat pangan 6.22%.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA SERBUK KOLANG KALING (Arenga pinnata Merr) BERDASARKAN VARIASI PERENDAMAN Tiana Fitrilia
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.551 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1697

Abstract

Kolang kaling merupakan endosperma dari biji buah aren yang diperoleh dengan cara perebusan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan kolang kaling dalam bentuk serbuk dan mengetahui karakteristik fisikokimia serbuk kolang kaling yang dihasilkan. Kolang kaling segar diberi perlakuan perendaman dengan air bersih dan campuran air:tepung beras selama 24, 48 dan 72 jam. Pembuatan serbuk dilakukan dengan cara pengeringan menggunakan oven gelombang mikro. Serbuk kolang kaling dianalisis secara fisik dan kimia yang terdiri atas rendemen, warna dan proksimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen sampel uji berkisar 6.97 – 8.89%, warna serbuk kolang kaling memiliki nilai kecerahan (L) sebesar 71.87 – 83.09, nilai a sebesar 7.05 – 7.69 dan nilai b sebesar 8.67 – 16.13. Analisis proksimat serbuk kolang kaling hasil perendaman dengan air dan campuran air:tepung beras selama 24, 48 dan 72 jam menghasilkan nilai karbohidrat paling tinggi dibandingan dengan kadar air, abu, lemak dan protein yaitu berkisar 72.29 – 85.08%
Sintesis Nanopartikel ZnO dan Aplikasinya sebagai Edible Coating Berbasis Pektin untuk Memperpanjang Umur Simpan Buah Belimbing Muhammad Fajri Romadhan; Shanti Pujilestari
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.431 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1712

Abstract

ABSTRAKNanopartikel ZnO (NP-ZnO) merupakan partikel yang mempunyai aktivitas antimikroba cukup luas yaitu dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram negatif, Gram positif, khamir dan kapang. Nanopartikel ZnO dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk memperbaiki sifat mekanik dan fungsional dari edible coating yang berbasis pektin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh edible coating pektin+NP-ZnO terhadap masa simpan buah belimbing. Nanopartikel disintesis dengan metode presipitasi menggunakan tiga suhu pemanasan yang berbeda yaitu 60, 80 dan 100°C selama 2 jam dan ditanur pada suhu 500°C selama 5 jam. Nanopartikel yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR), Particle Size  Analyzer (PSA) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa nanopartikel ZnO telah terbentuk dengan adanya puncak pada panjang gelombang 474 cm-1. Suhu sintesis nanopartikel ZnO terbaik adalah 800C dengan ukuran partikel rata-rata 43.1 nm. Hasil analisis SEM memperlihatkan bahwa nanopartikel yang terbentuk mempunyai morfologi bulat. Hasil uji antimikroba dengan metode Total Plate Count (TPC) memperlihatkan nanopartikel ZnO dapat menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus cereus, Escherichia Coli dan kapang Penicillium Sp. Aplikasi edible coating pektin+ Nanopartikel ZnO 1% pada buah belimbing memperlihatkan penurunan susut bobot,  menjaga warna buah lebih stabil dan mencegah kerusakan buah yang ditimbulkan kapang selama delapan hari penyimpanan. Kata kunci: nanopartikel ZnO, edible coating, antimikroba, umur simpan, belimbing

Page 9 of 30 | Total Record : 295