cover
Contact Name
Imam Santoso
Contact Email
mpbindonesia@unisma.ac.id
Phone
+6285649611196
Journal Mail Official
mpbindonesia@unisma.ac.id
Editorial Address
Magister Pendidikan Bahasa Indonesia PPS Universitas Islam Malang Jalan Mayjen Haryono 193, Telepon (0341) 551932 Fax. (0341) 552249
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah NOSI
ISSN : 23378425     EISSN : -     DOI : 10.33474
Nosi merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian bidang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Islam Malang. Jurnal Ilmiah ini berisi artikel hasil penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif. Jurnal Ilmiah ini terbit 2 kali setahun.
Articles 183 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN TEKS ANEKDOT SISWA KELAS X SMAN 1 KARANGREJO TULUNGAGUNG Chandra Herlambang; Nur Fajar Arief; Abdul Rani
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Era globalalisasi ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembagunan pendidikan yang berbasis teknologi informasi dapat memberikan keuntungan. Keuntungan terebut adalah 1) sebagai pendorong dalam lingkungan pendidikan  untuk lebih apresiatif dan produktif dalam memaksimalkan potensi pendidikan, dan 2) memberikan kesempatan yang lebih luas kepada peserta didik dalam memanfaatkan potensi yang ada, yang dapat diperoleh dari sumber-sumber yang tidak terbatas.Hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Karangrejo, menunjukkan bahwa peserta didik sering merasa kesulitan dalam menentukan kritik ataua sindiran dalam menyusun teks anekdot. Kesulitan yang dialami peserta didik disebabkan oleh beberapa faktor, seperti sikap malas, kurangnya kepedulian atau perhatian peserta didik terhadap kegiatan menulis, dan kurangnya latihan. Berdasarkan hal tersebut di atas, peneliti tertarik untuk mengembangkan sebuah produk pendidikan berbentuk media pembelajaran interaktif tentang menulis teks anekdot. Pemilihan media interaktif berbasis teknologi informasi dalam materi memproduksi teks anekdot dipilih karena saat ini perkembangan teknologi sudah semakin maju, di mana handpone  pun sudah semakin canggih, sehingga peserta didik nantinya mampu mengaksesnya lewat handpone. Selain itu pada umumnya media interaktif berbasis teknologi informasi ini lebih menyenangkan dan dapat lebih diminati oleh peserta didik. Harapannya, setelah menggunakan media pembelajran interaktif berbasis teknologi informasi ini peserta didik mampu memproduksi teks anekdot sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan.Adapun tujuan pengembangan media pembelajaran ini adalah untuk mendeskripsikan kebutuhan media, mendeskripsikan pengembangan media, dan mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran menulis teks anekdot untuk peserta didik kelas X SMA N 1 Karangrejo Tulungagung.Adapun jenis penelitian yang dilakukan adalah model pengembangan, yaitu pola atau prosedur pengembangan yang dipaparkan secara sistematis dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelitian dan pengembangan (research and development). Dengan menggunakan sebuah model pengembangan maka akan memberikan kemudahan bagi peneliti dalam menyusun kerangka berpikir untuk pengembangan teori dan penelitian. Berdasarkan uraian di atas maka penelitian yang diteliti dan dikembangkan oleh peneliti adalah media pembelajaran berbasis TIK pada materi menulis teks anekdot.Proses pengembangan media pembelajaran interaktif teks anekdot pada kelas X SMAN 1 Karangrejo Tulungagung telah melalui uji kelayakan produk mulai dari validasi hingga efektifitas penggunaan media pembelajaran. Berdasarkan proses yang telah dilakukan maka dapat diperoleh hasil dari beberapa aspek (1) Aspek penyajian produk, produk ini disajikan dalam bentuk media pembelajaran interaktif dengan menggunakan aplikasi penayangan media pembelajaran iSpring Sute 9,  (2) Uji coba produk, dalam proses uji coba produk yang digunakan untuk mengetahui tingkat kebutuhan peserta didik diperoleh hasil lebih dari 80%. Hal ini menunjukan bahwa pengggunaan media pembelajaran yang efektif sangat diinginkan oleh peserta didik (3) Revisi produk, tahapan revisi produk pembelajaran dilaksanakan melalui beberapa tahapan di antaranya dari validator ahli media dan validator praktisi. Dari dua validator tersebut didapatkan bahwa media pembelajaran tersebut layak untuk digunakan. (4) Efektifitas produk, tingkat efektifitas produk ditentukan berdasarkan angket yang diisi langsung oleh peserta didik. Dari tahapan tersebut didapatkan hasil penilaian peserta didik dari beberapa aspek penilaian sebesar lebih dari 85%. Berdasarkan jumlah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media tersebut layak untuk digunakan.Berdasarkan pemaparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebutuhan media pembelajaran interaktif teks anekdot pada kelas X SMAN 1 Karangrejo Tulungagung sangat singnifikan dengan kisaran prosentase sebesar 85%. Sehingga adanya pengembangan media pembelajaran interaktif ini dapat menjawab kebutuhan tersebut. Tingkat ketepatan media yang didukung dengan adanya validasi ahli dan validasi praktisi yang menempati kisaran angka di atas 75% di mana validator ahli pertama memberi skor penilaian sebesar 84,72% dan validator ahli memberikan penilaian sebesar 76,39% menyatakan bahwa media tersebut layak untuk digunakan.Kata kunci: Pengembangan, Media Interaktif Pembelajaran, Teks Anekdot
Dinamika Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel The Shack Karya William P. Young (Tinjauan Psikologi Sastra) Dian Fransiska Ledi
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Karya sastra merupakan hasil pemikiran, imajinasi atau khayalan seorang pengarang dalam bentuk sebuah cerita fiksi atau rekaan yang diperankan oleh beberapa tokoh dengan berbagai karakter yang di dalamnya terdapat beragam masalah yang sering dialami oleh manusia dalam kehidupan sehari-sehari dan karya sastra tersebut berisi nilai-nilai tertentu. Novel adalah salah satu bentuk karya sastra yang tidak terlepas dari dimensi kejiwaan manusia. The Shack merupakan novel yang bernuansa psikologi yang menggambarkan kejiwaan seorang ayah setelah kehilangan putri bungsunya. Setelah kehilangan putri bungsu membuat kejiwaan tokoh terganggu. Hal ini terlihat pada kepribadian tokoh tersebut yang digambarkan dalam tindakan maupun tutur kata tokoh tersebut dalam novel The Shack. Berdasarkan latar belakang di atas maka penelitian ini akan dititk beratkan pada kepribadian tokoh utama dalam novel The Shack karya William P. Young.            Ada dua cakupan masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini, yakni (1) dinamika kepribadian tokoh utama dalam novel The Shack Karya William P. Young, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika kepribadian tokoh utama dalam novel The Shack karya William P. Young. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dinamika kepribadian tokoh utama, serta mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi dinamika kepribadian tokoh utama yang terdapat dalam novel The Shack karya William P. Young.            Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode analisis isi (Content analysis). Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologi sastra serta memakai teori psokoanalisis Sigmund Freud. Data dalam penelian ini diperoleh dari novel The Shack berupa teks yang terdapat di dalamnya yang pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik baca catat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan induktif umum.            Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa tokoh utama memiliki kepribadian yang dinamis. Hal tersebut terjadi karena terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi, yakni faktor sosiologis dan faktor psikis. Pada dasarnya hal-hal yang dialami oleh tokoh utama terkait dengan permasalahannya dengan sang ayah semenjak ia kecil serta kekecewaannya terhadap Tuhan pasca insiden penculikan putri bungsunya yang bernama Missy. Dinamika kerpibadian tokoh utama yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu: 1) insting kematian yang dialami tokoh utama beralih ke insting kehidupan setelah tokoh utama bertemu dengan Tuhan dan keluarganya, 2) kemarahan tokoh utama  beralih menjadi kesabaran, ketaatan terhadap Tuhan, 3) faktor sosilogis menjadi faktor yang dominan mempengaruhi dinamika kepribadian tokoh utama dibandingkan dengan faktor psikis.Kata kunci: Dinamika Kepribadian, Tokoh Utama, Psikologi Sastra.
ANALISIS SOSIOLOGIS PERSEPSI PADA BAIT LAGU #2019 GANTI PRESIDEN” KARYA JOHNY ALANG ( Kajian Resepsi Sastra ) Edi Kusnariyanto; Nur Fajar Arief; Sri Wahyuni
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Analisis sosiologis dapat digunakan untuk melihat seberapa besar respon terhadap suatu sastra. Menurut Umar Janus dalam Resepsi Sastra teori resepsi sastra berkaitan dengan pendekatan pragmatik dimana peranan pembaca mendapatkan peranan utama dalam proses membaca. Dimana pembaca menjadi sentral dalam utama suatu karya sastra.Tujuan umum penelitian ini adalah analisis sosiologis persepsi pada Bait Lagu #2019 Ganti Presiden” Karya Johny Alang ( Kajian Resepsi Sastra ).Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang memberikan perhatian terhadap data alamiah, data dalam hubungan konteks keberadaannya. Landasan berpikir metode kualitatif adalah paradigma potivisme Max Weber, Imanuel Kant, dan Sugiyono (2009:15) menyatakan metode kualitatif di gunakan untuk meneliti objek yang alamiah. Di mana peneliti merupakan instrumen utama, sumber data di ambil dengan cara purposive dan snowball, menggunakan teknik trianggulasi (gabungan), dalam menganalisis data lebih menekannkan data yang bersifat deduktif atau induktif daripada yang bersifat generallis. Jenis penelitian ini adalah analisis teks, analisa hasil dari persepsi yang di timbulkan puisi #2019 Ganti Presiden. karena objek yang diteliti terdapat dalam jawaban dan tanggapan yang di berikan dan persepsi yang ada pada masyarakat.Resepsi sastra memberikan maksud bahwa “pembaca” merupakan komponen utama dalam karya sastra di mana pembaca bersifat katif dalam menilai atau memberikan respon terhadap karya sastra yang telah di bacanya. Ada beberapa hal yang di harapkan dari hasil membaca tersebut yaitu berupa tanggapan yang bersifat aktif dan tanggapan yang bersifat pasif, adapun tanggapan yang bersifat pasif yaitu harapan dimana pembaca dapat melihat karya sastra itu dengan pemahaman dan dapat melihat hakekat estetik yang terdapat di dalamnya. Sedangkan secara actif , yaitu sebebagimana pembaca dapat “Merealisasikannya” makadari hal tersebut dapat di berikan makna bahwa resepsi sastra memiliki jangkauan yang luas dan segalah kemungkinan-kemungkinan bagi penggunanya.Sebagai syarat terjadinya persepsi, pembaca harus mendapatkan slimulus/rangsangan melalui penginderaannya. Dalam prosesnya pembaca rangsangan penginderaan berlangsung kapan sajaPersepsi merupakan suartu proses dimana setiap manusia mendapatkan rangsangan/stimulus dari luar individu tersebut melalui pengindraan. Pengindraan tersebut dapat terjadi setiap saat sesuai dengan seberapa intens proses itu terjadi. Persepsi dapat di katakana sebgai pengorganisasian dari peristiwa dan cara menginteprestasikan stimulus yang terdapat di indra manusia karena hal tersebut merupakan respon dan tersambung dari semua sisi dalam individu (walgito,2004 :88) (1)Perhatian dan selektif (attention and selection ), (2) Organisasi (organization), (3) Interpretasi (interpretation),(4) Pencarian Kembali (Retrieval)Dalam penelitian terdapat beberapa hal yang di peroleh seperti, (1)terdapat pendapat yang mengindikasikan persepsi sejalan antara puisi #2019 Ganti Presiden dengan pendapat yang di sampaikan oleh pembaca. (2) Terdapat hubungan dua arah (dialektik) antara sastra dengan masyarakat. Hubungan dialektik harus terjadi dengan masyarakat dimana isi dalam puisi  dalam puisi ini #2019 Ganti Presiden mencoba untuk masuk kerana masyarakat. (3) Dalam penelitian juga terdapat pendapat yang mengindikasikan persepsi yang tidak sejalan, penilaian individu terjadi setelah adanya pengertian yang di dasari oleh pemahaman. Setiap individu memiliki norma dan kreteria sendiri sebelum membandingkan pengertian yang di dapatnya dan perbandingan tersebut di lakukan secara subjektif (4) Puisi #2019 Ganti Presiden merupakan puisi baru yang menggunkan genre Satire. Dan penempatan momentum yang tepat pada penciptaannya dimana puisi satire tersebut di buat dalam tahun pesta demokrasi Kata kunci: Sosiologis, Persepsi, Bait lagu, #2019 Ganti Presiden, Kajian Resepsi Sastra. 
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENULIS TEKS EKSPLANASI DENGAN TEKNIK MIND MAPPING SISWA KELAS XI SMK NEGERI 2 SINGOSARI Eri Ferdianti
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 dikemas dengan  pembelajaran berbasis teks. Menulis teks eksplanasi merupakan salah satu kompetensi yang harus dipelajari siswa SMK kelas XI berdasarkan Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMK Negeri 2 Singosari Kabupaten Malang, terdapat kendala untuk mencapai tujuan pembelajaran menulis teks eksplanasi. Kendala tersebut meliputi kurangnya penggunaan media yang variatif dan menarik bagi siswa, serta rendahnya  kemampuan siswa dalam menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Berdasarkan paparan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia yang mampu mengatasi kesulitan belajar siswa dalam mencapai kompetensi pembelajaran menulis teks eksplanasi.Pengembangan multimedia ini difokuskan pada pembelajaran menulis teks ekplanasi dengan teknik mind mapping. Pemilihan teknik mind mapping diharapkan mampu membantu siswa agar lebih mudah untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Media ini berupa aplikasi dalam bentuk multimedia interaktif  yang dibuat dengan software adobe flash cs 3. Penggunan aplikasi ini dengan cara diunggah di website sekolah dan dapat diakses oleh siswa dengan bantuan jaringan internet. Produk multimedia ini terdiri atas beberapa bagian, antara lain: (1) petunjuk Penggunaan, (2) KI, KD,  indikator, dan tujuan pembelajaran, (3) materi pembelajaran, (4) praktik menulis, (5) evaluasi, (6) referensi, dan (7) profil.Dalam mengembangkan produk tersebut, peneliti menggunakan model pengembangan yang merujuk pada teori Borg & Gall yang disederhanakan dan dibatasi pada empat tahapan pengembangan, yaitu (1) pengumpulan data dan informasi, (2) pengembangan produk, (3) uji coba, dan (4) revisi produk.            Berdasarkan hasil validasi ahli materi, rata-rata hasil uji mencapai 78,57%. Validasi ahli media menunjukkan rata-rata hasil uji 81,58%. Validasi Guru Bahasa Indonesia menunjukkan rata-rata hasil uji secara keseluruhan mencapai 89,13%. Hasil penilaian siswa pada saat uji coba menunjukkan hasil 88,86%. Hal ini menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif dengan teknik mind mapping siswa kelas XI yang dikembangkan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran.Selain data kuantitatif, ada juga data kualitatif yang diperoleh dari komentar dan saran ahli, guru, dan siswa. Berdasarkan komentar dan saran pada saat validasi dan kegiatan uji coba di lapangan, selanjutnya dilakukan perbaikan produk multimedia pembelajaran. Perbaikan dilakukan pada aspek tampilan dan aspek penggunaan bahasa.Kata Kunci:  multimedia pembelajaran interaktif, menulis, teks eksplanasi, teknik mind mapping. 
Pengembangan Bahan Ajar Teks Biografi dengan Aplikasi Adobe Flash Pada Siswa Kelas X SMA 02 Diponegoro Jember Eva Rosyidatul Afifah; Akhmad Tabrani; Hasan Busri
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kurikulum 2013 menghasilkan siswa yang lebih produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi. Sehingga guru harus selalu inovatif untuk mengembangkan pembelajaran, tetapi fakta di lapangan yaitu: (1) guru hanya menggunakan buku teks Bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan buku-buku yang telah disediakan oleh pihak sekolah, (2) contoh teks hanya sebatas contoh yang ada di dalam buku teks, tidak menggunakan sumber belajar lain seperti majalah, televisi, internet dan lingkungan sosial masyarakat, (3) guru tidak menggunakan media pembelajaran yang menarik siswa untuk belajar bahasa Indonesia. sehingga peneliti terdorong untuk menghasilkan sebuah produk pengembangan dengan salah satu media pembelajaran yang bisa digunakan berbasis aplikasi Adobe Flash, aplikasi yang digunakan untuk membuat teks, video, animasi vektor dan bitmap yang sangat menakjubkan untuk keperluan pembelajaran.Tujuan dalam pengembangan ini dijabarkan sebagai berikut, (1) mendeskripsikan kebutuhan bahan ajar teks biografi dengan aplikasi Adobe Flash pada siswa kelas X SMA 02 Diponegoro Jember, (2) menghasilkan produk bahan ajar dengan aplikasi Adobe Flash pada siswa kelas X SMA 02 Diponegoro Jember, dan (3) mendeskripsikan kelayakan bahan ajar teks biografi dengan aplikasi Adobe Flash pada siswa kelas X SMA 02 Diponegoro Jember.Jenis penelitian yang digunakan adalah pengembangan atau sering dikenal dengan Research and Development (R&D). Untuk mendapatkan informasi awal mengenai kebutuhan pengembangan, maka peneliti menyebarkan angket analisis kebutuhan kepada guru dan siswa. Kemudian membuat produk pengembangan dan dilakukan uji validasi oleh ahli media pembelajaran, ahli bahasa, ahli materi dan ahli guru atau praktisi.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pengembangan bahan ajar teks biografi dengan aplikasi Adobe Flash ini dapat dikatakan layak untuk menjadi media pembelajaran. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis validasi ahli media dengan persentase sebesar 90%, validasi dari ahli materi dengan persentase sebesar 71,87%, validasi dari ahli bahasa diperoleh hasil data dalam bentuk persentase sebesar 81,25%, validasi ahli praktisi atau guru memeroleh nilai sempurna yaitu 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar teks biografi dengan aplikasi Adobe Flash pada siswa kelas X SMA 02 Diponegoro Jember dalam kategori layak digunakan dalam pembelajaran dan diimplementasikan di lapangan. Kata kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Teks Biografi, Aplikasi Adobe Flash  
PEMAKAIAN KONJUNGSI PADA TEKS KARANGAN SISWA SMP NEGERI 2 MAESAN TAHUN PELAJARAN 2018-2019 Fuji Fajar Riyanto
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Keunikan bahasa dapat dilihat dari banyak hal. Misalnya setiap bahasa memiliki struktur kalimat yang berbeda, setiap bahasa memiliki kata benda, kata sifat, kata kerja,  dan kata sambung. kalimat yang memiliki makna tersusun atas kata-kata. Kalimat dapat diperpanjang dengan menyambung kalimat satu dengan kalimat yang lainnya sehingga menjadi kalimat majemuk. Untuk menyambungkan kalimat tersebut diperlukan sebuah kata sambung atau rapatan. Menurut Harimurti (2001:117) konjungsi (conjunction) merupakan partikel yang digunakan untuk menyatukan kata dengan kata, frase dengan frase, klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat, atau paragraf dengan paragraf. Bahasa Indonesia  memiliki beragam konjungsi, misalnya konjungsi adversatif, konjungsi ekstratekstual, konjungsi ingkar, konjungsi intra kalimat, konjungsi intratekstual, konjungsi kausal, konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, dan konjungsi subordinatif.Penelitian ini dilakukan dengan cara penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian kualitatif dapat disebut sebagai langkah-langkah penelitian yang memeroleh data deskriptif kualitatif yaitu kata-kata tertulis atau pun lisan dari orang-orang dan perilaku yang di amati serta fokus pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional atau potong lintang yaitu rancangan penelitian yang dilakukan dengan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu.Penelitian kualitatif menjadikan kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain sebagai sumber data utama. Sumber data merupakan sebuah sumber pegangan untuk memeroleh data yang dibutuhkan dalam sebuah penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks karangan siswa kelas 7, kelas 8, dan kelas 9 SMPN 2 Maesan yang terdiri dari teks eksposisi, teks eksplanasi, dan teks diskusi. Semua karangan tersebut berjumlah 85 data dan masing-masing kelas berjumlah kelas 7 yaitu 30 data, kelas 8 yaitu 30 data, dan kelas 9 yaitu 25 data.Hasil penelitian menujukkan konjungsi intra kalimat siswa SMPN 2 Maesan yang digunakan kelas 7 terdapat kesalahan dalam penggunaan yaitu konjungsi aditif 1 “dan” dan konjungsi simpulan “karena” dan konjungsi yang digunakan siswa kelas 8 terdapat kesalahan pada konjungsi intra kalimat yaitu konjungsi aditif 1 “dan”, konjungsi aditif 2 “tetapi”, dan konjungsi tujuan “agar”, sedangkan penggunaan konjungsi kelas 9 tidak terdapat kesalahan. Masing-masing kelas tersebut ditemukan konjungsi yang digunakan sebanyak yaitu kelas 7 sebanyak 6 jenis konjungsi, kelas 8 sebanyak 8 jenis konjungsi, dan kelas 9 sebanyak 12 jenis konjungsi. Konjungsi antar kalimat yang digunakan siswa SMP Negeri 2 Maesan yang ditemukan dalam karangannya hanya sedikit dan kesalahan penggunaannya pun hanya ditemukan di kelas 8 yaitu konjungsi tujuan “supaya”. Jumlah yang konjungsi perkelas siswa sekolah tersebut yang ditemukan yaitu kelas 7 sebanyak 3 buah konjungsi antar kalimat, kelas 8 sebanyak 6 buah konjungsi antar kalimat, dan kelas 9 sebanyak 2 buah konjungsi antar kalimat.Dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, sekolah menginstruksikan kepada guru Bahasa Indonesianya memantau penggunaan konjungsi siswa dan merangsang siswa beragam dalam penggunaan konjungsi sehingga menghasilkan sebuah karangan yang bagus jika diterapkan dan siswa harus lebih memahami penggunaan atau jenis konjungsi pada Bahasa Indonesia.  Kata kunci : Perkembangan, Pemakaian Konjungsi, Karangan Siswa
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS PERSUASI MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION UNTUK SISWA KELAS VIII SMP Irfani Husnawiyah; Hasan Busri; Nur Fajar Arief
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian pengembangan ini dilakukan untuk menghasulkan produk berupa bahan ajar menulis teks persuasi dengan model problem based instruction untuk siswa kelas VIII SMP. Bahan ajar ini telah diuji kelayakannya baik dari aspek, isi/materi, penyajian, bahasa, dan aspek kergarfikaannya. Model penelitian yang digunakan pada pengembangan ini ialah model pengembangan Reseacrh and Development (R&D) Borg & Gall. Model penelitian tersebut kemudian dimodifikasi menjadi: (1) studi pendahuluan, (1) pengumpulan data dan informasi awal, (2) pengembangan produk, dan (3) uji coba validasi produk. Berdasarkan hasil analisis uji coba produk, diperoleh skor 79% yang berarti bahan ajar tersebut berarti layak untuk diimplementasikan. Hasil validasi produk oleh ahli materi memberikan skor 80%, yang artinya produk ini layak untuk diimpelementasikan. Validasi produk oleh ahli praktisi dengan skor 79%, yang artinya produk menulis teks persuasi dengan model prolem based instruction ini layak untuk diimplementasikan. Terakhir hasil uji kelayakan kepada siswa memperoleh skor 87%, yang berarti produk ini sangat layak untuk diimplementasikan. Dari hasil uji coba tersebut dapat dinyatakan bahwa bahan ajar menulis teks persuasi dengan model problem based instruction untuk siswa kelas VIII SMP ini layak untuk diimplementasikan.Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Teks Persuasi, Problem Based Instruction.
Pencapaian Berbahasa Ekspresif melalui Kegiatan Bercakap-cakap dengan Gambar Tematik di TK Muslimat NU 03 Kota Malang Lutfiyah Lutfiyah
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masa Pendidikan Taman Kanak-Kanak adalah masa pendidikan yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, karena masa tersebut yang disebut dengan masa atau usia golden age atau masakeemasan. Masa usia 4-6 tahun ini juga disebut dengan masa berkelompok. Mengembangkan cara anak berkomunikasi dalam bahasa yang dipergunakan baik di sekolah maupun di lingkungannya merupakan hal yang penting bagi semua anak. Penelitian ini akan menerapkan media gambar yang disesuaikan dengan tema dalam pembelajaran bercakap-cakap, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan anak dalam bercakap-cakap dan berbicara. Penelitian ini mengangkat rumusan masalah. (1) Bagaimanakah perencanaan kegiatan bercakap-cakap dengan media gambar tematik dalam pencapaian kemampuan berbahasa ekspresif anak usia 4-5 tahun di TK Muslimat NU 03 Kota Malang.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, adapun jenis yang digunakan adalah penelitian kelas, karena penelitian ini menggambarkan secara sistematika dan akurat atas fakta dan karakteristik mengenai kegiatan bercakap-cakap dengan gambar tematik, dan hasil data dari observasi dan wawancara penelitian yang diperlukan untuk mengungkap masalah dalam bentuk deskriksi. Adapun penelitian ini difokuskan kajian tentang pencapaian kemampuan berbahasa ekspresif anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan bercakap-cakap dengan media gambar tematik pada anak yang masih kesulitan dalam mengungkapkan kata yang terjadi dari 21 anak di kelompok A1 TK Muslimat NU 03 Kota Malang. Dalam proses pengumpulan data melalui observasi yang dilakukan dengan cara peneliti sebagai pengamat tanpa melakukan tindakan apapun yang mempengaruhi kondisi lapangan, adapun wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur, peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan terikat oleh daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan.Hasil penelitian mengenai “Pencapaian Kemampuan Berbahasa Ekspresif Anak Usia 4-5 Tahun melalui Kegiatan Bercakap-cakap dengan Gambar Tematik” melalui observasi dan wawancara yang dilakukan di TK Muslimat NU 03 Kota Malang, ditemukan (1). Perencanaan meliputi: anak dapat mengungkapkan pendapat dengan kalimat sederhana dalam berkomunikasi, dan mengungkapkan perasaan atau ide dengan pilihan kata yang sesuai. (2). Pelaksanaan pembelajaran bercakap-cakap dengan media gambar tematik melalui 4 langkah, yaitu: langkah pertama, guru mengkondisikan kesiapan posisi anak disertai dengan menyanyi dan bertepuk-tepuk variasi, langkah kedua, guru membuka kegiatan dengan memperlihatkan gambar polisi di depan anak, langkah ketiga, guru melakukan tanya jawab pada anak-anak bila belum merespon percakapan, dengan menggunakan pertanyaan apa, siapa, dimana, dan mengapa. Guna untuk mengetahui kemampuan anak menjawab pertanyaan sederhana, sesuai dengan indikator pencapaian perkembangan bahasa anak, langkah keempat, guru memberikan penguatan terhadap respon yang diberikan anak pada saatmemberikan informasi, menjawab pertanyaan tentang gambar yang ditunjukkan. (3). Penilaian otentik atau penilaian yang sebenarnya sesuai dengan hasil proses belajar mengajar. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti menyarankan, agar guru dapat meningkatkan perhatiannya pada masing- masing anak dalam kemampuan berbahasa ekspresif, dapat dilakukan setiap hari dalam semua kegiatan dengan memotivasi anak untuk dapat mengungkapkan perasaan maupun berupa pertanyaan apa, mengapa, bagaimana, kenapa. Kata kunci : Kemampuan Berbahasa Ekspresif, Usia 4-5 tahun, Media Gambar Tematik
Nilai Pendidikan dalam Novel “Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata dan Ranah 3 Warna Karya A. Fuadi” Kajian Intertekstual Masmudi Masmudi
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pada dasarnya dalam sebuah karya sastra terdapat nilai-nilai yang bermanfaat bagi pembaca. Muatan nilai dalam karya sastra adalah nilai moral, nilai religius, dan nilai estetika, nilai sosial. Fokus pada penelitian ini menitik beratkan pada nilai Pendidikan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka dalam nilai pendidikan menggunakan pondasi dasar dari nilai yang terkandng dalam karya sastra.Karya sastra, apa pun jenisnya atau genre-nya, yang lahir dari tangan kreatif pengarang. Tidak ada teks yang benar-benar mandiri, artinya karya sastra satu sama lain memiliki keterkaitan. Intertekstual percaya bahwa terdapat hubungan antara karya sastra yang baru dan  yang mendahuluinnya. Penelitian kualitatif mengedepankan data berupa deskripsi. Penelitian ini sangat efektif digunakan untuk memperoleh sumber data yang berupa teks sastra. Alat pengumpul data dari penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri sehingga peneliti menentukan kualitas data yang diperoleh.Interteks Andrea Hirata dan Ahmad Fuadi dalam hal tema adalah tentang perjuangan dalam mengarungi kehidupan serta kepercayaan terhadap kekuatan sebuah mimpi, cita-cita atau  pengharapan. secara intertekstual novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Ranah 3 Warna Karya A. Fuadi terdapat persamaan dan  perbedaan.  Persamaan  dan perbedaan yang dipaparkan dalam kedua novel tersebut dapat disimpulkan bahwa novel Sang Pemimpi adalah hipogram dan novel Ranah 3 Warna merupakan transformasinya. Kata kunci: Kajian intertekstual novel, nilai-nilai pendidikan novel.
PENYUSUNAN SOAL HOTS GURU BAHASA INDONESIA SMP NEGERI DI KOTA TULUNGAGUNG Muhamad Solikin Salam
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan sebagai aktivitas belajar mengajar, esensinya terletak pada kemampuan berpikir. Berdasarkan tingkatannya, kemampuan berpikir dibedakan menjadi dua jenis yaitu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang biasa disebut dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan kemampuan berpikir tingkat rendah yang disebut dengan Lower Order Thinking Skills (LOTS). HOTS merupakan aktivitas berpikir yang tidak sekadar menghafal dan menyampaikan kembali informasi yang telah diketahui, tetapi juga kemampuan mengonstruksi, memahami, dan mengubah pengalaman untuk memecahkan permasalahan.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk, hambatan, dan upaya guru Bahasa Indonesia SMP Negeri di Kota Tulungagung untuk mendapatkan solusi dalam penyusunan soal HOTS. Secara teoritis penelitian ini memiliki manfaat untuk mengaplikasikan teori yang dikembangkan dari Taksonomi Bloom oleh Anderson & Krathwohl. Selain itu penelitian ini juga bermanfaat untuk mendukung kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dalam hal penyusunan soal HOTS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh berupa angka dan kata-kata yang kemudian disimpulkan dalam sebuah deskripsi. Teknik analisis data dalam penelitian ini melalui kegiatan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil analisis data, dari masing-masing skor yang disusun guru ditemukan skor rata-rata sebesar 75,5% sesuai dengan indikator. Sedangkan persentase skor indikator yang sudah tercapai adalah 55% yang artinya kategori cukup. Kedua, hambatan yang dialami guru dalam menyusun soal HOTS cukup beragam yaitu kurangnya kegiatan sosialisasi, keterbatasan waktu, sosialisasi dalam kegiatan seminar yang belum maksimal, dan kurangnya pengawasan dari sekolah maupun dari dinas pendidikan setempat. Ketiga, upaya untuk mendapatkan solusi dari hambatan tersebut yaitu dinas pendidikan terkait terus melaksanakan pendampingan ke sekolah-sekolah seperti seminar, workshop, MGMP, atau penilaian rekan sejawat. Guru juga harus berperan aktif untuk meningkatkan kemampuannya dalam pengembangan penyusunan soal HOTS.Kata Kunci: Penyusunan, Soal HOTS, Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri

Page 11 of 19 | Total Record : 183