cover
Contact Name
Rizki Amalia Tri Cahyani
Contact Email
rizkiatcahyani@gmail.com
Phone
+6285233000052
Journal Mail Official
media.teknik.sipil@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Media Teknik Sipil
ISSN : 16933095     EISSN : 25977660     DOI : 10.2229.
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
Kajian Potensi dan Prioritas Lokasi Dry Port di Malang dan Pasuruan Rahadi Bintang; Harnen Sulistyo; Muhammad Zainul Arifin
Media Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v14i1.3293

Abstract

The objectives of this study are knowing the current logistic performance based on customers perceptions, knowing the probability of dry port’s usage and the recommendations of dry port location with high priority in Malang and Pasuruan. This study uses Principle component analysis, stated preference dan analytic hierarchy process. Based on the results, the logistic performance index of Tanjung Perak Port-Malang route is 3.4, relatively even with Tanjung Perak Port-Pasuruan route that has index 3.41 at likert scale. For the both routes, commodity and transportation infrastructure have low score, less than 3 at likert scale. The probability usage is 88.95% when dry port gives3 days shorter in dwelling time, predicted lead time, five hundred thousand rupiahs cheaper in transportation and storage cost and 2 hours faster in travel time for logistic activities of  a 20 feet container on Tanjung Perak Port-Pasuruan route. Pasuruan with priority weight 57.66% is more prioritized than Malang which has priority weight 42.34% as dry port location.To optimize the implementation of dry port in proposed location, increasing the commodity, transportation infrastructure and cargo clearance services at dry port integrated to seaport are recommended
Pengelola Jurnal dan Pedoman Penulisan Jurnal Vol.14 No.1 Februari 2016 Lourina Orfa
Media Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v14i1.3295

Abstract

Cover Jurnal Media Teknik Sipil Vol.14 No.1 Februari 2016 Lourina Orfa
Media Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v14i1.3296

Abstract

Evaluasi Kebutuhan Angkutan Angkutan Umum Penumoang Kota Malang (Studi Kasus Rute Arjosari-Dinoyo-Landungsari) Khoirul Abadi; Ruskandi Ruskandi
Media Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2016): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v14i1.3318

Abstract

Public transport passengers in Malang called angkot is one of the means of transportation that allows people to perform daily activities, but transport is increasingly interested in the community due to the low level of services, so that many people to using private vehicles. The fleet of public transport passengers (FPTP) routes ADL is currently 118 units with a capacity of 12 passenger/vehicle. Purpose of this study is to determine the performance, productivity and the needs of FPTP ADL optimal trajectory in the city of Malang. The method used in this study adopts the Technical Guidelines for the Implementation of Public Transport in Cities in Fixed Route and Regular (Direktorat Jendral Perhubungan Darat 2002) and using empirical formulations. The study of public transport performance passenger route ADL in 2015, the average load factor of 97.06%, the average frequency of 23.56 vehicle/hour, average headway time of 2.60 minutes, the average travel time 4,10 min/km, average travel speed of 15.03 km/hour. The average productivity of 55 passenger/day-vehicle with optimal fleet size is 116 units.
OPTIMALISASI WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN PROYEK KONSULTAN PENGAWASAN PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DI KOTA TARAKAN Acmad Syaihu; M. Ruslin Anwar; Alwafi Pujiraharjo
Media Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3700

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimal pekerjaan proyek dan pengawasan. Proyek pada umumnya memiliki batas waktu (deadline), artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Selain itu adanya keterlambatan berakibat kehilangan peluang pekerjaan pengawasan lain. adapun bagi owner keterlambatan penyelesaian pekerjaan proyek akan menyebabkan catatan yang tidak baik, sehingga penggunaan hasil pembangunan proyek menjadi mundur atau terlambat. Dengan metode PERT dan CPM dapat menentukan lintasan kritis (network planning) dalam suatu kegiatan proyek tahap demi tahap secara berurutan untuk penyelesaian kegiatan proyek tersebut.Dengan time schedule dapat menyusun network planning dan menentukan hitungan maju mundur dan kelongaran waktu.Hasil analisa pelaksanan dan pengawasan yang diambil tiga bidang PSDA,Bina Marga dan Cipta Karya terdiri dari 120 hari kalender,150 hari kalender dan 360 hari kalender. Dapat optimalisasi waktu fisik  menjadi 91 hari kalender menjadi 118 dan  menjadi 280 hari kalender dan Bidang PSDA, Bina Marga dan Cipta Karya pengawasan dapat menyelesaikan 104 hari kalender, 134 dan 300 hari kalender,kesimpulan dari penelitian ini ketiga bidang Optimal waktu dapat menyelesaikan pekerjaan,nilai Z= (99.99%, 98.98%, and 99.99%) dan pengawasan dapat meyelasaikan dilapangan kegiatan proyek tepat pada waktu yang telah ditentukan (95,91%, 93,94%, 99,99%). 
EVALUASI KINERJA BUS PATAS ANTAR KOTA DALAM PROPINSI PO. RUKUN JAYA ( STUDI KASUS TRAYEK SURABAYA - BLITAR ) Andi Syaiful Amal
Media Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3701

Abstract

Tingginya minat masyarakat akan kebutuhan transportasi bus umum dengan jumlah armada yang tidak sesuai menjadi salah satu permasalahan yang mempengaruhi kinerja pelayanan dari armada bus patas PO. Rukun Jaya rute perjalanan Blitar – Pare - Surabaya. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi untuk peningkatan kinerja. Kinerja armada bus patas rute Blitar – Pare  - Surabaya berdasarkan Indikator Standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat diperoleh ; load factor rata-rata selama tujuh hari (Minggu s/d Sabtu) pada interval waktu survey pukul 06:00 – 08:00, 10:00 – 12:00, dan 14:00-16:00 rute Blitar – Pare – Surabaya sebesar 0.88, kecepatan perjalanan 34.59 km/jam, headway rata-rata 37.52 menit, rata-rata waktu perjalanan sebesar 1.74 menit/km, frekuensi sebesar 1.19 Kend/jam, sedangkan untuk rute Surabaya – Pare – Blitar dengan interval waktu survey masing-masing adalah pukul 08:00-10:00, 12:00-14:00, dan 16:00-18:00 selama tujuh hari untuk rata-rata load factor sebesar 1.13, kecepatan perjalanan 33.03 km/jam, headway rata-rata 38.1 menit, rata-rata waktu perjalanan 1.82 menit/km, frekuensi sebesar 1 Kend/jam. Hasil dari evaluasi kinerja armada bus patas PO. Rukun Jaya diperoleh kinerja pelayanan armada dengan total nilai bobot untuk rute Blitar – Pare – Surabaya sebesar 21 dan rute Surabaya – Pare – Blitar sebesar 19 yang secara keseluruhan masuk pada kriteria baik yaitu dengan nilai antara 18 – 24. 
KAJIAN RENCANA PENERAPAN RUANG HENTI KHUSUS SEPEDA MOTOR DI PERSIMPANGAN BERSINYAL (STUDI KASUS KOTA MALANG) Ayu Roesdyningtyas; Achmad Wicaksono; Ruslin Anwar
Media Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3702

Abstract

Pertumbuhan kendaraan bermotor dewasa ini kian bertambah hampir tak terkendali, khususnya sepeda motor. Oleh karena kondisi tersebut, tujuan kajian ini yaitu mengetahui karakteristik pengendara sepeda berdasarkan karakteristik sosial ekonomi dan karakteristik perjalanan, mengetahui hubungan persepsi pengendara sepeda motor terhadap penyediaan Ruang Henti Khusus, menyusun usulan untuk kebijakan penyediaan fasilitas Ruang Henti Khusus. Metode yang dipakai dalam kajian ini Logistic Regression, serta Metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Karakteristik Pengendara sepeda motor di Kota Malang yaitu berjenis kelamin laki-laki (64%), usia 18-22 tahun (27%), pendidikan SMA/MA (57%), penghasilan < Rp 1.000.000 (33%), pekerjaan swasta (43%), kepemilikan sepeda milik sendiri (86%), dan jumlah sepeda motor 1 (57%), berasal dari rumah (79%), maksud perjalanan bekerja (51%), tujuan lokasi kerja (51%), jarak tempuh 5 km – 10 km (25%), rutinitas kegiatan 6 kali/minggu (45%), dan waktu tempuh 20 – 30 menit (35%). Bobot kriteia pemilihan lokasi penyediaan Ruang Henti Khusus di Kota Malang yaitu kriteria aspek keselamatan (35,188%), aspek waktu tempuh (15,592%), aspek kenyamanan (13,397%) , aspek sosial ekonomi (10,589%), aspek biaya pembangunan (9,840%), aspek teknis (9,078%), dan aspek konservasi lingkungan (6,316%).
KUAT TEKAN BETON LIMBAH BATU ONIX TULUNGAGUNG Edhi Wahjuni Setyowati
Media Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3703

Abstract

Limbah dari industri onyx dan marmer Tulungagung cukup berlimpah dan untuk menanggulangi permasalahan limbah ini, sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai agregat pada campuran beton yang dirancang sebagai beton struktural dengan kekuatan tekan mencapai 30 MPa. Penelitian kekuatan tekan beton limbah batu onix dilakukan terhadap 30 buah benda uji silinder beton 15x30 cm yang diuji pada umur : 7, 14, 21 dan 28 hari, dengan perencanaan campuran beton untuk mencapai kekuatan 30 MPa dengan FAS ; 0,4. Hasil penelitian didapatkan nilai kuat tekan beton limbah batu onix memenuhi target, dengan perbandingan kekuatan yang hampir sama dengan beton normal dengan agregat batu pecah ,dengan perbedaan nilai kuat tekan sekitar 2% dengan beton normal dengan perencanaan campuran beton yang sama. Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa penggunaan batu onyx sebagai bahan pengganti batu pecah dapat digunakan sebagai beton struktural dengan warna beton yang lebih terang dan lebih bernilai estetika.
EVALUASI PENILAIAN 5S DI AREA PENYIMPANAN ALAT PADA BEBERAPA PROYEK KONSTRUKSI Ferdiana Soekresno; Andi Andi; Jani Rahardjo
Media Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3704

Abstract

5S merupakan konsep penerapan sikap kerja yang menekankan pada pengelolaan kondisi fisik tempat kerja. 5S merupakan singkatan dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Bekerja pada tempat yang terorganisir, membuat pekerja tidak cepat lelah, menimbulkan kepedulian terhadap pekerjaan, partisipasi yang tinggi, dan penyelesaian kerja yang baik. Penerapan konsep 5S pada area penyimpanan sangat penting karena berpengaruh terhadap efisiensi dan efektifitas pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan penilaian dan evaluasi konsep 5S di area penyimpanan proyek, untuk mengetahui sejauh mana konsep 5S telah diterapkan. Penelitian ini dilakukan dengan studi kasus pada 5 proyek konstruksi di Surabaya dan Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep 5S belum diterapkan sepenuhnya pada proyek konstruksi. Seiso mendapatkan nilai yang cukup baik, mengingat kebersihan wajib dijaga di area proyek. Sedangkan, faktor seiri, seiton, dan shitsuke mendapatkan nilai yang buruk, karena 4 dari 5 proyek yang ada masih menyimpan alat rusak, tidak ada tata letak untuk area penyimpan alat, dan kurangnya kesadaran akan kedisiplinan. Seiketsu mendapatkan nilai yang sangat buruk karena aktivitas yang dinilai merupakan lanjutan dari 3S sebelumnya. Konsep 5S belum diterapkan di proyek konstruksi karena belum dikenalnya konsep 5S, kesulitan melakukan pengarahan dan pelatihan pada pekerja, adanya deadline proyek, serta jumlah dan jenis alat yang sedikit.
EVALUASI PENERAPAN ZONA SELAMAT SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR Gito Sugiyanto; Muhammad Diaz R.P.H.; Mina Yumei Santi; Eva Wahyu Indriyati
Media Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3706

Abstract

Pemerintah Indonesia menerapkan suatu program yang diberi nama Zona Selamat Sekolah (ZoSS) sebagai salah satu instrumen untuk mengurangi kecepatan kendaraan di lokasi sekitar sekolahan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi penerapan Zona Selamat Sekolah di sekolah dasar di Kabupaten Banyumas. Evaluasi penerapan ZoSS dilakukan di tiga sekolah dasar di Kabupaten Banyumas yaitu di SDN 1 Bobosan, SD 1 Al Irsyad and SDN 4 Purwanegara. Evaluasi dilakukan dengan cara melakukan observasi fasilitas perlengkapan ZoSS seperti dimensi, zebra cross, rambu dan marka jalan yang selanjutnya dibandingkan dengan SK Direktur Jenderal Perhubungan Darat No. 3236/AJ 403/DRJD/2006. Berdasarkan hasil analisis, pemenuhan fasilitas kelengkapan zona selamat sekolah berupa dimensi (panjang ZoSS), zebra cross, rambu lalu lintas dan marka jalan, beberapa fasilitas belum sesuai dengan standar yang ada. Kecepatan sesaat kendaraan, rata-rata kecepatan sebelum lokasi ZoSS relatif lebih rendah, tetapi masih lebih besar jika dibandingkan dengan batas kecepatan maksimum yang diijinkan di lokasi ZoSS (20 km/jam atau 25 km/jam). Rata-rata kecepatan kendaraan di lokasi ZoSS untuk sepeda motor 34,75 km/jam dan untuk mobil penumpang 29,26 km/jam, sehingga penerapan ZoSS belum efektif. Diperlukan adanya perbaikan pemenuhan kelengkapan fasilitas ZoSS untuk meningkatkan kinerja keselamatan lalu lintas.