cover
Contact Name
Imam Santoso
Contact Email
mpbindonesia@unisma.ac.id
Phone
+6285649611196
Journal Mail Official
mpbindonesia@unisma.ac.id
Editorial Address
Magister Pendidikan Bahasa Indonesia PPS Universitas Islam Malang Jalan Mayjen Haryono 193, Telepon (0341) 551932 Fax. (0341) 552249
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah NOSI
ISSN : 23378425     EISSN : -     DOI : 10.33474
Nosi merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian bidang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Islam Malang. Jurnal Ilmiah ini berisi artikel hasil penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif. Jurnal Ilmiah ini terbit 2 kali setahun.
Articles 183 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN TEKS BIOGRAFI SISWA KELAS X SMK 09 MA’ARIF NU JEMBER Arif Ulul Albab
NOSI Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.459 KB)

Abstract

Abstrak: Pengembangan media pendidikan interaktif setidaknya memberikan dua manfaat. Pertama, sebagai penggerak kelompok pendidikan untuk lebih menghargai dan menghasilkan sesuatu produk Pendidikan (media pembelajaran) dalam proses meningkatkan mutu pendidikan. Kedua, memberikan momen dimana siswa bisa memanfaatkan segala kemampuan yang ada yang dapat diperoleh dari segala sumber yang tidak ada batasannya. Berdasarkan pengamatan di sekolah, penggunaan media pembelajaran interaktif dalam proses pembelajaran siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU memberikan dampak yang sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya respon baik siswa dalam proses pembelajaran ketika guru menyampaikan materi pembelajaran dengan menerapkan media pembelajaran interaktif.Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: (1) mengambarkan kebutuhan media pembelajaran interaktif menulis teks biografi siswa kelas X SMK, (2) untuk mengetahui ketepatan media pembelajaran interaktif menulis teks biografi siswa kelas X siswa SMK, dan (3) mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran interaktif menulis teks biografi siswa kelas X SMK.Model pengembangan yang digunakan merupakan model prosedural sehingga harus dilakukan secara berurutan. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian dan pengembangan ini berupa data kualitatif yang merupakan data verbal berupa tulisan, masukan, pendapat tertulis, dan juga hasil wawancara dan data kuantitatif berupa skor angka yang didapat dari kuesioner yang telah di isi oleh subjek tes. Subjek tes dalam penelitian dan pengembangan ini melibatkan ahli media, ahli materi dan ahli bahasa yang berkompetensi, guru sebagai ahli praktisi, dan siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU sebagai subjek tes yang menggunakan media pembelajaran.Pengembangan media pembelajaran interaktif teks biografi siswa kelas X SMK telah melalui beberapa tahapan uji kelaikan produk, mulai dari validasi oleh ahli media, ahli materi ,ahli Bahasa dan praktisi hingga keefektifan penerapan media pembelajaran. Berdasarkan proses yang telah dilakukan maka didapatkan hasil dari beberapa aspek(1) Aspek penyajian media, media ini disajikan dalam bentuk pembelajaran interaktif dengan memakai aplikasi makro media flash (2) pengujian media, pada proses pengujian media yang dipakai untuk memahami tingkat kebutuhan siswa dan guru diperoleh kisaran angka 89% dan untuk guru didapatkan kisaran angka 88% dan 96%. Berdasarkan jumlah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebutuhan terhadap media pembelajaran sangat tinggi sehigga perlu adanya pembaharuan terhadap penggunaan media pembelajaran. (3) Revisi media, langkah-langkah merevisi media pembelajaran dilakukan melalui beberapa langkah diantaranya dari ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan ahli praktisi. Dari keempat ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran tersebut sangat layak dipergunakan. (4) Efektivitas media, tingkat efektivitas media didapatkan berasas kuesioner yang telah dijawab oleh siswa. Dari proses tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hasil uji coba menempati kisaran angka 88%. Berdasarkan jumlah tersebut, maka media tersebut sangat layak untuk dipergunakan.Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa tingkt kebutuhan media pembelajaran interaktif teks biografi siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU Jember sangat signifikan dengan kisaran angka 89% untuk siswa dan untuk guru kisaran angka 88% dan 96%. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran interaktif dapat menjawab kebutuhan tersebut. Tingkat akurasi media yang didukung oleh validasi para ahli dengan persentase di atas 75% dimana media mendapat skor nilai sebesar 80% dari ahli media, skor nilai 84% juga didapatkan dari ahli materi , dan skor nilai 87% di dapat dari ahli bahasa.membuktikan bahwa media sangat layak untuk dipergunakan. Penjelasan ini juga didukung oleh penjelasan ahli praktisi yang memberikan skor nilai sebesar 95% yang membuktikan bahwa media pembelajaran interaktif teks biografi sangat layak untuk dipergunakan sehingga dapat dikatakan pengembangan media pembelajaran interaktif teks biografi sangat layak untuk digunakan. oleh siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU Jember. Produk pengembangan media pembelajaran interaktif ini juga sangat tepat digunakan untuk pembelajaran teks biografi siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU Jember. Hal ini disimpulkan dengan hasil penilaian siswa terhadap pengunaan media pembelajaran yang jumlah skor nilai 88% sehingga dapat disimpulkan media sangat layak untuk dipergunakan dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran, teks biografi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBLAJARAN EXE TEKS FABEL SISWA KELAS VII MTS AL – AMIRIYYAH DARUSSALAM BLOKAGUNG BANYUWANGI KURIKULUM 2013 Abdul Hamid Zazuli
NOSI Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.892 KB)

Abstract

Abstrak: Peran media dalam suatu pembelajaran merupakan peran yang sangat mempengaruhi kefektifan dalam proses pembelajaran bahkan sangat memberikan suatu dampak yang sangat positif dalam hasil belajar peserta didik. Upaya yang perlu dilakukan oleh guru supa hasil belajar bagi siswa menjadi meningkat yang harus dilakukannya yaitu dengan mengembangkan media pemblajaran, karena dengan berkembangnya dunia yang semakin modern masalah yang dihadapi setiap siswa dan guru semakin kompleks, maka sangatlah perlu bagi setiap guru untuk mengembangkan media pembelajaran tersebut.Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti kemajuan jaman yang modern ini adalah dengan memanfaatkan sebuah aplikasi komputer, karena aplikasi tersebut dapat digunakan oleh setiap guru untuk mengembangkan atau menyusun  media pembelajaran. Adapun media yang sangat mendukung untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah aplikasi Elearning XHTML Editor (eXe). Aplikasi ini merupakan program open source yang tanpa harus mengerti bahasa pemrograman dan sangat mudah digunakan baik bagi orang yang tanpa mengetahui bahasa bahasa pemrograman tersebut.Dengan memanfatkan pembelajaran menggunakan media aplikasi Elearning XHTML Editor (eXe) ini, mengharapkan setiap guru yang mengajar di sekolah mampu membuat pembelajaran yang interaktif, sehingga setiap siswa akan menjadi minat dan tingkat pemahamannya lebih meningkat, sehingga terciptalah susana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan.Penelitaan ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yaitu “Pengembangan Media EXE Teks Fabel Siswa Kelas VII Mts Al- Amiriyyah Darussalam Blokagung Banyuwangi Kurikulum 2013”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian resarch and development ( penelitian pengembangan) jadi, peneliti dalam melakukan penelitian pengembangan ini menggunakan model 4- D dari Thiagarajan yang telah peneliti modifikasi menjadi 3- D yaitu mendefinisikan, merancang, dan mengembangkan. Adapun produk yang dikembangkan dan melaui tahap validasi materi ahli serta media ahli dalam penelitian ini adalah RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), LKS (Lembar Kerja Siswa), media Elearning XHTML Editor (EXE), dan materi.Pemerolehan dari  hasil penelitian ini telah memenuhi kriteria kelayakan, setelah ahli materi dan ahli media mevalidasi media pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan  rata rata 3,9 untuk RPP yang telah dikembangkan dengan jumlah skore presentase 78,8%, Maka berdasarkan kriteria kevalidan, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sudah dikembangkan penulis telah memenuhi kriteria valide, pada penskoran LKS rata rata hasi prkembangan mendapatkan 4.46, serta  keseluruha media EXE 4.46 telah mendapat skore rata-ratanya dengan jumlah persentase 89,2% pada media LKS. Maka berdasarkan kriteria kevalidan, lembar kerja siswa dari perkembangkanyang  penulis ini lakuk mampu mendapatkan kevalidan dari criteria yang telah ditenukan. Sedangkan pada EXE media Learning keseluruhannya mampu mendapat 3,58 dari skor rata-rata dengan persentase 71,7%. Maka dari kriteria yang berdasarkan kevalidannya, media Elearning XHTML Editor (EXE) yang dikembangkan, termasuk kategori kriteria valid. Padamateri vabel yang divalidasi mendapat skor rata-rata keseluruhan 4 dengan persentase 80%. Maka berdasarkan kriteria kevalidan, dari rata rata keseluruhan () materi teks fabel skore validasi ada diantara rentang 3  4 ini dinyatakan kategori kritiria valid.Kepraktisan media pembelajaran dilihat dari analisis data terhadap siwa dalam beraktivitas belajar dan beraktivitasnya pendidik saat mendidik. Didalam ruang belajar mengajar terdapat dua pengamat yang mengamati pendidik dalam menyampaikan materi dan mengamati siswa selama proses belajarmengajar berlangsung. Hasil rekapitulasi aktivitas pendidik selama 2 kali pertemuan, pada pertemuan pertama mendapat skor 4,3 dan 4,45 pada pertemuan kedua. Jadi hasilya observasi aktivitas pendidik memenuhi kritiria baik dari kritiria dan persentase skor.Analisis perangkat berdasarkan keefektifan datanya terbagi menjadi tiga hasil, yakni tes aktivitas penelitian, observasi aktivitas siswa dan  respon siswa. Menurut hasil analisis tes aktivitas penelitian siswa yang berjumlah 19 siswa mendapat nilai diatas 80 sebanyak 12 siswa dan selebihnya mendapat nilai dibawah 80 pada siswa 7. Analisis data pada aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran diperoleh bahwa persentase pada awal tatap muka yang pertama aktivitas siswa mencapai 82% dan pada tatap muka kedua persentasenya mencapai 92%. Maka skore rata rata memenuhi kriteria amat aktif dari kriteria keaktifan siswa siswa, Sedangkan persentase dari hasil rata-rata setiap pertanyaan respon siswa adalah 16,43 dari jawaban “iya” berjumlah 86,47% persen dan rata-rata 2,57dari jawaban “tidak” berjumlah 13,53% persen. Hasil tersebut menunjukkan rata-rata siswa sangat menyukai menggunakan media (EXE). Hasil statistik tes aktivitas riset mendapat sig sebesar 0,001 dari nilai uji homogenitas sehingga kesimpulannya data tidaklah homogen dengan begitu untuk mengetahui hasil perbedaan media exe data equal variances not assumed Sig.(2-tailed) = 0.000  digunakan untuk uji independent yang berarti nilai Sig.(2-tailed)< 0,05. jadi nilai post test pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dari uji independen terdapat  perbedaan rata rata.Kata Kunci: teks fabel, siswa MTs, media pembelajaran, EXE
Pengembangan Media Video Animasi Pembelajaran Teks Puisi Siswa Kelas X SMA Islam Almaarif Singosari Rika Ulfatuzzahroh
NOSI Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.517 KB)

Abstract

Abstrak: Salah satu upaya mengatasi kerumitan dan kejenuhan pada proses pembelajaran dengan melakukan inovasi dalam menggunakan media pembelajaran. Dengan menggunakan media video tutorial yang dikemas melalui animasi, materi yang disajikan guru dapat pembelajaran dapat berupa audio visual. Media video animasi dalam pengembangan bertujuan untuk mendeskripsikani (1) kebutuhan mengenai media video animasi dalam pembelajaran teks puisi untuk siswa SMA/MA kelas X. (2) Proses mengenai media video video animasi dalam pembelajaran teks puisi untuk siswa SMA/MA kelas X. Dan (3) Ketepatan/ kelayakan produk pengembangan mengenai media video animasi dalam pembelajaran teks puisi untuk siswa SMA/MA kelas X. Pengembangan produk media pembelajaran teks puisi dengan menggunakan media audio visual dalam pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang memiliki 4 tahap penelitian pengembangan define, design, develop, dan disseminate. Dalam uji coba produk dilakukan dengan jumlah 25 siswa berskala besar, dan kemudian diujicobakan pada kelompok kecil dengan jumlah 19 siswa beserta guru Bahasa Indonesia yang terkait. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan lembar validasi. Data pengembangan ini, menunjukkan bahwa hasil analisis kebutuhan guru mencapai nilai 86.5% guru sangat setuju jika diadakannya pengembangan terhadap media video animasi pada pembelajaran teks puisi siswa kelas X. Sedangkan pada analisis kebutuhan siswa 72,4% menyatakan setuju bahwa siswa membutuhkan media pembelajaran video animasi yang mampu menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan kreatif pada pembelajaran teks puisi siswa kelas X. Hal ini menunjukan bahwa guru dan siswa membutuhkan adanya pengembangan media video animasi pada pembelajaran teks puisi agar memudahkan dan memberikan ketertarikan siswa dalam pembelajaran. Oleh sebab itu, peneliti mengembangkan produk  media pembelajaran berupa media video animasi Asiknya menulis puisi dalam bentuk yang dioperasikan dengan aplikasi FlipaClip dan dipadukan dengan Final Cut dalam bentuk program aplikasi. Media video animasi dikembangkan dalam 3 proses, meliputi mencari gambar mentahan melalui format PNG, mengolah gambar mentahan tersebut menjadi gambar yang dapat bergerak sesuai keinginan peneliti melalui aplikasi FlipaClip, dan dipadukan dalam aplikasi Final Cut Pro yang komponen audio visualnya sudah lengkap. Selanjutnya, dari  hasil validasi ahli materi memperoleh skor 87,5% sedangkan pada ahli media memperoleh skor 70% hal ini menunjukan bahwa produk media video animasi, pada, pembelajaran, teks, puisi siswa, kelas, X, valid dan layak diimplementasikan dengan sedikit revisi. Selain itu, respon guru menunjukan nilai 90%, dan respon siswa menunjukan nilai 78,9% siswa setuju apabila media video animasi menjadi materi yang mudah dipahami dan layak digunakan dalam pembelajaran menulis teks puisi. Oleh sebab itu, media, video, animasi. Asiknya menulis puisi yang dikembangkan sudah valid tanpa revisi.Kata kunci,: Media pembelajaran, Video animasi, Teks puisi
Pengaruh Desain Pembelajaran Problem Terbuka dan Aktivitas Belajar Terhadap Kemampuan Membaca Cerita Fantasi Siswa Kelas VII MTsN 3 Mojokerto Anis Chusniyah Allim
NOSI Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.923 KB)

Abstract

Abstrak : Hasil belajar Bahasa Indonesia  belum menunjukkan adanya peningkatan atau belum memenuhi KKM Bahasa Indonesia  75 yang telah ditetapkan, sehingga hal ini menjadikan suatu dorongan bagi para guru untuk lebih giat lagi mengembangkan metode dan teknik pembelajaran Bahasa Indonesia  yang sesuai dengan perkembangan pendidikan saat ini. Upaya yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran ini guna mengangkat peringkat kemampuan membaca siswa, guru perlu mengembangkan desain pembelajaran yang dapat mendorong aktivitas belajar siswa karena dengan mendorong aktivitas belajar maka siswa akan giat belajar untuk meraih apa yang telah dicita-citakan dan juga dapat meraih prestasi belajar/kemampuan membaca yang gemilang di masa depan. Solusi  yang terbaik untuk meningkatkan kemampuan membaca dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah dengan cara menerapkan desain pembelajaran yang efektif, yang mengandung arti menghendaki adanya  pembelajaran yang mengajak siswanya untuk mencapai kemampuan yang diharapkan dengan menggunakan desain pembelajaran yang menarik. Peserta didik menjadi pusat pembelajaran, kreativitas siswa berkembang dengan baik, nilai peserta didik meningkat dan menyediakan pengalaman yang beragam, dalam hal ini desain pembelajaran problem terbuka.Melalui desain problem   terbuka, guru dapat mendorong keterlibatan siswa secara langsung  yang merupakan langkah pertama dalam kegiatan belajar di kelas. Dengan demikian kualitas pelaksanaan pembelajaranan akan lebih meningkat, Selanjutnya desain pembelajaran ini dapat menggali ide-ide baru, kreatif, pengetahuan tinggi, sharing, dan sosialisasi. serta siswa diajak untuk mengembangkan improvisasi, dengan pendekatan yang bervariasi sehingga mendapat jawaban dari siswa yang beragam. sehingga melalui penerapan desain problem terbuka akan meningkatkan aktivitas belajar yang akan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan membaca siswa.Kata kunci : Desain Pembelajaran Problem Terbuka, Aktivitas Belajar dan Kemampuan Membaca Cerita Fantasi
KARAKTERISTIK NARASI IKLAN MAKANAN DI INSTAGRAM: TINJAUAN KRITIS PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DAN JAWA Fitri Ratnasari
NOSI Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.319 KB)

Abstract

Abstrak: Manusia dapat menggunakan wacana sebagai alat berkomunikasi dan saling bertukar informasi. Wacana dalam konteks ini berarti lebih luas dari sekedar sebuah bacaan. Proses komunikasi melibatkan seorang pesapa dan penyapa. Pesapa dalam teks wacana tulis adalah seorang pembaca, sedangkan dalam wacana lisan adalah seorang pendengar. Penyapa dalam sebuah wacana tulis adalah penulis, sedangkan dalam sebuah wacana lisan adalah pembicara. Penulis sebuah iklan terkenal senang bermain dengan kata-kata. Dalam iklan makanan di media sosial instagram, dijumpai penggunaan diksi yang beragam. Pilihan kata atau diksi jauh lebih luas dari apa yang dipantulkan oleh jalinan kata-kata itu. Selain diksi, dalam iklan makna kalimat dalam iklan juga berpengaruh. Persoalan makna merupakan sebuah persoalan yang menarik dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya dengan sebuah reklame yang dipasang di tepi jalan, iklan-iklan di televisi, sampai kata-kata yang tertera pada peraturan di jalan, hal ini terdapat kata-kata yang setiap orang berbeda dalam penafsirannya.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) pemilihan diksi Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia yang digunakan di instagram untuk memengaruhi pembeli, (2) struktur kalimat narasi iklan makanan di instagram untuk memengaruhi pembeli. Pendekatan penelitian  yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data hasil dari penelitian ini  berbentuk sebuah penjelasan atau deskripsi data hasil penelitian secara aktual tanpa menggunakan teknik statistik atau angka, selanjutnya data dianalisis dengan teknik kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah iklan makanan di instagram. Data penelitian ini merupakan data verbal, karena bentuk penyampaiannya secara tertulis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan dokumentasi iklan makanan di instagram yang berupa kalimat-kalimat yang digunakan penulis untuk iklan makanan di instagram. Langkah-langkah menganalisis data antara lain: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data yang meliputi identifikasi data dan klasifikasi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan sementara, dan (5) penarikan kesimpulan akhir. Untuk pengecekan keabsahan temuan data, peneliti membaca dan menyimak berulang-ulang data yang sudah terkumpul, supaya mendapatkan data yang valid.Hasil analisis data, paparan data, dan temuan data menunjukkan hal-hal berikut ini: (1) Penggunaan diksi dalam kalimat di iklan instagram yang berupa slang dan akronim digunakan oleh penulis iklan agar terlihat lebih santai (tidak formal), karena penggunaan slang dan akronim dalam iklan makanan tersebut merupakan kata baru dan yang populer di masyarakat, khususnya kalangan remaja. Kata umum dan kata khusus digunakan penulis untuk menarik minat warganet atau konsumen karena menggunakan bahasa sehari-hari, akan tetapi pada penggunaan kata khusus pada iklan di perjelas, agar pembaca mengerti maksud dari iklan makanan tersebut. Diksi yang digunakan dalam iklan merupakan diksi yang sedang populer di masyarakat, khususnya para remaja, dan penggunaannya hanya sementara, karena seiring dengan berjalannya waktu,  diksi tersebut akan tergantikan dengan diksi yang lebih mutakhir. (2) Kalimat narasi yang digunakan dalam iklan makanan di instagram berupa campur kode, alih kode, dan makna konotatif. Penggunaan campur kode dan alih kode dalam iklan dimaksudkan agar warganet akrab dengan produk makanan yang diiklankan. Diksi iklan makanan di instagram menggunakan kosa kata informal, santai, dan menggunakan bahasa sehari-hari yakni bahasa lisan yang dituliskan. Penggunaan makna konotatif dalam iklan yaitu untuk memengaruhi dan meyakinkan warganet untuk membeli makanan yang diiklankan di instragram, khususnya bagi milenial atau warganet remaja.Kata Kunci: Diksi, Kalimat Narasi, Iklan Instagram. 
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR BERBASIS STRATEGI BELAJAR AFEKTIF TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS FABEL SISWA KELAS VIII SMP PGRI 01 WAGIR MALANG TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Istika Novitasari
NOSI Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.205 KB)

Abstract

Abstrak: Seorang guru di tuntut memahami dan memiliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai strategi pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan di dalam kelas. Strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru di dalam kelas dapat membantu memudahkan peserta didik dalam menerima dan memahami sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah disepakati bersama untuk dapat melaksanakan tugasnya.               Beragam teks yang di disajikan pada pernbelajaran kelas VIII SMP/MTS diharapkan rnampu menggugah siswa untuk berfikir kritis dan kreatif, akan tetapi teks bacaan yang disediakan pada bahan ajar Kemendikbud maupun buku pendamping lain masih bersifat universal untuk semua jenjang sekolah rnenengah pertama. Bacaan yang disediakan yang disediakan pada buku teks siswa belum mencerminkan, rnasih sulit ditangkap maknanya oleh karena itu diperlukan bahan ajar yang sekiranya memiliki kesamaan dengan permasalahan yang disesuaikan dengan konteks keseharian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran objektif tentang bagaimana pengaruh penggunaan bahan ajar menulis teks fabel berbasis strategi belajar afektif untuk siswa kelas VIII SMP.               Strategi afektif adalah tindakan yang mengacu pada perasaan, sikap motivasi, dan nilai. Strategi-strategi afektif meliputi tiga rangkain strategi, yaitu: mengendalikan emosi, mengurangi ketegangan, dan mendorong diri.Penelitian ini dilaksanakan pada seluruh siswa kelas VIIIC berjumlah 31 siswa SMP PGRI 01 Wagir Malang. Hasil data dalam penelitian ini adalah hasil pretes dan postes. Hasil data penelitian sebelum menggunakan bahan ajar berbasis strategi belajar afektif, nilai peserta didik di bawah rata-rata yaitu 62,58 termasuk dalam kategori yang kurang. Sedangkan dari hasil postes setelah diterapkan strategi belajar afektif nilai peserta didik dapat dilihat dari rata-rata 83,55 termasuk dalam kategori yang baik. Ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum menggunakan strategi belajar afektif (pretes) dan sesudah menggunakan strategi belajar afektif (postes). Karena harga t-statistik=8.381> t-tabel 2,042, maka terdapat perbedaan yang signifikan anatara pretes dan postes.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi belajar afektif dalam pembelajaran menulis teks fabel pada peserta didik kelas VIIIC SMP PGRI 1 Wagir Malang Tahun ajaran 2018/2019 dapat dikatakan efektif.Kata kunci: Strategi belajar, afektif, Menulis, teks fabel.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKS FABEL KELAS VII SMP BAYT AL-HIKMAH KOTA PASURUAN BERBASIS ISPRING Tri Suwandi
NOSI Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan berbagai kemudahan dalam segala hal. Salah satu bidang yang terimbas oleh pengaruh globalisasi adalah dunia pendidikan. Berbagai program diciptakan untuk memudahkan para guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Akan tetapi, masih banyak guru belum mau memaksimalkan aplikasi yang telah diciptakan. Sedangkan cara belajar peserta didik sekarang cenderung mengikuti arus globalisasi. Oleh karena itu, guru harus mampu mengembangkan diri dengan menciptakan media pembelajaran yang menarik untuk siswa. Salah satu contoh seperti penelitian yang akan dibahas. Penelitian ini memanfaatkan aplikasi MS Powerpoin yang dikombinasikan dengan program Ispring.  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup tentang kebutuhan peserta didik dan guru terhadap media pembelajaran, pengembangan media pembelajaran teks fabel berbasis Ispring, dan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran teks fabel berbasis Ispring.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development sesuai dengan langkah ADDIE. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik kuantitatif data kualitatif. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah 21 siswa kelas VII. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri dan angket. Prosedur dalam penelitian ini meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penyelesaian.            Hasil dari analisis kebutuhan peserta didik dan guru terhadap media pembelajaran ialah (1) ketersediaan media pembelajaran yang menarik, (2) perlu adanya KI, KD dan tujuan pembelajaran dalam media, (3) pemaparan materi yang singkat dan jelas, (4) adanya contoh dalam setiap penjelasan materi, (5) adanya evaluasi di akhir materi, dan (6) penggunaan warna cerah yang tidak mengganggu konsentrasi dalam media pembelajaran.            Hasil proses pengembangan media pembelajaran teks fabel kelas VII berbasis Ispring dilakukan menggunakan model ADDIE, yaitu (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi/uji coba, dan (5) evaluasi. Pengembangan media dilakukan berdasarkan hasil dari analisis kebutuhan peserta didik dan guru. Selain itu, dilakukan juga validasi oleh beberapa ahli, yaitu ahli bahasa, ahli materi dan ahli media.            Sedangkan hasil uji efektivitas dilakukan untuk mengetahui media yang sedang dikembangkann layak digunakan apa tidak. Uji efektivitas pengembangan media pembelajaran teks fabel kelas VII berbasis Ispring berdasarkan hasil penilaian siswa ketika melakukan uji coba nilai sebesar 93,96%. Dengan keterangan sangat layak/sangat valid. Selain itu, berdasarkan hasil evaluasi diperoleh data lebih dari 75% nilai peserta didik  di atas KKM.
Pengembangan Media Interaktif Pembelajaran Teks Eksplanasi Kompleks Siswa Kelas XI SMA Islam Sunan Gunung Jati Tulungagung Ahmad Khoirul Mutaqin; Nur Fajar Arief; Abdul Rani
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengembangan pendidikan interaktif memberikan dua keuntungan yakni sebagai pendorong atas komunitas pendidikan  untuk lebih apresiatif, kreatif dan produktif dalam memaksimalkan proses dan hasil pendidikan. Selain itu pengembangan pendidikan juga memeberikan kesempatan kepada siswa dalam memanfaatkan segala hal yang ada baik segi materi, sarana atau pra sarana, yang dapat diperoleh dari bahan yang tidak terbatas. (Dharmawan 2015:5).Berdasarkan observasi di lapangan penerapan media pembelajaran interaktif dalam proses pembelajaran siswa kelas XI SMA Islam Sunan Gunung Jati sangat berdampak positif. Hal ini ditunjukan dengan adanya antusiasme siswa yang terlihat di dalam proses pembelajaran ketika seorang guru meyampaikan proses pembelajaranya dengan menggunakan sebuah media pembelajaran yang interaktif.            Proses penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan, Ketepatan serta kelayakan media pembelajran interaktif menulis teks eksplanasi untuk siswa kelas XI SMA Islam Sunan Gunung Jati Tulungagung.            Model pengembangan yang digunakan mengadapatasi model yang digagas oleh Borg & Gall. Model tersebut merupakan model prosedural sehingga harus dilakukan secara berurutan. Jenis data yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif atau data verbal berupa catatan atau saran yang bersifat tertulis yang ditujukan terhadap media yang dikembangkan. Sedangkan data kuantitatif atau  data numerik dapat diperoleh dari lembar angket kuisioner yang diberikan kepada subjek uji coba. Subjek uji coba dalam penelitian dan pengembangan ini melibatkan ahli media pembelajaran, dan juga guru sebagai aplikator atau pengguna sekaligus pelaksana lapangan atas proses pembelajaran yang dilakukan, serta siswa kelas XI SMA Islam Sunan Gunung Jati sebagai pengguna media pembelajaran.            Pengembangan media pembelajaran interaktif teks eksplanasi kelas XI SMA telah melalui beberapa proses uji kelayakan produk mulai validasi hingga efektifitas penggunaan media pembelajaran. Berdasarkan proses yang telah dilakukan maka dapat diperoleh hasil dari beberapa aspek (1) Aspek penyajian produk, produk ini disajikan dalam bentuk media pembelajaran interaktif dengan menggunakan aplikasi penayangan media pembelajaran macro media flash (2) Uji coba produk, dalam proses uji coba produk yang digunakan untuk mengetahui tingkat kebutuhan siswa diperoleh hasil lebih dari 80%. Hal ini menunjukan bahwa pengggunaan media pembelajaran yang efektif sangat diinginkan oleh siswa (3) Revisi produk, tahapan revisi produk pembelajaran dilaksanakan melalui beberapa tahapan diantaranya dari validator ahli media dan validator praktisi. Dari dua validator tersebut didapatkan bahwa media pembelajaran tersebut layak dan sangat layak untuk digunakan. (4) Efektifitas produk, tingkat efektifitas produk ditentukan berdasarkan angket yang diisi langsung oleh siswa. Dari tahapan tersebut didapatkan hasil penilaian siswa dari beberapa aspek penilaian sebesar lebih dari 90%. Berdasarkan jumlah tersebut makadapat disimpulkan bahwa media tersebut sangal layah untuk digunakan.Dari pernyataan di atas maka dapat ditemukan hasil pengkajian bahwa tingkat kebutuhan media pembelajaran interaktif teks eksplanasi kelas XI SMA Islam Sunan Gunung Jati Tulungagung sangat singnifikan dengan kisaran prosentase sebesar 80%. Sehingga, dengan adanya pengembangan media pembelajaran ini dapat menjawab kebutuhan tersebut. Tingkat ketepatan media yang didukung dengan adanya validasi ahli dan validasi praktisi yang menempati kisaran angka diatas 75% dimana validator ahli pertama memberi skor penilaian sebesar 87% dan validator ahli memberikan penilaian sebesr 76% menyatakan bahwa media tersebut sangat layak dan layak untuk digunakan. Pemaparan tersebut juga didukung dari pemaparan validator praktisi yang yang memberikan penilaian sebesar 88% dan 93% menyatakan bahwa media pembelajaran interaktif teks eksplanasi tersebut sangat layak untuh digunakan sehingga dapat dinyatakan bahwa pengembangan media pembelajaran interaktif teks eksplanasi tepat untuk digunakan oleh siswa kelas XI SMA Islam Sunan Gunung Jati Tulungagung. produk pengembangan media pembelajaran interaktif ini juga sangat layak digunakan untuk pembelajaran teks eksplanasi kelas XI di SMA Islam Sunan Gunung Jati. Hal ini dinyatakan dengan adanya hasil penilian siswa atas penggunaan media pembelajaran tersebut menapati kisaran angka lebih dari 90% sehingga dapat dinyatakan bahwa media tersebut ssangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: pengembangan, media pembelajaran, teks eksplanasi.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBLAJARAN EXE TEKS FABEL SISWA KELAS VII MTS AL – AMIRIYYAH DARUSSALAM BLOKAGUNG BANYUWANGI KURIKULUM 2013 Abdul Hamid Zazuli
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Peran media dalam suatu pembelajaran merupakan peran yang sangat mempengaruhi kefektifan dalam proses pembelajaran bahkan sangat memberikan suatu dampak yang sangat positif dalam hasil belajar peserta didik. Upaya yang perlu dilakukan oleh guru supa hasil belajar bagi siswa menjadi meningkat yang harus dilakukannya yaitu dengan mengembangkan media pemblajaran, karena dengan berkembangnya dunia yang semakin modern masalah yang dihadapi setiap siswa dan guru semakin kompleks, maka sangatlah perlu bagi setiap guru untuk mengembangkan media pembelajaran tersebut.Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti kemajuan jaman yang modern ini adalah dengan memanfaatkan sebuah aplikasi komputer, karena aplikasi tersebut dapat digunakan oleh setiap guru untuk mengembangkan atau menyusun  media pembelajaran. Adapun media yang sangat mendukung untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah aplikasi Elearning XHTML Editor (eXe). Aplikasi ini merupakan program open source yang tanpa harus mengerti bahasa pemrograman dan sangat mudah digunakan baik bagi orang yang tanpa mengetahui bahasa bahasa pemrograman tersebut.Dengan memanfatkan pembelajaran menggunakan media aplikasi Elearning XHTML Editor (eXe) ini, mengharapkan setiap guru yang mengajar di sekolah mampu membuat pembelajaran yang interaktif, sehingga setiap siswa akan menjadi minat dan tingkat pemahamannya lebih meningkat, sehingga terciptalah susana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan.Penelitaan ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yaitu “Pengembangan Media EXE Teks Fabel Siswa Kelas VII Mts Al- Amiriyyah Darussalam Blokagung Banyuwangi Kurikulum 2013”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian resarch and development ( penelitian pengembangan) jadi, peneliti dalam melakukan penelitian pengembangan ini menggunakan model 4- D dari Thiagarajan yang telah peneliti modifikasi menjadi 3- D yaitu mendefinisikan, merancang, dan mengembangkan. Adapun produk yang dikembangkan dan melaui tahap validasi materi ahli serta media ahli dalam penelitian ini adalah RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), LKS (Lembar Kerja Siswa), media Elearning XHTML Editor (EXE), dan materi.Pemerolehan dari  hasil penelitian ini telah memenuhi kriteria kelayakan, setelah ahli materi dan ahli media mevalidasi media pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan  rata rata 3,9 untuk RPP yang telah dikembangkan dengan jumlah skore presentase 78,8%, Maka berdasarkan kriteria kevalidan, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sudah dikembangkan penulis telah memenuhi kriteria valide, pada penskoran LKS rata rata hasi prkembangan mendapatkan 4.46, serta  keseluruha media EXE 4.46 telah mendapat skore rata-ratanya dengan jumlah persentase 89,2% pada media LKS. Maka berdasarkan kriteria kevalidan, lembar kerja siswa dari perkembangkanyang  penulis ini lakuk mampu mendapatkan kevalidan dari criteria yang telah ditenukan. Sedangkan pada EXE media Learning keseluruhannya mampu mendapat 3,58 dari skor rata-rata dengan persentase 71,7%. Maka dari kriteria yang berdasarkan kevalidannya, media Elearning XHTML Editor (EXE) yang dikembangkan, termasuk kategori kriteria valid. Padamateri vabel yang divalidasi mendapat skor rata-rata keseluruhan 4 dengan persentase 80%. Maka berdasarkan kriteria kevalidan, dari rata rata keseluruhan () materi teks fabel skore validasi ada diantara rentang 3  4 ini dinyatakan kategori kritiria valid.Kepraktisan media pembelajaran dilihat dari analisis data terhadap siwa dalam beraktivitas belajar dan beraktivitasnya pendidik saat mendidik. Didalam ruang belajar mengajar terdapat dua pengamat yang mengamati pendidik dalam menyampaikan materi dan mengamati siswa selama proses belajarmengajar berlangsung. Hasil rekapitulasi aktivitas pendidik selama 2 kali pertemuan, pada pertemuan pertama mendapat skor 4,3 dan 4,45 pada pertemuan kedua. Jadi hasilya observasi aktivitas pendidik memenuhi kritiria baik dari kritiria dan persentase skor.Analisis perangkat berdasarkan keefektifan datanya terbagi menjadi tiga hasil, yakni tes aktivitas penelitian, observasi aktivitas siswa dan  respon siswa. Menurut hasil analisis tes aktivitas penelitian siswa yang berjumlah 19 siswa mendapat nilai diatas 80 sebanyak 12 siswa dan selebihnya mendapat nilai dibawah 80 pada siswa 7. Analisis data pada aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran diperoleh bahwa persentase pada awal tatap muka yang pertama aktivitas siswa mencapai 82% dan pada tatap muka kedua persentasenya mencapai 92%. Maka skore rata rata memenuhi kriteria amat aktif dari kriteria keaktifan siswa siswa, Sedangkan persentase dari hasil rata-rata setiap pertanyaan respon siswa adalah 16,43 dari jawaban “iya” berjumlah 86,47% persen dan rata-rata 2,57dari jawaban “tidak” berjumlah 13,53% persen. Hasil tersebut menunjukkan rata-rata siswa sangat menyukai menggunakan media (EXE). Hasil statistik tes aktivitas riset mendapat sig sebesar 0,001 dari nilai uji homogenitas sehingga kesimpulannya data tidaklah homogen dengan begitu untuk mengetahui hasil perbedaan media exe data equal variances not assumed Sig.(2-tailed) = 0.000  digunakan untuk uji independent yang berarti nilai Sig.(2-tailed)< 0,05. jadi nilai post test pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dari uji independen terdapat  perbedaan rata rata.Kata Kunci: teks fabel, siswa MTs, media pembelajaran, EXE
Pengembangan Media Pembelajaran Menulis Naskah Drama Siswa Kelas VIII SMP Persatuan Krembung Menggunakan Program Android Studio Adam Nur Muhammad
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Menulis merupakan pelajaran yang begitu penting diberikan kepada peserta didik untuk melatih keaktifan dalam berbahasa. Selain itu, di dalam pembelajaran menulis secara otomatis telah mencakup banyak unsur kebahasaan yang disampaikan termasuk kosa kata dan keterampilan penggunaan bahasa itu sendiri dalam bentuk bahasa tulis. Menulis naskah drama tidak hanya membutuhkan kemampuan menulis yang baik tetapi juga perlu pendalaman lebih jauh lagi mengenai drama karena dalam penulisan naskah kita harus memperhatikan unsur-unsur drama itu sendiri agar naskah drama tidak jauh melenceng dari hakikat asli sebuah drama. Untuk itu diperlukan sebuah media yang cocok bagi peserta didik sebagai pembelajaran menulis yang efektif dan efisien.            Berangkat dari latar belakang masalah yang diuraikan di atas, peneliti mencoba menciptakan media pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang diharapkan mampu membantu peserta didik dalam memakainya, selain itu juga media pembelajaran ini diharapkan dapat dengan mudah digunakan oleh peserta didik dimanapun dan kapanpun tanpa harus selalu berpaku pada buku pelajaran. Pemanfaatan dari teknologi seperti yang sudah diuraikan tersebut memberikan ide bagi peneliti untuk melakukan penelitian pengembangan media pembelajaran dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran Menulis Naskah Drama Siswa Kelas VIII SMP Persatuan Krembung Menggunakan Program Android Studio.Penelitian ini dilakukan dengan rnenggunakan metode Research and Development. Data dalam penelitian ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang langsung maupun tidak langsung dan angket. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, ahli praktisi yang dianggap memiliki kelayakan dalam melakukan validasi produk. Instrument dalam penelitian adalah peneliti sendiri dengan kemampuannya yang dibantu tabel, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa data kuesioner yang diberikan para ahli validasi. Hasil pengisian kuesioner pada penelitian ini dilakukan menggunakan skala Likert pada skala interval, yaitu skala yang menentukan beberapa kategori penilaian. Kategori yang digunakan penulis yaitu: tkurang valid (0-55%), cukup valid valid (55-74%), valid (74-84%), dan sangat valid (85- 100%).Berdasarkan validasi yang telah dilakukan oleh peneliti kepada para ahli diketahui bahwa hasil validasi ahli media mendapat nilai 92%, hasil validasi ahli materi mendapat nilai 82,66%. Sementara itu, hasil validasi yang telah dilakukan oleh peneliti kepada praktisi (guru)  hasil validasi tersebut memperoleh nilai 89, 48%. Sesuai dengan hasil validasi para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa media menulis naskah drama pada siswa SMP kelas VIII SMP Persatuan Krembung menggunakan program android studio ini dinyatakan valid.Dari hasil pengembangan yang telah dilakukan, peneliti menghimbau agar guru mata pelajaran bahasa Indonesia dapat mengaplikasikan produk ini dalam pembelajaran sesuai petunjuk yang telah disediakan. Dan bagi peneliti selanjutnya, dihimbau agar menggunakan teks lain penelitiannya dan pengembangan ini dapat digunakan sebagai referensi untuk dapat membuat media yang lebih baik dan bermanfaat. Kata Kunci: media pembelajaran, naskah drama, android studio

Page 10 of 19 | Total Record : 183