cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2023): JLBI" : 6 Documents clear
Kecerdasan Place-making Pentas Barong Kemiren, Banyuwangi Dwi Lindarto Hadinugroho; D.D. Harisdani; Masyithah Rahman
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i2.74

Abstract

Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi memiliki atraksi Barong Kemiren yang  berpotensi sebagai unsur pembentuk identitas tempat. Identitas tempat salah satunya dapat terwujud oleh kegiatan lokal. Kajian ini secara arsitektural bertujuan mengungkapkan bagaimana atraksi Barong Kemiren membentuk suatu tempat yang disebut sebagai konsep place-making . Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dilakukan jelajah terhadap hubungan timbal balik antara jalan, lapangan, ruang publik dengan aktivitas tarian Barong Kemiren yang akhirnya membentuk tempat berkarakter sebagai suatu place attachment. Dengan metode kritik interpretatif evocatif diungkapkan bahwa pentas Barong Kemiren memiliki locally distinctiveness. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi place Kemiren memenuhi kaidah pentas dramaturgi, back-stage, audio visual place, boundary, audience place, interaction, atmosphere, stage-catwalk dalam versi lokal yang unik dan berkarakter. Masing-masing panggung   tersebut berpotensi membentuk linkage yang berfungsi sebagai pengarah  kunjungan wisata. Linkage antar panggung Barong Kemiren tersebut merangkai atraksi  wisata desa Kemiren berupa serial vision dan sequencial view tourism. Manfaat kajian pembentukan panggung Barong Kemiren dapat dikatakan sebagai kecerdasan lokal tentang konsep place-making.
Studi Transfigurasi Masjid melalui Periodisasi Pembangunan Masjid di Indonesia A.Hildayanti; Wasilah
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i2.76

Abstract

Perkembangan masjid di Kota-kota besar Indonesia seakan mulai merubah “image” masjid yang identik dengan kubah melalui bentuk-bentuk yang memetaforakan budaya dan modernisasi dengan tujuan menciptakan bangunan yang ikonik. Permasalahan yang muncul kemudian adalah perlahan hilangnya pakem kubah dari bagian wujud masjid. Eksistensi kubah seakan telah tertanam dibenak masyarakat sebagai penanda keberadaan rumah ibadah ummat Islam (masjid) sebagai unsur landmark mulai melebur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor yang mempengaruhi transfigurasi masjid dan periodisasi bentuk masjid di Indonesia. Melalui metode penelitian studi kasus, penelitian ini akan menginterpretasi perubahan yang terjadi pada perkembangan masjid secara spesifik dan realistik. Sehingga diperoleh hasil penelitian bahwa masjid sebagai tempat ibadah umat Islam pada dasarnya tidak memiliki aturan khusus dalam desain bentuk bangunannya. Bentuk bangunan masjid yang identik dengan penggunaan kubah kini mulai dikembangkan mengikuti aliran arsitektur baru dan berkembang. Keberadaan kubah pada masjid selama kurun waktu yang panjang memberikan pandangan bahwa kubah pada masjid tidak bisa dipisahkan, meskipun kubah sebagai penutup atap pada masjid bukanlah suatu keharusan.
Fenomena Pedagang Kaki Lima pada Kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh Bambang Karsono; Maghfira; Fidyati; Sisca Olivia
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i2.78

Abstract

Pedagang kaki lima (PKL) merupakan salah satu fenomena di perkotaan yang selalu menarik menjadi topik diskusi dan diteliti. Kesempatan kerja di sektor formal di kota yang terbatas menjadikan PKL sebagai alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan. Aktivitas PKL dikategorikan sebagai informal, tumbuh secara spontan, mudah cara pengoperasian dan kadang kala tidak ada prosedur standar yang mengaturnya. Ada kalangan yang mendukung bahwa keberadaan PKL di ruang perkotaan karena dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan kehidupan perkotaan (livability). Namun ada juga yang mempermasalahkan keberadaannya dengan alasan ruang kota menjadi tidak teratur. Di Kota Banda Aceh, PKL tumbuh menyebar dan mendominasi ruang publik di sepanjang koridor jalan. Kajian ini bertujuan mengungkapkan faktor penyebab, cara pemanfaatan koridor jalan yang didominasi oleh pedagang kaki lima serta dampak positifnya terhadap livability dan keberlanjutan kota. Penelitian memilih PKL pada satu koridor jalan di Kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh sebagai studi kasus. Pendekatan penelitian metode campuran diterapkan dalam penelitian ini, data kuantitatif dan kualitatif diperoleh melalui observasi, pemetaan, photo-trekking, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara triangulasi deskriptif, guna mengungkap keterkaitan antar fenomena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena PKL pada kawasan studi kasus memberi kontribusi kepada keberlangsungan kehidupan kota dan menjadi generator kegiatan pada siang dan malam hari. Di sisi lain, tempat tersebut menunjukkan tingginya tingkat ketergantungan tempat bagi PKL untuk memperoleh pendapatan.
Pendampingan Perencanaan Fasilitas Penunjang di Pura Dalem Desa Adat Sebunibus, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali Ni Wayan Meidayanti Mustika; I Kadek Merta Wijaya; Anak Agung Sagung Dewi Rahadiani
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i2.85

Abstract

Pura Dalem Desa Adat Sebunibus adalah salah satu pura Tri Khayangan di Desa Adat Sebunibus yang belum memiliki fasilitas penunjang yang berfungsi untuk mewadahi kegiatan persiapan upakara keagamaan seperti memasak, membuat sesajen dan kegiatan servis lainnya. Dari permasalahan tersebut maka harus direncanakan fasilitas penunjang di Pura Dalem Desa Adat Sebunibus yang sesuai dengan kebutuhan fungsi dan standar teknis yang baik. Artikel ini memaparkan tentang pelaksanaaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mitra masyarakat pangempon Pura Dalem Desa Adat Sebunibus. Kegiatan ini merupakan upaya pendampingan dan pemberdayaan potensi masyarakat mitra dalam merencanakan desain arsitektur fasilitas penunjang berupa pewaregan (dapur), bangunan reringgitan dan panggung pertunjukan tari. Metode pelaksanaan kegiatan ini dibagi dalam beberapa tahap yaitu: 1). Tahap persiapan dan identifikasi awal; 2). Tahap penyusunan desain alternatif; 3). Tahap Focus Group Discussion; dan 4). Tahap Finalisasi Desain. Bangunan fasilitas penunjang yang direncanakan menggunakan penerapan arsitektur tradisional Bali modern dengan pendekatan kontekstual berupa memaksimalkan penggunan material lokal. Hasil kegiatan ini adalah gambar rencana desain bangunan – bangunan fasilitas penunjang yang dapat menjadi dokumen perencanaan untuk tahap pembangunan selanjutnya.
Evaluasi terhadap Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Tepi Situ Mangga Bolong, Jagakarsa, Jakarta Selatan Berti Dara Suryani; Dewi Astuti; Agus Dharma Tohjiwa
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i2.87

Abstract

Ruang terbuka publik baiknya didesain dengan optimal agar ruang-ruang yang tercipta dapat dimanfaatkan para pengunjung dengan baik & optimal pula. Di kawasan ruang terbuka publik Tepi Situ Mangga Bolong terdapat aktivitas yang dilakukan di tempat yang tidak tepat seperti parkir di ruang berkumpul, PKL di ruang hijau dan lain-lain sehingga menimbulkan ketidakteraturan. Oleh karena itu, hal ini perlu lebih diperhatikan penataannya agar pengunjung dapat merasa aman dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui & mengevaluasi pemanfaatan ruang pada Kawasan Ruang Terbuka Publik Tepi Situ Mangga Bolong berdasarkan aktivitas & perilaku pengunjung. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitaif melalui place-centered-mapping sebagai alat untuk mengetahui kecenderungan pemanfaatan ruang & aktivitas pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Terbuka Publik Tepi Situ Mangga Bolong memiliki ruang-ruang yang kurang optimal dalam pemanfaatannya dikarenakan memiliki kekurangan pada ruang fisiknya sehingga mempengaruhi aktivitas dan perilaku pengunjung dalam pemanfaatan ruangnya.
Studi Pencarian Kebutuhan Infrastruktur di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi Gustin Intan Andini; Linda Dwi Rohmadiani
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i2.229

Abstract

Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi menunjukkan bahwa kawasan industri di Kabupaten Ngawi belum sepenuhnya merata. Artikel ini membahas tentang rencana pembangunan kawasan industri di Kabupaten Ngawi yang berlokasi di Desa Mengger dan Desa Karanganyar dengan luas kawasan 806,6 Ha. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan teknik analisis Delphi dengan cara pengumpulan data kuisioner dan survey lokasi. Hasil pengumpulan kuisoner yang dianalisis dengan teknik analisis Delphi menunjukan bahwa Kabupaten Ngawi membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur sebagai penunjang kegiatan industri di wilayah tersebut. Dengan adanya pembangunan kawasan industri, diharapkan dapat membantu kegiatan perekonomian di wilayah tersebut. Penelitian ini memberikan temuan bahwa pembangunan jalan merupakan kebutuhan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas pertama yang harus dilaksanakan karena dapat mempermudah akomodasi kegiatan yang sedang berlangsung. Pada proses terakhir pembangunan infrastruktur kawasan industri di Kecamatan Karanganyar terdapat pembangunan sarana penunjang dan tempat parkir, yang dimana infrastruktur tersebut bukan sebagai prioritas yang diutamakan dalam kegiatan industri di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6