cover
Contact Name
Ni Ketut Adi Mekarsari
Contact Email
adi.mekarsari@unipas.ac.id
Phone
+628123849552
Journal Mail Official
adi.mekarsari@unipas.ac.id
Editorial Address
Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali, Indonesia - 81125 email: adi.mekarsari@unipas.ac.id
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Jurnal Manajemen Widya Amerta
ISSN : 24067792     EISSN : 26232367     DOI : https://doi.org/10.37637/wa.v9i1
Core Subject : Economy, Science,
Jurnal Fakultas Ekonomi "Widya Amerta" (p-ISSN: 2406-7792; e-ISSN: 2623-2367) is aimed at the scientific community and practitioners in the field of management, business and industry, universities, and research institutions related to management. JFE "Widya Amerta" contains research results and conceptual studies in the field of management.
Articles 121 Documents
WORD OF MOUTH, CITRA RUMAH SAKIT DAN LOYALITAS PASIEN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BULELENG Ni Ketut Sumeliani
Widya Amerta Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.71 KB) | DOI: 10.37637/wa.v8i2.902

Abstract

Kemampuan manajemen mengelola rumah sakit yang dimilikinya akan memberikan keuntungan yang besar bagi rumah sakit yang bersangkutan. Pemasaran jasa melalui mulut ke mulut merupakan awal produsen untuk membangun kesadaran, menginformasikan, memengaruhi dan mendidik konsumen mereka tentang produk atau jasa yang mereka berikan. (Lovelock , dan Jochen, 2011). Citra merupakan aset tidak berwujud (intangible assets) yang berharga dari perusahaan. Citra positif memungkinkan sebuah perusahaan untuk mendapatkan nilai reputasi dan keunggulan kompetitif (Porter dan Claycomb, 1997). Sebuah citra yang baik akan meningkatkan kepuasan pelanggan, kualitas layanan, loyalitas, dan niat pembelian kembali. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuisioner dengan sampel berjumlah 100 responden. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan accidental random sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Analisis statistik dan pengujian hipotesis menggunakan analisis korelasi berganda, analisis regresi liner berganda, koefisien determinasi, uji F dan uji t dengan menggunakan bantuan program Microsoft Excel dan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) for windows Version 20,00. Berdasarkan simpulan maka dapat disarankan 1). Pihak RSUD Buleleng hendaknya tetap memperhatikan promosi word of mouth karena pada era sekarang ini konsumen (pasien) lebih cepat  mendengar atau memeroleh informasi dari mulut ke mulut (word of mouth)  tentang keberadaan rumah sakit RSUD Buleleng. 2) Citra rumah sakit perlu juga diperhatikan karena kepercayaan yang dimiliki oleh seseorang (pasien) terhadap rumah sakit dipengaruhi oleh kepercayaan atau kesan tentang rumah sakit RSUD Buleleng.
KEDISIPLINAN, KOMPETENSI DAN KINERJA PEGAWAI DI BADAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN BULELENG Ni Ketut Sri Ayu Lestari; I Made Madiarsa; Gede Suardana
Widya Amerta Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.52 KB) | DOI: 10.37637/wa.v6i2.386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kedisiplinan, kompetensi terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Buleleng.Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara (interview), dokumentasi, dan kuesioner. Data analisis yaitu (1) Analisis Deskriptif, (2) Uji validitas dan Uji Reabilitas, (3) Uji Asumsi Klasik, (4) Analisis Regresi Berganda, (5) Analisis Determinasi, (6) Uji Signifikan (t-test), (7) Uji Signifikan (f-test).Hasil uji validitas dan reabilitas kedisiplinan diperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,839. Nilai Cronbach’s Alphakompetensi sebesar 0,845 sedangkan nilai Cronbach’s Alpha kinerjasebesar 0,869, karena nilai Cronbach’s Alpha kedisiplinan, kompetensi dan kinerja lebih besar dari 0,60 maka diputuskan instrumen dan data tersebut reliable. Data hasil kuesioner dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, t-test, f-test program SPSS for windows versi 21 dan analisis kualitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 74 orang. Hasil analisis berganda diperoleh model persamaan garis Y = 3.621 + 0.316X1 + 0.241X2. nilai diterminasi sebesar 31,69%,hal ini menunjukkan 31,69% perubahan yang terjadi pada kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Buleleng dapat dijelaskan oleh kedisiplinan dan kompetensi. Uji t-test dan f-test diperoleh hasil yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh secara signifikan variabel kedisiplinan dan kompetensi terhadap kinerja pegawai di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Buleleng. Maka saran yang dapat diajukan kepada pimpinan Badan Keuangan Daerah Kabupaten Buleleng untuk melakukan kebijakan-kebijakan terkait peningkatan kedisiplinan dan kompetensi pegawai perlu ditingkatkan lagi untuk memperoleh kinerja yang maksimal.
LIKUIDITAS, KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF DAN RENTABILITAS BUM DESA “SARI SEDANA” DESA SIDETAPA KABUPATEN BULELENG Kadek Lia Peni; I Made Madiarsa; Ni Putu Sri Wati
Widya Amerta Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.161 KB) | DOI: 10.37637/wa.v8i1.796

Abstract

BUM Desa, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola asset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara parsial likuiditas dan kualitas aktiva produktif (KAP) terhadap rentabilitas BUM Desa Sari Sedana Desa Sidetapa, Buleleng, serta untuk mengetahui variabel yang berpengaruh dominan. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis kuantitatif yaitu rasio likuiditas, Kualitas Aktiva Produktif, Rentabilitas, analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, analisis determinasi, analisis t-test, analisis f-test dan uji dominan. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh model persamaan garis regresi yaitu Ŷ = 1,935 + 0,003X1 - 0,055X2. Koefisien regresi variabel likuiditas (bertanda positif) mempunyai makna ada pengaruh positif likuiditas terhadap rentabilitas. Koefisien regresi variabel KAP (bertanda negatif) mempunyai makna ada pengaruh negatif KAP terhadap rentabilitas. Nilai determinasi sebesar 65,50%. Ini berarti 65,50% perubahan Rentabilitas BUM Desa Sari Sedana Desa Sidetapa dapat dijelaskan oleh Likuiditas dan KAP. Hasil t-test diketahui nilai thitung variabel likuiditas lebih kecil dari ttabel, nilai thitung variabel KAP lebih besar dari ttabel Hasil uji F test diketahui nilai Fhitung variabel bebas lebih besar dari nilai Ftabel. Variabel KAP mempunyai nilai Standardized Coefficients Beta lebih besar. Simpulan bahwa likuiditas berpengaruh tidak signifikan, KAP berpengaruh signifikan terhadap rentabilitas. Likuiditas dan KAP berpengaruh signifikan secara simultan terhadap rentabilitas. Variabel KAP yang lebih dominan berpengaruh. Saran kepada pihak BUM Desa Sari Sedana Desa Sidetapa untuk menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pemberian pinjaman, menjaga rasio likuiditas yang optimal.
PERPUTARAN MODAL KERJA, LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS DI LEMBAGA PERKREDITAN DESA, DESA PAKRAMAN TAMBLANG KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG Kadek Seri Prapita Sarini
Widya Amerta Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.627 KB) | DOI: 10.37637/wa.v6i1.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perputaran modal kerja, tingkat perputaran likuiditas, dan tingkat profitabilitas, pengaruh perputaran modal kerja, likuiditas secara parsial maupun simultan dan variabel dominan yang terhadap profitabilitas di LPD Desa Pakraman Tamblang dari tahun 2015-2017. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan menggunakan rasio: perputaran modal kerja, likuiditas dan profitabilitas (ROA) serta analisis regresi linier berganda, Determinasi uji t dan Uji F . Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata tahun 2015-2017 tingkat perputaran modal kerja sebesar 2,97 kali, rata-rata likuiditas sebesar 141,81% hal ini di katagorikan cukup baik dan rata-rata profitabilitas sebesar 5,4%, hal ini dikatagorikan sangat baik. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh bersamaan Y= -0,675+ 0,007X1+ 0,007X2, hasil analisis determinasi diketahui besarnya berpengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara keseluruhan sebesar (R) = 24,6 %. Yang berpengaruh paling dominan adalah likuiditas. Uji t dan Uji F diperoleh pengaruh signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa rata-rata perputaran modal kerja berputar sebanyak 2,97 selama tiga tahun, likuiditas selama tiga tahun di katagorikan cukup baik dan profitabilitas selama tiga tahun dikatagorikan sangat baik. Ada pengaruh secara parsial dan simultan perputaran modal kerja, likuiditas terhadap profitabilitas, variabel dominan berpengaruh terhadap profitabilitas adalah likuiditas. Disarankan LPD Desa Pakraman Tamblang lebih meningkatkan kenierja keuangan melalui peningkatan variabel-variabel yang memengaruhi profitabilitas.
KEBUTUHAN MODAL KERJA DAN BRAK EVENT POINT PADA PERUSAHAAN DODOL DAN IWEL SINGARAJA DI KABUPATEN BULELENG Komang Dedi Satrya Arma Yoga; Ni Nyoman Resmi; Gede Suardana
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1212

Abstract

Pada dasarnya manajemen modal kerja merupakan bentuk dari pengelolaan terhadap aktiva lancar dan hutang lancar perusahaan dengan tujuan agar tercapainya keseimbangan antar laba sehingga kelak dapat memberikan kontribusi positif terhadap nilai perusahaan, yaitu peningkatan laba. Manajemen memerluka informasi yang dapat digunakan sebagai dasar merencanakan laba perusahaan. Dengan diketahuinya titik impas (Break Event Point). Perusahaan dapat menentukan jumlah produk atau penjualan yang harus dilakukan. Hasil penelitian menjukan jumlah kebutuhan modal kerja untuk masing- masing produk adalah: dodol nangka sebesar Rp. 1.294.501, dodol iwel sebesar Rp. 2.058.527, dodol ketan sebesar Rp. 2.995.964 dan satuh sebesar Rp. 1.826.072. Kas minimal yang selalu ada sebesar Rp. 1.000.000. Jadi total kebutuhan modal kerja adalah sebesar Rp. 9.175.064. Hasil penelitian dengan metode break event point atas dasar unit pada dodol nangka sebesar 177 unit, dodol iwel sebesar 285 unit, dodol ketan sebesar 73 kg. dan satuh 228 unit. Sedangkan BEP atas dasar rupiah pada dodol nangka sebesar Rp. 1.589.582, dodol iwel sebesar Rp. 2.564.958, dodol ketan sebesar Rp. 1.802.641, dan satuh sebesar Rp. 2.045.752. sara yang disampaikan oleh peneliti yaitu untuk mencegah terjadinya kekurangan modal kerja, maka sebaikanya pelaku usaha Perusahaan harus mengadakan perhitungan secara tepat tentang jumlah produk yang dihasilkan untuk dijual serta persediaan kas minimal yang harus dijaga. Sedangkan untuk memproleh keuntungan hendaknya berproduksi di atas break event point. Dimana besarnya keuntungan yang diperoleh minimal harus sama dengan tingkat suku bunga simpanan jangka panjang di bank, jika seluruh modal kerjanya diinvestasikan dalam bentuk simpanan berjangka (deposito).
KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN KINERJA PEGAWAI PADA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BULELENG Ni Gede Sakni Prasmiati; Gede Arnawa; Ni Ketut Adi Mekarsari
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1208

Abstract

<p align="justify">Kepemimpinan merupakan keseluruhan aktivitas dalam rangka memengaruhi orang-orang agar mau bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan yang memang diinginkan bersama. Pemberian motivasi baik secara finansial maupun non finansial dari pimpinan kepada bawahan menjadikan bawahan merasa bersemangat untuk menunjukkan kinerjanya. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam penelitian ini akan membahas dua faktor yang diidentifikasi yaitu kepemimpinan dan motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh baik secara parsial maupun simultan kepemimpinan dan motiasi terhadap kinerja pegawai, serta untuk mengetahui variabel yang berpengaruh paling dominan terhadap kinerja pegawai pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng.  Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuisioner dengan sampel berjumlah 65 responden. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Analisis statistik dan pengujian hipotesis menggunakan analisis korelasi berganda, analisis regresi liner berganda, koefisien determinasi, uji F dan uji t dengan menggunakan bantuan program Microsoft Excel dan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) for windows Version 20,00.  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan 1) Variabel kepemimpinan dan variabel motivasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada SATPOL PP Kabupaten Buleleng. 2) Variabel kepemimpinan dan motivasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada SATPOL PP Kabupaten Buleleng. 3) Variabel kepemimpinan merupakan variabel yang lebih dominan mempengaruhi kinerja pegawai pada SATPOL PP Kabupaten Buleleng.  Hendaknya SATPOL PP Kabupaten Buleleng lebih meningkatkan motivasi pada pegawai karena dengan munculnya motivasi akan sangat membantu para pegawai dalam menyelesaikan tugasnya dan tidak lupa untuk menumbuhkan kepemimpinan pada setiap individu pegawai agar kerjasama antara team dan kerjasama antara atasan dapat berjalan dengan baik. Untuk penelitian selanjutnya, perlu dilakukan penelitian pada variable lain yang belum di teliti dalam penelitian yang terkait dengan kinerja pegawai untuk mengembangkan penelitiannya dengan menggunakan sampel, populasi dan responden yang lebih banyak agar hasil penelitian lebih valid.</p>
KUALITAS LAYANAN PETUGAS LAPANGAN KELUARGA BERENCANA DAN KEPUASAN MASYARAKAT PADA KANTOR BALAI PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA KECAMATAN BULELENG Putu Linda Sari; Luh Artaningsih; Nyoman Suandana
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1213

Abstract

Keberhasilan dari program Keluarga Berencana untuk mengajak Pasangan Usia Subur untuk menggunakan alat/obat kontrasepsi, harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Apakah terdapat pengaruh secara parsial kualitas layanan petugas lapangan keluarga berencana yang terdiri dari tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan masyarakat pada Kantor Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Buleleng? (2) Apakah terdapat pengaruh secara simultan kualitas layanan petugas lapangan keluarga berencana yang terdiri dari tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan masyarakat? (3) Variabel kualitas layanan mana yang paling dominan memengaruhi kepuasan masyarakat?. . Pengumpulan data dilakukan dengan cara : observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Teknik analisis yaitu; analisis korelasi berganda, analisis regresi berganda, analisis determinasi, uji t, uji f, dan uji dominan. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan regresi : Ŷ = 17,800 + 0,125X1 + 0,288X2 + 0,179X3 + 0,249X4 + 0,302X5. Hasil determinasi D = 0,677, artinya 67,70 % fasilitas fisik, perhatian, kehandalan, kesigapan dan kepastian berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat (Y), sedangkan yang 32,30 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ikut diteliti. Hasil uji t menunjukkan ada pengaruh yang signifikan secara parsial fasilitas fisik, perhatian, kehandalan, kesigapan dan kepastian terhadap kepuasan masyarakat. Hasil uji f menunjukkan ada pengaruh yang signifikan secara simultan fasilitas fisik, perhatian, kehandalan, kesigapan dan kepastian terhadap kepuasan masyarakat. Hasil uji dominan menunjukkan variabel kepastian mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kepuasan masyarakat. Untuk itu dapat disimpulkan (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial kualitas layanan petugas lapangan keluarga berencana yang terdiri dari tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan masyarakat. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan kualitas layanan petugas lapangan keluarga berencana yang terdiri dari tangible, empathy, reliability, responsiveness, dan assurance terhadap kepuasan masyarakat. (3) Variabel kepastian berpengaruh paling dominan terhadap kepuasan masyarakat. Sehingga dapat disarankan : (1) Variabel fasilitas fisik, perhatian, perhatian, kehandalan, kesigapan dan kepastian sudah baik sehingga   perlu   ditingkatkan   lagi   dengan   tidak   membedakan   status   sosial (2) Variabel kepastian perlu ditingkatkan dengan menepati jadwal waktu penyuluhan yang telah ditentukan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI NASABAH MENABUNG PADA LEMBAGA PERKREDITAN DESA ADAT KALISADA, KABUPATEN BULELENG Ketut Happy Wahyuni; I Dewa Nyoman Arta Jiwa; I Gde Made Metera
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1216

Abstract

Pembangunan perekonomian pedesaan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi karena sebagian besar penduduk Kabupaten Buleleng berada di daerah pedesaan. Maka, Lembaga Perkreditan Desa menjadi sumber pendanaan yang berkembang di desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi nasabah menabung pada Lembaga Perkreditan Desa Adat Kalisada, Kabupaten Buleleng. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan kuisioner. Teknik analisis yang diterapkan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif melalui analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis melalui analisis faktor didapatkan bahwa terbentuk 4 (empat) faktor inti yang berpengaruh pada keinginan nasabah dalam menabung yaitu faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologis dengan total varian kumulatif untuk keempat faktor tersebut adalah sebesar 65,752%. Faktor yang paling dominan memengaruhi nasabah menabung pada LPD Desa Adat Kalisada, Kabupaten Buleleng adalah faktor dengan nilai eigenvalues sebesar 2,781 dan presentase varian sebesar 25,285%. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 4 faktor yang mempengaruhi budaya menabung nasabah di LPD Desa Adat Kalisada dengan faktor kebudayaan menjadi faktor paling dominan. Oleh karena itu, disarankan kepada pengelola LPD Desa Adat Kalisada, Kabupaten Buleleng untuk lebih memperhatikan Faktor Budaya dalam keputusan nasabah dalam menabung.
KEPEMIMPINAN, MOTIVASI KERJA DAN KINERJA PEGAWAI PADA KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN BULELENG Eka Yuliartini; Ketut Gunawan; Ni Putu Sri Wati
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1214

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuisioner sebagai instrumen penelitian. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng? (2) Apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng? (3) Apakah kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh secara bersamaan terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng? (4) Mana variabel yang lebih dominan berpengaruh diantara kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng?  Sampel meliputi semua populasi pada Sekretariat KPU Kabupaten Buleleng, yang berjumlah 34 orang. Data dikumpulkan dengan mempergunakan teknik observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, penelitian lapangan dan studi kepustakaan Data yang diperoleh berupa jawaban dari responden diolah menggunakan teknik analisis yaitu; analisis regresi linier berganda, analisis determinasi, uji t, uji f dan uji dominan dengan bantuan softwere SPSS Versi 25.0 for windows  Tujuan dilakukan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui apakah kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng (2) Untuk mengetahui apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng. (3) Untuk mengetahui apakah kepemimpinan dan motivasi kerja berpengaruh secara bersamaan terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng. (4) Untuk mengetahui variabel yang lebih dominan berpengaruh diantara kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kepemimpinan berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng, dan Motivasi Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng serta Kepemimpinan dan Motivasi Kerja berpengaruh positif secara simultan terhadap Kinerja Pegawai pada KPU Kabupaten Buleleng dan Variabel Kepemimpinan lebih dominan dibandingkan dengan variabel Motivasi Kerja dalam mempengaruhi peningkatan maupun penurunan kinerja.
MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT BANJAR KABUPATEN BULELENG Putu Yuliana Sulastini
Widya Amerta Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/wa.v9i2.1210

Abstract

Keberhasilan pekerjaan suatu instansi sangat dipengaruhi oleh kinerja pegawainya. Peningkatan kinerja pegawai dapat memberikan dampak positif bagi lembaga maupun organisasi. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah terdapat pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja secara parsial terhadap kinerja pegawai pada Kantor Camat Banjar di Kabupaten Buleleng? (2) Apakah terdapat pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja secara simultan terhadap kinerja pegawai? (3) Variabel mana yang lebih dominan mempengaruhi kinerja pegawai. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan yaitu; analisis korelasi linear berganda, analisis determinasi, analisis regresilinear berganda, .uji t, uji f dan uji dominan. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh model persamaan regresi: Ŷ = - 0,012 + 0,711 X1 + 0,399 X2. Hasil analisis Determinasi diperoleh sebesar 0,610, artinya 61 % variabel motivasi kerja dan lingkungan kerja memengaruhi kinerja pegawai, sedangkan sisanya sebesar 39 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ikut diteliti. Hasil uji T , motivasi kerja 0,000, lebih kecil dari 0,05 (taraf signifikansi), maka Ho ditolak berarti ada pengaruh yang signifikan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Nilai probabilitas (Sig) variabel lingkungan kerja 0,000, lebih kecil dari 0,05 (taraf signifikansi), maka Ho ditolak berarti ada pengaruh yang signifikan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Hasil uji F, nilai probabilitas (Sig) adalah 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak, berarti ada pengaruh secara bersama-sama atau simultan motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan uji dominan variabel motivasi kerja mempunyai koefisien lebih besar yaitu 0,618, atau dapat dilihat dari nilai t hitung. Dari nilai t hitung motivasi kerja lebih besar yaitu 7,022, sehingga variabel motivasi kerja mempunyai pengaruh lebih dominan terhadap kinerja pegawai. Untuk itu dapat disimpulkan (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. (3) Variabel motivasi kerja lebih dominan memengaruhi kinerja pegawai. Sehingga dapat disarankan : (1) Untuk meningkatkan kinerja pegawai maka pemberian motivasi kerja hendaknya secara adil dan tidak membeda-bedakan antar pegawai. (2) Lingkungan kerja hendaknya diperhatikan agar pegawai merasa nyaman dalam melaksanakan pekerjaan, baik lingkungan kerja yang ada di sekitar pegawai maupun hubungan antara atasan dan bawahan.

Page 8 of 13 | Total Record : 121