cover
Contact Name
Imam Santoso
Contact Email
mpbindonesia@unisma.ac.id
Phone
+6285649611196
Journal Mail Official
mpbindonesia@unisma.ac.id
Editorial Address
Magister Pendidikan Bahasa Indonesia PPS Universitas Islam Malang Jalan Mayjen Haryono 193, Telepon (0341) 551932 Fax. (0341) 552249
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah NOSI
ISSN : 23378425     EISSN : -     DOI : 10.33474
Nosi merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian bidang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Islam Malang. Jurnal Ilmiah ini berisi artikel hasil penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif. Jurnal Ilmiah ini terbit 2 kali setahun.
Articles 183 Documents
Penggunaan Media Pembelajaran Mindjet Mindmanager dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Cerita Fabel Siswa Kelas VII.B MTsN 2 Malang Sapriyansah Sapriyansah
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Media merupakan komponen yang paling penting dalam setiap pembelajaran. Media berbasis komputer menjadi salah satu alternatif dalam setiap permasalahan terkait dengan proses belajar mengajar. Dalam kurikulum terbaru, siswa dituntut aktif dalam proses pembelajaran dan juga guru sebagai fasilitator. Sementara itu, dalam realita dilapangan masih banyak guru yang menggunakan metode pembelajaran yang monoton dan membosankan serta media yang digunakan bersifat konvensional bahkan terdapat guru dalam pengajarannya tanpa menggunakan media apapun. Oleh karena itu, guru dituntut berperan aktif, kreatif, dan efektif  serta mampu menggunakan media sebagai alat demi tercapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran Mindjet Mindmanager adalah salah satu alternatif sebagai alat atau perantara yang berfungsi untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi dan juga peserta didik dalam memahami materi. Mengingat bahwa media ini belum pernah digunakan dalam pembelajaran menulis karangan terutama teks cerita fabel maka peneliti terdorong untuk menggunakan dan memanfaatkan media aplikasi ini untuk dengan judul “Penggunaan Media Pembelajaran Mindjet Mindmanager dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Cerita Fabel Siswa Kelas VII.B MTsN 2 Malang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini hasil rancangan Kemmis & MC. Taggart yaitu penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukan bahwa terdapat peningkatan pada proses dan hasil belajar menulis teks cerita fabel siswa kelas VII B MTsN 2 Malang dengan menggunakan mediapembelajaran mindjet mindmanager. Hal ini dibuktikan dengan perubahan peningkatan yang terjadi dari siklus I ke siklus II sebanyak 85% untuk keseluruhan aspek ketuntasan.Hasil analisis persentase jumlah skor yang dicapai pada siklus I yaitu sebesar 54,16 meningkat pada siklus II menjadi 76,38. Selisih skor antara kedua siklus dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 22,22 dengan persentase peningkatan sebesar 29,09%. Selain itu juga hasil belajar menulis teks cerita fabel mengalami peningkatan. Pada siklus I seluruh siswa memperoleh skor sebesar 1.888 kemudian pada siklus II meningkat menjadi 2.187 selisih skor sebesar 299, sedangkan untuk peningkatan persennya sebesar 13,6%. Hal ini menunjukkan bahwa proses dan hasil belajar serta kemampuan menulis teks cerita fabel dengan memanfaatka dab menggunakan media pembelajaran mindjet mindmanager siswa kelas VII B MTsN 2 Malang telah berhasil mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dan layak untuk digunakan serta dikembangkan dalam pembelajaran.Kata kunci :  Media Pembelajaran, Mindjet Mindmanager, Kemampuan Menulis, Teks Cerita Fabel.
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Teks Eksplanasi Bermuatan Kearifan Nusantara Berbasis Strategi QUIP untuk Siswa Kelas VIII SMP/MTs Sugianto Sugianto
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam kegiatan belajar mengajar kita tidak terlepas dari buku. Buku menjadi sarana untuk menunjang keberhasilan pembelajaran. Buku merupakan salah satu alat, sarana atau sumber belajar untuk menciptakan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Siswa akan lebih mudah dalam mencari informasi dan pengalamannya. Dalam kurikulum 2013 matari pelajaran berbasis teks dan teks eksplanasi tergolong baru. Untuk itu dituntut aktif dalam proses pembelajaran dan peran guru sebagai fasilitator. Oleh kaena itu, pengetahuan guru tentang sumber belajar secara efektif dan optimal sekaligus bisa mengembangkan menjadi bahan ajar bagi kepentigan pembelajaran. Sementara itu, pada kenyataannya di lapangan, masih banyak guru yang masih menggunakan bahan ajar yang konvensional, yaitu bahan ajar yang tidak disusun oleh guru itu sendiri. Akibatnya pembelajaran akan berjalan monoton dan membosankan yang disebabkan oleh guru kurang variatif dan inovatif dalam mengemas kegiatan pembelajaran khususnya dalam menggunakan bahan ajar. Guru dapat mengembangkan dengan beberapa pilihan salah satunya memberikan nuansa kearifan nusantara dengan teknik pembelajaran QUIP dengan harapan siswa akan lebih mengenal dan mencintai sosial kebudayaan yang ada di Indonesia sekaligus mengingat kenyataan bahwa pengembangan bahan ajar teks eksplanasi belum pernah dilakukan oleh peneliti lain maka peneliti terdorong untuk mengambil judul “Pengembangan  Bahan Ajar Menulis Teks Eksplanasi Bermuatan Kearifan Nusantara Berbasis Strategi QUIP untuk Siswa Kelas VIII SMP/MTs.Metode yang digunakan dalam pengembangan ini yakni Borg and Gell  menyatakan bahwa penelitian dan pengembangan (reserch and development /R&D). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, teks eksplanasi pada siswa kelas VIII di MTs NU Darul Huda Ketanireng melalui bahan ajar tersebut, sehingga menjadi media pembelajaran  yang layak digunakan pada saat proses pembelajaran. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis validasi ahli materi, ahli media serta praktisi, produk perangkat soal ini mendapat nilai rata-rata anatara 80% - 96%.Hasil analisis validasi ahli materi, untuk keseluruhan isi materi mendapatkan nilai rata-rata 84% dan ahli media 80% sedangkan hasil analisis uji coba praktisi (guru), untuk keseluruhan aspek mendapat nilai 90%, jadi media pembelajaran interaktif tersebut mendapatkan pernyataan Sangat Layak untuk diimplementasikan di lapangan. Sedangkan hasil analisis uji coba siswa untuk keseluruhan aspek karena persentase untuk keseluruhan soal mencapai 96%, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran teks eksplanasi bemuatan kearifan nusantara dengan menggunakan teknik QUIP telah sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran.Kata kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Teks Eksplanasi, Kearifan Nusantara, Strategi QUIP.
Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SMA Negeri 5 Malang Titik Wulandari
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Keterampilan berliterasi merupakan salah satu keterampilan dasar di abad 21. Kemampuan berliterasi sangat diperlukan oleh pemangku kepentingan di dunia pendidikan, utamanya peserta didik. Kemampuan berliterasi berhubungan dengan kemampuan pemahaman informasi secara efektif, kritis, dan analisis. Fakta tentang kondisi literasi sekolah di Indonesia adalah bangsa Indonesia dianggap tidak memiliki budaya membaca. Fakta pembelajaran di sekolah saat ini belum mampu mewujudkannya dengan baik. Tuntutan keterampilan abad 21 yang harus dikuasai dan pembelajaran di sekolah yang belum mampu menumbuhkan keterampilan atau kompetensi yang dibutuhkan menjadi dasar utama literasi harus dikembangkan.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan (Guru Bahasa Indonesia, Petugas Perpus, Perangkat Pembelajaran dalam GLS, dan Media Pembelajaran), pelaksanaan  yang meliputi tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran, dan evaluasi pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Data dalam penelitian ini berupa informasi yang diperoleh dari dokumen tertulis yang terkait langsung dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penerapan GLS. Sumber data dalam penelitian ini ialah warga SMA Negeri 5 Malang, yaitu mulai dari guru bahasa Indonesia, kepala perpustakaan,  dan karyawan sekolah. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan angket.  Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri, yang mana peneliti bertugas menetapkan fokus penelitian, memilih data dan sumber data, menilai kualitas data yang telah dikumpulkan, menganalisis data, memaparkan dan menafsirkan data, dan membuat laporan penelitian. Data penelitian ini adalah informasi tentang gerakan literasi sekolah yang diterapkan di lingkungan SMA Negeri 5 Malang.Hasil penelitian ini ditunjukkan (1) Perencanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dilakukan oleh guru Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan SMA Negeri 5 Malang. Perencanaan gerakan literasi sekolah oleh guru Bahasa Indonesia dapat dilihat dari perangkat pembelajaran yang digunakan, yaitu RPP, silabus, media, dan bahan pembelajaran. Perencanaan oleh petugas perpustakaan dapat dilihat dari program kerja perpustakaan dalam melaksanakan program gerakan literasi diintegrasikan dengan muatan literasi di SMA Negeri 5 Malang. Selain itu, sekolah telah membentuk Tim Gerakan Literasi Sekolah (GLS)  menjadi bukti bahwa sekolah mempunyai perencanaan yang matang dalam mewujudkan gerakan literasi sekolah. Pelaksanaan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) telah memenuhi tahapan-tahapan literasi di sekolah, antara lain tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Kegiatan evaluasi literasi sekolah yang diadakan SMA Negeri 5 Malang masih difokuskan pada pencatatan hasil kegiatan literasi sekolah dalam jurnal yang dilakukan oleh guru dan petugas perpustakaan. Setelah itu, jurnal-jurnal yang merupakan catatan hasil kegiatan literasi tersebut dianalisis dan dinilai oleh guru wali kelas.Berdasarkan hasil penelitian dan bahasan, maka disarankan kepada pihak-pihak yang terkait sebagai berikut. (1) Guru Bahasa Indonesia disarankan memahami kurikulum yang berlaku terlebih dahulu, dan mengordinasikan dengan guru bahasa Indonesia yang lain, sehingga penyusunan RPP yang  sesuai dengan perkembangan peserta didik dan perkembangan kurikulum; (2) Kepala perpustakaan sebaiknya tidak hanya koordinasi dengan guru mata pelajaran  bahasa Indonesia saja, tetapi juga guru pelajaran yang lain, sehingga dapat mewujudkan gerakan literasi yang berwawasan literasi luas dan menyenangkan; dan  (3) Kepala sekolah perlu berkoordinasi dengan guru dalam menyusun penilaian tindak lanjut, sehingga penilaian tidak hanya dilakukan hanya oleh guru Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan saja. Kata kunci: Pelaksanaan, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Pembelajaran Bahasa Indonesia, Perpustakaan.
PENGEMBANGAN EBOOK INTERAKTIF MENULIS TEKS EKSPLANASI BERBASIS GLS UNTUK SISWA KELAS XI SMAN 1 TENGGARANG BONDOWOSO Uzlifatul Jannah; Sri Wahyuni; Nur Fajar Arief
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: E-book interaktif  menulis teks eksplanasi berbasis GLS untuk siswa kelas XI SMAN 1 Tenggarang Bondowoso telah diuji kelayakannya, bertujuan membantu siswa untuk dapat menulis teks eksplanasi sesuai struktur dan kaidah kebahasaan. Pengembangan ebook interaktif ini merupakan jenis penelitian Reseacrh and Development (R&D) model pengembangan oleh Borg & Gall. Model Borg & Gall namun kemudian disederhanakan menjadi tiga tahapan pengembangan, yakni: (1) pengumpulan data dan informasi awal, (2) pengembangan media, dan (3) ujicoba validasi media.  Hasil uji coba produk dapat disimpulakan sebagai berikut. Pertama, ahli isi dan bahasa memberikan penilaian pada produk e-book interaktif dengan total persentase pada keseluruhan tiap aspek sebesar 77%, yang artinya produk e-book interaktif tergolong “layak dan dapat diimplementasikan”. Kedua, ahli media memberikan penilaian pada produk e-book interaktif dengan total persentase pada keseluruhan tiap aspek sebesar 80%, yang artinya produk e-book interaktif ini tergolong “layak dan dapat diimplementasikan”. Ketiga, ahli perencanaan dan media pembelajaran memberikan penilaian pada produk e-book interaktif dengan total persentase pada keseluruhan tiap aspek sebesar 88%, yang artinya produk e- book interaktif  juga tergolong “sangat layak dan dapat diimplementasikan”. Keempat, guru mata pelajaran bahasa Indonesia sebagai praktisi, memberikan penilaian pada produk e-book interaktif dengan total persentase pada keseluruhan tiap aspek sebesar 90%, yang artinya produk e-book interaktif tergolong “sangat layak dan dapat digunakan. Selanjutnya, analisis data hasil uji coba kelas kecil yang berjumlah 18 siswa pada kelas XI memberikan penilaian produk e-book interaktif dengan total persentase secara keseluruhan sebesar 88%, yang artinya ebook interaktif pembelajaran ini  layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas. Kata kunci: pengembangan, ebook, interaktif, teks eksplanasi, GLS.
Pengaruh Desain Pembelajaran Problem Terbuka dan Aktivitas Belajar Terhadap Kemampuan Membaca Cerita Fantasi Siswa Kelas VII MTsN 3 Mojokerto Anis Chusniyah Allim; Nur Fajar Arief; Abdul Rani
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Hasil belajar Bahasa Indonesia  belum menunjukkan adanya peningkatan atau belum memenuhi KKM Bahasa Indonesia  75 yang telah ditetapkan, sehingga hal ini menjadikan suatu dorongan bagi para guru untuk lebih giat lagi mengembangkan metode dan teknik pembelajaran Bahasa Indonesia  yang sesuai dengan perkembangan pendidikan saat ini. Upaya yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran ini guna mengangkat peringkat kemampuan membaca siswa, guru perlu mengembangkan desain pembelajaran yang dapat mendorong aktivitas belajar siswa karena dengan mendorong aktivitas belajar maka siswa akan giat belajar untuk meraih apa yang telah dicita-citakan dan juga dapat meraih prestasi belajar/kemampuan membaca yang gemilang di masa depan. Solusi  yang terbaik untuk meningkatkan kemampuan membaca dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah dengan cara menerapkan desain pembelajaran yang efektif, yang mengandung arti menghendaki adanya  pembelajaran yang mengajak siswanya untuk mencapai kemampuan yang diharapkan dengan menggunakan desain pembelajaran yang menarik. Peserta didik menjadi pusat pembelajaran, kreativitas siswa berkembang dengan baik, nilai peserta didik meningkat dan menyediakan pengalaman yang beragam, dalam hal ini desain pembelajaran problem terbuka.Melalui desain problem   terbuka, guru dapat mendorong keterlibatan siswa secara langsung  yang merupakan langkah pertama dalam kegiatan belajar di kelas. Dengan demikian kualitas pelaksanaan pembelajaranan akan lebih meningkat, Selanjutnya desain pembelajaran ini dapat menggali ide-ide baru, kreatif, pengetahuan tinggi, sharing, dan sosialisasi. serta siswa diajak untuk mengembangkan improvisasi, dengan pendekatan yang bervariasi sehingga mendapat jawaban dari siswa yang beragam. sehingga melalui penerapan desain problem terbuka akan meningkatkan aktivitas belajar yang akan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan membaca siswa.Kata kunci : Desain Pembelajaran Problem Terbuka, Aktivitas Belajar dan Kemampuan Membaca Cerita Fantasi
NILAI-NILAI MORAL DALAM NOVEL AYAH KARYA ANDREA HIRATA Hasanuddin Hasanuddin
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak: Novel merupakan karya sastra fiksi yang artistik, karena novel terbentuk dari proses imajinatif dan proses  realitas objektif. Selain sebagai bahan bacaan diwaktu santai , novel juga sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan melalui cerita,  karena novel  mengandung nilai-nilai tertentu yang disampaikan kepada pembaca, salah satunya seperti nilai moral. Tujuan penelitian  ini untuk menggambarkan  (1) nilai moral yang terkandung  dalam novel Ayah  karya Andrea Hirata dan (2) teknik pengarang untuk menyampaikan nilai moral  dalam novel Ayah  karya Andrea Hirata.Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, karena data dalam penelitian berupa kata-kata yang mencerminkan nilai-nilai moral dalam teks novel dengan desain penelitian deskriptif (analisis teks). Sumber data dalam penelitian ini berupa novel Ayah karya Andrea Hirata dengan teknik dokumentasi. Teknik pengumpulan data dengan dokumetasi ini melalui perilaku tokoh, jalan pikiran tokoh,kebahasaan tokoh dan  penggambara tokoh lain dalam novel Ayah  karya Andrea Hirata yang mengandung nilai moral.Berdasarkan  hasil penelitian,dalam novel Ayah  karya Andrea Hirata terkandung nilai moral yaitu, (1) Bentuk nilai moral individu yang berkaitan dengan hubungan antara  manusia dengan dirinya dan kejiwaannya.Wujud nilai moral individu dalam penelitian ini adalah, (a) Sabar yang ditunjukkan dengan sikap mengendalikan diri serta bertahan dalam situasi sulit meski tersakiti dengan  tidak mengeluh, dan (b) kerja keras, pantang menyerah  yang ditunjukkan dengan perjuangan mengejar cinta, berlatih, bekerja dengan sungguh-sungguh sampai tercapai suatu keinginan. (2) Bentuk nilai moral sosial erat kaitannya antara  manusia dengan manusia serta lingkungannya. Wujud nilai moral sosial dalam penelitian ini adalah (a) kasih sayang, (b) peduli , (c) tanggung jawab, dan (d) cinta tanah air. (3) Bentuk nilai moral religius berkaitan  dengan  hubungan antara manusia dengan Tuhan. Dalam hal berperilaku, memeluk kepercayaan dan serta beribadah.  Wujud nilai moral religius tersebut yaitu, (a) tawakal (b)  bersyukur. Teknik yang digunakan pengarang untuk meyampaikan nilai moral dalam novel Ayah  karya Andrea Hirata ini adalah dengan teknik secara langsung dan tidak langsung. Dalam novel ini nilai moral dapat dilihat secara langsung melalui tokoh- tokoh di dalamnya. Sedangkan yang secara tidak langsung melalui  persitiwa dan konflik dalam cerita novel.  Kata-kata Kunci: Nilai Moral, Novel, Teknik Penyampaian Nilai Moral
Tindak Tutur Guru (Terapis) Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) M. Sahli Mustapa
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penggunaan ragam tindak tutur dalam interaksi belajar mengajar merupakan salah satu hal yang biasa dilakukan oleh guru. Setiap jenis tutur tersebut mempunyai  fungsi yang    penting  dalam  interaksi  belajar  mengajar. Dengan demikian, guru (terapis) dapat mempergunakan jenis tuturan ilokusi secara bergantian yang disesuaikan dengan fungsi dan konteksnya.Penelitian ini di lakukan di SLB Autis Lab UM Malang yang berada di Jl. Surabaya No.6, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang Jawa Timur 65115. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis tuturan asertif, direktif, komisisf, ekspresif, dan deklaratif yang dipakai guru di dalam kelas saat pembelajaran bahasa pada anak bekebutuhan khusus (ABK). Data yang diperoleh berupa tuturan tuturan guru (terapis) bukan data angka dengan menggunakan hitungan statistik. Hal ini sesuai dengan hakikat penelitian kualitatif.Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif karena dilakukan pada beberapa subjek penelitian pada suatu latar belakang tertentu, yaitu tuturan guru (terapis) dalam pembelajaran bahasa di kelas. Oleh ssebab itu,, untuk menganalisis dattanya,  penelityan inni memakai cara kerja menggunakan teoti, yaitu teoti pragmatik dan teoti tindak tutur.Hasil penelitian mengenai tindak tutur guru dalam mengajarkan bahasa Indonesia pada ABK dilakukan dengan cara pengamatan angsung (observasi) dan dokumentasi di temukan tuturan guru (terapis) dalampembelajaran bahasa di kelas, guru (terappis) memakai tindakan tutuarn ilokusi dalam pembelajarannya. Tindak tutur ilokusi yang digunakan dalam pembelajaran di antaranya adalah tindak tutur asertif, direktif, ekspresif deklaratif dan komisif. Kedua, Tuturan yang digunakan untuk pembelajaran bahasa untuk ABK adalah tuturan asertif (memberitahukan), direktif  (perintah, larangan, ajakan, permintaan, dan nasehat), ekspresif (mengucapkan terimakasih dan memuji), deklatatif(menunjuk), dan komisif (memanjatkan doa). (1) Tuturan asertif yang digunakan didalam pengajaran bahasa pada ABK adalah tindakantuturan asertif memberitahukan. Tindak tutur asertif memberitahukan digunakan guru (terapis) untuk memberitahukan materi dan pelajaran kepada ABK saat kegiatan awal dan proses dalam pembelajaran. (2) Tindakan tuturan direktif  perintah, larangan, mengajakan, perminta an, dan nasehat. Guru (terapis) mengggunakan tindak tutur direktif agar ABK melakukan tindakan yang dimaksud oleh guru ( terapis ). Dalam bertuturan direktif  perintah guru ( terapis ) memakay tindak tutur direktif perintah dengan menggunakan kata “maju”, tindak tutur direktif larangan “Tidak”, tindak tutur direktif ajakan “Ayo”,  tuturan direktif permintaan“pindah”  disesuaikan dengan konteks, tuturan direktif nasehat “Belajar yang rajin ya!”  disesuaikan dengan konteks. (3) Tindak tutur ekspresif mengucapkan terimakasih dan memuji. Guru (terapis) menggunakan tindak tutur ekspresif  unruk mengekspresikan,  mengungkapkan, atau memberitahukan sikap psikologisnya. Dalam pembelajaran guru (terapis) menggunakan tuturan “terimakasih”  dan tuturan ekspresif memuji “pintar!“ unruk mengekspresikan,  mengungkapkan, atau memberitahukan sikap psikologisnya. (4) Tindak tutur deklaratif yang digunakan guru (terapis) di antaranya adalah tindak tutur deklatatif menunjuk. Guru (terapis) menggunakan tindak tutur deklaratif untuk menciptakan hal (status, keadaan dan sebagainya) yang baru. Dalam proses pembelajaran guru (terapis) menggunakan tuturan direktif menunjuk ”Nah, selanjutnya SD” disesuaikan dengan konteks. (5) Tindakan tuturan kimisif yang di gunakan guru ( terapis) di antaranya adalah tindak tutur komisif memanjatkan doa. Guru (terapis) menggunakan tuturan komisif untuk melibatkan pembicara pada beberapa tindakan yang akan datang. Padasaat akan memulay aktivitas didalam kellas guru  ( terapis) menggunakan tuturan komisif memanjatkan doa untuk mengharapkan kebaikan di masa mendatang dalam pembelajaran bahasa pada ABK.Kata kunci: Tindak tutur, Guru (Terapis), pembelajaran bahasa Indonesia, Anak berkebutuhan khusus (ABK).
Bentuk-Bentuk Kekerasan Dalam Novel Dilan 1990 Karya Pidi Baiq (Pendekatan Semiotika Roland Barthes) Moh. Faiz; Akhmad Tabrani; Hasan Busri
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Novel Dilan 1990 karya Pidi Baiq sekarang sudah menjadi fenomena terbaru di kalangan remaja saat ini. Di dalam novel Dilan 1990 kaya Pidi Baiq, mengandung beberapa ungkapan kata dan terdapat ungkapan kata yang sangat romantis, yang ditujukan oleh Dilan untuk Milea. Akan tetapi dalam novel Dilan 1990 ini juga mengandung bentuk-bentuk kekerasan yang sangat mengganggu bagi pembacanya, baik dari segi alurnya ceritanya, dan sikap moralnya bagi kalangan penikmatnya.           Fokus penelitian ini berkaitan dengan, (1) bentuk-bentuk kekerasan dalam novel Dilan 1990, dan (2) makna bentuk-bentuk kekerasan dalam novel dilan 1990 karya Pidi Baiq, akan di kaji dengan menngunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Dengan teori semiotik tersebut peneliti bisa mengkaji bentuk kekerasan yang terdapat dalam novel tersebut. Semiotika merupakan suatu ilmu tentang tanda, dan tanda tersebut merupakan gambaran suatu kejadian yang menjadi tanda yang diberi makna oleh manusia.           Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis dalam kalimat yang menjadi focus penelitian dan diamati. Dan dengan menggunakan penedekatan analisis semiotika Roland Barthes. Konesp teori semiotika Roland Barthes yaitu denotatif (penanda) dan konotatif (petanda). Yang disebut denotatif adalah tanda yang realitas, nyata, yang sebenarnya. Sedangkan konotatif adalah tanda yang tidak realitas, yang perlu dipertanyakan keberadaannya.            Hasil penelitian ini menunjukkan adanya bentuk-bentuk kekerasan yang berupa: (1) kekerasan fisik yang mana kekerasan ini seperti pukulan, tamparan dan perkelahian (2) kekerasan simbolik bentuk kekerasannya seperti menyinggunng seseorang, membentak dan lain-lain, (3) kekerasan struktural kekerasan yang berupa merugikan seseorang, meresahkan dan berbuat sewenang-wenangnya. Adapun makna bentuk kekerasannya (1) kekerasan fisk makna denotatifnya berupa tamparan dan makna konotatifnya berupa ekspresi marah dan lain-lain, (2) kekerasan simbolik, makna denotatifnya berupa cacian, sidiran dan dari segi konotatifnya ekspresi ekspresi kekesalan, pelampiasan dan lain-lain, (3) kekerasan struktural makna denotatifnya adalah mencuri, tawuran, memorotin orang dan lain-lain dan dari segi makna konotatifnya adalah merasa jagoan, pengen jadi penguasan dan lain sebagainya. .Kata kunci: Semiotika, Semiotika Roland Barthes, Kekerasan, Bentuk-bentuk Kekerasan, Novel Dilan 1990 Karya Pidi Baiq.
Peningkatan kemampuan Menulis Puisi Melalui Metode Quantum Learning Pada Siswa Kelas X MA. Miftahul Ulum Sumberwringin Klakah Lumajang Tahun Ajaran 2018/2019 Puji Istin Hastutik
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak: Peranan penting dalam keberhasilan pembelajaran sastra disekolah yaitu dengan adanya keterampilan menulis puisi pada siswa. Dengan hal tersebut peneliti menggunakan metode quantum learning sebagai metode yang akan diterapkan dalam keterampilan menulis puisi dikelas X MA. Miftahul Ulum Klakah Lumajang. Ada beberapa alasan yang mendasari penelitian tersebut, yaitu (1) dalam pembelajaran menulis puisi belum sepenuhnya dapat menerapkan pola-pola pembelajaran yang ideal sehingga hasilnya belum optimal, (2) kekurang leluasaan guru dalam memilih metode serta  strategi pembelajaran yang inovatif  disebabkan oleh banyaknya kompetensi dasar yang harus dipelajari siswa pada setiap semester sehingga kecenderungan guru lebih memilih menggunakan metode ceramah, (3) kesulitan siswa dalam menuangkan ide untuk dijadikan sebuah puisi.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Secara umum focus permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis puisi melaluimetode quantum learning siswa kelas X MA. Miftahul lumSumberwringin klakah Lumajang tahun ajaran 2018/2019. Adapun tujuannya dari penelitian ini adalah 1) untukmendeskripsikan peningkatan proses keterampilan menulispuisisiswakelas X MA.miftahul UlumSumberwringin Klakah Lumajang tahun ajaran 2018/2019. 2) mendeskripsikan peningkatan hasil keterampilan menulis puisi siswakelas X MA.Miftahul Ulum Sumberwringin Klakah Lumajang tahun ajaran 2018/2019.Subyek penelitian adalah siswa kelas X MA. MiftahulUlumSumberwringin Klakah Lumajang tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 25 siswi.Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk siklus, di dalamsetiapsiklus ada empat bagian (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini, guru berkolaborasi dengan guru bahasa dan sastra indosenis,serta melibatkan peserta didikdalam proses pembelajarannya.Berdasarkan hasil pengamatan proses dalam penelitian ini masih  ditemukan sebagian siswa belum terbiasa menuangkan gagasannya dalam bentuk puisi. Siswa masih terlihat kebingungan untuk menulis puisi. Hal ini disebabkan sebagian siswa (1) belum tertarik terhadap pelajaran bahasa dan sastra indonesia, (2) kurang tertarik terhadap pembelajaran menulis puisi, (3) tingkat kemampuan menulis puisi kurang, (4) tidaksuka mendapat  tugas praktik menulis puisi diluar pelajaran sekolah, dan (5) merasakan bahwa kegiatan menulis puisi itu sulit.Berdasarkan hasil pembelajaran, terjadi peningkatan keterampilan menulis puisi dari pratindakan ke siklus I meskipun belum terlihat signifikan dan tampak signifikan pada siklus II. Diksi terjadi kenaikan dari 2,52 pada tahap pratindakan menajadi 3,04 pada siklus I dan menjadi 3, 35 pada siklus II. Gaya bahasa terjadikenaikan dari 2,8 pada tahap pratindakan menjadi 3,08 pada siklus I dan menjadi3,64 pada siklus II, citraan terjadi kenaikan dari 3,00 pada tahap pratindakan menjadi 3,08 pada siklus I dan menjadi 3,64 pada siklus II, rima terjadi kenaikan dari 2,92 pada tahap pratindakan menjadi 3,16 pada siklus I dan menjadi 3,6 pada siklus II, kesesuaian judul dengan isi dan tema terjadi kenaikan dari 2,88 pada tahap pratindakan menjadi 3,44 pada siklus I dan menjadi 3,56 pada siklus II, makna keseluruhan puisi terjadi kenaikan dari 3,08 pada tahap pratindakan menjadi 3,52 pada siklus I dan menjadi 3,56 pada siklus II, amanat terjadi kenaikan dari 3,00 pada tahap pratindakan menjadi 3,76 pada siklus I dan menjadi 3,84 pada siklus II, dari data penelitian dapat juga diamati terjadi peningkatan pada pemerolehan hasil skor penulisan puisi rata-rata 2,88 pratindakan,menjadi 3,64 pada siklus II.Peningkatan aspek-aspek pembangun puisi dan hasil skor penulisan puisi di atas menunjukkan bahwa penerapan metode Quantumlearning dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi pada kelas X MA.Miftahul Ulum Sumberwringin Klakah Lumajang Tahun Ajaran 2018/2019Kata kunci: Peningkatan, kemampuan Menulis Puisi, Quantum Learning     
Penerapan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Teks Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kepanjen Kurikulum 2013 Revisi 2016 Sulton Ma’arif
NOSI Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Secara keseluruhan, dalam penyelenggaraan pembelajaran tidak terpisahkan dengan penilaian. Penilaian memiliki kedududkan penting dalam serangkaian desain penyelenggaraan pembelajaran, yitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Dalam penerapannya, penilaian merupakan alat untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan instruksional (perubahan tingkah laku yang diinginkan pada diri peserta didik) yang berfungsi sebagai umpan balik bagi perbaikan proses belajar mengajar. Jenis penilaian yang diwajibkan berdasarkan Kurikulum 2013 rivisi 2016 adalah penilaian autentik. Tujuan penilaian autentik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah untuk mengukur keterampilan berbahasa dalam berbagai konteks yang mencerminkan situasi dunia nyata.Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kepanjen berdasarkan arahan Pengawas SMA, SMK, PK-LK Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dengan pertimbangan sebagai sekolah terbaik yang telah menerapkan penilaian autentik di Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan persiapan penilaian autentik, penerapan penilaian penilaian autentik, dan kendala serta upaya untuk mengatasi kendala penerapan penilaiandi SMA Negeri 1 Kepanjen dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif untuk memperoleh deskripsi penerapan penilaian autentik di SMA Negeri 1 Kepanjen dalam pembelajaran Bahasa Indonesia secara faktual dan ilmiah. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa dokumen dan data kata-kata, bukan data statistik yang berupa data angka. Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian kualitatif, yaitu memperlajari sesuatu dengan latar yang alamiah dan memahaminya.Dalam penelitian ini, pengumpulan data menggunakan teknik nontes, yaitu angket, wawancara, analisis dokumen, dan pengamatan. Sumber data dalam penelitian ini adalah di SMA Negeri 1 Kepanjen oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Teknik induksi tiga tahap dilakukan sebagai teknik analisis kualitatif dnegan tahapan perbandingan data, kategorisasi, dan penyajian data. Pedoman wawancara, pedoman analisis dokumen, dan pedoman pengamatan dibandingan, diberi kode, digolong-golongkan, dan dikelompokkan dengan data sejenis pada tahapan perbandingan antardata.Hasil penelitian mengenai “Penerapan Penilaian Autentik di SMA Negeri 1 Kepanjen dalam pembelajaran Bahasa Indonesia” yang dilakukan melalui observasi, wawancara, pengisian angket, dan studi dokumenter menunjukkan bahwa guru mata elajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kepanjen telah menerapkan penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan baik. Hal tersebut mengacu pada persiapan penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang telah memenuhi kriteria generalibity, autenticity, multiple foci, teachability, fairness, feasibility, dan scorability. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kepanjenmenggunakan model penilaian autentik terintegrasi yang mencakup penilaian kinerja, penilaian diri atau sejawat, wawancara lisan, pertanyaan terbuka, pengamatan, menceritakan kembali teks, menulis sampel, proyek, portofolio, pameran, dan demonstrasi. Dalam penerapan penilaian autentik di SMA Negeri 1 Kepanjen dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sudah melakukan tahapan penerapan penilaian autentik dengan baik. Walaupun demikian, dalam penerapan penilaian autentik yang diterapkan di SMA Negeri 1 Kepanjen dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia terdapat kendala yang dihadapi oleh guru. Kendala yang dihadapi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam penerapan penilaian autentik mencakup kendala waktu, sarana dan prasarana, dan kendala penerapan penilaian autentik dalam kompetensi tertentu. Berdasarkan kendala tersebut, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kepanjenmelakukan upaya untuk mengatasi kendala tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di  SMA Negeri 1 Kepanjen sudah merapkan penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan baik dan sesuai kurikulum yang berlaku. Kata kunci: penerapan penilaian, penerapan penilaian autentik, pembelajaran         Bahasa Indonesia