cover
Contact Name
Muhammad Ruswandi Djalal
Contact Email
wandi@poliupg.ac.id
Phone
+6285250986419
Journal Mail Official
sinergi@poliupg.ac.id
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan KM.10 Tamalanrea, Makassar 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Sinergi
ISSN : 16931548     EISSN : 26849372     DOI : http://dx.doi.org/10.31963/sinergi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Politeknik Negeri Ujung Pandang mempublikasikan hasil penelitian pada Bidang Teknik Mesin dan Energi.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2016): April 2016" : 11 Documents clear
RANCANG BANGUN PEMANAS AIR TENAGA SURYA MENGGUNAKAN ABSORBER ASPHALT COATING DAN CERMIN CONSENTRATOR Musrady Mulyadi; Sri Suwasti; Abdul Rahman
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.266 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1159

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan alat pemanas air tenaga matahari dengan plat absorber dan cermin konsentrator yang bertujuan sebagai pusat penyerapan dan konsentrasi panas matahari, sehingga mampu menaikkan temperatur keluaran kolektor dan efisiensi sistem. Dengan penambahan plat absorber yang berbentuk cembung dan cermin konsentrator dapat meningkatkan kinerja dari kolektor. Bagian tangki dilapisi dengan isolator yang berbahan stereofoam dengan ketebalan 3 cm dapat menjaga temperatur air didalam tangki tetap panas. Jumlah pipa tembaga dalam kolektor yaitu sebanyak 8 buah dengan masing-masing diameter ½ inch. Luas bidang penyerapan kolektor surya yaitu sebesar 1,44 m2 dengan kapasitas tangki 46,8 liter. Aspal sebagai salah satu bahan penyerap panas matahari diletakkan dibawah plat absorber dengan ketebalan ≈ 1 cm. Dimensi dari cermin konsentrator masing-masing 1,9 m x 0,5 m yang diletakkan dengan kemiringan 60o. Kenaikan temperatur output kolektor, sangat dipengaruhi oleh nilai intensitas radiasi matahari yang mengenai luasan kolektor, dimana nilai temperatur output kolektor mencapai nilai maksimum. Besar efisiensi rata-rata perhari yang diperoleh adalah sebesar, pengujian tanpa penambahan lapisan aspal sebesar 7,035%, pengujian tanpa penambahan lapisan aspal sebesar 8,15%.
ANALISIS TABUNG BULAT DI BAWAH BEBAN IMPAK AKSIAL BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA UNTUK STRUKTUR OTOMOTIF Ilyas Renreng
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.831 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1155

Abstract

Abstrak: Kemampuan hancur dari tabung bulat berdinding tipis berbahan aluminium dibawah beban impak aksial telah dianalisis dalam penelitian ini. Jenis tabung bulat ini biasanya digunakan pada struktur kereta untuk menyerap tenaga akibat benturan. Untuk memodelkan dan menganalisa sifat crashworthiness digunakan metoda elemen hingga (MEH). Perangkat lunak yang diaplikasikan untuk metode elemen hingga. Parameter crashworthiness yang dievaluasi berupa penyerapan tenaga, penyerapan tenaga tertentu dan efisiensi daya hancur. Hasil numerik ini mengevaluasi tabung berdinding tipis berbahan paduan aluminium (AA6060-T4) dengan variasi variabel bebas yaitu variasi ketebalan dinding tabung, diameter dinding tabung dan kecepatan impak. Temuan utama adalah sifat hancur dari tabung bundar sebagai komponen keselamatan penumpang yang dipasang pada struktur depan untuk mengatasi tabrakan depan kerangka otomotif.
STUDI ESTIMASI BEBAN HARIAN SISTEM INTERKONEKSI SULSELBAR 2015 DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN A.M Shiddiq Yunus; Lewi Lewi; Firdaus Firdaus; Zulfiadi Zulfiadi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.556 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1160

Abstract

Perkembangan masyarakat dari waktu ke waktu semakin bertambah dan kebutuhan akan konsumsi tenaga listrik akan ikut meningkat. Peningkatan kebutuhan tenaga listrik mengharuskan penyedia pasokan listrik dalam hal ini PT. PLN (Persero) dapat menyalurkan tenaga listrik dengan efektif ke konsumen. Untuk memaksimalkan penyaluran tenaga listrik ke konsumen, maka dibutuhkan suatu perencanaan beban. Perencanaan beban ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kebutuhan daya listrik ke konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan beban sistem interkoneksi Sulselbar dan mengetahui akurasi perencanaan beban dengan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) backpropagation. Perencanaan beban dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Backpropagation menggunakan toolbox Neural Network pada Matlab R2010a. Dalam perencanaan beban ini menggunakan data beban harian sistem interkoneksi SULSELBAR tahun 2013 dan tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan akurasi dari metode jaringan syaraf tiruan backpropagation lebih akurat daripada metode koefisien (dimana metode ini secara tradisional digunakan di PLN SULSELBAR).Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian pada tanggal 15-21 Juni 2015 error rata-rata terkecil dari metode Jaringan syaraf tiruan backpropagation yaitu pada tanggal 17 Juni 2015 yaitu 2,836911 %, dan error rata-rata terbesar yaitu pada tanggal 21 Juni 2015 yaitu 6,8170112 %. Sedangkan error rata-rata terkecil metode koefisien yaitu pada tanggal 17 Juni 2015yaitu 3,484677 %, dan error rata-rata terbesar yaitu pada tangga 15 Juni 2015 yaitu 8,9368 %.
EVALUASI KEANDALAN SISTEM PEMBANGKIT BILI-BILI Lewi Lewi; Peri Pitriadi; Yerin Peyembonan
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.28 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1156

Abstract

 Sistem tenaga listrik harus mampu menyediakan listrik bagi para pelanggan secara konstan. Maka dari itu di perlukan suatu pembangkit yang mampu melayani kebutuhan listrik konsumen tanpa mengalami gangguan. Suatu pembangkit harus selalu beroperasi secara normal dimana frekuensi terjadinya gangguan diperkecil. Gangguan yang dilami suatu pembangkit merupakan suatu krugian yang besar perusahaan karena dapat menurunkan keandalan dari unit pembangkit tersebut. Dalam menentukan keandalan suatu unit pembangkit diperlukan analisis nilai FOR, LOLP, laju kegagalan dan besarnya rugi-rugi energi yang dihasilkan akibat gangguan. Perhitungan yang dilakukan terdiri dari 2 metode yaitu perhitungan secara manual dan secara program. Program yang digunakan yakni software MATLAB dengan fasilitas GUIDE yang merupakan salah satu program beroreantasi pada objek.
RANCANG BANGUN MESIN PENGHANCUR DAN PENCAMPUR BAHAN BAKU PUPUK KOMPOS Anwar M; Muhammad Iswar; Rudianto Rudianto; Dian Makagiansar
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.299 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1161

Abstract

Pada penelitian ini berhasil mengumpulkan informasi tentang peningkatan kapasitas produksi dan kualitas pemotongan serta pencampuran bahan baku pupuk kompos, dalam pengerjaan mesin ini juga dapat di ketahui biaya produksi pembuatan Mesin Penghancur dan Pencampur Bahan Baku Pupuk Kompos.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan meningkatkan kualitas produksi, serta menghitung biaya produksi Mesin Penghancur dan Pencampur Bahan Baku Pupuk Kompos.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kecepatan putaran mesin sangat mempengaruhi hasil keluaran dari proses penghancuran dan pencampuran bahan baku pupuk kompos, ini terlihat perbedaan tersebut pada putaran rpm 218 dengan hasil 88,2 kg/jam, rpm 421 dengan hasil 125 kg/jam dan rpm 810 dengan hasil 181,8 kg/jam. Dalam penelitian ini juga diketahui biaya manufaktur Mesin Penghancur dan Pencampur Bahan Baku Pupuk Kompos dengan nominal Rp. 6.959.597,- laba mesin ini adalah 30% maka harga jual Mesin Penghancur dan Pencampur Bahan Baku Pupuk Kompos adalah Rp. 9.047.476,- dengan komponen mesin dari material ST- 42.
RANCANG BANGUN ALAT PEMBUAT TELUR ASIN DENGAN PEMANFAATAN UDARA Tri Agus Susanto; Arthur Khalik Razak; Asywar Asywar; Maria Suryaningsih; Syamsul Syamsul
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.37 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1157

Abstract

Telur bebek merupakan salah satu jenis telur unggas yang dapat dimanfaatkan sebagai olahan makanan maupun adonan kue. Pada dasarnya kualitas telur tidak dapat bertahan lama karena adanya faktor lingkungan ataupun pada telur itu sendiri. Untuk mempertahankannya kualitas telur bebek dapat dilakukan pengawetan dengan cara diasinkan. Pengawetan dapat dilakukan secara manual tetapi membutuhkan waktu yang lama untuk proses pengasinan. Untuk mempersingkat waktu, proses pengasinan dapat dilakukan selama empat hari dengan menggunakan alat pembuat telur asin yang hanya memerlukan larutan garam dan dapat memvariasikan tingkat keasinan tergantung kadar garam, jumlah telur dan waktu yang diberikan. Proses pengasinan selama empat hari menggunakan tekanan udara yang mempercepat larutan garam masuk kedalam pori-pori telur bebek. Tekanan udara yang diberikan dapat masuk kedalam telur bebek melalui pori-pori telur sehingga udara yang masuk menjadi berkurang. Jadi, penginputan udara harus dilakukan secara kontinyu agar udara yang masuk kedalam alat konsisten.
ANALISIS PENGARUH ALIRAN NATURAL TERHADAP KINERJA PENGERING SURYA TIPE RAK UNTUK PROSES PENGERINGAN JAGUNG Jamal Jamal; Sri Suwasti; Sukma Abadi; Regiartha Sampetoding; Christianto Lomba
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.692 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1162

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisa pengaruh penggunaan sistem aliran konveksi alamiah (natural) terhadap kinerja dari pengering surya tipe rak untuk proses pengeringan jagung. Pengeringan dilakukan menggunakan pengering surya tipe rak yang memiliki 3 susun rak yaitu bawah, tengah dan atas. Pengeringan dilakukan dengan memvariasikan jumlah massa jagung yang dikeringkan pntuada setiap rak yaitu 500 g, 700 g dan 900 g, dimana massa jagung tersebut sama untuk setiap raknya. Aliran natural yang dibuat adalah dengan melubangi pada bagian atas dan bagian bawah rak serta pada bagian depan kolektor. Lubang yang dibuat pada bagian atas dan bawah rak adalah untuk membuang udara lembab keluar pengering, sehingga udara dalam ruang pengering tetap udara kering, hal ini diharapkan meningkatkan laju pengeringan. Hail yang diperoleh adalah semakin lama waktu pengeringan maka massa jagung yang dikeringkan semakin berkurang, laju pengeringan jagung terbesar terjadi pada rak bagian bawah, semakin besar massa jagung maka selisih laju pengeringan rak tengah dan rak atas semakin besar dimana rak tengah memiliki laju pengeringan yang lebih besar dari rak atas, semakin besar massa bahan maka laju pengeringan akan semakin besar, hal ini terjadi pada setiap rak pengering.
RANCANG BANGUN MESIN ROL BESI PEJAL UNTUK PEMBUATAN KOMPONEN ALAT PERTANIAN Muhammad Arsyad Suyuti; Tri Agus Susanto
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.083 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1153

Abstract

Pesatnya perkembangan penggunaan alat mekanisasi pertanian oleh petani menyebabkan meningkatnya kebutuhan perawatan, perbaikan, pemeliharaan dan pembuatan peralatan mekanisasi sehingga jumlah bengkel perawatan, perbaikan dan pembuatan ala-alat pertanian terus bertambah. Bengkel alat dan mesin pertanian umumnya pekejaan yang sering dilakukan yaitu perawatan, perbaikan dan pembuatan komponen maupun mesin alat pertanian. Dari berbagai peralatan mekanisasi pertanian, peralatan yang paling umum dikerjakan yaitu traktor tangan dan mesin perontok padi. Traktor tangan adalah alat mekanisasi pertanian yang sering membutuhkan perawatan dan perbaikan pada bagian roda traktor dengan mengganti lingkaran roda besi. Suku cadang lingkaran roda besi sangat sulit didapatkan, sedangkan perontok padi juga masih banyak dibutuhkan oleh petani sawah sehingga salah satu kegiatan bengkel alat pertanian yaitu membuat perontok padi berdasarkan pesanan. Kendala yang dihadapi bengkel alat pertanian adalah kurangnya sarana peralatan sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk pembuatan pelat alur pengarah mesin perontok yang terbuat dari pelat strip. Tujuan dari rancang bangun ini adalah untuk mengembangkan teknologi tepat guna untuk memudahkan bengkel-bengkel alat pertanian dalam membuat lingkaran roda besi traktor tangan dan pelat alur pengarah mesin perontok. Adapun kesimpulan dari kegiatan penelitian ini adalah dihasilkan satu unit mesin rol untuk mengerol lingkaran roda besi traktor tangan dan pelat alur pengarah mesin perontok padi. Alat ini terbagi tiga sub rakitan yaitu rangka, sumber tenaga, dan konstruksi dies pengerol. Mesin rol ini menggunakan sistem penggerak motor listrik. Alat ini mampu membentuk lingkaran roda besi traktor tangan model rangka Quick G dari bahan besi baja Ø16 mm di rol sampai berbentuk lingkaran dengan radius 330 mm dan pelat strip alur pengarah pada tutup mesin perontok padi dengan ukuran lebar 15 mm dan tebal 2 mm dibentuk menjadi ¼ lingkaran dengan radius lingkaran 860 mm, dan juga mampu mengerol lingkaran roda besi dan pelat pengarah mesin perontok dengan waktu 3 hingga 4 menit.
PENINGKATAN KAPASITAS PEMANAS AIR KOLEKTOR PEMANAS AIR SURYA PLAT DATAR DENGAN PENAMBAHAN BAHAN PENYIMPAN KALOR Firman Firman; Sri Suwasti; Fitrah Darmawan; Nurul Husna
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.301 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1158

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara eksperimental perpindahan kalor pada kolektor pemanas air tenaga surya dengan menggunakan penambahan bahan penyimpan kalor asam stearat. Penggunaan asam stearat untuk meningkatkan penyerapan kalor, sehingga kinerja pemanas air tenaga surya semakin meningkat. Material penyimpanan kalor diisikan ke dalam sela-sela pipa antara Pipa dengan diameter 3/8 inci digunakan sebagai tempat mengalirnya air yang akan dipanaskan oleh radiasi matahari, sedangkan untuk pipa diameter 3/4 inci digunakan sebagai tempat penyimpanan asam stearat sebagai bahan penyimpan kalor yang akan membungkus pipa ukuran 3/8 inci, yang disusun secara berderetan di dalam kolektor. Pengujian aliran fluida dalam pipa tembaga dilakukan untuk menganalisis proses penyimpanan kalor pada material penyimpan kalor. Pengujian dilakukan dengan variasi debit air 0,1; 0,2; 0,3; 0,4 dan 0,5 liter/menit selama 4 minggu. Temperatur air dalam tangki dan kolektor diukur dengan menggunakan thermometer. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan selama 4 minggu maka didapatkan nilai temperatur tertinggi yaitu 95 °C dengan radiasi matahari mencapai 930 W/m2 dengan efisiensi 21.39% sedangakan yang tidak menggunakan penyimpan kalor yaitu 57°C dengan radiasi matahari 879 W/m2 dengan efisiensi 31.18%.
RANCANG BANGUN MESIN PENGOLAH BIJI KAKAO MENJADI COKELAT PASTA Muh Rusdi; Luther Sonda; Jumriadi Jumriadi; Fajar Islam Wahab; Agi Sugi Rahmat
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.522 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1163

Abstract

Mesin ini dibuat untuk memberikan alternatif kepada petani agar biji kakaoyang dihasilkan tidak semata-mata dijual dalam bentuk biji kakao kering, akan tetapidapat diolah menjadi produk makanan atau bahan olahan yang digunakan dalampembuatan kue sehingga pendapatan petani kakao dapat meningkat. Mesin inimenggunakan media batu untuk menggiling biji kakao menjadi pasta, pasta yangdihasilkan akan diaduk kedalam mesin pengaduk sehingga tekstur yang dihasilkantidak kasar. Mesin ini menggunakan motor listrik 2 Hp dengan putaran 2880 sertamempunyai kapisitas produksi 15 kg/jam dalam menghasilkan cokelat pasta. Batuyang digunakan berukuran 8 inch dan memiliki putaran 596 rpm.Kata Kunci: Batu, Biji Kakao, Pasta, Menggiling

Page 1 of 2 | Total Record : 11