cover
Contact Name
Mustika Ratna Dewi
Contact Email
wartapariwisata.itb@gmail.com
Phone
+6281277667773
Journal Mail Official
mustikard@itb.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha 10, Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Warta Pariwisata
ISSN : 14107112     EISSN : 27754723     DOI : https://doi.org/10.5614/wpar
Warta Pariwisata is a journal that accepts various articles related to tourism. The aim of this journal is to raise awareness, consideration and analysis of issues in the tourism field, and also promotes the exchange of ideas related to tourism development. This journal is aimed primarily at various people who are concerned with tourism and tourism-related issues in Indonesia, for example: * Those involved in planning, policy-making and consulting positions on tourism field; * Those involved in tourism and tourism-related activities; * Those involved in education and research on tourism or tourism-related issues.
Articles 85 Documents
SELAYANG PANDANG GILI TRAWANGAN Ayu Setya Kemalasari
Warta Pariwisata Vol 18 No 1 (2020): Pariwisata Pulau-Pulau Kecil
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.249 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2020.18.1.08

Abstract

Gili Trawangan termasuk pulau di Kabupaten Lombok Utara, NTB. Gili Trawangan merupakan pulau terbesar diantara dua pulau kecil lainnya, Gili Air dan Gili Meno. Gili Trawangan menjadi destinasi wisata favorit bagi wisman. Keindahan alam dan keramaian dunia malam menjadi daya tarik utama. Gili Trawangan juga disebut sebagai Pantai Kuta Lombok.
KESUNYIAN PULAU KECIL: CATATAN PERJALANAN DI SALAH SATU GUGUSAN PULAU DI RAJA AMPAT Kunkun Kurniawan
Warta Pariwisata Vol 18 No 1 (2020): Pariwisata Pulau-Pulau Kecil
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.722 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2020.18.1.07

Abstract

Nilai jual dari berkunjung ke pulau kecil adalah ketenangan (serenity) dalam menikmati suasana alam serta keaslian (originalitas) kekayaan alam yang dimiliki serta aktivitas ketinggian masyarakat setempat. Salah satu pilihan wisatawan adalah berkunjung ke Raja Ampat, mulai dari menikmati keindahan bawah laut sampai dengan melihat keindahan Gugusan Kepulauan Raja Ampat dari ketinggian.
SURGA YANG TERSEMBUNYI DI PULAU NUSA PENIDA, BALI Rilla Oktoviami Zef
Warta Pariwisata Vol 18 No 1 (2020): Pariwisata Pulau-Pulau Kecil
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.727 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2020.18.1.10

Abstract

Bali yang telah dikenal dengan Pantai Kuta pun menawarkan keunggulan lainnya, yaitu Pulau Nusa Penida. Pulau ini dikenal sebagai surga baru P ulau Dewata. Pulau Penida menawarkan dua daya tarik wisata favorit yang dijuluki surga tersembunyi Bali yaitu Angel’s Billa bong yang berbentuk Tyronnosaurus muara dan Pantai Kelingking yang berbentuk Tyronnosaurus Rex.
TANPA PRIMADONA, KEPULAUAN PHI PHI TETAP MEMESONA DI THAILAND Meisa Sofia
Warta Pariwisata Vol 18 No 1 (2020): Pariwisata Pulau-Pulau Kecil
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.259 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2020.18.1.13

Abstract

Kepulauan Phi Phi merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Negara Seribu Pagoda. Letaknya berada di Laut Andaman, Provinsi Krabi. Daya tarik utama terletak pada keindahan bibir pantai dan keindahan biota laut.
PROBLEMATIKA PULAU - PULAU KECIL TERLUAR INDONESIA Aqilah Nurul Khaerani Latif, SE., M.Par
Warta Pariwisata Vol 18 No 1 (2020): Pariwisata Pulau-Pulau Kecil
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.67 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2020.18.1.03

Abstract

Kekayaan alam bahari dan budaya masyarakat pulau tidak juga membuat pulau-pulau dipandang. Nyatanya, pembangunan pulau-pulau kecil masih berjalan lambat. Padahal, sebagian besar pulau-pulau kecil terluar Indonesia menjadi surga bagi wisatawan mancanegara (wisman). Kapal-kapal pesiar hilir mudik menurunkan penumpang. Masyarakat bertahan hidup dari upah dollar yang wisman sodorkan. Namun, ketika perlahan mulai diambil alih oleh negara lain, barulah sadar, bahwa pulau-pulau kecil terluar Indonesia merupakan aset mahal yang terabaikan negara.
ADAPTASI DIGITAL: UPAYA MENGHIDUPKAN KEMBALI ROH MUSEUM Asril, Silvia
Warta Pariwisata Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.477 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2022.20.1.04

Abstract

Pandemi Covid 19 berdampak pada ditutupnya hampir seluruh wisata museum di dunia. Hal ini tentunya berimbas pada penurunan jumlah pengunjung secara signifikan. Memasuki masa pemulihan pasca pandemi, menjadi tantangan bagi semua pihak untuk menghidupkan kembali geliat wisata museum. Selain dengan penyesuaian protokol kesehatan, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan adaptasi digital agar museum lebih atraktif dan secara tidak langsung mendekatkan museum dengan masyarakat.
PEMBERDAYAAN DAN KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Khadijah, Siti Adelita Raif
Warta Pariwisata Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.078 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2022.20.1.05

Abstract

Pembangunan pariwisata berkelanjutan mendorong pemberdayaan serta keterlibatan perempuan secara efektif dalam pengembangan pariwisata dimana hal tersebut selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan nomor lima yaitu kesetaraan gender. Namun, masih ditemukan isu gender di beberapa destinasi yang menjunjung tinggi nilai tradisional yang membatasi pelaku industri wisata perempuan yakni kesenjangan gaji/upah, pembatasan partisipasi politik atau pembatasan dalam bersuara, stereotip gender dan diskriminasi gender. Pemberdayaan dan keterlibatan perempuan dalam industri pariwisata dinilai dari sejauh mana perempuan terberdayakan secara psikologis, politik dan sosial. Pelaku industri pariwisata perempuan yang terberdayakan dan aktif terlibat dapat menjadi suatu keuntungan bagi destinasi wisata dalam menarik pasar wisatawan perempuan.
PENTINGNYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BAGI INDUSTRI PARIWISATA Maharani, Mira
Warta Pariwisata Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.753 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2022.20.1.06

Abstract

Besarnya potensi pariwisata mendorong pelaku usaha menawarkan berbagai keunggulan dari kegiatan wisata dari setiap tempat wisata yang dikelolanya untuk menarik wisatawan, namun terkadang banyak pengelola yang melupakan atau menganggap enteng mengenai kesehatan dan keselamatan kerja bagi tenaga kerja maupun wisatawan yang berkunjung. Sedangkan sudah tertuang dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 2009, untuk menyediakan informasi kepariwisataan, perlindungan hukum, serta keamanan dan keselamatan kepada wisatawan. Maka penerapan K3 ini sangat penting yang diharapkan dapat meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada wisatawan dan menjaga kesejahteraan bagi tenaga kerja pariwisata.
Penyusunan Pola Perjalanan Wisata (Travel Pattern) di Lampung berdasarkan Profil dan Preferensi Wisatawan Saputra Siregar, Damara; Murtopo, Ali; Sari, Dian Puspita
Warta Pariwisata Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.076 KB) | DOI: 10.5614/wpar.2022.20.1.01

Abstract

Provinsi Lampung memiliki segudang daya tarik wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan. Namun saat ini Lampung belum menjadi primadona bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profiil wisatawan yang berwisata di Lampung, mengetahui objek wisata favorit wisatawan di Lampung dan menyusun pola perjalanan wisata (Travel Pattern) di Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian kualtitatif deskriptif. Data primer dan sekunder diperoleh dari hasil kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan metode triangulasi data. Data diorganisasikan kedalam kategori, dijabarkan ke dalam unit-unit, dilakukan sintesa, disusun kedalam pola, dipilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menujukkkan bahwa profil wisatawan yang berwisata di Lampung didominais oleh usia 16-25 tahun; Bentuk wisata berupa rombongan keluarga atau teman sekantor/sekolah;  pintu masuk (entry point) lewat Tol Lampung dan Bakauheni; Menggunakan moda transportasi mobil pribadi; memilih akomodasi di rumah suadara atau teman; memilih lama perjalanan more than half day (6-7 jam), Lama kunjungan 1-3 hari; dan jarak tempuh dalam atau luar kota (satu provinsi). Objek wisata preferensi wisatawan di Lampung adalah jenis wisatawa pantai dan air terjun. Terdapat 6 Pola perjalanan dengan kategori one day tour yang dapat disusun.
PENGELOLAAN HOMESTAY SESUAI PROTOCOL COVID-19 DI DESA WARGASARA, KABUPATEN SERANG, PROVINSI BANTEN Bangga Prameswara
Warta Pariwisata Vol 20 No 2 (2022):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2022.20.2.02

Abstract

Corona Virus Disease 19 or also known as Covid-19 is currently having a huge impact on the Indonesian tourism industry. Most of the tourism business players in Indonesia were forced to stop their business operations. During the quarter the first of 2020, international tourist arrivals fell by 60-80%. This shows that the current state of tourism it's in bad shape. To anticipate the spread of Covid-19, the Indonesian government has made a standard health protocols that will be applied in the tourism sectors, such as hotels, tourist destinations, restaurants, and homestays existing in Indonesia. Especially in the homestay sector, the results of observations made show that not all homestays apply the covid-19 protocol for their businesses, but there are also districts that already have certificates "new normal" issued by experts from the health department for businesses that have passed the health protocol test, namely Banyuwangi Regency. This is what attracts researchers to conduct a study on how to apply health protocols in the development of homestays in Indonesia, especially those in Serang Regency. The purpose of this research is to know the Homestay Management Standards in Serang Regency and Prepare the Development of Homestay Management Standards According to the COVID-19 Protocol. The data collection techniques used The method used is by observation, interviews, literature studies, and documentation which will later be analyzed with models qualitative descriptive data analysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are known that several homestays in Serang Regency have implemented the COVID-19 protocol although not optimally, such as only preparing hand washing facilities with soap, using masks, cleaning rooms with soap spraying disinfectant, and keeping a distance. There are also homestays that are not so strict in implementation COVID-19 protocols, there are even homestays that do not implement the COVID-19 protocol at all. The preparation of developing homestay management standards according to the COVID-19 protocol is for managers and guests mandatory to use masks in the homestay area, the use of face shields for managers and guests in the homestay area is very recommended to reduce the risk of exposure to COVID-19, Managers are required to use rubber gloves in the area homestay, the manager must provide public hand washing at the location before entering the homestay area, the manager must check body temperature to anyone who enters the homestay area (body temperature is not more than 37.3ºc) and ensure that the party is in a healthy condition (managers, employees, guests, other parties who concerned), the homestay manager is obliged to provide public hand sanitizer in a location that is easily visible and easy to be reached, guests are required to bring their own additional masks and hand sanitizers, the homestay manager must provide AC/fan is in proper condition to ensure good air circulation, homestay manager is mandatory clean guest rooms by spraying disinfectant regularly at least when the room is finished used by guests, homestay managers must install flyers/signs/stickers regarding the COVID-19 protocol in places that are easily visible, all parties must communicate/interact by implementing physical distancing.