cover
Contact Name
Anis Rosyidah
Contact Email
agroteknologiunisma@gmail.com
Phone
+6281555733716
Journal Mail Official
agroteknologiunisma@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang Jl. M.T.Haryono No. 193 Malang Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRONISMA
ISSN : 23376449     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal AGRONISMA merupakan media untuk publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan budidaya tanaman secara luas, dalam Bahasa Indonesia. Fokus dalam bidang kajian mencakup ilmu tanaman, ilmu tanah-tanaman dan ilmu hama dan penyakit tanaman. Naskah dapat berupa hasil-hasil penelitian atau percobaan lapangan/laboratorium, baik yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa untuk memfasilitasi artikel ilmiah mahasiswa yang telah memasuki tahap akhir studi. Naskah yang diterima akan ditelaah sebagai makalah ilmiah oleh tim penyunting ahli.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2019)" : 11 Documents clear
Efek Pemberian EDTA dan Macam Bahan Organik Terhadap Penyerapan Logam Berat Pb (Timbal) Pada Tanaman Hanjuang (Cordyline fruicosa L.) ike melinda putri; Anis Rosyidah; Nurhidayati Nurhidayati
AGRONISMA Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : AGRONISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of EDTA and various types of organic matter on the content of extracted heavy metals Pb in soil, roots and shoot of Cordylinefruicosa L., and growth of CordylinefruicosaL. This research is a pot experiment conducted at the greenhouse and laboratory of the Agriculture Faculty, University of IslamMalang, which started in August to November 2018. This experiment used a factorial randomized block design (RBD) consisted of two factors. The first factor was EDTA application which  consisted of two levels, namely: E0: Without EDTA, E1: Added EDTA and the second factor was  the type of organic material which consisted of three levels, namely: M0: Without organic matter, M1: Chicken manure, and M2: Thitoniadiversofolia L Each treatment was repeated 3 times with 3 plant samples. Thus, there were 54 pots of hanjuang plant. The results showed that application of EDTA and organic matter gave more residual Pb heavy metals than control, where the highest Pb heavy metal content was found in the treatment of E1M2 (EDTA + Tithoniadiversifolia L.). This is caused by the phytostabilization process. The E1M2 treatment (EDTA + chicken manure) tends to have the highest Pb concentration in roots and shoot of 0.393 ppm and 0.215 ppm. Increasing the concentration of Pb in the shoot had a negative effect on the growth of Cordylinefruicosa L.  plants.
Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati VP3 Bersama Kompos Dibandingkan Dengan Pupuk NPK Terhadap Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) dan Viabilitas Bakteri Tanah Khodiroh Shokibatun; Mahayu Woro Lestari; Novi Arfarita
AGRONISMA Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : AGRONISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk hayati VP3 yang telah diformulasikan dan dikembangkan pada penelitian sebelumnya mengandung 3 bakteri tanah yaitu bakteri penambat N free, bakteri pelarut fosfat dan bakteri penghasil EPS (eksopolisakarida) untuk pemantap agregat tanah. Aplikasi pupuk hayati VP3 yang diaplikasikan bersama kompos dengan cara diaplikasikan ke tanah. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan 3 ulangan dan untuk viabilitas bakteri tanah dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Pemberian pupuk hayati VP3 dan pupuk NPK berpengaruh terhadap viabilitas bakteri tanah. Perlakuan pupuk hayati VP3 bersama kompos + NPK 75% memberikan hasil produksi tanaman buncis terbaik, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan aplikasi pupuk hayati VP3 bersama kompos + NPK 50% dan 25%. Namun, pemberian pupuk hayati VP3 bersama kompos saja mempunyai potensi lebih bernilai ekonomis.
Tingkat Ketahanan Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) terhadap Penyakit Antraknosa akibat Pemberian berbagai Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Interval Penyiraman endi bagus pranata; Mahayu Woro Lestari; Istirochah Pujiwati
AGRONISMA Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : AGRONISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang dan interval penyiraman yang mampu menekan penyakit antraknosa pada produksi tanaman cabai merah besar. Rancangan yang digunakan adalah RAK, dengan perlakuan yang diuji adalah pupuk kandang kambing dengan dosis 10, 20 dan 30 t.ha-1 dan interval penyiraman 2 hari sekali dan 4 hari sekali. Hasil penelitian dosis pupuk kandang dan interval penyiraman menunjukkan adanya pengaruh interaksi terhadap tinggi tanaman pada umur 28 dan 35 HST, diameter batang pada umur 35 HST, jumlah daun umur 21 dan 42 HST, luas daun umur 42 HST dan jumlah buah umur 49 HST, tetapi tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap serangan penyakit antraknosa. Dosis pupuk kandang 30 t.ha-1 memberikan pengaruh yang nyata terhadap tingkat serangan penyakit antraknosa. Dosis 10 t.ha-1 menghasilkan pertumbuhan diameter batang, jumlah daun, luas daun dan jumlah bunga yang tidak berbeda nyata dengan dosis 30 t.ha-1. Sedangkan Interval penyiraman 2 hari sekali memberikan pertumbuhan diameter batang, jumlah daun, luas daun dan jumlah bunga yang berbeda nyata dengan interval 4 hari sekali
Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Aplikasi Paclobutrazol Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L) Granola Lake Jasper lukman nul hakim; Indiyah Murwani; Nurhidayati Nurhidayati
AGRONISMA Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : AGRONISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi dan waktu pemberian paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang Granola Lake Jasper, dan mengetahui peningkatan hasil kentang Granola Lake Jasper akibat pemberian paclobutrazol dibandingkan kontrol. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK faktorial yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama konsentrasi paclobutrazol yang terdiri dari 3 level (K1 = 250 ppm; K2 = 500 ppm; K3 = 750 ppm) dan faktor kedua waktu aplikasi (W1 = 6 MST ; W2 = 7 MST. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah batang, jumlah daun, luas daun, bobot segar umbi per tanaman, bobot segar umbi per gulud, bobot segar umbi per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi paclobutrazol pada berbagai waktu aplikasi paclobutrazol memberikan interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman, dimana pada konsentrasi 250 ppm memberikan pertumbuhan terendah dan hasil tertinggi pada aplikasi 6 MST, sedangkan pada konsentrasi 500-750 ppm memberikan pertumbuhan terendah dan hasil tertinggi pada waktu aplikasi 7 MST. Kombinasi perlakuan paclobutrazol 500 ppm dengan waktu aplikasi 7 MST memberikan bobot segar umbi pe rtanaman 269,78 g, per gulud (12 tanaman) 3,24 kg, dan per hektar 10,04 ton ha-1, dengan rata-rata peningkatan sebesar 98,7% dibandingkan dengan kontrol.
Pengaruh Lama Induksi Listrik (SIPLO) dan Dosis Vermikompos Terhadap Kualitas Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) aryo suwandono; Abdul Basit; Nurhidayati Nurhidayati
AGRONISMA Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : AGRONISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan sawi Pak-coy perlu diikuti oleh perbaikan sistem budidaya untuk meningkatkan produktivitas sawi. Salah satunya dengan melakukan manajemen tanah melalui aplikasi vermikompos dan induksi listrik (SIPLO) pada lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara lama induksi listrik dan dosis vermikompos terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas tanaman sawi pak-coy. Penelitian ini merupakan percobaan lapang yang dilakukan di lahan sawah, Kelurahan Tlogomas, Kota Malang pada ketinggian 600 m dpl dari 25 Oktober 2018 - 4 Januari 2019. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial. Perlakuan yang diujikan terdiri dari dua faktor. Faktor I adalah lama induksi listrik yang terdiri dari tiga taraf yaitu :  S0= 0 menit, S1= 30 menit, dan S2= 60 menit. Faktor II adalah dosis vermikompos dengan taraf V0= 0 ton ha-1, V1= ton ha-1, dan V2= 10 ton ha-1. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali dan tiap-tiap ulangan diambil sampel sebanyak 3 tanaman. Variabel yang diamati terdiri dari variabel pertumbuhan dan parameter hasil dan kualitas tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang nyata antara kedua faktor, dimana induksi SIPLO selama 60 menit dan vermikompos 10 ton ha-1 (S2V2) memberikan pertumbuhan dan kualitas tanaman tertinggi dengan kandungan vitamin C 77,00 mg/100 g tanaman dan kandungan Ca 1,89% sedangkan hasil tanaman hanya dipengaruhi oleh dosis vermikompos tetapi tidak dipengaruhi oleh induksi listrik.
Aplikasi Induksi SIPLO dan Pemberian Pupuk Kotoran Kambing Terhadap Kualitas Hasil dan Klorofil Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) sarah putri maulana; sugiarto sugiarto; Abdul Basit
AGRONISMA Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : AGRONISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya permintaan kangkung harus diimbangi dengan peningkatan produksi. Upaya peningkatan hasil tanaman kangkung dapat dilakukan dengan perbaikan teknik budidayanya. Teknologi Sistem Intensifikasi Potensi Lokal (SIPLO) merupakan salah satu alternatif yang bisa diterapkan.  Aplikasi teknologi SIPLO pada lahan pertanian mampu meningkatkan ketersediaan hara dalam tanah, dikarenakan akibat proses elektrifikasi saat dilakukan induksi. Tujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu induksi SIPLO dan pemberian pupuk kotoran kambing terhadap peningkatan hasil dan kandungan klorofil pada kangkung darat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor I adalah lama waktu induksi SIPLO (S0: 0 menit, S1: 30 menit, S2: 60 menit). Faktor II adalah dosis pupuk kotoran kambing (P0: 0 ton/ha, P1: 5 ton/ha, P2:10 ton/ha). Analisis data menggunakan uji F 5%, dilanjut uji BNJ 5%, dan analisis regresi. Hasil menunjukkan ada pengaruh interaksi nyata antara lama induksi SIPLO 60 menit dengan pemberian pupuk kotoran kambing 10 ton/ha. Hasil kangkung darat yang diperoleh adalah 36,53 ton/ha dan klorofil 42,47 mg/ml.
Respon Dua Varietas Tanaman Kentang Granola L Dan Granola Arjuno Terhadap Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dwi nawang wulan; Novi Arfarita; Nurhidayati Nurhidayati
AGRONISMA Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : AGRONISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan kentang dari waktu ke waktu semakin meningkat. Oleh karena itu perlu upaya peningkatan produktivitas kentang melalui pengembangan pada varietas baru yang memiliki produktivitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman kentang terhadap pemberian  zat pengatur tumbuh. Rancangan yang digunakan adalah rancangan split plot. Sebagai petak utama adalah macam varietas yang terdiri dari 2 level, V1= Granola L dan  V2= Granola Arjuno. Anak petak pada percobaan ini adalah pemberian konsentrasi zat pengatur tumbuh yang terdiri dari 3 level, P0= 0 ml/L, P1= 0,5 ml/L dan P2= 1ml/L  Tiap-tiap perlakuan diulang 3 kali. Ada dua variabel pengamatan yaitu variabel tumbuh (Tinggi tanaman, jumlah batang, diameter batang, jumlah daun) dan variabel hasil (Jumlah umbi pertanaman, bobot umbi pertanaman, bobot umbi per box). Data yang dikumpulkan dianalisis berdasarkan Uji F pada taraf 5% dan Uji BNT 5%. Hasil penelitian menyatakan bahwa aplikasi berbagai konsentrasi zat pengatur tumbuh memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan dua varietas tanaman kentang (Solanum Tuberosum L.). Namun secara umum aplikasi zat pengatur tumbuh memberikan pengaruh yang positif  terhadap pertumbuhan dua varietas tanaman kentang. Varietas Granola L (V1) memberikan respon hasil bobot umbi yang sama terhadap perbedaan konsentrasi, sementara Varietas Granola Arjuno (V2) memberikan bobot umbi tinggi pada konsentrasi 0,5 ml/L (P1) dan 1ml/L (P2). Dengan demikian disarankan untuk meningkatkan bobot umbi varietas Granola Arjuno perlu aplikasi ZPT 0,05 ml/L.
Pengaruh Penggunaan Mulsa dan Trichoderma sp. Terhadap Persentase Serangan OPT Utama Pada Tanaman Bawang Putih (Allium sativum L.) Varietas Bawang Kayu dyah ayu wulansari; Mahayu Woro Lestari; Indiyah Murawani
AGRONISMA Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : AGRONISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terbaik penggunaan mulsa dan Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan, persentase serangan OPT utama dan hasil produksi pada tanaman bawang putih. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Balitjestro, Tlekung Kec. Junrejo Kota Batu dan Laboratorium Hama Penyakit BPTP Jawa Timur, yang dimulai pada bulan Oktober hingga November 2018. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) factorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama penggunaan mulsa terdiri dari tiga level, yaitu : M1:Tanpa mulsa, M2:Mulsa jerami, M3:Mulsa plastik hitam perak dan faktor kedua penggunaan Trichoderma sp. terdiri dari dua level, yaitu : T1:Penggunaan Trichoderma sp., T2:Tanpa Trichoderma sp. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dengan 10 sampel tanaman sehingga diperoleh 240 tanaman bawang putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa plastik hitam perak memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan, persentase serangan OPT utama dan hasil pada tanaman bawang putih dibandingkan dengan penggunaan mulsa jerami.
Peningkatan Hasil dan Kualitas Bawang Putih (Allium sativa L.) dengan Lama Induksi Listrik (SIPLO) dan Pemberian Pupuk Urine Kelinci hosinatul asror; Sugiarto Sugiarto; Novi Arfarita
AGRONISMA Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : AGRONISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pembangunan pertanian dengan penerapan pemakain pupuk kimia dan pestisida di lahan pertanian ternyata menimbulkan permasalahan serius yaitu : 1) terjadinya penurunan produktivitas lahan akibat daya dukung lahan rendah, kandungan bahan organik tanah semakin rendah, fungsi potensi sumberdaya lokal seperti mikroorganisme tanah, predator, serangga, tidak berjalan sebagaimana mestinya. 2). Produktivitas lahan pertanian saat ini sudah pada tingkat penurunan dan biaya budidaya semakin mahal. 3). Potensi lokal belum dimanfaatkan secara optimal untuk perbaikan lingkungan. Implementasi pertanian konvensional yaitu dengan penggunaan pupuk anorganik dan pestisida kimia terbukti menimbulkan dampak negative pada pengelolaan tanaman dan lahan pertanian (Kleijn et al.,2009; Geiger et al.,2010).dan terjadi kerusakan ekosistem sehingga terjadi penurunan kesuburan tanah.  Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan Potensi Lokal dengan bantuan induksi listik dan pemberian Dosis urine kelinci guna meningkatankan hasil dan kualitas bawang putih (Allium sativa L.) Metode  menggunakan RAK (Rancangan acak kelompok) faktorial. Faktor I : Lama waktu induksi listrik (SIPLO) (I0: 0 menit, I1: 30 menit, I2: 45 menit , I3 : 60 menit). Faktor II : Dosis Urine kelinci (U0: 0 ml/L, U1: 100 ml/L, U2: 150 ml/L, U3: 200 ml/L). Analisis data menggunakan uji F 0.05, Beda Nyata Terkecil 0.05, dan Regresi. Pengamatan dilakukan secara destruktif dan non destruktif dengan interval waktu 7 hari sekali. Paramter Hasil menunjukkan Poduksi 8,56 ton/ha dan Prosentase peningkatannya 48,08%.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Lima Varietas Bawang Putih (Allium sativum L.) Akibat Serangan Hama Ulat (Spodoptera exigua) nurhadiyanti rochmana; Agus Sugianto; Novi Arfarita
AGRONISMA Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : AGRONISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon lima varietas bawang putih (Allium sativum L.) dari aspek pertumbuhan dan produksi terhadap serangan hama ulat bawang (Spodoptera exigua) serta mengetahui pola serangan hama (Spodoptera exigua) yang merugikan tanaman bawang putih (Allium sativum L.). Penelitian ini merupakan percobaan pot yang dilakukan di BALIJESTRO (Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman Tropikal) yang berlokasi di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Batu Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kebun Percobaan Tlekung terletak pada ketinggian ± 950 mdpl yang dimulai pada bulan Agustus hingga Desember 2018. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) sederhana dengan 5 perlakuan diulang sebanyak 4 kali dengan susunan perlakuan sebagai berikut: V1 : Varietas Lumbu Hijau; V2 : Varietas Lumbu Kuning; V3 : Varietas Tawangmangu Baru; V4 : Varietas Lumbu Kayu; V5 : Varietas Lumbu Putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas bawang putih yang paling peka terhadap serangan hama utama adalah pada pelakuan varietas (V1) atau varietas lumbu hijau. Hal ini disebabkan karena populasi Spodoptera exigua bisa menyerang disepanjang musim dan bisa merugikan tanaman bawang putih  pada pertumbuhan maupun pada hasil produksi yang menyerang bagian daun dengan serangan mencapai 54,94%.

Page 1 of 2 | Total Record : 11