cover
Contact Name
Benny Hidayat
Contact Email
bendayat@gmail.com
Phone
+6281396675484
Journal Mail Official
jpt@gmail.com
Editorial Address
03, Prof. A. Sofyan Street Campus USU, Medan 20155- Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PERTANIAN TROPIK
ISSN : 26557576     EISSN : 23564725     DOI : https://doi.org/10.32734/jpt.
Core Subject : Agriculture,
Tropical Agriculture Journal (JPT) is a peer-reviewed online journal of Agriculture Postgraduate Study Program Universitas Sumatera Utara (USU). Journal is a result of research, or scientific reviews of researchers, students and agricultural institutions, and others related to agricultural studies in the tropical region. Published in Indonesian and English language with 3 volumes/year (April, August, December). These articles are indexed by Google Scholar, PKP Indexing, RootIndexing, Portal Garuda, Indonesian Publication Index (Garuda Portal), One Search Perpustakaan Nasional, BASE (Bielefeld Academic Search Engine), and Directory of Research Journal Indexing (DRJI), JPT is member of AJPI (Association of Indonesian Agriculture Journal, and strives to be a means of periodic, accredited, national scientific publications or reputable international publications through.
Articles 377 Documents
Dampak Pemberian Kompos Kulit Durian dan Pupuk Urea Terhadap Beberapa Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Tanaman pada Inceptisol Kwala Bekala Feyzar Nur Ichsan; Fauzi; Mukhlis
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.735 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v5i2.3020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemberian kompos kulit durian dan pupuk urea terhadap beberapa sifat kimia tanah dan pertumbuhan jagung pada tanah Inceptisol Kwala Bekala. Penelitian ini dilakukan di rumah kasa, di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan Laboratorium Riset dan Teknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 2 ulangan. Faktor pertama pupuk urea yaitu : U0 (0 g/polibag), U1 (0,38 g/polibag), U2 (0,75 g/polibag), U3 (1,13 g/polibag) dan faktor kedua kompos kulit durian yaitu : B0 (0 g/polibag), B1 (12,5 g/polibag), B2 (25 g/polibag), B3 (37,5 g/polibag). Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos kulit durian meningkatkan C- organik, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar. Pemberian pupuk urea meningkatkan N tanah, tinggi tanaman, dan bobot kering tajuk,. Interaksi pemberian kompos kulit durian dan pupuk urea meningkatkan tinggi tanaman dan bobot kering tajuk.
Peningkatan Produktifitas Padi Sawah (Oryza sativa L.) Melalui Dosis Pupuk dan Melihat Kesuburan Tanah Dengan Indeks Hara Tanah di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Zakiah Zahra’a; Erwin Masrul Harahap; Sarifuddin
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.839 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v5i2.3022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemberian pupuk sesuai kebutuhan tanaman untuk meningkatkan produksi padi sawah di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan dan mempelajari kesuburan tanah melalui indeks hara. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan dimulai pada bulan Mei sampai dengan September 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama pemberian dosis pupuk (Urea, SP-36, KCl, dan Dolomit) dengan 4 taraf yaitu P1 = 121,36 gram/Plot, P2 = 161,82 gram/Plot, P3 = 202,27 gram/Plot,P4 = 242,73 gram/Plot, dan faktor kedua berdasarkan indeks hara tanah dengan 5 taraf yaitu B1 = 0,8 (dosis pupuk dikurang 20%), B2 = 0,9 (dosis pupuk dikurang 10%), B3 = 1 (100% indeks hara standar), B4 = 1,1 (dosis pupuk ditambah 10%), B5 = 1,2 (dosis pupuk ditambah 20%). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk berdasarkan target produksi 15 ton/ha (242,73 gram/Plot) nyata meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah anakan. Indeks hara tertinggi ialah indeks hara 0,9 (dosis dikurang 10%) yang artinya tanah mempu memberikan unsur hara sebanyak 10% untuk perkembangan padi (jumlah malai dan panjang malai).
Pengaruh Jumlah Bibit dan Modifikasi Sistem Tanam Jajar Legowo Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah (Oryza sativa L.) Di Desa Tanjung Mulia Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Elseloni Rotua Afnita Simangunsong; Erwin Masrul Harahap; Alida Lubis
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.296 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v5i2.3023

Abstract

Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, dimulai dari bulan Mei hingga September 2017 dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor, yaitu faktor pertama jumlah bibit (1 bibit, 2 bibit, 3 bibit) dan faktor kedua populasi tanaman berdasarkan modifikasi sistem tanam jajar legowo (sistem tanam konvensional dengan jarak tanam 30cm x 30cm populasi 35 rumpun per plot, sistem tanam jajar legowo 4:1 dengan jarak tanam 20cm x 20cm populasi 60 rumpun per plot, sistem tanam jajar legowo dengan jarak tanam 10cm x 20cm populasi 114 rumpun per plot, sistem tanam jajar legowo dengan jarak tanam 10cm x 20cm dan disisipi tanaman setiap 10 cm populasi 154 rumpun per plot, sistem tanam jajar legowo dengan jarak tanam 10cm x 10cm populasi 190 rumpun per plot). Luas lahan yang digunakan sebesar 15915,2cm, dengan total plot sebanyak 45 plot, masing-masing plot berukuran 2cm x 1,5cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 1 bibit per rumpun dengan sistem tanam jajar legowo dengan jarak tanam 20cm x 20cm populasi 60 rumpun per plot memberikan pengaruh nyata dalam peningkatan produksi padi sawah. Interaksi antara faktor jumlah bibit dan populasi tanaman secara nyata meningkatkan tinggi tanaman tetapi tidak meningkatkan produksi padi sawah (Oryza sativa L.).
Pengaruh Pemberian Azolla dan Bakteri Pelarut Fosfat Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah (Oryza sativa L.) Di Tanah Sulfat Masam Riandi Syahputra; Asmarlaili Sahar Hanafiah; Tengku Sabrina
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.012 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v5i2.3024

Abstract

Tanah sulfat masam adalah tanah yang bermasalah yang memiliki pH rendah, ketersediaan hara P yang rendah, dan tingginya kelarutan Al. Upaya untuk mengoptimlkan produktivitas tanah sulfat masam adalah melalui pemanfaatan tanaman toleran sulfat masam, mikroorganisme tanah dan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian azolla dan bakteri pelarut fosfat terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah ( Oryza sativa L. ) di tanah sulfat masam. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara di mulai pada bulan September sampai Desember 2017. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial dengan 4 ulangan. Faktor pertama pemberian azolla segar dengan 4 taraf, yaitu A0 = 0 g/pot, A1= 30 g/pot, A2= 60 g/pot, A3= 90 g/pot dan faktor kedua bakteri pelarut fosfat dengan 2 taraf, yaitu P0= tanpa bakteri pelarut fosfat dan P1= aplikasi bakteri pelarut fosfat. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dosis azolla mampu meningkatkan pertumbuhan padi sawah, Sedangkan aplikasi bakteri pelarut fosfat mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Pemberian azolla segar 60 g/ember dan pemberian bakteri pelarut posfat merupakakan perlakuan terbaik yaitu ( jumlah anakan 4 anakan, jumlah malai 8,25 malai, jumlah gabah berisi 272,5 gabah, bobot bruto gabah kering 6,75 g, bobot jerami kering 18,27 g).
Changes in some chemical properties of inceptisol soil and growth of maize (Zea mays L.) due to durian skin compost and SP36 fertilizer Anggra Purma Tarigan; Supriadi; Alida Lubis
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 5 No. 3 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.24 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v5i3.3025

Abstract

Inceptisol is a widely enough soil and has many obstacles to use as agricultural field, some of the constraints are; Low level of the organic content, soil acidity, high level of Al saturation and low CEC hance this land cause a lower productivity. increasing its productivity by giving organic material compost which is durian skin compost and SP36 fertilizer.This research is aimed to know the change of some chemical properties of Inceptisol soil and growth of corn plant (Zea mays L.) due to composting of durian skin and SP36 fertilizer. This study was conducted by using Randomized Block Design (RBDs) method with two replications consisting of thirty two treatments. The treatments divided in two addition fertilizer durian skin compost (B) and SP36 (P) fertilizer consisting of; 0 g / polybag (B0), 12.5 g / polybag (B1), 25 g / polybag (B2), 37.5 g / polybag (B3), 0 g / polybag (P0), 0,25 g / polybag (P1), 0,50 g / polybag (P2), 0.75 g / polybag (P3), and their interactions. The results showed that durian skin compost significantly affected the carbon content on soil, and SP36 fertilizer had significant effect on soil P level, and both interaction had significant effect on the height of plant.
Tanggap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Berbagai Komposisi Media Tanam dan Frekuensi Penyiraman Muhammad Yusnan Lubis; Rosita Sipayung; Irsal
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.454 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3033

Abstract

Pembibitan yang dilakukan secara besar-besaran seringkali dijumpai masalah ketersediaan jumlah air yang dapat disimpan pada media. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh media dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kakao dan mencari media terbaik serta frekuensi penyiraman yang optimum.Penelitian ini dilakukan di lahan pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan (32 mdpl) pada bulan Juni sampai September 2017. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu media tanam yakni M0 (topsoil) , M1 (topsoil : pasir, 2 : 1) , M2 (topsoil : sekam padi, 2 : 1), dan M3 (topsoil : arang sekam, 2 : 1) dan frekuensi penyiraman yakni 1 (satu) hari sekali, 4 (empat) hari sekali, 7(tujuh) hari sekali, dan 10 (sepuluh) hari sekali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, total luas daun, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar dan rasio tajuk akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap parameter amatan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Perlakuan media tanam terbaik terdapat pada topsoil (M0), Perlakuan frekuensi penyiraman tidak berpengaruh nyata pada semua parameter amatan. Interaksi antara kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter amatan bobot segar akar.
Keragaman Biologi Colletotrichum spp. Penyebab Penyakit Hawar Daun Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Sumatera Utara Bagian Timur Faisal Azhari; Hasanuddin; Mukhtar Iskandar Pinem
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.195 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3034

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konidia Colletotrichum yang diisolasi dari kelapa sawit di daerah penyebaran penyakit hawar daun kelapa sawit di Labuhan Batu Selatan dan Asahan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tanaman, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara dari April 2017 hingga Juli 2017. Selanjutnya, isolat Colletotrichum diinkubasi menggunakan medium agar kentang dektrosa (PDA) dengan 4 tingkatan suhu 200C, 250C, 300C, dan 350C selama 7 hari terang atau gelap. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan panjang dan lebar konidia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inkubasi pada 350C conidia dari semua isolat lebih kecil dari pada 200C, 250C, 300C. Suhu terbaik untuk Colletotrichum conidia dari NL dan DS di 300C dalam terang dan gelap dan AJ di 200C dalam gelap, dalam kondisi ini konidia menjadi lenghty dan meningkatkan lebar. Pada suhu 350C telah mengurangi kebugaran konidia sebagai organ infeksi Colletotrichum.
The Effect of Vernalization on the Appearance of Local Amaryllis (Hippeastrum sp.) Plants in the Land of Karo and West Sumatera Ulfa Ridha Andini; Hot Setiado; Luthfi Aziz Mahmud Siregar
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.328 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3036

Abstract

Amarilis is one of the flower of the park that is attractive and has high economic value. This study aims to determine the effect of vernalization on the appearance of local amaryllis plants in Tanah Karo and West Sumatra. This research was conducted at the Plant Breeding Basic Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan, from February 2018 to July 2018. This research was carried out by storing tubers at room temperature (control) and storage of tubers at low temperatures (vernalization) at 10 oC for 6 weeks, and with differences in accession of plants namely G1 (Accession of West Sumatra Payakumbuh), G2 (Bukit Tinggi West Sumatra Accession), G3 (Padang Panjang West Sumatra Accession), G4 (Local Kabanjahe Accession Tanah Karo), G5 (Berastagi Local Accession Tanah Karo ), G6 (Tanah Karo Local Accession Accession). The results showed that vernalization gave a different appearance compared to the control treatment.
34 Aplikasi Mikoriza dan Beberapa Varietas Kacang Tanah Dengan Pengolahan Tanah Konservasi terhadap Perubahan sifat Biologi Tanah Rini Susanti; Astri Afriani; Fitra Syawal Harahap
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.595 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3037

Abstract

Pengolahan tanah terlalu sering dapat menyebabkan tanah menjadi lebih gembur dan terbuka dalam waktu lama, sehingga meningkatkan laju evapotranspirasi dan mengurangi daya pegang tanah terhadap air. mengurangi daya pegang tanah terhadap air. Pemberian pupuk hayati yang mengandung mikoriza merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. bermikoriza merupakan pupuk yang mampu bersimbiosis dengan perakaran tanaman dan berfungsi untuk meningkatkan ketersedian PH Tanah dan P dalam tanah. Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan penelitian tentang uji efektifitas pupuk hayati berbasis mikoriza arbuskula dalam meningkatkan Total Mikroba ketesersedian P dan meningkatkan pertumbuhan tanaman Penelitian dilaksanakan dikebun Pembibitan Balai Benih Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Medan pada titik Koordinat N 98042’23,7” dan E 3030’28,3” dengan ketinggian ± 20 m diatas permukaan laut dimulai dari bulan April 2008 sampai dengan Mei 2018. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) yang terdiri dari 3 faktor yaitu Faktor Pengolahan Tanah sebagai anak petak yang terdiri dari 3 taraf : No Tillage (T0), Minimum Tillage (T1), Full Tillage (T2), Faktor inokulasi Mikoriza sebagai anak petak terdiri dari 2 taraf : tanpa inokulasi Mikoriza (M0), ipnokulasi Mikoriza (M1). Faktor Varietas sebagai anak-anak petak terdiri dari 3 taraf yaitu : Varietas Lokal (V1). Varietas gajah (V2) dan Varietas kancil (V3). Hasil Penelitian Untuk mengetahui pengolahan tanah dan pengaruh mikoriza serta kombinasi yang terbaik dari sistem pengolahan, penambahan mikoriza dan varietas kacang tanah (Arachis hypogaea L.) yang terbaik bagi peningkatan pH tanah, C-organik, P-tersedia, Bahan Organik Serta Total Mikroba Tanah.
Klarifikasi Keanggotaan Manggis ‘Malinau’ Dalam Species Garcina Mangostana Menggunkan Analisis Filogenik Panca Jarot Santoso; Ellina Mansyah; Adi Pancoro
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.641 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3038

Abstract

Analisis filogenetik telah dilaksanakan terhadap 12 kasesi manggis (Garcinia mangostana L.) berdasarkan polimorfisme gen lestari ITS-nrDNA. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Genetika Tumbuhan SITH-ITB dan Laboratorium Pemuliaan Balitbu Tropika dari tahun 2012 sampai 2014. DNA genom diisolasi dari pucuk muda daun manggis. Daerah lestari ITS diamplifikasi menggunakan primer spesifik ITS5-F dan ITS4-R. Pohon filogenetik dikonstrusi berdasarkan polimorfisme dari sekuens ITS masing-masing aksesi menggunakan perangkat lunak Geneious ver. 5.5.7 menggunakan satu aksesi G. dulcis sebagai outgroup. Berdasarkan filodendrogram yang terbentuk, menunjukkan bahwa semua sampel yang dianalisis umumnya terdistribusi secara monofiletik, menunjukkan bahwa sampel-sampel tersebut berasal dari satu moyang yang sama. Sebelas dari 12 sampel telah tergroup dalam spesies G. mangostana, sebaliknya varietas ‘Malinau’ secara meyakinkan berada di luar group, yang menunjukkan bahwa ‘Malinau’ merupakan beda spesies dengan 11 sample lain yang digunakan dalam studi ini. Fakta ini didukung oleh karakteristik morfologi yang berbeda pada ‘Malinau dibandingkan dengan 11 aksesi lainnya.

Page 10 of 38 | Total Record : 377


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 11 No. 3 (2024): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 10 No. 3 (2023): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 9 No. 3 (2022): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 8 No. 3 (2021): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 7 No. 3 (2020): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 6 No. 3 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 5 No. 3 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 5 No. 1 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 4 No. 3 (2017): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 4 No. 2 (2017): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 4 No. 1 (2017): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 3 No. 3 (2016): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 3 No. 2 (2016): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 3 No. 1 (2016): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 2 No. 2 (2015): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 2 No. 1 (2015): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 1 No. 1 (2014): JURNAL PERTANIAN TROPIK More Issue