cover
Contact Name
Prihatin Oktivasari
Contact Email
jalaludin.rasyid@pnj.ac.id
Phone
+62818864451
Journal Mail Official
p3m@pnj.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL POLI-TEKNOLOGI
ISSN : 14122782     EISSN : 24079103     DOI : https://doi.org/10.32722/pt.v20i1
Poli-Teknologi Journal is a journal, which began publication in 2002, published by the Research and community service Unit of Politeknik Negeri Jakarta. It starts from Volume 1 Number 1 in January 2022 for printed version; ISSN (print) 1412-2782 and ISSN (online) 2407-9103. Poli-Teknologi Journal is a series of scientific publications in applied science and technology area from the perspective of a multi and interdisciplinary studies and it is published 3 times in year.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 1 (2021)" : 9 Documents clear
Analisis Penerapan Sistem K3 terhadap Kinerja Proyek Jalan Tol Cijago Seksi 2B PT Hutama Karya Yunika Yunika
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v20i1.2811

Abstract

Menyadari pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) agar dapat memberi rasa aman dan mencegah kecelakaan kerja sehingga dapat meningkatkan semangat ataupun kinerja para pekerja lainnya. Penelitian membahas mengenai pengaruh  penerapan  keselamatan  dan  kesehatan  kerja  (K3)  terhadap  kinerja pekerja proyek konstruksi. Perusahaan-perusahaan diminta segera menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) baru sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.5 Tahun 2018 tentang K3.Pengusaha dan Pengurus yang tidak memenuhi ketentuan dalam Peraturan Menteri ini dikenakan sanksi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.Dalam kesempatan kali ini Peneliti menggunakan metode kuantitatif dan penelitiaan dilaksanakan di tol Cijago Depok pada jam kerja  Nilai bobot rerata 84% maka dapat dikatakan bahwa penerapan system Manajeman keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) pada proyek jalan tol cijago seksi 2 B ini telah berjalan Cukup Baik dan Efektif  Namun dalam penelitian ini telah didapat beberapa variable yang mempunyai nilai skor terendah dan dapat mempengaruhi kinerja proyek oleh sebab itu variable tersebut akan diberikan tindakan preventive variable yang termasuk adalah variable yang memiliki bobot < 76%  yaitu : X13 dimana adalah variable dengan keterangan ” Perusahaan memaparkan hasil pengukuran kebisingan, getaran, suhu, debu untuk memastikan pelaksanaan K3 berjalan dengan baik dan benar” oleh sebab itu berdasarkan pendapat pakar perlu adanya tindakan preventive Sedangkan diketahui ada bobot variable yang dapat mempengaruhi kinerja proyek yaitu variable yang mempunyai bobot paling besar yaitu X17 tentang  “Peraturan dan prosedur K3 sangat diperlukan” dengan bobot 89% artinya kinerja proyek dipengaruhi oleh pekerja proyek yang merasa aman jika ada peraturan dan prosedur K3 yang diperlukan dengan jelas dipaparkan  dan terbukti dengan peningkatan di kurva S
EKSTRAKSI PASIR SLIKAT (SILLICOND SAND) SEBAGAI MATERIAL SUBTRAT PADA SENSOR GAS DAN TURUNANNYA Tossin Alamsyah
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v20i1.2893

Abstract

Pasir silika adalah material dari kristal silika (SiO2) dan senyawa lainnya yang mengandung material lain  selama proses deposisi, memiliki komposisi gabungan dari SiO2, Fe2O3, Al2O3, CaO, MgO, dan K2O.  Sensitivitas atau responsivitas suatu sensor gas dapat dipengaruhi oleh porositas pada permukaan substrat, umumnya substrat material dari sensor gas digunakan alumina (Al2O3) atau dioxside silikon (SiO2).Pada artikel  ini membahas tentang hasil proses sintering pada pasir silika yang bertujuan untuk mendapatkan struktur SiO2 yang baik, khusunya dalam parameter konduktivitas termal. Proses sintering dilakukan pada pasir silika dengan campuran almunium sulfat (AlSo4) pada 1600o untuk hasil kemudian tumbuk menjadi tiga (3) buah sampel yaitu sampel A ukuran  mesh 300, Sampel B ukuran mesh 500 mesh dan sampel C ukuran mesh  1000 mesh.Hasil pengamatan, jika tiga sampel dipanaskan (T) sampai 1000 , sampel C memiliki responsivitas tinggi untuk dibandingkan dengan sampel a dan b dengan rasio 5,7; 5,4 dan 4,8. Disimpulkan bahwa bahan substrat dengan ukuran mesh kecil  (sampel C, 1000) memiliki resistivitas termal yang tinggi dibandingkan dengan ukuran bahan mesh rendah , sampel A (mesh 300) dan  dan B(mesh 500).Akhirnya  ketika diimplementasikan dalam model sensor Gas CO, dihasilkan bahwa sample C dengan mesh 1000 memiliki thermal sensitivitas yang lebih besar dibandingkan dengan sampel B dan A
KALIBRASI MODEL ELEMEN HINGGA SAMBUNGAN PELAT-UJUNG DIPERPANJANG Sonatha Christianto
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v20i1.2922

Abstract

Penggunaan sambungan pelat-ujung diinisiasi akibat banyaknya kegagalan tidak terduga sambungan las seluruhnya. Perkembangan metode elemen hingga memungkinkan pengujian sambungan dilakukan dengan analisis elemen hingga. Analisis elemen hingga mampu menghemat waktu dan biaya dibandingkan uji eksperimen. Analisis elemen hingga yang dilakukan perlu menggunakan model terkalibrasi, agar analisis mampu menggambarkan fenomena sesungguhnya. Kalibrasi dilakukan dengan mengacu kepada uji eksperimen oleh Shi Gang (2006). Kalibrasi yang dilakukan adalah dengan merubah bentuk actuator dan juga pemodelan kontak mur dengan pelat. Geometri actuator perlu dirubah, karena actuator uji ekperiment tidak bersifat seperti sendi murni. Kontak mur dengan pelat dirubah dari frictional menjadi bonded untuk menghilangkan masalah konvergensi dan mengurangi biaya komputasi. Model elemen hingga dengan parameter kalibrasi tersebut, memiliki kekakuan peak-to-peak siklus yang hampir sama (<1%) dengan model uji eksperimen. Sehingga, kalibrasi dapat dinyatakan selesai.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK DENGAN SISTEM KONTRAK LUMPSUM (STUDI KASUS:PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL BEKASI-CAWANG-KAMPUNG MELAYU) Siti Irmawati
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v20i1.2933

Abstract

Kontrak lump sum memiiki kelebihan dan kekurangan yang perlu dijadikan bahan pertimbangan oleh kontraktor untuk menentukan tindakan dalam mengatasi risiko. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisa tingkat risiko yang mungkin akan dialami oleh kontraktor dalam sebuah proyek dengan sistem kontrak yang sudah berjalan dan melakukan manajemen risiko. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, brainstorming, dan menggunakan kuesioner berdasarkan penelitian sebelumnya. Berdasarkan hasil pengujian validitas dan reabilitas, risiko yang valid kemudian dianalisa  menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process method), menghitung nilai FR (Faktor Risiko) berdasarkan metode SNI (Standar Nasional Indonesia), dan menggunakan metode Decision Tree Analysis untuk menjelaskan faktor risiko yang mempengaruhinya. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa risiko yang memiliki nilai faktor terbesar dari tiap tahapan proyek adalah: 1) Perencanaan: Perijinan proyek = 0,594 ; 2) Proses lelang & kontrak kerja : Sistem kontrak yang digunakan = 0,560 ; 3) Pelaksanaan konstruksi : Kecelakaan kerja = 0,601 ; 4) Penyimpangan dalam pelaksanaan dan operasional terhadap perencanaan : Sumber pembiayaan = 0,573. Kemudian mitigasi risiko dapat dilakukan.
ANALISIS SAMBUNGAN BALOK PRECAST SEDERHANA DENGAN SISTIM DOUBLE LAPSPLICES MIDDLE WET JOINT DI MOMEN MAKSIMUM Andrias Rudi Hermawan
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v20i1.2998

Abstract

Pada penelitian sambungan balok pracetak sederhana dengan sistm double lapsplices middle wet joint pada balok pracetak ini telah dihasilkan suatu perbandingan kekuatan lentur antara balok pracetak dengan sambungan di tengah bentang (middle wet joint) dengan balok konvensional. Metoda pengujian yang diterapkan adalah pembebanan satu titik pada balok di tengah bentang.Dari hasil yang ada terlihat bahwa performa balok pracetak yang disambung di tengah bentang dengan sistim middle wet joint dibandingkan dengan balok konvensional adalah lebih baik, hal itu dibuktikan pada kurva hubungan lendutan-beban antara benda uji konvensional 1 dan benda uji konvensional 2 dengan benda uji pracetak 1 dan benda uji precast 2. Dari kurva yang ada diketahui bahwa benda uji balok pracetak 1 mempunyai lendutan 10 mm pada beban 151,8 KN dan benda uji precast 2 mempunyai lendutan 16 mm pada beban 169,2 KN sedangkan pada benda uji konvensional 1 mempunyai lendutan 47 mm pada beban 145,5 KN dan benda uji 2 mempunyai lendutan 40 mm pada beban 144,7.KN. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa balok precast mempunyai performa yang lebih baik dibandingkan balok konvensional.
STUDI EKSPERIMENTAL BALOK KAYU LAMINASI DENGAN VARIASI MODULUS ELASTISITAS DAN BENTUK PENAMPANG Alvianti Alvianti
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v20i1.3000

Abstract

Balok kayu glulam digunakan untuk mendapatkan dimensi penampang yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari kapasitas lentur yang optimal berdasarkan bentuk penampang glulam dari 4 buah papan. Tujuan lainnya adalah membandingkan perilaku lentur balok glulam Albasia dan kombinasi jenis kayu Albasia-Meranti. Papan kayu disusun menjadi penampang persegi panjang, I, dan boks menggunakan perekat ‘epoxy’. Dasar perencanaan bentuk penampang I dan boks adalah memiliki shear flow terkecil pada pertemuan web dan flens. Balok glulam kombinasi jenis kayu menggunakan kayu Meranti pada bagian flens penampang I dan boks. Pengujian lentur balok menggunakan metode ‘third point loading’. Kapasitas lentur dan daktilitas balok glulam Albasia seluruhnya dengan penampang I adalah yang paling besar dibandingkan balok penampang persegi panjang dan boks glulam Albasia seluruhnya. Penggunaan kayu Meranti pada flens meningkatkan kapasitas lentur penampang I dan boks hingga 44.41% dan 57.56% dibandingkan balok glulam Albasia seluruhnya. Namun kombinasi tersebut menurunkan daktilitas penampang I dan boks hingga -26.27% dan -17.11% dibandingkan glulam Albasia seluruhnya. Moda kegagalan dominan pada penampang persegi panjang adalah kegagalan lentur. Moda kegagalan dominan pada penampang I dan boks Albasia adalah kombinasi kegagalan lentur dan geser. Moda kegagalan dominan pada penampang I dan boks glulam kombinasi Albasia-Meranti adalah kombinasi kegagalan lentur dan geser.
RANCANG BANGUN SAFETY DEVICE COOLING DOWN AUTOMATIC PADA UNIT HEAVY EQUIPMENT DOZER D3K CATERPILLAR BERBASIS MICROCONTROLLER Abdul Halim; Mangkona Mangkona; Muh. Taufik; Andi Saputra
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v20i1.3496

Abstract

Terjadinya problem mengenai prosedur pengoperasian yang tidak sesuai pada heavy equipment di lapangan, merupakan salah satu penyebab usia komponen tidak tercapai secara maksimal. Maka dari itu perlu adanya sebuah inovasi untuk lebih memudahkan dalam monitoring dan pengoperasian heavy equipment utamanya pada saat terjadi pergantian shift kerja operator heavy equipment. Pengalaman operator dibeberapa kegiatan mining, banyak operator mematikan engine secara tiba-tiba sehingga dampaknya pada engine bisa menimbulkan over heating yang mengakibatkan terjadinya keausan yang berlebihan dan akan berdampak pada performance engine tersebut. Dan karenanya tujuan pembuatan safety device  cooling down yang berbasis microcontroller merupakan alat yang berfungsi untuk mematikan engine saat engine low idle dengan settingan waktu sesuai standar operasional procedure yang dimiliki masing-masing machine. Machine yang telah dioperasikan under load, maka engine harus dilakukan low idle/ cooling down untuk beberapa saat, agar temperature panas pada permukaan engine turun, sehingga komponen yang panas dapat terlumasi dengan baik. Dengan pembuatan safety device engine cooling down diharapkan dapat membantu dalam proses monitoring dan pengoperasian heavy equipment. Dari hasil pengujian lapangan relay yang mengontrol kelistrikan unit berfungsi dengan baik dan safety device cooling down  memiliki waktu 5 menit untuk engine shutdown.
Gorong-gorong Sebagai Media Filter Air Bersih Ida - Zuraida
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v20i1.3505

Abstract

Air bersih dengan kreteria jernih, tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa, dipenuhi oleh pemerintah setempat memiliki keterbatasan layanan. Lingkup penelitian meliputi membuat sumur sampai membuat filter air. Ouput system berupa air yang diuji tingkat kejemihan dan tingkat kekeruhannya di Laboratorium. Dalam penelitian ini tahapan yang dilakukan yaitu pembuatan sumur, pembuatan system intake, system distribusi ke filter, pembuatan system filter dengan tiga model, ujicoba dan evaluasi, pengambilan sampel dan pengujian. Hasil penelitian berupa karya cipta filter dan kualitas air. Kualitas periode awal dengan parameter kejernihan antara 46,8 – 55,5 mg/l dengan prosentase penurunan sebesar 7% sedangkan dengan parameter kekeruhan antara 157 – 227 NTU, prosentase penurunan sebesar 12%. Kualitas periode pertengahan dengan parameter Kejernihan antara 52,4 – 65 mg/l dengan prosentase penurunan 0% sedangkan dengan parameter Kekeruhan antara 32,5 – 151 NTU dengan prosentase penurunan sebesar antara 0 – 79%. Kualitas periode akhir dengan parameter Kejernihan 4,3 mg/l dengan prosentase penurunan sebesar 5% sedangkan parameter Kekeruhan antara 88,7 – 109 NTU dengan prosentase penurunan antara 20 – 35%. Harapan awal gorong-gorong dapat ditembus oleh air tetapi kenyataan dilapangan tidak tercapai. Harapan kedua untuk mengarahkan aliran air dari bawah keatas melalui media pasir juga tidak tercapai. Harapan satu-satunya yaitu melalui bagian dasar gorong-gorong yang masih bisa ditembus oleh air dan agak sedikit bisa menyaring air tetapi ini juga tidak efektif karena pada saat open per model menimbulkan piping. Penelitian ini masih belum sempurna, masih perlu dilakukan pengembangan agar bisa diterapkan.
KAJIAN TAHAPAN PRA-STABILISASI MENGGUNAKAN ABU VULKANIK TERHADAP STABILISASI TANAH LEMPUNG ORGANIK ARTIFISIAL DENGAN SEMEN UNTUK DESAIN JOINTED PLAIN CONCRETE PAVEMENT Verdy Ananda Upa; Rahmat Setyadi; Abi Maulana Hakim
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v20i1.3540

Abstract

Tanah lempung lunak adalah jenis tanah lempung yang memiliki nilai CBR rendah dan swelling yang besar, selain itu bahan organik dalam tanah lempung tersebut harus menjadi bahan pertimbangan, karena jika melewati batas maksimum akan mereduksi kekuatan dan stabilitas dari proses stabilisasinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan abu vulkanik dan semen Portland terhadap kekuatan dan stabilitas tanah lempung organik artifisial serta tebal perkerasan rencana yang digunakan. Tahap perlakuan awal, tanah lempung lunak dicampur dengan 3 variasi kadar abu vulkanik, kemudian diperam selama 3 hari. Tahap perlakuan akhir, tanah hasil campuran ditambahkan 5% semen Portland, lalu kembali diperam selama 3 hari. Pengujian sifat fisis meliputi  spesifik gravity, batas cair, batas plastis. Specific gravity meningkat dari 2,58 menjadi 2,65, batas cair menurun dari 71,48% menjadi 43,45%, batas plastis meningkat dari 28,96% menjadi 34,08%, indeks plastisitas menurun dari 42,52% menjadi 9,37%. Pengujian sifat mekanis meliputi pemadatan, CBR, dan pengujian swelling. OMC mengalami penurunan dari 33,696% menjadi 29,586%,  MDD mengalami peningkatan dari 1,319% menjadi 1,351%, CBR mengalami peningkatan dari 2,87% menjadi 9,77%, dan swelling mengalami penurunan dari 2,36% menjadi 0,45%, serta tebal perkerasan rencana berkurang dari 15 cm menjadi 8 cm untuk campuran tanah lempung organik dengan 15% abu vulkanik dan 5% semen.

Page 1 of 1 | Total Record : 9