cover
Contact Name
Benny Hidayat
Contact Email
bendayat@gmail.com
Phone
+6281396675484
Journal Mail Official
jpt@gmail.com
Editorial Address
03, Prof. A. Sofyan Street Campus USU, Medan 20155- Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PERTANIAN TROPIK
ISSN : 26557576     EISSN : 23564725     DOI : https://doi.org/10.32734/jpt.
Core Subject : Agriculture,
Tropical Agriculture Journal (JPT) is a peer-reviewed online journal of Agriculture Postgraduate Study Program Universitas Sumatera Utara (USU). Journal is a result of research, or scientific reviews of researchers, students and agricultural institutions, and others related to agricultural studies in the tropical region. Published in Indonesian and English language with 3 volumes/year (April, August, December). These articles are indexed by Google Scholar, PKP Indexing, RootIndexing, Portal Garuda, Indonesian Publication Index (Garuda Portal), One Search Perpustakaan Nasional, BASE (Bielefeld Academic Search Engine), and Directory of Research Journal Indexing (DRJI), JPT is member of AJPI (Association of Indonesian Agriculture Journal, and strives to be a means of periodic, accredited, national scientific publications or reputable international publications through.
Articles 378 Documents
Effects of Storage by Cryopreservation on Types and Duration of Cryopectant Soaking With Different Conditions of Seeds on the Growth of Mangosteen Seeds (Garcinia mangostana L) Dede Suhendra
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.823 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3039

Abstract

Effect Storage In Criopreservasi On Type And Old South Crioprotektan Different Conditions Of Seeds Against Growth of Mangosteen Seeds (Garcinia mangostana L). The aim of the study was to determine the type, duration of soaking and the different conditions of mangosteen seeds and their interaction with the growth of mangosteen seeds (Garcinia mangostana L). This research was carried out at the Laboratory of Applied Sciences in Seed Technology of Labuhanbatu College of Agricultural Sciences (STIPER), starting March to July 2018, using factorial randomized block design with 3 treatment factors namely cryoprotectant type, cryoprotectant immersion and mangosteen fruit flesh. Parameters observed were number of shoots (fruit), shoot height (cm), root length (cm), and sprout dry weight (g). The results showed that the highest application of the parameters was the use of non-fruit flesh with cryoprotectant PVS2 and 180 minutes soaking time. The results of the research were used to develop mangosteen seed storage for the needs of the community, especially mangosteen farmers in Indonesia.
Prilaku Petani Dalam Pemupukan Kentang (Solanum tuberosum. L) Di Kabupaten Karo Sumatera Utara Agustoni Tarigan; Hamidah Hanum
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.603 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3040

Abstract

Kentang adalah tanaman yang membutuhkan banyak nutrisi untuk pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku petani kentang di Kabupaten Karo dalam menerapkan metode pemupukan kentang dalam produksi kentang di 9 (Sembilan) Sentra Produksi Kabupaten di Kabupaten Karo .. Survei penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2018 hingga September 2018 di 27 desa, 9 kecamatan untuk pusat produksi kentang. Parameter yang diamati adalah dosis pupuk, jenis dan frekuensi aplikasi pupuk. Pola perilaku petani kentang di 27 lokasi penelitian menunjukkan bahwa 42% petani memiliki dua kali frekuensi pemupukan, 29% dipupuk sekali dan 29% dipupuk 3 kali, di mana sebanyak 55% petani menggunakan pupuk tunggal ditambah pupuk majemuk dan 45% menggunakan pupuk majemuk sendiri dengan dosis rata-rata N 191,14 Kg / Ha, P2O5 293,11 Kg / Ha dan K2O sebesar 210,93 kg / ha.
Evaluasi Kemampuan Beberapa Jenis Tanaman Sebagai Fitoremediasi Logam Berat Kadmium Yustina Sri Sulastri; Edison Purba; Koko Tampubolon
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.376 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3041

Abstract

Kadmium merupakan logam yang sangat berbahaya bila masuk kedalam sistem fisiologis tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan beberapa jenis tanaman sebagai fitoremediasi logam berat kadmium. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada Maret sampai dengan Mei 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan akar wangi (T1), serai wangi (T2), temulawak (T3), serai (T4), nilam (T5), dan lengkuas (T6) diberikan 3CdSO4.8H2O 100 ppm. Parameter penelitian ini antara lain pH tanah akhir, panjang akar (cm), berat basah dan kering akar (g), berat basah dan kering tajuk (g), serta serapan Cd total (ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman serai wangi memiliki kemampuan mengakumulasi logam berat Cd total tertinggi sebesar 20,29 ppm, memiliki berat basah akar (111,73%), berat kering akar (105,83%), panjang akar (75,33 cm), berat basah tajuk (60,89%), dan berat kering tajuk (93,14%) dibandingkan tanpa terpapar Cd. Tanaman serai wangi dapat dijadikan sebagai tanaman fitoremediasi logam berat kadmium yang memiliki mekanisme fitoekstraksi atau fitoakumulasi.
Karakter Vegetatif Berbagai Varietas Tomat Terhadap Pemberian Aluminium Pada Media Kultur Hara Dunan Naibaho
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.594 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3042

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter vegetatif akar dan tajuk beberapa varietas tomat terhadap pemberian aluminium pada media kultur hara. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dari Desember 2017 sampai dengan Februari 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor varietas (V1=Varietas Timothy; V2=Varietas Fortuna; V3=Varietas Pandawa Lima; V4=Varietas Citra Asia; V5=Varietas Trico) dan konsentrasi aluminium (0 g; 1,5 g; 3,0 g). Parameter penelitian ini antara lain tinggi tanaman, panjang akar, panjang akar relatif, bobot basah dan kering akar, bobot basah dan kering tajuk, bobot kering akar dan tajuk relatif, dan volume akar tanaman tomat. Analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics v.20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas timoty (V1) menunjukkan perbedaan yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, bobot basah akar, bobot basah tajuk, bobot kering akar, panjang akar relatif dan berpengaruh nyata pada volume akar pada media kultur hara. Pemberian aluminium pada media kultur hara menunjukkan perbedaan yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman, panjang akar, bobot basah akar, bobot kering akar, bobot kering tajuk, volume akar, bobot kering akar relatif, dan berpengaruh nyata terhadap bobot kering tajuk relatif. Perlakuan Al 3 g menunjukkan nilai terendah pada semua variabel.
Various Natural Ingredients as Plant Growth Regulator to Increasing Viability True Seed Shallot of Onion Elseria Siburian; Luthfi A.M. Siregar
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.676 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3043

Abstract

The research was aimed to determine the source of plant growth regulator from natural ingredients that can increase the viability of onion True Seed Shallot (TSS). This research was conducted at the Laboratory of Seed, Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli, North Sumatra from June until July 2018. This research used Completely Randomized Design. The treatment of this research: Z0 (control/distilled water), Z1 (GA3 100 ppm), Z2 (BAP 100 ppm), Z3 (banana hump extract), Z4 (bamboo shoot extract), Z5 (onion extract), Z6 (coconut water). Each treatment has four replications. Parameters of this research include maximum growth potential (MGP), germination, root length, and hypocotyl length. Data analysis using IBM SPSS Statistics v.20. The results showed that treatment onion extract can increase the highest TSS germination at 7 and 14 days after planting (DAP) amount 85.83% and 80.84% respectively. Treatment bamboo shoots, onion extracts, coconut water and GA3 can increase the MGP which is classified as high ranging from 81.67 to 92.50%. Soaking the onion TSS with bamboo shoot extract and GA3 treatment can increase the hypocotyl length amount 4.06 cm and 3.91 cm respectively.
Analisis Komoditas Pertanian Unggulan dan Arahan Pengembangannya di Kabupaten Pakpak Bharat Lukas Sebayang
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.554 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3044

Abstract

Pengembangan komoditas unggulan secara terintegrasi pada suatu wilayah diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas, pendapatan masyarakat dan perekonomian wilayah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komoditas unggulan, potensi pengembangan untuk komoditas unggulan, analisis hirarki wilayah dan arahan rencana pengembangan komoditas unggulan. Komoditas unggulan didapatkan dengan analisis Location Quotient (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA). Lahan yang berpotensi pengembangan dianalisis dengan arahan ketersediaan dan kesesuaian lahan serta sistem informasi geografis, Hiraki wilayah dengan analisis skalogram. Arahan rencana pengembangan komoditas unggulan ditetapkan berdasarkan pertimbangan lahan yang berpotensi pengembangan, hirarki wilayah, lahan yang kompak dan kebijakan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan komoditas unggulan adalah gambir, padi sawah dan jeruk. Pengembangan komoditas unggulan tanaman perkebunan diarahkan di Kecamatan STTU Jehe seluas 4.512,56 ha. Pengembangan komoditas unggulan tanaman pangan diprioritaskan di Kecamatan Pangindar seluas 2.182,81 ha.
Efektivitas Antagonisme Trichoderma virens Terhadap Fitopatogen Phytophthora palmivora Pada Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Eko Wahyu Widiyatmoko; Christiani Yasmine; Indrabayu; Yoga Aji Handoko
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.815 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3046

Abstract

Negara Indonesia menduduki peringkat ketiga di dunia sebagai penghasil kakao (Theobroma cacao L) setelah Pantai Gading dan Ghana. Kakao sebagai komoditas eksport dihasilkan dari Sumatera Barat, Aceh, Lampung, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan juga Nusa Tenggara Timur. Buah kakao merupakan komoditas unggulan, tetapi mengalami penurunan kualitas karena adanya serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur Phytophtora palmivora. Penyakit ini kasat mata timbul warna putih berkebul dan menimbulkan bercak hitam hampir seluruh permukaan buah kakao dan bila disentuh akan terasa basah membusuk. Untuk itu perlu solusi yang tepat dan ramah lingkungan yaitu menggunakan agen biologi hayati sebagai biofungisida. Peran antagonisme yang dapat digunakan sebagai biofungisida untuk pengendali busuk buah kakao adalah Trichoderma virens. Sifat antagonisme dapat menyerang cendawan lain, dikarenakan T. virens menghasilkan senyawa viridiol phytotoxins dan gliotoxin untuk menjadi parasit bagi P. palmivora.
Pengaruh Aplikasi Kitosan Antifungi Untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa Pada Cabai
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.669 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3047

Abstract

Penyakit antraknosa (Colletotrichum spp.) dapat menyebabkan rendahnya kuantitas maupun kualitas buah yang dihasilkan. Untuk menghindari penggunaan pestisida sintetik maka diperlukan alternatif pengendalian yang bersifat ramah lingkungan, diantaranya kitosan sebagai agen penghambat penyakit antraknosa. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektifitas formula nano kitosan untuk mengendalikan penyakit antraknosa melalui pengujian in vivo pada tanaman cabai cv. Tanjung di lapangan. Penelitian dilaksanakan di KP Pacet Cianjur, Jawa Barat sejak bulan Mei sampai September 2017, menggunakan RAK terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan. Kitosan-tripolifosfat (K-TPP) nanopartikel dilarutkan dalam air dan diaplikasikan pada tanaman cabai dengan konsentrasi 0,5 – 2 mL/L. Aplikasi penyemprotan formula dilakukan saat tanaman berumur 30 – 65 hari setelah tanam menggunakan alat semprot punggung. Kitosan cenderung menghambat infeksi fungi Colletotrichum spp. pada cabai. Pada pengamatan ke-5, penghambatan kitosan terhadap buah cabai terinfeksi antraknosa masing-masing berkisar dengan intensitas serangan. 0,41 sampai 2,41%. Hasil penelitian menunjukkan K-TPP pada konsentrasi 0,5 – 1,0 mL/L cukup efektif menekan penyakit antraknosa pada buah cabai, dengan daya hambat >50% dibanding perlakuan kontrol (tanpa K-TPP). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kitosan bisa diaplikasikan untuk memperlambat laju infeksi penyakit antraknosa pada buah cabai, dan penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menguji di lokasi lainnya serta musim yang berbeda.
Respons Pertumbuhan Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L Merr) Terhadap Penggunaan Pupuk Kompos dan Urea Elli Afrida Lubis; Lisdayani; Putri Mustika Sari
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.178 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3048

Abstract

Pemupukan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Pupuk kompos merupakan pupuk organik yang diberikan kedalam tanah dapat meningkatkan unsur hara baik makro maupun mikro. Selain pemberian pupuk kompos dapat juga ditambahkan pemberian pupuk urea (sebagai pupuk anorganik) yang dapat memberikan unsur hara N bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dosis pupuk (kompos dan pupuk urea) dengan varietas terhadap pertumbuhan tanaman kedelai, serta menentukan varietas unggul yang terbaik terhadap pertumbuhan kedelai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial, dengan factor 1 dosis pupuk, D0: kontrol, D1:kompos 5ton/ha, D2 :kompos 10 ton/ha, D3: urea 25 kg/ha, dan D4 : urea 50 Kg/ha. Faktor 2 yaitu varietas dengan V1 : Varietas Anjasmoro dan V2 : varietas grobogan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos dan pupuk urea dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai, dan juga mempercepat umur berbunga tanaman kedelai. Varietas grobogan memiliki umur berbunga paling cepat yaitu 32.33 hari dibandingkan dengan varietas anjasmoro. Peran pupuk kompos dan urea dalam penelitian meningkatkan unsur N tersedia bagi tanaman
Pengamatan Parameter Genetik Kedelai [Glycine max (L.) Merril] Generasi M4 Pada Kondisi Optimum dan Cekaman Kekeringan Gredo Oktavianus; Diana Sofia Hanafiah; Eva Sartini Bayu
Jurnal Pertanian Tropik Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.604 KB) | DOI: 10.32734/jpt.v6i1.3049

Abstract

Kemampuan adaptasi tanaman kedelai [Glycine max (L.) Merr.] generasi M4 terhadap cekaman kekeringan akan mempengaruhi peningkatan produksi. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca dan lahan penelitian Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan mulai dari bulan September 2017 sampai dengan Desember 2017. Penelitian ini menggunakan tiga populasi tanaman yaitu populasi tanaman kontrol (Anjasmoro), populasi 100 Gray serta populasi 200 Gray pada generasi M4. Analisa data secara statistik karakter tanaman populasi generasi M4 dengan tanaman populasi kontrol (Anjasmoro) dengan uji t menggunakan aplikasi minitab 16. Paramater genetik yang diamati adalah ragam genotipe, ragam fenotipe dan heritabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada populasi terpilih dari tanaman kedelai [Glycine max (L.) Merr.] hasil iradiasi sinar gamma generasi M4 yang memiliki pertumbuhan yang baik dalam kondisi cekaman kekeringan dengan kriteria jumlah polong berisi, jumlah biji per tanaman dan bobot biji per tanaman yang tinggi terdapat pada tanaman populasi 200 Gray. Nilai duga heritabilitas yang tinggi terdapat pada karakter jumlah polong per tanaman serta bobot biji per tanamana dari populasi 100 dan 200 Gy dapat dijadikan karakter seleksi untuk kondisi cekaman kekeringan.

Page 11 of 38 | Total Record : 378


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 12 No. 2 (2025): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 11 No. 3 (2024): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 10 No. 3 (2023): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 10 No. 2 (2023): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 9 No. 3 (2022): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 9 No. 2 (2022): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 8 No. 3 (2021): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 7 No. 3 (2020): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK Vol. 6 No. 3 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 6 No. 2 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 6 No. 1 (2019): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 5 No. 3 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 5 No. 1 (2018): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 4 No. 3 (2017): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 4 No. 2 (2017): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 4 No. 1 (2017): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 3 No. 3 (2016): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 3 No. 2 (2016): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 3 No. 1 (2016): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 2 No. 2 (2015): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 2 No. 1 (2015): JURNAL PERTANIAN TROPIK Vol. 1 No. 1 (2014): JURNAL PERTANIAN TROPIK More Issue