cover
Contact Name
Mustika Ratna Dewi
Contact Email
wartapariwisata.itb@gmail.com
Phone
+6281277667773
Journal Mail Official
mustikard@itb.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha 10, Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Warta Pariwisata
ISSN : 14107112     EISSN : 27754723     DOI : https://doi.org/10.5614/wpar
Warta Pariwisata is a journal that accepts various articles related to tourism. The aim of this journal is to raise awareness, consideration and analysis of issues in the tourism field, and also promotes the exchange of ideas related to tourism development. This journal is aimed primarily at various people who are concerned with tourism and tourism-related issues in Indonesia, for example: * Those involved in planning, policy-making and consulting positions on tourism field; * Those involved in tourism and tourism-related activities; * Those involved in education and research on tourism or tourism-related issues.
Articles 85 Documents
PENGEMBANGAN PRODUK PAKET WISATA BERBASIS MASYARAKAT DI DESA WISATA SELASARI, KECAMATAN PARIGI, KABUPATEN PANGANDARAN Heru Purboyo Hidayat Putro; Muh. Ari Perdana; Asad Farag
Warta Pariwisata Vol 19 No 1 (2021): Pariwisata Berbasis Virtual
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.156 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2021.19.1.13

Abstract

Kegiatan Program Pengabdian Masyarkat ”Pengembangan Produk Paket Wisata Berbasis Masyarakat di Desa Wisata Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran” ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengemas berbagai aset pariwisata yang terdapat di desa agar dapat mengoptimalkan manfaat pariwisata untuk masyarakat di Desa WisataSelasari, baik manfaat terhadap aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan, sehingga dapat mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
MENGGAGAS KETAHANAN DESA MELALUI PENGEMBANGAN INOVASI DESA WISATA TEMATIK MEKARWANGI KAB. BANDUNG BARAT Arief Rosyidie; Abadi Raksapati; Yani Adriani; Syafira A. Tara W
Warta Pariwisata Vol 19 No 1 (2021): Pariwisata Berbasis Virtual
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.187 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2021.19.1.14

Abstract

Kegiatan ini dilakukan guna melakukan penguatan kelembagaan serta penyusunan program kerja yang efektif dan terarah. Hal ini agar seluruh potensi yang dimiliki dapat tergali secara maksimal. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat merajut seluruh potensi yang dimiliki Desa Mekarwangi menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan dan dapat menarik wisatawan datang berkunjung. Pada akhirnya, ketika Desa Wisata Tematik Mekarwangi telah terbentuk dan berjalan maka diharapkan dapat berkontribusi guna memperkuat ketahanan ekonomi desa dan masyarakat.
PROGRAM SOSIAL BANK INDONESIA: PELATIHAN PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA DI PULAU MARATUA DAN PULAU DERAWAN, KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR Yani Adriani; Rikeu Rugarmika; Abadi Raksapati
Warta Pariwisata Vol 19 No 1 (2021): Pariwisata Berbasis Virtual
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.499 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2021.19.1.15

Abstract

Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P-P2Par) ITB pada pertengahan tahun 2020 menyelenggarakan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI)-Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur. Program sosial ini berlangsung selama tiga tahun (2020-2022) di Kabupaten Berau. Kedua rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menunjang pengembangan kepariwisataan berskala nasional dan internasional di Pulau Derawan dan Maratua
MUSEUM SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI INDONESIA Abadi Raksapati
Warta Pariwisata Vol 18 No 2 (2020): Museum dan Pariwisata
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.489 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2020.18.2.01

Abstract

Museum merupakan sebuah kata dari bahasa latin yang diadaptasi dari istilah mouseion yang berarti tempat duduk Muses atau secara filosofi berarti tempat untuk melakukan kontemplasi. Muses sendiri dalam mitologi Yunani merupakan dewi-dewi seni dan ilmu pengetahuan yang berjumlah sembilan. Dalam perkembangannya, museum memiliki pengertian sebagai lembaga nirlaba yang secara permanen ikut melayani dan membantu pembangunan masyarakat, terbuka untuk umum, yang mengambil alih, melestarikan, meneliti, mengomunikasikan, dan memamerkan warisan kemanusiaan dan lingkungan yang berwujud maupun tidak berwujud untuk tujuan pendidikan, pembelajaran, dan kesenangan.  
MUSEUM DAN SEKILAS PERMASALAHANNYA DI INDONESIA Ahmad Zuhdi Allam
Warta Pariwisata Vol 18 No 2 (2020): Museum dan Pariwisata
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.326 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2020.18.2.02

Abstract

Menurut PP. No. 66 Tahun 2015 tentang Museum, museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat. Kedua pengertian di atas mencantumkan kata “masyarakat” secara eksplisit. Museum diamanatkan untuk berperan sebagai pelayan/pengembang masyarakat atau penyebar ilmu pengetahuan kepada masyarakat.Kini, hubungan antara museum dan masyarakat menjadi semakin kompleks karena, setidaknya, tiga hal: Pertama, perkembanganintelektual-filosofis museum, Kedua, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti internet, teknologi seluler, dan web 2.0 telah membuat karakter masyarakat yang berbeda dengan masa lalu (Kelly, 2010), dan Ketiga, khusus di Indonesia, perubahan ketatanegaraan dari Era Orde Baru ke Era Reformasi juga berpengaruh, baik kepada masyarakat maupun kepada museum.
MUSEUM BAHARI YOGYAKARTA TAWARKAN SIMULASI PELAYARAN Pramoto Aji K.
Warta Pariwisata Vol 18 No 2 (2020): Museum dan Pariwisata
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.584 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2020.18.2.11

Abstract

Pada umumnya museum yang didirikan pada suatu daerah, biasanya berfungsi memuat hasil local genius dari daerah tersebut dan dalam hal ini akan berkaitan dengan nama museum dan penampilan dari bangunan museum itu sendiri untuk memperkuatidentitas atau jati diri dari local genius yang ditampilkan pada display-display museum itu sendiri.Kunjungan pertama saya ke Museum Bahari memberikan kesan terhadap fungsi museum di Indonesia. Selain menyimpan benda-benda kuno, Museum Bahari menawarkan simulasi pelayaran sehingga saya, sebagai pengunjung, dapat merasakansedang berlayar selama berada di museum dengan dipandu Pak Laksamana Yosafat selaku pemilik dan pengelola museum.
MUSEUM KEKINIAN SEBAGAI PELUANG BISNIS Aqilah Nurul Khaerani Latif, SE., M.Par
Warta Pariwisata Vol 18 No 2 (2020): Museum dan Pariwisata
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.863 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2020.18.2.06

Abstract

Museum merupakan daya tarik wisata yang bertumpu pada koleksikoleksi yang dimilikinya. Pada umumnya, koleksi di museum berupa peninggalan-peninggalan masa lampau yang diawetkan/dirawat untuk kebutuhan ilmu pengetahuan seperti sejarah dan sains. Akan tetapi, perkembangan teknologi informasi dan perilaku wisatawan yang senang berswafoto pun membuat beberapa pelaku wisata membuat museum kekinian sebagai peluang bisnis. Museum tersebut merupakan museum buatan yang mengangkat tema kekinian serta memadukan sejarah dan seni dengan desain interior dan teknologi informasi yang menarik minat pengunjung.
“Quality Tourism “ untuk Pariwisata Indonesia Priadi Wibisono
Warta Pariwisata Vol 19 No 2 (2021): Quality Tourism
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1530.618 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2021.19.2.05

Abstract

Quality tourism masih belum dipahami seluruh stakeholder pariwisata. Masih banyak anggapan bahwa quality tourism hanya sebatas sarana & prasarana saja. Ini perlu dipahami bersama apa yang di maksud dengan quality tourism pengertian sampai ke turunan produk dan lainnya. Keselarasan pembangunan, regulasi, SDM, dan produk wisata membuat konsep quality tourism ini berkembang dan berjalan optimal.
Kebijakan Quality Tourism pada Product, Service, Management torang nasution
Warta Pariwisata Vol 19 No 2 (2021): Quality Tourism
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2961.128 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2021.19.2.01

Abstract

Di dalam menyikapi kebijakan untuk menciptakan pariwisata berkualitas atau quality tourism, dibutuhkan pandangan yang holistik pada beberapa aspek. Aspek -aspek yang perlu ditinjau dalam hal ini dapat dilihat dari sisi product, service dan management. Ke tiga aspek tersebut tidak terlepas dari indikator-indikator untuk menilai sebuah pariwisata yang berkualitas di sebuah destinasi.
Kampung Kurcaci: Saat Kualitas Wisata Berbanding dengan Kualitas Lingkungan Nurul Aldha Mauliddinna Siregar
Warta Pariwisata Vol 19 No 2 (2021): Quality Tourism
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6547.522 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2021.19.2.09

Abstract

Pengembangan desa wisata berbasis pariwisata berkualitas (quality tourism) sebaiknya melihat potensi melindungi lingkungan agar terjaga produktivitas kehidupan manusia. Idealisme untuk melestarikan lingkungan dalam konsep ekowisata menjadi salah satu alternatif yang perlu ditiru, Pengembangan pariwisata bersanding dengan visi misi konservasi juga diterapkan di Kampung Kurcaci, Desa Serang, Purbalingga. Keunggulan alam berupa lahan hutan Damar (Agathis Alba) seluas 2 ha menjadi daya tarik wisata utama di kampung ini. Pun juga pemuda dusun yang turut aktif dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.