cover
Contact Name
ROBERT PURBA
Contact Email
jurnalpneumatikos@stapin.ac.id
Phone
+6281329494800
Journal Mail Official
jurnalpneumatikos@stapin.ac.id
Editorial Address
Linkungan Pasir Asih No. 802-821 RT. 03 RW. 10 Majalengka 45411
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan
ISSN : 22524088     EISSN : 26858002     DOI : https://doi.org/10.56438
PNEUMATIKOS merupakan wadah untuk memublikasikan hasil penelitian teologi, baik penelitian literatur maupun lapangan, yang dilakukan oleh para dosen Sekolah Tinggi Teologi STAPIN Majalengka dan STT lain di seluruh Indonesia. Focus dari Jurnal ini ialah: Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) Dogmatika Kristen Historika Gereja Pentakostalisme Teologi Praktika
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
Program Bayi Tabung Menurut Pandangan Alkitab Maria Wijiati
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 11 No. 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.977 KB)

Abstract

In line with advances in knowledge and technology, efforts to help infertile women have become the thought of world medical experts, namely by using the IVF program. Apart from all the benefits and positive values of IVF, it raises debate from religious, moral, legal, and ethical aspects. The purpose of this paper is to provide biblical solutions to Christians in dealing with questions about IVF. The research approach used is qualitative literature, with descriptive methods. Based on the results of this writing, the results obtained from the IVF program according to the Bible's viewpoint are firmly rejecting the IVF program because the process of making IVF is contrary to Bible truth. If the church socializes the process of making IVF and if the principle/process of IVF is understood by Christian couples that this violates the truth of the Bible, then couples who have no children will not force themselves to have offspring by means of IVF because children are God's gift. Abstrak Selaras dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi, usaha untuk membantu perempuan mandul telah menjadi pemikiran para ahli kedokteran dunia, yakni dengan cara menggunakan program bayi tabung. Terlepas dari semua manfaat, dan nilai positif bayi tabung ini menimbulkan perdebatan dari aspek keagamaan, moral, hukum, maupun etika. Tujuan penulisan ini untuk memberikan solusi kepada orang Kristen secara alkitabiah dalam menghadapi pertanyaan seputar bayi tabung. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif literatur, dengan metode deskritif. Berdasarkan hasil penulisan ini, maka hasil yang diperoleh dari program bayi tabung menurut pandangan Alkitab adalah menolak dengan tegas program bayi tabung karena proses pembuatan bayi tabung bertentangan dengan kebenaran Alkitab. Apabila gereja mensosialisasikan proses pembuatan bayi tabung dengan benar dan apabila prinsip/proses bayi tabung dimengerti oleh pasangan Kristen bahwa hal tersebut melanggar kebenaran Alkitab, maka pasangan yang tidak memiliki keturunan tidak akan memaksakan diri untuk memiliki keturunan dengan cara program bayi tabung karena anak adalah anugerah Allah.
Implementasi Hukum Allah dalam Matius 22:34-40 bagi Pengembangan Komunitas Kristen Dessy Handayani
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 11 No. 1: Juli 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.139 KB)

Abstract

The reality of the practice of Christian life, which has gone through various events to the extreme of the rules which contain rules about the conventional church, this shows that the "rules" have more variety of meanings about how people perceive different divisions. This is placed in the belief that is in God who fully chooses the entire universe. Deception who changed from Satan's efforts to break through and oppose the rules of the Bible. This is contrary to the insistence on the "rules" of the Church. Church rules cannot be separated from God's Law which He established through Jesus Christ. The church is God's creative way to develop new people. Every program and activity in the church aims at this main goal. While people come to church (transfer) from the old kingdom of darkness with old behavior, habits thought processes, and character traits. They are expected to have problems, habits, and thoughts in the concept of new life. The church is God's agent for achieving this goal. Because it contradicts God's Law in Matthew 22: 34-40 about understanding the growth of the church for the sake of understanding about the church, which is to see by explaining the results of what the church does in upholding God's Law. Today's Christianity prefers ethical considerations that are similar to what happens in the Bible but in a different form. In this Gospel of Matthew Jesus reveals His Law for humanity. In this law given by Christ, all of the law and the prophets depend. This law of Christ will be applied in the lives of believers. With the exegetical method of asking the right interpretation to obtain the concept of the Law of God will be obtained. Abstrak Realita dari praktik kehidupan orang Kristen, yang sudah melewati berbagai peristiwa sampai pada titik ekstrem dari suatu peraturan yang di didalamnya berisi aturan mengenai gereja yang konvensional, hal ini menunjjukkan bahwa “aturan” memiliki banyak sekali variasi arti dalam sejarah sikap Gereja terhadap berbagai perpecahan. Hal tersebut diletakan didalam keyakinan yang mendalam bahwa Allah yang secara mendasar memilihara kendali atas seluruh alam semesta. Para penyesat menjadi gejala dari upaya setan menerobos dan menyingkirkan aturan Alkitab. Hal tersebut mengakibatkan munculnya desakan atas “aturan” Gereja. Aturan Gereja tidak boleh terlepas dari Hukum Allah yang ditetapkanNya melalui Yesus Kristus. Gereja adalah cara kreatif Allah untuk mengembangkan orang baru. Setiap program dan kegiatan di gereja bertujuan pada tujuan utama ini. Sementara orang-orang datang ke gereja (transfer) dari kerajaan lama kegelapan dengan perilaku lama, kebiasaan, proses berpikir dan sifat-sifat karakter. Mereka diharapkan memiliki perilaku, kebiasaan dan pemikiran dalam konsep kehidupan baru. Gereja adalah agen Allah untuk mencapai tujuan ini. Karena itu memahami Konsep Hukum Allah dalam Matius 22: 34-40 mengarah pada pemahaman dinamika pertumbuhan gereja untuk memahami tujuan gereja, yaitu untuk melihat dengan jelas hasil dari apa yang dilakukan gereja dalam menegakkan Hukum Allah. Kekristenan masa kini cenderung lebih menekankan situasi-situasi etis yang mirip dengan pengajaran Alkitab, tetapi dalam bentuk yang berbeda. Dalam Injil Matius ini Yesus menyatakan HukumNya bagi umat manusia. Dalam hukum yang diberikan Kristus inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Hukum Kristus inilah yang akan diimplementasikan dalam kehidupan komunitas orang percaya. Dengan metode pendekatan eksegetis maka akan didapatkan penafsiran yang tepat untuk memahami konsep Hukum Allah.
Mengkritisi Ajaran Hyper Grace Yunus Ompusunggu
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 11 No. 1: Juli 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.624 KB)

Abstract

The concept of salvation in Christian theology is a crucial teaching. After the reformation of the church in the 16th century, the doctrine of "grace" has become a special concern for reform churches. But the development of teaching about grace is not always colored by healthy teaching. Hyper Grace is a concrete example of this deviation in the modern church. Teaching that places extreme emphasis on God's grace has a negative impact on Christianity today. The purpose of writing this article is to be able to understand and criticize the teaching holistically and objectively, so that it can present practical relevance regarding the concept of true grace according to the Bible's viewpoint so that it will benefit readers, educational institutions, and other Christian institutions. After analyzing and studying the understanding of Hyper Grace, the writer briefly discovers a number of things that actually distort and contradict the true understanding of grace. In the teachings of Hyper Grace there are practical implications of these teachings that eliminate human responsibility, to the impact on the decline of Christian moral values and ethics. With the understanding of biblical grace that can straighten the understanding of Hyper Grace, so that Christianity can have a correct understanding of the responsibility of God who has provided salvation (grace), on the other hand humans also have a response and responsibility for that grace. Abstrak Konsep keselamatan dalam teologi kristen merupakan suatu pengajaran yang krusial. Pasca reformasi gereja pada abad ke 16, mengenai ajaran “kasih karunia” telah menjadi perhatian khusus bagi gereja-gereja reformasi. Namun perkembangan pengajaran mengenai kasih karunia tersebut tidak selalu diwarnai dengan pengajaran yang sehat. Hyper grace merupakan salah satu contoh konkrit mengenai penyimpangan tersebut pada gereja modern. Pengajaran yang menekankan secara ekstrem pada kasih karunia Allah telah memberikan dampak negatif bagi kekristenan saat ini. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk dapat memahami dan mengkritisi pengajaran tersebut secara holistik dan objektif, sehingga dapat menyajikan relevansi praktis mengenai konsep kasih karunia yang benar menurut pandangan Alkitab sehingga bermanfaat bagi pembaca, lembaga pendidikan, dan lembaga kekristenan lainnya. Setelah menganalisa dan mempelajari pemahaman hyper grace, maka secara ringkas penulis mendapati beberapa hal yang justru menyimpang dan bertolak belakang dengan pemahaman kasih karunia yang benar. Dalam ajaran hyper grace terdapat implikasi-implikasi praktis dari pengajaran tersebut yang menghilangkan tanggung jawab manusia, hingga berdampak pada merosotnya nilai-nilai moral dan etika kristen. Dengan pemahaman kasih karunia yang Alkitabiah akan dapat meluruskan pemahaman Hyper Grace, sehingga kekristenan dapat memiliki pemahaman yang benar tentang tanggung jawab Tuhan yang telah memberikan keselamatan (kasih karunia), di sisi lain manusia pun mempunyai respon dan tanggung jawab terhadap kasih karunia tersebut.
Musik dalam Dinamika Pujian Penyembahan Putra Hendra S. Sitompul
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 10 No. 2: Januari 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.03 KB)

Abstract

Praising God is part of worship activities carried out by humans, in which there are things that glorify God that is believed by humans. However, praising God is often commanded to humans as an obligation, and certainly does not depend on the atmosphere of feelings or circumstances. Praise and worship are essentially a joint activity that supports one another while doing worship activities. In this day and age, so many new spiritual songs are found and so many creative ways are used in praising and worshiping God, thus it can be concluded that the meaning of using music and its instruments in praising God is as a means to express our feelings to God, both our feelings of gratitude for His grace given to us and our expression of gratitude for forgiveness that He has given. Therefore, how important is the church to give an opportunity to teach and provide church music education to the congregation, so that the congregation does not just sing but can find out what the true meaning of the spiritual music. Abstrak Memuji Tuhan adalah bagian kegiatan beribadah yang dilakukan manusia, yang di dalamnya ada hal-hal yang mengagung-agungkan Tuhan yang dipercaya oleh manusia tersebut. Namun, memuji Tuhan sering diperintahkan kepada manusia sebagai kewajiban, dan jelas tidak tergantung suasana perasaan atau keadaan. Pujian dan penyembahan pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan bersamaan yang saling menunjang satu sama lain saat melakukan kegiatan ibadah. Pada zaman sekarang ini, begitu banyak ditemukan lagu rohani yang baru serta begitu banyak cara yang kreatif digunakan dalam memuji dan menyembah Tuhan, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa makna pemakaian musik dan alat-alatnya dalam memuji Tuhan adalah sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan kita kepada Tuhan, baik itu perasaan syukur kita atas rahmat-Nya yang diberikan kepada kita maupun ungkapan perasaan terima kasih kita terhadap pengampunan yang telah diberikan-Nya. Oleh karena itulah, betapa pentingnya gereja memberi suatu kesempatan untuk mengajarkan dan memberikan pendidikan musik gereja kepada jemaat, agar jemaat tidak hanya bernyanyi saja tetapi dapat mengetahui apa sebenarnya makna dari musik rohani tersebut
Pengantar Pola Asuh Orang Tua Dalam Keluarga Kristen Christiani Hutabarat; Bobby Kurnia Putrawan
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 11 No. 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.784 KB)

Abstract

The role of parenting parents is very important in forming a Christian family. How far and forms of parenting in the family, especially children, determines the success of parents to shape the character and educate their children towards a complete human being. So it can be said that parenting is inherited and passed on by their children. Parenting, mentoring and parental life models have a major influence on children's social development that can facilitate or hinder the ability and social development and growth of children in the family. Parenting patterns in the family are found that form self-control in children, shape the child's character well, and be able to develop potential. The conclusion is that parenting leads to learning for decision making, problem-solving, creative thinking, critical education, functional skills and communication skills, and self-awareness, through these things that are expected to change the way children think. Abstrak Peran pola asuh orang tua sangat penting dalam membentuk keluarga Kristen. Seberapa jauh dan dan bentuk pola asuh orang tua di dalam keluarga, khususnya anak, maka hal ini menentukan keberhasilan dari orang tua untuk membentuk karakter dan mendidik anaknya menuju manusia yang utuh. Sehingga dapat dikatakan bahwa pola asuh orang tua menjadi warisan dan diteruskan oleh anaknya. Pola asuh, pendampingan serta teladan hidup orangtua mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan sosial anak yang dapat memperlancar atau menghambat kemampuan dan perkembangan serta pertumbuhan social anak-anak dalam keluarga. Pola asuh orang tua dalam keluarga ditemukan bahwa membentuk pengendalian diri pada anak, membentuk karakter anak dengan baik dan mampu mengembangkan potensi. Kesimpulannya adalah pola asuh orang tua bermuara pada belajar untuk pengambilan keputusan, pemecahan masalah, berpikir kreatif, kritis, pendidikan ketrampilan fungsional dan ketrampilan berkomunikasi, dan kesadaran diri, melalui hal-hal tersebut diharapkan dapat mengubah cara berpikir anak.
Persepsi Pendeta Jemaat tentang Urgensi Manajemen Program Pelayanan Gereja Lokal Jannes Eduard Sirait
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 11 No. 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.532 KB)

Abstract

The importance of management of church service programs is (1) to ensure the management of local church services goes well; (2) subsequently to achieve maximum service efficiency; and (3) managing the service stages and continuity of various service programs in the local church. Local church service program management talks about how the form of church service management (program) is intended for the congregation. This service program management is needed because there is a desire that the congregation can continue to experience new things through service so that it can bring them to service satisfaction and faith growth. This research belongs to the type of qualitative research and exploratory description combined with discourse analysis, data sources and data analysis techniques. The object of this research is local churches and the informants determined are church leaders who are considered to know and understand the management of church service programs. So this research is observing people (social situations) in their environment. So, this research is intended to understand the social situation of research in more depth and try to find patterns and theories. The results of the study found to indicate the urgency of program management in achieving the goals of church services. Abstrak Pentingnya manajemen program pelayanan gereja adalah (1) untuk memastikan pengelolaan pelayanan gereja lokal berjalan dengan baik; (2) selanjutnya untuk mencapai efisiensi pelayanan yang maksimal; dan (3) mengelola tahapan-tahapan pelayanan dan kesinambungan berbagai program pelayanan di gereja lokal. Manajemen program pelayanan gereja lokal berbicara mengenai bagaimana bentuk pengelolaan pelayanan (program) gereja yang diperuntukkan bagi jemaat. Manajemen program pelayanan ini dibutuhkan karena adanya kerinduan agar jemaat terus dapat mengalami hal-hal baru melalui pelayanan sehingga mampu membawa mereka kepada kepuasan pelayanan dan pertumbuhan iman. Penelitian ini tergolong ke dalam jenis penelitian kualitatif dan bersifat deskripsi eksploratif yang dikombinasikan dengan analisis wacana, sumber data dan teknik analisis data. Objek penelitian ini adalah gereja-gereja lokal dan informan yang ditetapkan adalah pemimpin gereja yang dianggap tahu dan paling paham tentang manajemen program pelayanan gereja. Sehingga penelitian ini adalah mengamati orang (situasi sosial) dalam lingkungannya. Maka, penelitian ini dimaksudkan untuk memahami situasi sosial penelitian secara lebih mendalam dan berusaha menemukan pola serta teori. Hasil penelitian yang ditemukan menunjukkan adanya urgensitas manajemen program dalam mencapai sasaran pelayanan gereja.
Menciptakan Kerukunan Umat Beragama dalam Masyarakat Majemuk melalui Pemaknaan Kasih Berdasarkan Matius 5:43-44 Yudi Hendri Lia; Reni Triposa; Gloria Gabriel Lumingas
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 11 No. 1: Juli 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.252 KB)

Abstract

Harmony is a dream for every human being, to realize this requires a willingness to become a follower of Christ who has a commitment to be a peacemaker. Agape love which is the basis for loving others and even enemies can be explored in exploring the meaning of words in the biblical text. And as part of a multicultural society and all the issues of harmony therein, there are indicators for believers to emulate Jesus and do God's word in response to the world for harmony in a plural society. Abstrak Kerukunan menjadi impian bagi setiap manusia, untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kerelaan untuk menjadi pengikut Kristus yang memiliki komitment menjadi pembawa damai. Kasih Agape yang menjadi dasar mengasihi sesama bahkan musuh dapat ditelaah dalam penggalian makna kata dalam teks Alkitab. Dan sebagai bagian dari masyarakat multikultural dan segala persoalan kerukunan didalamnya terdapat indikator bagi orang percaya untuk meneladani Yesus dan melakukan firman Tuhan sebagai jawaban bagi dunia untuk kerukunan dalam masyarakat majemuk.
Strategi Pelayanan Pastoral di Masa Pandemi Covid-19 Menuju Pertumbuhan Gereja yang Sehat Sabda Budiman; Susanto Susanto
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 11 No. 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.039 KB)

Abstract

Pastoral ministry strategies during the covid-19 pandemic are urgently needed for god's servants today. The challenges that occur on both the part of god's servants and the church stimulate for each scholar to find a way for the church to grow in the current situation. This research presents a variety of relevant pastoral ministry strategies to be used as a medium of growth of the faith of the church. Not only spiritually, but also spiritually and visibly. Therefore, the purpose of this study is to explain the pastoral ministry strategy during the covid-19 pandemic towards healthy church growth. The research method used in this research is the qualitative research method. Looking at the current situation that changes and develops according to what is recorded in the field, therefore qualitative methods are appropriate for use in data collection and processing. Thus, the design used in this research is flexible and open. Abstrak Strategi pelayanan pastoral di masa pandemic covid-19 sangat dibutuhkan bagi para pelayan Tuhan saat ini. Tantangan yang terjadi baik dari pihak pelayan Tuhan maupun jemaat merangsang untuk setiap cendekiawan menemukan cara agar jemaat dapat bertumbuh dalam situasi yang baru saat ini. Penelitian ini menyajikan berbagai strategi pelayanan pastoral yang relevan untuk digunakan sebagai media pertumbuhan iman jemaat. Tidak hanya secara rohani, tetapi juga secara jamsani dan yang nampak. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini ialah untuk memaparkan strategi pelayanan pastoraldi masa pandemic covid-19 menuju pertumbuhan gereja yang sehat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif. Melihat situasi yang saat ini berubah serta berkembang sesuai apa yang terjad di lapangan, karena itu metode kualitatif tepat untuk digunakan dalam pengumpulan dan pengolahan data. Dengan demikian, desain yang digunakan dalam penelitian ini bersifat fleksibel dan terbuka.
Human Disobedience Results in Jealousy and Punishment of God Based on Exodus 20:5 Bobby Kurnia Putrawan
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 12 No. 1: Juli 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.013 KB)

Abstract

Humans often break their relationship with God by disobeying them. Humans live according to their own will, so this has an impact on the damage to the relationship between man and God. Seeing this, the author investigates man's disobedience to God and its effects based on Exodus 20: 5. The study used in this research is a biblical study using the expository approach. The purpose of this writing is what constitutes human disobedience and its impact on humans. The result is that human disobedience results in punishment for humans. The purpose of this punishment was to improve God's relationship with the Israelites and to become the foundation of the Israelites' life.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam mewujudkan Nasionalisme Yudi Santoso; Yonatan Alex Arifianto
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 11 No. 2: Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.263 KB)

Abstract

Radicalism that occurs in Indonesia has started to enter the world of school education, such as fundamentalism based on religion which feels right, which threatens national harmony. Moreover, there are many serious problems that occur on social media with the aim of blaming the nation's leaders and there are also goals that are made to insult each other which pose a threat to national unity. The existence of Christian religious education is expected to answer the attitudes of believers, and the attitudes of students to have a spirit of nationalism. The author uses a literature research method with a descriptive qualitative approach, which can be concluded that the sense of nationalism is manifested by the understanding that is owned about nationalism which is connected in the submission of every believer to submit to God's Word. So that from this understanding there is an actualization for the attitude of nationalism. Furthermore, believers or students are also able to see in terms of the value of biblical truth about the attitude of nationalism from the perspective of the Christian faith. As well as the active role of Christian education and the spirit of nationalism, an obligation for believers to be carried out with an attitude of respect for the state, for others to continue to be poured into a lifestyle that upholds the attitude of nationalism that builds the nation. Abstrak Radikalisme yang terjadi di Indonesia sudah mulai masuk dalam dunia pendidikan sekolah seperti paham fundamental berdasarkan agama yang merasa benar berakibat mengancam kerukunan berbangsa. Terlebih banyak persoalan yang serius yang terjadi di media sosial dengan tujuan menyalahkan pemimpin bangsa dan juga ada tujuan yang dibuat untuk saling menghina yang menimbulkan ancaman bagi persatuan bangsa. Adanya pendidikan agama Kristen diharapkan dapat menjawab sikap orang percaya, dan sikap peserta didik untuk memiliki jiwa nasionalisme. Penulis menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang dapat disimpulkan bahwa rasa nasionalisme diwujudkan dengan adanya pengertian yang dimiliki tentang nasionalisme yang terhubung dalam penundukan setiap orang percaya tunduk akan Firman Tuhan. Sehingga dari pengertian ini maka ada aktualisasi bagi sikap nasionalisme. Selanjutnya orang percaya atau peserta didik juga mampu melihat dari sisi nilai kebenaran Alkitabiah tentang sikap nasionalisme dari persepktif iman Kristen. Serta peran aktif pendidikan Kristen dan semangat nasionalisme suatu kewajiban orang percaya yang dijalankan dengan sikap menghormati negara, sesama untuk terus dituangkan menjadi gaya hidup menjunjung sikap nasionalisme yang membangun bangsa.