cover
Contact Name
Imam Santoso
Contact Email
mpbindonesia@unisma.ac.id
Phone
+6285649611196
Journal Mail Official
mpbindonesia@unisma.ac.id
Editorial Address
Magister Pendidikan Bahasa Indonesia PPS Universitas Islam Malang Jalan Mayjen Haryono 193, Telepon (0341) 551932 Fax. (0341) 552249
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah NOSI
ISSN : 23378425     EISSN : -     DOI : 10.33474
Nosi merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian bidang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Islam Malang. Jurnal Ilmiah ini berisi artikel hasil penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif. Jurnal Ilmiah ini terbit 2 kali setahun.
Articles 183 Documents
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKNIK SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, REVIEW (SQ3R) DAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) KELAS VII MTS AL-ITTIHAD PONCOKUSUMO MALANG Samsul Khoirul Muklis
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Bahan ajar adalah buku siswa mata pelajaran bahasa Indonesia yang diterbitkan pemerintah. Kendala di sekolah/madrasah swasta ialah jumlah buku yang tersedia dengan jumlah peserta didik tidak sepadan. Untuk mengatasi hal tersebut guru berinovasi untuk membuat lembar kerja. Lembar kerja peserta didik (LKPD) merupakan kumpulan tugas dan materi pembelajaran yang berperan penting dalam proses belajar mengajar. Uraian singkat terkait materi dan soal atau tugas yang harus dikerjakan peserta didik untuk diselesaikan. Berbeda dengan lembar kerja ini yang didalamnya memuat model pembelajaran survey, question, read, recite, review (SQ3R) untuk membaca dan memahami isi sebuah teks serta model pembelajaran cooperative integrated reading and composition (CIRC) untuk keterampilan menulisnya. Kedua model tersebut dirasa mampu memberikan pemahaman lebih terhadap keterampilan membaca dan menulis peserta didik khususnya pada jenjang menengah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kebutuhan, pengembangan produk, kelayakan pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) mata pelajaran bahasa Indonesia berbasis teknik survey, question, read, recite, review (SQ3R) dan cooperative integrated reading and composition (CIRC)  kelas VII MTs Al-Ittihad Poncokusumo Malang.Metode penelitian dan pengembangan menggunakan model pengembangan Plomp. Model Plomp dipandang lebih fleksibel dan luwes dibanding model pengembangan lain, dikarenakan pada proses pengembanganya bisa disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan penelitiannya.Dalam penelitian dan pengembangan ini, telah dihasilkan lembar kerja peserta didik. Analisis kebutuhan sebelum melakukan pengembangan diperoleh dengan penyebaran angket kebutuhan guru dan angket kebutuhan peserta didik. Hasil analisis kebutuhan guru menujukan bahwa guru sangat setuju dengan pengembangan LKPD ini dengan persentase 52% dan 74% setuju. Sementara untuk analisis kebutuan peserta didik mecapai 34% sangat setuju dan 42% setuju.Setelah data terkumpul selanjutnya kegitan desain rpp, desain produk dan desain instrumen. Selanjutnya proses pengembangan dilakukan desain produk dan pembuatan produk berdasarkan data yang diperolah dari analisis kebutuhan. Proses pengembangan produk dimulai dari 1) mendesain cover, 2) mumbuat judul bab yang dilengkapi dengan kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran, 3) membuat konten perlu diingat untuk menekankan materi penting yang perlu difahami, 4) adanya peta konsep untuk menyampaikan isi bab secara ringkas, 5) sub bab sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran, 6) belajar sambil melakukan merupakan konten untuk praktik setelah belajar bersama, 7) soal latihan berupa pilihan ganda sebagai tahap akhir di masing masing bab. Kata kunci: lembar kerja peserta didik (LKPD), survey, question, read, recite,review (SQ3R) dan cooperative integrated reading and composition (CIRC)
EFEKTIVITAS MODEL KEGIATAN BELAJAR SNOWBALL THROWING DAN TEAM GAMES TURNAMEN PADA MEMBACA TEKS FABEL SISWA KELAS VII SMP BINTANG RAUDLOH WAJAK Luluk Ika Fatul Anisa
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kemampuan mengidentifikasi ciri-ciri unsur teks fabel siswa kelas VII SMP Bintang Raudloh Wajak sebelum dilakukan dengan model kegiatan belajar Snowball Throwing dan Team Games Turnamen pada kelas eksperimen, (2) mendeskripsikan kemampuan mengidentifikasi ciri-ciri unsur teks fabel siswa kelas VII SMP Bintang Raudloh Wajak setelah dilakukan dengan model kegiatan belajar Snowball Throwing dan Team Games Turnamen pada kelas eksperimen, (3) mendeskripsikan efektivitas model pembelajaran Snowball Throwing dan Team Games Turnamen dalam pembelajaran mengidentifikasi ciri-ciri unsur teks fabel siswa kelas VII SMP Bintang Raudloh Wajak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMP Bintang Raudloh Wajak yang berjumlah 60 siswa. Sampel yang digunakan yaitu, kelas VII A1 dengan jumlah 30 responden menjadi kelas eksperimen dan kelas VII A2 dengan jumlah 30 responden menjadi kelas kontrol (tanpa ada variasi pembelajaran). Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini ada tiga langkah yaitu, (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap evaluasi, teknik analisis data yang digunakan adalah data deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian, saat prates mendapatkan nilai rata-rata kelas 54,83, sedangkan saat postes mendapatkan nilai rata-rata kelas sebesar 75,33. Berdasarkan hasil uji t yaitu pada uji independent t tes pada kelas eksperimen diperoleh (sig. 2-talied) 0,000 ≤ 0,05. Dengan demikian ada perbedaan yang signifikan pada kelas eksperimen dan memiliki tingkat efektivitas yang tinggi setelah menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dan Team Game Turnamen. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran tersebut memiliki efektivitas yang tinggi dalam kemampuan membaca siswa pada materi mengidentifikasi ciri-ciri unsur teks fabel siswa kelas VII SMP Bintang Raudloh Wajak. Dengan demikian, disarankan kepada guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk lebih meningkatkan pembelajaran siswa pada kemampuan membaca dengan model pembelajaran yang menarik.Kata Kunci: pembelajaran membaca, model pembelajaran, snowball throwing, team game turnamen
PENGEMBANGAN MEDIA UNTUK PEMBELAJARAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 WOHA BIMA NTB Tati Nurhidayati; Abdul Rani; Nur Fajar Arief
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang paling kompleks karena menulis merupakan keterampilan berbahasa yang masih dianggap sulit oleh siswa karena menulis memerlukan berbagai keterampilan. Keterampilan menulis bahkan kurang diminati di sekolah, sehingga guru tidak hanya berperan dalam mengembangkan kepribadian siswa dan meningkatkan keterampilan kognitif, tetapi juga mencakup pengembangan aspek afektif dan psikomotorik. Salah satu upaya untuk mengatasi kejenuhan dan kebosanan dalam proses belajar mengajar adalah dengan mengambil pendekatan teknologi agar sistem pembelajaran menarik perhatian siswa, khususnya harus didukung dengan adanya media pembelajaran.            Karena dengan adanya media pembelajaran, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menarik. Tujuan pengembangan media pembelajaran ini adalah untuk (1) mendeskripsikan kebutuhan media pembelajaran menulis puisi di kelas X SMA Negeri 1 Woha Bima, NTB. (2) Proses pembelajaran dengan mengunakan media pembelajaran pada kelas X SMA Negeri 1 Woha Bima NTB. Dan (3) ketepatan/kelayakan pengembangan produk dalam kaitannya dengan media dalam pembelajaran menulis puisi di Kelas X SMA Negeri 1 Woha Bima NTB.Pengembangan media pembelajaran menulis puisi berupa produk media pembelajaran yang mengunakan model 4-D (model empat-D), yang terdiri dari empat tahap pengembangan yaitu, define, design, develop dan diseminate. Uji coba produk dilakukan dengan 10 orang dan kelompok besar 30 siswa beserta guru bahasa Indonesia, kemudian dianalisis menggunakan teknik pengumpulan data yang diperoleh dengan menyebarkan angket validasi kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Dalam hasil penelitian ini, Analisis Kebutuhan Guru memperoleh skor 83,33%, guru sangat setuju jika pengembangan media untuk pembelajaran menulis puisi pada siswa Kelas X, skor media pembelajaran 93,33% mendukung pembelajaran Make the teaching. dan proses pembelajaran pembelajaran menulis puisi lebih menyenangkan dan kreatif bagi siswa kelas X. Oleh karena itu, baik guru maupun siswa membutuhkan pengembangan media pembelajaran dalam buku puisi, karena hal ini memungkinkan untuk menumbuhkan dan mendorong minat siswa dalam proses belajar mengajar.Sedangkan pemerolehan nilai dari ahli materi sebesar 92,13%, untuk ahli media mendapatkan nilai 86,52%, sehingga produk yang dihasilkan pengembang berupa media pembelajaran menulis puisi valid dan untuk nilai. Siswa X layak dengan sedikit revisi. Selain itu, jawaban guru memberikan skor 86,66% dan jawaban siswa skor 80,00%, dengan pendapat siswa bahwa materi menulis puisi menggunakan media pembelajaran mudah dipahami dan dipahami. cocok untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran sudah absah.Kata kunci: Media Pembelajaran, Menulis, Teks Puisi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI DALAM KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS SISWA KELAS XI SMA ISLAM ALMAARIF SINGOSARI Uni Sofiah
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pembelajaran akan lebih menyenangkan dan mudah dilaksanakan jika menggunakan media yang mampu mendukungnya. Keberadaan media pembelajaran di era revolusi industri 4.0 dan di masa pandemi Covid-19 menjadi hal yang utama. Dimana pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh sehingga pemahaman siswa terhadap materi jauh lebih rendah dari pada saat belajar tatap muka di sekolah. Dengan menggunakan media pembelajaran ditargetkan untuk mengatasi masalah-masalah dalam pembelajaran. Media pembelajaran sangat variatif, salah satunya media pembelajaran video animasi. Media pembelajaran video animasi yang dibuat dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan menggabungkan berbagai media seperti teks, video, dan gambar. Dari produk media ini guru dapat menyampaikan materi pembelajaran dalam bentuk audio visual sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan mengesankan. Media pembelajaran video animasi dalam penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kebutuhan guru dan siswa terhadap media pembelajaran video animasi dalam keterampilan menulis teks prosedur kompleks siswa kelas XI SMA. (2) proses pengembangan media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks siswa kelas XI SMA. (3) Kelayakan produk pengembangan media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks untuk siswa kelas XI SMA. Pengembangan produk media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks yang dikembangakan oleh peneliti menggunakan model 4-D. Model ini memiliki 4 tahapan pengembangan yaitu, define, design, develop, dan disseminate. Uji coba produk dilaksanakan pada kelompok kecil yang berjumlah 10 siswa, kemudian diujicobakan pada kelompok besar yang berjumlah 30 siswa serta seorang guru Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data berupa angket validasi dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa, analisis kebutuhan guru 87,05% guru sangat setuju dengan dilaksanakannya pengembangan terhadap media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks siswa kelas XI SMA. Sedangkan pada hasil analisis kebutuhan siswa 80,00% siswa sangat setuju siswa memerlukan media pembelajaran yang menyenangkan dan mampu mendukung untuk belajar secara mandiri pada pembelajaran teks prosedur kompleks siswa kelas XI SMA. Dari hasil ini menunjukkan bahwa guru dan siswa membutuhkan adanya pengembangan media pembelajaran video animasi pada pembelajaran menulis teks prosedur kompleks supaya mempermudah siswa dan menarik siswa untuk belajar. Produk pengembangan media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks yang dihasilkan ini dapat dioperasikan di gawai, laptop, komputer, dan sosial media. Media yang dikembangkan dengan model 4-D melalui 4 proses, meliputi membuat sketsa di aplikasi Procreate. Sketsa yang telah ada lalu digambar dan diwarnai untuk dijadikan ilustrasi. Setelah ilustrasi selesai, ilustrasi digandakan dengan berbagai bentuk untuk dijadikan animasi dalam format GIF. Kemudian, ilustrasi dimasukkan ke aplikasi edit video, InShot. Produk selesai dibuat dan siap dijalankan. Terakhir, validasi terhadap produk media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks berupa validasi ahli materi, validasi ahli media respon guru, dan respon siswa. Hasil validasi ahli materi memperoleh skor 94,44% dan hasil validasi ahli media 77,50% yang menunjukkan bahwa produk media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks yang dihasilkan sudah valid dan layak untuk diterapkan dengan sedikit revisi. Produk mendapat respon dari guru dan siswa. Respon guru memperoleh nilai 91,66% dan respon siswa 80,00% menyatakan sangat setuju dengan media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks khususnya pada langkah menulis atau membuat teks prosedur kompleks dalam media video animasi yang bagus dan menarik. Hasil ini menunjukkan bahwa media pembelajaran video animasi teks prosedur kompleks yang dikembangkan sudah valid tanpa revisi. Simpulan dari hasil penelitian pengembangan ini adalah media yang dihasilkan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran materi teks prosedur kompleks.Kata kunci: Media pembelajaran, video animasi, teks prosedur kompleks
KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK DALAM PROSESI TEMU PENGANTIN MASYARAKAT KABUPATEN PASURUAN Feri Indra Setiawan
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan istilah-istilah bahasa tentang budaya atau ungkapan lain, mendeskripsikan proses penamaan dalam bahasa, mendeskripsikan kesopan-santunan dalam bahasa; dan mendeskripsikan etnisitas dari sudut bahasa. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini berupa teoretis dan pendekatan metodologis dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif.  Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Prosedur penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan analisis temuan data. Prosedur penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu pra penelitian, penelitian, evaluasi dan laporan. Hasil penelitian ini diperoleh data Istilah bahasa tentang budaya atau ungkapan lain yang ditemukan pada prosesi temu pengantin adat Jawa yang memiliki pengaruh kental akan Jawa karena menggunakan Bahasa Kawi. Sedangkan pada prosesi temu pengantin modern didapati istilah Jawa dan asing. Selanjutnya, Istilah proses penamaan dalam Bahasa pada prosesi temu pengantin didapati berupa Penggunaan kata yang dianggap lebih kekinian dibanding menggunakan kata baku Bahasa Indonesia, hal ini dikarenakan pergeseran budaya dan pola hidup yang terjadi di masyarakat. Selain itu penggunaan bahasa yang sesuai dengan unsur kesopansantunan ialah berupa sampean, panjenengan, priyai, pini sepuh, hadi sepuh dan pepunden. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini berupa temu pengantin adat Jawa lebih memiliki istilah budaya, penamaan, kesopan-santunan dan entitas budaya dari segi Bahasa kawi yang digunakan untuk melestarikan budaya suku Jawa kuno yang sudah tidak banyak dilakukan. Sedangkan dalam temu pengantin adat modern lebih jarang menggunakan bahasa Indonesia baku atau sering menggunakan bahasa asing agar terkesan lebih kekinian dan juga tetap diberikan bahasa Jawa dengan maksud menambah kesan sopan dari prosesi tersebut.Kata Kunci: antropolinguistik, bahasa, prosesi temu pengantin
EKOLOGI BUDAYA DALAM SASTRA BAHARI IKO-IKO MASYARAKAT BAJO DI KEPULAUAN SAPEKEN Rizal Mahsyar; Akhmad Tabrani; Ari Ambarwati
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Karya sastra merupakan suatu produk budaya yang juga menjadi bentuk atau cara penyampaian dan pola prilaku masyarakat dalam mencapai tujuan tertentu yang memiliki keterkaitan dengan lingkungannya. Karena lingkungan juga telah menjadi faktor penting dalam proses pembentukan suatu karya sastra. Kelompok masyarakat suku Bajo memiliki suatu bentuk sastra lisan yang disebut dengan Iko-Iko. Sastra lisan Iko-Iko merupakan suatu karya sastra dalam bentuk tuturan secara langsung yang berkembang di masyarakat pesisir kepulauan Sapeken. Sastra lisan tersebut sudah mulai berkembang dan eksis dituturkan oleh nenek moyang masyarakat suku Bajo dari generasi ke generasi. Setiap kisah yang ditampilkan dalam Iko-Iko diyakini memiliki nilai-nilai pendidikan, pesan moral atau norma yang harus dipatuhi bersama guna memberikan keseimbangan dan ketertiban ataupun keharmonisan dalam melestarikan alam. Seiring dengan perkembangan zaman, Eksistensi Iko-Iko di dalam lingkungan masyarakat kepualauan Sapeken telah mengalami masa yang sulit dan terancam punah sehingga diperlukan upaya yang sistematis untuk pelestarian budaya lisan Iko-Iko tersebut. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk melestarikan budaya sastra bahari Iko-Iko tesebut ialah dengan cara mengumpulkan semua jenis satra bahari yang kemudian dijadikan dalam satu buku Ensiklopedia sastra bahari masyarakat kepulauan Sapeken sehingga sastra tersebut mudah untuk diakses dan dipelajari oleh masyarakat umum.Kata Kunci: Ekologi Budaya, Sastra Bahari, budaya Iko-Iko, Kepulauan Sapeken
PENGARUH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, METAKOGNITIF, DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI SISWA KELAS X SMAN 2 TRENGGALEK Nanda Febri Nur Ramadhan
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh (1) kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa; (2) kemampuan metakognitif terhadap hasil belajar siswa; (3) kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa; dan (4) kemampuan berpikir kritis, metakognitif, dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis ex post facto. Penelitian ini menggunakan siswa kelas X MIPA SMAN 2 Trenggalek sebagai populasi. Pengambilan dilakukan dengan cluster random sampling. Data variabel bebas dikumpulkan melalui penyebaran angket atau kuisioner, sedangkan data variabel terikat didapatkan melalui studi dokumentasi guru. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis two way anova pada SPSS 22.0. Hasil penelitian ini diperoleh (1) adanya pengaruh yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar siswa dengan n sig = 0,097 > 0,05 dan fhasil = 5,556 > f tabel = 0,12; (2) adanya pengaruh yang signifikan antara kemampuan metakognitif terhadap hasil belajar siswa dengan n sig = 0,233 > 0,05 dan fhasil = 1,543 > ftabel = 0,12; (3) adanya pengaruh yang signifikan antara kemampuan metakognitif terhadap hasil belajar siswa dengan n sig = 0,145 > 0,05 dan fhasil = 0,604 > ftabel = 0,12; dan (4) adanya pengaruh signifikan bersama-sama antara kemampuan berpikir kritis, metakognitif, dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa dengan n sig = 0,482  > 0,05 dan fhasil = 0,503 > ftabel = 0,1. Setelah itu, pengujian  pengujian dilanjutkan menggunakan Tes Post Hoc Tukey HSD dan Bonferroni yang bertujuan untuk menentukan variabel bebas yang paling berpengaruh terhadap variabel terikat. Hasil tes menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis lebih dominan dengan n Sig 0,00 < 0,05 sedangkan kemampuan metakognitif dan kecerdasan emosional menunjukan n Sig > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis lebih berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Kemampuan Metakognitif, Kecerdasan Emosional, Hasil Belajar Siswa
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN TEKS BIOGRAFI SISWA KELAS X SMK 09 MA’ARIF NU JEMBER Arif Ulul Albab; Nur Fajar Arief; Moh. Badrih
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengembangan media pendidikan interaktif setidaknya memberikan dua manfaat. Pertama, sebagai penggerak kelompok pendidikan untuk lebih menghargai dan menghasilkan sesuatu produk Pendidikan (media pembelajaran) dalam proses meningkatkan mutu pendidikan. Kedua, memberikan momen dimana siswa bisa memanfaatkan segala kemampuan yang ada yang dapat diperoleh dari segala sumber yang tidak ada batasannya. Berdasarkan pengamatan di sekolah, penggunaan media pembelajaran interaktif dalam proses pembelajaran siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU memberikan dampak yang sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya respon baik siswa dalam proses pembelajaran ketika guru menyampaikan materi pembelajaran dengan menerapkan media pembelajaran interaktif.Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut: (1) mengambarkan kebutuhan media pembelajaran interaktif menulis teks biografi siswa kelas X SMK, (2) untuk mengetahui ketepatan media pembelajaran interaktif menulis teks biografi siswa kelas X siswa SMK, dan (3) mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran interaktif menulis teks biografi siswa kelas X SMK.Model pengembangan yang digunakan merupakan model prosedural sehingga harus dilakukan secara berurutan. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian dan pengembangan ini berupa data kualitatif yang merupakan data verbal berupa tulisan, masukan, pendapat tertulis, dan juga hasil wawancara dan data kuantitatif berupa skor angka yang didapat dari kuesioner yang telah di isi oleh subjek tes. Subjek tes dalam penelitian dan pengembangan ini melibatkan ahli media, ahli materi dan ahli bahasa yang berkompetensi, guru sebagai ahli praktisi, dan siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU sebagai subjek tes yang menggunakan media pembelajaran.Pengembangan media pembelajaran interaktif teks biografi siswa kelas X SMK telah melalui beberapa tahapan uji kelaikan produk, mulai dari validasi oleh ahli media, ahli materi ,ahli Bahasa dan praktisi hingga keefektifan penerapan media pembelajaran. Berdasarkan proses yang telah dilakukan maka didapatkan hasil dari beberapa aspek(1) Aspek penyajian media, media ini disajikan dalam bentuk pembelajaran interaktif dengan memakai aplikasi makro media flash (2) pengujian media, pada proses pengujian media yang dipakai untuk memahami tingkat kebutuhan siswa dan guru diperoleh kisaran angka 89% dan untuk guru didapatkan kisaran angka 88% dan 96%. Berdasarkan jumlah tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebutuhan terhadap media pembelajaran sangat tinggi sehigga perlu adanya pembaharuan terhadap penggunaan media pembelajaran. (3) Revisi media, langkah-langkah merevisi media pembelajaran dilakukan melalui beberapa langkah diantaranya dari ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan ahli praktisi. Dari keempat ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran tersebut sangat layak dipergunakan. (4) Efektivitas media, tingkat efektivitas media didapatkan berasas kuesioner yang telah dijawab oleh siswa. Dari proses tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hasil uji coba menempati kisaran angka 88%. Berdasarkan jumlah tersebut, maka media tersebut sangat layak untuk dipergunakan.Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa tingkt kebutuhan media pembelajaran interaktif teks biografi siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU Jember sangat signifikan dengan kisaran angka 89% untuk siswa dan untuk guru kisaran angka 88% dan 96%. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran interaktif dapat menjawab kebutuhan tersebut. Tingkat akurasi media yang didukung oleh validasi para ahli dengan persentase di atas 75% dimana media mendapat skor nilai sebesar 80% dari ahli media, skor nilai 84% juga didapatkan dari ahli materi , dan skor nilai 87% di dapat dari ahli bahasa.membuktikan bahwa media sangat layak untuk dipergunakan. Penjelasan ini juga didukung oleh penjelasan ahli praktisi yang memberikan skor nilai sebesar 95% yang membuktikan bahwa media pembelajaran interaktif teks biografi sangat layak untuk dipergunakan sehingga dapat dikatakan pengembangan media pembelajaran interaktif teks biografi sangat layak untuk digunakan. oleh siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU Jember. Produk pengembangan media pembelajaran interaktif ini juga sangat tepat digunakan untuk pembelajaran teks biografi siswa kelas X SMK 09 Ma'arif NU Jember. Hal ini disimpulkan dengan hasil penilaian siswa terhadap pengunaan media pembelajaran yang jumlah skor nilai 88% sehingga dapat disimpulkan media sangat layak untuk dipergunakan dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran, teks biografi.
RELIGIUSITAS KUMPULAN CERNAK AKU ANAK INDONESIA DARI INDONESIA DAN DIARI ANIS DARI MALAYSIA (KAJIAN SASTRA BANDINGAN) Khusnia Agus Purwanti
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AAbstrak: Di Indonesia, akses sastraayang dikonsumsi anak selama masa pandemi ini didominasi oleh cerita cerita dari anak negeri dan negeri jiran Malaysia. Hal ini dikarenakan tata bahasa antara Indonesia dan Malaysia terdapat kemiripan  yakni bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Budaya dan karakteristik kedua negara tersebut juga banyak kesamaan seperti keragaman agama dan tradisi yang tidak jauh bebeda. Sehingga anak-anak mudah memahami maksud dari cerita yang ditonton ataupun yang dibaca. Tak dapat dipungkiri bahwa terbentuknya karakter anak juga dipengaruhi oleh nilai religiusitas yang disajikan dalam cerita-cerita anak dari negeri jiran Malaysia ini. Penelitian yang mengusung sastra bandingan antara cerita anak Indonesia dan Malaysia belum banyak dilakukan. Dalam hal ini penelitian ini berjudul Religiusitas Kumpulan Cernak Aku Anak Indonesia dari Indonesia dan  Diari Anis dari Malaysia (Kajian Sastra Bandingan) bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Persamaan nilai religiusitas dalam kumpulan cernak AkuuAnak IndonesiaaKumpulan Cerita tentang Keberagaman dan Nilai Pluralisme dari Indonesia dan Diari Anis dari Malaysia, dan (2) Perbedaan nilai religiusitas dalam kumpulan cernak AkuuAnak IndonesiaaKumpulan Ceritaatentang Keberagaman dan Nilai Pluralisme dari Indonesia dan Diari Anis dari Malaysia.Pendekatan yang digunakan dalam peneltian ini adalah penelitian kualitatiffyang bersumberrpada teks karya sastra itu sendiri secaraaotonom. Tujuan penelitiimenggunakan pendekatan kualitatif iniiadalah untuk memudahkan penelitiannyang dilakukan, karena data yang diperoleh dalam bentukktulisan. Penelitianndeskriptif kualitatif digunakan untuk memperoleh persamaan dan perbedaan nilai religiusitas dalam kumpulan cernak Aku AnakuIndonesia Kumpulan Cerita tentanggKeberagaman dan Nilai Pluralisme dari Indonesia dan Diari Anis dari Malaysia. Dalam prosesnya peneliti melakukan beberapa langkah krusial dalam proses pengambilan data hingga pengolahan yaitu (1) Studi kepustakaan, (2) Membaca kumpulan cerita anak, (3) Menandai kalimat di dalam kumpulan cerita anak, (4) Mencatat data yang di peroleh dalam kumpulan cerita anak, (5) Memasukkan data yang diperoleh ke dalamipenelitian, (6) Mengelompokkan data, (7) Kodifikasi data penelitian.Persamaan nilai religiusitas dalam kumpulan cernak AkuiAnak IndonesiaiKumpulan Cerita tentang Keberagaman dan NilaiiPluralisme dari Indonesia dan Diari Anis dari Malaysia di temukan bahwa dari aspek nilai keagamaan sesuai yang di sampaikan oleh Fitriani (2016:12) menyatakan bahwaireligiusitasiadalah satu sistem yang kompleks dari kepercayaan keyakinan dan sikap-sikap dan upacara-upacaraiyang menghubungkan individu dengan satu keberadaan atau kepada sesuatu yang bersifatiketuhanan. Dari ketujuh sampel yang peneliti ambil dari masing-masing kumpulan cerita anak dan sudah peneliti berdasarkan klasifikasinya peneliti simpulkan bahwa persamaan yang muncul memang sangat identik baik dari sisi keagamaan dan sosial. Karena masing-masing kumpulan cerita muncul dari negara yang secara rumpun ras sama yaitu antara Indonesia dan Malaysia. Yang mana jika nilai  religiusitas yang positif bisa menjadi hal positif bagi pembaca umumnya dan siswa sekolah dasar khususnya untuk bahan bacaan dan bahan ajar bagi guru di sekolah.Perbedaan nilai religiusitas dalam kumpulan cernak Aku AnakiIndonesia Kumpulan Cerita tentangiKeberagaman dan Nilai Pluralisme dari Indonesia dan Diari Anis dari Malaysia. Dalam hal ini peneliti mengutip ucapan Endraswara (2011: 174-175) bahwa sastraibandingan tidak hanyaibesifat membandingkanikarya-karya sastra saja, sehingga diperlukan perspektif  yang jelas agar hasilnyaiberkualitas. Dari ketujuh sampel yang peneliti ambil dari masing-masing kumpulan cerita anak dan sudah peneliti berdasarkan klasifikasinya peneliti simpulkan bahwa perbedaan nilai religiusitas yang muncul adalah adanya perbedaan jenis agama yang di munculkan dari masing-masing kumpulan cerita anak cernak Aku AnakiIndonesia KumpulaniCerita tentang Keberagaman daniNilai Pluralisme dari Indonesia dan Diari Anisidari Malaysia bahwa jika di dalam kumpulan cerita anak Aku Anak Indonesia KumpulaniCerita tentang Keberagaman dan NilaiiPluralisme dari Indonesia terasa lebih beragam dalam jenis agama yang muncul, sehingga ini bagus untuk mengajarkan nilai toleransi antar umat beragama kepada pembaca umumnya dan kepada siswa sekolah dasar khususnya. Kata kunci:  Religiusitas, Cerita anak, Sastra bandingan
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN LECTORA INSPIRE PADA MATERI MEMBACA TEKS FIKSI UNTUK SISWA KELAS VIII MTSN 7 NGANJUK TAHUN AJARAN 2020-2021 Alfin Aulia Baroroh Ch.
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan perlu dilaksanakan semaksimal mungkin agar sejalan dengan tujuan sehingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan sumber daya manusia harus diimbangi dengan peningkatan kualitas. Namun terdapat beberapa faktor yang memengaruhi proses pembelajaran peserta didik. Seperti kondisi yang terjadi saat ini adalah pandemi Covid-19. Pembelajaran yang awalnya tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh. Sehingga menyebabkan kurang efektifnya pembelajaraan. Agar meningkatkan kompetensi belajar siswa perlu penggunaan media pembelajaran yang praktis, dapat membuat siswa aktif, dan mudah digunakan. Dengan begitu, penggunaan media pembelajaran dengan Lectora Inspire diharapkan menjadi alternatif untuk mengatasi masalah tersebut.            Penelitian ini mengembangkan produk dengan mengikuti prosedur penelitian pengembangan berdasarkan Borg and Gall yang dikenal dengan istilah Research and Development. Namun beberapa langkah disederhanakan dan tetap mengacu pada regulasi untuk pengmebangan produk oleh Borg and Gall, yaitu (1) tahap penelitian serta pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk, (6) uji lapangan. Media Lectora Inspire  yang telah dikembangkan terdapat empat kompetensi dasar yang telah ditetapkan berdasarkan Permendikbud.            Media pembelajaran dengan Lectora Inspire ini terdiri dari, (1) kover media pembelajaran, (2) tampilan petunjuk penggunaan, (3) halaman login, (4) menu utama, (5) kompetensi, (6) membangun konteks, (7) materi, (8) evaluasi, (9) kuis, (10) profil penyusun. Berdasarkan validasi yang telah dilakukan oleh ahli media dan ahli materi, rata-rata nilai yang didapatkan dari validasi ahli media sebanyak 85% dengan keterangan media pembelajaran sangat valid dan tidak revisi. Sedangkan rata-rata nilai yang diperoleh dari validasi ahli materi adalah 74% dengan keterangan materi yang terdapat dalam media pembelajaran adalah valid tidak revisi.            Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan pada guru, memiliki rata-rata 87%. Presentase tersebut termasuk kualifikasi sangat sesuai dengan keterangan sangat layak/sangat valid/ tidak perlu revisi. Sedangkan total presentase pemerolehan berdasarkan uji lapangan oleh siswa yaitu 86% yang termasuk kategori sangat valid, sangat baik, dan tidak perlu revisi.  Kata kunci: Media pembelajaran, fiksi, lectora inspire