cover
Contact Name
I Gede Yoga Permana
Contact Email
jurnalprabavidya@gmail.com
Phone
+6287762000182
Journal Mail Official
jurnalprabavidya@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pulau Timor Nomor 24 Banyuning, Buleleng, Bali.
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Prabha Vidya
ISSN : -     EISSN : 28291964     DOI : https://doi.org/10.36663
Fokus dan ruang lingkup Praba Vidya adalah Ilmu Komunikasi, meliputi kajian media dan jurnalistik, kajian audio broadcasting serta audiovisual, kajian kehumasan, dan kajian periklanan yang beraitan dengan Agama Hindu. Namun tidak menutup untuk kajian-kajian yang berkaitan dengan ilmu komunikasi lainnya seperti desain komunikasi visual, komunikasi pemasaran, komunikasi kesehatan, psikologi komunikasi, dan sosiologi komunikasi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023)" : 5 Documents clear
Pasraman Non-formal Semara Ratih Dalam Penanaman Nilai Sosial Budaya Komunikasi Keagamaan Hindu Desa Tukadmungga Kadek Widiada; I Wayan Gara; Dewa Nyoman Sucita
Prabha Vidya Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan arus teknologi memiliki dampak negatif terhadap perkembangan karakter masyarakat khususnya anak-anak dan remaja. Untuk itu diperlukan adanya suatu lembaga pendidikan Hindu yang memberikan pembinaan karakter sosial budaya masyarakat Hindu sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdiri, materi pelajaran yang diajarkan, dan metode pembelajaran yang diterapkan di Pasraman non-formal Semara Ratih dalam kaitannya dengan penanaman nilai sosial budaya komunikasi keagamaan Hindu pada masyarakat sekitar desa. Penelitian ini dilakukan di Pasraman non-formal Semara Ratih di Desa Tukadmungga dan yang menjadi subyek penelitian adalah peserta didik pasraman. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil sebagai berikut. 1) Sejarah menunjukkan bahwa pasraman ini merupakan sebuah lembaga pendidikan non-formal yang didirikan sebagai proses pembelajaran lanjutan dari sekolah formal. 2) Materi pelajaran yang diajarkan adalah materi keagamaan Hindu yang mengacu pada konsep Tri Kerangka Dasar Agama Hindu. 3) Metode pembelajaran yang diterapkan disesuaikan dengan jenis pelajaran yang diajarkan. Dalam ketiga aspek hasil analisis data tersebut, ditemukan adanya proses komunikasi sosial budaya keagamaan Hindu baik secara verbal maupun non-verbal yang merupakan terapan dari teori Harold Lasswell.
Peran Media Sosial Youtube dan Facebook Terhadap Peningkatan Minat Sosial Budaya Hindu di Kabupaten Buleleng Dewa Agus Made Januartha; Luh Asli; Ni Wayan Putri Despitasari
Prabha Vidya Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial memiliki peran yang efektif dalam membuka wawasan masyarakat Indonesia dengan akselerasi digital secara cepat di semua sektor termasuk sosial dan budaya, sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) yang berisikan tentang arah prioritas pembangunan Iptek untuk jangka waktu 28 Tahun 2017-2045. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, mengumpulkan data primer melalui wawancara dengan tehnik purposive sampling, didukung data sekunder google form dengan skala likert, observasi ditambah sumber dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Youtube dan Facebook memiliki peranan bineri terhadap sosial budaya Hindu, peran dengan efek positif lebih mendominasi terutama sebagai media hiburan, media promosi dan media edukasi. Peran Youtube dan Facebook yang positif mampu meningkatkan minat sosial budaya Hindu masyarakat di Kabupaten Buleleng dari kurang tahu menjadi lebih tahu, meningkat menjadi mengerti dan sebagian yang mengerti mulai mengimplementasikannya langsung pada kehidupan sehari-hari.
Peran Media Sosial dalam Menyebarluaskan Nilai-Nilai Sosial Budaya Hindu pada Generasi Muda Banjar Paketan, Buleleng, Bali Putra Yasa, Putu Novantara; Suarnaya, I Putu; Suastini, Ni Nyoman
Prabha Vidya Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Peran Media Sosial dalam Menyebarluaskan Nilai-Nilai Sosial Budaya Hindu merupakan penelitian yang menggunakan rancangan penelitian korelasional. Dalam Penelitian ini variabel yang diteliti sebagai Objek penelitian adalah media sosial dan nilai nilai sosial budaya Hindu. Subyek penelitian ini adalah Generasi Muda dalam hal ini adalah Siswa atau Siswi SMA/SMK negeri ataupun swasta yang beragama Hindu dan berdomisili di Banjar Paketan. Dalam menentukan populasi, peneliti menggunakan teknik sampling jenuh dimana seluruh populasi diberikan kesempatan menjadi responden dalam penelitian ini, dimana jumlah respondenya berjumlah 30 orang Generasi Muda Hindu yang berstatus sebagai pelajar atau siswa atau siswi SMA/SMK negeri atau swasta. Kuisioner merupakan instrument yang dipergunakan dalam pegumpulan data penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kusioner dan analisis data menggunan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa variabel peran media sosial (X) dengan variabel penyebarluasan nilai nilai sosial budaya Hindu (Y) nilai signifikansinya adalah 0.001 < dari 0.05, yang artinya ada hubungan signifikan antara peran media sosial dengan nilai-nilai sosial budaya Hindu. Nilai koefisien korelatifnya sebesar 0.635.
Tradisi Ngoncang dalam Upacara Pitra Yadnya di Desa Jinengdalem dalam Perspektif Komunikasi Budaya Hindu Suparta, Kadek; Gara, I Wayan; Ngurah Diatmika, Dewa Gede
Prabha Vidya Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buleleng memiliki tradisi yang khas yang dilakukan turun temurun oleh masyarakatnya, khususnya di Desa Adat Alap Sari Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, yaitu tradisi Ngoncang. Tradisi adat ngoncang merupakan salah satu tradisi yang masih tumbuh dan hidup di dalam kehidupan masyarakat Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Dalam hal ini ngoncang diartikan bahwa kegiatan adat yang dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari lima sampai enam orang dalam satu kelompoknya, yang dilakukan dengan cara memukulkan elu (batang kayu berbentuk bulat memanjang) kedalam ketungan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, mengumpulkan data primer melalui wawancara dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan dilanjutkan dengan teknik Snowball Sampling. Hasil penelitian menunjukkan sejarah atau landasan dilaksanakanya tradisi ini adalah untuk menghubungkan informasi kepada leluhur serta kepada masyarakat sekitar terkait pelaksanaan upacara pitra yadnya banten mebekel di jalan atau di sebut mebea. Pelaksanaan dari tradisi Ngoncang ini adalah dilakukan setiap ada orang meninggal dan di buatkan banten mebea/ Ngaben. Seiring perkembangan zaman hingga memasuki zaman modern seperti ini, tradisi ngoncang masih tetap dilakukan oleh masyarakat setempat untuk menjaga dresta yang ada di Desa Jinengdalem. Tradisi ini kaya akan nilai­-nilai yang sifatnya spiritual maupun sosial yang bisa diwariskan pada generasi muda.
Tradisi Ngamuk-Amukan di Desa Padang Bulia, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng (Studi Komunikasi) Putri Utami, Putu Myra; Seriasih, Ni Wayan; Legawa, I Gede Andi
Prabha Vidya Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Prabha Vidya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masing-masing tempat yang ada di Bali memiliki sebuah Tradisi yang sakral dan unik yang merupakan warisan dari para leluhur hingga saat ini masih ada dan dilestarikan. Khususnya di Desa Padang Bulia Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng juga memiliki tradisi unik yang sampai saat ini masih dilaksanakan yaitu Tradisi Ngamuk-amukan. Berdasar pada pernyataan diatas, tujuan penelitian terhadap Tradisi Ngamuk-amukan adalah untuk mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan tradisi Ngamuk-amukan mengenai proses pelaksanaan, makna dan nilai yang terkandung di dalamnya. Untuk memperkuat dari hasil penelitian ini di tunjang dengan hasil kajian dari penelitian lainnya dan didukung pula sumber-sumber buku. Untuk mengungkap permasalahan diatas Landasan Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Komunikasi menurut Harold Lasswell, Teori Nilai dan teori Makna. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: observasi, wawancara dan pencatatan dokumen. Data yang dianalisis menggunakan teknik deskriptif. Penyajian hasil penelitian yang diperoleh yaitu: 1) Proses pelaksanaan Tradisi Ngamuk-amukan dengan saling mengadu prakpak/danyuh yang sudah dibakar dan dilakukan antar kelompok. 2) Makna tradisi Ngamuk-amukan yang terkandung adalah makna religius, makna sosial budaya, makna pendidikan. 3) Nilai yang terkandung pada tradisi Ngamuk-amukan yaitu nilai religius, nilai sosial budaya, nilai filosofis.

Page 1 of 1 | Total Record : 5