cover
Contact Name
Firmansyah
Contact Email
firmanyk@gmail.com
Phone
+6282277629282
Journal Mail Official
jurnalattazakki@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/attazakki/about/editorialTeam
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AT-TAZAKKI: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
ISSN : 25977369     EISSN : 25802321     DOI : -
Jurnal Attazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora di dirikan pada tahun 2017 dengan no SK : 0005.25802321/JI.3.1/SK.ISSN/2017.06 (E-ISSN) merupakan jurnal berproses dalam penelaahan dan penilaian yang di lakukan oleh para ahlinya (peer-review). Jurnal ini berafiliasi ke Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, dengan harapan tempat atau wadah bagi alumni atau mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam untuk menulis atau mempublis tulisan atau artikel ilmiah dengan scope riset pendidikan, pendidikan islam, kebijakan pendidikan Islam, Pembiayaan pendidikan dan humaniora. dll.
Articles 204 Documents
MERAWAT KE-INDONESIAAN MELALUI PENGUATAN DAN PENGEMBANGAN ISU KEPANCASILAAN: TINJAUAN ANALISIS BIBLIOMETRIK TERHADAP PUBLIKASI PENELITIAN TAHUN 2020-2025 Huda, Ali Anhar Syi’bul; Hamdi, Hamdi; Nurhuda, Abid; Faresi, Gilang Muhamad Fajri; Alam, Zidan Syamsul
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 9, No 2 (2025): At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v9i2.26831

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan ideologis bangsa Indonesia. Tujuan penelitian ialah menganalisis tren, sumber, dan tema publikasi ilmiah mengenai isu kepancasilaan pada 2020–2025 serta merumuskan strategi pengembangan berdasarkan temuan bibliometrik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode bibliometrik riset. Data utama berupa 902 publikasi dari database Crossref dianalisis menggunakan aplikasi Publish or Perish, VOSviewer, dan Microsoft Word yang kemudian dianalisis kembali menjadi hanya 667 publikasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan tren publikasi mengalami fluktuasi dengan puncaknya pada 2021 sebanyak 168. Sumber publikasi paling dominan adalah e-journal sebanyak 385 sumber (58%). Peneliti aktif berasal dari Universitas Buana Perjuangan Karawang dan Universitas Lampung yakni Muhammad Mona Adha (4 publikasi), Yudi Firmansyah (5 publikasi), Aris Riswandi (3 publikasi,) dan Nadya Putri Saylendra (5 publikasi). Tema dominan meliputi nilai Pancasila, pendidikan karakter, dan profil pelajar Pancasila. Potensi isu terbarukan yang dapat dikembangkan di masa depan antara lain pancasila ideology, human rights, pendidikan pancasila, dan metode pembelajaran kreatif. Kesimpulan menunjukkan pentingnya integrasi nilai Pancasila dalam kurikulum inovatif, pemanfaatan media digital, penguatan kolaborasi riset, serta peningkatan kapasitas peneliti. Keterbatasan studi ini meliputi cakupan database yang terbatas pada Crossref. Rekomendasi ke depan adalah pemanfaatan data dari Scopus atau WoS serta penggabungan metode bibliometrik dengan pendekatan bibliografi lanjutan lainnya.
PERAN MASJID AR-RAHMAN TUAN SYEKH SILAU LAUT SEBAGAI PUSAT PERADABAN ISLAM LOKAL DI ASAHAN Firmansyah, Firmansyah; Naldi, Anri; Aulia, Dina
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 10, No 1 (2026): AT-TAZAKKI: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v10i1.28640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Masjid Ar-Rahman Tuan Syekh Silau Laut sebagai pusat peradaban Islam lokal di Desa Silau Laut, Kabupaten Asahan, khususnya dalam perkembangan dakwah, pendidikan Islam, serta penyebaran Tarekat Syattariyah. Masjid Ar-Rahman tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial-keagamaan yang membentuk identitas religius masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah sosial, yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, observasi lapangan, serta wawancara dengan tokoh agama dan masyarakat sekitar yang memiliki keterkaitan dengan sejarah masjid dan jaringan tarekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Ar-Rahman memainkan peran strategis dalam pembinaan keagamaan masyarakat melalui kegiatan pengajian, pembelajaran kitab-kitab klasik, serta pendidikan madrasah yang berkontribusi terhadap penguatan literasi Islam lokal. Selain itu, keberadaan Tuan Syekh Abdurrahman sebagai tokoh sentral memperkuat fungsi masjid sebagai pusat penyebaran Tarekat Syattariyah, yang kemudian membentuk pola keberagamaan masyarakat dengan corak sufistik yang moderat. Masjid ini juga menjadi ruang integrasi sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat serta melahirkan tradisi keagamaan yang terus diwariskan hingga kini. Dengan demikian, Masjid Ar-Rahman dapat dipahami sebagai institusi penting dalam pembentukan peradaban Islam lokal yang tidak hanya berorientasi pada ritual, tetapi juga pada penguatan pendidikan dan transformasi sosial masyarakat Asahan.Kata kunci: Masjid Ar-Rahman, Tuan Syekh Silau Laut, sejarah sosial, dakwah, pendidikan Islam, Tarekat Syattariyah, Asahan.
LITERASI HUMANISTIK MELALUI DIKSI DAN MAKNA KONOTATIF DALAM PUISI “LAGU BIASA” KARYA CHAIRIL ANWAR: IMPLIKASI BAGI PEMBELAJARAN SASTRA Edi Saputra
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 10, No 1 (2026): AT-TAZAKKI: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v10i1.31255

Abstract

AbtrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman terhadap pilihan kata dan makna konotatif dalam puisi sebagai sarana mengembangkan kepekaan bahasa, emosi, dan nilai-nilai kemanusiaan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan diksi dan makna konotatif dalam puisi “Lagu Biasa” karya Chairil Anwar serta menjelaskan implikasinya bagi penguatan literasi humanistik dalam pembelajaran sastra. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data penelitian berupa kata, frasa, dan larik puisi yang mengandung diksi denotatif dan konotatif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, pembacaan intensif, pencatatan, dan pengelompokan data, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chairil Anwar menggunakan diksi yang sederhana, padat, dan ekspresif untuk menggambarkan pertemuan, ketertarikan, kekaguman, dan pergolakan batin tokoh lirik. Makna konotatif tampak pada ungkapan “samudra jiwa sudah selam berselam”, “rumput kering terus menyala”, dan “darahku terhenti berlari”. Ungkapan tersebut memperkuat kedalaman emosi dan nilai estetis puisi. Dalam pembelajaran sastra, analisis diksi dan makna konotatif dapat digunakan untuk melatih kemampuan menafsirkan bahasa figuratif, membaca secara reflektif, memahami pengalaman emosional, dan mengembangkan kepekaan terhadap nilai kemanusiaan.Kata kunci: literasi humanistik; diksi; makna konotatif; puisi; pembelajaran sastra AbstractThis study is motivated by the importance of understanding word choice and connotative meaning in poetry as a means of developing students’ linguistic sensitivity, emotional awareness, and appreciation of human values. It aims to analyze diction and connotative meaning in Chairil Anwar’s poem “Lagu Biasa” and to explain their implications for strengthening humanistic literacy in literary learning. This study employed a descriptive qualitative method with a stylistic approach. The data consisted of words, phrases, and poetic lines containing denotative and connotative diction. The data were collected through a literature review, intensive reading, note-taking, and classification, and were analyzed through data reduction, presentation, interpretation, and conclusion drawing. The findings indicate that Chairil Anwar employs simple, concise, and expressive diction to portray encounter, attraction, admiration, and the inner emotional struggle of the lyrical speaker. Connotative meanings are evident in expressions such as “samudra jiwa sudah selam berselam,” “rumput kering terus menyala,” and “darahku terhenti berlari.” These expressions intensify the emotional depth and aesthetic quality of the poem. In literary learning, the analysis of diction and connotative meaning can be used to develop students’ ability to interpret figurative language, engage in reflective reading, understand emotional experiences, and cultivate sensitivity to human values.Keywords: humanistic literacy; diction; connotative meaning; poetry; literary learning
INTEGRASI KESEHATAN MENTAL DAN KECERDASAN EMOSIONAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM: KAJIAN TEORETIS DAN IMPLIKASI PEDAGOGIS Siti Hawa Lubis; Magdalena Magdalena; Salminawati Salminawati; Wilda Afriani Batubara; Wirda Auliya
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 10, No 1 (2026): AT-TAZAKKI: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v10i1.31249

Abstract

AbtrakKesehatan mental peserta didik menjadi isu penting dalam pendidikan karena tekanan akademik, paparan digital, dinamika relasi sosial, dan perubahan perkembangan dapat memengaruhi keterlibatan, kesejahteraan, serta kebermaknaan belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konseptual antara kesehatan mental, kecerdasan emosional, dan Pendidikan Islam serta merumuskan implikasi pedagogis yang dapat diterapkan guru tanpa mengambil alih peran tenaga kesehatan mental profesional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain tinjauan literatur integratif terhadap artikel jurnal, buku akademik, bab buku, dan laporan lembaga kredibel yang diterbitkan pada 2016–2026. Literatur ditelusuri melalui kata kunci kesehatan mental, kecerdasan emosional, pembelajaran sosial-emosional, psikologi Islam, kesejahteraan psikologis, dan Pendidikan Islam. Sumber diseleksi berdasarkan relevansi, kredibilitas, ketersediaan teks lengkap, serta keterkaitannya dengan peserta didik, pendidik, kurikulum, dan proses pembelajaran. Data dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif dan analisis tematik melalui pengodean, pengelompokan kategori, penentuan tema, peninjauan tema, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesehatan mental tidak hanya berarti ketiadaan gangguan, tetapi mencakup kemampuan mengenali emosi, mengelola tekanan, membangun relasi sehat, belajar secara produktif, dan menemukan makna hidup. Kecerdasan emosional berfungsi sebagai mekanisme protektif dan pedagogis melalui kesadaran diri, pengaturan diri, empati, keterampilan relasional, dan pengambilan keputusan bertanggung jawab. Dalam Pendidikan Islam, kompetensi tersebut memperoleh orientasi etik-spiritual melalui muhasabah, sabar, rahmah, amanah, tawakal, dan adab. Penelitian ini menawarkan kerangka integratif berupa pemeriksaan emosi, refleksi nilai, latihan regulasi emosi, dialog empatik, pembelajaran kolaboratif, penciptaan kelas aman, dan sistem rujukan profesional. Integrasi ini mendukung pembelajaran yang humanis, religius, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan psikologis peserta didik serta memperkuat perkembangan intelektual, sosial, moral, dan spiritual mereka.Kata kunci: Kesehatan Mental; Kecerdasan Emosional; Pendidikan Islam; Pembelajaran; Pedagogi HumanisAbstractStudents’ mental health has become an educational concern because academic pressure, digital exposure, social relationships, and developmental transitions can affect engagement, well-being, and learning. This study aims to analyze the relationship between mental health, emotional intelligence, and Islamic education and to formulate pedagogical implications that teachers can apply without assuming the clinical role of mental health professionals. The study employs a qualitative approach using an integrative literature review of journal articles, academic books, book chapters, and reports published by institutions between 2016 and 2026. Literature was identified through keywords related to mental health, emotional intelligence, social-emotional learning, Islamic psychology, psychological well-being, and Islamic education. Sources were selected according to relevance, credibility, full-text availability, and their connection to students, teachers, curricula, and learning processes. Data were analyzed through content analysis and thematic analysis involving coding, category development, theme identification, theme review, and conceptual synthesis. The findings indicate that mental health in education should not be understood merely as the absence of disorders, but as the capacity to recognize emotions, manage pressure, establish healthy relationships, learn productively, and construct meaning. Emotional intelligence functions as a protective and pedagogical mechanism through self-awareness, self-regulation, empathy, relationship skills, and responsible decision-making. Within Islamic education, these competencies gain ethical and spiritual direction through muhasabah, patience, compassion, trustworthiness, reliance on God, and adab. The study proposes an integrative framework encompassing emotional check-ins, value reflection, emotion-regulation exercises, empathetic dialogue, collaborative learning, safe classrooms, and professional referral systems. This integration supports humanistic, religious, inclusive, and psychologically responsive Islamic education.Keywords: Mental Health; Emotional Intelligence; Islamic Education; Learning; Humanistic Pedagogy