cover
Contact Name
I Gede Yoga Permana
Contact Email
jurnalprabavidya@gmail.com
Phone
+6287762000182
Journal Mail Official
jurnalprabavidya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pulau Timor Nomor 24 Banyuning, Buleleng, Bali.
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Prabha Vidya
ISSN : -     EISSN : 28291964     DOI : https://doi.org/10.36663
Fokus dan ruang lingkup Praba Vidya adalah Ilmu Komunikasi, meliputi kajian media dan jurnalistik, kajian audio broadcasting serta audiovisual, kajian kehumasan, dan kajian periklanan yang beraitan dengan Agama Hindu. Namun tidak menutup untuk kajian-kajian yang berkaitan dengan ilmu komunikasi lainnya seperti desain komunikasi visual, komunikasi pemasaran, komunikasi kesehatan, psikologi komunikasi, dan sosiologi komunikasi.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2023)" : 6 Documents clear
Eksistensi Pura Taman Sari di Tengah Perkembangan Lingkungan Sosial Masyarakat di Kelurahan Kampung Baru Singaraja I Gede Harja Subrata
Prabha Vidya Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura merupakan tempat suci agama Hindu yang berfungsi untuk memuja Ida Sanghyang Widi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa dalam berbagai aspeknya. Masyarakat di Bali dalam menata lingkunggannya menerapkan ideologi Tri Hita Karana, yang terdiri dari Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejarah Pura Taman Sari, mengkaji pengaruh Sosial lingkungan masyarakat; dan mengkaji fungsi makna yang terkandung dalam Pura Taman Sari terhadap perkembangan lingkungan Sosial Masyarakat di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Metode dalam penelitian ini dengan metode kualitatif dan penentuan informan melalaui snowball serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan pengamatan atau observasi. Hasil penelitian menunjukkan pura Taman Sari sebelumnya bernama Pura Gerojogan dengan bangunan gedong yang berbentuk Stufa diyakini dibangun oleh para pedagang Tiongkok yang beragama Budha selanjutnya menjadi cikal bakal stana Ratu Dewa Ayu Sarining Amerta. Tahun 1960 pura ini mengalami perombakan dan setelah dipugar itulah, nama Pura Gerojogan berganti nama menjadi Pura Taman Sari, dan terus mengalami perubahan seperti sekarang, dengan total palinggih ada 33 buah. Pengaruh sosial terhadap lingkungan masyarakat di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, dilihat dari, struktur palemahan dimana Pura Taman Sari kewenangannya berada dalam pengelolaan pura berada di aspek adat yang dipimpin secara langsung oleh Prajuru atau klian Pura yang diempon atau bertanggungjawab oleh enam masyarakat desa adat, diantaranya: Kaliuntu, Kayubuntil, Kampung Anyar, Kebon, Widia Sari dan Tambak Sari. Di lihat dari struktur pelingih terkait penataan layout Pura Taman Sari dengan struktur denah bahwa secara khusus Pura Taman Sari terbagi menjadi ri atau tiga (3) mandala yaitu Nista mandala pura Taman Sari yang langsung sebagai tempat parkir; Madia mandala dan Utama mandala. Fungsi Pura Taman Sri terhadap lingkungan Sosial Masyarakat di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, dimana fungsi Pura Taman Sari terhadap lingkungan sosial masyarakat Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, diantaranya: fungsi religi dan fungsi ekonomi dan sosial Lingkungan Masyarakat Pura Taman Sari. Sedangkan makna Pura Taman Sari, adalah: makna teologis, makna estetika, dan makna kesejahteraan.
Tradisi Upacara Magebyog di Desa Adat Ularan Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng Ni Nyoman Mastiningsih
Prabha Vidya Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi 1). Apa yang dimaksud dengan Tradisi Upacara Magebyok?, 2). Apa Fungsi Magebyok?, dan 3). Bagaimana Pelaksanaan Tradisi Upacara Megebyog di Desa Adat Ularan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng? Penulisan skripsi ini digunakan metode observasi partisipan, metode kepustakaan, metode wawancara, dan medode dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Dalam hal ini wawancara dilakukan dengan informan serta penulis meneliti secara langsung pelaksanaan Tradisi Upacara Megebyog ini, selain itu penggunaan buku-buku serta literature lainnya juga dipakai dalam penulisan skripsi ini. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriftif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Teori Religi, Teori Fungsional Struktural, Teori Nilai. Adapun fungsi secara umum dari pelaksanaan Tradisi Upacara Megebyog pada Tilem Sasih Keenem di Desa Adat Ularan, adalah sebagai berikut :1)Fungsi Keharmonisan, 2) Fungsi Kesucian, 3) Fungsi Sosial, 4) Fungsi Religius, 5) Fungsi Budaya. Tradisi Upacara Megebyog di Desa Adat Ularan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng terdapat beberapa nilai-nilai pendidikan, seperti : 1) Nilai Sradha, 2) Nilai Tattwa, 3) Nilai Etika, 4) Nilai Estetika, 5) Nilai kedamaian (shanti), 6) Nilai Sosial Masyarakat.
Kepemimpinan Tradisional Desa Adat Tigawasa Dewa Nyoman Sucita
Prabha Vidya Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui sistem kepemimpinan tradisional/kepemimpinan adat desa Tigawasa, Kabupaten Buleleng, yang masih dipertahankan sampai saat ini. Dalam merampungkan penelitian ini digunakan beberapa metode. Dalam menentukan informan digunakan teknik snowball sampling; untuk mendapatkan data digunakan metode wawancara dan pencatatan dokumen.dan untuk mengnalisis data digunakan metode deskritif kualitatif. Berdasarkan analisis data, maka hasil penelitian yang didapat sebagai berikut: 1). Tatacara pemilihan prajuru adat desa Tigawasa menggunakan sistem Maulu Apad atau sistem ririgan; 2). Struktur pengurus Prajuru adat Tigawasa, terdiri dari 5 jenjang, yaitu Kebahan (Kebahan Duuran dan Kebahan Tebenan), Pasek (Pasekan Duuran dan Pasek Tebenan), Takin (Takin Duuran dan Takin Tebenan), Pemurakan (Pemurakan Duuran dan Pemurakan Tebenan dan yang terakhir Kelihan Adat; 3), Hak dan kewajiban prajuru adat antara lain: menjalankan hasil keputusan rapat desa, mengatur warga desa agar berperilaku sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku, mengkoordinir setiap pelaksanaan upacara di tingkat desa, menjadi saksi dalam upacara perkawinan, menjadi juru bicara bagi warga yang memerlukan informasi tentang desa Tigawasa, mengambil keputusan dalam setiap paruman desa, mengelola hak milik desa Adat Tigawasa dan membersihkan sekaligus menghias bangunan-bangunan Kahyangan desa dalam setiap diadakan upacara/pujawali.
Pura Yeh Lesung di Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng I Wayan Gara
Prabha Vidya Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal usul Pura Yeh Lesung, bentuk Pura Yeh Lesung, fungsi Pura Yeh Lesung, dan nilai Pura Yeh Lesung. Untuk mencapai tujuan itu digunakan beberapa metode kualitatif dan beberapa teori yang terdiri dari: 1) Metode wawancara (interview), 2) Metode Observasi dan metode pelengkapnya menggunakan 3) metode pencatatan dokumen. Teori yang digunakan diantaranya: 1) Teori Religi, 2) Teori Fungsional Sruktural, 3) Teori Interaksi Simbolik, 4) Teori Komunikasi Kontekstual, dan 5) Teori Komunikasi Verbal dan Non Verbal. Keberadaan Pura Yeh Lesung sangat erat kaitannya dengan sejarah Desa Bulian. Berawal dari seorang putri, cucu Ugrasena yang kemudian diangkat menjadi ratu bernama Sri Subhadrika Darmadewi. Beliau menikah dengan seorang panglima perang, putra dari Sri Kesari bernama Tabanendra Warmadewa. Pangkal asal-usul dibangunnya PuraYeh Lesung untuk menghormati para raja yang pernah tinggal di Banyubuah. Pura Yeh Lesung yang pernah dijadikan tempat kerajaan sebagai perbentengan dan pertahanan. Pura Yeh Lesung terdiri atas dua halaman (Dwi Mandala) yang terdiri atas: jaba pisan (halaman luar) dan jeroan (halaman dalam) yang melambangkan alam atas (urdhah) dan alam bawah (adhah) yaitu akasa dan pertiwi. Pura Yeh Lesung berfungsi sebagai tempat melukat. Tirta yang ada pada Bulakan/lesung tersebut diyakini oleh masyarakat setempat mampu memberikan pengobatan. Pura Yeh Lesung mengandung nilai religiis, nilai sosial budaya, nilai pendidikan karakter, dan nilai kesenian.
Kombinasi Metode Diskusi Kelompok Dengan Cara Belajar Efektif Dan Efisien Pada Siswa SMK TI Global Singaraja Ni Wayan Seriasih
Prabha Vidya Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktifitas dan prestasi belajar pendidikan agama Hindu bagi siswa kelas X Multimedia SMK TI Bali Global Singaraja melalui penerapan metode diskusi kelompok yang dikombinasikan dengan bimbingan belajar yang efektif dan efesien. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi, analisis dan refleksi yang dilakukan di setiap siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X multimedia SMK TI Bali Global Singaraja pada semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 14 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktifitas belajar siswa dalam dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu pada siklus I sebesar 57% dan siklus II sebesar 83%, ini sudah melebihi target yang ditentukan yaitu sebesar 80%. Meningkatnya aktifitas belajar siswa tersebut berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari perbandingan hasil evaluasi pada siklus I dan II. Pada siklus I rata-rata kelas (Mean) sebesar 73,92,daya serap (DS) sebesar 73,92 dan ketuntasan belajar (KB) sebesar 50% peningkatan pada siklus II menjadi rata-rata kelas (Mean) 83,92, daya serap (DS) 83,92% dan ketuntasan belajarnya (KB) 100% dari target 80%. Berdasarkan analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian berhasil dan dapat dihentikan pada siklus II. Dengan demikian penerapan metode diskusi kelompok yang dikombinasikan dengan bimbingan cara belajar yang efektif dan efesien untuk meningkatkan aktifitas dan prestasi belajar pendidikan agama Hindu terhadap prestasi belajar pendidikan agama Hindu ternyata dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pada siswa kelas X Multimedia SMK TI Bali Global Singaraja tahun pelajaran 2020/2021.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe (STAD) Berlandasan Tat Twam Asi Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Passing Bola Voli I Ketut Agus Artha; I Putu Herry Widhi Andika; Kadek Arry Anderzen; Ketut Hendri Wijaya Kusuma
Prabha Vidya Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar teknik dasar passing bola voli melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD berlandasan Tat Twam Asi pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Busungbiu. Jenis penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas dengan bentuk guru sebagai peneliti, yang dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklusnya 2 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Busungbiu yang terdiri dari 31 orang siswa, yaitu 17 putra dan 14 putri. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata aktivitas belajar siswa adalah 7,81 dengan kategori aktif dan hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 79,41% dengan katagori baik. Sedangkan Pada siklus II, rata-rata aktivitas belajar siswa adalah 8,47 kategori aktif dan hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 100% katagori sangat baik. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar teknik dasar passing (bawah dan atas) bola voli mengalami peningkatan melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe STAD berlandaskan Tat Twam Asi. Oleh karena itu guru penjasorkes disarankan untuk dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, karena dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar teknik dasar passing bola voli.

Page 1 of 1 | Total Record : 6