cover
Contact Name
Rio Era Deka
Contact Email
turatsunaunisma@gmail.com
Phone
+6282198932510
Journal Mail Official
turatsunaunisma@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27470717     DOI : -
Jurnal Turatsuna ini terbit untuk memberikan tempat berkreasi dan berinovasi bagi para peneliti, penulis, atau pemerhti yang berhasil “membaca “ sebagian realitas pergulatan dan dinamika kehidupan keberagamaan dan kependidikan di tengah masyarakat. Perkembangan kehidupan institusi edukasi, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan keislaman yang menangani atau mengelola subyek didik, menjadi substansi utama dalam penerbitan jurnal Turatsuna ini.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS" : 14 Documents clear
PENGGUNAAN STRATEGI ACTIVE LEARNING DAN METODE EVERYONE IS A TEACHER HERE BAGI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR PLUS QURROTA A’YUN KOTA MALANG Taufig Karjadi
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.582 KB)

Abstract

SD Plus Qurrota A’yun selain menerima siswa normal pada umumnya, juga menerima siswa yang berkebutuhan khusus slow learner  (lambat belajar). Secara fisik, siswa slow learner tidak berbeda dengan siswa lainnya, hanya saja dari tingkat akademis, memiliki nilai di bawah standar minimal, dan mereka cenderung pasif dalam belajar. Sebagai solusinya, guru perlu menerapkan pembelajaran aktif bagi siswa slow learner yaitu penggunaan strategi Active Learning dikombinasikan dengan  metode  Everyone is a Teacher Here  untuk  meningkatkan kualitas belajar siswa slow learner di SD Plus Qurrota A’yun.Adapun tujuan dari penelitian ini sebagai berikut: 1) Untuk mendeskripsi-kan perencanaan penggunaan strategi Active Learning dan metode Everyone is a Teacher Here dalam pembelajaran siswa berkebutuhan khusus (slow learner) di SD Plus Qurrota A’yun Kota Malang; 2) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menggunakan strategi Active Learning dan metode Everyone is a Teacher Here bagi siswa berkebutuhan khusus (slow learner) di SD Plus Qurrota A’yun Kota Malang; 3) Untuk mendeskripsikan hasil evaluasi pembelajaran setelah menggunakan strategi Active Learning dan  metode Everyone is a Teacher Here bagi siswa berkebutuhan khusus (slow learner) di SD Plus Qurrota A’yun Kota Malang.Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi mengenai kondisi sekolah SD Plus Qurrota A’yun dan pembelajaran bagi siswa slow learner dengan menggunakan strategi Active Learning dikombinasikan dengan  metode  Everyone is a Teacher Here, selanjutnya direduksi dan diverifikasi serta ditarik kesimpulan.Adapun kesimpulan dari tesis ini, 1) dalam perencanaan, guru mempersiap-kan perangkat pembelajaran, mengalisis kompetensi inti dan kompetensi dasar dari materi yang akan diajarkan, menyiapkan media yang relevan, dan membuat instrumen evaluasi pembelajaran; 2) dalam pelaksanaan, guru mengabungkan siswa dalam kelompok, dibagikan kartu berisi poin-poin materi pada tiap kelompok untuk didiskusikan dan tanya jawab, siswa slow learner tempat duduknya diatur dekat dengan meja guru untuk mempermudah pengawasan. siswa bergantian menjelaskan atau menjawab kartu poin yang diterima, seolah-olah siswa berperan sebagai guru bagi kelompoknya; 3) dalam evaluasi, terlihat adanya peningkatan antusiame siswa slow learner dalam pembelajaran aktif menggunakan strategi Active Learning dan  metode Everyone is a Teacher Here; Peningkatan kualitas kegiatan pembelajaran. Siswa slow learner  lebih aktif; dan Peningkatan kreativitas dalam pembelajaran.Kata Kunci: Active Learning, Everyone Is a Teacher, Siswa Berkebutuhan Khusus (Slow Learner)
INTERNALISASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI SEKOLAH (STUDI KASUS DI SMAN 1 GRATI KABUPATEN PASURUAN) ahmad muzammil
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.668 KB)

Abstract

Intoleransi berawal dari minimnya pemahaman tentang agama dan minimnya kesadaran tentang perbedaan. Peserta didik di sekolah tingkat lanjutan relatif mudah dipengaruhi oleh lingkungan dan menjadi target potensial perekrutan oleh kelompok radikalisme yang mengatasnamankan agama. Lingkungan sekolah yang ditanamkan nilai-nilai multikultural akan memberikan warna bagi peserta didik yang berkarakter religius, tasamuh dan tawasuth.  Peneltian dilakukan pada Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik. Hasil penelitian ditemukan bahwa : nilai-nilai yang dijadikan dasar kegiatan keagamaan di SMAN 1 Grati, yakni nilai-nilai religius, menanamkan sikap tasamuh (toleransi) dan  menanamkan sikap tawasuth (moderat) melalui proses pemberian pengetahuan tentang moral, proses menumbuhkan kesadaran moral dan proses melatih melakukan kebiasaan baik dalam menanamkan nilai-nilai multikultural melalui kegiatan keagamaan di SMAN 1 Grati. Kegiatan keagamaan yang diteliti adalah kegiatan tilawatul Qur’an, kegiatan Jum’at legi, buletin Islami dan peringatan hari besar Islam.
KOMPETENSI MULTIKULTURAL GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Abdul Halim
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.394 KB)

Abstract

Indonesia sebagai negara majemuk dengan keberagaman budayanya memerlukan sosok guru yang mempunyai kompetensi multikultural dalam proses pendidikannya. Hal ini didasarkan pada pentingnya guru yang menyadari realitas kehidupan bangsa Indonesia. Terlebih lagi bagi guru Pendidikan Agama Islam yang menginternalisasikan nilai-nilai agama kepada peserta didik. Ia dituntut untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan realitas bangsa yang multikultur, oleh karena terkadang agama dijadikan alasan untuk abai terhadap keragaman budaya serta bersikap eksklusif kepada peserta didik. Kajian ini berupaya untuk mendeskripsikan dan menganalisis kompetensi multikultural guru PAI dan implementasinya dalam pembelajaran. Lokus kajian ini berada pada forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan arti bahwa bagaimana guru menyadari keberagaman yang ada dalam kehidupan terhadap relevansi kebutuhan kompetensi multikultural guru PAI. Hasil penelitian menyatakan pertama bahwa dalam konteks kehidupan multikultural dan keragaman peserta didik, guru PAI dituntut untuk mempunyai kompetensi keilmuan, multikultural, profesional, sosial dan leadership. Kedua, ruang lingkup kompetensi multikultural dapat diklasifikasikan pada aspek sikap positif, basis pemahaman multikultural, skill pedagogi dan kompetensi leadership guru PAI Kata Kunci: Kompetensi Multikultural, Guru PAI
Inklusivisme Konsep Etika Religius pada Materi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Ali Ahmad Yenuri
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.375 KB)

Abstract

AbstrakKajian tentag konsep etika religius pada tingkat sekolah dasar menjadi sangat penting karena ia merupakan basis etis dalam menjalankan pralaku beragama. Dalam konteks pendidikan agama Islam di sekolah dasar, etika religius bisa ditemukan terutama pada materi PAI. Etika religius yang tersebar pada semua materi PAI tersebut secara umum mengandung basis etis bagi inklusivisme. Sebagai sebuah konsep yang inklusif, etika tersebut bisa menjadi modal penting baik bagi guru maupun siswa mengingat kedua sekolah tersebut terdiri dari guru dan siswa yang multikultur, baik dari sisi etnis, agama, maupun budaya. Kajian ini bertujuan untuk menemukan konsep etika religius yang tersebar pada materi PAI dan menemukan inklusivisme pada konsep etika religius dalam materi PAI. Peneliti menggunakan perpaduan antara kajian teks dan penelitian kualitatif berjenis fenomenologi. Hasil penelitian menemukan tiga hal. Pertama, berdasarkan pemetaan yang dilakukan peneliti, konsep etika religius tersebut meliputi etika ketuhanan, etika kenabian, etika keagamaan, etika kemanusiaan, etika kebangsaan, dan etika lingkungan. Kedua, inklusivisme bisa ditemukan dalam konsep etika religius. Secara umum konsep-konsep etika riligius yang tersebar dalam materi PAI mengandung pemikiran, nilai, sikap dan tindakan inklusif. Ketiga, pada domain pembelajaran, konsep etika religius tersebut juga berkaitan dengan inklusivisme pada aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan sosial.    Kata Kunci: Inklusivisme, Konsep Etika Religius, Materi PAI. AbstractThe study of the concept of religious ethics at the elementary school level is very important because it is the ethical basis for practicing religious practice. In the context of Islamic religious education in elementary schools, religious ethics can be found especially in the material of Islamic Education. The religious ethics that are spread across all the PAI materials generally contain an ethical basis for inclusivism. As an inclusive concept, ethics can be an important asset for both teachers and students considering that the two schools consist of teachers and students who are multicultural, both from an ethnic, religious and cultural perspective. This study aims to find the concept of religious ethics that is spread in Islamic Education material and to find inclusivism in the concept of religious ethics in Islamic Education material. Researchers use a combination of text study and qualitative phenomenological research. The results of the study found three things. First, based on the mapping conducted by researchers, the concept of religious ethics includes divine ethics, prophetic ethics, religious ethics, human ethics, national ethics, and environmental ethics. Second, inclusivism can be found in the concept of religious ethics. In general, the concepts of religious ethics that are spread in PAI materials contain inclusive thoughts, values, attitudes and actions. Third, in the learning domain, the concept of religious ethics is also related to inclusivism in cognitive, affective, psychomotor, and social aspects. Keywords:  Inculusivism, religious ethics, subject matter of religious education.
FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) DALAM PENANAMAN SIKAP TASAMUH MASYARAKAT Dediek kurniawan
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.614 KB)

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara yang sangat besar dengan memiliki sumber daya alam yang melimpah juga identik dengan penduduk masyarakatnya yang majemuk dan beragam. Dengan kondisi yang seperti itu bukan berarti menghalangi untuk bersatu dan damai. Namun, justru dengan beragam dan kemajemukannya dapat menjadikannya kekuatan yang besar jika dikelola dengan baik. Oleh karena itu penanaman sikap tasamuh/toleransi di negara kita termasuk di daerah-daerah yang ada di Indonesia sangatlah penting. Dalam hal ini yang dipelopori oleh forum kerukunan umat beragama (FKUB) Jombang merupakan langkah yang strategis dalam upaya menjaga persatuan dan perdamaian bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengungkap tentang nilai-nilai sikap tasamuh/toleransi yang sudah ditanamkan oleh jajaran pengurus FKUB Jombang dalam perspektif pendidikan Islam di dua dusun, yakni dusun Ngepeh kecamatan Ngoro dan dusun Subontoro kecamatan Mojoagung.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, subjek dalam penelitian ini adalah pengurus FKUB, tokoh agama dan masyarakat juga perangkat desa/dusun dari 2 kecamatan (Ngepeh Ngoro dan Subontoro Mojoagung). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan (observasi partisipan), wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data berlangsung secara simultan yang dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi, member check dan diskusi dengan kolega.Dengan menggunakan teori “qobul akhor” yang dicetuskan oleh Milad Hanna dan dipertajam dengan teori “al-insan madaniyyun bit-thob’i” oleh Ibnu Khaldun, penelitian ini memiliki beberapa kesimpulan. Berbagai nilai-nilai tasamuh yang juga disampaikan Mukti Ali juga yang ditemukan di lapangan antara lain: Saling Menghormati dan Menghargai, Saling Mengerti dan Memahami, Kesadaran sikap Adil dan jujur, Mengakui hak orang lain, Berjiwa falsafah pancasila, Silaturrohim/Pertemuan dan Kunjungan kerja. Nilai-nilai sikap toleransi baik intern maupun antar agama benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat lintas agama Jombang dengan terwujudnya kerukunan dan kedamaian pada stabilitas kehidupan kerukunan yang ada pada daerah-daerah yang ada di kabupaten Jombang terfokus pada 2 dusun/desa yang ada di Jombang yakni Ngepeh Rejoagung dan Subontoro Mojotrisno Jombang. Kata kunci: FKUB, Tasamuh, Masyarakat Jombang 
POTENSI PENDIDIKAN HAK ASASI MANUSIA “MEMPERSIAPKAN SISWA DALAM KONTEKS KERAGAMAN BUDAYA” Muhammad Khairil Mustofa
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.946 KB)

Abstract

Pendidikan hak asasi manusia sangat diperlukan dalam mempersiapkan siswa yang hidup dalam konteks masyarakat multikultural. Pendidikan hak asasi manusia mempunyai potensi besar memberikan kontribusi mendasar dalam menanamkan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia bagi siswa. Namun lingkungan sekolah yang menjadi tempat pelaksanaan pendidikan hak asasi manusia memiliki persoalan dan tantangan tersendiri yang berpotensi menghambat terlaksananya pendidikan hak asasi manusia. Sehingga diperlukan komitmen kuat dari sekolah untuk memaksimalkan potensi pendidikan hak asasi manusia dengan menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi terlaksananya prinsip-prinsip demokrasi atas dasar hak asasi manusia.Kata Kunci: hak asasi manusia, demokrasi, partisipasi,
PEMBELAJARAN SENI RELIGIUS DI SEKOLAH DASAR PURWODADI PASURUAN Januar Abdi
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.302 KB)

Abstract

 Pembelajaran seni religius di sekolah dasar Kecamatan Purwodadi sering kali luput dari perhatian guru PAI, yang mana urgensi dari pembelajaran seni ini dapat menumbuh kembangkan bakat dan kreatifitas anak didik dalam bidang seni keagamaan dan sudah tentu dapat menambah nilai positif pada anak. Tujuan pendidikan seni terutama di sekolah dasar diarahkan untuk membentuk pada diri siswa sikap kritis, apresiasif dan kreatif serta menumbuhkan kepekaan rasa estetik dan artistik secara menyeluruh.  Sebagai tindaklanjut, perlu diadakan penelitian tentang pembelajaran seni religius di Sekolah Dasar Kec. Purwodadi Pasuruan.Adapun fokus penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah perencanaan guru PAI dalam pembelajaran seni religius di Sekolah Dasar Kecamatan Purwodadi Pasuruan?; 2) Bagaimanakah pelaksanaan guru PAI dalam pembelajaran seni religius di Sekolah Dasar Kecamatan Purwodadi Pasuruan?; 3) Bagaimanakah hasil evaluasi guru PAI dalam pembelajaran seni religius di Sekolah Dasar Kecamatan Purwodadi Pasuruan?Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data hasil wawancara, observasi dan dokumentasi mengenai guru PAI, pembelajaran seni religius, data dan program KKG PAI Kecamatan Purwodadi selanjutnya direduksi dan diverifikasi serta ditarik kesimpulan.Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu: 1) dalam perencanaan, guru PAI menyusun program kerja dan program kegiatan seni religius, serta proposal kegiatan jika berkaitan dengan pendanaan/anggaran dana; Mengadakan seleksi anggota seni religius, melalui program minat bakat anak; Melengkapi sarana prasana atau alat yang dibutuhkan dalam pembelajaran seni religius; Mengasah ketrampilan guru PAI dalam seni religius; 2) dalam pelaksanaan, Persiapan alat latihan dan sound system; Berdoa sebelum dan sesudah latihan; Guru berperan sebagai pendamping dan juga pelatih; Model pembelajaran yang digunakan cooperative learning, metode yang digunakan bervariasi seperti: ceramah, tanya jawab, demonstrasi, praktek, drill dan penugasan serta ditambah baca simak untuk qiro’ah dan tahfizh; Teori diberikan secara inklusif dalam praktek; Pelatihan seni dilakukan secara rutin dan disiplin; Guru memberikan motivasi; 3) dalam hasil evaluasi, adanya peningkatan ketrampilan guru PAI dalam bidang seni religius baik hasil belajar secara otodidak maupun melalui berlatih dengan ahlinya; Peningkatan motivasi guru PAI dalam bidang seni religius, dan Peningkatan prestasi guru PAI dalam bidang seni religius ditandai dengan prestasi siswa binaan yang menjuarai beberapa lomba atau festival seni religius baik tingkat Kecamatan dan Kabupaten.Kata Kunci : Pembelajaran, Seni Religius
Kiai dan Pengembangan Nilai-nilai Multicultural di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet Mojokerto saifuddin saifuddin
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.802 KB)

Abstract

ABSTRACTMulticulturalism is highly relevant to Islam.  Multicultural values go alongside Islamic values.  The implementation and practice of multiculturalism in Islamic education has been running in the natural life of the pesantren community.  However, multiculturalism in pesantren cannot be separated from the participation of a kiai as the highest leader. This paper reveals the multicultural values found in the natural life of the pesantren community;  when the students study, in the dormitory, the Koran, when they eat, pray, read wirid and so on.  In addition, this paper reveals the existence of a kiai figure who is the actor behind the development of multicultural values.  Multicultural values are revealed by examining the daily life of students, which in the grounding of multicultural values runs naturally.  Behind all that, there are patterns or models developed by the kiai, namely;  building multicultural communities — avoiding sectarian conflicts — fostering moderate Islam and countering radical ideologies. Keywords: Kiai, Islamic Boarding School, Multicultural ValuesABSTRAKMultikulturalisme sesungguhnya sangat dekat dengan Islam. Nilai-nilai multicultural berjalan beriringan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Implementasi dan praktik multikulturalisme di dunia pendidikan Islam telah berjalan dalam kehidupan alamiah masyarakat pesantren. Namun, multikulturalisme di pesantren tidak dapat dipisahkan dari peran serta seorang kiai sebagai pimpinan tertinggi. Tulisan ini mengungkap nilai multikultural yang terdapat dalam kehidupan alamiah masyarakat pesantren; ketika santri belajar, di asrama, mengaji, ketika santri makan, shalat, membaca wirid dan sebagainya. Selain itu, tulisan ini mengungkap keberadaan sosok kiai yang menjadi aktor dibalik berkembangnya nilai multikultural. Nilai-nilai multicultural diungkap dengan menelisik kehidupan sehari-hari santri, yang dalam pembumian nilai-nilai multicultural berjalan dengan alami. Dibalik itu semua, terdapat pola atau model yang dikembangkan oleh kiai yaitu; membentuk komunitas multikultural—menghindari konflik sektarian—menumbuhkan Islam moderat dan menangkal ideologi radikal.Kata Kunci: Kiai, Pondok Pesantren, Nilai-nilai Multikultural
MENGUAK NILAI PENDIDIKAN ISLAM MODERAT DI PESANTREN FEDERASI ANNUQAYAH GULUK-GULUK SUMENEP Ach Sayyi
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.756 KB)

Abstract

Abstrak:Pesantren dalam upayanya mempertahankan keutuhan bangsa terutama dalam bidang agama, hendaknya memilki sikap moderat. Moderasi dalam pendidikan pesantren menjadi harga mati mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultural. Perbedaaan agama, suku, ras, etnis hendaknya tidak disikapi secara berlebihan tetapi harus disikapi sebagai suatu anugerah dan pemberian dari Allah SWT yang lestarikan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang moderat harus senantiasa menangkal berbagai paham radikal, liberal, maupun aliran takfiri yang secara masif muncul dan menyerang keutuhan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan memberikan interpretasi terhadap temuan nilai-nilai pendidikan Islam moderat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, teknik pengumpulan datanya melalui wawancara, pengamatan dan studi dokumen terkait, sedangkan analisis datanya menggunakan model analisis interaktif yang di tawarkan Miles and Huberman. Temuan penelitian ini terdiri tiga nilai, yaitu; 1) Integritas spritual yang meliputi nilai Qana’ah dan nilai Andhep Asor (tawadhu’); 2) Integrasi sikap nasionalisme dan religious yang meliputi nilai cinta tanah air, nilai kepekaan sosial, dan nilai kasih sayang; dan 3) Intergitas sosial berbasis kearifan lokal (local wisdom) yang meliputi nilai Acabis (sowan) ke Kyai, nilai kebersamaan dan solidaritas, nilai kesederhanaan santri, nilai Istiqamah (konsisten), nilai silaturrahim, nilai panglatin (khadhim), nilai gotong royong, nilai kebebasan, dan nilai kemandirian santri. Kata kunci: Integritas spritual, Nasionalisme dan Religius, Sosial berbasis kearifan lokal
BUDAYA TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA NEGERI 1 KEMPO KABUPATEN DOMPU abdul Habi
Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : Turatsuna : Jurnal Keislaman dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.226 KB)

Abstract

Dalam jurnal ini peneliti menfokuskan penelitian di SMA Negeri 1 Kempo Kabupaten Dompu, yaitu pada budaya toleransi antar umat beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi metode wawancara serta observasi. Dokumentasi akan digunakan dengan cara membaca dan menggali informasi dari dokumen dan dari agenda kegiatan keagamaan guru dan siswa. Dan wawancara digunakan untuk menggali informasi yang utuh dari sekolah tersebut. Sedangkan observasi adalah pengamatan secara langsung pada objek penelitian, yakni siswa dan Guru di SMA Negeri 1 Kempo Kabupaten Dompu.Maka kesimpulan dalam Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa guru menggunakan Pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada siswa seperti pendekatan historis, pendekatan sosiologis, pendekatan kultural, pendekatan emosional, pendekatan, keteladana, dan pendekatan rasional serta fungsional. Dan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah metode pembelajaran yang berbasis toleransi dan metode pembelajaran penyampaian materi di kelas seperti metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, kerja kelompok. Sedangkan proses pembelajaran selanjutnya guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Kempo menyampaikan materi pembelajaran tidak hanya dalam ruang kelas, tetapi di luar kelas juga menjadi titik fokus bagi guru seperti kegiatan keagamaan, tadarus, peringatan hari besar Islam, buka puasa bersama dan kegiatan keagamaan lainya, serta saling membantu antar warga sekolah tanpa memandang latar belakang agamanya. Sikap yang demikian ditunjukan langsung oleh guru baik dalam proses belajar mengajar maupun dalam pergaulan dilingkungan sekolah.Kata kunci: budaya toleransi antar umat beragama, pembelajaran pendidikan agama islam

Page 1 of 2 | Total Record : 14