cover
Contact Name
Ita Suhermin Ingsih
Contact Email
ita.suhermin@unisma.ac.id
Phone
+62341-552249
Journal Mail Official
rekayasa.sipil.unisma@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang Jl. Mayjen Haryono 193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil (e-journal)
ISSN : 23377720     EISSN : 23377739     DOI : 10.33474
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal "Rekayasa Sipil" sebagai media informasi dan forum kajian bidang Teknik Sipil berisi tulisan ilmiah hasil penelitian. Diterbitkan oleh jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Malang setiap bulan Februari dan Agustus. Redaksi mengundang para ahli, praktisi, peneliti dan semua pemerhati keteknik sipil an untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media cetak lain.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2022)" : 11 Documents clear
Jurnal m nurul ahlak; Aziza Rokhmawati; Anita Rahmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.081 KB)

Abstract

ABSTRAKJalan Gajah Mada-Datuk Dibanta dengan panjang 11 KM dan lebar 5 M merupakan jalan di Kota Bima, Provinsi NTB, jalan tersebut diketahui mengalami kerusakan seperti keretakan, keausan, dan berlubang yang disebabkan telah mencapai masa umur rencana dan beban lalu lintas kendaraan berlebih, selain pada jalan tersebut saluran drainase masih kurang maksimal untuk menyalurkan limpasan air hujan ke saluran pembuangan.Studi ini bertujuan untuk merencanakan tebal Perkerasan Lentur (Flexible pavement) dan dimensi saluran drainase agar dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan tersebut. Metode yang digunakan adalah Manual Desain Perkerasan Jalan 2017. Dari hasil perhitungan diketahui CESA5 umur rencana 20 tahun sebesar 21.741.742,26ESA, dan CBR sebesar 5,0%, maka didapat tebal lapis tambah (Overlay) sebsar 50 mm. pada perencanaan drainase diketahui (Qs I=0,690m3/det), (QsII=0,181m3/det), (Qs III=0,111m3/det), (Qs IV=874m3/det), (Qs IV=2,207 m3/det), (Qs IV=2,193m3/det). Maka dimensi saluran sebesar (STA I : h=0,45m, b=0,40m, w=0,15m), (STA II : h=0,30m, b=0,25m, w=0,10m), (STA III : h=0,25m, b=0,20m, w=0,10m), (STA IV : h=0,45m, b=0,40m, w=0,20m), (STA V : h=0,55m, b=0,45m, w=0,20m), (STA VI : h=0,55m, b=0,40m, w=0,20m).Kata Kunci : (1) Drainase, (2) Kota Bima, (3) MDPJ 2017, (4) Overlay.
STUDI PERENCANAAN NORMALISASI SUNGAI KOBE DI KECAMATAN WEDA TENGAH KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Nana Rihana Y wele; Azizah Rokhmawati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.822 KB)

Abstract

ABSTRAK                Sungai Kobe adalah salah satu sungai yang ada di Kabupaten Halmahera Tengah tepatnya di Kecamatan Weda Tengah dengan Panjang 45 km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 814,32 km2. Sepanjang aliran sungai Kobe tidak memiliki bangunan pengendalian banjir seperti tanggul. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengendalikan banjir adalah dengan melakukan perencanaan tanggul sungai. Tanggul merupakan salah satu cara yang sangat penting dalam usaha untuk pencegahan banjir. Di dalam perhitungan debit banjir rancangan dari data hujan 10 tahun terakhir yaitu dari tahun 2011-2020 dengan 3 stasiun diantaranya Stasiun Kobe, Stasiun Weda, dan Stasiun Nusliko. Penggunaan aplikasi HEC-RAS juga dilakukan dengan cara menganalisa curah hujan rata-rata, menghitung curah hujan rencana, menghitung kapasitas sungai, dan memasukkan data-data terkait dalam aplikasi HEC-RAS. Hasil penelitian debit banjir rancangan dengan menggunakan Metode HSS Nakayassu dengan kala ulang 25 tahun adalah sebesar 2206,2 m3/det. Berdasarkan perolehan dari debit banjir tersebut maka Sungai Kobe Kabupaten Halmahera Tengah perlu dilakukan perencanaan tanggul dengan tinggi tanggul 6,49 = 6,50 m dari permukaan tanah dan lebar tanggul yaitu 5 m. Kata kunci: HEC-RAS, Pengendalian Banjir, Tanggul. ABSTRACT  The Kobe River is one of the rivers in Central Halmahera Regency, precisely in Central Weda District, with a length of 45 km with an area of 814,32 km2 of watershed. Along the Kobe river, there are no flood control structures such as dams or embankments. One of the efforts that can be done to control flooding is by planning river embankments. Embankments are one of the most important ways to prevent flooding. In calculating the design flood discharge from rain data for the last 10 years, namely from 2011-2020 with 3 stations including Kobe Station, Weda Station, and Nusliko Station. The use of the HEC-RAS application is also carried out by analyzing the average rainfall, calculating the planned rainfall, calculating river capacity, and entering related data in the HEC-RAS application. The results of the design flood discharge research using the HSS Nakayassu method with a return period of 25 years is 2206.2 m3/sec. Based on the results of the flood discharge, the Kobe River, Central Halmahera Regency, needs to be planned for an embankment with a dike height of 6,49 = 6,50 m from the ground surface and a dike width of 5 m. Keywords: Embankment, Flood Control, HEC-RAS. 
STUDI EVALUASI KINERJA SIMPANG EMPAT BERSINYAL KEBONAGUNG KOTA PASURUAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PKJI 2014 DAN SOFTWARE VISSIM Sayyidah Nadia; Azizah Rachmawati; Anita Rahmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.355 KB)

Abstract

Evaluasi kinerja simpang bersinyal adalah sebuah teknis dalam menelusuri kinerja dan kelayakan jenjang layanan dalam simpang mempunyai sinyal diantaranya dalam simpang empat Kebonagung Kota Pasuruan dengan mempunyai empat lengan simpang yaitu jalan Panglima Sudirman-jalan KH.Ahmad Dahlan-jalan Urip Sumoharjo dan jalan Untung Suropati. Evaluasi kinerja simpang ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh dengan cara survey langsung di lokasi penelitian meliputi kondisi geometrik simpang, kondisi lingkungan simpang, kondisi fase dan data lalu lintas, survei dilakukan selama tiga hari yaitu hari Senin, Rabu dan Minggu, survey dilakukan pada jam sibuk selama satu jam dan dibagi menjadi tiga sesi pagi, siang dan sore, sedangkan data sekunder didapat dari internet meliputi peta Kota Pasuruan dan data jumlah penduduk Kota Pasuruan.Untuk Perhitungan evaluasi kinerja simpang empat ini mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 dan menggunakan perbandingan Software Vissim.Berdasarkan hasil analisa menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 pada kondisi eksisting simpang empat bersinyal Kebonagung Kota Pasuruan menghasilkan tundaan rata rata sebesar 44,67 det/skr. Sementara Software Vissimialah 65,94 det/skr dengan keterangan LOS E ( Arus Tidak Stabil ). Dua alternatif yang dipergunakan yaitu alternatif I dengan merubah waktu siklus lalu lintas sedangkan alternatif II dilakukan pelebaran jalan . Setelah melaksanakan Alternatif I dan Alternatif II di dapatkan Tundaan rata-rata mempergunakan PKJI 2014 adalah 20,40 det/skr dan 16,97 skr/det, sedangkan hasil Software Vissim Tundaan rata-rata simpang adalah 37,00 det/skr dan 33,25 skr/det.Kata Kunci:PKJI 2014, Simpang Bersinyal, Software Vissim.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR WILAYAH BRI MALANG Andrean Rizal Pratama; Warsito Warsito; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.558 KB)

Abstract

ABSTRAKPembangunan Gedung Kantor Wilayah BRI Kota Malang terletak di Jalan Laksamanan Martadinata No. 80 Kota Lama Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.  Gedung ini memiliki 10 lantai, 2 lantai bawah untuk basement dan 8 lantai untuk, perkantor, dan tinggi bangunan 34,4 m. yang termasuk dalam struktur gedung tinggi dan beresiko untuk mengalami keruntuhan saat terjadi gempa bumi, terlebih lagi gedung ini masuk dalam kategori desain seismic D. Untuk itu diperlukan perencanaan gedung yang mampu menerima beban gempa resiko tinggi, menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) sesuai dengan peraturan persyaratan beton bertulang dengan SNI 2847-2013, tata perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung SNI 1726-2012, Serta peraturan lain yang berlaku di indonesia. Perhitungan struktur ini menggunakan pemodelan portal 3D dengan bantuan aplikasi ETABS V18.1.1 dan SpColumn.Hasil dari perhitungan adalah tebal pelat 125 mm, gempa rencana menggunakan metode respon spectrum dengan nilai V sebesar 1797,11 kN atau sama dengan 183254,2471 Kg. Dimensi balok induk B1 40/60, B2 45/70, dan dimensi kolom K1 80/80, dengan menggunakan pondasi tiang pancang berdiamater 50 cm dengan kedalaman 7,8 m.Kata Kunci : Gempa, Gedung Kantor Wilayah BRI Kota Malang, SRPMKABSTRACTThe building of BRI is located on 80 laksamana martadinata street, klojen, malang, east java. 10 floors, two floors down to the basement and eight floors to the office. This building has a 38.6 m (150 ft) structure in the high-rise and risk collapsing during an earthquake. It is included in the seismic design category D. So it requires design buildings capable of receiving high risk earthquake loads by using the SRPMK according to regulations in SNI 03-2847-2013, SNI 1726-2012 and other regulations that apply in Indonesia. These structure calculation uses 3D portal modelling with the help of ETABS V18.1.1 and SpColumn applications.  The calculations result of plate thickness is 125 mm. Earthquake plan is using a method of respons spectrum with V value of 1797.11 kN or 183254.2471 Kg, main beam dimension B1 40/60, B2 45/70 And column dimension K1 80/80. Using a pile foundation with a diameter of 50 cm and depth of 7.8 cm.Keywords : Earthquake, BRI Regional Office Building Malang City, SRPMK
STUDI PERENCANAAN PERKERASAN LENTUR JALAN JALUR LINTAS SELATAN (JLS) LOT9 KABUPATEN MALANG Krisna Wahyu Alvi Saputra; Azizah Rokhmawati; Anita Rahmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.366 KB)

Abstract

ABSTRAKJalur Lintas Selatan lot 9 Kabupaten Malang merupakan jalan penghubung bagian selatan di Pulau Jawa yang notabenya sebagai sarana peningkatan ekonomi dan pariwisata bagian selatan Pulau Jawa. Kabupaten Malang salah satu daerah yang berada bagian selatan dan dilalui oleh proyek jalan Jalur Lintas Selatan sehingga pada daerah ini perlu direncanakan tebal perkerasan yang sesuai agar dapat melayani dengan maksimal. Tujuan dalam penelitian ini adalah menentukan tebal perkerasan yang sesuai untuk memikul beban yang akan melewatinya kemudian direncanakan dimensi saluran drainase agar perkerasan yang telah direncanakan bisa bertahan sesuai umur yang sudah direncanakan, sehingga perkerasan jalan dapat berfungsi dengan baik dan maksimal. Metode yang saya gunakan dalam perencanaan perkerasan yaitu metode bina marga 2017 DENGAN metode AASHTO dirncanakan dapat melayani minimal 20 tahun. Hasil perhitungan perkerasan dengan metode Bina Marga 17 didapat nilai CESA 5143645 kemudian ditarik pada tabel sehingga mendapatkan tebal perkerasan AC-WC =4cm AC-BC= 6cm AC Base = 8 cm dan LPA kelas A= 30 cm sedangkan pada metode AASHTO didapatkan nilai ESAL 0,5x10⁶ dan didapatkan Nilai SN1 = 1,8 inchi SN2 = 2inchi SN3 = 2,5 inchi, sehingga didapat tebal lapisan perkerasan Laston/AC-WC = 12 cm pondasi atas = 10,5 cm dan pondasi bawah = 20,5cm.Kata Kunci:AASHTO, Bina Marga 2017, Jalan Jalur Lintas selatan
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR KOMPOSIT PADA RUMAH SAKIT HERMINA TANGKUBAN PRAHU MALANG Dicky Prastianto; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.955 KB)

Abstract

                                                     ABSTRAK Gedung Rumah Sakit Hermina Tangkuban Prahu Malang  dibangun  rawat inap dengan  panjang bangunan 30 m, lebar bangunan 16 m, tinggi bangunan 29 m yang memiliki total 7 lantai menggunakan struktur beton bertulang. Penulis merencanakan struktur baja yang merupakan struktur  yang terdiri dari dua atau lebih material. Hasil dari studi perencanaan ini adalah tebal plat 12,5 mm untuk plat lantai 1 s/d 6 dengan tulangan tumpuan dan lapangan Ø 10 – 150, sedangakn pelat atap digunakan ketebalan 100 mm dengan tulangan tumpuan dan tulangan Ø 10 – 150. Balok anak menggunakan dimensi  WF 350.175.7.11, 300.200.8.12,  300.150.6,5.9,  300.200.8.12,  balok anak plat atap menggunakan dimensi  WF 350.175.7.11, 300.200.8.12, 300.150.6,5.9; balok induk dimensi WF 500.300.11.15  Kolom komposit menggunakan dimensi WF 600.300.12.23 dengan besar kolom 70 cm × 70 cm. Menggunakan tulangan longitudinal 4 Ø 16 dan Ø10 – 200  tulangan sengkang; Pondasi tiang pancang  ukuran poer pondasi 2,4 m × 2,4 m, berdiameter Ø40 cm berjumlah 4 tiang dalam 1 pondasi. Jarak antar tiang 120 cm dan kedalam tiang 20 m. Tulangan pokok 13 D 22 mm dan tulangan spiral D13-22 mm.Kata Kunci : Struktur komposit, LRFD, ETABS 2020,Rumah sakit Hermina Tangkuban Prahu Malang ABSTRACT Hermina Tangkuban Prahu Hospital Malang was built as an inpatient facility  building length of 30 m, building width  16 m, and  building height  29 m which has a total of 7 floors using a reinforced concrete structure. The author plans a composite structure which is a structure consisting of two or more materials. The results of this planning study are 12.5 mm thick slab for floor slabs 1 to 6 with pedestal and field reinforcement 10 - 150, while the roof slab is used with a thickness of 100 mm with pedestal reinforcement and reinforcement 10 - 150. Child beams use dimensions WF 350.175.7.11, 300.2000.8.12, 300.150.6.5.9, 300.2000.8.12, roof plate beams using dimensions WF 350.175.7.11, 300.2000.8.12, 300.150.6.5.9; main beam dimensions WF 500.300.11.15 Composite columns using dimensions WF 600.300.12.23 with a column size of 70 cm × 70 cm. Using 4 16 and 10 – 200 longitudinal reinforcement; The pile foundation has a poer size  2.4 m × 2.4 m,  diameter 40 cm, totaling 4 piles in 1 foundation. The distance between the poles is 120 cm and the inside of the pole is 20 m. 13 D 22 mm staple reinforcement and D13-22 mm spiral reinforcement.Keywords: Composite structure,LRFD,ETABS 2020, Hermina Tangkuban Prahu Hospital Malang
``ANALISA TUNDAAN AKIBAT PENUTUP PALANG PINTU KERETA API (RUAS JALAN SULTAN AGUNG DESA KEPANJEN KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG ) Fitria Indah Dwi Cahyanti; Azizah Rokhmawati; Anita Rahmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.378 KB)

Abstract

ABSTRAK Perlintasan yang terbentuk dari pertemuan antara dua jenis prasarana transportasi yaitu jalan raya dengan jalan rel merupakan bentuk pertemuan yang sering menimbulkan tundaan, seperti pada perlintasan di jalan Sultan Agung Desa Kepanjen Kabupaten Malang iniTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kendaraan dan panjang antrian tundaan yang terjadi akibat kereta api perlintasan nutup pada setiap lajur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data Primer didapat dengan cara survei langsung di lokasi penelitian meliputi survei kondisi dan geometrik jalan, survei geometik dan titik pengamatan pertama sampai ketiga, sedangkan data sekunder didapat dari jadwal kedatangan kereta api. Untuk Perhitungan Tundaan, Kerapatan, Kecepatan, dan volume ini mengacu pada Pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesiia 1997 dan menggunakan Metode Greenshield untuk menganalisis hubungan Kecepatan dengan Kerapatan, Volume dengan Kecepatan. Berdasarkan hasil analisa didapatkan durasi penutup terlama hari Jum’at pukul 14.49 dan durasi penutup tercepat hari Minggu pukul 16.55. Volume arus lalu lintas minimal hari Jum’at sebesar 2681,6 smp/jam dan volume lalu lintas maksimal hiri Minggu sebesar 2797,6 smp/jam. Kecepatan Kendaraan melintas setelah kereta api melintas terlama hari Senin selama 16.56 menit dan yang tercepat hari Rabu selama 14.14 menit. Kerapatan terpanjang pada hari Minggu sebesar 174,8 meter dan terpendek hari Selasa sebesar 133,6 meter. Sedangkan hasil menggunakan metode Greenshield hubungan Kecepatan dengan Kerapatan diperoleh nilai maksimum hari Selasa sebesar 56,3 km/jam dan nilai minimum hari Kamis sebesar 51,6 km/jam. Hubungan Volume dengan Kecepatan nilai maksimum hari Minggu sebesar 9445,9 smp/jam dan nilai minimum hari Selasa sebesar 5786,8 smp/jam. Kata Kunci : Tundaan, Panjang Antrian, MKJI 1997, Metode Greenshield. ABSTRACT Crossings that are formed from the meeting between two types of transportation infrastructure, namely highways and railroads are a form of meeting that often causes delays, such as the crossing on Jalan Sultan Agung, Kepanjen Village, Malang Regency. railroad crossings are closed on each lane. This research was conducted using primary data and secondary data. Primary data was obtained by direct survey at the research site including road condition and geometric surveys, geometric surveys and the first to third observation points, while secondary data was obtained from train arrival schedules. For the calculation of delay, density, speed, and volume, this refers to the 1997 Indonesian Road Capacity Manual and uses the Greenshield Method to analyze the relationship between Speed and Density, Volume and Speed. Based on the analysis results, the longest closing duration is Friday at 14.49 and the fastest closing duration is Sunday at 16.55. The minimum traffic volume on Friday is 2681.6 pcu/hour and the maximum traffic volume on Sunday is 2797.6 pcu/hour. The speed of the vehicle passing after the train was the longest on Monday for 16.56 minutes and the fastest on W ednesday for 14.14 minutes. The longest density on Sunday is 174.8 meters and the shortest on Tuesday is 133.6 meters. The results using the Greenshield method of speed-density relationship obtained a maximum value on Tuesday of 56.3 km/hour and a minimum value of 51.6 km/hour on Thursday. The relationship between Volume and Speed, the maximum value on Sunday is 9445.9 pcu/hour and the minimum value on Tuesday is 5786.8 pcu/hour.Keywords : Delay, Queue Length, MKJI 1997, Greenshield Method.
STUDI PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SMA MUHAMMADIYAH 1 GRESIK DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) Moh. Agil Bagus Alam; Warsito Warsito Warsito; Azizah Rachmawati Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.868 KB)

Abstract

Gedung SMA Muhammadiyah 1 Gresik terletak di jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61121, yang terdiri dari 11 lantai dengan atap di atasnya. Gedung ini memiliki ketinggian gedung 47,4 m yang termasuk dalam konstruksi bertingkat tinggi yang terancam runtuh jika terjadi gempa, selain itu gedung ini termasuk dalam kategori desain seismik D. Bangunan dengan struktur beton bertulang berada di prinsip rapuh. Oleh karena itu, perlu dirancang bangunan yang mampu menahan gempa dengan risiko tinggi. Maka proyek terbaru Gedung SMA Muhammadiyah 1 Gresik ini dirancang menggunakan sistem rangka penahan momen khusus (SRPMK). Perhitungan struktur ini menggunakan pemodelan 3D dengan software SAP2000 V.20 dan SpColumn. Berdasarkan hasil perhitungan tebal pelat yang digunakan adalah 125mm, pemodelan gempa menggunakan metode response spectrum dengan nilai V sebesar 1949,39 kN atau sama dengan 198782,4588 Kg. Dimensi balok induk adalah B1 45/75, B2 40/70, B3 30/45 dan dimensi kolom adalah K1 90/90, K2 75/75, K3 45/45, menggunakan pondasi tiang pancang berdiameter 50 cm dengan kedalaman 18,5 m
Analisa Sedimentasi Berbasis ArcView Gis Pada Bendungan Sumi Kabupaten Bima Sarifudin Sarifudin Sarifudin; Azizah Rokhmawati; Eko Noerhayati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.456 KB)

Abstract

Waduk Sumi adalah-waduk-yang terletak di Kecamatan Mangge,-Kabupaten Bima,_Provinsi NTB merupakan_suatu waduk terbesar_di NTB yang sudah beroprasi 26 tahun. Waduk sumi merupakan Waduk yang multi fungsi yang dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi, pertanian dan perkebunan dengan luas genangan Waduk sebesar 155,60 ha. Luas lahan irigasi yang dimanfaatkan dari waduk ini sebesar 2.542 ha. Studi ini bertujuan untuk mengethaui besar sedimen yang terjadi di waduk Sumi dan  berapa perkiraan umur layak_pakai_waduk_sumi. Adapun_perhitungan_yang_dipakai_meliputi_perhitungan dengan tingkat erosi pada waduk menggunakan_metode_MUSLE, pada perhitungan erosi ini menggunakan data curah hujan 10 tahun yang terbagi dalam dua stasiun yaitu stasiun Sumi dan stasiun Parado. Dari hasil perhitungan dimana diketahui erosi yang terdapat didalam waduk Sumi cukup berat yaitu pada tahun 2011 sebsar 643.794,21 m3/thn, pada tahun 2012 sebesar 415.289,61 m3/thn, pada tahun 2013 sebesar 275.966,73 m3/thn, pada tahun 2014 sebesar 248.106,54 m3/thn, pada tahun 2015 sebesar  449.644,92 m3/thn, pada tahun 2016 sebesar362.088,24 m3/thn, pada tahun 2017 sebesar  402.253,50 m3/thn, pada tahun 2018 sebesar 41.312,00 m3/thn, pada tahun 2019 sebesar 244.570,98 m3/thn, pada tahun 2020 sebesar 374.619,52 m3/thn. Dari_perhitungan_diperoleh hasil sisa umur efektif waduk sebesar 53 tahun, dengan efesien tangkapan waduk 4,43 %. Kata Kunci : Sedimen, Umur Efektif, Waduk Sumi.
OPTIMASI PEMBERIAN AIR DAERAH IRIGASI DELTA BRANTAS SALURAN SEKUNDER KREMBUNG KABUPATEN SIDOARJO Dita Wahyu Anggraini; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.249 KB)

Abstract

ABSTRAK Daerah Irigasi Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung merupakan daerah irigasi yang terletak di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur dengan luas baku sawah 649 Ha. Dari pengamatan sebelumnya, awal tanam DI. Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung dimulai dari awal November dengan jenis pola tanam padi, palawija dan tebu. Tidak seluruh area tersebut dapat ditanami secara maksimal. Pengaturan pola tanam yang kurang maksimal menjadi faktor utama yang menyebabkan seluruh lahan pertanian di DI. Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung tidak dapat ditanami secara merata. Oleh karena itu salah satu upaya yang dapat dilakukan saat ini adalah optimasi pemberian air daerah irigasi dengan mengoptimalkan debit irigasi dengan mencoba tiga alternatif pola tanam dan keuntungan yang di dapat dari hasil optimasi ketersediaan debit, serta pengaturan tinggi pintu air sesuai dengan debit yang tersedia. Untuk analisa ini menggunakan program linear dengan program bantu Solver dari Microsoft Excel.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pola tanam yang terbaik dan pengaturan tinggi pintu air yang tepat sesuai dengan besarnya debit yang tersedia. Sehingga pembagian debit air irigasi yang tersedia di Daerah Irigasi dapat dilakukan secara optimal. Dari hasil penelitian di Daerah Irigasi Krembung dengan cara mencoba – coba dengan 3 alternatif pola tanam di dapat bahwa di Daerah Irigasi Krembung, Pola Tata Tanam alternatif I padi/tebu – padi/palawija/tebu – palawija dengan keuntungan Rp. 110.019.604.000,- dengan luas tanam maksimal adalah 649 Ha. Serta tinggi bukaan pintu pada jaringan irigasi sesuai pola tanam alternatif I musim tanam I pada saluran Bkg. 3.ka. dengan tinggi bukaan 0,216m, musim tanam II dengan tinggi bukaan 0,318m, musim tanam III dengan tinggi bukaan 0,286 m. Dengan demikian, sebaiknya setiap daerah irigasi selayaknya dilakukan optimasi yaitu dapat mengoptimalkan debit air yang tersedia dengan alternatif pola tanam terbaik serta memperhatikan tinggi bukaan pintu yang sesuai dengan debit yang tersedia. Kata Kunci : DI Krembung, Optimasi, Pola Tata Tanam, Solver ABSTRACT  Delta Brantas Irrigation Area Krembung Secondary Channel is an irrigation area located in Sidoarjo Regency, East Java with an area of 649 Ha of rice fields. From previous observations, the initial planting of DI. Delta Brantas Krembung Secondary Channel starts from early November with rice, secondary crops and sugar cane. However, not the entire area can be planted to its full potential. The arrangement of cropping patterns that are less than optimal is the main factor that causes all agricultural land in DI. Delta Brantas Krembung Secondary Channel cannot be planted evenly. Therefore, one of the efforts that can be done at this time is optimizing the provision of irrigation water by optimizing irrigation discharge by trying three alternative cropping patterns and the benefits obtained from the results of optimizing the availability of discharge, and setting the floodgate height according to the available discharge. For this analysis using a linear program with the Solver program from Microsoft Excel. The purpose of this study was to obtain the best cropping pattern and setting the right floodgate height according to the amount of available discharge. So that the distribution of irrigation water discharge available in the Irrigation Area can be carried out optimally. From the results of the research in the Krembung Irrigation Area by experimenting with 3 alternative cropping patterns, it was found that in the Krembung Irrigation Area, the alternative Cropping Pattern I was rice/sugarcane – rice/palawija/sugarcane – palawija with a profit of Rp. 110,019,604,000,-. As well as the height of the door opening on the irrigation network according to the alternative cropping pattern I for the first planting season on the Bkg channel. 3.ka. with an opening height of 0.216 m, planting season II with an opening height of 0.318 m, planting season III with an opening height of 0.286 m. Thus, every irrigation area should be optimized, that is, it can optimize the available water flow with the best alternative cropping pattern and pay attention to the height of the door opening in accordance with the available discharge.Keywords: DI Krembung, Optimazion, Planting Patterns, Solver

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2022) Vol 12 No 2 (2022) Vol 12, No 1 (2022) Vol 12 No 1 (2022) Vol 11, No 4 (2022) Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 10, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 4 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 8, No 8 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 7 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 6 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 5 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 4 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 1 (2020): JURNAL REKAYASA SIPIL Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil More Issue