cover
Contact Name
Slamet Muchsin
Contact Email
mia@unisma.ac.id
Phone
+628123395966
Journal Mail Official
mia@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono, 193 Malang 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)
ISSN : 2337697X     EISSN : -     DOI : 10.33.474
Core Subject : Education, Social,
JI_MILD adalah Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi. JI_MILD merupakan jurnal ilmiah yang pengelolaanya berada di bawah Program Pascasarjana Universitas Ialam Malang. JI_MILD merupakan kumpulan karya ilmiah mahasiswa berupa resensi hasil penelitian (Tesis) dalam penyelesaian Strata 2 maupun hasil penelitian dosen pada Program Pascasarjana Universitas Islam Malang untuk program studi Magister Ilmu Administrasi. JI_MILD milik Program Studi Magister Ilmu Administrasi Program Pascasarjana Universitas Islam Malang terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Sehubungan dengan penerbitan JI_MILD tersebut, kami memberikan peluang kepada dosen dan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi untuk bergabung mengirimkan artikel supaya dapat kami terbitkan di JI_MILD.
Articles 20 Documents
FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG PEMBUATAN AKTA KEMATIAN Muhammad Efendi
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi) Vol 10, No 1 (2019): Ji_Mild
Publisher : Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.586 KB)

Abstract

Akta kematian pada hakikatnya sama pentingnya dengan dokumen kependudukan yang lainnya. Untuk itu, pemerintah Kabupaten Malang, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), mengeluarkan sebuah program Jemput Bola Administrasi Kepedendudukan (JEBOL ANDUK).  Penelitian ini membahas mengenai faktor pendukung dan penghambat strategi Jemput Bola Administrasi Kepedendudukan (JEBOL ANDUK). Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini berpijak pada indikator-indikator kinerja pelayanan public seperti: responsivess (daya tanggap); assurance (jaminan); tangible (tampilan); emphaty (perhatian); realiability (kehandalan).Kata Kunci: Akta Kematian, Jebol Anduk, Pelayanan Publik
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYALURAN TUNJANGAN PROFESI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS SISTEM INFORMASI DAN ADMINISTRASI GURU AGAMA (Studi Kasus Pada Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Malang Tahun 2019) Billy Rahmawan; M. Mas'ud Said; Rulam Ahmadi
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi) Vol 12, No 1 (2021): Ji_Mild
Publisher : Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.96 KB)

Abstract

Abstract Like the Ministry of Education and Culture, the Ministry of Religion has also allocated TPG for GPAI since the 2008 budget year. TPG or Teacher Professional Allowances are one of the main agendas of the Ministry of Religion in order to improve GPAI's professionalism to create quality education. To facilitate the distribution of the TPG, an application is needed to make it easier for the admin to validate the TPG disbursement feasibility data. From here the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia published an online digital-based application called SIAGA or an acronym for the Information System and Administration of Religious Teachers. The benefits of SIAGA application are to overcome the limitations of space and time. This is where the research begins with a research focus, in the form of: (1) The form of public policy implementation from the aspect of the distribution of the Islamic Religious Education Teacher Professional Allowance based on the SIAGA application; (2) Problems in terms of supporting and inhibiting factors from the implementation of the policy for the distribution of these allowances; (3) and alternative forms of solutions to policy implementation problems.The results of this study include: First, the implementation of the SIAGA application at the Ministry of Religion of Malang City, starting with socialization, training, teacher data collection, data verification, to determining the feasibility of disbursing the Teacher Professional Allowance in each teacher and supervisor of Islamic religious education. Second, supporting factors include (1) Communication (2) Human Resources, in this case the admin of the PAIS Section; and (3) positive commitment from all instruments. While the inhibiting factors are: (1) Weaknesses of the Alert System Application (2) the social environment is not conducive. Third, the alternative solutions offered include (1) providing assistance, (2) the Ministry of Religion of Malang City issues a Disposition. Keywords: Policy Implementation, Teacher Professional Allowances, Information Systems and Administration of Religious Teachers (SIAGA)
Implementation of Integrated District Administration Service Policy (Case Study in Plandaan Subdistrict, Jombang Regency) Mustasfiri Mustasfiri; Sunariyanto Sunariyanto; Slamet Muchsin
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi) Vol 11, No 1 (2020): Ji_Mild
Publisher : Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.84 KB)

Abstract

Abstract This study departs from Minister of Domestic Affairs Regulation Number 4 of 2010 Concerning Integrated District Administrative Service Guidelines (PATEN), this guideline aims to bring services to the public to be fast, easy, affordable, professional so as to encourage the realization of sub-districts as a service center and service node for offices/integrated service agency in the Regency/City, but in the implementation of the Plandaan District, there are still many obstacles, especially in the aspects of the expertise of service implementing officers, internet network problems and, constraints from citizens who are reluctant to take care of their own files.The formulation of the problem in this study is PATEN Services in Plandaan Subdistrict, Jombang Regency, then Implementation of integrated district administration service policy (PATEN) in Plandaan Subdistrict, Jombang Regency, Supporting and inhibiting factors for the successful implementation of integrated district administrative service policy (PATEN) in Plandaan Subdistrict, Jombang Regency. This study uses a qualitative approach, with descriptive research type, while the research location is in the Plandaan District office in Jombang, the data collection technique used is to use interview, observation, and documentation techniques. While the research instruments are the researchers themselves, interview guides, and communication and documentation tools. Analysis of the data of this study uses an interactive model that is data reduction, data presentation, and verification of conclusion data.The results of the study show that if the physical aspects and resource aspects of the Plandaan District office can synergize with the communication aspects, and a good bureaucratic structure is supported by aspects of reliability, direct evidence, responsiveness, assurance and empathy in conducting PATENT services, then the aspect improvement facilities and infrastructure, SOP, and bureaucratic aspects in order to improve the existing service constraint factors can make the quality of services provided to the public be achieved to the maximum and quality. Keywords: Policy implementation, Services, PATEN, District Plandan
Analisis Optimalisasi Pelayanan Public Dalam Pengembangan Potensi Destinasi Pariwisata Berbasis Syariah (Halal Tourism) (Multisitus Dikuta Mandalika Lombok Tengah) Alfian Sani
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi) Vol 10, No 2 (2019): Ji_Mild
Publisher : Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.341 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisisi dan mengkaji potensi objek wisata halal di Lombok khususnya Kuta Mandalika Lombok Tengah dan untuk menganalisis pelayana publik terhadap potensi pengembangan destinasi berbasis halal turism di Kuta Mandalika.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu dengan memberikan urian secara deskriptif terhadap optimalisasi pelayanan publik dan pengembangan potensi.   Sedangkan jenis penelitiannya menggunakan deskripsi kualitatif. Dimana peneliti mendeskripsikan atau mengkonstruksi wawancara mendalam terhadap subyek penelitian dan studi kepustakaan, Untuk jenis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis data primer dan sekunder, Teknik pengumpulan data digunakan; metode observasi, deep interview, dokumentasi, Dalam Teknik analisis data melalui data reduction, data display,conclusion: verifying/drawing. Dari hasil penelitian di Kuta Mandalika memiliki banyak potensi wisata yang belum dimamfaatkan secara optimal, salah satunya adalah pengembangan destinasi pariwisata Syariah, maka perlu adanya  dukungan atau kerjasama dengan badan atau organisasi yang berkaitan langsung dengan pengembang sector pariwisata halal. Factor penghambat dalam strategi optimalisasi wisata halal di Kuta Mandalika adalah rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pariwisata halal, persaingan industri wisata dan rendahnya antusias pengelola objek wisata dalam standarilasi wisata halal.
PENGAWASAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) GAS LPG TABUNG 3 KG Ella Dewi Tri
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi) Vol 10, No 1 (2019): Ji_Mild
Publisher : Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.72 KB)

Abstract

Pemerintah Kota Padang mengeluarkan Peraturan  Gubernur Sumatra Barat No 95 tahun 2014 Tentang HET LPG 3 Kg di tingkat pangkalan sebesar 17.000/Tabung dikota padang dalam pengamatan yang penulis lakukan  terdapat penyimpangan yaitu pangkalan menjual LPG 3 kg tidak sesuai dengan HET dan tidak mencantumkan plank HET pada usaha mereka Peneliti juga menemukan beberapa permasalahan yang ditemukan dalam berita online Haluan Padang bahwa Pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah kurang serius dilihat dari pihak Dinas Perdagangan dan Biro Perekonomian Sekertariat Kota Padang yang dalam pengawasan telah membentuk Tim Pembinaan Dan Pengawasan Konversi Migas (TPPPKM) namun dalam pengawasan yang dilakukan tidak ada tindakan, evaluasi dan gebrakan, hanya uji petik ke lapangan, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana  pengawasan HET LPG 3 kg di Dikecamatan koto tangah kota padang serta hambatan dalam pengawasan HET LPG 3 Kg. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengawasan HET dilakukan oleh tim pengawasan yang terdiri dari Sekretariat Daerah Kota Padang, Dinas Perdagangan, PT. Pertamina (Persero) Dan Satuan Polisi Pamong Praja, dalam pengawasan HET  yang dilakukan di Kecamatan Koto Tangah tidak berjalan secara optimal, hal ini disebabkan karena kurangnya personil dalam pengawasan, beban kerja yang banyak, kurangnya koordinasi antar sesama instansi yang melakukan pengawasan dan  pelaksanaan pengawasan yang tidak rutin. Kata kunci: pengawasan; harga; pangkalan LPG 3Kg
KEBIJAKAN BUMDES DALAM MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT (KASUS PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT DI DESA GERSIK PUTIH KECAMATAN GAPURA KABUPATEN SUMENEP) imam asrori; Slamet Muchsin; Rini Rahayu Kurniati
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi) Vol 11, No 1 (2020): Ji_Mild
Publisher : Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.514 KB)

Abstract

Abstrac:The basis used in this research is Law Number 6 of 2014 concerning Villages which is the beginning of achieving the empowerment of the State and Indonesian Nation from the independence of its villages. This is done by establishing a Village economic institution, namely Village-Owned Enterprises (BUMDES).In this research, the approach used is qualitative with descriptive research type. The research location is in the Village Gersik Putih with the research site at BUMDES Desa Gersik Putih Kec. Gapura Kab. Sumenep. The data sources used are primary data and secondary data. The data collection technique is done by using interview, observation, and documentation techniques. The data analysis technique used consists of data reduction, presentation and verification, which is also called drawing conclusions.The results showed that by empowering the people of Gersik Putih Village, including people who have businesses, the poor, women's business groups, and local residents of Gersik Putih Village, the form of empowerment was by managing various preparations including processed milkfish brains, milkfish brain cakes, fried milkfish. , and roasted / grilled milkfish, BUMDES policies in choosing management have the ability, experience in organizing economic development, and community empowerment, the implementation of policies of the parties involved in implementing policies of all BUMDES administrators, heads, secretaries, treasurers, heads of business units, and workers, the public response in implementing their policies is very good, the obstacles faced by BUMDES in implementing their policies are that some people who have businesses do not want to join BUMDES, the welfare of the community since the existence of BUMDES they have regular income, the needs of the community are all separated nuhi, the economic impact of the village has increased. Keywords: BUMDES Policy, People's Economic Empowerment, Community Welfare.
DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT KAMPUNG WARNA WARNI JODIPAN KOTA MALANG Moh Najib Abdillah
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi) Vol 10, No 2 (2019): Ji_Mild
Publisher : Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.456 KB)

Abstract

Dampak Sosial dan Ekonomi Masyarakat Kampung Warna Warni Jodipan Kota Malang. Salah satu permasalahan kota besar yang paling terlihat mencolok adalah permasalahan lingkungan kumuh. Kota Malang juga tidak luput dari permasalahan tersebut. Salah satu yang paling sering mendapat perhatian adalah kampung Jodipan yang lokasinya berada di dekat gerbang kedatangan di Kota Malang. Bermula dari ide pewarnaan kampung oleh delapan orang mahasiswa yang tergabung dalam kelompok “Guys Pro” dan respon positif dari warga kampung Jodipan, serta bantuan dari P.T Indana Paint yang menjadi CSR, maka proses perubahan dari kampung kumuh menjadi kampung wisata dapat terlaksana. Perubahan dari kampung kumuh menjadi kampung wisata Jodipan membawa perubahan besar dan membawa berbagai dampak dalam kehidupan masyarakatnya, baik dalam dampak sosial maupun dampak ekonomi.Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi dan menganalisa proses perubahan kampung warna-warni kelurahan Jodipan Kota Malang dan Mengidentifikasi serta menganalisa dampak sosial masyarakat kampung warna warni Jodipan Malang dan menganalisa dampak ekonomi masyarakat kampung warna warni Jodipan Malang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan dengan pendekatan fenomenologi. Dengan Obyek penelitian yaitu kampung wisata warna-warni Jodipan Kota Malang. Tekhnik yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi, setelah data diperoleh peneliti menyaring dan memilih-milih data mana yang akan dimasukkan kedalam penulisan penelitian, selanjutnya data dipaparkan dan ditarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses perubahan kampung warna-warni didukung oleh kerjasama yang baik antar warga masyarakatnya. Dampak sosial perubahan yang nyata terjadi adalah pola pandang warga terhadap kebersihan lingkungannya, perubahan tersebut sangat signifikan dan menuju kearah yang lebih baik. Kebersamaan warga kampung juga semakin baik daripada sebelumnya, warga mulai sadar bahwa pendidikan itu penting. Dampak ekonomi yang terlihat adalah banyaknya lapangan pekerjaan yang tercipta akibat adanya sektor wisata di kelurahan Jodipan yang berakibat pada peningkatan pendapatan dan taraf hidup masyarakat.
PENGEMBANGAN PEGAWAI GUNA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI Mufida Hanum
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi) Vol 10, No 1 (2019): Ji_Mild
Publisher : Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.723 KB)

Abstract

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi adalah salah satu perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendapatan daerah. Pada bidang ekonomi dan keuangan daerah khususnya dalam pengelolaan pendapatan asli daerah belum dilakukan, padahal semua program dan kegiatan dalam rangka pembangunan daerah di Kabupaten Banyuwangi bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan sumber utama dari APBD tersebut. Oleh karena itu, dalam rangka peningkatan PAD diperlukan sarana dan prasarana yang memadai dengan ditunjang oleh sumber daya manusia yang kompeten dan mumpuni di bidang keuangan daerah khususnya pada segi pengelolaan pendapatan daerah.Rumusan masalah penelitian ini adalah mengapa upaya pengembangan pegawai belum dapat meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi? Sedangkan tujuannya adalah untuk mengidentifikasi berbagai macam penyebab utama kurang optimalnya kinerja pegawai di lingkungan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui pengamatan (observasi), wawancara serta dokumentasi.             Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Analisis Kinerja Pegawai di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi yang meliputi: -Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2018 bahwa Program/ kegiatan, keberhasilan pencapaian sasaran strategis, indikator kinerjanya dapat tercapai sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Namun demikian, juga terdapat beberapa sasaran strategis yang tidak berhasil diwujudkan pada tahun 2018.-Analisis Capaian Kinerja, bahwa Para pegawai Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi kurang dapat menjalankan peran dan tugasnya dikarenakan kurangnya pengetahuan, keterampilan dan sikap.-Indikator Pengukuran Kinerja pegawai dilihat dari produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas dan akuntabilitas, bahwa Indikator pengukuran kinerja ini dirasa telah mewakili dari beberapa indikator yang banyak digunakan untuk menilai kinerja suatu organisasi publik dari dalam dan luar organisasi. (2) Analisis Pengembangan Pegawai di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi. Pengembangan pegawai dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai dapat dianalisis dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a.Pendidikan Pegawai, b. Pengetahuan pegawai, c. Keterampilan, d. Pengalaman pegawai. (3) Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Pengembangan Pegawai di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi, yang meliputi: -Faktor Pendukung kinerja pegawai adalah berupa tersedianya sarana dan prasarana yang cukup memadai. -Faktor Penghambat kinerja pegawai meliputi: a. Adanya faktor penempatan sumberdaya manusia dengan latar pendidikan yang berbeda, dipaksakan untuk mengolah kegiatan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. b. Ketidak disiplinan dalam menjalankan tugas yang merupakan hal yang sangat penting yang dimiliki seorang pegawai dalam menjalankan tugasnya. c. Dalam hal program pelatihan yang dilakukan pada pegawai Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi menurut peneliti masih kurang optimal, dari hasil penelitian ditemukan bahwa program pelatihan dan pengembangan pegawai hanyalah diperuntukkan bagi pegawai yang baru saja, sedangkan bagi para pegawai yang lama masih kurang mendapatkan kesempatan program pelatihan dan pengembangan dimaksud. d. Adanya keputusan yang diambil pimpinan yang kurang tepat dalam hal pengembangan pegawai, dimana program diklat yang sebelumnya telah direncanakan tidak dilaksanakan ketika pergantian pimpinan yang merupakan hal yang wajar dalam rangka penyegaran bagi pegawai pemerintah. (4) Upaya-Upaya Yang Dilakukan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi Dalam Pengembangan Pegawai Guna Meningkatkan Kinerja Pegawai adalah: a. Dalam menentukan pegawai yang bertugas di setiap bidang yang ada pada Badan Pendapatan Daerah, perlu adanya analisis kinerja yang jelas yang merumuskan proses bisnis organisasi. b.Disiplin pegawai merupakan sesuatu yang sangat mutlak diperlukan agar kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu. c. Pengembangan pegawai hendaknya dilakukan secara berkesinambungan. d. Memastikan program pengembangan pegawai secara berkesinambungan khususnya pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi menjadi hal yang sangat penting. e. Disamping itu, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Banyuwangi perlu meningkatkan kinerjanya melalui pemberdayaan (empowering) manajemen dan prosedur/kewenangan yang dimilikinya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melakukan kerjasama dengan satuan kerja perangkat daerah lain, serta menerapkan Sistem Total Quality Management dalam rangka meningkatkan pelayanan publik yang lebih optimal. Kata kunci: pengembangan pegawai, kinerja.
KEBIJAKAN PUBLIK DALAM TAX AMNESTY DI INDONESIA Sunariyanto Sunariyanto
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi) Vol 10, No 1 (2019): Ji_Mild
Publisher : Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.031 KB)

Abstract

Reformasi mempunyai arti perubahan yang melihat kebutuhan masa depan yang menekankan pada bentuk asal dan berbuat lebih baik dan memperkenalkan sistem kehidupan masyarakat yang lebih baik dari sebelumnya dalam semua aspek kehidupan. Dengan demikian bahwa karakteristik reformasi dalam bidang tertentu merupakan keinginan untuk memperbaiki keadaan di masa lalu yang kurang baik dan diperbaiki di masa yang akan datang. Sedangkan kebijakan merupakan suatu keputusan yang dibuat secara terprogram dengan aturan-aturan keputusan.Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimanakah kebijakan publik dalam tax amnesty di Indonesia. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui dan menganalisis kebijakan publik dalam tax amnesty di Indonesia. Penelitian kebijakan publik dalam tax amnesty tersebut, menggunakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kebijakan tax amnesty diatur dalam UU No. 11 / 2016 diikuti dengan PMK No. 118 / 2016 dan PMK No. 119 / 2016 tentang tata cara pengalihan harta wajib pajak ke Indonesia. Pemerintah melakukan tax amnesty karena penerimaan pajak masih jauh dari target dibandingkan dengan target penerimaan pajak dalam APBNP tahun 2016. Tax amnesty atau bisa disebut pengampunan pajak adalah suatu kebijakan pemerintah yang diwajibkan kepada seluruh masyarakat wajib pajak. Dalam undang-undang tax amnesty penghapusan pajak terutang dan penghapusan sanksi administrasi perpajakan yang seharusnya terutang tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan. Kata kunci: Kebijakan Publik, tax amnesty
INOVASI PELAYANAN PUBLIK BERBASIS WEBSITE (Studi Kasus Pelayanan Sistem Informasi Penataan Ruang “Majapahit GIS” Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mojokerto) Maratus Solihah; Slamet Muchsin; Rulam Ahmadi
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi) Vol 11, No 1 (2020): Ji_Mild
Publisher : Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.63 KB)

Abstract

Abstract Inovasi dalam pelayanan publik sangat diperlukan bagi instansi pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik agar dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan di masyarakat serta memudahkan pencapaian tujuan berbagai pihak. Inovasi merupakan salah satu wujud upaya reformasi pelayanan publik agar dapat menciptakan pelayanan yang efektif, efisien, akuntabel serta transparan demi terwujudnya good governance. Salah satu wujud inovasi adalah penggunaan e-government dalam pelayanan publik, sebagaimana yang diterapkan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Mojokerto melalui inovasi pelayanan Sistem Informasi Penataan Ruang (SIPR) berbasis website “Majapahit GIS” yang telah digagas sejak akhir Tahun 2017.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan inovasi pelayanan berbasis website (e-government) pada pelayanan Sistem Informasi Penataan Ruang (SIPR) “Majapahit GIS” di BAPPEDA Kabupaten Mojokerto. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan studi dokumenSedangkan fokus penelitian ini yaitu: 1) Penerapan inovasi pelayanan berbasis website meliputi : efektivitas inovasi, keberhasilan penerapan e-government, dan penerapan prinsip-prinsip pelayanan publik; 2) Faktor pendorong dan penghambat; 3) Strategi mengatasi hambatan dalam inovasi pelayanan. Analisis data menggunakan teknik interaktif model dari Miles, Huberman and Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pelayanan berbasis website Sistem Informasi Penataan Ruang (SIPR) “Majapahit GIS” di BAPPEDA Kabupaten Mojokerto telah berjalan cukup efektif dan telah memenuhi prinsip-prinsip aksestabilitas, kontinuitas, teknikalitas, profitabilitas, dan akuntabilitas.  namun belum berhasil optimal dalam  mewujudkan “one database system” atau sistem layanan terintegrasi yang dapat menyediakan seluruh data untuk mendukung perencanaan pembangunan wilayah di Kabupaten Mojokerto. Faktor pendorong dalam inovasi ini adalah komitmen pimpinan, sumber daya manusia, sarana prasarana serta dukungan kebijakan pemerintah pusat. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi : kurangnya tenaga ahli di bidang IT, akses yang lamban karena aplikasi menggunakan jaringan internet terbuka, menu dialog publik yang belum efektif untuk konsultasi, kurangnya data pendukung, kurangnya dukungan pemerintah daerah dan sistem reward and punishment yang mendukung pelaksanaan kebijakan “one database system”. Strategi untuk mengatasi hambatan dalam inovasi ini meliputi : 1) penggunaan jaringan fiber optic yang disediakan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesepatan akses pelayanan online; 2) Optimalisasi fungsi menu dialog publik; 3) Menjalin kerjasama dengan sektor swasta dalam penyediaan tenaga ahli di bidang IT Kata kunci : inovasi, efektivitas, e-government, informasi tata ruang

Page 1 of 2 | Total Record : 20