cover
Contact Name
HENNY SYAPITRI
Contact Email
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Phone
+6285370854773
Journal Mail Official
fitri.apriyulida@yahoo.com
Editorial Address
Jln. Kapten Muslim No.79 Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Mutiara Elektromedik
ISSN : ""     EISSN : 26147963     DOI : https://doi.org/10.51544/elektromedik.v6i1
Core Subject : Engineering,
Focus : Jurnal Mutiara Elektromedik yang memuat hasil penelitian tentang kajian keilmuan Teknologi Elektromedik Scope : Teknologi Elektromedik, Teknik Elektro, Teknologi Radiologi Pencitraan, Teknologi Instrumentasi, Fisika medis, Rekam Medis dan Sistem Informasi Kesehatan
Articles 143 Documents
ANALISA PEMELIHARAAN PREVENTIF PADA ALAT HEMODIALISA (FRESENIUS) DI UPTD RS DATU BERU TAKENGON ULINA, SRI; ISTARA , FAJAR; DABUKKE, HOTROMASARI; PRIMASYUKRA, MHD. ALDI
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v9i1.6196

Abstract

Latar belakang: Hemodialisa adalah proses pembersihan darah dari zat-zat terlarut yang tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia atau toksin melalui proses penyaringan di luar tubuh manusia yang sisebabkan karena filtrasi pada ginjal yang tidak berfungsi. Pemeliharaan preventif merupakan langkah strategis untuk memastikan keandalan dan performa mesin hemodialisa dalam jangka panjang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan prosedur pemeliharaan preventif pada mesin hemodialisa (fresenius). Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. . Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pemeliharaan preventif secara berkala dapat mengurangi resiko kerusakan mendadak hingga 30% dan meningkatkan umur operasional mesin hingga 20%. Simpulan: Penelitian ini menegaskan pentingnya pemeliharaan preventif untuk menjamin keselamatan pasien, efisiensi operasional, dan penghematan biaya perawatan jangka panjang.
ANALISA UJI FUNGSI ALAT HBA1C PRIMASYUKRA, MHD. ALDI; HASIBUAN , GERRY VERNANDO VELDERICK; SITUMORANG , HAROLD; SIJABAT, SALOMO
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v9i1.6198

Abstract

Latar belakang: HbA1c terbentuk ketika gula darah (glukosa) berikatan dengan hemoglobin (protein dalam sel darah merah). Ikatan ini sangat kuat sehingga HbA1c dapat bertahan di dalam sel darah merah hingga 3 bulan. Jumlah HbA1c yang pembentukan HbA1c dipengaruhi langsung oleh kadar gula darah. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan HbA1c dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai rata-rata kadar gula darah dalam kurun waktu sekitar tiga bulan. Ketepatan alat uji HbA1c sangat penting untuk memastikan hasil pemeriksaan tersebut dapat diandalkan Tujuan: Uji Fungsi Alat Hba1c Studi Kasus Pada PT. Elsi Seraya Makmur. Metode: Alat uji HbA1c harus memenuhi standar internasional untuk akurasi dan presisi. Standar internasional tersebut adalah standar dari International Federation of Clinical Chemistry and Laboratory Medicine (IFCC) dan National Glycohemoglobin Standardization Program (NGSP). Hasil : Uji fungsi alat HbA1c bertujuan untuk mengevaluasi kinerja alat dalam hal ketepatan hasil (akurasi) dan ketelitian hasil (presisi) dibandingkan dengan nilai referensi yang telah ditetapkan. Simpulan : Uji fungsi alat HbA1c dilakukan secara berkala untuk memantau kinerja alat dan memastikan bahwa hasil pemeriksaan yang dihasilkan tetap akurat dan dapat dipercaya.
RANCANG BANGUN ALAT PORTABLE WARMER CABINET BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO R3 ZENDRATO, JOFAN RESTU JUA PUTRA; DABUKKE, HOTROMASARI; ULINA, SRI; PRIMASYUKRA, MHD. ALDI
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v9i1.6199

Abstract

Latar belakang: Portable warmer cabinet dirancang untuk memenuhi kebutuhan pemanasan cairan infus secara efisien, ringan, dan praktis di berbagai kondisi. Alat ini bertujuan untuk memastikan suhu cairan infus hangat sebelum di berikan kepada pasien tetap steril dan menjadi Solusi dalam mengatasi hipotermia, serta siap digunakan tanpa memerlukan alat pemanas besar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat portable warmer cabinet yang berukuran kecil atau efesien berbasis mikrokontroler Arduino uno R3, menggunakan sensor DS18B20, relay, heater dan LCD 16x2 I2C sebagai layar monitor. Metode: Pendekatan eksperimen digunakan dalam penelitian ini, dengan data kuantitatif diperoleh dari pengukuran suhu, waktu pemanasan, dan konsumsi daya. Analisis naratif menggambarkan proses perancangan, pengembangan, dan pengujian alat. Hasil: Alat ini mampu menjaga suhu antara 37–50°C dengan deviasi ±0.5°C. Waktu pemanasan rata-rata adalah 8 menit untuk mencapai suhu optimal, dengan konsumsi daya 50 watt. Simpulan: Portable warmer cabinet yang dirancang berhasil memenuhi kebutuhan akan alat pemanas praktis dan efisien untuk aplikasi medis.
RANCANG BANGUN PEMANTAUAN SUHU PADA ALAT INFUSION WARMER CABINET PORTABLE BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO HALAWA, TOMI SAPUTRA; SITUMORANG, HAROLD; DABUKKE, HOTROMASARI; ABDILLAH, KHAIRIL
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v9i1.6200

Abstract

Latar Belakang: Infusion Warmer Cabinet adalah perangkat medis untuk menghangatkan cairan infus sebelum diberikan ke pasien. Penelitian ini merancang sistem pemantauan suhu dengan sensor DS18B20 dan mikrokontroler Arduino Uno. Suhu ditampilkan pada LCD 16x2, dikendalikan oleh relay, dan diatur dengan tombol tekan. Pengujian menunjukkan sistem mampu memantau suhu dengan tingkat kesalahan rendah, menjadikannya alternatif perangkat pemantau penghangat infus. Tujuan: Membuat rancang bangun pemantauan suhu pada alat penghangat cairan infus atau warmer cabinet portable berbasis mikrokontroler Arduino uno dengan inovasi memiliki sistem pemantauan, memiliki ukuran yang portable, dan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan alat warmer cabinet / penghangat cairan infus yang sudah di jual belikan. Metode Penelitian ini menerapkan pendekatan eksperimen, dimana data kuantitatif dikumpulkan melalui pengukuran suhu, durasi pemanasan.analisis naratif digunakan untuk mendeskripsikan proses perancangan, pengembang. Hasil: Perangkat ini dapat memantau suhu ruang cabinet samapai 70°C dengan toleransi deviasi ±0,5°C. Rata-rata waktu yang diperlukan untuk mencapai suhu optimal adalah 8 menit. Simpulan: Alat Pemantauan suhu pada warmer cabinet portable yang telah dirancang berhasil memenuhi kebutuhan akan alat pemantau pemanas praktis dan efisien untuk aplikasi medis.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN MANAJEMEN PERALATAN MEDIS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI TENAGA KESEHATAN Muh Hafid Alkarim; Eko Nugroho; Ipin Prasojo; Setyo Adi Nugroho
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v9i1.6323

Abstract

Peralatan Peralatan kesehatan merupakan komponen penting dalam peningkatan mutu pelayanan, sehingga diperlukan manajemen yang baik untuk menjamin keamanan dan efisiensi penggunaannya. Pengelolaan yang kurang tepat dapat menurunkan kualitas layanan dan membahayakan pasien, sehingga diperlukan intervensi edukasi berupa penyuluhan bagi tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penyuluhan manajemen peralatan medis dalam menurunkan kesalahan pengelolaan di Puskesmas Jayengan Surakarta. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental pre-post test one group tanpa kontrol dengan sampel total 30 tenaga kerja. Intervensi berupa penyuluhan selama 1 jam meliputi perencanaan, pengoperasian, pemeliharaan, kalibrasi, dan penghapusan peralatan. Instrumen berupa kuesioner 15 soal pre-test dan post-test, dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil menunjukkan rata-rata kesalahan menurun dari 3,03 menjadi 0,83 atau sebesar 72,5%, dengan p-value = 0,0000 yang menandakan perbedaan signifikan. Dengan demikian, penyuluhan manajemen peralatan medis terbukti efektif meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dan disarankan dilakukan rutin sebagai pengabdian masyarakat untuk mendukung mutu pelayanan.
AUDIT RISIKO KALIBRASI ALAT INFUS DAN SYRINGE MELALUI FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS Abd Rahim; Surakusumah, Rino Ferdian; Nik Bulyamin, Nik Zaidi
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v9i1.6324

Abstract

Latar belakang: Infusion pump dan syringe pump merupakan perangkat medis kritis yang digunakan untuk pemberian cairan atau obat secara presisi kepada pasien. Kalibrasi secara berkala sangat penting untuk memastikan keakuratan dan keselamatan penggunaan alat. Namun, di beberapa fasilitas kesehatan di Malaysia, proses kalibrasi belum sepenuhnya mengikuti standar internasional, yang dapat berdampak pada mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Tujuan: untuk menganalisis permasalahan dalam proses kalibrasi infusion pump dan syringe pump menggunakan pendekatan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), serta memberikan rekomendasi perbaikan yang relevan untuk meningkatkan mutu kalibrasi dan keselamatan pasien. Metode:menggunakan desain deskriptif observasional melalui observasi lapangan di NIQ Engineering Sdn. Bhd., Malaysia, dan beberapa rumah sakit. Sampel terdiri dari 25 perangkat medis (15 infusion pump dan 10 syringe pump). Data dikumpulkan melalui pengukuran flow rate menggunakan Fluke IDA 4 Plus, uji oklusi, observasi lingkungan menggunakan thermohygrometer, serta wawancara teknisi. Analisis dilakukan dengan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN) berdasarkan parameter Severity, Occurrence, dan Detection.. Hasil: menemukan beberapa permasalahan utama dalam proses kalibrasi, antara lain: penggunaan alat uji yang tidak tersertifikasi, penggunaan komponen tidak sesuai spesifikasi, ketiadaan SOP baku, serta kesalahan teknis oleh teknisi yang belum tersertifikasi. Nilai RPN tertinggi diperoleh pada kesalahan pengaturan alat uji (RPN = 270) dan penggunaan komponen tidak standar (RPN = 252). Kesimpulan: Penerapan standar ISO/IEC 17025, pelatihan teknisi yang berkelanjutan, audit independen, serta digitalisasi pencatatan kalibrasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan keamanan proses kalibrasi. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan keselamatan pasien, edukasi teknisi elektromedis, dan perbaikan mutu layanan rumah sakit secara menyeluruh.
ANALISIS PENGUJIAN ARUS BOCOR PADA PASIEN MONITOR BERDASARKAN METODE STANDAR IEC 62353:2014 Akbar, Muhammad Imamul; Surakusumah, Rino Ferdian; Nik Bulyamin, Nik Zaidi
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v9i1.6330

Abstract

Latar belakang: Keselamatan listrik pada peralatan medis merupakan aspek yang sangat krusial karena berhubungan langsung dengan perlindungan pasien dan tenaga medis. Arus bocor, meskipun kecil, dapat menimbulkan risiko kejutan listrik yang berbahaya. Oleh sebab itu, diperlukan standar internasional dalam pengujian keselamatan listrik, salah satunya IEC 62353, yang memberikan pedoman praktis dalam pemeriksaan rutin perangkat medis di lapangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan metode pengujian arus bocor pada pasien monitor berdasarkan standar IEC 62353, serta memberikan rekomendasi metode yang paling sesuai dalam menjamin keselamatan listrik peralatan medis. Metode: menggunakan desain eksperimental dengan pengujian pada dua unit pasien monitor, yaitu Dinamap PRO400V2 dan Nihon Kohden. Instrumen yang digunakan adalah Electrical Safety Analyzer Bender UNIMET 810ST. Tiga metode utama dari IEC 62353 diterapkan, yaitu metode Langsung (Direct), Alternatif (Alternative), dan Diferensial (Differential). Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan nilai arus bocor terhadap ambang batas standar. Hasil: Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh nilai arus bocor masih berada di bawah batas maksimum IEC 62353, yakni 500 µA untuk metode Langsung dan Diferensial, serta 1000 µA untuk metode Alternatif. Analisis menunjukkan bahwa metode Diferensial lebih sensitif, metode Langsung lebih stabil, sedangkan metode Alternatif dapat digunakan untuk peralatan dalam kondisi tidak aktif. Kesimpulan: Pengujian menggunakan standar IEC 62353 terbukti efektif dalam memastikan keselamatan listrik pasien monitor. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam peningkatan kompetensi tenaga elektromedis dan upaya pemeliharaan peralatan medis agar tetap aman, andal, dan sesuai standar internasional.  
ANALISA PEMELIHARAAN KOREKTIF PADA ALAT INFUS PUMP Ulina, Sri; Khalid, Idham; Primasyukra, Mhd. Aldi; Dabukke, Hotromasari
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v8i2.5515

Abstract

Perangkat pompa infus di Rumah Sakit Universitas Sumatre Utara penelitian ini dilakukan untuk mengetahui masalah perbaikan pada pompa infus. Corrective maintenance adalah tindakan pemeliharaan yang dilakukan untuk mengatasi kerusakan atau kemacetan yang terjadi berulang kali kemudian melakukan tindakan korektif pada alat. Pompa infus adalah peralatan medis yang digunakan untuk menyediakan zat elektroloit tambahan berupa cairan yang disuntikkan ke dalam tubuh pasien dalam jumlah tertentu melalui pembuluh darah. Masalah pompa infus adalah layar tampilan tidak menyala. Solusinya adalah dengan mengganti kabel, baterai lemah Solusinya adalah dengan mengganti baterai baru, sensor jatuh berbunyi dalam kondisi cairan normal Solusinya adalah dengan memperbaiki kabel konektor sensor jatuh. Hasil dan solusi penelitian yaitu pompa infus telah berfungsi dengan baik setelah diperiksa dan diperbaiki. Perawatan infus pompa harus rutin dan terjadwal untuk mencegah kerusakan sehingga masa pakai alat lama. Pengujian dan kalibrasi perangkat infus pompa, terutama pada parameter infus pompa, harus diperiksa secara rutin pada pompa infus.
RANCANG BANGUN SENSOR HC-SR04 PADA ALAT TERAPI INFRARED BERBASIS ARDUINO UNO SMD ATMEGA 328P Primasyukra, Mhd. Aldi; Siringoringo, Kevin Julian; Ulina, Sri; Soleha, Dewi
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v8i2.5516

Abstract

Alat terapi berbasis Arduino Uno dengan sensor ultrasonik HC-SR04 telah dirancang untuk mengatur penggunaan lampu Infrared berdasarkan jarak objek. Sistem ini bertujuan untuk mengaktifkan lampu jika objek berada dalam rentang 45-60 cm dari sensor, dan mematikannya serta mengaktifkan alarm secara real- time jika objek terlalu dekat. Sebaliknya, jika objek terlalu jauh, sistem memberikan peringatan dengan delay 3 detik tanpa alarm real-time. Penelitian ini mencakup perancangan perangkat keras menggunakan Arduino Uno, sensor HC-SR04, LCD 16x2 I2C, dan modul relay, serta perancangan perangkat lunak menggunakan Arduino IDE untuk mengontrol dan memantau jarak objek. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mengenali objek dengan akurat dalam rentang yang ditentukan Lampu Infrared menyala ketika objek berada dalam jarak yang aman, sedangkan alarm berfungsi sebagai peringatan jika objek terlalu dekat dengan sensor. Penggunaan sensor HC-SR04 dalam aplikasi ini terbukti efektif untuk keamanan dan pengaturan otomatis, meningkatkan responsivitas sistem terhadap perubahan jarak objek secara langsung.
RANCANG BANGUN SENSOR SUHU PADA TIMBANGAN BAYI DIGITAL BERBASIS ARDUINO UNO DI LABORATORIUM ELEKTRONIKA UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA Zalukhu, Yaman Anto; Situmorang, Harold; Dabukke, Hotromasari; Abdillah, Khairil
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v8i2.5517

Abstract

Timbangan bayi adalah alat yang digunakan untuk mengukur berat bayi yang baru lahir. Komponen utama timbangan bayi digital antara lain sensor MLX90614 GY 906 yang berfungsi untuk mengukur suhu objek tubuh bayi pada timbangan bayi digital. Sensor suhu yang kami gunakan menggunakan Arduino Uno, sensor suhu LCD (liquid crystal display) MLX90614 GY 906 yang kami rancang menggunakan Arduino Uno dan terdiri dari komponen LCD 16 x 2, sensor suhu dan buzzer. LCD berfungsi untuk menampilkan hasil pengukuran suhu tubuh bayi, bel akan berbunyi secara bersamaan saat proses pengukuran suhu tubuh bayi memasuki layar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor suhu MLX90614 GY 906 yang dipasang pada timbangan bayi digital berfungsi dengan baik dan memenuhi standar toleransi kesalahan 5% tetapi memiliki kesalahan rata-rata 8%, masih berfungsi meskipun Arduino uno telah dihidupkan. Alat ini masih memiliki error rate yang tinggi yaitu error 5%, error rata-rata 8% harus sedikit dikoreksi dari pemrograman agar mendapatkan hasil yang akurat atau setidaknya memiliki error rate sebesar 5% Dan pada penempatan GY 906 MLX90614 masih belum tepat karena ditempatkan di tepi timbangan bayi digital. Harapan saya adalah desainer berikutnya dapat meningkatkan akurasi dan memaksimalkan penempatan sensor suhu MLX90614 GY 906 untuk menghasilkan hasil yang akurat).