cover
Contact Name
Rizki Amalia Tri Cahyani
Contact Email
rizkiatcahyani@gmail.com
Phone
+6285233000052
Journal Mail Official
media.teknik.sipil@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Media Teknik Sipil
ISSN : 16933095     EISSN : 25977660     DOI : 10.2229.
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
PENGARUH RASIO TINGGI-LEBAR (Hw/Lw) TERHADAP KAPASITAS BEBAN LATERAL, DAN POLA RETAK DINDING GESER BERTULANGAN RINGAN AKIBAT BEBAN SIKLIK Mochammad Surya Budi Utomo; Ari Wibowo; Achfas Zacoeb
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i2.4472

Abstract

The shear wall is a vertical structural element of a structural system that serves to withstand lateral loads, whether caused by wind or earthquake. In Indonesia is still often found structural system in old buildings that still use a minimal reinforcement ratio or in this case the lightly shear wall. The lightly sliding wall is believed to have a low lateral load capacity, but in some cases in many countries, the lightweight sliding wall is sufficiently resistant to earthquakes. The height-width ratio is an important aspect in the shear wall structure. Therefore, further research is needed on the effect of high-width ratios. This study discusses the effect of high-width ratios on shear lightly shear walls due to cyclic loads. In this study, the shear wall used as a test specimen with many test specimens was 9 shear wall walls with variations of height-width ratios (2.0, 1.3, and 1.0) or with sizes: (800x400mm), (800x600mm), and (800x800mm) . The test is carried out by providing cyclic load and axial load constant of 3% of axial capacity (Pn) of each specimen until the specimen is collapsed by the drift control method. Data in the form of loads and deviations per cycle are recorded for the analysis of collapse mechanisms. While the picture taken as a reference pattern of cracks. The results of the test show that with increasing height-width ratios can produce the smallest lateral load capacity, or vice versa. The lateral load capacity generated by each test object is SW 2.0 (1), SW 2.0 (2), SW 2.0 (3), SW 1.3 (1), SW 1.3 (2), SW 1.3 (3), SW 1.0 1), SW 1.0 (2), and SW 1.0 (3) are 1593kg, 1503 kg, 1592 kg, 3296 kg, 3388 kg, 3286 kg, 4772 kg, 4771 kg, and 4778 kg. Crack patterns that occur on each specimen have the same result that is the same occurrence of opening (gap opening) at the bottom of the wall.
MODEL PARTISIPASI KONTRAKTOR SKALA KECIL DALAM PELELANGAN Alprido Perdian
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i1.4488

Abstract

Kontraktor memiliki pertimbangan berdasarkan kondisi internal dan eksternal untuk berpartisipasi dalam pelelangan. Kualifikasi kontraktor membuat pertimbangan partisipasi kontraktor dalam pelelangan menjadi berbeda-beda. Permasalahan utama kontraktor kualifikasi usaha kecil adalah kemampuannya yang sangat terbatas, namun memiliki jumlah sebesar 90,66% dari total populasi kontraktor yang terdaftar di LPJK. Berdasarkan alasan tersebut perlu diketahui faktor yang mempengaruhi, analisis variabel yang berpengaruh dan bagaimana pengaruhnya terhadap partisipasi kontraktor dan juga model partisipasi kontraktor dalam pelelangan. Survei kuesioner dan wawancara dilakukan kepada 46 kontraktor yang ada di Kota Palangkaraya. Setelah analisis deskriptif, analisis pengaruh dan pembuatan model dilakukan menggunakan StructureEquation Modelling – Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan software SmartPLS3. Hasil analisismenunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi partisipasi kontraktor kualifikasi usaha kecil dalam pelelangan, yaitu “Memiliki Peralatan Yang Memenuhi Syarat”, “Ukuran Proyek dan Tingkat Kompleksitas” dan “Ketersediaan Bahan Baku Yang Disyaratkan”. Untuk analisis pengaruh didapatkan bahwa kemampuan perusahaan, karakteristik proyek serta kondisi ekonomi, lingkungan dan pemerintah berpengaruh secara signifikan terhadap partisipasi kontraktor kualifikasi usaha kecil dan membentuk model: PK = 0,327 KP +0,316 KPro + 0,312  ELP + 0,200
OPTIMASI DIAMETER JARINGAN PIPA DALAM SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH (PDAM) DI KEC. BULULAWANG KAB. MALANG MENGGUNAKAN LINEAR PROGRAMMING Chairil Saleh
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i1.4489

Abstract

Salah satu peran penting dari sistem penyediaan air bersih adalah jaringan perpipaan. Kinerja pelayanan sistem penyediaan air bersih tidak hanya ditentukan oleh besarnya kapasitas sumber, namun volume air tersebut juga harus sampai pada simpul-simpul layanan dengan aliran dan tinggi tekanan yang memadai sesuai kebutuhan. Disamping itu efektivitas sebuah jaringan pipa juga dapat diukur dari besarnya biaya investasi dan operasionalnya selama usia guna yang ditetapkan. Agar dicapai kondisi tekanan dan debit yang memadai, perlu dilakukan analisis diameter yang cermat. Linear programing merupakan satu teknik penyelesaian riset operasi yang dapat menyelesaikan masalah-masalah optimasi. linear programming digunakan untuk meminimasi biaya akibat pemakaian diameter pipa. Pada penelitian ini diambil sampel data jaringan pipa distribusi air bersih di Kec.Bululawang Kab.Malang. Dengan metode linear programing didapat hasil optimasi diameter pada masing-masing pipa di Kec. Bululawang Kab. Malang dengan pemilihan diameter pipa utama antara 3 inch sampai 8 inch dan energi tekan atau energy relatif yang dihasilkan adalah 7 meter sampai 20 meter sesuai standart ijin yang ditetapkan.
KAJIAN DISTRIBUSI SEDIMENTASI WADUK BENING KABUPATEN MADIUN (EMPERICAL AREA REDUCTION METHOD DAN AREA INCREMENT METHOD) Ernawan Setyono
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i1.4490

Abstract

Waduk Bening merupakan salah satu waduk yang berada di Propinsi Jawa Timur yang memiliki luas daerah genangan sebesar 5,7 km2 dengan kapasitas tampungan air sebesar 31,7 juta m3. Dalam pengelolaan suatu waduk, pasti terdapat suatu masalah di antaranya yaitu masalah sedimentasi. Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk mengetahui distribusi sedimen diantaranya adalah metode Empirical Area Reduction, Area Incrament dan Moody’s Modification. Pada studi kali ini metode yang digunakan adalah metode  Empirical Area Reduction dan Area Incrament. Dengan bertujuan untuk mengetahui metode yang paling sesuai diantara Emperical Area Reduction Method dan Area Increment Method untuk memprediksi distribusi sedimen di Waduk Bening Madiun Jawa Timur. Dari hasil analisa didapat metode yang efisien yaitu metode Empirical Area Reduction sehingga didapat volume sedimen yang mengendap untuk  19 tahun sebesar 0,070 juta m3 dan untuk 22 tahun sebesar 0,068 juta m3.
PENGARUH BUKAAN (OPENING) TERHADAP KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG Handika Setya Wijaya
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i1.4491

Abstract

Dalam konstruksi bangunan-bangunan modern, instalasi perpipaan dibutuhkan untuk mengakamodasi kebutuhan mekanikal dan elektrikal. Salah satu alternatif rencana untuk melewatkan instalasi perpipaan tersebut adalah dengan membuat bukaan (opening) pada balok. Penelitian ini bertujuan untuk mencari seberapa besar pengaruh pemberian beberapa variasi jumlah bukaan yang diberikan di zona tarik beton terhadap kekuatan dan kekakuan lentur balok beton bertulang. Pengujian yang dilakunan adalah pengujian lentur dengan benda uji balok berukuran (15 x 25 x 200) cm. Variasi penelitian ini yaitu jumlah bukaan berdiameter 5 cm yang berjumlah dua bukaan (BB2) dan empat bukaan (BB4) dan balok tanpa bukaan (BK). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bukaan pada zona tarik beton mereduksi kekuatan lentur meskipun tidak signifikan. Jika dibandingkan dengan BK, reduksi kekuatan lentur untuk balok BB2 sebesar 1.26% dan reduksi untuk balok BB4 sebesar 5.66%. Untuk kekakuan lentur pada kondisi praretak, terjadi reduksi kekakuan lentur. Jika dibandingkan dengan BK, reduksi kekakuan lentur untuk balok BB2 sebesar 9% dan reduksi untuk balok BB4 sebesar 15.24%. Untuk kekakuan lentur pada kondisi pascaretak, terjadi reduksi kekakuan lentur juga. Jika dibandingkan dengan BK, reduksi kekakuan lentur untuk balok BB2 sebesar 13.03% dan reduksi untuk balok BB4 sebesar 18.68%.
PENGARUH PENGGUNAAN FOAM AGENT TERHADAP KUAT TEKAN DAN KOEFISIEN PERMEABILITAS PADA BETON Rofikatul Karimah
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i1.4492

Abstract

Penelitian tentang penambahan foam agent pada beton bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang diakibatkan oleh pemberian foam agent dengan variasi campuran terhadap pengujian kuat tekan dan pengujian permeabilitas pada beton.Bahan-bahan campuran beton yang dipakai adalah semen gresik PC type 1, pasir dengan batas gradasi zone 1, dan foam yang dihasilkan antara air dan foam agent dengan perbandingan 40 : 1. Variasi penambahan foam pada tiap campuran adalah 0%, 20%, 40%, 60%,dan 80%.Pengaruh penambahan foam agent terhadap kuat tekan semakin lemah. Kuat tekan rata-rata yang dihasilkan pada penambahan foam 0%, 20%, 40%, 60% dan 80% masing-masing menghasilkan kuat tekan rata-rata sebesar 21,68 Mpa, 7,92 Mpa, 4,53 Mpa, 0,75 Mpa dan 0,38 Mpa. Dan pengaruh penambahan foam agent terhadap uji permeabilitas menyebabkan koefisien permeabilitas yang dihasilkan semakin besar.
ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PELAKSANAAN PEKERJAAN BEKISTING SEMI MODERN PADA KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG Teguh Setiawan Suprabowo
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i1.4493

Abstract

Bekisting semi modern merupakan salah satu item pekerjaan yang hampir selalu ada dalam setiap pelaksanaan konstruksi bangunan gedung dan memiliki pengaruh yang besar terhadap keberhasilan suatu proyek. Permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan pekerjaan bekisting yaitu para pekerja yang tidak begitu memahami tentang ruang lingkup dalam pelaksanaan pekerjaaan bekisting semi modern, hal ini tentunya berpengaruh terhadap menurunnya kinerja sumber daya manusia sehingga dapat menyebabkan menurunnya kualitas bangunan, keterlambatan dan penambahan biaya proyek serta memungkinkan terjadinya kegagalan struktur yang memicu terjadinya kegagalan dalam suatu proyek konstruksi gedung. Penelitian  ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sumber daya manusia dalam pelaksanaan pekerjaan bekisting semi modern pada konstruksi bangunan gedung yang meliputi faktor kemampuan kerja, faktor disiplin kerja, faktor upah kerja, faktor lingkungan kerja, dan faktor pengawasan kerja. Analisa dilakukan dengan menggunakan metode regresi linear berganda dan metode analytical hierarchy process (AHP) .  Data yang dianalisa dengan metode regresi linear berganda dalam penelitian ini merupakan kuesioner yang disebarkan kepada 94 pekerja bekisting semi modern pada proyek kostruksi bangunan gedung di kota Surabaya. Untuk analisa metode AHP, digunakan lima responden yang merupakan pakar ahli dalam pekerjaan bekisting semi modern.   Berdasarkan hasil analisa regresi linear berganda menunjukan hasil bahwa faktor-faktor yang dimasukkan dalam penelitian semuanya berpengaruh terhadap kinerja. Hasil analisa metode AHP dan regresi linear berganda sama-sama menunjukkan hasil bahwa faktor yang dominan mempengaruhi kinerja sumber daya manusia dalam pelaksanaan pekerjaan bekisting semi modern pada konstruksi bangunan gedung yaitu faktor kemampuan kerja
ANALISIS PERCEPATAN WAKTU PENYELESAIAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE FAST-TRACK DAN CRASH PROGRAM Yohanes Stefanus
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i1.4494

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui percepatan waktu dan biaya yang dapat dihemat pada proyek Hotel Dewarna Tahap II Bojonegoro. Berdasarkan laporan realisasi sampai minggu ke-13 atau 86 hari kerja baru mencapai 34,58% sedangkan persentase rencana awal sebesar 53,522%, sehingga terjadi deviasi antara rencana dan realisasi. Akibatnya pekerjaan mengalami keterlambatan waktu yang awalnya direncanakan selesai dalam waktu 233 hari menjadi 261 hari. Untuk mempercepat waktupenyelesaian proyek agar tidak terjadi keterlambatan maka kajian ini menggunakan metode fast-track dan crash program untuk kemudian dibandingkan hasilnya. Hasil analisis menggunakan metode fast-track dan crash program dari segi waktu bisa ditekankan kembali seperti rencana awal yaitu proyek selesai dalam waktu 233 hari. Dari segi biaya dengan metode fast-track membutuhkan biaya sebesar Rp 26.376.440.619, sedangkan dengan metodecrash program membutuhkan biaya sebesar Rp 26.504.146.817.Kedua metode tersebut mampu mengurangi biaya akibat keterlambatan proyek yang awalnya sebesar Rp 27.059.140.712. dari segi biaya metode fast-track lebih murah, akan tetapi  memiliki resiko yang lebih besar karena apabila salah satu pekerjaan yang berada pada lintasan kritis mengalami keterlambatan akan mempengaruhi pekerjaan lainnya.
DAFTAR ISI-VOL.15, No.1 Februari 2017 Jurnal Media Teknik Sipil
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i1.4495

Abstract

PERAMALAN (FORECASTING) SEDIMENTASI WADUK LAHOR MENGGUNAKAN ANALISA REGRESI DAN DEBIT BANGKITAN MODEL STOKASTIK Ernawan Setyono; Sulianto Sulianto; Arif Prasetyo
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2017): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i2.4854

Abstract

Waduk Lahor terletak pada desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Waduk Lahor mulai beroperasi sejak tahun 1977 dengan usia rencana selama 50 tahun sehingga diharapkan dapat beroperasi hingga tahun 2027, masalah utama yang dihadapi dalam pengelolaan waduk adalah bagaimana menjaga agar umur layanan waduk dapat sesuai dengan yang direncanakan dikarenakan adanya sedimen yang mengendap pada dasar waduk dan seiring waktu akan semakin mengurangi tampungan efektif waduk., dan pada tahun 2015 tampungan mati Waduk Lahor menyisakan kapasitas 2.517.357,31 m3. Dari hasil studi didapatkan adanya keterkaitan antara debit sedimen (Qs) dengan debit inflow waduk (Qw) menggunakan model Regresi Berpangkat dengan fungsi Qs = 1,623.Qs0,72, pada pengujian  model didapatkan bahwa model stokastik Thomas-Fiering lebih representatif untuk pembangkitan data sintetik daripada model Rantai Markov dikarenakan memiliki simpangan lebih kecik dengan nilai RMSE 4,19 m3/detik dan nilai MAE 2,92 m3/detik. Dari hasil bangkitan data sintetik sepanjang usia rencana dan persamaan regresi berpangkat didapatkan volume sedimen tahun 2015 – 2027 dengan nilai trap efisiensi 88% sejumlah 1.822.200,05 m3, sehingga pada tahun 2027 diprediksi tampungan mati hanya menyisakan kapasitas 695.159,26 m3 dan dapat disimpulkan bahwa Waduk Lahor dapat beroperasi hingga usia rencana