cover
Contact Name
Mustika Ratna Dewi
Contact Email
wartapariwisata.itb@gmail.com
Phone
+6281277667773
Journal Mail Official
mustikard@itb.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha 10, Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Warta Pariwisata
ISSN : 14107112     EISSN : 27754723     DOI : https://doi.org/10.5614/wpar
Warta Pariwisata is a journal that accepts various articles related to tourism. The aim of this journal is to raise awareness, consideration and analysis of issues in the tourism field, and also promotes the exchange of ideas related to tourism development. This journal is aimed primarily at various people who are concerned with tourism and tourism-related issues in Indonesia, for example: * Those involved in planning, policy-making and consulting positions on tourism field; * Those involved in tourism and tourism-related activities; * Those involved in education and research on tourism or tourism-related issues.
Articles 85 Documents
ANALISIS STABILITAS PARIWISATA PEDESAAN SEBAGAI KONDISI YANG SESUAI DENGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Winda Fuji Anggina
Warta Pariwisata Vol 20 No 2 (2022):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2022.20.2.01

Abstract

Sustainable development in rural areas can develop from the tourism sector, because it can create jobs and stabilize the level of profit received. A comparison of rural, coastal, and urban destinations was carried out in this study to determine the problems related to seasonal tourism on an annual basis in tourist destinations in Spain. This study answers the question of whether seasonal tourism in a rural setting can be a problem or not. In addition, the purpose of this analysis is to provide an overview of the relationship between rural tourism stability and other theories and models of sustainable tourism. Keywords: Sustainable Tourism, Rural Tourism, Tourism Stability
ANALISIS STRUKTUR ORGANISASI ANTARLEMBAGA PADA DESTINASI EKOWISATA MANGROVE WONOREJO KOTA SURABAYA Rachmadiarazaq Rachmadiarazaq
Warta Pariwisata Vol 20 No 2 (2022):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2022.20.2.06

Abstract

Ekowisata Mangrove Wonorejo merupakan destinasi wisata alam dengan luas kurang lebih 56 hektar pada Kota Surabaya yang mulai dioperasikan pada tahun 2012. Pada pengembangan destinasi Ekowisata Mangrove Wonorejo ini, keterlibatan aktor-aktor dari berbagai lembaga menjadi hal yang tidak terpisahkan, dimana aktor-aktor tersebut memiliki agenda masing-masing, namun saling bekerjasama satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. Tulisan ini bertujuan menganalisis hubungan antarlembaga tersebut secara struktural berdasarkan fenomena-fenomena yang terjadi. Untuk menganalisis hubungan antarlembaga tersebut, analisis yang digunakan adalah stakeholder analysis serta analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis tersebut, diketahui bahwa terdapat 10 (sepuluh) stakeholder yang terlibat dalam pengembangan destinasi Ekowisata Mangrove Wonorejo yang berasal dari berbagai latar belakang, serta terdapat stakeholder yang menjadi penanggung jawab pada tujuan kepariwisataan maupun konservasi.
IDENTIFIKASI TAHAPAN PENGEMBANGAN COMMUNITY BASED TOURISM DAN KERJASAMA ANTAR KOMUNITAS PADA DESA WISATA KEMBANG KUNING DAN TETEBATU NTB Annisa Lazuardina; Shabrina Amalia Ghassani; Lalu Syafril Rahmadio; Zaki Alif Ramadhani
Warta Pariwisata Vol 20 No 2 (2022):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2022.20.2.04

Abstract

Lombok is a Super Priority Destination for development by the Ministry of Tourism. The Tourism Village Program is also another priority in developing a destination so that people can have income without migrating to other areas. The Tourism Villages of Kembang Kuning and Tetebatu are pilot villages and both have entrances to Mount Rinjani and Swallow's Nest Waterfall. The system used by the two Tourism Villages is bottom-up so that people's awareness of tourism has grown and is well developed. Starting from the management of homestays, BumDes and also coordination between the communities has been good. In this study, the stages of the tourism village will be identified using Community Based Tourism theory to assess the impact and effectiveness of the tourism village. With the award for Tetebatu Tourism Village from UNWTO as the Best Tourism Village, this research is worth doing because the stages that have been carried out can be recorded and become best practice for villages that want to develop the concept of a tourism village using Community Based Tourism.
PENGEMBANGAN AGROWISATA BERKELANJUTAN DI SEIN FARM (SEKEMALA INTEGRATED FARM) KOTA BANDUNG Muhammad Fakhri Ramadhan; Muhammad Najih Fasya
Warta Pariwisata Vol 20 No 2 (2022):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2022.20.2.05

Abstract

Development of the tourist industry in the Ujungberung District of Bandung City is focused on the Sein Farm's agrotourism concept (Sekemala Integrated Farm). According to the circumstances, there are issues with the implementation of commercial tourism, outreach, and education activities due to Covid-19 limitations, the lack of an integrated information system, a relatively small marketing scale, as well as the location of Sein Farm's limited accessibility by public transportation. The idea of integrated and sustainable agriculture is then examined using SWOT analysis, social, economic, and environmental analysis, and tourism activity analysis. The outcomes of these analyses are used to establish future strategy for the Sein Farm location.
IDENTIFIKASI POTENSI GASTRONOMY TOURISM DI KOTA MALANG Shabrina Amalia Ghassani
Warta Pariwisata Vol 20 No 2 (2022):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2022.20.2.03

Abstract

Perkembangan makanan dan minuman yang ada pada suatu daerah tidak lepas kaitannya dengan destinasi wisata yang ada pada daerah tersebut dan potensi untuk pengembangan lebih lanjut menjadi wsata kuliner atau bahkan gastronomy tourism. Kota Malang sebagai destinasi wisata memberikan pengaruh pada perkembangan makanan dan minuman yang diolah dan menjadi komoditas perdagangan. Kuliner Kota Malang memiliki kekhasan tersendiri dan banyak tempat makan yang telah berdiri sejak berpuluh tahun lamanya. Keterkaitannya dengan banyak destinasi wisata yang ada di Kota Malang memberikan potensi untuk pengembangan gastronomy tourism, ditambah dengan nilai historis yang ada pada makanan atau tempat makan tersebut. Kota Malang belum memiliki paket atau panduan kuliner yang terintegrasi untuk wisatawan sehingga wisatawan harus mencari informasi sendiri dari internet yang seringkali kurang mengangkat aspek yang penting terkait dengan gastronomy tourism. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kuliner khas Kota Malang yang memiliki potensi untuk pengembangan gastronomy tourism di Kota Malang sehingga dapat memperkaya destinasi wisata yang ada dan mendukung pariwisata di Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif terhadap data berupa literatur yang didapatkan dari artikel yang membahas tema selaras. Selain itu dilakukan analisis terhadap pengembangan gastronomy tourism sesuai dengan teori yang berkembang. Hasil penelitian adalah Kota Malang berpotensi untuk dikembangkan menjadi gastronomy tourism terkait dengan banyaknya kuliner yang memiliki nilai historis dan didukung dengan banyaknya daya tarik wisata yang tersebar di seluruh Kota Malang. Pengembangan gastronomy tourism tersebut dapat memberikan dampak positif pada destinasi wisata Kota Malang, sehingga diperlukan adanya integrasi antara gastronomy tourism dan destinasi wisata yang didukung oleh stakeholder terkait.
Walking Tour sebagai Strategi Pengembangan Wisata Perkotaan Lintang Annisa
Warta Pariwisata Vol 21 No 1 (2023):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2023.21.1.01

Abstract

Walking tour is a fundamental tourism activity. Nowadays, it develops along with the shifting tourism pattern from fast tourism to slow tourism. This journal analyzes the definition of walking tour as well as its benefits as the development strategy of urban tourism. The literatures review contributes to define the walking tour, types of walking tour, and the concept of walking tour to be further taken into consideration in developing the urban tourism
Pariwisata Inklusif dalam Pemajuan HAM Mira Maharani
Warta Pariwisata Vol 21 No 1 (2023):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2023.21.1.02

Abstract

Bertepatan pada bulan Desember ini dengan diperingatinya hari Hak Asasi Manusia (HAM) serta Hari Peringatan Disabilitas, nampaknya jadi momentum penting dalam mempersiapkan, membangun dan meningkatkan pariwisata inklusif mengingat salah satu prioritas dari pemerintahan ialah adanya inspeksi mengenai dilindunginya serta dipenuhinya HAM untuk para kelompok rentan. Pada perkembangannya pariwisata inklusif ini dikaitkan dengan konsep pariwisata 4A serta konsep dari dimensi kota inklusif, dimana keduanya dikaitkan menjadi satu simpulan yang dapat dijadikan sebuah referensi dalam pemajuan ham di pariwisata inklusif.
Peran Local Champion dalam Pengembangan Community Based Tourism di Desa Ponggok, Klaten Melati Fitra Aziza; Bangga Prameswara
Warta Pariwisata Vol 21 No 1 (2023):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2023.21.1.05

Abstract

Desa ponggok yang terletak di Klaten-Jawa Tengah ialah salah satu desa yang pernah dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik Nasional tahun 2017 lalu pada kategori Pemberdayaan Masyarakat dari Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, selain itu dinobatkan juga sebagai salah satu desa terkaya di Indonesia dengan penghasialn mencapai 14.5 milyar pada tahun 2019 (goodnewsindonesia.com) tentunya prestasi tersebut tidak lepas dari peran local champion desa ponggok, berkat inisiasi dari local champion desa ponggok menjadi sangat sukses dan mensejahterakan masyarakatnya, desa ponggok juga memberlakukan community based tourism, masyarakat lokal tidak hanya sebagai penonton, melainkan sebagai pelaku wisata serta menikmati dampaknya secara langsung, artikel ini membahas tentang peran local champion dilihat dari konsep TALC butler (1980), menganalisis setiap fase perkembangan pariwisata desa Ponggok serta keterlibatan local champion di dalamnya, selain itu  membagi peran local champion menjadi 3 (tiga) kategori yaitu  fasilitator, mediator dan mobilisator
Penerapan Community-Based Tourism di Desa Budo, Kabupaten Minahasa Utara Amelya Navratilova; Geraldine C. D Podung; Jasho E. A Kalampung
Warta Pariwisata Vol 21 No 1 (2023):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2023.21.1.03

Abstract

Budo Tourism Village is located in North Minahasa Regency, North Sulawesi. This tourist village which is included in the top 50 at the 2022 Indonesian Tourism Village Award (ADWI) has tourism potential in the form of natural and cultural attractions. The Budo Tourism Village was initiated by the village community by working with the government and academics to develop their tourism potential into tourist attractions and encourage the formation of tourist destinations which then gave birth to tourism activities whose management is carried out by the community (community-based tourism). The research was conducted to determine how far the implementation of Community-Based Tourism was carried out in the Budo Tourism Village based on the 10 stages of Community-Based Tourism Development.
Peran Stakeholder terhadap Pengembangan Destinasi Ekowisata Mangrove Siak Nurul Asyifa; Suhirman Suhirman
Warta Pariwisata Vol 21 No 1 (2023):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2023.21.1.04

Abstract

Siak Sri Indrapura merupakan salah satu Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) di Provinsi Riau berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) Tahun 2010-2025. Program unggulan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Siak dan Pemerintah Provinsi Riau adalah pengembangan kepariwisataan. Ekowisata mangrove atau bakau merupakan salah satu cara dalam mendukung status Kota Hijau yang sedang diterapkan di Kabupaten Siak. Kabupaten Siak memiliki 3 (tiga) destinasi ekowisata mangrove antara lain Ekowisata Mangrove Rawa Mekar Jaya, Ekowisata Mangrove Sungai Rawa, dan Ekowisata Mangrove Mengkapan. Artikel ini menjelaskan bahwa pengembangan kepranataan destinasi wisata merupakan bagian yang melekat dari pengembangan destinasi Ekowisata Mangrove Siak. Hal ini ditandai dengan peran-peran dari para stakeholder yang sangat berpengaruh bagi pengembangan pariwisata ini. Penelitian ini menganalisis aspek kepranataan yang berperan dalam pengembangan destinasi Ekowisata Mangrove Siak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis Social Network Analysis (SNA).